Sinopsis Trot Lovers Episode 11 – 2

Sinopsis Trot Lovers Episode 11 – 2
Soo In tengah asik memainkan ponselnya, ini membuat Joon Hyun penasaran akan apa yang ia lakukan. Soo In memberikan ponsel miliknya dan rupanya ia tengah membaca berita skandal antara Choi Chun Hee dengan Tuan P. Joon Hyun tak mengenal siapa itu Choi Chun Hee?

“Wanita itu. Yang mengatakan kalau kalian saling menyukai.”

Joon Hyun berdecak heran mengetahui kalau Gadis Medali Gila sudah menjadi seorang penyanyi. Benar – benar sulit dipercaya.





Tae Song masuk ke ruangan Joon Hyun, ia memberitahukan kalau Joon Hyun sudah bisa keluar dalam minggu ini. Bagaimana keadaanmu?

Joon Hyun merasa baikan tapi entah kenapa karena ada Gadis Medali membuat kepala – nya pusing. Dia meminta Tae Song untuk memastikan agar gadis itu tak bisa mendekatinya. Tae Song dengan ragu dan bingung hanya bisa meng – iya – kan permintaan Joon Hyun.


Chun Hee yang menanti dengan sabar di depan ruangan Joon Hyun segera bangkit ketika Tae Song keluar. Dengan khawatir, ia bertanya apakah Joon Hyun mengenali Tae Song?

Tae Song ragu untuk menjawabnya hingga ia pun hanya mengangguk pelan. Chun Hee sedih mendapati fakta bahwa hanya ia yang dilupakan Joon Hyun. Padahala Soo In dan Tae Song pun dikenalinya, Chun Hee merasa ada sesuatu yang salah.

“Choi Chun Hee, tidak ada yang salah. Ayo kita bicara sebentar.” Ajak Soo In yang tiba – tiba keluar.




Soo In menyuruh Chun Hee jangan lagi muncul dihadapan Joon Hyun, jelas saja Chun Hee tak mau menerimanya begitu saja. Soo In menjelaskan kalau sekarang Joon Hyun kembali populer dan Chun Hee sedang terkena skandal dengan Tuan P. Dan dia merasa Chun Hee seharusnya menjaga kepopuleran Joon Hyun.


Chun Hee tak terima karena skandal itu tak benar. Bagi Soo In, benar ataupun tidak tapi skandal Chun Hee bisa membuat masalah untuk Joon Hyun.

“Sunbae-nim. Kenapa kau seperti ini padaku? Baru-baru ini, kau menunjukkan foto padaku dan kau berharap Oppa dan aku bersama-sama. Tapi sekarang kau kenapa...”

Soo In memotong ucapan Chun Hee, dia hanya merasa bimbang saat itu tapi setelah sekarang ia merasa kalau Joon Hyun sangat lah berharga untuknya. Dan Chun Hee hanyalah menempati tempatnya untuk sesaat, jadi Chun Hee harus segera kembali ke tempat asalnya. Soal kecelakaan atau pun kencan, lupakan saja!

Soo In bangkit untuk pergi.

“Apa alasannya kau tidak mengatakan yang sebenarnya?” tanya Chun Hee menghentikan langkah Soo In. “Di hari insiden itu, orang yang menyelamatkan Jang Joon Hyeon bukan kau tapi aku. Kau tahu itu.”

Soo In berbalik dan tersenyum meremehkan pada Chun Hee.


Jam pulang sekolah, Byul sengaja ditabrak oleh seorang temannya yang sebal pada Byul. Ukulele yang dibawanya terjatuh hingga senarnya pun patah. Byul menyuruh mereka untuk lebih berhati – hati. Anak tak merasa bersalah sama sekali toh Byul juga mendapatkannya dengan berbohong karena paman yang kemarin bukanlah paman Byul.

“Dia adalah bagian dari keluarga kami!”

Teman Byul tersenyum meremehkan, dia disuruh ibunya untuk tak bermain dengan Byul yang tukang bohong seperti kakaknya yang selalu ada dipemberitaan. Byul marah, Unni – nya bukan pembohong!!

“Teman-teman, bukankah yang kukatakan benar? Kau pembohong. Jadi Kakaknya juga pembohong, 'kan?”

“tentu saja.” jawab yang lain serempak.




“Kau benar-benar ingin dipukul?” kesal Byul.

Byul sudah pasti kalah berkelahi, dia dikerubungi oleh banyak anak yang sebal padanya.


Chun Hee yang masih sedih di ruang tunggu Rumah Sakit terkejut ketika menerima panggilan dari Pelatih Bang yang memberitahukan kalau Byul menghilang.


Chun Hee dan Pelatih Bang mencari Byul disetiap sudut sekolah namun belum menemukan keberadaannya.


Malam semakin gelap dan Chun Hee belum menemukan adiknya, dia terduduk khawatir sambil berteriak memanggil Byul. Rupanya Byul sudah berada didepan rumah, dia memanggil Chun Hee. Chun Hee segera menghambur kearah Byul dan bertanya kemana Byul pergi? Ini benar – benar membuat Chun Hee khawatir.
Byul masih terisak. Pelatih Bang melihat luka didahi Byul, “Byeol, kenapa wajahmu seperti itu? Apa seseorang memukulmu? Jadi kau dipukul dan kemari?”

Byul dengan gagah mengaku kalau dia dipukul bagaimana jadinya mereka. Mereka menghina Unni jadi dia memukuli mereka. Byul menangis takut kalau – kalau orang tua teman mereka menemui Chun Hee. Chun Hee memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang, mengurangi ketakutan yang dihadapi Byul.

“Tidak apa-apa, Byul. Tapi, kau seharusnya memukul mereka pelan-pelan. Apa kau memukul mereka dengan keras?” tanya Chun Hee namun Byul mengangguk karena telah memukul temannya dengan keras.





Chun Hee mengobati luka di dahi Byul, Byul penasaran apakah sekarang orang – orang membenci Chun Hee? Jadi mereka tak mendengarkan lagu Chun Hee lagi?

Chun Hee mengelak, masalah ini akan segera berakhir. Dan ia memiliki berita bagus karena ia telah melunasi hutang ayah. Byul berjingkat senang, berarti Ayah akan segera pulang?

Chun Hee membenarkan dan sekarang mereka tak perlu mengkhawatirkan apa – apa lagi. keduanya merayakan dengan bersulang sekotak susu.



Joon Hyun sudah keluar dari rumah sakit dengan ditemani oleh Soo In. Dan teriakan fans terdengar menyambut Joon Hyun.


Dan Joon Hyun pun kembali ke apartemen lamanya, Tae Song bertanya bagaimana perasaan Joon Hyun kembali ke rumah?

“Aku kembali ke rumahku sendiri. Apa maksudmu bagaimana perasaanku?” ucapnya. Kemudian ia mencari – cari gitar kesayangan. Kalau tak ada gitar itu maka ia tak bisa berbuat apa – apa. Tae Song sendiri malah tak tahu sedangkan Soo In tampak gelisah karena ini.



Dan gitar tersebut berada di rumah Chun Hee. Gitar yang membuat Chun Hee sedih ketika melihanya, gitar yang mengingatkannya pada Joon Hyun.



Soo In membawa Joon Hyun kembali ke Shine Star namun Soo In tampak tak begitu suka. Joo Hee menemui keduanya untuk memberitahukan kalau masalah di tempat parkir telah ia selesaikan. Dan juga, Joon Hyun harus merahasiakan lupa ingatannya selama beberapa bulan karena kondisi Joon Hyun yang baik – baik saja maka orang – orang tak perlu tahu.

Joon Hyun pun hanya mengangguk mengikuti instruksi Joo Hee.



Soo In sekarang akan mengajak Joon Hyun untuk menemui Presdir baru Shine Star. Namun dalam perjalanan, Joon Hyun dikejutkan oleh Chun Hee yang berpapasan dengannya. Soo In menjelaskan kalau Chun Hee juga bernaung di agensi Shine Star. Joon Hyun terkejut, kenapa Soo In tak mengatakannya padanya? Aah, dan pertemuan dengan Chun Hee membuat kepala Joon Hyun pening. Ditambah Chun Hee yang menatap Joon Hyun sendu, ini membuat Joon Hyun tak nyaman.

Chun Hee memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.

“Dia penggangu. Shine Star juga akan berakhir.” Gumam Joon Hyun.



Skandal Chun Hee benar – benar mempengaruhi kariernya yang sekarang menurun drastis. Skandalnya dengan kongres Pyo tersebut langsung membuat karirnya menukik tajam.


Joon Hyun yang menemui Geun Woo menyapanya karena baru pertama kali bertemu. Geun Woo terheran – heran, pertama?

“Ah iya, ini belum lama sejak kau mulai bekerja disini. Ya, ketika orang yang pertama kali melihatku, Sang Dewa Musik, mereka akan terpukau. Mereka bilang wajahku sekecil kepalan tangan, bahwa aku tidak seperti manusia.” Narsis Joon Hyun.

Geun Woo pun hanya bisa tertawa. Joon Hyun bertanya dimana Presdir Jo Hee Moon? Geun Woo memberitahukan kalau Ayahnya tengah berlibur. Joon Hyun langsung menyimpulkan kalau Geun Woo pasti orang baru yang tak tahu apa – apa sehingga merekrut trainee orang semacam itu.

“Apa maksudmu orang semacam itu?” tanya Geun Woo tak mengerti. Joon Hyun bermaksud berkata mengenai Choi Chun Hee, fans yang buruk dari fans buruknya. Dia yang mengejar Joon Hyun bahkan sampai masuk ke Shine Star hanya untuk bisa bertemu dengannya. Joon Hyun meminta agar Choi Chun Hee dikeluarkan.

“Jang Joon Hyun, kau seharusnya mengurusi urusanmu sendiri. Aku akan menangani Choi Chun Hee.” Perintah Geun Woo tanpa basa – basi.




Joon Hyun dalam mobil merasa kalau cuacanya sangat panas, akan sangat baik untuk menjemur pakaian. Ini karena kebiasaan Joon Hyun dirumah Chun Hee yang mencuci dan menjemur, secara tak sadar malah memancing pikirannya. Tae Song yang tak mengerti maksud Joon Hyun hanya bisa menggeleng acuh.



Chun Hee dan Byul berniat memanen lobak yang mereka tanam. Namun karena Chun Hee teringat akan Joon Hyun yang mencicipi rasa daun lobaknya, Chun Hee mengajak Byul untuk memetiknya lain waktu. Byul setuju saja.

“Apa sekarang kita hanya bisa melihat Ahjussi di TV?” tanya Byul. Chun Hee yang bingung menjawabnya hanya tersenyum saja.


Di apartemennya, Joon Hyun juga mencuci sendiri pakaiannya di mesin cuci. Ini membuat Tae Song terheran – heran. Padahal kan tinggal dibawa ke laundry saja. Namun Joon Hyun menolak karena dia hanya perlu menekan tombol saja kok.

Lagi, Joon Hyun meminta Tae Song untuk membelikannya kipas angin. Dia sangat menyukai angin yang dihasilkan kipas angin.  Sikap ini sungguh membuat Tae Song heran sendiri.


Pagi – pagi sekali, Chun Hee sudah berangkat ke Shine Star hanya untuk menyiapkan teh hangat diruangan Joon Hyun. Chun Hee menatap foto Joon Hyun yang terpajang disana, dia akan menyiapkan teh hangat untuk Joon Hyun setiap hari.

Chun Hee pun mengelus lembut rambut Joon Hyun difoto itu.



Chun Hee mencoba berlatih memainkan piano dengan jari – jari yang kaku. Dia sama sekali tak terbiasa namun dalam benak Chun Hee, Joon Hyun tiba – tiba datang lalu membimbing Chun Hee untuk bermain piano.

“Jangan berkelahi dengan piano, dan lemaskan jari-jarimu, mengerti?”

Chun Hee pun mengikuti arahan dari Joon Hyun meskipun ini hanya ada dalam angan Chun Hee semata.



Joon Hyun yang sampai ke ruangannya menemukan sebotol teh hangat di meja, “Soo In, kapan kau meletakkan ini disini?”

“Huh? Aku tidak meletakkan itu disana.”

Soo In lalu meraih teh yang ada pada Joon Hyun, ia melarang Joon Hyun untuk meminumnya karena tak tahu siapa yang meletakkan. Siapa tahu itu beracun, Soo In pun membuang teh pemberian Chun Hee itu.



Chun Hee menemui pelatih Bang untuk menanyakan keadaan Byul yang ia titipkan padanya. Byul baik – baik saja dan sekarang sedang tidur setelah mengerjakan PR.

Dua orang pelanggan yang duduk tak jauh dari meja Chun Hee memandangannya dengan tak suka. Ia bercerita pada rekan yang duduk bersama kalau Chun Hee itu bukannya penyanyi yang masuk dalam hubungan Joon Hyun dan Soo In. Penyanyi trot yang terkena skandal dengan anggota kongres.

Rekan wanita itu tak terlalu mengenali wajah Chun Hee, tapi dari wajahnya sih Chun Hee tak tampak seperti itu.

Chun Hee hanya bisa tersenyum kecut mendengar pembicaraan keduanya, sedangkan pelatih Bang tak terima dengan apa yang mereka gosipkan. Pelatih Bang bangkit untuk melabrak keduanya.





Namun Pil Nyeo datang lebih dulu memarahi mereka. “Kau mungkin bicara sembarangan karena kau punya mulut, tapi apa kau mau aku bicara sembarangan dengan mulutku juga?! Habiskan saja makananmu.”

Pil Nyeo menunjuk wajah wanita tadi dengan sendok, sedangkan wanita itu jadi ketakutan. Dia mengajak rekannya untuk pergi darisana. “Apa ini? Tempat macam apa ini?”

Setelah kepergian keduanya, Pil Nyeo meminta maaf pada Pelatih Bang karena dia sudah kesal sekali. Pelatih Bang tak mempermasalahkan karena dia tak membutuhkan pelanggan seperti mereka. Makanannya bisa mubazir kalau dimakan mereka. Chun Hee kembali hanya bisa tersenyum kecut.


***
Chun Hee menyanyi sedih didepan rumahnya. Suara Chun Hee memanglah merdu dan terdengar sangat sendu sekarang ini.

Presdir Jo yang memperhatikan Chun Hee memberikan tepuk tangan ketika Chun Hee telah merampungkan nyanyiannya.



Predir Jo menghampiri Chun Hee, dia tahu kalau Chun Hee tengah dalam masa sulit sekarang ini.

“Kau tahu, dulu aku pernah bekerja di bidang musik. Mungkin aku pernah mengatakan padamu kalau ada seorang penyanyi yang kusukai. Dia adalah penyanyi yang  sangat berharga bagiku. Tapi saat bahaya datang, aku hanya membiarkannya untuk menyerah. Itu adalah hal yang kusesali sampai hari ini. Kau tidak akan berhenti bernyanyi karena masalah ini, 'kan?”

Chun Hee balik bertanya bagaimana menurut Presdir Jo perasaan orang yang berhenti menyanyi? Apa dia menyesal? Presdir Jo mengangguk. Chun Hee tersenyum, seperti ibunya yang dulu juga sangat merindukan untuk bernyanyi.

Presdir Jo sedikit terhenyak, yeah orang yang dimaksud Presdir Jo sepertinya tak lain adalah ibu Chun Hee sendiri.



***
Geun Woo senang bisa melihat wajah Chun Hee sejak pagi seperti sekarang. Chun Hee pun tampaknya sudah sedikit lega, dia meminta Geun Woo untuk membiarkan ia bernyanyi entah seberapa kecilnya panggung. Dia tak mempermasalahkan asal dia bisa bernyanyi.

“Jika kau bisa mendapatkan jadwal untukku, aku akan melakukan yang terbaik.” Ucap Chun Hee membuat Geun Woo tersenyum lebar.



***
Chun Hee bernyanyi mencoba menampilkan performa yang terbaik. Namun para penonton sepertinya sudah termakan oleh berita skandal Chun Hee, mereka bahkan tak segan melempari Chun Hee dengan kotak minuman. Mereka menyuruh Chun Hee turun.

Namun Chun Hee mencoba tak mendengarkan, dia tetap bernyanyi dengan senyum diwajahnya. Sedangkan Geun Woo yang menyaksikan tampak tak tega melihat Chun Hee diperlakukan seperti itu.




Chun Hee menghembuskan nafas berat seusai penampilannya. Geun Woo yang datang membuat Chun Hee terkejut. Dia bertanya apakah Geun Woo melihat semuanya? Geun Woo meng – iya – kan.

Chun Hee mencoba tetap tampil ceria dan berkata meskipun begitu, mereka harus tetap menuju ke panggung berikutnya. Geun Woo memberitahukan kalau pihak perusahaan menelfon mereka karena acara dibatalkan. Dia kemudian mengajak Chun Hee untuk bermain sehari ini.

Chun Hee akan menolak tapi Geun Woo tetap memaksa, dia tahu kalau Chun Hee memiliki banyak waktu kosong.



***
Keduanya pergi untuk bermain di sungai menaiki perahu kayuh, Chun Hee kewalahan karena hanya dia yang mengayuh perahunya sedangkan Geun Woo hanya menatap Chun Hee. Chun Hee memerintahan Geun Woo untuk mengayuh juga.

“Saat kau punya masalah secara mental, cara terbaik menghilangkannya adalah dengan menggunakan tubuhmu. Katanya kau dulu pelari marathon. Kau akan melakukannya dengan baik.”

“Aku bahkan tidak bisa berkata-kata.” Ucap Chun Hee ngos – ngosan membuat Geun Woo tertawa melihatnya.


Sebagai ganti karena Chun Hee telah mengayuh Perahu sendirian, Geun Woo membelikan es krim untuk Chun Hee. Acara belum dimulai, Geun Woo mengajak Chun Hee untuk bermain belati seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya.

Keduanya pun bertingkah konyol hingga akhirnya Chun Hee tertawa dan menutup wajahnya.


Geun Woo menyuruh Chun Hee membuka wajahnya karena dia akan menjitak Chun Hee sebagai hukuman. Namun Chun Hee malah terus menutup wajahnya, Geun Woo menarik tangan Chun Hee berniat menjitak. Tapi tak tahunya, Chun Hee malah tengah menangis.

“Maafkan aku. Hatiku sakit sekali. Ini sakit, sakit sekali.” Ucap Chun Hee terisak.



Geun Woo memeluk Chun Hee, mencoba memberikan sebuah dorongan kekuatan. Sedihnya pula menatap Chun Hee yang tengah dihujat orang dimana – mana, kehilangan orang yang ia cintai pula.


Kebetulan, Joon Hyun dan juga Soo In juga ke restoran yang sama dengan Chun Hee. Soo In yang melihat Chun Hee dipeluk Geun Woo menatapnya dengan sinis. Sedangkan Joon Hyun, dia tampak merasakan sebuah getaran aneh dalam dirinya ketika melihat Chun Hee menangis.




Geun Woo maju kepanggung guna menghibur Chun Hee, awalnya dia malu – malu untuk bergaya konyol. Tapi lama kelamaan gaya Geun Woo malah malu – maluin, hahaha. Dia bernyanyi dan bergoyang di panggung.

Sedangkan Chun Hee menatapnya dengan tersenyum sekaligus dengan sesenggukan. Rupanya, Joon Hyun masih belum bisa melepaskan pandangannya dari Chun Hee dan terus menatapnya.




Soo In mengajak Joon Hyun untuk pergi. Chun Hee menoleh kearah mereka dan mendapati Joon Hyun juga berada disana. keduanya bertatapan namun Joon Hyun segera bangkit pergi.



Geun Woo mengantarkan Chun Hee kembali kerumahnya, Chun Hee berterimakasih atas waktu Geun Woo menemaninya. Ia juga memberikan dua jempol untuk penampilan Geun Woo.

Geun Woo malu – malu sendiri, dia pun menyuruh Chun Hee untuk beristirahat.



Selepas kepergian Chun Hee, Geun Woo menerima panggilan. Entah siapa tapi Geun Woo tampak tak terlalu menyukainya.


Geun Woo menemui seseorang yang menelfonnya di bar, tak lain adalah Soo In yang sudah mabuk disana dan meminum bergelas – gelas bir.

“Aku menyalahkanmu, Presdir. Jika bukan karena dirimu, tidak, jika kau menyukaiku  sedikit saja, masalahnya tidak akan jadi sejauh ini. Bagaimana aku bisa sampai disini?  Aku harus kemana? Aku tidak tahu. Ini bukan alasan aku melakukannya. Aku tidak tahu bagaimana  Menyelesaikannya, Tidak ada jalan keluar untuk ini! Pada akhirnya, ini menjadi belenggu yang tidak akan memungkinkanku untuk mendekatimu. Sepertinya, aku sedang dihukum.” Tutur Soo In dengan tangisan. Namun Geun Woo sama sekali tak merespon sedikit saja perkataan Soo In.


Geun Woo kembali ke kantor dan mengagetkan Presdir Jo yang sudah menunggu disana, ia disana untuk menanyakan rumor mengenai Choi Chun Hee. Geun Woo sendiri berkata kalau dia percaya rumor itu tak benar. Presdir Jo pun sependapat, tapi kenapa Joon Hyun tetap bungkam?

“Kurasa dia kehilangan ingatannya sebagai efek samping kecelakaan.”

“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Presdir Jo.

“Itu tidak buruk bagiku. Ayah membesarkanku sebagai pengusaha. Baik dalam pekerjaan atau cinta.”



***
Setiap pagi, Chun Hee masih telaten untuk menuangkan segelas teh untuk Joon Hyun. Dan malangnya, hari ini Joon Hyun memergoki Chun Hee yang habis menuangkan teh untuknya.

“Selama ini itu adalah kau? Apa kau...memasukkan obat pencahar di dalamnya? Atau potassium sianida?” tanya Joon Hyun meraih pundah Chun Hee.

Chun Hee meneguk teh yang dibawanya, “ini. Kau puas?”





“Apa selama ini kau menarik para pria dengan hal-hal seperti ini? Benar-benar payah. Hey, mungkin juri dan Presdir tertarik  dengan sesuatu seperti ini, itu tidak akan pernah berhasil padaku, kau lihat?”

Joon Hyun pun membuang teh yang dibawakan Chun Hee. Chun Hee menatap Joon Hyun dalam diam, tak berbuat apapun dan pergi meninggalkan Joon Hyun.

Joon Hyun terbengong dengan sikap Chun Hee yang cuek. Tapi didalam hatinya, dia merasakan sesuatu yang aneh.

Ponsel Joon Hyun berdering, entah panggilan dari siapa.


Joon Hyun menuju ke suatu tempat, pelayan di tempat itu segera menyambut Joon Hyun. Pelayan tesebut menuturkan kalau dia menelfon Joon Hyun untuk memberitahukan tentang kalung medali yang dipesan oleh Joon Hyun yang katanya ingin melamar. Dia sebelumnya menunggu panggilan dari Joon Hyun, tapi karena kecelakaan mungkin Joon Hyun tak sempat. Pelayan tersebut menunjukkan kalung pesanan Joon Hyun yang hanya diam bingung mendengarkan penjelasan si Pelayan.

“M.J?” Joon Hyun heran menatap inisial yang terdapat di kalung itu.

“Saya rasa M.J. adalah nama asli Park Soo In.”



*** Bersambung ke Sinopsis Trot Lovers Episode 12***
Seberapa kerasnya Soo In dan Joo Hee untuk menyembunyikan kenyataan, tapi kan Joon Hyun bukan manusia yang terus – terusan duduk dipojokan kamar. Pasti akan banyak clue yang nantinya membuat Joon Hyun mengingat segalanya.


0 Response to "Sinopsis Trot Lovers Episode 11 – 2"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^