Sinopsis Reset Episode 1 – 1

Sinopsis Reset Episode 1 – 1
Seorang gadis yang tengah dengan bahagia – nya berlari kecil di sebuah tempat dengan beberapa pepohonan rimbun. Waktu berlalu cepat menampilkan gadis yang berlari dengan ceria tadi dalam sebuah jeratan tali gantung, dengan darah yang mengalir di seluruh wajahnya. Tampak mengerikan hingga seorang pria yang menyaksikan hal tersebut ketakutan, penuh kesedihan.




Seorang pria perlahan membuka matanya setelah menjalani hipno teraphy. Dokter memperingatkan seperti apa yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa apa yang dialami Sang Pria itu disebabkan oleh sesuatu yang tersembunyi dibalik alam bawah sadar. Setelah menerima sebuah pancingan maka bayangan it akan terputar kembali dalam otak. Muncul berulang – ulang dalam mimpi, namun bisa dilakukan penyembuhan jika orang tersebut bisa mengeluarkan ingatannya yang terkunci.

Ketika Cha Woo Jin bertanya lebih lanjut, sepertinya membuat Sang Dokter Teraphi ini cukup gelagapan dan tak bisa menjelaskannya. Woo Jin ditambah kesal lagi dengan perintah dokter itu untuk melakukan Hipnoteraphi sendiri karena itu akan lebih efektive.



RESET EPISODE 1
Meet With Memory



Seorang jaksa tengah kesal menghadapi sebuah introgasi yang alot karena pria yang di introgasinya hanya diam dan menyangkal semua yang ia tanyakan. Jaksa tersebut adalah Ketua Investigasi Han, ia mengingatkan pada pria tadi bahwasannya diam adalah sesuatu yang bermanfaat, itu anggapan yang salah. Kalau hasil DNA – nya keluar. Kau tak akan bisa lari kemana – mana.

Pria tersebut dengan santai berkata kalau memang itu yang akan terjadi, maka buktilah yang akan berbicara. Dan berarti Detektive tidak harus terus – terusan bertanya padanya.



Seorang yang tengah menyaksikan jalannya introgasi bertanya apakah pria yang berada disampingnya sudah berhasil menghubungi Cha Woo Jin?

Pria yang disampingnya menyampaikan kalau Woo Jin akan segera kesana dalam waktu setengah jam. Kepala Departemen tampak kesal karena sudah menghabiskan waktu 48 jam tapi tetap berani untuk berkata demikian.

Ditambah kesal lagi ketika seseorang melaporkan bahwa pengacara tersangka telah sampai ke tempat parkir.

“Cegat dia!!” perintahnya.




Benar saja, diluar seorang pengacara kawakan telah masuk ke gedung kepolisian. Dengan cepat seorang penjaga sengaja menabrak pengacara tadi lalu dengan sembunyi – sembunyi meletakkan sesuatu kedalam saku –nya.

Woo Jin sampai juga ke gedung kepolisian, dan seorang penjaga di lobby segera melapor pada Kepala Departemen.



Pengacara Sang Tersangka berjalan dengan meringis kesakitan, dan sepertinya akibat dari alat yang diletakann penjaga tadi membuat alat keamanan di depan pintu gedung berbunyi. Pengacara Tersangka tersebut pun dicegat oleh seorang petugas disana.


Ketua Investigasi Han menerima pesan dari Kepala departemen, ini membuat Ketua Investigasi Han seolah tampak enggan namun Kepala departemen menyuruhnya untuk segera melakukan apa yang telah ia perintahkan dalam pesan.

Sedangkan tersangkanya hanya bisa tersenyum melihat ekspresi Han.


Kepala Departemen kembali dikejutkan bahwa pengacara yang disewa oleh tersangka tersebut bukanlah orang sembarangan, melainkan seorang Kepala Departemen Kim. Kim Myung Sik.

Kepala Departemen pun menatap ke Layar monitor CCTV yang menampakkan Pengacara Kim Myung Sik tengah dicegat petugas.



Myung Sik terheran – heran dicegat karena telah membawa barang terlarang, dan saat petugas mengecek ke saku – nya. Ditemukan sebuah cutter disana, Myung Sik teringat saat ia tadi bertabrakan dengan seseorang. Dia baru sadar ada orang yang memasukkan Cutter dalam sakunya.

Myung Sik tertawa mencari – cari CCTV disana.


Yap, Myung Sik sangat tahu trik tersebut karena dialah penciptanya. Dan Kepala Departemen sekarang tersenyum menatap CCTV, dia telah melakukan trik tersebut pada Sunbaenya sendiri.





Myung Sik telah berhasil lolos dari cegatan Penjaga di Kantor tersebut, dia berniat menaiki lift namun lagi – lagi disana terpasang tulisan yang menandakan liftnya rusak. Myung Sik kembali tersenyum dan mendapati disana juga terdapat CCTV.

“aku sebelumnya pernah naik gunung.” Selorohnya.


Woo Jin dalam perjalanan menuju ke tempat introgasi, ketika ia akan menaiki lift. Ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk berjalan kaki. Sepertinya ia sambil memikirkan sesuatu dengan sebuah gerak gerik khas – nya, dia memutarkan pulpen miliknya dengan lihai sekali. Seolah dia tengah berfikir keras.



Woo Jin menggantikan Han untuk mengintogasi sang tersangka, Han memperingatkan Woo Jin kalau untuk sekarang mungkin Woo Jin juga akan mengalami masalah sulit.

“Benarkah?” tanya Woo Jin seraya menerima berkas yang diberikan oleh Han.



Woo Jin sama sekali tak menanyakan hal apapun dan hanya memeriksa berkas – berkas pembunuhan yang dilakukan tersangka. Dia bermain meng klik – klik pulpennya dengan penuh kosentrasi (bahasanya aduhai, semoga kalian tahu maksudku). Bahkan tersangka sendiri sampai bosan menunggu pertanyaan Woo Jin.

Sampai akhirnya Woo Jin menghentikan kegiatannya lalu mematikan microphone yang terpasang dalam ruang introgasi.



Orang yang berada di dekat kepala departemen berniat menelfon Woo Jin karena tindakannya tersebut. Tapi Kepala Departemen melarang, toh microphone tetaplah mesin yang bisa saja rusak. Dia menyuruh pria tersebut untuk tak usah khawatir.


Didalam, tersangka ikut dalam irama ketukan pulpen Woo Jin. Dia bahkan terfokus pada gerakan tangan Woo Jin. Sampai disebuat titik dimana pria tersebut benar – benar masuk dalam hipnotis Woo Jin dan Woo Jin pun kembali menyalakan microphonenya.

Woo Jin akan memulainya dengan bukti dalam pembunuhan tersebut, kalau memang bukti yang ia beberkan salah maka ia mempersilahkan tersangka untuk menyangkalnya. Dan benar saja, Tersangka yang hanya membatu berubah sangat antusias menerima pertanyaan dari Woo Jin.


Di 1 Agustus pagi buta, di Lun Pi Dong dengan Kim Hyeon Ju setelah minum – minum. Bersama masuk ke apartemennya. Dia tak pernah mengakui kalau dirinya berselingkuh dengan pria lain. sampai suatu ketika terjadi perselisihan.”

Ya, tersangka pun minum alkohol dan tampak mabuk berat lalu menjambak rambut Hyeon Ju.

“ya. Benar. Benar.” Jawab pria tersangka.





Disisi lain, kau memberikannya tempat tinggal. Kendaraan. uang. Tapi tanpa di duga ia bersikap sangat baik dengan pria lain. kau sangat marah.

Dengan antusias, tersangka membenarkan semua penuturan Woo Jin.

Jadi kau menggunakan benda tumpul untuk memukul kepalanya. Lalu mencekik lehernya.

Untuk yang ini, tersangka menyangkal apa yang dibeberkan Woo Jin.



“Pertama aku mencekik lehernya sebelum memukulnya. Aku mencekik lehernya yang kurus dalam sekali waktu. Tapi masih belum bisa meredam amarahku sampai akhirnya aku memukul kepalannya.” Jelas Tersangka membuat sebuah pengakuan.

Kepala Departemen yang berada diluar berpelukan, mereka kegirangan telah berhasil mengungkapkan kasus ini.


Setelah berhasil mendapatkan bukti pengakuan tersebut, barulah kepala departemen menyambut Pengacara Kim Kwang Sik yang kelelahan karena harus naik tangga agar bisa sampai ke ruang introgasi.



Pengacar Kim segera masuk dalam ruang introgasi dan menyuruh Woo Jin untuk bertanya semua hal padanya karena itu sudah cukup.

“Pemuluk? Pemukul? Pemukul?” gumam tersangka masih belum mengingat apa yang terjadi. “Aku membuangnya keluar jendela apartemen. Kau bisa menemukannya dilantai satu.” Jelasnya antusias.

Kepala Departemen dengan so’ mengatakan kalau dia akan minum teh bersama Kwang Sik lain waktu, karena dia sibuk untuk investigasi ke apartemen. Sedang Pengacara Kim Kwang Sik hanya bisa mengurut tengkuk – nya kesal melihat tersangka dengan sangat mudah mengakui kejahatannya sendiri.

Sedangkan Woo Jin tersenyum licik, dia kemudian mengetuk kembali pensilnya dua kali. Dan tersangka kembali tersadar sampai terheran – heran ketika tangannya harus diborgol.





*****
Seorang wanita dengan menenteng pakaiannya datang ke kantor pagi – pagi, dia Han Gye Jang. Disana juga ada Polisi Investigasi Go yang sudah membaca koran di kantor. Sedangkan Woo Jin masih terlelap dalam ruangannya.

Setelah ia bangun, Gye Jang segera menyiapkan pakaian untuk Woo Jin.




Di depan kantor, di pagi hari sudah ramai oleh para repoter yang menanti keluarnya tersangka yang semalam baru saja dipenjara. Bahkan tanpa berdosa ia bisa keluar dari tuduhan dengan gampangnya, reporter meminta pada tersangka untuk mengekspresikan perasaannya setelah berhasil keluar dari penjara.

Pengacara Kim Kwang Sik menyatakan bahwa kantor jaksa telah melakukan sebuah investigasi yang penuh ancaman. Dengan kepedulian yang mendalam, dimasa yang akan datang ia menginginkan adanya asistan Jaksa investigasi.




Mereka pun berjalan menuju ke mobil, sedangkan tersangka yang melihat kehadiran Woo Jin tersenyum dengan sinis padanya. Seolah menunjukkan kemenangan pada Woo Jin.

Dan setelah kejadian tersebut, Pengacara Kim Kwang Sik membawa Woo Jin bertemu dengan cliennya yang takjub dengan kemampuan Woo Jin. Yang dilakukan Woo Jin seperti sebuah magis yang membuat dada yang begitu sesak bisa mengeluarkan unek – uneknya begitu saja.

“Itulah yang disebut pemaksaan sehingga ucapan yang diuatarakan olehnya dikatakan tidak sah.” Jelas Pengacara Kim Kwang Sik.

“Apa yang ingin kalian katakan?” tanya Woo Jin mulai jenuh mendengar ocehan Woo Jin.

Simple, Tersangka hanya ingin menjadi teman Woo Jin. Karena kata ayahnya, didunia ini hanya ada dua macam manusia. Yang satu teman dan satunya lawan, ucapnya.

“jadi katakan pada ayahmu, tak ada teman selamanya dan tak ada juga lawan selamanya.” Ucap Woo Jin bangkit meninggalkan mereka.




My Little Hobbie :
Masih bisakah ini disebut sinopsis? entah yah, aku juga ga bisa terlalu gamblang dalam menjelaskan karena agak rumit dan aku pakenya eng sub, agak bingung dengan yang ribet jadi lebih singkat.

Kayaknya Mba NanaNina yang akan membuat sinopsisnya yah? tapi aku sekedah kepo sama episode 1, entah nanti dilanjut ato ga tapi kalau mba NanaNina udah buat mungkin aku akan nge - link aja kali yah..

Wah, di part 2. Si Kim So Hyun jadi Iljin loh. gayanya urakan banget deh, di preview episode 2 sih nantinya Kim So Hyun bakalan ikut tinggal di rumah asistan Woo Jin. nah disitu lah mungkin dia jadi deket sama Woo Jin. Aku suka, alurnya keren banget, dandanan Kim So Hyun diawal juga oke gila..



4 Responses to "Sinopsis Reset Episode 1 – 1"

  1. Terima kasih Ji udah buat sinopsisnya,, sedikit mengurangi rasa penasaranku...
    Aku masih nunggu sub. indo nya, biar nggak pusing berhadapan dengan sub. inggris,,, hehehe...

    ReplyDelete
  2. Rambut So Hyun entar pendek kaga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga kok, agak panjang. sekitar sebahu lebih lah

      Delete
  3. Terima kasih sinopsisnya.
    puji semangat ;)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^