Sinopsis Night Watchman Journal Episode 8 – 2

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 8 – 2
Pria pemilik penginapan tengah membaca pengumuman tentang orang yang membantu buronan melarikan diri.

Sedangkan Gadis genit di Penginapan berteriak pada pemilik penginapan karena Wolmae minum terus – terusan. Pemilik Penginapan pun meletakkan beritanya lalu menemui Wolmae yang berteriak – teriak tak keruan.


Moo Seok yang baru saja masuk ke Penginapan menemukan pengumuman tersebut, ia tampak membulatkan mata ketika membacanya.

Oh, ternyata berita yang dipajang adalah tentang Moo Seok yang menjadi buruan kerajaan karena membantu Pangeran Wolgang melarikan diri. Tapi Moo Seok tahu kalau semua ini hanya trik Raja agar Rin percaya kalau Moo Seok berada dipihak Rin.

Rin mengejutkan Moo Seok yang tengah serius membaca pengumuman tersebut. Dia segera memasukkannya ke lengan lalu pergi meninggalkan Rin. Sedangkan terheran – heran karena Moo Seok begitu terkejut, memangnya ada apa?

Rin menemukan pengumuman yang tadi Moo Seok baca dan tak sengaja terjatuh ketika Moo Seok memasukkannya ke dalam pakaian. Rin membuka selebaran itu dan terkejut melihatnya.


Sang Hyun juga membaca sebuah selebaran namun segera ia masukkan ke dalam pakaian ketika Do Ha datang. Do Ha menemui Sang Hyun untuk mengucapkan terimakasih, kalau bukan karena Sang Hyun mungkin dia akan kesulitan ketika tinggal di Ibukota.

“Kapan kau akan pergi?” tanya Sang Hyun dingin. Do Ha tersenyum meng – iya – kan saja. Sang Hyun menasehati Do Ha agar kembali saja ke Gunung Baekdu dan jangan kembali kesana. Do Ha rupanya masih belum bisa kembali ke gunung Baekdu, masih ada sesuatu yang harus ia lakukan. Dan ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Sang Hyun.

“Apa itu?”

“Mungkinkah kau pernah mendengar tentang penjaga malam?” tanya Do Ha.

Sang Hyun terpaku mendengar pertanyaan Do Ha. Do Ha menceritakan kalau ibu baptisnya menyuruh ia untuk mencari penjaga malam. Katanya, kalau bertemu dengan Penjaga Malam maka ia bisa mencari kakaknya. Tapi dia sendiri tak tahu dimana keberadaan penjaga malam, dia tak yakin apakah ia bisa menemukannya diluar sana.

“Kau dari suku Mago, kan? Siapa nama kakakmu?”

“Ya. Namanya Yeon Ha. Shaman dari suku Mago. Kakakku sangat cantik seperti namanya.” Tutur Do Ha.


Sang Hyun terperangah, dia teringat Youn Ha dari suku Mago yang memberikan obat untuk Pangeran Wolgang. Sang Hyun memberikan sebuah saran pada Do Ha untuk jangan menggali sesuatu yang tersembunyi. Menemukan sebuah kebenaran belum tentu menjadi yang terbaik.

Do Ha heran kenapa Sang Hyun bisa berkata seperti itu.

“Hanya pengalaman hidupku.” Ucap Sang Hyun seraya bangkit meninggalkan Do Ha.


“Teman-temanku mengatakan padaku setelah kakakku menghilang. Semua orang di sekitarku meninggalkanku karena aku pembawa sial.” Ucap Do Ha dengan sedih.

Rin masih berjalan – jalan karena tidurnya yang tak nyenyak. Dia terfikir dengan pria yang mencoba membunuhnya tempo hari, ada aroma khas yang keluar ketika ia berhadapan dengannya.

Rin teringat saat ia bersama dengan Soo Ryun ke gudang obat. Soo Ryun menjelaskan beberapa macam obat.

Petunjuknya adalah racun dan api. Bekerja sebagai penangkal. Itu juga digunakan untuk membuat kembang api, jadi gudang ini menggunakannya juga!” jelas Soo Ryun lalu menciumkan serbuk kepada Rin. Rin menatap nyinyir serbuk tersebut.

“Ini dia. Sendawa.” Tunjuk Soo Ryun. *Bahan kimia kalium nitrat (KNO3), digunakan sbg bahan campuran pembuatan mesiu.


Rin menyimpulkan kalau pelaku yang mencoba membunuhnya berasal dari gudang senjata. Rin pun melanjutkan perjalanannya. Namun suara seorang yang tengah berbicara membuat Rin terhenti. Dia mendengar Do Ha yang berbicara dengan sedihnya.

Fakta bahwa orang tua saya meninggal dan hilangnya kakakku. Semua orang mengatakan bahwa itu salahku, karena aku pembawa sial.” Tutur Do Ha.

Rin ikut sedih mendengar ucapan Do Ha, terlebih ia juga mengalami kisah yang sama. Saat pengasingan, dia harus penduduk yang berada di pasar menatap Rin dengan pandangan mencemooh. Menimpalkan segala kesialan di kerajaan padanya, menyebutnya sebagai biang dari kematian kedua orang tuanya.

Rin terpaku.


Tapi saya tidak membalas perkataan mereka. Semuanya benar-benar terasa seperti salahku. Aku hanya berteriak ketika kakakku diculik, Aku berlari memanggil semua orang. Selama 12 tahun, Aku menjalani hidup dengan penyesalan.

Diluar, mata Rin berkaca – kaca. Mungkin ucapan Do Ha seolah sama dengan apa yang ia rasakan pula. Tak jauh berbeda atau mungkin sama seperti apa yang Do Ha katakan.


“Apa kau bodoh? Mengapa itu salahmu? Siapa yang pembawa sial? Itu adalah salah mereka. Mengapa itu salahmu? Apa yang bisa kau lakukan? kekuasaan apa yang kau miliki? 12 tahun yang lalu usiamu bahkan kurang dari 10 tahun. Apa yang bisa kau lakukan? Kau harus melawan dan mengatakan itu bukan salahmu! Mengapa kau pura-pura lemah!” potong Rin tak tahan terus terdiam mendengarkan penuturan Do Ha.

Mendengar sudah ada seseorang, Sang Hyun yang tadinya membalikkan badan pun pergi. Moo Seok menghentikan ucapan Rin yang terasa begitu kasar pada Do Ha. Berapa lama lagi anda akan membuat seorang tersakiti karena anda? Mungkin karena itulah tak memiliki seorang pun disisi anda.




Rin menatap Moo Seok dengan sengit seraya menunjukkan pengumuman pencarian Moo Seok.

“Jadi, apakah ini yang kau dapatkan dari kesetiaanmu pada Raja?”

Terdengar suara ribut – ribut, keduanya pun segera keluar dari tempat tersebut. Orang – orang kalang kabut karena api tiba – tiba datang dan menghanguskan rumah – rumah disana.

Do Ha yang melihat cahaya merah berkata kalau itu adalah hantu api.


Sang Hyun yang melihat cahaya merah pun merasa hal yang sama dengan Do Ha, itu hantu api. Dan seketika, dada Sang Hyun terasa nyeri.


Hantu Api seperti kepulan asap merah, apa – apa yang ia lalui dengan mudah terbakar. Hingga seluruh penjuru ibukota kelabakan melihat disana – sini ada api yang menghanguskan bangunan disana.

Rin dkk melihat keadaan kampung itu, disana ada pengawal Sadam. Ho Jo berlari disekitar perkampungan dan Do Ha melihat kehadiran Ho Jo disana. ia pun segera mengejar Ho Jo.

Ho Jo membuka sebuah botol kecil, seketika hantu api yang berkeliaran masuk ke dalam botol tersebut.


Do Ha mencari – cari keberadaan pria yang tak lain adalah Ho Jo. Rin dan Moo Seok yang mengejar Do Ha bertanya apa yang terjadi? Do Ha mengatakan kalau dia melihat seorang, dan hantu api telah diundang oleh seseorang untuk membuat kekacauan ini.

Rin terbelalak mendengar penjelasan Do Ha.


*****

Pertemuan biasa dilakukan, kali ini Raja mendapatkan laporan bahwa terjadi kekacauan karena kebakaran yang menyebabkan dua belas rumah budak rusak. Tapi tak ada rumah bangsawan yang terkena api.

Raja terkejut mendengar ada api disana. dia tampak panik sehingga salah seorang menteri menenangkan karena semua itu sudah berhasil dipadamkan. Raja masih panik, dia menyuruh pada mereka untuk meningkatkan jumlah pemadam dan penjagaan.

Raja pun bangkit meninggalkan singgasananya. Gelagat aneh Raja ini sudah barang tentu membuat PM Soo Jong menyipitkan matanya, cukup mencurigakan dengan reaksi Raja yang tampak berlebihan.



*****
Soo Ryun memperhatikan ayahnya yang tengah berbicara dengan seorang Dayang. Dayang tersebut melaporkan bahwa ada seorang pelayan Ibu Suri yang meninggal karena penyakit diusia 23 tahun. PM Soo Jong meminta Dayang tersebut untuk mencari informasi lebih lanjut, terasa aneh karena seorang uang meninggal diusia yang begitu muda.

Soo Ryun pun berniat pergi dari sana tapi tak tahunya PM Soo Jong melihat Soo Ryun dan memanggilnya.


PM Soo Jong bertanya kenapa putrinya pergi begitu saja?

“Ayah, Seorang hamba yang setia tidak memiliki dua Tuan. Setiap kali Moo Seok bicara, Ku pikir dia terlalu keras kepala. Ku pikir itu sikap yang benar, melayani tuan-nya meskipun dia salah. Ku pikir itu adalah alasan mengapa kau mendukung Pangeran Wolgang.” Tutur Soo Ryun basa – basi. PM Soo Jong bertanya apa yang sebenarnya Soo Ryun inginkan?

“Apa kebiasaanmu adalah berbohong? Apakah itu Pangeran Wolgang? dia, kan? Saya ingin tahu maksud ayah sebenarnya.” tanya Soo Ryun. Aku juga ga maksud sama pertanyaan Soo Ryun. PM Soo Jong memperingatkan Soo Ryun kalau dia tak akan mengatakan apa yang ada dalam pikirannya. Dia sama sekali tak pernah mengungkapkan isi hatinya pada siapapun termasuk pada Soo Ryun, putrinya yang begitu berharga. Itulah caranya bertahan hidup.



****
Soo Ryun sibuk membantu para korban kebarakan semalam. Dia membantu tabib mengobati sebisanya.

Seorang penjaga menghampiri Soo Ryun, ada yang ingin bertemu dengannya.

Tamunya tak lain adalah Nyonya yang dekat dengan Sadam. Dengan dingin Soo Ryun bertanya apa yang diinginkan oleh Nyonya itu? Nyonya berkata kalau dia itu tak sabaran. Dia tak bisa hanya menunggu.

“Apa yang terjadi?”

“Aku bingung dengan sikapmu yang pura-pura tidak tahu apa-apa.”

Soo Ryun mempersilahkan Nyonya untuk pergi kalau memang tak ada keperluan, bukankah dia sudah tak menempati janjinya.

Nyonya mengakui kalau dia memang tak menempati janji, tapi dia punya sesuatu yang bisa membuat Perdana Menteri di panggil Raja. Dan apa yang semua orang katakan kalau sesuatu dalam amplop itu tersebar. Ketika Ayahnya bermasalah tapi Soo Ryun malah mengurusi Pangeran Wolgang. Apa yang akan terjadi kepada Perdana Menteri jika Raja mengetahuinya?

Nyonya bangkit untuk pergi, seketika Soo Ryun gelagapan. Ia menjelaskan kalau di klinik lokal tak membutuhkan obat herbal. Di klinik masih memiliki persediaan.

“Aku selalu siap (menyebarkan rahasianya). Datanglah padaku jika kau sudah membuat keputusan. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama.” Ancam Nyonya sambil berlalu.


Rin menuju ke gudang senjata untuk mencari pria dengan tato dilehernya. Namun ia sendiri yakin kalau ia tak akan bisa melihat leher pria disana satu – satu.

******
Rang Yi mondar mandir di depan kediaman Rin dengan cemas. Kasim Song kesal, Rang Yi yang cemas membuat dia jadi makin khawatir. Lagipula kenapa Rang Yi tak menyebrangi sungai? Kenapa ia malah mengikuti mereka? Lalu kenapa kau tidak pergi menolong orang itu?

“aku nanti akan pergi.” Jawab Rang Yi singkat.

Rin melongok tiga hantu itu dari kejauhan, sampai akhirnya Rang Yi melihat Rin. “Itu Rin!” ucapnya senang.

Rin pun melambai dengan tampan pada mereka.


Rupanya, Rin menugaskan mereka untuk mencari pria yang memiliki tato. Mereka berusaha keras melihat leher semua orang satu – satu tapi tak ada satupun dari mereka yang memiliki tato di leher.



Ketiganya kelelahan. Kasim Song menunjuk seorang penjaga yang tengah membawa senjata, pria itu memiliki bekas luka di lehernya. Rin yang mendengar itu segera waspada.

“Ini bukan bekas luka, itu hanya kulit mati. Dia harusnya lebih sering mandi.” Tukas Menteri Ddoong. Rin pun langsung berdecak sebal. Hahaha :D


Seorang dengan tato dilehernya tampak tengah membaca sebuah buku, dia menerima laporan dari seorang bawahan kalau Sendawa di gudang senjata telah habis. Pria Tato sejenak berfikir, dia akan menanyakan sendawa di klinik lokal karena biasanya ada persediaan untuk pengobatan.

Tiga hantu tengah beristirahat didepan gudang penyimpanan senjata, Pria bertato keluar dari sana. Kasim Song melihat sesuatu, ia segera mendekat dan memastikan apa yang ada dileher Sang Pria. Benar saja, pria itu memiliki tato dilehernya.

“Itu orangnya!” teriak Kasim Song.


*****
Orang – orang menangis histeris karena kehilangan bangunan dan harta bendanya yang dilahap oleh api semalam. Do Ha menatap miris pada orang – orang itu, dia mendekat kearah sebuah tiang yang sudah menghitam karena terbakar.

Do Ha menempelkan telapak tangannya disana, sebuah bayangan yang menunjukkan peristiwa kebakaran semalam tergambar jelas dalam penglihatan Do Ha. Ketika Hantu Api berkeliaran membakar selurung kampung.

“Tidak...Tidak.” gumam Do Ha tampak terkejut.


Do Ha mengintai disekitar klinik lokal, tapi tak ada apapun disana. sampai akhirnya ia menemukan seorang pria yang semalam ia lihat di kampung saat kebakaran. Dia pengawal Sadam, Ho Jo. Do Ha pun tanpa buang waktu segera mengejar Ho Jo.


Sedangkan Rin masih membuntuti pria bertato yang ia curigai sebagai pria yang mencoba membunuhnya.


Do Ha yang juga membuntuti Ho Jo sampai tengah malam bertemu dengan penjaga, mereka menghentikan Do Ha karena terlihat mencurigakan. Mereka akan menangkan orang mencurigakan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Do Ha berniat menjelaskan tapi pasti akan berbuntut panjang, makannya dia memilih lari agar tak kehilangan jejak Ho Jo.

Moo Seok berkeliaran di hutan bambu. Musim semi salju di selatan. Ucap Moo Seok.

Juni bukan musim semi.” Jawab seseorang menimpali sandi yang diucapkan Moo Seok. Orang itu menjelaskan kalau Raja mengeluarkan poster Moo Seok dengan tujuan agar membuat Pangeran Wolgang lebih mempercayai Moo Seok.

Moo Seok tahu itu, “Bagaimana dengan Raja? Apa Raja mengatakannya pada pemimpin Tao?”

Orang utusan Raja menyuruh Moo Seok agar fokus saja pada misinya untuk menemukan orang yang ada dibalik Pangeran Wolgang. Moo Seok mengerti.

Pria bertato menuju ke gudang klinik, ia menemukan beberapa kantong batubara dan belerang. Dia akan mengangkutnya.

Pria itupun menurunkan beberapa kantong batubaranya, namun tiba – tiba kipas seseorang terbentang disana.

“Siapa kau?” tanya pria bertato.

“Akulah yang harusnya menanyakan hal itu. Kenapa kau mencoba membunuhku?”

Pria itu bergerak cepat dan melemparkan beberapa kotak ke arah Rin. Rin pun terdorong.


Sedangkan Do Ha masih dalam pengejaran. Tanpa sengaja, Do Ha yang mencoba berlari malah bertemu dengan Moo Seok. Moo Seok yang tahu keadaan tengah genting segera menarik Do Ha untuk bersembunyi. Setelah keadaan aman, Moo Seok bertanya apa yang tengah Do Ha lakukan?

Do Ha berkata kalau dia sedang mencari hantu api. Moo Seok benar – benar tak percaya Do Ha bisa dibodohi oleh sesuatu yang tak tampak.

“Aku bisa melihat! Aku bisa melihat mereka! Hanya karena kau tak bisa melihat mereka, jangan mengatakan kalau mereka tidak ada!”

“Hantu api, sihir gelap, kutukan. Bagaimana mungkin sihir gelap bisa menguasai kerajaan ini?”



Suasana aneh kembali, Do Ha mendapati Hantu Api mulai berdatangan lagi ke Kampung. “Hantu api. Dia keluar.” Gumamnya.

Pria bertato berhasil membanting tubuh Rin, Rin mencoba melawan tapi dia dicekek oleh pria itu. Suara ledakan terdengar, hantu api membakar kantong berisi batu bara dan belerang hingga meledak. Pria bertato segera bengkit dan merobohkan rak untuk menindih Rin.

Rin mencoba mengangkat rak tersebut tapi sangat sulit.



Api semakin besar membakar ruang penyimpanan, petugas pemadam mulai berdatangan. Mereka mencoba memadamkan api tersebut tapi karena peralatannya sangat sederhana makannya api belum bisa padam juga.

Soo Ryun panik melihat gedung penyimpanan terbakar, dia harus menyelamatkan gudang tersebut.



Do Ha yang sampai di Gudang Penyimpanan mendengar salah seorang tabib yang sedang panik, dia takut kalau sendawa terbakar maka akan meledak.

Do Ha tanpa basa – basi masuk menerobos api yang berkobar.


Moo Seok menenangkan Soo Ryun yang panik. Dia tak bisa membiarkan seluruh persediaan obat herbal terbakar. Namun dayang Soo Ryun tetap menahan nona – nya.

Moo Seok yang menoleh terkejut mendapati Do Ha sudah tak ada didekatnya lagi.


Do Ha yang menerobos terkejut melihat Rin terkurung disana bahkan tertindih oleh rak, dia mencoba menjungkat rak tersebut. Tapi bagaimana pun Do Ha masih belum kuat mengangkatnya. Rin menyuruh Do Ha untuk keluar saja menyelamatkan diri.

“Bagaimana denganmu? Jika aku seperti ini, apa kau akan pergi?” tegas Do Ha. “Bertahanlah.” Pintanya.

Keduanya mencoba mengangkat rak tersebut sampai akhirnya Rin berhasil keluar dari sana.


Sebuah kayu yang berkobar jatuh memisahkan antara Do Ha dan Rin. Kini, Do Ha lah yang terkurung di tengah kobaran Api. Do Ha sama sekali tak memperdulikan nasibnya, dia hanya menyuruh Rin untuk segera mencari kantong Sendawa dan keluar membawanya. Kalau sampai Sendawa tersentuh hantu api, maka seluruh ibukota akan meledak.

“Bagaimana denganmu?”

“Jika meledak, kita semua mati. Setidaknya salah satu dari kita harus hidup.”

Rin jelas ragu tapi Do Ha tetap menyuruh Rin untuk cepat keluar.


Rin membawa keluar Sendawanya. Kemudian ia segera menyiram seluruh tubuhnya denga air lalu kembali masuk ke dalam gudang. Soo Ryun yang panik segera ditahan oleh Moo Seok.

Rin tetap menerobos masuk meskipun beberapa orang menahan Rin.



Rin menemukan Do Ha sudah pingsan. Dia semakin panik dan meminta Do Ha untuk membuka matanya.

“Buka matamu! Jika kau pergi seperti ini, Kau akan membuktikan kalau mereka benar. Mereka akan mengatakan kalau kau meninggalkanku karena aku pembawa sial. Bukalah matamu... Buka! Jangan tinggalkan aku sendiri...”



Rin mulai menangis sampai akhirnya Do Ha tersadar. Rin yang menyadari Do Ha sudah tersadar langsung membopong tubuh Do Ha yang tergolek lemah.

Semua orang pun melihat Rin, mereka berkasak – kusuk dengan sosok Rin yang tak asing. Mereka pun sadar kalau Rin adalah Pangeran Wolgang.

Rin sama sekali tak memperdulikan mereka dan berjalan keluar melewati kerumunan.



Ada dua pasang mata yang menatap keduanya dengan pedih. Sakit? Nyesek? Makhluk tuhan yang mereka cintai sekarang bersama dengan yang lain.


*****
Soo Ryun berlari tergopoh – gopoh menemui Nyonya yang sepertinya juga tak tahu apa – apa mengenai terbakarnya gudang penyimpanan.

“Ruang penyimpanan klinik lokal telah dibakar. Aku akan memberikanmu kekuasaan untuk memasok obat herbal. Jadi, tolong bawa pangeran padaku sekarang! tepati janjimu.” Pinta Soo Ryun dengan penuh emosi.


*****
Rin menggendong Do Ha sampai pagi. Do Ha meminta Rin untuk menurunkannya namun Rin menolak, ia meminta untuk seperti ini beberapa saat saja. Do Ha khawatir kalau Rin kelelahan.

Tapi Rin tak memperdulikannya, dia tetap tegap menggendong Do Ha. Ia berterimakasih padanya yang telah bertahan disisi Rin.

Seorang Pria yang patah hati rupanya mengikuti keduanya, Moo Seok menatap sedih kearah mereka.

*****
Raja terkejut menerima laporan terbakarnya gudang penyimpanan obat di Klinik, dia terkejut bukan main. Dengan panik ia mengutus kasimnya untuk menemui Sadam.

Sadam seolah sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, dia pun tersenyum penuh kemenangan diruang ritualnya.

Sadam menghadap pada Raja, Raja Kisan segera menyambut Sadam dan dengan sopannya meminta maaf karena sudah tak percaya pada Sadam hingga menyebabkan kesulitan.

“Yang Mulia, terlalu banyak energi panas di ibukota yang menyebabkan semua kebakaran. Jadi, kau harus menekan energi itu.”

“Ya, jadi apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku bisa menekan energi panas? Aku akan melakukan apa pun yang kau inginkan!”

Tak lain, permintaan Sadam adalah untuk membuka gerbang utara. Dan menutup gerbang selatan, meskipun banyak warga yang menentang tapi itu tetaplah dilaksanakan.

Buka pintu Gerbang Sukjeong yang ditutup karena terlalu banyak energi gelap. Gerbang Sungnye yang membawa energi panas. Harus ditutup serapat mungkin. Untuk memblokir energi api yang berasal dari Gunung Gwanak, Buatlah kolam di depan Gerbang Sungnye.” Saran Sadam yang segera dilaksanakan.


Seketika, saat malam menjelang maka seluruh hantu yang menyeramkan berbondong – bondong masuk melalui gerbang utara menuju ke ibukota.

Rin dan Do Ha mengintai gerbang utara yang sudah dibuka, Do Ha melihat keanehan disana. dia menebak kalau hantu api hanyalah umpan tapi tujuan utamanya adalah mengisi ibukota dengan energi gelap.

“Mengapa? Harus ada alasannya.” Tanya Rin. Tapi Do Ha juga tak bisa memperkirakannya.
Hantunya mau selfie juga. :D


*****
Gadis yang biasanya kecentilan di Penginapan menolak kalau harus di pegang – pegang oleh pelanggan. Meskipun dia disana tapi dia tak mau kalau harus menurunkan harga dirinya. Jelas tamu tersebut murka, gadis melayani minum memangnya punya harga diri. Pria itu akan menampar gadis Penginapan.

Beruntung, Sang Hyun datang lalu menahan pria tadi. Dia menekuk tangan pria tersebut. Temannya mencoba membantu tapi dengan mudah Sang Hyun melawan keduanya. Dia menyuruh mereka pergi kalau sudah selesai minum.


Sang Hyun berbalik, Pria tadi mengambil sebuah wadah minum yang berisi air panas. Wolmae yang melihat gelagat pria itu segera melindungi Sang Hyun sampai akhirnya air panas itu menyiram punggungnya.

“Dimana kejantananmu yang bersembunyi di balik seorang gadis!” ejek pria tadi.

Sang Hyun kehilangan kesabaran, sampai akhirnya dia menyerang keduanya tanpa ampun. Meskipun ia mencoba menahan diri agar tak memukul mereka.


Gadis Centil mengompres luka bakar Wolmae. Dia benar – benar tak percaya kenapa Wolmae mau menolong seseorang yang bahkan tak memandangnya sama sekali. Dia penasaran bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan.

Gadis itu mengompres dengan kasar hingga Wolmae berteriak kesakitan.

Diluar, Sang Hyun mendengar teriakan Wolmae. Dia membawakan obat untuknya tapi ia tak memberikan langsung. Hanya meletakkan obat tersebut di depan pintu.


Sang Hyun membuka lagi kertas pengumuman Pangeran Wolgang yang disimpannya. Dia mengingat saat dimana Rin menangis ketakutan ketika Raja menodongkan pedangnya kearah Rin, dan ketika ia bermimpi bertemu dengan seorang. Seseorang itu menyuruh Sang Hyun untuk lebih memikirkan dunia manusianya dan jangan memikirkan masalah dunia hantu.

Sang Hyun melempar poster pangeran Wolgang kedalam perapian.



Sang Hyun berniat keluar dari tempat perapian tapi dia melihat Do Ha yang tengah berjalan bersama seorang pria. Dia tampak terkejut dan bersembunyi dibalik tiang.


Rin menyuruh Do Ha untuk lebih berhati – hati dalam bertindak. Do Ha bertanya apakah sekarang Rin mulai mengkhawatirkannya? Rin menatap Do Ha dengan senyum yang ditahan.

“Omong kosong.”

“Sangat menyenangkan memiliki seseorang yang mengkhawatirkanku.”

Rin kembali menahan senyumnya. Dia berjalan bersikap so’.



Sang Hyun yang tadinya bersembunyi meraih pundak Rin, dia terbelalak melihat Rin. Rin pun juga sama, saat ia menatap Sang Hyun. Ia pun tampak terkejut, mungkinkah dia mengenali Sang Hyun?


****Bersambung ke Sinopsis Night Watchman Journal Episode 9 – 1****


6 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 8 – 2"

  1. Keren... kayanya rin sama do ha udah mulai saling suka nih.. gomawo mba sinopsisnya

    ReplyDelete
  2. Gomawo mba e..dah lama nunggu sinopsis ep. 8. Kalo liat wjah prince wolgang..eum..make me happy..wakakak..

    ReplyDelete
  3. Nambh coment lg boleh mba?
    suka liat costum bru Do Ha, scene slanjutx Do Ha pake bju apa ya..

    ReplyDelete
  4. Keren mbak keren, semangat terus buat sinopsisnya Ditunggu eps 9-1 nya :)

    ReplyDelete
  5. mbak di tunggu eps 9 nya ya

    ReplyDelete
  6. Woah..prince rin..kya'a dh mulai mulai nih...ehem..ehem..*pasang mata genit k'il woo oppa...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^