Sinopsis Night Watchman Journal Episode 8 – 1

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 8 – 1
Do Ha membangunkan Rin dengan menggedor pintu kamarnya kuat – kuat, Rin yang sedang terfokus dengan buku miliknya jadi kesal sendiri. dia membentak Do Ha yang membuat keributan. Sang Hyun yang juga tengah berdiri di tangga mencoba melihat siapa pria yang bersama Do Ha namun terhalang oleh tubuh Do Ha.



Wolmae tengah memikirkan sesuatu sampai akhirnya dia memutuskan untuk memberitahukan pada Sang Hyun bahwa ia telah jatuh hati padanya. Dia pun meyakinkan dirinya. Wolmae memanggil Sang Hyun untuk mengatakan sesuatu. Hingga Sang Hyun tak sempat melihat Rin lagi karena pintu kamar Rin telah terkunci.



Sang Hyun dan Wolmae berbicara dibelakang Penginapan, Sang Hyun bertanya apa yang akan Wolmae katakan?

“Tuan, Aku akan menunggumu.” Wolmae pun berlari ke pelukan Sang Hyun. “Aku akan menanti sampai Anda mampu melupakan seseorang yang mengisi hati Anda.”

Perkataan Wolmae benar – benar telah membuat Sang Hyun terharu lalu memeluknya dengan erat. Sudah barang tentu Wolmae kegirangan dibuatnya.




SKIP. Semua ini hanyalah sebuah angan Wolmae saja. Wolmae baru mengucapkan apa yang ada dalam angannya, dia bersedia untuk menunggu Sang Hyun sampai Sang Hyun bisa melupakan orang yang mengisi hati Sang Hyun.

Berbeda dengan angan Wolmae, Sang Hyun menanggapi dingin ungkapan perasaan Wolmae. “Jangan membuang – buang waktumu. Jangan membuang waktu berhargamu untukku.”

Sang Hyun pun berjalan meninggalkan Wolmae, sedang Wolmae yang sudah terlanjur kesal mengatakan kalau dia memang benar – benar akan menyia – nyiakan hidupnya.



Moo Seok membalut luka dilengannya, sedangkan Rin memperhatikan Moo Seok dengan pandangan mengejek. Menganggap kalau sebutan Pendekar Pedang terbaik di istana hanya guyonan karena masih bisa terluka seperti itu. Moo Seok kesal, lawannya memang kuat dan dia tak bermulut besar.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan kepadaku?”

Moo Seok balik bertanya mengenai alasan Rin kabur, padahal kalau memang Rin tak bersalah. Maka dia seharusnya tetap tinggal di istana dan membuktikan kalau memang ia tak bersalah.

“Kau kira dia akan menungguku selamanya untuk membuktikan kalau aku tak bersalah. Tolong beri saya waktu!?” tanya Rin.

Moo Seok yakin kalau dia akan tetap dalam keadaan tak bersalah selama akan membuktikannya. Rin menyuruh Moo Seok untuk diam, dia tahu kalau semua tak akan berjalan seperti itu.


“Lagi.. Lagi... Kalian selalu bertengkar kalau bersama. Seperti Aung dan Daung – ku.” Ucap Do Ha sambil membawa se – baki obat.

Rin bertanya apa itu Aung dan Daung. Do Ha langsung bungkam dibuatnya. Rin menebak kalau itu adalah anjing peliharaan Do Ha.

“Bukan anjing....”

“Lalu?” potong Rin.

Do Ha mengatakan kalau itu adalah babi peliharaanya. Tapi dia menyuruh Rin jangan marah karena babinya itu lucu – lucu kok. Rin membulatkan matanya, dia menyamakan mereka dengan babi. Rin berdecak tak percaya.




Untuk mengalihkan pembicaraan, Do Ha meraih lengan Moo Seok untuk mengobatinya. Rin kesal, bisa – bisanya seorang wanita meraih lengan pria begitu saja?

“Dia orang yang cidera. Tak memperdulikan pria atau wanita.” Ucap Do Ha sambil meniupi luka Moo Seok.
Tak ada salahnya memang ucapan Do Ha, Rin pun seketika menjulurkan tangannya ketika Do Ha telah mengobati lengan Moo Seok. “Bagaimana dengan ku? Aku juga terluka disini?” ucap Rin seraya meniup wajah Do Ha, menggoda. “bisakah kau merawatku juga?” hahahaha.

Do Ha mengingatkan Rin yang telah menghancurkan obat miliknya. Moo Seok membulatkan matanya, Rin pun akhirnya menyuruh Do Ha untuk melupakan saja apa yang tadi ia minta.




Do Ha menyatukan tangan Rin dan Moo Seok. Dia menyuruh mereka berdua agar lebih baik, Rin yang enggan segera melepaskan genggaman keduanya. Bahkan sampai meniup tangannya yang telah bersentuhan dengan Moo Seok. *eeits, Cassie mana cassie? Gue gantiin Rin megang tangan Moo Seok boleh? :D


****
Ratu Dowager masih dalam kondisi mood yang kurang baik setelah perlakuan yang Raja Kisan lakukan padanya. Dayang melaporkan kalau Raja ingin menemui Ratu.
“Biarkan dia masuk.”


Raja Kisan memainkan tangannya dengan panik, dia tampak sangat bersalah pada Ratu Dowager. Ia meminta maaf akan apa yang terjadi semalam, dia minum cukup banyak semalam. Dia khilaf telah melakukan sesuatu yang kasar hingga membuat Ratu sakit hati.

Ratu Dowager sama sekali tak menganggap hal tersebut sesuatu, bahkan ia mengatakan kalau semalam tak terjadi apapun. Sekarang, yang terpenting Raja tak terlalu banyak minum. Raja Kisan meng – iya – kan dengan tangan yang masih terus ia mainkan dengan panik.

Ratu Dowager menangkap sesuatu perasaan yang telah membuat Raja panik, Ratu pun meraih tangan Raja. Ketika Raja Kisan menarik tangannya, Ratu menahan tangan Raja dan mengusapnya dengan penuh kasih sayang.

“Aku tahu betapa sulitnya untuk menjalani tugas Anda. Saya tahu kalau selimut anda sangat memberatkan Anda bahkan terasa mencekik Anda. Saya tahu itu dengan baik, Raja – ku.”




Raja merubah pandangan panik – nya menjadi tajam, dia menuduh Ratu Dowager memiliki sesuatu yang di inginkan hingga tiba – tiba bersikap baik padanya. Ratu Dowager mencoba menjelaskan tapi Raja sudah termakan amarah dan rasa ketidak – percayaannya.

“Kau pikir aku bodoh? Tanpa sebuah alasan, kau tak akan berbuat begitu baik padaku tanpa sebuah alasan. Kau pikir aku akan berterimakasih karena kau telah menggenggam tangan ku? Kau pikir akan meminta sesuatu yang besar setelah menggenggam tanganku? Jangan harap kau bisa mendapatkan sesuatu dariku! Aku tak akan pernah mengabulkan harapanmu!” ucap Raja segera bangkit meninggalkan Ratu Dowager.



Ratu mencoba memanggil cucunya namun tak di gubris. Dia tampak sedih karena ketulusannya hanya dianggap sebagai sebuah bualan.


Kemarahan Raja kembali membuncah ketika dalam perjalanan harus bertemu dengan PM Soo Jong. Raja bertanya apa yang telah membuat PM Soo Jong menemui Ratu Dowager? PM Soo Jong menuturkan kalau ia datang kesana karena mengkhawatirkan kondisi Ratu yang tampaknya sangat mengkhawatirkan Pangeran Wolgang.

“Dia pengkhianat!! Kenapa kau mengucapkan nama seorang penjahat dihadapanku?! Lebih berhati – hatilah mulai sekarang.” bentak Raja berlalu.

“Ketika itu terlalu berlebihkan, itu akan menjadi racun. Entah minuman atau kekuatan gelap.” Ucap PM Soo Jong penuh sindiran.



PM Soo Jong minum teh bersama Ratu Dowager, dia bertanya apa yang telah terjadi hingga raja tampak kecewa?

Ratu Dowager tersenyum dan menutupi segala. Bersikap seolah tak ada apapun yang terjadi. Namun ketika PM Soo Jong melihat tangan Ratu Dowager, tampaklah tangan Ratu gemetaran.




Di kediamannya, Raja tampak begitu panik dengan mondar – mandir tak keruan. Bayangan seorang kasim dengan wajah kembar dengan Raja menghampirinya. Aku tak tahu apakah dia hantu atau hanya khayalan dalam pikiran Raja Kisan, tapi aku anggap ini sebagai bayangan dulu. Bayangan itu menakut – nakuti Raja dengan mengingatkan konsekuensi yang akan terjadi kalau orang – orang tahu bahwa Raja telah menodongkan pedang pada Ratu Dowager.

Raja Kisan menolak dengan jelas kalau dia tak akan mengarahkan pedang pada Neneknya sendiri.

“Tak perduli pada siapa kau mengarahkan pedang. Masalahnya hanya kau mengarahkan pedang padanya. Itu cukup untuk membuat mereka membuangmu. Di Negara yang menjunjung kehormatan, Seorang Raja yang melanggar aturan dasar. Dia melakukan sesuatu yang tak bermoral.” Ejek Bayangan tersebut.

Raja semakin kesal dan menyuruh bayangan tersebut untuk berhenti mengoceh. Bayang tahu kalau Kisan tak bersalah, “Kau hanya kehilangan akal sehatmu dibawah pengaruh sihir hitam. Kau harus menolak segala hal yang dilakukan oleh Dukun itu. Kau harus katakan kalau kau kehilangan pikiranmu seolah kau telah jatuh dalam triknya.”




Bayang tersebut pun segera menghilang cepat saat Sadam masuk dalam kediaman Raja. Sadam melaporkan bahwa energi yang berada dilangit bertindak.

“Energi Anda mempengaruhi seluruh kerajaan. Energi Anda mempengaruhi seluruh kerajaan. karena energi api Anda. Anda harus menenangkan energi api-nya.”

Raja bertanya kalau begitu apa yang harus ia lakukan. Sadam menyarankan untuk membuang energi panas di ibukota dengan membuka gerbang utara. Amarah Raja mencuat karena Sadam selalu menyarankan sesuatu yang kasat mata. Penasihat kerajaan membisikkan padanya kalau ia telah membuat kerajaan diselimuti sihir jahat dan menempatkannya dalam bahaya. Kenapa kau tak melakukan ritual dalam istana saja?

“Anda akan terbebani oleh energi gelap api!”

Raja menampar Sadam, dia tak mau di tipu lagi olehnya. Sadam yang berpaling karena tamparan tampak berubah wajah menjadi menyeramkan namun dengan segera ia meredam amarahnya.




Sadam bersujud meminta ampunan pada Raja, namun Raja tak begitu saja memaafkannya. Dia sudah percaya dan membuat Sadam berada di dekatnya, tapi sampai sekarang penyakitnya tak kunjung sembuh.

“Aku harus memikirkan masa depanmu, silahkan pergi.” Perintahnya.


Diluar, Sadam tampak amat marah sampai wajah mengerikannya tampak. Urat di wajahnya mengeras dengan mata memerah.


***
Sadam menemui Nyonya dengan penuh kekesalan. Dia harus berlutut pada seseorang yang sehausnya berlutut padanya.

“Aku benar-benar tidak boleh kehilangan harga diriku. Aku terus dipermalukan oleh seseorang yang harusnya berlutut di kakiku.”

Nyonya bertanya, apakah Sadam datang kesana untuk mencari hiburan. Tapi dia salah tempat, “Kita sudah sepakat. Aku menyelamatkan hidupmu di gunung. Kemudian kau berjanji akan memberikan apapun yang aku inginkan. Tapi aku tidak yakin denganmu, Apa kau benar-benar bisa membantuku?”

Sadam bertanya apakah yang Nyonya itu inginkan? Simple, dia hanya ingin menguasai pasokan obat herbal di ibukota.

“Kau harus memiliki apa yang kau inginkan. Semuanya!”



Sadam meninggalkan Nyonya, diluar dia memerintahkan pada pengawalnya untuk memanggil hantu api.



*****
Rin tidur dengan tak pulas, seseorang berjalan masuk ke ruangan Rin dengan sangat hati – hati. Ia pun bersiap menebas pedangnya ke arah Rin yang masih tertidur.

Rin terkejut dan bangkit dengan cepat. Namun ternyata semua ini hanyalah mimpi Rin saja.



MY LITTLE HOBBIE:
Akankah sesuatu yang buruk akan menimpa kerajaan?
Ini. Sebuah misteri lagi. apakah Si Nyonya itu adalah Youn Ha? (tanda tanya)




2 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 8 – 1"

  1. Seruuuuu!!! Ditunggu part 2 nya jngan lama2 ya :-D
    Fighting mba...

    ReplyDelete
  2. Maaf...sy cb bc sinopsis night watchman journal...to hnya dpt bc eps no genap je...sap2 th nlh x bg blog yg nlh bc full

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^