Sinopsis Night Watchman Journal Episode 4 – 2

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 4 – 2
Pertunjukan di Maeranbang tapi sepertinya itu tak terlalu membuat Moo Seok tertarik. Sedangkan di kejauhan, tampak seorang gadis yang memperhatikan Moo Seok. Sepertinya gadis itu tertarik dengan Moo Seok, Siapa dia?

“Sepertinya dia ada kaitannya dengan Perdana Menteri, Park Soo Jong.” Jelas Dayang gadis tersebut.




Rin yang berlarian ketakutan sampai juga di Maeranbang. Para wanita segera mengerubungi Playboy kerajaan, Rin merasa bangga dengan dirinya sendiri. dia tersenyum menebar pesona pada gadis – gadis tersebut.


Teman Moo Seok melihat kehadiran Rin, dia sudah tahu kalau Rin pasti tak akan melewatkan acara macam ini. Soo Ryun yang menyadari kehadiran Rin akhirnya pamit pergi, dia menghampiri Rin terlebih dulu.

“Dia seharusnya tidak melakukannya. Ketika seorang wanita mengambil langkah pertama, itu akan membuat pria lebih ragu-ragu.” Komentar Teman Moo Seok.



Rupanya Sa Dam juga ada disana dan melihat kehadiran Rin dari kejauhan. Moo Seok pun tak sengaja melihat Sa Dam yang tengah memperhatikan Rin.



Nyonya yang sering menemani Sa Dam bertanya apa yang sedang Sa Dam lihat. Sa Dam berkata kalau dia melihat seseorang yang sangat mirip dengan mantan raja. Dia penasaran siapa yang lebih dulu akan masuk surga. Sa Dam pun tersenyum licik.


**** 
Ratu Dowager terkejut. Dia berkata kalau cara terbaik untuk bertahan hidup anggota keluarga kerajaan yang pernah menjadi raja adalah dengan menjaga kerendahan hati dengan rakyat.

Perdana Menteri Park Soo Jong  mengutarakan pendapatnya kalau untuk mempertahankan dirinya dari Raja Ki San, maka Pangeran Wolgang harus menjadi perhatian. Dia menegaskan kalau naga sudah saatnya terbangun.



Semua anggota kerajaan menolak dengan keras adanya Sogyukseo karena mereka telah menentangnya. Seorang menteri meminta pada PM Soo Jong untuk mengatakan sesuatu agar Raja membatalkan niatnya. Raja Ki San pun dengan sinis menyuruh PM Soo Jong untuk berkata sesuatu karena Sogyukseo tak akan bisa dibangun tanpa persetujuan PM Soo Jong.

“Sogyukseo harus dibangun kembali sesuai keinginan, Yang Mulia.” Ucap PM Soo Jong mengejutkan seluruh anggota dewan. “Anda harus membangun kembali Sogyukseo sesuai yang Anda inginkan. Tapi, Orang yang bertanggung jawab atas Sogyukseo, Anda harus menggunakan Pangeran Wolgang.”


******
Kandang dengan penutup tirai merah di seret menuju ke tempat pertunjukkan, Rin yang sekarang sudah duduk bersama Soo Ryun menatap tangannya. Dia menggerakkan tangannya yang tadi menyentuh rambut Do Ha. Namun ia segera mengenyahkan ingatannya mengenai hal tadi.

“Sebuah phoenix yang hanya ada dalam legenda?” ucap Rin.

“Aku hampir mati karena menunggunya.” Jawab Soo Ryun.



Nyonya yang bersama Sa Dam mengangkat kipasnya, penjaga pun membuka tirai yang menutupi kandang tersebut. Tampaklah ada seekor burung merak dan Do Ha yang berada dalam kandang. Rin terkejut karena dalam kandang tersebut ada seorang gadis, para penonton pun yang tadinya tepuk tangan jadi berkasak – kusuk.




Nyonya meminta maaf atas kesalah teknis yang telah di perbuatnya. Namun ini malah membuat para penonton membuat ini sebagai sebuah guyonan. “Hei, itu sangat luar biasa. Ini lebih dari sekedar phoenix! Itu adalah setengah-hewan, setengah manusia.”

Setengah wanita, setengah phoenix! Kami melihat binatang ajaib!” timpal lainnya membuat semua penonton tertawa.

Do Ha yang malu meminta untuk dibukakan pintunya. Dia memohon dan mencoba membuka pintu kandang tapi tak bisa.

Hei, lihat! Binatang bisa bicara!” olok mereka lagi.




Diantara gelak tawa para penonton, Rin yang biasanya tertawa malah terdiam. Dia teringat ketika ia dulu diperlakukan layaknya manusia yang telah berbuat kejahatan. Saat ia masih kecil, Rin dikirim menuju ke tempat pengasingan setelah ayah dan ibunya meninggal. Banyak diantara penduduk yang menganggap Rin sebagai penyebab kekacauan yang terjadi di kerajaan.

Rin kecil yang tak bisa berbuat apa – apa hanya bisa menunduk sedih menerima hujatan penduduk.



Moo Seok tak tahan melihat perlakuan mereka pada gadis malang yang terkurung dalam kandang. Dia turun lalu berkata pada Do Ha kalau dia akan menolong Do Ha. Do Ha hanya bisa mengangguk pasrah.




Rin juga turun, dia tak mengucapkan sepatah kata pun dan menyambar pedang yang terdapat disana. Dia pun menebas kandangnya hingga rusak, dengan kerennya Rin mengulurkan tangan pada Do Ha. Do Ha meraih tangan Rin dan keluar dari kandang itu.




Bukannya berterimakasih, Do Ha yang tampak sangat kesal membanting tubuh Rin. Rin merasakan sakit di punggung, sedangkan para hadirin disana tampak terkejut melihat perlakuan tak sopan Do Ha. Rin memperingatkan Do Ha kalau dia bukan orang sembarangan yang bisa Do Ha jatuhkan dengan tak sopan.

“Lalu apakah hanya orang-orang diatas yang bisa menjatuhkanmu? Aku tahu. Apa dengan cara itu kau hidup? Kau bisa saja menjatuhkan orang yang ada dibawahmu?” hardih Do Ha.

Sedangkan para penonton lain yang tak terima pangeran mereka di perlakukan tak sopan, menyuruh penjaga untuk menghukum Do Ha. “Jalang itu! Apa dia tahu dengan siapa dia berbicara? Dia hanya budak rendahan. Dia tidak bisa bicara sopan. Tangkap dan adili saja dia!”




Tanpa kasih sayang. Dia bukan manusia. Kau bukan manusia jika kau tidak memiliki belas kasihan terhadap orang-orang. Bagaimana kau akan membedakan dirimu dengan binatang. jika kau tidak bisa memahami satu sama lain dan memiliki rasa toleransi? Kita harusnya berfikir kalau sebenarnya binatang itu bukanlah yang berada dikandang itu tetapi di luar di antara kita.” Moo Seok membaca petikan dari sebuah buku untuk membela Do Ha.

Perlakuan Moo Seok membuat Do Ha tampak terpesona. Sedangkan Rin hanya tersenyum menghampiri Moo Seok, bakat Moo Seok yang membosankan membuat dirinya tak populer dikalangan wanita.

 “Kau mungkin bisa berpikir sebanyak yang kau inginkan. Tapi, tempatkan dirimu pada posisi mereka! Mungkin kau bisa memikirkannya dalam kandang. “ ucap Rin.







Do Ha yang sempat terpesona tak sadar akan kepergian Rin, dia mengejar Rin lalu meminta gelangnya dikembalikan. Rin menghempaskan tangan Do Ha, Gelang?! Gelang apa?!

“Gelang yang kau ambil di jalan. Gelang itu sangat penting untukku. Cepat kembalikan!” perintah Do Ha.

“Tidak ada bukti kalau kau pemilik gelangnya. Aku tidak bisa memberikannya begitu saja. Buktikan kalau gelang itu milikmu. Lalu aku akan mengembalikannya padamu.” perintah Rin meskipun sebenarnya dia tak tahu gelang apa yang dimaksud Do Ha.




Rin pergi meninggalkan Maeranbang, Do Ha mencoba mengejarnya tapi ia dihadang oleh para penjaga.


Seorang pesuruh berlari menghampiri Rin sambil berteriak memanggilnya, Rin yang sudah terlanjur kesal pun tambah kesal dibuatnya. Bukankah pelayannya tahu kalau dia itu menyukai kedamaian?

“Itu.. Sesuatu yang besar terjadi. Raja menjadikanmu kepala Sogyukseo!” lapor pelayan membuat Rin terkejut.



Selepas menerima laporan tersebut, Rin segera menemui PM Soo Jong untuk memberitahukan padanya kalau dia tak menginginkan hal itu. Kenapa kau merekomendasikan bajingan sepertiku untuk Raja? Aku tidak tahu kenapa kau masih mengandalkan orang yang tidak mampu.

PM Soo Jong mengingatkan kalau Rin tetaplah seorang pewaris sah kerajaan sebagai penerus raja sebelumnya. Rin menyuruh PM Soo Jong berhenti untuk berkata masalah itu, dia bukanlah orang yang tepat untuk PM Soo Jong. PM Soo Jong mengingatkan kalau dia tak bisa menjamin keselamatan Rin kalau tetap membuang – buang waktu seperti sekarang.

“Kau harusnya bicara sesuai kenyataan. Kau tidak peduli dengan keselamatanku. Kau hanya perlu perisai untuk keselamatanmu sendiri. Bukankah kau mencoba menggunakanku sebagai perisaimu untuk melawan Raja? Kalau begitu, silakan tinggalkan aku sendiri.” tegas Rin lalu pergi meninggalkan PM Soo Jong.



“Apa kau tahu kenapa aku mendukung pembangunan kembali Sogyukseo meskipun akulah yang memerintahkan untuk memusnahkannya? Aku sangat putus asa, bahkan sampai ke tingkat keyakinan gelap mereka. Jika keyakinan gelap mereka diperlukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan kerajaan ini. Aku akan dengan senang hati mematuhi. Tolong mengerti kesetiaanku.” Mohon PM Soo Jong.

Rin yang tadinya acuh tak acuh berkata kalau dia akan memohon pada Raja untuk membatalkan keinginannya.



Dalam perjalanan di lingkungan kerajaan, Rin melihat penampakan hantu penjaga. Dia mencoba mengikuti hantu tersebut dan rupanya tak hanya satu hantu. Masih banyak hantu lainnya, hantu dayang, Hantu tahanan. Dan mereka semua menuju ke sebuah ruangan di kerajaan tersebut.



Rin masuk dalam ruangan tempat penyimpanan arsip kerajaan, disana banyak sekali hantu yang berseliweran dan suasana mencekam sangat kentara disana. Rin mencoba terus mengikuti hantu – hantu itu sampai akhirnya dia melihat para hantu yang tengah menguping di depan sebuah ruangan yang tertutup.

Rin mengintip apa yang sebenarnya terjadi dalam ruangan karena ada suara kemarahan dari Raja Ki San yang terdengar.





Rupanya, Ki San tengah memarahi Sa Dam. Dia tak puas dengan kerja Sa Dam yang tak berhasil membuatnya tidur lelap. Dia selalu bermimpi Kim Sa Soon menemuinya malam – malam.

“Dia mendekatiku dengan kepala di tangannya. Dia mengatakan akan melakukan hal yang sama denganku. Tidak, dia mengatakan akan melakukan sesuatu yang lebih mengerikan. Mengapa aku tidak mendapatkan yang lebih baik? Kenapa aku mengalami mimpi buruk lagi? Kenapa?” marah Raja Ki San.

Sa Dam meminta maaf karena memang masih dalam tahap penyembuhan sampau dengan Sogyukseo. Raja makin murka menerima perintah menunggu. Sa Dam berlutut bersikap seolah tak ada cara lain selain Sogyukseo.



Raja bertanya apakah dengan Sogyukseo maka semua masalah akan benar – benar berakhir. Sa Dam meyakinkan kalau Sogyukseo akan penuh dengan dukun yang memiliki roh terbersih. Mereka akan menjadi dukun dengan energi air yang akan memadamkan energi apimu. Ketiga dukun akan menyembuhkan penyakitmu.

“Bagaimana dukun rendahan itu bisa menyembuhkanku?”

“Aku akan mentransfer energi buruk yang ada di sekitarmu ke dalamnya.” Jelas Sa Dam.



Rin terkejut mendengar percakapan keduanya, perlahan dia mundur dengan teratur. Namun tanpa sengaja, lengan Rin menabrak sebuah buku hingga buku tersebut terjatuh.

Raja yang mendengar buku terjatuh segera membuka pintu ruangan tersebut. Untungnya, Rin sudah berhasil pergi dari sana.



******
Do Ha masih mengitari ibukota untuk menemukan keberadaan Rin, namun ia tak bisa menemukannya.


Sebuah kerumunan membuat Do Ha tertarik. Penduduk tengah membaca pengumuman tentang pembangunan Sogyukseo. Mereka khawatir akan banyak dukun aneh yang menuju ke kerajaan dan pasti menyebabkan hantu mengintai sekitar ibukota.

Do Ha yang mendengar akan banyak dukun yang datang kesana, membuatnya menjadi kegirangan. Dia jadi teringat akan Unninya.


******
Rin duduk bersimpuh di depan istana, sepertinya untuk menolak berdirinya Sogyukseo. dia duduk disana dari siang sampai malam tapi belum ada pula yang menanggapi Rin sampai kakinya kaku.



Ratu Dowager menemui Rin dengan sebal, dia heran kenapa Rin membiarkan namanya berada di papan pengumuman sebagai kepala Sogyukseo. Ratu menuduh Rin tengah mengincar tahta kerajaan.

“Tidak. Aku tidak pernah memiliki keinginan untuk takhta. Tolong percaya padaku.”

Ratu Dowager mengingatkan kalau Raja sudah dibebani oleh masalah rakyat jadi seharusnya ia tak dibebani oleh masalah – masalah semacam ini lagi.

“Lalu, Apa yang harus aku lakukan? Keberadaanku sendiri membuat Raja terlibat. Apa yang harus aku lakukan?”

“Hiduplah seolah-olah kau sudah mati. Hiduplah seolah-olah kau tidak pernah ada.” Perinta Ratu Dowager membuat Rin terhenyak. Cukup sedih menerima perintah yang tak masuk akal tersebut.



*****
Ujian masuk Sogyukso akan dilaksanakan, dan Do Ha mengikuti ujian tersebut. Tapi dia tak bisa menulis karena buta huruf hingga meminta bantuan pada orang lain untuk menuliskan nama dan tempat lahirnya.
Do Ha yang tak tahu baca menulis hanya memperhatikan tulisannya.



Do Ha menyerahkan pendaftarannya, petugas tersebut mengingatkan bahwa ujian masuknya akan dilaksanakan sembilan hari lagi.



“Kakak, aku akan datang padamu jika kau datang padaku. Aku akan menemukanmu, Jadi jangan melarikan diri, oke?” ucap Do Ha penuh harap.

Rupanya, di barisan pendaftar juga ada Sa Dam yang ikut disana. Dia terkejut menatap Do Ha, seolah dia tahu kalau Do Ha adalah adik Youn Ha.



Seorang wanita dengan hanbok masuk ke dalam lingkungan kerajaan, Do Ha yang melihat wanita itu mengira kalau wanita itu adalah kakaknya. Do Ha mengejar wanita tersebut, tapi dia kehilangan jejak. Do Ha sedih dibuatnya.

Sa Dam rupanya masih mengikuti Do Ha, ia tersenyum simpul seolah telah menemukan sesuatu.



*****
Sedangkan Raja Ki San masih terus bermimpi buruk dalam tidurnya, dia akan berteriak ketakutan saat terbangun dari tidur.


*****
Rin yang sudah lemas karena masih terus duduk di kerajaan, wajahnya pun sudah pucat dan hampir pingsan. Raja Ki San akhirnya mau untuk menemui Rin. Rin masih bersikap sopan dan hormat pada Ki San.

Ki San bertanya apakah Rin masih bisa melihat hantu sampai sekarang?

Rin mencoba mempertajam penglihatannya, benar saja. banyak sekali hantu yang bergentayangan mengikuti Raja.





[FLASHBACK]
Rin kecil memberitahukan pada Ki San kalau dia melihat roh Dayang Kim, salah seorang Dayang Ratu yang telah meninggal. Dia memberikan Ki San cahaya mematikan. Ki San yang marah menyuruh Rin untuk diam, Dayang Kim sudah mati!!

Namun Rin kecil berkeras karena memang disana ada roh Dayang Kim yang menatap Ki San. Ki San tak bisa membuat Rin diam, dia mengambil ranting pohon dan memukul kaki Rin agar dia diam. Namun Rin kecil hanya bisa menangis meyakinkan kakaknya.




[FLASHBACK END]
Rin membenatkan kalau dirinya melihat hantu disekitar Raja. Raja menyadari kalau Rin mungkin tak akan mampu mengemban tugasnya, bahkan ketika ia menggelapkan uang istana. Ia akan mengampuni Rin. Hanya saja, Rin harus mengatakan sebuah kebenaran meski sekecil apapun itu. Rin meyakinkan kalau dirinya memang berkata sebuah kebenaran.

“Aku percaya padamu. Jadi, tentang kepala Sogyukseo...”


Rin langsung memohon, dia memohon agar menarik kembali perintah tersebut. Rin tak mau mengemban tugas penting dalam kerajaan, dia takut tak bisa melaksanakannya. Dia memohon agar raja menarik kembali keputusan itu.

“Kau harus mencobanya. Ini adalah kesempatanmu untuk membuktikan diri kepada orang-orang yang sudah merendahkanmu.” Ucap Ki San penuh tantangan pada Rin.



Sekarang, Raja sedang berlatih bertarung dengan Moo Seok. Raja terus – terusan menyerang Moo Seok tapi sepertinya Moo Seok enggan untuk menyerang raja.

“Berhenti membela dan mulai menyerang! Serang sekarang!” peritah Ki San tapi Moo Seok masih mencoba bertahan.




“Aku adalah Raja. Lawan aku. Jika kau membiarkanku mengalahkanmu, Kau harus menyerah menjadi pemimpin swordman terbaik kerajaan!” tantangnya.

Moo Seok yang tadinya bertahan menjadi menyerang, hanya dengan beberapa gerakan. Moo Seok berhasil mematahkan serangan Raja dan berbalik menyerang Raja hingga kepayahan untuk bertahan.

*******
Sedangkan Rin, dia tengah merenung. Merenung sambil tiduran diatas perahu kecil. Entah apa keputusan yang akan ia ambil, entah menyetujui tantangan Ki San atau dia lebih memilih hidup dalam kesenangan tanpa beban. Aku rasa, Rin sebenarnya pintar namun cukup enggan kalau harus berurusan dengan intrik dalam kerajaan.



***Bersambung ke Night Watchman Journal Episode 5***


2 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 4 – 2"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^