Sinopsis Night Watchman Journal Episode 4 – 1

Menteri Park seperti biasa menemui ibu suri hanya sekedar untuk minum teh bersama dan saling berbincang. Ibu Suri bertanya berapa sebenarnya umur putri Menteri Park?

Menteri Park terkejut menerima pertanyaan yang pasti ujung – ujungnya Ratu Dowager berniat menjodohkan putrinya dengan Pangeran Wolgang ( Rin ). Menteri Park berkata kalau putrinya akan segera menikah. Dia berjanji akan mencarikan gadis lain yang sebaik putrinya.

“Itulah sebabnya mereka cocok dibuat di surga. Kau tahu bagaimana Pangeran Wolgang. Putrimu sebenarnya terlalu baik untuknya.”






Hantu yang kemarin menyerang Lee Rin kembali mencari Rin, dia berniat memasuk rumah Rin namun disana telah dipasangi parameter spiritual yang membuatnya terluka. Rang Yi, Si Hantu Dayang memperingatkan hantu tadi. Menteri Ddoong dan Kasim Song pun mengikuti Rang Yi dan bertanya apa yang membuat hantu tersebut datang kesana?

“Apakah kau tahu orang yang tinggal di sini? Aku rasa, kalau orang itu...” hantu menggantung ucapannya.

Menteri Ddoong kesal karena bisa mati penasaran. Kasim Song mengejek kalau mereka kan memang sudah mati.

“Aku rasa orang itu bisa melihatku.” Tutur Si Hantu dan Rang Yi pun semakin mantap dengan perkiraanya kalau Lee Rin melihat mereka.




Tiga hantu aneh berkumpul, Kasim Song lah yang paling sedih kalau seandanya Lee Rin bisa melihat mereka tapi dia diabaikan. Menteri Ddoong pun berfikiran sama. Rang Yi yang paling kecil tapi cerdik, dia memiliki sebuah ide.


Lee Rin berjalan keluar dengan senang melihat cuaca yang cerah namun segera berubah cuek ketika melihat trio hantu tengah duduk menggelandang di depan rumahnya.

Rang Yi membuka pembicaraan membahas mengenai malaikat yang berada di bumi. Menteri Ddong menimpali dengan bertanya kenapa malaikat ada di dunia manusia?

“Aku tahu banyak tentang malaikat. Ku dengar musim semi ini ada malaikat datang untuk mandi.” Ucap Kasim Song.

“Sepertinya mereka akan mandi di lembah Suseongdong, Gunung Inwang. Aku yakin mereka ada disana siang hari ini.” Tutur Rang Yi.

Lee Rin mendengar obrolan mereka dengan penasaran lalu berjalan dengan cepat meninggalkan rumah. Sedangkan ketiga hantu menatap kepergian Lee Rin dengan penuh kecurigaan.



Dua orang tengah membahas mengenai kembali – nya sang pandai besi. Kemudian tak lama Do Ha turun dari lantai atas, Pria yang tengah ngobrol tadi memperingatkan pada Do Ha agar berhati – hati ketika berjalan di kota tersebut. Disana, bahkan hidung saja bisa dicuri. Pria tadi menunjukkan sesuatu yang dikatakannya sebagai pelindung hidung, kalau memakai itu akan aman. Harganya hanya 5 koin.

Do Ha sadar kalau dia tengah ditipu. Di gunung Baekdu, ia sering menggunakannya untuk memasak. Do Da pun meninggalkan pria tadi.




Lee Rin masuk dalam jebakan para hantu dan pergi menuju ke gunung untuk menemui malaikat yang dibicarakan oleh mereka. Betapa senangnya ia melihat seorang wanita tengah mandi di sungai gunung Inwang. Lee Rin tersenyum malu menyaksikan wanita tersebut dari kejauhan, “Seorang malaikat memang telah turun.”

Lee Rin perlahan mendekati wanita berambut panjang tersebut, “Permisi..Permisi.” ucap Lee Rin dengan suara dibuat – buat. Perlahan wanita itu berbalik, Lee Rin memalingkan wajahnya malu – malu.

Rupanya bukan malaikat, dia hanya Kasim Song yang menyamar dan melempar kedipan mata pada Rin. Lee Rin membulat terkejut dan lari terbirit – birit meninggalkan Kasim Song.





Rin lari menerobos kerumuman yang berjubel di pasar.


Sebuah takdir inilah yang mempertemukan Rin dengan Do Ha, Do Ha yang tengah berjalan ke arah pasar mucul tiba – tiba dari persimpangan hingga Rin yang lari kencang tak bisa mengerem larinya dan menubruk tubuh Do Ha.

Keduanya jatuh ke tanah. Tanpa sengaja gelang lonceng milik Do Ha terlepas dari tangannya, terdengar bunyi lirih lonceng seolah tanda sebuah takdir mempertemukan keduanya. Rin yang masih ketakutan segera menyingkirkan tubuh Do Ha yang menindihnya, tanpa ia sadari juga telah membawa gelang lonceng Do Ha pergi.






Do Ha tersadar kalau gelangnya hilang dari tangannya, dia mencoba mencari – cari di tanah namun tak menemukannya.

Kasim Song, Menteri Ddoong dan Rang Yi menubruk tubuh Do Ha pula. Do Ha juga ternyata bisa melihat hantu, dia melihat ketiganya sekilas. Do Ha kembali mencari – cari gelangnya kembali tapi ia malah menemukan sebuah kayu undangan milik Rin.



Do Ha mencari – cari tempat yang tertulis di kayu tersebut namun belum juga menemukannya. Bahkan membaca tulisannya pun Do Ha kesulitan namun karena ada sebuah plang besar yang terpasang di tempat pesta, Do Ha mencocokkan dengan tulisan yang ada di kayu. Dia berhasil menemukan tempatnya tapi tempat itu masih terkunci.


Seorang Wanita tengah melakukan pertemuan bersama dengan Sa Dam, Dia tampak gusar karena Raja telah menurunkan perintahnya.

“Orang dalam kerajaan harus bergerak terlebih dahulu.” Ucap Sa Dam.



Raja bertanya pada Kasim tentang keberadaan Pemimpin Tao. Kasim Song melaporkan bahwa Pemimpin Tao tak mau mengikuti perintah Yang Mulia.

Raja Ki San marah mendapati perlakuan Pemimpin Tao, dia menitahkan agar segera menangkap Pemimpin Tao dan memotongnya.


Dengan gusar, Wanita menyuruh Sa Dam untuk segera menemui Raja. Namun Sa Dam malah semakin santai memainkan cangkir teh – nya.

“Sudah menjadi sifat manusia ketika mendapatkan apa yang diinginkannya, dia tidak pernah bersyukur. Kau harus membuat mereka menyesal Itulah satu-satunya cara agar mereka untuk menyadari betapa berharganya itu. Aku adalah hamba setia Raja-ku. Aku melakukan ini agar dia lebih puas.” Ucap Sa Dam.


Raja dengan sebilah pedang menemui Sa Dam dan mengarahkan pedang tersebut tepat dilehernya. Kenapa kau tak mematuhi perintahku? Raja Murka karena tampak bodoh tak bisa membuat Sa Dam datang padanya. Raja bersiap menebas leher Sa Dam.

“Saya hanya seorang pemimpin Tao yang rendah. Sudah sangat lama Sogyukseo dihancurkan karena sarjana Konfusius. Mereka semua pengkhianat yang sedang menunggu kesempatan untuk menyerangmu, Yang Mulia! Jadi Saya, Saya tidak ingin menempatkanmu pada risiko dengan berada disekitarmu.”

Raja bertanya akan kebenaran ucapan Sa Dam, Sa Dam meyakinkan. Dia menyarankan Raja agar meninggalkannya karena kalau sampai raja menggunakan kekuatan sihir terlalu banyak maka akan berdampak buruk.

“Apa yang terjadi jika aku tidak bisa meninggalkanmu? Aku adalah raja. Apa kau pikir aku tak berdaya dan tidak mampu menjaga Pemimpin Tao disisiku?” tegas Raja Kisan.




Raja menghadiri rapat dewan, dia menerima gulungan yang berisi daftar calon menteri protokol. Kasim yang memberikan gulungan daftar itu mendongak, dan itu bayangan orang yang selalu mengganggu Raja. Kemudian dengan mengejek dia mengatai Raja Kisan sebagai Raja dalam nama saja. Dia kemudian menyuruh Ki San untuk menyutujui daftar calon tersebut sesuai yang diusulkan para menteri.

Termakan ejekan tersebut, Ki San melempar gulungannya.

“Aku akan membangun kembali Sogyukseo dan praktek Taoisme. Tempat berdoa untuk kemakmuran kerajaan. Jadi aku berharap semua orang di sini menyetujui rencanaku.” Bentak Raja lalu segera meninggalkan singgasananya.

Secara serempak, para menteri membungkuk meminta agar Raja mengurungkan niatannya dan kembali menarik keputusan tersebut.



Perdana Menteri Park pun melakukan pertemuan dengan para menteri lain yang menentang adanya Sogyukseo. Sogyukseo adalah Sebuah instansi pemerintah yang dikelola menggunakan ritual Tao.

Kejadiannya sudah lama, bahkan orang-orang sampai kehilangan nyawa mereka untuk menghancurkan Sogyukseo.”

“Aku pikir Raja sedang mencoba untuk memperluas kekuasaannya dengan cara ini. Kita tidak bisa menyerah!”

Mereka meminta pendapat Perdana Menteri yang tampak tak kalah pusing menghadapi keputusan yang mengejutkan tersebut.



Moo Seok berlatih pedang dengan gesit – nya, berbagai jurus ia lakukan. Tampak meyakinkan dan mahir, dia memang seorang pendekar pedang.



Suara tepuk tangan menghentikan kegiatan Moo Seok, teman yang biasa jalan bersamanya. Dia berkata kalau mereka kan sekarang sudah tak memiliki waktu. Apa kau pernah mendengar tempat yang disebut Maeranbang?

Moo Seok tak tahu apa maksud temannya. Teman Moo Seok menjelaskan kalau Maeranbang adalah tempat dimana banyak harta diseluruh dunia. Mereka juga menampilkan phoenix dari China hari ini. Rekan Moo Seok mengatai – nya yang memiliki selera buruk. Moo Seok pun tahu makannya dia tak akan kesana.

“Pernahkah kau dengar tentang Longsword itu? Aku percaya itu adalah pedang yang digunakan oleh kaisar Dinasti Ming. Ku dengar kau bisa melawan 30.000 tentara dengan pedang itu saja! Itu yang terjadi di Maeranbang sekarang. Kau tidak penasaran ingin melihatnya?”

Kalau sudah berbicara masalah pedang, Moo Seok tak akan bisa menolak. Dia menyuruh temannya untuk menunggu, dia akan bersiap – siap.



Tiga hantu aneh masih duduk temangung di depan kediaman Lee Rin. Lee Rin mengintip mereka dan kesal karena tiga hantu tersebut menunggui rumahnya terus. Bisa – bisa ia kehilangan pertunjukkan besar.

Namun tiba – tiba ia berubah tersenyum, ia menemukan sebuah ide.




Kereta Rin keluar, Rang Yi sudah bisa menebak kalau seorang playboy di kerajaan tak akan bisa berdiam diri di rumah seharian. Mereka segera terbang menghadang kereta Rin namun rupanya bubuk merica melindungi kereta tersebut. Mereka bertiga pun terbatuk – batuk kelelahan karena ulah Rin.

Rin yang membakar bubuk merica juga terbatuk tersiksa dalam kereta.




Rin memutuskan keluar dari kereta dan lagi – lagi Rang Yi melihat Rin keluar. Mereka segera mengejar Rin namun Rin malah kembali berlari tergopoh – gopoh.

Rang Yi dkk terbang mengejar Rin, tapi asap bubuk merica masih mengepul di sekitar mereka. Mereka pun lemas hingga akhirnya terjatuh lagi. karena bubuk merica mereka tak bisa terbang, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan mencari Rin.




Soo Ryeon datang juga ke tempat pesta, banyak orang yang terkagum – kagum melihat sikap Soo Ryun. Kecantikannya pun juga membuat mereka kagum.

Do Ha yang ada dikerumunan melihat Soo Ryun masuk dan memberikan kayu berukir tulisan pada penjaga.



Do Ha memberikan kayu milik Rin pada penjaga. Penjaga saling pandang, curiga dengan Do Ha lalu menyeretnya pergi. Mereka tahu kalau Do Ha pasti buta huruf hingga tak tahu kalau kayu tersebut diperuntukkan untuk pria. Dia malah menggunakannya. Do Ha menjelaskan kalau dirinya disana hanya untuk mencari seseorang.

“Apa kau pikir ini pertama kalinya aku berurusan dengan orang sepertimu? Berhenti melawan. Cukup berikan ini dan pergilah. Melihat sesuatu yang mewah hanya akan membuat hidupmu miskin dan sengsara. Mereka tidak akan pernah peduli dengan kerja kerasmu! Kau lebih baik tidak bertemu dengan mereka. Jadi pergilah.”



Penjaga mendorong Do Ha hingga terjatuh, Moo Seok yang baru datang menyaksikan kekasaran yang dilakukan oleh penjaga.



Do Ha bangkit. Dia tahu kalau dia memang bodoh tapi dia bersungguh – sungguh kalau hanya ingin mencari gelang milik kakaknya. Penjaga tak tahan dengan ke – keras kepalaan Do Ha hingga berniat memukulnya namun Moo Seok menahat tangan penjaga tersebut.

Penjaga langsung membungkuk hormat. Moo Seok berbalik untuk melihat Do Ha tapi sayangnya Do Ha telah pergi.



Do Ha menyelinap melalui pintu belakang, dia melihat para pekerja mendorong sebuah kandang besar dengan tirai merah yang menutupinya. Do Ha pun memutuskan masuk dalam sebuah kandang dengan tirai yang berada tak jauh dari tempat persembunyiannya.



Lee Rin ketakutan. Dia lewat dari pintu yang sama dengan Do Ha dan bersembunyi ke dalam kandang yang sama dengan Do Ha.



Rang Yi dkk juga berlari ke tempat yang sama tapi tak melihat Rin yang bersembunyi di dalam kandang.


Do Ha menyuruh Rin yang ngos – ngosan untuk diam karena mereka bisa ketahuan. Lee Rin bergumam memuji tempat tersebut dan berpura – pura tak mendengar ucapan Do Ha.

“Kau bisa melihat ke arahku, benar kan? Kau pikir aku bodoh! Kau benar-benar bajingan.” Umpat Do Ha.
“Bajingan?!” kesal Rin. “Tenang, tenang... Dia hanya hantu.”

Do Ha menyuruh Rin untuk menyentuhnya, dia itu manusia bukan hantu. Do Ha mendekat dan menyuruh Rin menyentuhnya, Rin yang tak melihat karena tempatnya gelap pun memegang gelung Do Ha. Dia terkejut hingga berjingkat ketakutan dan keluar dari kandang tersebut dan mengunci pintu kandangnya.



Rin dengan ketakutan meninggalkan kandang tersebut.


Sedangkan Do Ha mengumpat tingkat aneh Do Ha, dia terkejut ketika menyadari pintu telah terkunci dari luar.

***Bersambung ke Night Watchman Journal Episode 4 – 2***


2 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 4 – 1 "

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^