Sinopsis Night Watchman Journal Episode 2 – 2




Raja dan Sang Hyun menuju ke tempat penyimpanan harta kerajaan, Sang Hyun menyarankan pada Raja agar membuang patung naga tersebut karena mereka tak tahu pasti apakah naga itu sudah mati atau belum. Tapi bagi Raja sendiri, itu hanyalah sebuah patung jadi mereka bisa menyimpan sebagai tanda pemerintahannya yang luar biasa.

Sang Hyun sedikit terkejut mendengar ucapan Raja dan tanpa diketahui oleh Sang Hyun, Raja menunjukkan senyum tipis menyiratkan kelicikan.

Sang Hyun mengeluarkan kompas yang telah dibawanya tanpa sepengetahuan Raja. Dia terkejut melihat jarum kompas berputar tak beraturan.



“Apa maksudmu? Raja dirasuki hantu?” tanya seorang Menteri terkejut. Sang Hyun membenarkan karena kompas hantu bereaksi pada Raja. Dia memang tak tahu pasti apa yang terjadi tapi mereka harus segera melakukan sesuatu.

Menteri tak yakin apa yang akan mereka lakukan karena besok adalah upacara penobatan pangeran, mereka tak bisa berbuat sesuatu yang menarik perhatian.

“Maka setidaknya kita harus membangun kembali perimeter pertahanan spiritual istana. Tolong percepat perbaikan patung batu suci itu.” Pinta Sang Hyun.

“Lalu, kau harus cari tahu hantu seperti apa yang merasuki Raja.” Perintah Sang Menteri.


Sadam meditasi dalam gua – nya. Dia sepertinya memiliki dendam yang mendalam pada Raja.

“Wahai Raja Joseon, Kau harus membayar perbuatanmu yang telah mengganggu pekerjaanku. Kau akan membuat pedangmu penuh dengan darah istri, anak, dan ibumu.” Ucapnya mengerikan.
***



Upacara mewah demi penobatan Pangeran Rin menjadi Putra Mahkota pun di gelar. Rin kecil mulai berjalan melewati jajaran para pejabat tinggi kerajaan yang menunduk hormat padanya. Rin mencoba tenang selayaknya pria dewasa.

Lain dengan Ratu Min, Ratu Dowager yang tersenyum bangga pada Pangeran kecil mereka, Raja malah tampak diam tak suka.



Pangeran Kisan melirik pada Ratu Dowager yang terus tersenyum menatap Rin, dia cemburu karena meskipun berada disampingnya. Ratu Dowager sama sekali tak menyapa barang sekata pun.
  
Raja berjalan menghampiri Rin, dia menatap anak itu dengan sangat serius. Suasana menjadi kikuk karena bukan seperti itu semestinya, ada kejanggalan dalam prosesinya.

“Dengarlah, Pangeranku. Aku pernah memberitahumu tentang pentingnya tugas Putra Mahkota. Kau paham apa yang aku katakan?”

“Ya, Rajaku.”

“Maka kau pasti mengerti kalau kau bukan lagi anak kecil?”

“Ya... Rajaku.” Ucapnya agak ragu.






Raja menoleh sembari mengedikkan dagu, seorang Kasim dengan sigap maju membawa sesuatu yang ditutupinya dengan kain. Setelah di buka, itu ternyata kandang Gap yang milik Rin. Rin melongo tak tahu maksud dari Ayah – nya. sedangkan para Pejabat mulai kasak – kusuk tak tahu apa yang Raja rencanakan.

“Kau tidak memerlukan hewan itu lagi. Singkirkanlah!” perintah Sang Raja membuat Rin tersentak. Sedangkan Pangeran Kisan dengan sinis menikmati kebimbangan yang dialami oleh adik – nya itu.

“Raja harus belajar membuang barang yang paling mereka cintai, Agar bisa mencapai sesuatu yang lebih besar tanpa ditipu orang setia mereka. Kau harus buktikan kalau kau sudah dewasa di depan pengadilan ini!”




Semua orang terdekat Rin merasa kasihan menatapnya yang begitu bimbang, namun tak ada yang bisa mereka lakukan untuk sekarang. Sedangkan Para pejabat masih menanti apa yang akan Rin lakukan.

Semuanya melihatmu! Kubilang buktikan!” bentak Raja membuat Rin semakin bimbang. Tak tahan dengan Rin yang lambat, Raja pun menarik tangan Rin untuk menekan Gap agar mati.

Tak diduga, Rin menarik tangannya dari genggaman Raja. Dia tak kuat kalau seandainya harus membunuh si kumbang, hewan peliharaan yang ia dapatkan dari Raja sendiri.





“Kau sungguh tidak mau mematuhi perintah Raja?” tanya Raja murka dengan tatapan mata yang begitu tajam. Bahkan Rin sendiri merasa ada sesuatu yang aneh dengan tatapan mata itu, “Ayah... Matamu...”

Raja memanggil Panglima untuk menghadap, tanpa basa – basi dia segera menarik pedang si Panglima dan mengarahkannya tepat ke leher Rin. Semua orang terkejut dengan sikap emosi Raja yang mengejutkan.

Ratu Min berlari melindungi putranya, dia mencoba meminta ampunan pada Sang Raja setelah apa yang Rin lakukan. Tapi Raja tak menerimanya begitu saja, dia menghempaskan tubuh Ratu Min. Raja bersiap menebaskan pedangnya namun dengan segera Kasim Song melindungi tuan – nya. Punggung Kasim Song pun terluka parah.




“Kau sungguh mengecewakanku sampai akhir.”

Rin menangis dalam pelukan Ratu Min, dia sungguh sangat ketakutan melihat tragedi mengenaskan ini. Keduanya sama – sama menangis sedih. Ratu Dowager yang sedari tadi ketakutan hanya bisa terpaku lemas menatap kejadian tadi.

Sedangkan para pejabat pun bisa merasa kan kesedihan Rin, mereka tampak miris menatap Rin dan Ratu Min yang menangis disana. beberapa ada yang hanya bisa melongo tak percaya.

“Upacara Penobatannya ditunda!” Murka Raja.



Sedangkan Sang Hyun dan Pengawal Lainnya masih berdiri di Balkon istana, dia menahan amarah ketika menatap kompas hantunya yang berputar tak tentu arah.



Daripada harus membunuh Gap, Rin memilih untuk melepaskan Gap saja meskipun enggan mungkin itulah yang terbaik.

Ratu Dowager yang tengah dalam perjalanan melihat Rin yang sedang menyendiri, Rin yang menyadari kehadiran ratu Dowager pun segera menghampirinya.



Ratu Dowager mengira kalau Rin pasti sedih karena belum bisa menjadi Putra Mahkota. Namun Rin sama sekali tak terfikir hal itu, dia hanya merasa kasihan pada Kasim Song yang tertebas pedang padahal semua itu bukan salahnya. Rin menangis sesenggukan. Ratu Dowager memperingatkan Rin agar jangan lemah karena hal – hal kecil. Kasim yang ada disana memang bertugas untuk melindungi keluarga kerajaan. Ratu Dowager lalu menyuruh Rin untuk meminta maaf pada Raja esok pagi karena Raja mungkin sangat kecewa.

Tapi Rin sendiri merasa takut kalau dia harus menemui Raja. Rin meminta Nenek – nya untuk mengirimkan dokter pada Raja. Mungkin dia sakit, ia khawatir.

“Kau harus hati-hati pada ucapanmu. Jangan pernah bicarakan tentang hal seperti itu di depan Raja, mengerti?” potong Ratu Dowager memperingatkan.



Rupanya, tanpa mereka sadari seorang pangeran kecil tengah menguping pembicaraan mereka. Ya, Pangeran Kisan berdiri di balik pohon mendengarkan percakapan Rin dan Ratu Dowager. Dan sebuah kebetulan, Gap merangkak di bawah kaki Pangeran Kisan. Dengan tanpa perasaan, dia pun menginjak kumbang milik Rin.



Di kediamannya, Raja tengah tertidur namun dengan tak pulas. Dia tiba – tiba terbangun karena mendengar suara gelak tawa yang memenuhi pendengarannya. Itu seperti suara gelak tawa Ratu Min yang tengah sangat bahagia. Sebuah pikiran jahat menghampiri Raja, “Dia wanita yang bejat. Bunuh dia. Cepat bunuh dia. dia wanita yang tidak setia padamu. Kau harus membunuhnya. Bunuh dia.”

Perlahan, Raja mulai menghampiri Ratu Min dan berniat mencekik lehernya namun belum sempat ia melakukan niat jahat itu, Ratu Min tersadar dari tidur pulasnya.
***




Pangeran Kisan pagi – pagi sudah menemui Raja, dia membisikkan sesuatu yang membuat Raja tampak kesal.

“Apa kau yakin itu?”

“Ya, Yang Mulia.”

Penjaga mengumumkan kehadiran Rin pada Raja dan Rin pun segera menemui Ayahnya. Pangeran Kisan segera permisi pada Raja setelah kehadiran Rin. Keduanya berpapasan, tampak senyum kelicikan Pangeran Kisan saat melirik ke arah Rin.



Rin tanpa basa – basi mengucapkan rasa bersalahnya atas kejadian kemarin dan meminta maaf. Raja menanggapi dingin ucapan Rin, “Kau pikir ayahmu ini sakit, Pangeranku? Kudengar kau menyebarkan rumor begitu karena sakit hati.”

Rin tersentak, dia sama sekali tak bermaksud seperti itu. Rin tertunduk meskipun tak sepenuhnya benar tapi Rin memang mengatakan kalau Raja sakit. “Maafkan aku, Ayah.”

“Apa kau benar-benar anakku? Kau mencemari reputasiku dengan menyebarkan rumor begitu. Mungkinkah, Kau punya ayah yang lain?” tuduh Raja.




Ratu Min yang datang langsung membela putranya, lagipula Rin adalah anak kita. Raja tak sampai disitu, “Lihatlah betapa lemah dan liciknya dia. Mana mungkin dia anakku?! Dan siapa yang bisa menjamin dia ini anakku?”

“Yang Mulia.”

“Aku akan mencari tahu semua masa lalumu. Akan kubawa semua pria yang kau temui saat dulu dan menginterogasi mereka! Lalu Aku akan bisa tahu siapa ayah kandung Rin.” Ancam Raja. Sedangkan Ratu Min benar – benar terperangah tak percaya mendapat tuduhan tak berdasar Raja, dia terduduk lemas menghadapi semua tuduhan itu. Rin yang khawatir pun menangis disampingnya.




Do Ha tengah berada di tengah padang rumput dengan menggenggam gelang lonceng milik Yeon Ha. Ibu Do Ha datang untuk menenangkannya. “Kau menunggu Yeon Ha? Yeon Ha...”

Do Ha segera melepaskan diri dari pelukan Ibu – nya, dia sudah mendengar dari orang – orang kalau sepatu Yeon Ha ditemukan di bawah tebing dan ada jejak kaki bobcat. Dia mendengar kalau Unni – nya telah mati dan tak akan bisa menemukan siapa penculiknya.

“Siapa yang bilang omong kosong itu? Jangan khawatir. Tidak peduli apa yang orang katakan, Ibu akan terus berusaha mencari Yeon Ha.” Ucap ibu. Do Ha pun juga sama, dia membulatkan tekad agar suatu hari nanti dia bisa menemukan penculik yang menangkap kakaknya. Dia mantap akan mencari dan menemukannya.



Si Pria pemilik tongkat naga menyelinap masuk ke dalam lingkungan kerajaan. Dia menghentakkan tongkat Naga miliknya, seketika aura aneh keluar dari tongkat tersebut. Asap hitam pun terkepul merangsak masuk ke dalam lingkungan istana.


Raja tengah asik memandang bunga seribu tahun miliknya. Suara aneh tiba – tiba didengar oleh Raja namun penjaga tak mendengar suara tersebut. Raja pun meyakinkan dirinya kalau mungkin itu hanya suara angin.



Sedangkan kepulan asap hitam tersebut sudah pasti adalah para hantu jahat yang masuk ke dalam lingkungan istana. Sepertinya dia tengah mencari – cari sesuatu, dan tujuannya adalah bungan seribu tahun milih Sang Raja.



Seorang petugas penjaga pun melaporkan pada Sang Hyun kalau para hantu telah memasuki lingkungan mereka.

Kompas hantu yang dimiliki Sang Hyun pun juga menunjukkan gejala seperti biasa, arah kompasnya bergerak tak beraturan.




Raja celingukan merasakan hawa aneh yang semakin kentara. Saat dia memandang lurus, dia mendapati kepulan asap hitam yang bergumul disana. dia pun segera melempari asap itu dengan benda yang ada dihadapannya. Belum menghilang dan malah semakin mendekat, Raja melemparinya dengan apa – apa saja yang ada di meja. Kasim yang tak tahu menahu hanya kebingungan melihat Raja yang begitu ketakutan.

“Dimana para Penjaga Malam? suruh mereka ke sini sekarang!” titahnya.




Sedangkan Para Penjaga Malam yang berniat menemui Raja malah di jagal oleh penjaga istana. Mereka memberontak dan Sang Hyun pun merangsak masuk menuju ke tempat Raja. Disana hanya ada seorang Kasim yang tergeletak tak berdaya. Sang Hyun semakin panik, dimana Raja?

“Ke kediaman Pangeran... Dengan pedang...” jawabnya tersendat – sendat.


Diluar kediaman Rin, Raja membabi buta menyerang para Pengawal dan Dayang. Sungguh amat miris ketika Para pengawal bahkan tak berani mengeluarkan pedang mereka untuk melindungi Pangeran Rin.


Rin yang tertidur pulas akhirnya tersadar karena mendengar keributan di luar. “Ada orang diluar?”




Pengawal bimbang bagaimana mereka harus memilih melindungi Rin atau tunduk pada Raja, akhirnya mereka tertebas pula oleh pedang Raja. Rin yang keluar dari kediamannya hanya bisa terperangah menyaksikan aksi anarkis ayahnya.

Raja mengarahkan pedangnya tepat ke leher Rin,  Rin pun secara reflek mundur. Rin menangis ketakutan ketika posisinya semakin tersudut.

“Berhenti menangis! Kau membuatku terlihat seperti orang bodoh, Karena tidak mematuhiku didepan orang-orangku! Dan kau mempermalukanku dengan menyebar rumor bohong! Kau hanya akan jadi aib negeri ini jika kau jadi raja! Aku akan membunuhmu dan menghilangkan masalah masa depan kerajaan!” Raja pun menebaskan pedangnya kearah Rin.




Beruntung Sang Hyun datang dan menghalau tebasan pedang Raja, terjadilah pertarungan yang sangat tak seimbang karena Sang Hyun hanya berusaha untuk melindungi Rin sedangkan Raja dengan semena – mena menyerang Sang Hyun.

Rin yang hanya anak kecil tak bisa berbuat apa – apa, dia terus menangis menyaksikan pertempuran tersebut.

***Bersambung Ke Night Watchman Journal Episode 3***

Dalam pikiranku setelah menonton Episode pertama, menarik dan cukup enak untuk diikuti. Yang membuat penasaran banyak sekali karena genrenya memang serius. Tapi kemungkinan akan berubah agak lebih selow kalau Rin telah dewasa, dia pria yang riang dan kayaknya sih diliat – liat tipe agak play boy kali yah.

Diliat dari Preview Episode 1 + 2, sepertinya Raja akan terus seperti ini sampai Rin dewasa. Bahkan Sang Hyun pun memutuskan untuk keluar dari kerajaan dan Do Ha nantinya akan menjadi murid Sang Hyun.


Kasim Song meninggal dan juga salah seorang menteri, nanti mereka akan mengawal Rin sepertinya. Penasaran deh!! Malam ini Episode 3. Maaf telat yah semua, tapi nanti semoga ga lagi, aku hanya akan membuat dua sinop sih. ^_^ biar lebih fokus.

4 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 2 – 2 "

  1. Cuma 2 sinop ya mbak? Yang bertahan King of High School, Trot Lovers, Atau High School : Love On???

    ReplyDelete
  2. Mba puji makasihyaa sinopsisnyaa:D
    Asli seru + bikin penasaran! Apalagi ini drama saeguk,favoritku hehe
    Semangat ya mba! Fighting!

    ReplyDelete
  3. jadi penasaran dengan part tiganya,,, ditunggu sinop selanjutnya ya,,,

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^