Sinopsis Night Watchman Journal Episode 2 – 1








Dalam pedalaman hutan, Shaman Yeon Ha yang diminta oleh raja untuk menyembuhkan putranya tengah melakukan sebuah ritual dengan dijaga oleh beberapa pengawal. Dia menapakkan tangannya ke bebatuan yang ada di pinggir air terjun.

Derasnya air terjun yang mengalir, tampaklah Sadam yang tak sadarkan diri terendam dalam air. Dia tersebut belum tersadar pula.

Sedangkan di tempat Yeon Ha tadi, tampaklah tubuhan yang berada di depannya mulai tumbuh. Yeon Ha tersenyum melihat tumbuhan itu dengan cepatnya tubuh dan berbunga. Namun sesaat kemudian, karena kekuatan Yeon Ha itu semakin melemah, dia mulai tertunduk menahan tubuhnya. Tampaklah di tengkuk Yeon Ha terdapat sebuah tato, dari tanda tersebut keluar hawa aneh yang segera menyelimuti bunga ungu yang telah mekar.




Ratu Min merawat Lee Rin dengan telaten bahkan semalam tak tidur hingga membuat wajahnya pucat. Seorang gadis kecil menawarkan diri untuk mengompres Lee Rin. Ratu Min berkomentar akan kebaikan gadis tadi. Ayah sang gadis yang merupakan seorang menteri mengatakan kalau Soo Hyun  sangat mengkhawatirkan Pangeran dari kemarin bahkan tak bisa tidur.

Pintu terbuka, Ratu Dawager masuk dan melihat apa yang dilakukan Soo Hyun. Dia sangat marah karena hal ini. Menteri meminta maaf dan mengajak putrinya untuk keluar menemui Ratu Dowager.



Menteri mengutarakan kekhawatirannya akan kondisi Ratu Dowager kalau terus – terusan mengurus pangeran. Namun Ratu tak begitu perduli dengan kesehatannya, bahkan kalau harus memberikan hidupnya dia akan dengan senang hati. Menteri yakin kalau Pangeran akan segera pulih sehingga akan menjadi putra mahkota dan menikah. Diapun melirik putrinya.

“Pangeran Kisan yang seharusnya menikah duluan!” sergah Ratu Dowager. “Dia cantik sekali. Berapa umurmu?”

“9 tahun, Yang Mulia.” Jawab Soo Hyun.

Menteri sadar kalau putrinya bisa saja dijodohkan dengan Pangeran Kisan. Dia mengubah topik dengan membahas mengenai perjalanan Raja.



Soo Hyun dan Menteri keluar dari kediaman Ratu Dowager. Soo Hyun sedih karena Rin sakit akibat hantu jahat. Menteri segera menyergah ucapan Soo Hyun dan jangan sampai mengatakan hal tersebut di depan Ratu karena Ratu sekarang menjadi orang penting bagi Soo Hyun melebihi dirinya. Soo Hyun tetap yakin kalau dia melihat ada hantu di kekacauan. Dan seseorang menyelamatkan Rin, dia menunjuk para penjaga harta istana. “Dia memakai seragam itu.”

“Mereka para penjaga harta.” Ucap Menteri acuh namun sesaat kemudian dia baru menyadari sesuatu.


Menteri segera meminta dokumen pada para penjaga.

“Aku butuh daftar semua nama para penjaga harta kerajaan. Dan catatan semua orang yang masuk ke dept harta baru-baru ini.”
***




Raja termenung sendiri, Do Ha menghampirinya dengan menunjukkan rangkaian bunga yang telah dibuatnya. Bunga tersebut cantik dan mirip dengan bunga seribu tahun hingga banyak orang yang salah mengira. Raja bertanya bagaimana dengan kondisi kakak Do Ha?

“Jangan khawatir! kakakku itu dukun terbaik dari suku kami. Percayakan saja pada dia!” ucap Do Ha. Dia kemudian melihat gelang yang dipakai Raja, gelang dengan gambar bunga Camellia. Raja menatap gelang yang dibuat istrinya itu. Dia yakin kalau istri dan Rin tengah menantinya siang dan malam.

“Pangeran pasti akan segera sembuh. Dia punya ayah pemberani seperti anda yang melindunginya! Saya harap saya bisa punya ayah seperti Yang Mulia.” Ucap Do Ha polos. Raja pun dengan penuh kasih sayang mengusap ujung rambut Do Ha.



“Yang Mulia, ada berita dari Suku Mago. Mereka sudah berhasil dapatkan bunga seribu tahun.” Lapor Sang Hyun.

Raja pun bangkit dan segera pergi bersama para pengawal. Do Ha yang masih terduduk disana mendapati gelang Raja tertinggal, dia memungutnya dan memanggil – manggil Raja namun tak terdengar. Dia pun menyimpan gelang tersebut untuk dikembalikan nanti.



Yeon Ha kembali bersama para pengawal. Beberapa Suku Yong Shin rupanya masih mengikuti Yeon Ha.




Dengan gelisah, Raja menanti kehadiran Yeon Ha. Tak berapa lama Yeon Ha pun datang dengan membawa Bunga Seribu Tahun yang berhasil ia dapatkan. Raja tampak sangat bahagia,  dia yakin dengan kemampuan Yeon Ha maka putranya akan segera sembuh.

Raja membuka penutup penyimpan bunga Seribu Tahun, menampakkan bunga bercahaya yang indah. Namun entah apa, ada sebuah getaran yang aneh yang terdapat dalam bunga tersebut. Aura yang membuat ekspresi Raja menjadi aneh. Raka pun menatap tajam Yeon Ha.



Di sisi lain, Tabib yang memeriksa keadaan Rin melaporkan kalau kondisi Rin semakin membaik. Ratu benar – benar senang dengan perkembangan kondisi putranya.

“Ibu sangat bangga padamu, Rin. kau telah berjuang keras. Yang perlu kau lakukan sekarang, bangun sebelum Raja tiba ke sini. Kau bisa melakukannya, kan? Raja pasti akan sangat senang melihatmu sembuh!” ucap Ratu Min.





Raja masih memandang Yeon Ha tajam, perlahan ia mendekati Yeon Ha lalu memeluknya. Yeon Ha pun terdiam malah tampak senyum kecil kebahagiaan.

Raja pun mencium Yeon Ha dan tampaklah di tengah ciuman keduanya, Yeon Ha membuka mata. Tatapan aneh seolah mengisyaratkan sesuatu.



Kembali ke kediaman Rin, ia berhasil sadar hingga Ratu Min tampak begitu bahagia.





Raja bersama rombongan kembali setelah menempuh perjalanan, Sang Hyun mengangguk meminta izin pada Raja. Dia menyuruh pada petugas Penyimpanan Harta Kerajaan untuk memberinya izin masuk, dia mendapatkan perinta dari raja. Jelas petugas tak percaya karena mereka tak menerima laporan. Petugas tersebut memilih melihat barang apa yang Sang Hyun bawa dan betapa terkejut saat melihat patung naga besar yang akan Sang Hyun bawa masuk.

Tanpa di duga, Raja tiba – tiba menebas punggung Penjaga tadi. Sang Hyun terkejut dengan keputusan Raja karena petugas itu hanya menjalankan tugas.

“Mulut mereka akan menimbulkan masalah. Singkirkan mereka.”

Meskipun terbersit sebuah kecurigaan, Sang Hyun tak bisa berbuat apa – apa.




Rin  berhasil terbangun dari sakitnya, teman – teman Rin pun sudah menanti. Soo Hyun bersyukur karena Rin berhasil sadar. Sedangkan Pangeran Kisan berjanji kalau seandainya Rin sembuh maka ia akan membantu Rin belajar.

“Kurasa aku harus tetap sakit lebih lama lagi saja.” canda Rin membuat teman – temannya tertawa.

Dengan tergopoh – gopoh kasim Song masuk ke kediaman Rin. Dia memberitahukan kalau Raja telah kembali dari perjalanan. Jelas saja ini membuat Rin kegirangan, tak perduli kondisi tubuhnya. Dia segera bangkit ingin menemui sang ayah.


Sedangkan Pangeran Kisan hanya bisa terdiam menyaksikan Rin bisa dengan semauanya menemui Raja. Sebuah kecemburuan pastinya.



Raja menemui Ratu Dowager setelah perjalanannya, Ratu sangat senang karena Raja telah berhasil kembali membawakan sesuatu untuk Rin dan Rin pun telah tersadar. “Saya juga dengar anda bawa sesuatu yang sangat besar. Bisa kau tunjukkan pada Ibumu ini?”

Seketika raut wajah Raja berubah tajam, “Cuma batu besar yang bisa mengingatkanku pada Gunung Baekdu. Tidak layak Ibu meluangkan waktu untuk melihatnya.” Bohongnya.

Ratu percaya saja dengan ucapan Raja, dia tak perlu meluangkan waktu untuk buru – buru melihat kalau seperti itu. Yang terpenting sekarang Raja telah kembali dan Rin telah sembuh sehingga bisa melakukan upacara pengangkatannya sebagai putra mahkota.




Raja keluar dari kediaman Ratu Dowager, dia melihat Ratu Min yang tengar tersenyum pada seorang penjaga. Entah apa yang mereka bicarakan namun membuat Raja murka.

Ratu Min menghampiri Raja, dia sangat bersyukur karena saja sudah bisa kembali dengan selamat tapi kenapa selama perjalanan Raja tak mengiriminya surat?

“Surat? Kurasa pasti ada banyak pria yang mencoba menyenangkanmu selama aku pergi. Aku tidak tahu, kau sangat menantikan suratku.” Sinis Raja. Ratu Min tersentak dengan ucapan kasar Raja.

“Kenapa? kau marah karena aku bicarakan tentang perilakumu? Aku cuma bercanda! Jangan terlalu serius begitu.”

Ratu Min terkejut, candaan itu begitu keterlaluan untuknya. Namun tak mendengarkan ucapan Ratu Min, Raja pergi meninggalkannya.
***


DI derasnya air terjun, dengan asrinya suasana gunung Baek Du, tampaklah tubuh Sadam masih terendam dalam air sungai.




Rin bersama Kasim Song berniat untuk mengunjungi Raja namun dalam perjalanan, Rin mendapati ada sesuatu yang aneh. Dia menunjuk kepulan asap hitam yang ada di depan pintu. Kasim Song mencari – cari apa yang Pangeran maksud tapi ia tak menemukannya. Perlahan kepulan asap itu menghilang karena Rin menemukan keberadaanya. “Itu menghilang.” Ucap Rin.

“Anda membuatku takut!” teriak Kasim Song.

“Kau! Kau baru saja berteriak padaku?” kesal Rin karena Kasim Song telah lancang padanya.

“Mana mungkin, Pangeranku. Di sini bagian istana yang katanya ada hantu bayi. Di sini sedikit menakutkan. jadi, mari kita pergi.”




Rapat kerajaan seperti biasanya, seorang menteri mengutarakan pendapatnya untuk segera melakukan upacara penobatan putra mahkota dan mereka mengusukan menteri Pertahanan yang akan mengurusi masalah ini.

Menteri pertahanan memberikan hormat, dia giliran mengutarakan apa yang ia pikirkan. Ia merasa kalau Putra Mahkota masih terlalu muda untuk mengemban tugas sebagai Putra Mahkota sehingga mereka membutukan Putri Mahkota untuk mengurangi tanggung jawab.

Secara mengejutkan, Raja sangat murka akan apa yang menteri tersebut katakan.

“Terlalu muda? Maksudmu dia tidak cukup dewasa untuk jadi Putra Mahkota? Dia anakku. Beraninya kau meragukan kemampuan calon Rajamu!”

Menteri itu pun bersujud memohon ampunan.




Rin berlari menyambut Raja sekeluarnya dari tempat pertemuan. Rin sudah sangat rindu menantikan kehadiran Ayahnya, “Ayah, kenapa kau lama sekali pulang? Aku sudah pulih total sekarang! Aku menunggu ayah setiap hari! Ayah kan sudah janji mau perbaiki ini. Benarkan, Ayah? Kau mau bermain denganku, kan?”

Tak disangka, sikap Raja sangat dingin pada Rin bahkan dia tak membalas pelukan putranya. Dia malah membentak Rin yang bersikap seperti anak – anak. Tak sepantasnya ia bermain ketika akan segera menjadi putra mahkota dengan tanggung jawab besar.

“Tapi, ayah kan sudah janji...”

“Kenapa kau masih tidak mengerti? Sudah ayah bilang berhentilah bertingkah kekanakan!”

Raja pergi meninggalkan Rin sedangkan Rin masih melongo menatap kepergian Ayahnya.
***



Yeon Ha dan Do Ha tengah memandang indahnya langit yang bertabur bintang. Do Ha menunjuk bintang vega yang bersinar dengan terangnya di langit sana.

“Benar, itu bintang yang paling bersinar saat kau lahir. Ketika tanggal 7 Juli, bintang Vega akan bertemu Lyra.”

“Jadi, apa aku juga akan  segera menemukan cintaku?”

“Tentu saja. Kau akan menemukan cinta sejatimu nanti. Kau akan melindunginya, dan berhasil lakukan sesuatu yang hebat bersamanya. Inilah ramalan yang diberikan oleh ibu kita saat kau lahir.”



Do Ha mengeluarkan gelang Camellia milik Raja yang masih ia simpan. Dia akan mengembalikan itu suatu hati nanti. Do Ha meminta kakaknya untuk mendoakannya agar bisa bertemu dengan pangeran tampan. Yang terlintas dalam pikiran Yeon Ha adalah ketika Raja menciumnya. Dia meminta maaf karena ia tak bisa mendoakan Do Ha.

“Doa-doamu selalu mujarab! Kau kan shaman terbaik suku kita!”

“Kakak bukan lagi shaman. Kakak telah lakukan sesuatu yang shaman dari Baekdu tidak boleh lakukan. Malam itu, bersama pria itu... Kakak membuat kesepakatan dengan pria itu.” Yeon Ha memberikan gelang lonceng – nya pada Do Ha.

Yeon Ha tertunduk sedih sedangkan Do Ha yang tak tahu menahu maksudnya hanya bisa menenangkan. Dia tak meminta di doakan lagi.



Aura aneh membuat Yeon Ha terbelalak, benar saja ada suku Yong Shin yang mendatangi mereka. Tanpa basa – basi pria tersebut menyeret Yeon Ha pergi, Do Ha mencoba menolong Unni – nya dengan menggigit pria tersebut namun mereka malah menepis tubuh kecil Do Ha.

Yeon Ha menyuruh Do Ha agar jangan mengikutinya.



Do Ha berlari menuju ke tempat suku – nya berada. Dia melaporkan pada ibu – nya kau Yeon Ha diculik. Dengan segera Ibu Do Ha memberikan aba – aba untuk membunyikan lonceng dan mengumpulkan semua pria yang ada disana.

Ibu pun melihat gelang lonceng milik Yeon Ha yang ada di tangan Do Ha.



Suku Yongsin membawa Yeon Ha ke dalam gua menemui seorang yang misterius. Dia tak menampakkan wajahnya sama sekali.

“Kekuatan shaman terbaik Mago bisa menumbuhkan bunga 'seribu tahun' dan melindungi Gunung Baekdu. Sekarang giliranmu tepati janjimu. Sembuhkan aku dengan kekuatanmu.” Ucap pria itu membuka penutup kepalanya, tampaklah codet di wajah pria itu yang tak lain adalah Sadam.




“Kau harus berikan hidupmu padaku. Berikan segala milikmu!” ucap Sadam lalu menyibak rambut Yeon Ha yang menyembunyikan tato di tengkuknya. Dia merobek baju Yeon Ha lalu menyerap kekuatan yang keluar dari tato tersebut.

“Aku akan berikan semuanya untuk suku Yongsin.” Ucap Yeon Ha yang mulai bercucur keringat. Kekuatannya semakin melemah hingga ia terjatuh ke tanah.

Sedangkan Sadam menatap telapak tangannya, sekarang tangan itu tampak lebih muda tanpa kerut. Codetnya pun telah berkurang.


*** Sinopsis Night Watchman Journal Episode 2 – 2***

Menurutku, Dramanya cukup menarik untuk di ikuti. banyak misteri yang sepertinya harus diungkapkan. :D aku baru pertama kali membuat sinopsis drama saeguk jadi sepertinya memang agak aneh si. maafkan saja kalau seandainya kalian ga mengerti maksudku. T_T

4 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 2 – 1 "

  1. suka sama pemain dan ceritanya .. lanjut sist .. salam kenal
    ditunggu episode selanjjutnya ^^

    ReplyDelete
  2. ditunggu episode selanjutnya sist .. semangat !

    ReplyDelete
  3. aku ketagihan nonton drama ini, ni sambil nunggu donlot eps 4, hehe...

    di episode ini ada yang masih aku bingung. Yeon Ha itu mati apa gak ya? Saat menemui Raja, kalau gak salah Yeon Ha menyebutkan tentang sebuah kesepakatan, aku masih gak jelas juga kesepakatan apa dan dengan siapa..

    ReplyDelete
  4. banyak misteri muncul disini,, ijin baja part duanya eon,, terima kasih,,,

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^