Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 16 – 3

Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 16 – 3
Min Suk menunjukkan kartu bonus untuk makan di restoran, keduanya pun segera kesana. Seorang perempuan menyapa Soo Young, yang tak lain teman Soo Young. Soo Young kegirangan karena bisa bertemu dengan Mi Jung.

Mi Jung memperkenalkan pacarnya. Dia kemudian bertanya pada Soo Young, apakah Min Suk adiknya? Oh bukan, adikmu kan perempuan.

Dengan malu – malu, Soo Young mengatakan kalau Min Suk adalah pacarnya. Mereka berempat memutuskan untuk makan bersama.





Kedua wanita yang sejak lama tak bertemu pasti menggosip ngobrol kesana kemari, Mi Jung mengatakan kalau pacarnya itu workaholic. Pacarnya ketua Tim di Perusahaan Investasi. Mi Jung bertanya apa pekerjaan Min Suk?

Dengan gaya khas – nya, Soo Young berbohong kalau Min Suk telah kuliah. Mi Jung merasa kalau wajah Min Suk sangat muda, kau pasti lebih muda kan?

“Aku Punya wajah baby-face. Orang-orang Selalu berpikir aku ini 5 tahun lebih muda dari usiaku.”

Pacar Mi Jung iri dengan wajah baby face Min Suk, dia juga ingin memiliki wajah seperti itu. Dia kemudian menawarkan diri untuk membayar makan malam mereka. Namun Min Suk tak mau kehilangan harga diri, dia tak mau dan ingin membayarnya... setengah – setengah saja.



Di kasir, Min Suk masih berkeras untuk membayarnya setengah – setengah. Namun ketika ia berbalik dan membuka dompetnya, ia mendapati dompet itu tersisa beberapa lembar uang kecil. Soo Young yang melihat gelagat Min Suk, ia segera menghampiri dan menyelipkan kartu kreditnya tanpa ketahuan.

Dengan berat hati, Min Suk pun menerimanya.



Setelah berpisah dengan Mi Jung, Min Suk mengembalikan kartu milik Soo Young. Dia berjanji akan mengembalikannya kalau sudah dapat jatah. Soo Young menolak tapi Min Suk masih berkeras karena dia memiliki harga diri.

Mereka akhirnya menggunjing masalah pacar Mi Jung yang pasti sudah ahjussi. Sok mau membayar tapi malah berteriak dengan suara lantang, padahal tinggal bayar saja tanpa bilang. So’ sibuk padahal jabatannya Cuma seorang Ketua Tim yang tak pernah ikut rapat managemen.

Keduanya pun cekikikan menertawakan pacar Mi Jung.



Min Suk curhat pada teman seperjuangannya, Duk Hwan dan Tae Suk. Keduanya ikut prihatin dengan nasib Min Suk. Dan Min Suk jadi teringat dengan kartu perusahaan, dia tak pernah serindu ini dengan kartu tersebut.

Duk Hwan dan Tae Suk gantian membicarakan mengenai pertandingan hoki yang baru saja mereka lakukan. Min Suk langsung kehilangan nafsu makannya. Dia memilih pamit pergi.


Gagal untuk curhat dengan dua sohib – nya, Min Suk memutuskan untuk bertemu dengan Jin Woo sambil menenteng satu box ayam. Jin Woo sebal karena Min Suk hanya membawa satu bungkus ayam untuk dirinya sendiri. setidaknya Min Suk bisa membelikannya sebotol bir.

“Ahjussi. Aku ini anak SMA. Kau tahu, aku tidak boleh beli bir.”

Jin Woo merasa ada sesuatu yang membuat Min Suk tiba – tiba datang menemuinya, ada apa? Min Suk memuji ke sensitifan Jin Woo, tapi tebakan Jin Woo memang ada benarnya.

“Akhir-akhir ini Aku ada masalah. Aku tidak pernah belajar dalam hidupku. Ternyata hidup tidak semudah yang kupikirkan. Masa depanku terlihat sedikit Tidak menentu. Pacarku sibuk mencari uang. Aku merasa tidak nyaman kalau di traktir atau dibantu terus. Ini juga memalukan.” Tutur Min Suk. “Nilaiku tidak akan meningkatkan bahkan jika aku belajar sampai hidungku berdarah.”

Menurut Jin Woo malah, belajar adalah sesuatu yang mudah. Ia juga sebenarnya takut pada masa itu tapi ketika berusaha sebaik mungkin maka masa itu akan menjadi mudah. Min Suk mual, mual mendengar ucapan Jin Woo yang baginya so’ bijak itu.




***
Pagi – pagi, Soo Young menerima panggilan dari ibunya yang akan pergi ke Seoul. Ibu berniat menjual bungee jumpingnya namun biaya defisitnya sangat besar hingga dia mempunyai banyak hutang. Ibu bertanya apakah Soo Young punya uang sebesar $ 30000 sampai $40000? Soo Young jelas tak punya uang sebanyak itu.

Ibu cukup tahu makannya dia akan datang Ke Seoun untuk menemui pamannya. Soo Young pun juga berjanji akan mencoba mencari uang.

Soo Young bertanya pada AM Yoon, apa syarat untuk bisa mendapatkan uang pinjaman perusahaan? AM Yoon tahunya kalau karyawan paling tidak sudah bekerja selama 5 tahun. Soo Young terdiam khawatir, sepertinya dia belum selama itu bekerja di Comfo.



Saat sedang makan bersama dengan Min Suk, ibu Soo Young mengirim pesan pada Soo Young untuk menanyakan mengenai uang? Soo Young tampak sedih karena dia belum bisa mendapatkannya.

Min Suk menegur Soo Young yang tak memakan apapun, apa Soo Young mempunya masalah di tempat kerja. Soo Young mengelak. Min Suk mengajak Soo Young untuk menemui ayahnya makan malam.

“Perkenalan diri secara resmi pada ayahmu?” Soo Young terkejut.

Min Suk kesal dengan sikap serius Soo Young, dia hanya akan membawa Soo Young ke rumahnya untuk mengadakan pesta bersama ayah. Setelah kematian Kakek, Ayah tampak tak memiliki semangat. Makannya dia akan membuat pesta kecil bersama Tae Suk dan Duk Hwan.

Soo Young semangat, apa dia harus membawa kado? Min Suk menolak dengan tegas, Ayahnya bukan tipe yang suka membuat orang lain menjadi terbebani. Soo Young menyarankan apakah ia harus membawa cake? Kalau yang itu Min Suk setuju, tapi tak boleh membawa yang lain lagi. dia tak mau membuat Soo Young terbebani secara finansial olehnya.

Soo Young tersenyum menenangkan Min Suk yang tampak menggebu – gebu namun dalam senyuman itu tampak gurat kekhawatiran.


Ayah mempersiapkan makanan dengan tergesa – gesa, dan menyuruh Min Suk untuk membereskan rumah atau sesuatu. Min Suk menyuruh ayahnya untuk santai saja, toh orang – orang itu adalah orang yang biasa ia temui. Ayah tak sependapat karena bagaimana pun Min Suk akan membawa seorang gadis. Min Suk mengerti dan akan membereskan kamarnya.

“Ngomong – ngomong, happy birthday to you.” Ucap Min Suk dengan kikuk.

“Thank you very khamsa.” Balas ayah.



Soo Young tergopoh – gopoh mempersiapkan diri untuk pergi ke rumah Min Suk, telefon rumah Soo Young berdering. Ia pun segera membuka pesan tersebut, dia terkejut karena yang menelfon adalah pamannya yang menyuruh Soo Young untuk menjemput ibu. Soo Young semakin terkejut ketika mendengar teriakan ibunya marah – marah.


Tae Suk dan Duk Hwan sudah datang ke rumah ayah dengan membawa sebuah boneka lucu. Ayah protes karena hadiahnya seperti anak kecil, namun dengan lucu. Mereka mempunyai arti tersendiri dari boneka tersebut. Boneka itu bisa paman peluk ketika tengah kesepian.

Min Suk berteriak pada mereka, “seharusnya kalian membawakan ahjumma cantik!



“Kapan dia datang?” tanya ayah pada Min Suk. Min Suk pun segera menghubungi Soo Young namun rupanya ponsel Soo Young tertinggal di rumah.


Malam semakin larut, Duk Hwan tak tahan lagi ingin menyantap makanan. Dia berkata kalau mungkin Unni Popcorn tertidur. Ayah pun akhirnya menyuruh untuk makan dulu saja, kalau nanti malah bisa – bisa makanannya jadi dingin.

“Oh, ayah, sebelum kita makan. Bagaimana kalau nyalakan lilin?” celetuk Duk Hwan. Min Suk semakin tertunduk dalam merasa bersalah, seharusnya yang akan membawa cake adalah Soo Young.

“Anggaplah ada kue di sini. Dan kau raja yang memakai pakaian baru kekaisaran. Lalu, pura-pura ada kue di sini.” Usul Duk Hwan. Dia menyalakan kompor untuk menghangatkan sup. Duk Hwan dan Tae Suk pun bernyanyi dengan riang untuk ayah lalu menyuruhnya meniup api kompor.




Mereka tertawa keras karena apinya memang tak mau mati. Lain dengan Min Suk, dia semakin merasa bersalah dan tak enak hati.


***

Soo Young menemui Min Suk untuk meminta maaf. Min Suk khawatir seharusnya sekalipun Soo Young tak datang, dia mengabari terlebih dahulu. Ini membuatnya sangat khawatir, memangnya ada apa? Soo Young menuturkan bahwa ibunya datang ke Seoul.

“Ada masalah apa?”

Soo Young terdiam. Dia menutupi masalah uang yang tengah membuat pikirannya kacau. Dia memilih memendam masalahnya untuk dirinya sendiri.



“Kau tahu, Ini bukan hanya tentang janji antara kau dan aku. Tapi, ayah sudah menunggumu lama sekali. Dia sudah persiapkan makanan yang kau suka, Jung Soo Young. Kau bilang kau akan membelinya. Kue... astaga...”

Soo Young sekali lagi minta maaf, semua ini memang salahnya dan ia akan menghubungi Ayah.

“Katakan saja padaku, kenapa kau tidak meneleponku. Apa butuh waktu yang lama, untuk meneleponku? 1 atau 2 menit kan sudah cukup!”


Soo Young mencoba menjelaskan dengan halus tapi Min Suk masih tak mau menerima permintaan maafnya. “Banyak orang bisa saja seperti itu. Aku sudah mengakuinya. Sudah kubilang ini semua salahku. Sudah kubilang, aku minta maaf.”

Min Suk berdecak, merasa dirinya benar tapi malah dimarahi. Dia merasa tak di hormati karena dia masih SMA. Dia begitu kesal karena kecanggungannya pada Ayah tadi. Dengan nada menyindir, dia menyuruh Soo Young untuk pulang saja untuk istirahat, besokkan dia harus bekerja.

Min Suk meninggalkan Soo Young yang terpaku.



***Bersambung ke King of High School Life Conduct Episode 17***

Bersyukur sudah bisa tutup buku untuk HoHSLC karena untuk episode spesial aku tak menemukan videonya. Maka dari itu aku menulis sampai sini saja, untuk episode selanjutnya bisa kalian nantikan di blog Kisah Romance. Aku sendiri merasa tak enak hati karena terus menunda – nunda dan akhirnya telat gini. Tapi aku harap ga ada yang kapok sama lelet – nya aku. :D

Thank You very khamsa udah mampir ke gubuk kecilku. *Big Bow.


4 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 16 – 3"

  1. Aah, padahal aku berhara Jin Woo jadiannya sama Yoo Ah :b
    Kasian kan cowok cool kalau gak dapat pacar :D

    ReplyDelete
  2. Nasib jin woo sama kyk kim woo bin ngebayang dech blm ditaksir ma cintany haaddeeuuuuhh. . .kurang ap yaa jin woo nya_??

    ReplyDelete
  3. Suka dengan sinopsis ini, thank you very khamsa

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^