Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 16 – 1



Min Suk dan keluarganya masih berada di rumah duka kakeknya. Soo Young menyuruh Min Suk untuk minum dulu kemudian ia menunjukkan bola hoki yang didapatnya dari Kakek. Meskipun dia mendapatkannya dari Kakek tapi ia merasa Min Suk lebih membutuhkan benda itu.

Min Suk tersenyum mengenang Kakeknya yang telah ia larang bermain benda itu. Tapi karena Kakek memberikan Bola Hoki itu pada Unni Cantik maka dia menyuruh Soo Young untuk menyimpannya. Sedangkan kalau dia sudah menyimpannya dalam hati.




Tak disangka, Anggota Tim Retail mengunjungi tempat pemakaman kakek Min Suk. Asisten Manager Park ngedumel karena Min Suk sudah membohongi mereka tapi dengan segera Sang Hee mengingatkan kalau mereka kesana itu untuk berbelasungkawa. Mereka menyuruh Min Suk agar tetap mengurus dirinya. dengan canggung mereka bicara informal pada Min Suk.

Dae Han bahkan memanggil Min Suk dengan sebutan bodoh dan mengajaknya untuk makan bersama.


Yang paling kehilangan Min Suk tentu saja adalah Ketua Tim Kim yang setiap hari memarahinya. dia menangis sedih ikut berduka ditambah melihat wajah Min Suk yang tampak lebih tirus. Ketua Tim Kim menangis memeluk Min Suk, Min Suk menenangkan. mereka bis bicara lagi nanti.


Min Suk pun memberikan hormat pada semua tamu yang hadir dan mereka lalu memberikan penghormatan terakhir pada kakek.


Diluar gedung, Ayah menemui Hyung Suk. dia menyuruh Hyung Suk agar jangan merasa bersalah akan kematian kakek. Bukan salah Hyung Suk karena mungkin kakek yang lama menunggu Hyung Suk telah merasa senang melihatnya kembali, maka dia pergi sekarang. Dan Ayah juga telah mengetahui rencana balas dendam Hyung Suk, dia menyuruh Hyung Suk untuk membatalkan niatannya itu.



Sepulangnya dari rumah duka, Hyung Suk tampak diselimuti kesedihan. Dia berniat membuka jas yang ia kenakan dan ia menemukan sesuatu dalam kantong jas miliknya.

Kenangan saat kakek memberikan coklat itu membuat Hyung Suk begitu sedih, saat itulah dimana kenangan terakhirnya bersama sang kakek.


King of High School Life Conduct Episode 16




Pagi – pagi sekali, Ayah sudah bergegas menuju ke laundry – nya karena kalau di rumah hanya membuat Ayah teringat akan Kakek. sedangkan Min Suk yang tak memiliki tujuan pun terpaksa duduk di rumah.

Benar saja kata Ayah, setiap Min Suk menatap ke seluruh sudut ruangan rumah tampaklah bayang – bayang kakek. Kenangan bersama kakek tergambar jelas dalam pikiran Min Suk. Apalagi dengan tingkah kekanakan yang pasti tak akan pernah terlupakan.



Min Suk mencoba mengalihkan fokusnya dengan menendangi samsak yang tergantung di pohon tapi percuma, bayangan Kakek masih tergambar dengan jelas. Min Suk kemudian berniat memberdirikan tempat duduk yang ada di depan rumah, rupanya itu adalah peti harta karun kakeknya. Terdapat banyak sekali snack yang disembunyikan Kakek disana.

Kesedihan Min Suk semakin menjadi, tak tahan lagi hingga dia menangis sedih. Dalam tangisnya ia berjanji akan menghabiskan seluruh snack milik kakek.



Para Direktur di Comfo mulai kelabakan dengan situasi diujung tanduk yang tengah perusahaan alami. mereka dalam posisi dilema, Pemegang saham terbesar adalah Pavo. Masa depan para eksekutif perusahaan kita tidak bisa aman lagi. Jadi, tidak ada cara untuk laporkan semua ini sebagai penipuan bisnis?

Jin Woo yakin kalau hal tersebut akan sulit untuk dilakukan mengingat mereka – lah yang tertarik dengan kontraknya.

Ditengah kekisruhan tersebut, seorang staff masuk ruangan untuk memberikan dokumen pengembalian dana oleh pavo. Pavo telah menandatangani kontrak penolakan dana dan artinya perusahaan mereka tak akan kehilangan uang investasi. Direktur Han dan Direktur Nam yang biasanya tak akur pun bisa ber- high five ria.
Jin Woo mengecek dokumen tersebut, dia tampak sedikit tersenyum mendapatkannya.



Anggota Tim Ritail juga merasakan kesedihan karena perusahaan mereka tengah dalam kondisi di ambang kebangkrutan. Namun segera berubah suasana menjadi gembira ketika Ketua Tim Kim masuk dengan bersorak, dia memberitahukan kalau Pavo telah mengembalikan dana mereka dan Pavo Asia akan memulai dari titik awal lagi.

Seluruh karyawan bersorak girang, mereka masih bisa mengais rezeki dari perusahaan tersebut. :D



Min Suk ikut senang menerima laporan bahwa Pavo Asia telah mengembalikan semua dananya. Dan kontrak telah dibatalkan.

Min Suk mencoba menghubungi Hyung Suk tapi panggilan belum bisa tersambung. Dia pun membuka email – nya menerima pesan dari Hyung Suk. Setelah membaca email tersebut membuat – nya tersentak. Min Suk bergegas mencari taksi.

Min Suk. Maafkan aku. Kupikir balas dendam adalah cara terbaik, Demi mendiang ayah kita. Maaf telah membebanimu selama ini. Tapi, Kau sudah sangat hebat padahal masih muda. Dengan caramu sendiri itu, Jangan sakiti orang lain atau terluka karena orang lain. Hyung sangat bangga padamu. Seperti yang kau katakan, Tidak ada yang akan berubah jika aku melakukan itu. Pasti semuanya Jauh lebih baik Jika aku dulu tetap berada disamping Ayah, Kakek, dan dirimu sejak dulu. Menyesal pasti selalu datang terlambat. Aku bodoh sekali. Terima kasih.



Min Suk menuju ke bandara dan tepat ketika ia sampai disana, Hyung Suk sudah berada diambang pintu keberangkatan. Dia pun dengan kerennya melambaikan tangan pada Min Suk.

“Dia jahat sekali. Dia jahat bahkan sampai akhir begini. Memangnya dia akan sakit, jika 1 kali saja kau mendengarkanku?” kesalnya. Namun pada akhirnya denga malu – malu, Min Suk melambaikan tangan untuk Hyung Suk.

‘Aku akan menghubungimu. Aku mencintaimu, dongsaeng-ku.’ Penutup email Hyung Suk.



Presdir Yoo masih tergolek lemah di ranjang rumah sakit. Dia merasa kalau dirinya sekarang merasa terbebani dan ingan berhenti dari perusahaan. Dia akan menyewa ahli managemen saja. Presdir Yoo meminta agar Jin Woo tetap disana mengembangkan Comfo.

Jin Woo tak mau, meskipun dia tak bisa membuat tersenyum ayahnya tapi dia masih ingin berada disamping Ayah. Presdir Yoo meneteskan air mata mendengar penuturan tulus Jin Woo. Dia meminta maaf sudah berbuat begitu kurang ajar pada Jin Woo.

Jin Woo meminta Ayah untuk menemui ibunya yang telah sangat menderita. Presdir Yoo berjanji akan menemuinya tapi sangat sulit ketika ia harus bertemu. Dia mohon agar Jin Woo mau membantu.




Jin Woo menemui Min Suk untuk memberikan saham yang dimiliki oleh Ayah Min Suk. Mungkin memang tak seberapa tapi dia harap Min Suk bisa menerimanya. Min Suk menolak karena itu bukan miliknya, itu milik Ayah. Dia menyuruh Jin Woo menggunakan saja untuk sesuatu yang baik.

“Kau terus saja bersikap dingin sampai akhir. Menggertak seperti anak SMA.”

“Aku minta maaf karena aku membuat masalah. Kita beda 12 tahun, dan Aku malah bicara kasar dan bahkan menyinggungmu. Aku sering sekali Kehilangan kesabaranku.” Min Suk menyodorkan tangannya untuk bersalaman. “Jadi, ayo kita berdamai. Aku akan memanggilmu.. Hyung mulai sekarang. Aku tidak tahu apakah ini akan mudah, tapi Jin Woo hyung, tolong baiklah padaku.”

Jin Woo menjabat tangan Min Suk meskipun sepertinya Min Suk bukan dongsaeng yang mendengarkannya. “Thank you very Khamsa.Min Suka menggunakan kalimat ini kalau berterimakasih dan Jin Woo menirukannya.


Jin Woo melajukan mobilnya dan belum berapa lama meninggalkan Min Suk, ponsel Min Suk telah berdering. Jin Woo meminta izin untuk meminjam pacarnya sehari.

Hahaha. Min Suk yang sudah mencoba menghormati Jin Woo pun akhirnya mengumpatinya juga. Dasar bajingan sialan!!!



Jin Woo mengatakan niatannya untuk meninggalkan Comfo, Soo Young tampak sedih. Ketika Jin Woo bertanya apakah Soo Young sedih karena dia harus pergi? Dengan jujur Soo Young mengangguk.

“Syukurlah. Aku akan sedih jika kau tidak sedih tentang hal itu.”

“Aku sedih, tentu saja. Kau tahu kan berapa lama ku merasa semangat kerja karenamu Direktur. Jika bukan karenamu, Aku pasti akan sangat kesusahan bekerja di kantor.”

Jin Woo mengajak Soo Young berpelukan sebagai salam perpisahan. Soo Young pun melakukannya dan sekejap ia segera melepaskan pelukan itu namun Jin Woo menahan Soo Young. Dia berkata kalau dirinya dulu sangat sulit tersenyum namun setelah ada Soo Young, dia jadi lebih mudah tersenyum.



Jin Woo melepas pelukannya, dia menyuruh Soo Young jangan mengatakan ini pada Min Suk karena sekarang ia mulau takut dengan kemarahan anak SMA. Soo Young pun tahu, Min Suk memang pemarah.

Ketika mau pulang pun keduanya saling tunjuk lebih dulu, Jin Woo menyuruh Soo Young untuk duluan saja. dia ingin memastikan Soo Young pulang dan akhirnya Soo Young pun pergi duluan.

“Direktur, semangatlah.”



Min Suk dan Soo Young berlatih untuk memulihkan kondisi lengan Min Suk tapi Min Suk malah bermain – main dan curi – curi kesempatan untuk memeluk Soo Young.

Dan Min Suk berlatih memulihkan ototnya setiap saat ketika ada waktu.


“Robek oto ligamen, Ternyata bisa disembuhkan lebih cepat dari yang kukira. Karena latihan rehabilitasi Otot-otot sekitar ligamennya hampir normal. Jika kau berlatih lagi, Kau akan bisa jadi atlet lagi. Tapi kau jangan.. Memakai bahumu terlalu berlebihan dulu.” Analisa Dokter setelah melihat hasil scan lengan Min Suk.

Min Suk dan Soo Young pun bersorak dalam diam. Benar – benar tak sia – sia usaha mereka.



Final untuk pertandingan hoki antar sekolah, setelah berhasil membujuk ayah – nya. Min Suk ikut dalam pertandingan. Disaksikan oleh Soo Young, Yoo Ah dan para anggota Tim Retail lain yang menyempatkan diri untuk melihat pertandingan Min Suk.


Tapi dirumah, Ayah merasakan sesuatu yang aneh karena mesin pencuci di loundry – nya ngadat. Entah apa penyebabnya.
*** Bersambung ke King of High School Life Conduct Episode 16 – 2***


2 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 16 – 1 "

  1. Wow.. Skian lama aq g baca sinopnya ...makin keren :-D
    kamsha....

    ReplyDelete
  2. Wow.. Skian lama aq g baca sinopnya ...makin keren :-D
    kamsha....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^