Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 14 – 1





Kilas balik menuju saat dimana Jin Woo melihat Min Suk tengah mengenakan seragam SMA, dia sudah mengetahui hal tersebut sudah cukup lama. bahkan ketika Min Suk bersama rombongan pemain hoki pergi untuk kamp, Jin Woo ada disana memperhatikan Min Suk yang tengah bercanda dengan Duk Hwan dan Tae Suk.



Dari dulu Jin Woo sudah menyadari adanya kejanggalan pada Min Suk, dan sekarang ternyata memang tebukti. Direktur Lee Hyung Suk? Oh, Siswa Lee Min Suk? Min Suk mencoba memberikan penjelasan namun Jin Woo tak mau. Min Suk bukanlah Lee Hyung Suk, dia hanya seorang murid SMA berusia 18 tahun. Kenapa dia harus mendengarkan penjelasan Min Suk?

Jin Woo menahan pintu lift yang hampir tertutup. “Ini jauh melampaui imajinasiku. Kenapa kau berpura-pura menjadi hyungmu? Memangnya apa yang Lee Hyung Suk sungguhan sedang lakukan?”

“Aku tidak tahu. Entah kau percaya ini atau tidak...”

“Aku juga tidak peduli alasannya. Pokoknya, Skema penipuanmu di Comfo akan berakhir.” Potong Jin Woo.


Min Suk mengejar Jin Woo yang bergegas keluar dari gedung Comfo, dia mencoba memberikan penjelasan lagi namun Jin Woo sama sekali tak menggubris dan meninggalkan Min Suk.


King of High School Life Conduct Episode 14


Empat sekawan melakukan pertemuan dadakan, mereka terkejut mendengar berita kalau Jin Woo telah mengetahui segalanya.

“Air sudah tumpah. Bus sudah pergi. Semua telah terbongkar. Berakhir. Game over. Yoo Jin Woo sudah tahu Lee Min Suk adalah anak SMA. Berakhir.” Ucap Min Suk seraya mengibaskan tangannya didepan leher.

Yang paling panik adalah Direktur Han dan Ketua Tim Kim, mereka kelabakan bak ikan tanpa air.


Mereka kembali berdiskusi, Ketua Tim Kim menyuruh semuanya untuk fokus. Skenario terburuk adalah ketika Jin Woo mengatakan segala hal pada Presdir Yoo, oleh karena itu mereka harus mengantisipasinya.

Semua terdiam menanti solusi apa yang Ketua Tim Kim berikan. Ketua Tim Kim tergagap, “Kita Harus menulis surat pengunduran diri kita.”

Semua jelas langsung kesal, kalau solusinya hanya itu, kenapa mereka harus berkumpul malam – malam begini. Direktur Han mengatai kepala Ketua Tim Kim hanyalah sebagai aksesoris saja. hahaha. Ketua Tim Kim kesal hingga mengangkat kursinya, kalau memang buruk. Apa yang bisa Direktur Han sarankan?






Direktur Han memijit tengkuknya yang tegang, mungkin tekanan darahnya naik lagi karena masalah ini. Ketua Tim Kim yang tengah menyetir mobil merasa ada sesuatu yang aneh antara Soo Young dan Min Suk. Kalau seandainya Soo Young tahu kalau Min Suk anak SMA, tapi kenapa tak melaporkannya? Kenapa?

Direktur Han menyuruh Ketua Tim Kim lebih jelas dalam berkata. Kalau Soo Young tahu Min Suk anak SMA, maka mereka malah tak akan berkencan. Ketua Tim Kim setuju. Namun tiba – tiba mata keduanya terbelalak melihat Min Suk dan Soo Young bergandengan tangan, keduanya langsung tahu kalau mereka berkencan.

Mereka menatap ke gedung yang Min Suk dan Soo Young tuju, tambah terkejut karena gedung itu adalah motel.



Rupanya Min Suk dan Soo Young hanya melewati gedung tersebut, nyatanya mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah. Min Suk menyesali apa yang telah ia lakukan, seadainya dia tahu kalau kejadiannya seperti ini maka dia tak akan mau membantu kakaknya.

“Oh ya, memangnya di mana Hyungnim-mu? Apa dia akan datang?”

Min Suk juga tak yakin dan tak tahu kapan tepatnya tapi kemarin Hyung Suk sudah mengiriminya e – mail yang menyuruh Min Suk sabar, sebentar lagi dia akan kembali. “Tapi... Aku merasa... Sangat aman karena ada kau di sampingku.” Gombal Min Suk sambil menggenggam tangan Soo Young erat.

“Pacar SMA-ku, Harus melalui semua ini di usia muda. Jangan khawatir tentang hal itu. Noona ada di sebelahmu.”

Min Suk meletakkan kepalanya di pundak Soo Young sambil berucap manja, “Noona.”

Soo Young ikut larut namun segera tersadar dan menjauhkan tubuhnya. Mereka belum boleh ada skinship. Soo Young pun berjalan mendahului Min Suk.

“Noona. Tunggu aku. Noooo – Naa.” Panggil Min Suk manja. Oommoo ^_^
***



Min Suk berlari riang, dia berangkat ke kantor seperti biasa. Namun segera menghentikan langkahnya ketika melihat Jin Woo dan Presdir Yoo tengah menunggu lift. Min Suk menyiapkan mentalnya, dia berjalan mendekat kearah mereka lalu menyapa Presdir Yoo.

“Pagi ini saja sudah panas. Pasti seharian nanti akan panas sekali.” Presdir Yoo basa – basi. Soo Young yang hampir terlambat berlari ke arah mereka. Dia langsung memberi hormat, dari ekor matanya. Jin Woo tampak memperhatikan Min Suk dan Soo Young.




Ketua Tim Kim dan Direktur Han merangsak masuk menuju lift yang hampir tertutup, namun seketika mereka terkejut setengah mati saat melihat Jin Woo, Min Suk dan Presdir Yoo ada disana.

“Kalian baru saja melihat malaikat maut ya? Kenapa kalian takut begitu?”

“Oh, tidak, Presdir. Kami cuma senang bertemu denganmu.”

Diam. Jin Woo membuka pembicaraan dengan membahas mengenai wajah Min Suk yang tampak sangat muda.

“Dia punya badan yang sempurna, Dan muka yang baby face.” Bela Presdir Yoo. Min Suk dkk hanya bisa tersenyum kecut menerima sindiran Jin Woo. Min Suk berkata kalau dia begitu berterimakasih pada orang tuanya karena menganugrahkan wajah baby face yang tampan rupawan itu.

“Menjadi muda pasti menyenangkan.” Lanjut Jin Woo.

“Dia selalu penuh energi dalam segala hal. Kau cuma 2 tahun lebih tua darinya, Dia begini bukan karena usianya, tapi kepribadiannya. Kau harus pelajari sikapnya.” Belanya lagi. Presdir Yoo kemudian permisi untuk pergi duluan, dia akan menemui Direktur Nam. Jin Woo pun ikut bersama ayahnya.

Selepas kepergian mereka, lutut Ketua Tim Kim dan Direktur Han sudah tak keruan lemasnya. Mereka terduduk tak berdaya. Sedangkan Min Suk masih menampakkan wajah sengit penuh kekesalan, dengan marah dia pergi meninggalkan mereka. Soo Young yang khawatir pun akhirnya mengikuti Min Suk.




Min Suk menemui Jin Woo dengan kemarahan yang sudah membuncah, dia kesal kalau memang Jin Woo mau mengungkapkannya ya ungkapkan saja. apa Jin Woo kira dirinya bisa dikendalikan?

“Kau bicara terlalu kasar pada orang dewasa. Kau tidak belajar sopan santun di sekolahmu?” tanya Jin Woo membuat Min Suk tak bisa berkutik. “Baiklah. Kau tak sebodoh itu, Aku akan bermain denganmu. Tapi aku punya kartu yang bagus. Tidak menyenangkan jika langsung ku ungkapkan. Aku memikirkan cara mengungkapkannya agar dramatis. Jadi, kembalilah dan duduk manis. Jangan buat aku marah.”

Min Suk mengumpati Jin Woo. Dasar Bajingan!!

Jin Woo menyuruh Min Suk untuk berhenti, dia akan pergi sekarang.


“Kau mau tetap di sini?” tanyanya pada Min Suk yang marah. “Jika kau ingin pura-pura jadi diriku juga, maka silahkan saja. Kau kan hobi bermain jadi Direktur. Kau terlihat sangat imut sekarang jika kuperhatikan. Mainlah game di komputerku.”

Yap. Jin Woo sukses memainkan Min Suk, dia tahu kelemahan remaja. Amarahnya sangat mudah di pancing, dengan hanya sindiran – sindiran saja sudah membuat Min Suk kalang kabur.




Jin Woo tersenyum kecil meninggalkan Min Suk, namun dilorong. Soo Young mengejarnya, dia meminta Jin Woo agar jangan mengadukan Min Suk pada Presdir Yoo.

Keduanya pun bicara, Jin Woo terkejut saat mengetahui kalau Soo Young sudah tahu perihal Min Suk yang masih anak SMA. Tapi bagaimana bisa dia tetap menyukainya? Apa kau gila?

Soo Young juga tahu itu. Dia mengetahui rahasia itu setelah mereka berkencan, saat dirinya tahu dia sudah terlanjur menyukai Min Suk. Sekali lagi Soo Young memohon dan semuanya akan kembali sebagaimana mestinya setelah waktunya tiba.

“Memangnya ada alasanku untuk tidak membocorkannya?”

“Tidak ada.” Jawab Soo Young tertunduk.

“Jika aku mengetahui alasannya, Maka aku akan memikirkannya.”




Dalam rapat, Presdir Yoo sangat marah ketika Jin Woo memutuskan untuk tak menggarap proyek Pavo. Proyek yang dianggapnya cukup menguntungkan itu tapi dengan alasan takut rugi maka Jin Woo tak mau mengambilnya, padahal perusahaan lain sudah mulai berjalan untup proyek tersebut. Direktur Nam menengahi, meskipun kelihatannya akan menguntungkan tapi mereka harus memperhatikan dananya namun dana perusahaan kurang mencukupi.

Presdir Yoo tanya pada Min Suk yang berasal dari Jerman, mungkin ia bisa memberikan saran namun Min Suk malah sibuk memandang Jin Woo. Dia tergagap hingga Jin Woo yang mengambil alih menjelaskan.

Presdir Yoo tak mau tahu, pokoknya mereka harus mengambil alih proyek Pavo.


Jam kerja berakhir, satu persatu karyawan mulai pulang. Soo Young pun berniat pulang namun sebuah panggilan menghentikan Soo Young. Itu dari Jin Woo.

Kau harus ikut aku. Turunlah ke tempat parkir bawah tanah.” Ucapnya langsung menutup telfonnya tanpa mendengarkan jawaban Soo Young.



Min Suk keluar dari ruangannya, dia mengajak Soo Young untuk makan. Soo Young menolak dan menyuruh Min Suk untuk pulang sendiri hari ini. Min Suk mengeluh, disaat seperti ini kan seharusnya Soo Young harus selalu berada disampingnya. Kau harus selalu bersamaku di saat begini. Kau mau pergi kemana?

“Ibuku datang ke sini tanpa memberitahu lagi.”

“Benarkah? Apa aku ajak dia makan malam? Kami pernah bertemu sebelumnya.”

Soo Young berfikir kalau itu bukanlah ide yang bagus karena ibunya akan semakin curiga pada mereka. Min Suk akhirnya menyerah juga, dia akan mencari makan sendiri kali ini.

“Melindungi pacar SMA – ku memang sulit.” Desahnya ketika Min Suk telah pergi.


Namun pada kenyataanya, Ibu Soo Young tak datang. Dia pergi bersama dengan Jin Woo.



Pasangan baru kita lengket banget nih, yap. Dae Han dan Yoon Joo tengah membicarakan acara mereka hari ini. Dae Han menawarkan untuk pergi ke rumahnya saja, rumah sedang kosong. Ckckck. Sebuah mobil melintas dihadapan mereka, keduanya yang tengah asik ngobrol jadi memperhatikan mobil tersebut.

“Bukankah itu Soo Young?” tanya Yoon Joo.

“Dan bukankah itu mobil Direktur Yoo?”



Rupanya Jin Woo membawa Soo Young untuk bertemu dengan ibunya lagi, Ibu Jin Woo lah yang sengaja meminta agar Jin Woo membawa Soo Young menemuinya. Ibu Jin Woo memberikan sebuah kotak hadiah. Soo Young menolak, dia hanya memberikan kacang hitam tapi malah diberi hadiah. Ibu Jin Woo tetap menyodorkan hadiah tersebut, Soo Young melirik kearah Jin Woo. Dia memberikan kode agar Jin Woo membantunya menolak kado tersebut.

“Apa yang kau lihat? Aku setuju dengan ibuku.” Dukung Jin Woo pada ibunya.

Terpaksa Soo Young menerimanya. Ibu menatap wajah pucat Jin Woo, apa dia sakit?

“Aku baik-baik saja. Kenapa?”

“Dia mudah sekali kena demam selama musim panas. Karena saat dia masih muda, Dia selalu demam karena bronkusnya lemah.” Tutur ibu pada Soo Young. “Pria yang lemah tidak menarik.”

Jin Woo kesal dengan ibunya, ibunya sekutu atau musuhnya sih? Hehehe. Mereka pun tertawa. Ibu merasa dengan dia berkata seperti itu maka bisa menumbuhkan sikap ke ibuan Soo Young (maksudnya biar bisa merawat Jin Woo gitu,). Ibu kemudian menyuruh Jin Woo untuk mengajak Soo Young makan sebagai ganti untuk bubur kacang merah kemarin. Ini sebuah perintah! Ucap Ibu.

Jin Woo mengerti.




Jin Woo membawa Soo Young menuju ke restoran. Soo Young mencoba menjelaskan mengenai permasalahan Min Suk tapi Jin Woo menolaknya. Dia tak mau mendengar tentang Min Suk untuk sekarang.
Keduanya pun makan, namun sangat kentara sekali Soo Young sangat tak nyaman. Apalagi ketika dia terus mendapat pesan dari Min Suk yang menanyakan keberadaanya.


Jin Woo menyadari ketidaknyamanan Soo Young. Dia berkata kalau ada sesuatu jadi dia akan ke toilet. Selepas kepergian Jin Woo, Soo Young melihat makanannya dengan penuh nafsu. Dia memakan steaknya dengan lahap.

Sedangkan Jin Woo ternyata ada di luar restoran, dia tersenyum melihat Soo Young yang makan dengan lahapnya. *sweet




Sepulangnya dari restoran, sudah cukup larut hingga Soo Young sudah terkantuk – kantuk. Jin Woo yang melihat Soo Young tertidur pulas akhirnya menepikan mobilnya. Dia memandang Soo Young yang tertidur disampingnya, penuh kasih sayang.

Reflek tangan Jin Woo ingin membelai wajah Soo Young, namun segera urung. Dia memutuskan keluar dari mobilnya tapi karena lupa, dia tak membawa kunci dan mobilnya terkunci dari dalam. Jin Woo terpaksa terus berada diluar mobil menunggui Soo Young. *Sweet tooo
***




Keesokan paginya, Min Suk menemui karyawan retail lain yang tengah ngobrol. Mereka membicarakan masalah proyek Pavo yang akan mereka ambil. Sampai akhirnya Yoon Joo menuturkan kalau dia kemarin melihat Soo Young dalam mobil Direktur Yoo.

Semua terkejut tapi menganggapnya hanya kebetulan, mungkin Soo Young menumpang untuk perjalanan. Namun Min Suk yang tahu perasaan Jin Woo akhirnya memutuskan pergi, dia tampak kesal.




Do Ji bertanya bagaimana bisa Yoon Joo dan Dae Han pulang bersama? Yoon Joo beralasan kalau mereka bertemu dijalan.

Dae Han yang sedari tadi sedang bete akhirnya berdiri, dia memberanikan diri untuk berkata kalau dirinya menyukai Yoon Joo. Sontak semua pun melongo. Sang Hee bertanya berapa luas tanah Dae Han hingga Yoon Joo mau?

Do Ji juga heran, apa yang membuat Yoon Joo menyukai Dae Han?

“Dia pencium yang baik.” Oomooo, jawab Yoon Joo dengan malu – malu.

*** Bersambung ke King of High School Life Conduct Episode 14 – 2***

Lama – lama Jin Woo semakin sweet aja, kalau dibanding Min Suk. Aku rasa Jin Woo lebih bisa membuat Soo Young bahagia. Akhirnya drama ini bisa ku kejar.. hehe. Kalau dilihat dari preview eps 15 nanti, Hyung Suk sudah kembali. sikapnya agak dingin, dengan kacamata dan dia pinter... Cant Wait ^_^

6 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 14 – 1 "

  1. second-lead charm emg slalu bikin kita tersihir. tapi mnrt g ya lbh cocok soo young sm min seok. karena mereka cute couple bgt, sk brantem'' kecil soo young bs jd diri sendiri n nyaman, min seok ga kalah sweet kog pas awal mau deketin soo young, cm skrg uda jadian aja jadi berkurang sweetnya. sdgkn si jinwoo lg usaha pdkt, kan masa" pdkt emg lbh sweet dibanding pas uda jadian. tp ya mgkn krn jinwoo org dewasa jd lbh bs treat sooyoung lbh sweet, dibanding minseok yg msh bau kencur. tp klo liat kebelakang lg si minseok gentle bgt bs perjuangin cintany wlwpun msh bocah istilahnya. kl diinget lg kelakuan jinwoo yg manfaatin sooyoung, pasti bakal ngerasa kl sooyoung lbh pantes buat minseok. jinwoo sk sm sooyoung br pas dy ngrasa kehilangan sosok yg tulus sm dia, kl minseok kn dr awal emg ngrasain sooyoung unik n tulus jadi dy lbh cocok sm sooyoung.

    ReplyDelete
  2. Semangat puji, dilanjut sinopsisnya :)

    ReplyDelete
  3. Wah, beneran ketahuan ya sama Jinwoo. Tapi, Jinwoo punya hati nurani juga kayaknya belum bocorin rahasia Minsuk sama Presdir Yoo. Penasaran sama part 2 dan episode 15-nya. Daebak mbak Puji! ^^

    ReplyDelete
  4. hmm mana part 2 nya .. di sana udah mulai yg ke 15 nya hmmditunggu ya

    ReplyDelete
  5. lebih suka jin wooo leung dewasa hihihi skrg nunggu ep 17

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^