Sinopsis High School: Love On Episode 7 – 1

Sinopsis High School: Love On Episode 7 – 1
Seul Bi berdandan dengan rapi untuk berangkat sekolah. Dia tampak sangat bahagia kali ini, bahkan mengucapkan salam pada dua boneka kesayangannya.


High School: Love On Episode 7
Doubts? When you want to believe otherwise!

Ki Soo bergabung bersama Seul Bi dan Woo Hyun ketika berangkat sekolah, dia mengajak keduanya untuk bermain basket sebelum makan siang. Seul Bi setuju, bagi pecundang harus membayarkannya makan pula. Woo Hyun mengingatkan Ki Soo kalau Seul Bi itu makannya banyak.

Seul Bi menyapa Sung Yeol yang tengah berjalan sendirian menuju sekolah, dia menawarkan pada Sung Yeol untuk ikut bermain basket. Dia yang akan menjadi wasitnya. Sung Yeol agaknya tak mau untuk ikut dalam pertandingan.

“Pilihan yang bagus. Kau tak mau bermain karena kau pasti takut kalah. Pintar!” Sela Woo Hyun.

“Sampai jumpa di tempat makan siang.” Ucap Sung Yeol mengubah keputusannya karena ucapan Woo Hyun. Sung Yeol pun pergi meninggalkan mereka.

“Jika benar Seorang pria berkelahi agar bisa tumbuh, seharusnya kau sudah tinggi sekarang.” Sindir Seul Bi pada Woo Hyun yang selalu mengajak berantem Sung Yeol. Dia pun berlari meninggalkan Woo Hyun untuk mengejar Sung Yeol.


Jae Suk tersenyum sinis menerima tawaran dari Young Eun, dia mengira kalau Ye Na menyukai Shin Woo Hyun tapi kenapa dia ingin melakukannya?

“Itulah kenapa aku melakukannya. Kau seharusnya tahu karena kau juga menyukai Da Yeol kan?”

Jae Suk bertanya apakah Ye Na siap kalau Woo Hyun akan menerima masalah nantinya. Ye Na tak mempermasalahkannya asal Jae Suk tak menyentuh Woo Hyun.

“Kedengarannya menyenangkan.” Ucap Jae Suk.


Di Kelas, Ye Na ribut mencari ponselnya yang sudah tak ada di dalam loker. Young Eun dengan suara lantang mengatakan kalau Ye Na kehilangan ponselnya. Da Yeol pun menghampiri untuk menanyai apa yang terjadi? Ye Na mengaku kalau ia kehilangan ponsel miliknya yang senilai 200.000 won.

“Bukankah kau semalam melihat Seul Bi?” tanya Young Eun memancing.

“Aku yakin masih ada ketika aku melihat Seul Bi datang. Aku kehilangan setelahnya.” Jelas Ye Na sedih.

Young Eun bersikap seolah mencurigai Seul Bi lalu memanggilnya.


Ye Na bertanya apakah Seul Bi melihat ponselnya semalam? Seul Bi menjawab kalau ia tak melihatnya tapi sekarang se – isi kelas memandang Seul Bi curiga. Pasti mereka telah terpancing dengan ucapan Young Eun dan Ye Na.

“Apa kau kehilangan ponsel?” tanya Seul Bi tak tahu apa – apa.

“Jangan pikirkan. Tak usah mengkhawatirkannya.” Ucap Ye Na dengan sinis.

Young Eun kembali berkata dengan lantang kalau di kelas mereka ada pencuri.



Chun Sik yang habis dari kamar kecil di hadang oleh Jae Suk dkk, sudah seperti biasa sampai – sampai Chun Sik hafal dan segera memberikan uang yang ia miliki. Jae Suk dkk belum bisa menerima uang Chun Sik yang hanya sedikit.

“Itu semua milikku.” Ucapnya. Jae Suk meminta ponsel Chun Sik. Dengan berat hati, Chun Sik memberikan ponselnya. Oleh Tae Wook, dia membuka ponsel tersebut dan meletakkan uang di tempat baterai ponsel.



Taruh ini di tas Seul Bi tanpa ketahuan oleh seorang pun.” Perintah Jae Suk.

Ketika Jam istirahat, Chun Sik pun masuk ke kelas yang sangat sepi. Ia memasukkan ponsel miliknya dalam ransel Seul Bi. Dia meyakinkan diri kalau dia tak bersalah. Toh Seul Bi hanya membuat hidupnya jadi semakin sulit.


****
Pertandingan basket pun di mulai, Woo Hyun berhasil memimpin dengan bola di tangannya. Sampai akhirnya Sung Yeol berhasil merebut bola yang ada ditangan Woo Hyun. Woo Hyun reflek mengejar Sung Yeol dan menggelitikinya, dia mengancam akan terus menggelitiki Sung Yeol kalau dia tak mengembalikan bolanya. Sung Yeol tak mau memberikannya begitu saja.

PRITTT!! Suara peluit Seul Bi menghentikan keduanya. Mereka bingung dengan kesalahan apa yang telah mereka buat?

“Sangat mengerikan.” Jawab Seul Bi memberika alasan. Hahaha. Takut mereka gay kali yah ^_^



****
Pak Yoon masuk dalam kesal, ia begitu bahagia mencium bau keringat anak muda. Itu baru namanya anak muda dan hari ini pun mereka akan belajar sendiri – sendiri.

Sontak se – isi kelas pun bersorak riang.


Teman Jae Suk mengingatkan bahwa Pak Guru sudah ada disana. Chun Sik yang duduk dipojokan tampak ragu.

“Pak, aku kehilangan ponselku.” Lapor Chun Sik pada Pak Yoon. Pak Yoon bertanya apakah dia benar – benar membawanya ke sekolah. Chun Sik sangat yakin karena saat sebelum makan siang masih ada. Di dalam ponsel itu juga ada uang – nya.

Pak Yoon tampak geram mendengar laporan Chun Sik. Dia menyuruh se – isi kelas untuk membuka ranselnya, dia akan melakukan pengecekan.


Suk Hoon menolak penggeledahan yang dilakukan Pak Yoon karena mereka mempunyai hak pribadi. Young Eun menimpali kalau mereka tetap harus menemukan pencurinya.

Seul Bi juga mengecek setiap saku di tas, dia menemukan ponsel ada di ranselnya. Seul Bi bingung karena ada ponsel asing dalam ransenya. Teman Jae Suk dengan lantang berkata kalau itu adalah ponsel milik Chun Sik.

Seluruh siswa pun berbalik menatap Seul Bi.



Seul Bi menyerahkan ponselnya pada Pak Yoon, Pak Yoon memberikan ponsel tersebut pada Chun Sik untuk mengeceknya. Dan saat ia membuka penutup baterai terdapat selembar uang didalamnya, memang benar kalau itu ponsel Chun Sik.


Seul Bi kebingungan karena ia memang tak melakukannya. Sung Yeol membela Seul Bi dengan berkata kalau Seul Bi bersama mereka saat makan siang. Woo Hyun pun membenarkan ucapan Sung Yeol.

Namun Ye Na dengan segera mengangkat tangan, dia melaporkan bahwa ia telah kehilangan ponsel juga.

“Itu hilang ketika kami melihat Seul Bi semalam.” Ucap Young Eun.

“Didalamnya ada uang 200.000.” timpal Da Yeol.

Sekali lagi, Pak Yoon meminta Seul Bi untuk membuka ransel miliknya.


Seul Bi semakin panik setelah menemukan ponsel lagi di dalam tempat pensil. Pak Yoon menyuruh yang lain untuk tenang lalu memberikan ponsel milik Ye Na. Namun saat Ye Na membuka penutup baterai, disana sudah tak ada uang – nya lagi.

Seul Bi mencoba meyakinkan kalau bukan dia pelakunya tapi tetap saja, bukti telah berbicara dan membuatnya terpojok. Pak Yoon pun menyuruh Seul Bi untuk ke kantor.


Di kantor, Pak Kim menyuruh Seul Bi untuk jujur saja. sebuah kesalahan belum tentu kriminal. Tapi Seul Bi tetaplah pada pendiriannya kalau dia memang tak bersalah. Seul Bi menatap Ye Na dan Chun Sik namun keduanya dengan segera memalingkan wajah demi menghindari tatapan Seul Bi.

“Ini bukan sebuah bahan candaan ketika kita mengambil barang kepunyaan orang lain. ini kejahatan.” Jelas Pak Kim mencoba tetap adil. Pak Yoon dengan menyebalkan menyuruh Pak Kim tak usah lagi bertanya, toh sudah ada buktinya. Kau mau pergi ke kantor polisi?

Seul Bi masih tetep kekeuh. Ye Na dengan so’ baik merelakan apa yang terjadi, semua ini juga kesalahannya yang tak hati – hati. Chun Sik pun juga tak masalah karena uang dan ponselnya sudah kembali.
Pak Yoon setuju dan ia akan menutupi semua kalau memang Ye Na dan Chun Sik sudah setuju.




Pak Kim tak bisa menerima keputusan ini begitu saja, tak adil karena hanya keputusan sepihak. Pak Yoon merasa kalau ini keputusan yang terbaik, dia sudah membuat persoalan yang rumit jadi sederhana.

Pak Kim dengan hati – hati berkata pada Seul bi, kalau memang Seul Bi tak bisa meminta maaf sekarang. Maka mereka akan menunggu Seul Bi sampai ia siap melakukannya.

Seul Bi tetap mengaku kalau dia tak bersalah. Pak Kim dengan terpaksa menyuruh Seul Bi untuk melakukan pelayanan di Sekolah untuk dia merefleksikan kesalahannya.


Di kelas pun suasanan jadi ribuk karena kasus Seul Bi. Ki Soo bahkan tak percaya Seul Bi bisa mencuri barang seorang. Woo Hyun menyuruh Ki Soo untuk diam saja.

Da Yeol bergosip dengan Young Eun karena ekspresi Seul Bi yang seolah tak tahu apa – apa.

“Diam semuanya!” ucap Sung Yeol yang terganggu dengan suasana ribut di kelas.

Pak Kim masih percaya dengan Seul Bi, dia berkata kalau dia akan menunggu Seul Bi.

Seul Bi menahan tangan Ye Na yang akan pergi, dia heran kenapa Ye Na membuat sebuah kebohongan tentang dirinya semalam. Ye Na celingukan takut ada orang lain, dia melepas tangan Seul Bi dari lengannya. Alasan utamanya jelas karena ia tak menyukai Seul Bi.

“Apa aku melakukan kesalahan?”

“Pikir apa yang telah kau rampas dariku. Kahadiranmu adalah sebuah kesalahan. Berhenti bersikap seperti melaikat. Itu sungguh mengganggu.” Marah Ye Na.


Woo Hyun membawa Seul Bi untuk bicara. Seul Bi menebak kalau Woo Hyun juga tak mempercayainya. Woo Hyun hanya ingin mengetahui kebenarannya, kenapa ponsel – ponsel itu ada dalam ransel Seul Bi?

Seul Bi tak tahu bagaimana Ponsel Chun Sik ada di ranselnya tapi kalau Ye Na, mungkin dia menaruhnya sendiri.

“Lalu, kenapa kau tak mengatakan kalau kau melihat Ye Na semalam?”


Seul Bi hanya diminta oleh Ye Na untuk menjaga rahasia. Woo Hyun menyuruh Seul Bi mengatakan kebenaran agar ia bisa membantu Seul Bi. Seul Bi jelas tak bisa menjelaskannya karena memang ia tak tahu apa – apa. Woo Hyun semakin khawatir karena ada bukti nyata yang menyudutkan Seul Bi.

Seul Bi memilih meninggalkan Woo Hyun, Woo Hyun pun menahan tangan Seul Bi. Tapi Seul Bi sudah kepalang kesal dengan sikap Woo Hyun yang tampaknya juga tak mempercayainya.

****
Dokter memperingatkan pada Nenek Gong untuk segera kembali karena dia masih akan kesulitan ketika bernafas. Dengan canda, Nenek Gong berkata kalau dia mungkin malah tak bisa bernafas kalau tak melihat cucunya. Dia harus melihat cucunya agar tetap hidup.

Nenek Gong kembali membenahi pakaiannya.


****
Chun Sik sepertinya mulai ragu dengan apa yang ia lakukan, namun Jae Suk dkk menghadang Chun Sik yang ingin melapor pada guru. Dia mulai ketakutan kalau sampai Seul Bi terus bertanya padanya. Dia kan hanya melakukan apa yang telah Jae Suk perintahkan padanya.

Jae Suk kesal dengan mental kerupuk Chun Sik, Chun Sik pun menerima pukulan dari anak buahnya.


Woo Hyun berlari di lingkungan sekolah mencari – cari seseorang sampai akhirnya dia menemukan apa yang ia cari. Yap, Chun Sik yang sekarang tengah duduk terpekur di gudang sekolah. Woo Hyun bertanya apakah Chun Sik dipukuli Jae Suk lagi? Apa Jae Suk yang meletakkan ponselnya di ransel Seul Bi?

“Bukan.”

“Lalu itu kau? Jae Suk yang menyuruhmu melakukan ini? Katakan!!”

Chun Sik tetap tak mau mengaku, disini dia kehilangan ponsel lalu dipukuli oleh Jae Suk. Dia hanyalah seorang korban. Woo Hyun menarik kerah baju Chun Sik yang pecundang, dia terus dipukuli karena dia tak melawan dan selalu lari. Sekarang, dia mau membuat orang lain menjadi seorang korban juga?


Seul Bi datang disaat emosi Woo Hyun semakin memuncak. Seul Bi dengan yakin kalau Chun Sik tak akan melakukannya. Tapi dia meminta Chun Sik agar mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi supaya ia bisa membantu.

“Bagaimana kau membantu? Kau bahkan orang yang mencurinya.” Tuduh Chun Sik. Woo Hyun semakin kesal tapi Seul Bi malah dengan baik berkata kalau dia akan mentraktir Chun Sik. Namun Chun Sik memilih pergi meninggalkan keduanya.


Dikelas, Seul Bi masih diminta oleh Pak Kim untuk meminta maaf pada Ye Na dan Chun Sik tapi Seul Bi tetap kekeuh pada apa yang telah ia pertahankan. Dia bukan pencurinya.

“Kebenaran belum terungkap sekarang. Ini tak adil kalau Anda hanya percaya Ye Na dan Chun Sik.” Bela Sung Yeol. Pak Kim beralasan kalau mereka kan sudah punya buktinya.

“Bagaimana kalau itu hanya bukti buatan?” timpal Woo Hyun. Pak Kim tampaknya agak gamang, dia memutuskan untk menyudahi kelas hari ini.




Asas Praduga tak bersalah memang tak pernah berlaku dengan baik, meskipun belum terbukti benar. Seul Bi sudah mendapat tatapan ngeri dari teman – temannya yang menatap ia dengan sinis. Seul Bi mencoba tak memperdulikan saat ia menuju ke loker.

Namun rupanya loker Seul Bi sudah penuh dengan sampah dan beberapa kertas lecek berisi kalimat umpatan untuk Seul Bi.


Tiga orang gadis menghampiri Seul Bi dengan gaya menyebalkan, apa kau sekarang mencuri sampah – sampah? Ah, aku merasa tak nyaman sama sekali di sekolah. Seul Bi berkata kalau lokernya bukan tempat sampak.

“Tak tahu malu. Ayo kita pergi, jangan bicara dengan kriminal.”



Sung Yeol datang membantu Seul Bi untuk membersihkan lokernya dari sampah. Seul Bi tersenyum dipaksakan, dia akan membersikan lokernya yang kotor.

“Aku tahu kalau itu bukan kau.” Ucap Sung Yeol.

“terimakasih.”

****
Nenek Gong telah sampai ke restorannya, tampak raut kerinduan pada tempat yang selama ini menaunginya. Restoran pun tertata rapi berkat Woo Hyun dan Seul Bi, ini membuat Nenek Gong semakin sulit menahan air matanya.

Woo Hyun dan Seul Bi berjalan berdampingan untuk pulang, Woo Hyun mengaku kalau dialah yang telah memukul Seul Bi. Namun Seul Bi dengan yakin berkata kalau Woo Hyun tak akan sekali pun memukul Chun Sik.

Woo Hyun berkata kalau dia hanya sebal karena semua ini seolah mempermainkan Seul Bi. Namun bagi Seul Bi, dengan hanya Woo Hyun percaya padanya maka semua tak akan menyedihkan.

Woo Hyun, Seul Bi dan Nenenk Gong makan bersama namun Seul Bi tampak tak berselera. Jelas ini membuat Nenek Gong bertanya – tanya, Seul Bi permisi pergi.

Nenek tanya apakah Woo Hyun sedang ada masalah dengan Seul Bi tapi Woo Hyun mengelak. Dia mengalihkan pembicaraan dengan makan makanan Nenek sambil memujinya.



Seul Bi memandangi fotonya bersama dengan Woo Hyun, dia kesal sendiri menatap wajahnya. Namun sesuatu yang aneh terjadi, gambar dirinya dalam foto tersebut tiba – tiba mengabur tak jelas. Seul Bi menggoncang – goncang ponselnya tapi tetap tak berubah.

Sunbae muncul menemui Seul Bi, percuma mau Seul Bi apakan karena lama – lama Seul Bi akan menghilang.

“Apa artinya itu?”

“Aku mengatakan padamu untuk segera melakukan perjanjian dengan Catatan Hitam sesegera mungkin. Kau bukan seorang manusia atau pun malaikat untuk sekarang ini. Kau akan menghilang jika tak melakukan perjanjian. Kenapa tetap tinggal di dunia ini, dunia yang menganggapmu sebagai pencuri?"

Seul Bi menunduk sedih, ini sebuah kesalah pahaman.

“Kau pernah bertanya padaku, kenapa beberapa malaikat mengembalikan Catatan Hitamnya dan lebih memilih menjadi manusia?”

Seul Bi membenarkan, semua karena mereka jatuh cinta. Sunbae menjelaskan kalau mereka pada akhirnya tak hidup senang. Seul Bi heran kenapa mereka bisa tak senang?

“Cinta manusia selalu berubah.” Jawab Sunbae.

“Berubah?”



Woo Hyun membuka kotak tabungannya, dia sepertinya berniat mengembalikan uang Ye Na yang katanya hilang. Tapi yang membuat ia ragu, bagaimana untuk mengobati hati Seul Bi yang terluka?


****
Keesokan paginya, Woo Hyun yang berangkat ke sekolah melihat Seul Bi yang tengah duduk dengan sedih. Tampak banyak pikiran dan ini membuat Woo Hyun merasakan hal yang sama pula.


****
Nenek Gong membuka – buka beberapa tabungannya yang telah terkumpul, sudah mempersiapkan tabungan untuk biaya kuliah. Biaya Hidup. Biaya pernikahan. Dan rumah. Sudah pasti Nenek Gong mempersiapkan ini untuk Woo Hyun.

Kemudian Nenek Gong menelfon seseorang, entah siapa tapi orang yang di telfon tak mengangkat panggilannya.

****
Seul Bi kembali ke kelas bersamaan dengan Woo Hyun, namun Seul Bi mendapati kalau meja dan kursinya sudah tak ada ditempat.

“Kalian semua!!” geram Woo Hyun lalu pergi mencari bangku Seul Bi.

Selepas kepergian Woo Hyun, Ye Na dan Young Ae menyindir Seul Bi yang tak tahu malu. Mereka heran kenapa Seul Bi harus sekolah padahal dia masih bisa kaya dengan hanya mencuri.

“Ini sulit bagi kalian memindahkan bangku – ku. Tapi sulit juga bagiku untuk mengembalikannya. Jangan bermain permainan seperti ini lagi.” pinta Seul Bi lalu pergi mencari mejanya.



Sung Yeol yang baru masuk kelas melihat kepergian Seul Bi dan mendengar teman yang lain tengah menggunjingkannya. Dia mendekati Ye Na, kenapa kau melakukan ini pada Seul Bi?

“Karena dia tak mau minta maaf setelah mencuri barangku. Tentu saja aku akan melakukannya.”

Sung Yeol menyuruhnya untuk mengatakan kebenaran. Young Ae menimpali kalau mereka punya bukti. Kenapa kau selalu membelanya?

“Bukti? Berhentilah bermain game kekanakan ini. Ini sebuah kriminal.”

“Seul Bi adalah kriminalnya.” Tegas Young Ae.

“Kenapa aku menyikai Lee Seul Bi? Dia benar – benar berbeda dengan kalian! Itu adalah jawaban yang bagus.” Ucap Sung Yeol.


Woo Hyun menatap coretan yang ada di bangku Seul Bi, dia miris melihat coretan tersebut. Seul Bi sampai juga ke tempat Woo Hyun berada, namun Woo Hyun dengan segera menyuruh Seul Bi untuk pulang saja.

Seul Bi dengan keras kepala menolaknya, dia tak mau karena lari tak akan menyelesaikan segalanya. Toh dia tak bersalah. Woo Hyun meminta Seul Bi tetap pulang karena ini akan sulit untuk Seul Bi hadapi.

“It's only hard, because you don't believe me.” Ucap Seul Bi. Ini membuat Woo Hyun terdiam, dan Seul Bi pun menyeret bangkunya sendirian.



Sung Yeol berniat membantu Seul Bi yang kesusahan namun Seul Bi menolak. Dia ingin melakukannya sendiri.

Karena kesulitan membawa, keduanya pun terlambat masuk kelas Ji Hye. Namun belum terlalu lama jadi Ji Hye hanya mengingatkan.


Sedangkan Woo Hyun, dia cukup lama terlambat hingga akhirnya harus keluar kelas. Meskipun sebenarnya Ji Hye juga tampak kasian pada Woo Hyun, dia tetap harus menyuruh Woo Hyun keluar.


Seul Bi juga tak mudah berada di kelas tanpa teman duduk, dia harus mendengar kasak – kusuk temannya yang tak henti – henti mengumpatinya.

***Bersambung ke Sinopsis High School: Love On episode 7 – 2***
MY LITTLE HOBBIE:
Seorang reader penah berkomentar mengenai sikap Ji Hye yang aneh, kadang terlihat sayang sama Woo Hyun tapi kok ga mau tinggal bareng sama anaknya sendiri.

1.       Mungkin karena sikap Sung Yeol. Udah jelas banget kan Sung Yeol itu bencinya sama Ji Hye udah sampai ubun – ubun dan kalau dia tahu bahwa Woo Hyun anaknya? Gimana bencinya Sung Yeol sama Woo Hyun? Yah, mungkin Ji Hye tahu kalau Woo Hyun dan Sung Yeol ibaratnya air dan minyak. Ga bisa bersatu tapi bisa berdampingan. Kalau Sung Yeol tahu kalau Woo Hyun anaknya? Wuss, udah ga bisa berdampingan lagi mereka.

2.       Perasaan Woo Hyun sendiri. Sudah sejak lama Ji Hye tak menemui Woo Hyun yang katanya saat perpisahan dia berkata akan segera mencari Woo Hyun. Nah nyatanya sampai Ji Hye sudah punya suami pun Ji Hye belum mencari Woo Hyun. Mungkin dia takut kalau anak – nya sendiri akan memusuhinya. Sudah barang jelas kalau Woo Hyun tahu maka dia akan beranggapan bahwa Ji Hye sengaja membuangnya. Merasa ditinggalkan demi kesenangannya sendiri.



5 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 7 – 1"

  1. kasihan seul bi :'(
    ditunggu kelanjutannya, semangat kak !

    ReplyDelete
  2. Fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan. Poor seul bi T_T
    mba puji makasih sinopsisnya.

    ReplyDelete
  3. Sampah di loccker?inget scene the queen classroom

    ReplyDelete
  4. Kasihan seul bi, jd manusia eh mala menderita, tp klw memutuskan jdi malaikat kembali gimna dengan woo hyun?.. Duh jd nambah penasaran,.. Maksih ya mbak puji,.. Ats sinopsis'y..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^