Sinopsis High School: Love On Episode 5 – 2

Sinopsis High School: Love On Episode 5 – 2
Saat Seul Bi keluar, tak sengaja ia melihat Lee yang terduduk sedih di depan toko Nenek Gong.




Keduanya pun memutuskan duduk di bangku taman. Lee menuntut kejujuran Seul Bi, kalau Seul Bi dan Woo Hyun pasti bukan sepupu. Seul Bi kebingungan akan menjawab apa, ditambah Lee bertanya apakah Seul Bi menyukai Woo Hyun?

“Aku tak pernah memikirkan hal itu.” Jawab Seul Bi.

Baiklah, kalau memang Seul Bi belum memikirkannya maka jangan sampai ia memikirkan itu. Lee sangat mencintai Woo Hyun, Bahkan saat berlatih dan kehabisan nafas. Ia tetap memikirkan Woo Hyun. Saat ibu mencekiknya, ia memikirkan Woo Hyun. Woo Hyun adalah pelarian Lee. Hanya dia lah masker oksigen bagi Lee.

“Bisakah kau mati untuk Woo Hyun?”

“Mati?”

“Aku bisa mati untuk Woo Hyun.” Ucap Lee begitu ekstrim.


Di tengah pembicaraan mereka, Ponsel Seul Bi bergetar. Saat ia cek, itu panggilan dari Psiko Woo Hyun. Seul Bi yang baru saja mendengar penuturan Lee menjadi tak enak hati, apalagi Lee tahu kalau Woo Hyun menghubunginya.

Suasana canggung diantara keduanya pun tercipta.



Woo Hyun menanti kepulangan Seul Bi dengan khawatir, telfonnya tak diangkat.


Seul Bi sampai ke rumah dengan wajah muram. Woo Hyun menghampiri Seul Bi dan bertanya kemana Seul Bi pergi? Seul Bi beralasan kalau dia habis mencari udara segar. Woo Hyun menyuruh Seul Bi paling tidak memberitahu kalau dia pergi dan mengangkat telfonnya. Dia menatap wajah Seul Bi yang muram, tak seperti biasanya. Apa? Apa terjadi sesuatu? Apa yang terjadi pada wajahmu?

Dengan lemas, Seul Bi berkata kalau dia hanya lelah.

“Tada! Gajimu.” Woo Hyun menunjukkan amplop gaji Seul Bi tapi dia tak bereaksi apapun. “Ada apa dengan reaksimu? Ini gajimu.”

Seul Bi masih tetap tak tersenyum bahkan saat meraih gajinya. Dia langsung masuk ke dalam rumah. Sedangkan Woo Hyun yang tak tahu menahu hanya bisa bertanya – tanya, “Aku pikir dia akan senang. Apa dia sakit lagi?”




Dalam perjalanannya, Lee masih tampak sedih menyadari kalau Woo Hyun dan Seul Bi yang sepertinya saling menyukai. Ponselnya berdering, Ibu menelfon Lee untuk mengingatkan bahwa sekarang sesi latihan private Lee. Dimana dia sekarang?

Lee dengan lelah mengatakan kalau dia sakit. Bisakah ia istirahat? Bukannya membiarkan putrinya mengembalikan mood berlatih, Ibu malah menceramahi Lee kalau tak berlatih hari ini maka akan menghancurkan jadwalnya selama seminggu. Ibu menyuruh Lee untuk tekun kalau mau melihat hari esok yang cerah.

“Bahkan jika aku sekarat hari ini?”

“Tentu saja! Ratu Yuna, Park Tae Hwan, Park Ji Sung! Mereka semua menjalani itu.”

Lee tak bisa menahan air mata – nya yang sudah menggenang. Sebenarnya, kalau dilihat Lee tak berniat untuk mengelak dari latihan. Hanya saja, ada saat dimana seseorang merasa lelah dan ingin melakukan sesuatu yang membuatnya kembali mood. Namun Ibu Lee berbeda, dia memerintahkan Lee untuk segera pulang. Dia mengiming – imingi Lee dengan tas baru yang akan ia belikan.


Seul Bi duduk terdiam di tangga, sesuatu pikiran entah apa telah mengganjal dalam pikirannya. Hingga ia pun tak tahu, terasa ada yang aneh disini. Di dada Seul Bi.

***o_o***
Pelajaran olahraga, Seul Bi bertugas untuk mengumpulkan bola yang telah mereka gunakan. Dia melakukannya sendiri dengan menggotong kotak besar berisi bola. Woo Hyun yang kasian memanggil Seul Bi tapi Seul Bi hanya menoleh sekilas dan kembali membereskan bola – bolanya.

Jelas ini membuat Woo Hyun heran, Ki Soo bertanya apakah mereka tengah bertengkar? Masalah percintaan?

Woo Hyun berniat memukul temannya yang rese itu. Ki Soo kembali meledek, “Oh ya, Kalian harusnya kan bersepupu.”



Ye Ri melemparkan bola – nya pada kotak yang Seul Bi bawa, karena kotak yang besar dan sangat sulit dibawa oleh Seul Bi yang bertubuh mungil. Kotak besar itu terjatuh, bola – bola yang ada didalamnya kembali berserakan.

Woo Hyun berniat untuk membantu Seul Bi namun dengan segera Lee pura – pura jatuh dihadapan Woo Hyun. Dia memijat kakinya yang kesakitan, Woo Hyun yang baik hati dan suka menolong tak mungkin membiarkan Lee begitu saja. ia mengantarkan Lee menuju ke UKS.

Entah perasaan aneh apa, dari wajah Seul Bi terpancar rasa ketidak – sukaanya.



Malaikat penolong Seul Bi, Sung Yeol kembali muncul untuk membantu Seul Bi. Ia yang membereskan dan membawa keranjang bola untuknya.


Lee dan Woo Hyun sekarang ada di UKS tapi perawat UKS belum juga datang. Lee berkata kalau mereka harus menunggu. Woo Hyun meminta maaf karena semua ini salahnya. Tapi Lee tak berfikir seperti itu, dia malah suka kalau cidera jadi tak usah berlatih dan bisa istirahat. Woo Hyun penasaran, Kau berlatih? Untuk apa?

“Ini dan itu. Semuanya kecuali yang tak pernah ku coba. Aku akan masuk kuliah sebagai atlet.”

“Kalau begitu kau tak boleh cedera. Apa kau harus berusaha sekeras itu untuk masuk kuliah?”

“Ini akan membaik dalam beberapa hari. Aku tahu cederaku.” Ucap Lee seraya meletakkan tangannya di bawah wajah.



Lee menerima pangilan dari ibunya, tapi ia lebih memilih mengabaikan panggilan itu.

“Ibuku ingin aku masuk sekolah bergengsi. Karena aku tak terlalu pintar, Aku perlu masuk tim. Ibuku bilang itu untukku. Tapi aku hanya mewujudkan mimpinya untuknya.”

Woo Hyun bertanya apakah Lee sedang menyombongkan diri karena punya ibu? Lee langsung menggeleng tak enak hati. Woo Hyun Cuma bercanda dari awal tapi pembicaraan Lee serius banget. Lee pun tersenyum karena dia curcol pada Woo Hyun. Melihat dari gelagat Lee, sepertinya dia cukup bahagia bisa berbicara akrab dengan Woo Hyun kali ini.



Seul Bi berjalan sendirian dengan lemas, Sung Yeol berlari mensejajari Seul Bi. “Panas sekali hari ini. Kau mau es krim?”

Seul Bi menawarkan diri untuk mentraktir Sung Yeol makan es krim. Tapi dia harus menemai Seul Bi ke suatu tempat.


Ternyata, tempat yang dituju oleh Seul Bi dan Sung Yeol adalah toko make – up. Seul Bi mencoba memilih lipstik, dia mencobanya dengan cara yang lucu. Bahkan Sung Yeol pun ia suruh untuk mencoba lipstick – nya juga.

Akhirnya, Seul Bi bisa kembali tersenyum senang bersama Sung Yeol.



Nenek Gong kelelahan saat membersihkan meja – meja tokonya. Pintu toko berdecit, Nenek Gong segera menyapa pelanggannya. “Selamat dat...”

Sambutan Nenek Gong terhenti, dia terbengong melihat tamunya adalah An Ji Hye. Dia terbengong tak berkata apapun.




Sekarang, Paman Misterius berubah profesi menjadi penjual es krim. Dia menjajakan es krim – nya dibawah terik matahari. Sung Yeol kebetulan berlari dihadapan Paman, dia pun segera memanggil Sung Yeol lalu menunjukknya sebagai pemenang.

“Kau pelanggan pertamaku hari ini. Aku menunggu satu orang untuk diberikan beberapa buah gratis. Ini beli satu dan dapat gratis satu.” Jelas Paman seraya memberikan es krim. Sung Yeol yang memang biasa diam, sekarang hanya bisa bengong. Dia berjalan meninggalkan Paman yang memang ribut sendiri itu.

“Tunggu sebentar, kembali kesini! Aku memberimu itu. Tidakkah kau harusnya mengatakan sesuatu?” tanya Paman. Sung Yeol yang tadinya sudah melangkah pergi, ia kembali kehadapan Paman dan membungkuk tanda terimakasih.

“Bagus. Nikmatilah sebelum itu meleleh! Jangan sampai tersedak 'waffle cone'nya.” pesan Paman.



Sung Yeol memberikan ek krim – nya pada Seul Bi, Seul Bi berkata kalau seharusnya ia yang membelikan Sung Yeol es krim. Sung Yeol menyuruh Seul Bi untuk membelikannya lain waktu.

Tak lupa, Seul Bi berterimakasih karena Sung Yeol sudah mau menemaninya membeli hadiah untuk Nenek Gong. Sung Yeol benar – benar pria yang baik.

“Kalau begitu ayo kita sama-sama pergi ke tempatku. Aku akan mentraktirmu kue beras!” ucap Seul Bi semangat bahkan sampai menumpahkan es krimnya ke lengan baju Sung Yeol. Seul Bi tak enak hati, tapi Sung Yeol tak mempermasalahkan. Ia pun pergi untuk membersihkan noda es krimnya.



Selepas kepergian Sung Yeol, tiba – tiba Sunbae muncul dibelakang Seul Bi secara tiba – tiba. Sunbae sepertinya sudah sering berniat untuk menemui Seul Bi, tapi baru sekarang ia sendirian. Seul Bi dengan sedih berterimakasih, dia tahu kalau Sunbae – lah yang membantunya membuka penutup selokan.

“Aku memberitahumu untuk jangan menyalah gunakan kekuatanmu.” Pesan Sunbae. Seul Bi sedih karena merasa kekuatannya menghilang. Sunbae mengingatkan kalau malaikat yang tinggal di dunia manusia biasanya tak berakhir bahagia.

“Apa ada yang lainnya sebelum aku?” tanya Seul Bi yang dijawab anggukan oleh Sunbae. Seul Bi meremas contong es krimnya yang mulai meleleh. “Tapi kenapa menjadi manusia membuatmu sangat tak bahagia?”




 ----Sedangkan Sung Yeol yang telah selesai membersihkan bajunya, melihat Seul Bi yang tengah berbicara sendirian---

“Tidakkah kau tahu seberapa lemahnya manusia? Mereka tak bisa mengalahkan rasa sakit atau hidup selamanya.” Jawab Sunbae. “Kau ingin meleleh seperti es krim itu? Jangan jatuh cinta pada manusia. Aku mencari jalan untukmu kembali.”

Sunbae segera menghilang menjadi butiran debu.




Sung Yeol kembali, tampaknya Seul Bi sudah tak bernafsu dengan es krim. Bahkan dia tak memperdulikan ketika es krim telah meleleh. Dia masih terfokus dengan ucapan Sunbae tadi.


Rupanya, Sunbae masih ada disana dan memperhatikan Seul Bi dikejauhan. Paman Misterius tiba – tiba muncul dihadapan Sunbae sambil memakan es krim yang telah meleleh.

“Ini enak! Es krim enak karena mereka meleleh. Itulah kenapa rasanya sangat enak. Kenapa kalian anak-anak tak bisa mengerti itu?” ucapnya. Entah dia menatap Sunbae atau tidak. Dia pun kemudian berjalan melewatinya.

Sedangkan Sunbae sendiri sedikit merasa aneh dengan sikap Paman Misterius.



Nenek Gong terkejut menerima permintaan Ji Hye untuk memindahkan Woo Hyun. Tapi bagi Ji Hye, ini adalah yang terbaik untuk Woo Hyun sendiri. Nenek Gong mengingatkan Ji Hye, meskipun Ji Hye tak membesarkan Woo Hyun. Tapi dia tak bisa melupakan bahwa Ji Hye lah ibu Woo Hyun.

“Tak ada sesuatu yang baik yang akan terjadi jika dia mengenalku. Aku sudah menikah. Dan aku punya anak.”

Nenek Gong marah, dia menyuruh Ji Hye untuk meninggalkan cucunya dan mengurusi saja anak Ji Hye.

“Anakku bersekolah yang sama dengan Woo Hyun.”

Anakmu?” marah Nenek Gong saat Woo Hyun tak Ji Hye anggap sebagai anaknya. “Hidupnya sudah cukup berat tanpa seorang ibu. Dan sekarang dia harus pindah? Tidak akan!”

“Ibu mertua...” pinta Ji Hye. Namun Nenek Gong tak mau dianggap sebagai ibu mertua Ji Hye, sepertinya nenek sudah kepalang marah pada Ji Hye. Ji Hye kembali memohon karena sekarang akhirnya ia bisa mendapat sedikit kebahagiaan. Dia menyodorkan amplop yang telah ia persiapkan pada Nenek Gong.



Nenek Gong menyiram Ji Hye dengan air. Tak semua hal bisa diselesaikan dengan uang.

“Kau menghancurkan hati anakmu untuk kebahagiaanmu sendiri? Kau jangan pernah kembali!”



Woo Hyun berlari dan menempatkan dirinya diantara Seul Bi dan Sung Yeol. Ia menyindir Sung Yeol dengan bertanya apakah Sung Yeol sudah pindah kesana? Kenapa dia selalu bertemu dengannya?

Seul Bi menjelaskan kalau dia lah yang mengajak Sung Yeol untuk makan kue beras sebagai ucapan terimakasih. Woo Hyun kesal, terimakasih apanya?

“Apa kau menolong Ye Na dengan baik?” balas Sung Yeol.


Ketiganya kemudian melihat Nenek Gong yang tengah mengejar Ji Hye untuk mengembalikan uangnya. Woo Hyun heran, bukankah itu nenek Gong? Bukankah itu penyihir?

Woo Hyun meninggalkan Seul Bi dan Sung Yeol untuk menemui Nenek Gong.


Woo Hyun bertanya apa yang tengah Nenek Gong lakukan? Nenek berbohong kalau wanita ini telah meninggalkan amplopnya, jadi sekarang ia mengembalikan amplop tersebut. Woo Hyun pun dengan sopan memperkenalkan Nenek Gong sebagai Neneknya, Dia berjanji kalau seandainya Ji Hye memesan kue beras lagi. maka ia akan membawa credit card swiper untuk memberikan kembalian.

Nenek Gong tak mau membuat keduanya berbicara terlalu jauh, dia mengajak Woo Hyun untuk masuk rumah.




Ki Soo yang tengah bekerja mengantarkan makanan dihadang oleh Ye Na (Lee) dan Young Eun. Dia heran kenapa mereka bisa ada disana.



Ki Soo sampai di Restoran Nenek Gong dengan menampari wajahnya ketakutan. Woo Hyun, apa Ki Soo habis dikejar singa?

“Ya, semacam itulah.” Jawab Ki Soo masih ketakutan. “Apa yang kau lakukan besok?”

Dengan cuek, Woo Hyun berkata kalau dia yang jelas tak mau pergi dengan Ki Soo. Ki Soo mengajak Woo Hyun untuk bersepeda. Tapi Woo Hyun tetap tak mau karena tak akan ada gunanya.



Ki Soo teringat dengan ancaman mengerikan Young Eun. Dia menyuruh Ki Soo untuk membawa Woo Hyun pergi bersama mereka. Kalau dia tak bisa melakukannya maka ia akan membunuh Ki Soo.


Ki Soo memohon pada Woo Hyun agar mau pergi. Woo Hyun masih cuek, sampai akhirnya Seul Bi berkata kalau itu sepertinya cukup menarik. Bolehkan dia ikut?

Ki Soo agak bingung. Karena Seul Bi tertarik, Woo Hyun pun juga tertarik dan menerima ajakan Ki Soo. Seul Bi menawarkannya pula pada Sung Yeol untuk ikut.

“Bukankah kau punya kegiatan ekstra kurikuler? Bukankah kau harusnya belajar?” sela Woo Hyun. Namun Sung Yeol dengan segera malah meng – iya – kan ajakan Seul Bi. Dia tak mau kehilangan kesempatan buat bisa deket sama Seul Bi juga kan.


***o_o***
Ji Hye menunjukkan pada Woo Hyun kecil, dua buah kalung dengan bandul kunci dan gembok. Dia menyatukan keduanya lalu memasang di leher Woo Hyun.

“Ini adalah kunci. Dan ini adalah gembok. Mereka harus tinggal bersama. Ketika kau memakai kalung ini,  walaupun jika kita terpisah. Kita akan bersama.”

Ji Hye memeluk Woo Hyun kecil penuh kasih sayang. Dia meminta Woo Hyun jangan sakit dan patuh pada Neneknya. Mereka akan kembali bertemu suatu saat nanti.




Ji Hye menangis menatap kalung gembok miliknya. Perasaan campur aduk yang kita sendiri tak tahu, apa sebenarnya maksu dari Ji Hye yang meminta Woo Hyun untuk pindah. Dalam isakannya pun, Ji Hye masih meminta maaf pada Woo Hyun.



***o_o***
Nenek dan Woo Hyun bermain kartu bersama. Nenek bertanya bagaimana Guru yang tadi datang kesana, apakah dia bersikap baik pada Woo Hyun?

Woo Hyun menjawab tidak. Nenek langsung khawatir, apa dia jahat pada Woo Hyun? Kenapa jahat pada Woo Hyun? Apa dia hanya membenci Woo Hyun?

Woo Hyun heran dengan sikap Nenek Gong yang serius sekali. Ibu Ji Hye memang bersikap tak perduli pada siapapun, bahkan disebut penyihir. Nenek Gong juga setuju dengan sebutan itu.


Seul Bi berlari menemui nenek namun ekspresi cerinya berubah ketika ada Woo Hyun.

“Kau juga ada disini?”

“Apa kau ingin aku pergi?” kesal Woo Hyun.

Seul Bi kemudian memberikan hadiah yang sudah ia beli untuk Nenek Gong dari gajinya. Woo Hyun meminta jatahnya pula, tapi ternyata tak ada. Nenek mencoba memakai lipstick pemberian Seul Bi, Woo Hyun dengan enteng mengejek warna yang dipilih Seul Bi tak bagus, seleranya jelek dan itu terlihat seperti cabai.

Nenek Gong memukul Woo Hyun yang berbuat begitu jahat pada wanita. Dia bertanya pada Seul Bi, apa yang harus ia lakukan untuk membalasnya? Apa Seul Bi mau diajarkan bermain kartu?

“Benarkah? Aku pernah melihatnya di TV.”

“Kau belajar hidup dari dramamu? Apa yang selalu terjadi setelah ini?” tanya Woo Hyun.




Seul Bi menempelkan kedua tangannya, biasanya seperti itulah yang ia lihat (dia menggambarkan orang yang diborgol). Woo Hyun menakuti bahwa kalau sampai Seul Bi bermain kartu ilegal, maka itu lah yang akan Seul Bi dapatkan. Seul Bi langsung tak mau diajari bermain kartu, namun dengan segera Nenek Gong memukul Woo Hyun. Mereka kan Cuma bermain kartu untuk bersenang – senang.

Seul Bi memilih kartu yang ia suka. Nenek membaca – nya dan berkata kalau Seul Bi akan mendapatkan tamu. Woo Hyun meminta dibacakan juga meskipun tadinya menolak, Nenek Gong berkata kalau dia akan bertemu dengan kekasihnya.

Seul Bi terdiam dengan sedih. Woo Hyun yang kikuk menyuruh nenek untuk memilih kartunya.






Nenek membuka barisan kartu miliknya, dia menemukan sebuah kartu bergambar bunga – bunga. Ini membuat nenek terdiam sedih. Woo Hyun menyuruh Nenek membacakan maksud dari kartu itu.

“Ini artinya aku akan piknik di tempat bunga ceri bermekaran.” Jawab Nenek Gong. Woo Hyun dan Seul Bi pun semangat mengajaknya untuk piknik, sepertinya akan menyenangkan.

“Ayo pergi musim semi mendatang saat bunga ceri bermekaran.”



Di toilet, Nenek terbatuk sampai muntah dan lemas dibuatnya.



***o_o***
Ki Soo mendapatkan kemarahan dari Young Eun karena Ki Soo membawa Seul Bi juga. Apa kau mau dihajar?


Saat sudah di tempat sepeda, Ye Na menarik Seul Bi. Dia memohon bantuan dari Seul Bi karena hari ini ia akan menyatakan perasaanya pada Woo Hyun. Seul Bi bertanya kenapa harus dia?

“Tinggal menjauh saja. Jangan terlihat.”

Woo Hyun memanggil Seul Bi. Keduanya menoleh, Ye Na memohon pada Seul Bi.


Ye Na menghampiri Woo Hyun untuk meminta di bonceng, pergelangan kakinya masih sakit. Woo Hyun menoleh kearah Seul Bi, sedangkan Seul Bi sendiri diliputi rasa sedih sekaligus bimbang.

Ye Na menoleh kearah Seul Bi pula, hingga akhirnya Seul Bi menunduk.




Sung Yeol seolah tahu situasi sulit Seul Bi, ia pun menawarkan Seul Bi agar memboncengnya.


Sung Yeol terlihat tersenyum sembari mengayuh sepedanya dengan dibonceng Seul Bi yang terlihat sedih.


Ye Na membuka pembicaraan dengan Woo Hyun, ada sesuatu yang ingin ia katakan. Ye Na mengaku menyukai Woo Hyun secara terang – terangan. Dia berterimakasih pada Woo Hyun yang telah membuatnya bisa makan kue beras pedas. Terimakasih karena telah membuatnya merasa ingin lebih cantik. Woo Hyun juga telah membuatnya merasa lebih kuat menjalani hidupnya. Dia berharap Woo Hyun juga memiliki rasa yang sama dengannya.



Ye Na melingkarkan tangannya di perut Woo Hyun dan menyenderkan kepalanya.

“Aku pikir ini cara yang bagus untuk memberitahumu. Karena aku tak bisa melihat wajahmu. Itu mengurangi rasa malu. Kau tak harus memberiku jawaban. Kau bisa memikirkannya dan memberitahuku nanti.”

“Aku akan memberimu jawaban sekarang juga.” Ucap Woo Hyun mengerem sepedanya. “maafkan aku.”

Ye Na tampak sedih, maaf yang pasti merujuk pada penolakan.



Woo Hyun menanti kehadiran Lee Seul Bi, dia segera menghadang sepeda Sung Yeol. Bahkan Sung Yeol yang terkejut sampai akan terjatuh, “Apa yang kau lakukan?”

Woo Hyun tak menjawab, dia meraih tangan Seul Bi. “Seul Bi. Kembalilah ke sisiku.”



***o_o***
MY LITTLE HOBBIE:
Jangan sampe aja, nanti Woo Hyun bilang kembalilah ke sisiku Cuma buat nyuruh dia boncengan bareng aja. Gue jitak satu – satu deh kalo gitu.

Tuh, Nenek Gong bakalan meninggal kayaknya. Jangan – jangan episode besok udah dead. Kesian, nanti kalau seandainya Woo Hyun harus tinggal sama Ji Hye, gimana dengan Seul Bi?


Ngikut? Tambah sering ribut tuh Sung Yeol sama Woo Hyun.

6 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 5 – 2"

  1. mba nanti bakal nulis sinopsis Dicovery of Love ga ba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tadinya sih niat mba, tapi berhubung lg so' sibuk akunya. jadi batal, :D

      Delete
    2. yaahhh -_- kirain mau jd nulis ba... kira2 temen mba bakal ada yg mau nulis sinopsisnya ga ya ba?

      Delete
  2. akhinya kelar jg sinopsis ep 5.
    ditunggu sinopsis ganjil berikutnya deh mbak.
    oh ya jng sampe deh miss. gong ninggalin woohyun (alias meniggal) karna ceritanya bakalan tambah pusing (love triangle banget).
    smangat deh buat mbak puji.
    gomawo unnie . . .

    ReplyDelete
  3. Setuju sm mba puji, klo miss.gong meninggal, gmn dngn woo hyun ? Gmn jg sm seul bi ?
    apa maksud ucapan Sunbae kalau malaikat yang tinggal di dunia manusia biasanya tak berakhir bahagia. Aku mohon jangan sad ending.
    Makasih mba puji, di tunggu episode2 selanjutnya :D

    ReplyDelete
  4. Mb posting nya setiap hari apa ya mb,, d tunggu bgt ni

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^