Sinopsis High School: Love On Episode 5 – 1

Seul Bi melihat Jae Suk yang sudah bersiap menabrak Woo Hyun. Dia memfokuskan pandangannya pada motor Jae Suk sampai akhirnya motor yang tinggal melaju itu tiba – tiba mati. Jae Suk heran kenapa motornya bisa tiba – tiba mogok?




Sedangkan Seul Bi yang telah menguras tenaga karena mengeluarkan kekuatan pun jadi pingsan. Sung Yeol menangkap tubuh Seul Bi yang hampir terjatuh.

Sung Yeol merebahkan tubuh Seul Bi di bangku taman. Seul Bi sebenarnya sadar tapi tubuhnya sangat lemas. Sung Yeol menyuruh Seul Bi untuk menunggu disana dan ia pun membantu Woo Hyun yang dikeroyok oleh gang Jae Suk.


Sung Yeol menyerang mereka yang menghajar Woo Hyun, Woo Hyun yang terlepas membantu Sung Yeol. Mereka pun bertarung dengan sengit.



Keributan yang di buat oleh mereka membuat gelandangan yang tengah membaca koran terusik. Gelandangan tersebut tak lain adalah Paman Misterius yang memberikan berkas untuk Seul Bi saat akan mendaftar sekolah.


Woo Hyun membanting tubuh Jae Suk, sekali lagi dia memperingatkan agar Jae Suk jangan menyentuh Seul Bi. Namun peringatan Woo Hyun malah membuat Jae Suk semakin tertantang untuk menyentuh Seul Bi. Woo Hyun geram dan memukul Jae Suk lagi.

Suara peluit menghentikan kedua kubu yang tengah bergulat itu, dia tak lain Pama Misterius.

 “Mengapa kalian  bertengkar dengan teman sendiri? Kalian seharusnya akur. Harmoni!  Musik adalah yang terbaik untuk sebuah harmoni.”

Paman Misterius mempersiapkan suling dan membunyikannya, sebelum itu ia mengedikkan dagu agar Woo Hyun dan Sung Yeol pergi. Dia membunyikan sulingnya dengan sumbang sambil berjalan menghampiri Jae Suk. Jae Suk yang terganggu memutuskan untuk pergi.





Woo Hyun dan Sung Yeol berlari menemui Seul Bi, Woo Hyun meminta Seul Bi agar bangun. Dengan begitu lemas, Seul Bi menegakkan tubuhnya.

“Kau baik – baik saja?” “Kau baik – baik saja?” tanya Woo Hyun dan Sung Yeol serempak.

Seul Bi yang tadinya lemas langsung nyengir kuda, “Aku lapar.”



Seul Bi mengkhawatirkan Woo Hyun yang akan mendapatkan masalah dari nenek karena ini. Tapi menurut Woo Hyun, lelaki memang tumbuh dengan perkelahian. Sung Yeol menyela kalau dirinya bisa tumbuh dengan baik tanpa perkelahian.

“Si sombong ini, tiba-tiba kau sangat menggangu. Apa aku meminta bantuanmu?  Tanganmu saja terluka.”

“Yah tapi aku yg menyelamatkanmu.” Ucap Sung Yeol cuek.

“Kau juga hampir membunuhku. Seharusnya kau bilang kalau kau tidak mencontek. Kau selalu bertindak sok keren.”

Sung Yeol terkejut, dia menebak kalau Woo Hyun pasti terlibat perkelahian ini karena dirinya. Woo Hyun jelas tak mau mengaku, dia tak memiliki waktu untuk mengurusi masalah seperti itu. Lagipula, dia tak tertarik dengan urusan Sung Yeol.




Seul Bi heran dengan sikap keduanya yang bersikap seperti itu. Dia menarik tangan keduanya agar bergenggaman. “Laki-laki akan menjadi teman dengan tindakannya. Seperti itulah pemeran utama laki-laki dalam drama.”

Woo Hyun segera melepas tangannya, dia berkata kalau mereka menuruti apa kata si Mesum maka mereka akan menjadi aneh. Woo Hyun berjalan mendahului Seul Bi dan diikuti Sung Yeol.

Seul Bi mengajak mereka untuk berjalan bersama, ia pun meraih lengan Sung Yeol dan Woo Hyun lalu menggandeng keduanya. Woo Hyun yang tak ikhlas Sung Yeol bergandengan dengan Seul Bi pun mendorongnya menjauh tapi Seul Bi kembali meraih lengan Sung Yeol. Mereka bertiga berjalan bergandengan.




High School: Love On episode 5
Menggambar sebuah batas? Artinya datanglah ke sisi ini!


Woo Hyun meringis kesakitan ketika Seul Bi mengoleskan obat pada luka di bibirnya. Seul Bi mengingatkan Woo Hyun agar jangan ribut atau nenek akan mendengar mereka. Woo Hyun setuju pada Seul Bi untuk sekarang.

“Kau juga percaya pada Sun Yeol?” tanya Seul Bi.

“Ingat saat kau bilang kalau dia tidak mungkin melakukan itu? Yah aku setuju denganmu.”

Seul Bi mengelus kepala Woo Hyun dan memujinya sebagai anak baik. Woo Hyun mengingkirkan tangan Seul Bi, dia bukan neneknya yang bisa mengelus kepalanya. Dia kemudian teringat dengan Seul Bi yang sering pingsan. Apa kau sakit?

Seul Bi tersenyum bingung. Dia juga sebenarnya tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya sendiri.

“Dan kenapa kau selalu  jatuh dipelukannya Sung Yeol?”

“Benar juga. Selalu saja Sung Yeol yang menangkapku saat pingsan. Aku harus berterima kasih padanya besok.”

Woo Hyun membentak Seul Bi, untuk apa berterimakasih pada Sung Yeol? Itu kan hanya kebetulan. Seul Bi bertanya apakah kebetulan itu adalah takdirnya bersama Sung Yeol?

“Ditakdirkan pantatku! Itu hanya kebetulan saja. Jangan pingsan dihadapannya lagi.” Woo Hyun semakin kesal. Seul Bi pun dengan sebal meng – iya – kan saja perinta Woo Hyun, dia tak akan pingsan lagi.




Seul Bi menutup obat oles yang tadinya digunakan untuk mengolesi luka Woo Hyun. Woo Hyun membulatkan matanya terkejut, “Eksim dan jamur? Hei! Apa ini?”

Seul Bi menaruh jarinya ke mulut Woo Hyun yang berteriak. Nenek bisa bangun, dia mengambil obat itu dari tempat nenek. Dia melihat Nenek Gong menggunakannya setiap malam.

“Tak heran, aku bisa mencium kakinya. Kau benar – benar.” Shhh. Woo Hyun frustasi dengan sikap polos yang udah kebangetan.



Woo Hyun cukup khawatir hingga dia mencoba mencari sesuatu yang bisa untuk membantu Seul Bi yang sering pingsan. Disana tertulis kemungkinan kalau penyakitnya adalah Narkolepsi yaitu serangan tidur, dimana penderitanya amat sulit mempertahankan keadaan sadar.

Woo Hyun mencari makanan yang cocok untuk penderita penyakit narkolepsi.



***
Woo Hyun menyiapkan makanan untuk Seul Bi. Dia berfikir kalau Seul Bi lebih baik makan makanan itu daripada harus jatuh dalam pelukan Sung Yeol. Hahaha.


Ketika Nenek Gong datang, Woo Hyun bersikap seolah makanan – makanan itu ia persiapkan untuk Nenek Gong. Nenek Gong malah merasa aneh kalau Woo Hyun tiba – tiba baik. Seolah ada sesuatu yang Woo Hyun sembunyikan. Benar saja, ia melihat wajah Woo Hyun dan ada luka di ujung bibirnya. Ada apa dengan wajahmu?

“Dia jatuh...” ucap Seul Bi. “Saat dikelas olahraga...” jawab Woo Hyun bertabrakan dengan Seul Bi. Nenek memandang mereka dengan curiga. Woo Hyun membetulkan ucapannya kalau dia terjatuh ketika pelajaran olah raga.

Nenek percaya saja dan menyuruh Woo Hyun agar lebih berhati – hati.



“Salad Kiwi, roti kiwi, jus kiwi. Kenapa serba kiwi?” tanya Seul Bi heran. Woo Hyun dengan asal berkata kalau kiwi bisa membuat Seul Bi tumbuh tinggi. Seul Bi merasa sedikit aneh. Nenek Gong bertanya apa Seul Bi percaya dengan ucapan Woo Hyun?

Seul Bi memandang jus kiwi – nya dengan pandangan curiga. Si Drama Addict ini bertanya – tanya akankah dalam jusnya ada racun? Biasanya pemeran utama sering di racuni dengan minuman.

“Itu berlaku hanya untuk pemeran utama.  Jangan khawatir.” Ucap Woo Hyun seraya menjejalkan buah kiwi ke mulut Seul Bi. “Kau hanya perlu memakannya saja. Ini tidak akan menggigitmu.”



***
Ji Hye masih memperhatikan dua buah lembar jawab yang memiliki jawaban yang sama persis. Entah ini milik Sung Yeol dan Jae Suk ataupun Jae Suk dan Suk Hoon.

Ji Hye kembali mengingat ucapan Woo Hyun yang meyakinkan bahwa bukan Sung Yeol pelakunya, Woo Hyun merasa ada sesuatu yang aneh antara Suk Hoon dan Jae Suk.



Dalam ruang rapat, Ji Hye terkejut karena Kepala Sekolah sepertinya memutuskan untuk menutup kasus antara Sung Yeol dan Jae Suk. Pak Guru Olah Raga pun setuju, dia merasa tersentuh karena Ayah Jae Suk menghubunginya dan mau mengakui kesalahan anaknya. Bahkan memerintahkan untuk menghukum Jae Suk dan memberinya nilai nol.

Pak Kim terkejut, kenapa Ayah Jae Suk menghubungi Pak Olahraga? Padahal kan dia wali kelas Jae Suk.

Rupanya Kepala Sekolah lah yang memutuskan untuk mengalihkan masalah ini pada Pak Olah Raga. Pak Kim tetap belum bisa menerima keputusan ini karena sangat tak adil untuk Hwang Sung Yeol.



“Dia benar. Tidak bisakah kau melihat bahwa itu akan menyakitinya?” dukung Ji Hye. Namun Kepala Sekolah telah menetapkan keputusan untuk mengakhiri kasus ini dengan hukuman menjadi relawan sekolah. Toh, Jae Suk akan mendapat nilai nol dan berada di peringkat terakhir kelas.



Fans Woo Hyun tengah mengintilinya dengan khawatir karena melihat wajah Woo Hyun yang terluka. Tepat saat itu Pak Kim datang, Woo Hyun mencoba menutupi mulutnya tapi Pak Kim tetap saja tahu. Dia bertanya apa yang terjadi dengan wajah Woo Hyun?

“Terjatuh.” Jawabnya.



Jae Suk, Byung Ho dan Tae Wook keluar kelas dan melihat Pak Kim. Ketiganya segera kembali masuk tapi Pak Kim memanggil mereka. “Aku mengerti apa yang sedang terjadi. Apa kalian berkelahi?”

“Kami jatuh.” Jawab Woo Hyun, Jae Suk, Tae Woo dan Byung Ho serempak.

“Ke-empat-empatnya?  Bersama? Dan kalian ingin aku mempercayainya?” tanya Pak Kim sama sekali tak percaya. Dia menyuruh mereka untuk menunjukkan tangan mereka, namun bukan untuk menghukum. Pak Kim malah memberikan minuman untuk mereka berempat.

“Kalian punya waktu 100 hari sampai tiba ujian kemampuan bakat. Ini hadiah dariku sehingga kalian bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk ujian.”



Pak Kim menemui Jae Suk secara pribadi memberitahukan bahwa ia akan memberikan nilai nol untuk Jae Suk. Dia ingin Jae Suk merenungi sikapnya dan menjadi lebih baik. Tapi dengan cuek, Jae Suk bertanya bukankah Ayahnya telah memberikan uang untuk perbaikan lantai ruang Olahraga? Jae Suk pun bangkit pergi.

“Apa kau ingin menjual kejujuranmu dengan sebuah lantai? Lalu antara kejujuran dengan sebuah lantai akan sama-sama diinjak. Aku percaya padamu.” Ujar Pak Kim.

“Akan lebih menyakitkan bila orang yg dipercaya  melakukan penghianatan.” Balas Jae Suk.



Pengumuman untuk hukuman tujuh hari Jae Suk telah tertempel di mading. Jae Suk menghampiri Suk Hoon yang tengah membaca pengumuman tersebut. Dia menyuruh Suk Hoon untuk berterimakasih padanya. Dengan santai, Suk Hoon berkata kalau yang ketahuan adalah Jae Suk, bukan dirinya.

“Kau tahu mengapa sebuah bom itu menakutkan? Karena kau tidak pernah tahu  kapan akan meledak.” Ancam Jae Suk merujuk kalau dirinya tahu rahasia Suk Hoon. Namun Suk Hoon balas memperingatkan kalau Jae Suk adalah murid yang selalu mendapat peringkat terakhir di kelas. Siapa yang akan percaya padanya?

Suk Hoon pergi dengan menabrak pundak Jae Suk sengaja.



Saat waktunya bersih – bersih, Jae Suk malah asik bermain dengan ponselnya membiarkan Byung Ho dan Tae Wook yang memunguti sampah. Byung Ho menyapa Cewek yang ditaksir oleh Jae Suk. Dia bertanya apakah mereka akan ikut audisi untuk drama?

Keduanya cuek menanggapi pertanyaan Byung Ho dan Tae Wook hingga akhirnya Tae Woo berkata kalau mereka tak akan mendapatkan peran tersebut. Ye Ri menyuruh keduanya untuk minggir, dia tak suka berbicara dengan mereka.

“Berikan dia jalan.” Perintah Jae Suk.

“Kau yg minggir. Kaulah yg paling rendah. Itu adalah salahmu jika aku tidak lolos audisi ini.”  Hardik Ye Ri pada Jae Suk.

Byung Ho dan Tae Wook pamit pergi setelah menyelesaikan bersih – bersih.



Giliran Young Eun dan Fans Woo Hyun menghampiri Jae Suk, dia bertanya apakah Jae Suk yang memukul Woo Hyun?

“Lalu kenapa jika aku yg melakukannya?”

“Akan kupastikan Da Ye Ri tidak akan pernah bisa mengikuti audisi lagi dalam hidupnya.” Ancam Young Eun.

Fans Woo Hyun yang sedari tadi bersembunyi dibalik punggung Young Eun senang karena Young Eun membela idolanya. “Kau ingin menu makan siang apa?” tanyanya senang.

Young Eun menatap Jae Suk garang, dia menunjuk mata Jae Suk dengan sengit.



Setelah keduanya pergi, Giliran Seul Bi yang memperingatkan Jae Suk agar jangan berkelahi lagi dengan Woo Hyun atau dia akan mendapatkan hukuman. Jae Suk bertanya apakah Seul Bi melakukan ini karena tinggal dengan Woo Hyun?

Jae Suk pergi meninggalkan Seul Bi.

“Apa kau tidak merasakan apa-apa setelah menyakiti orang lain?”

“Apa kau ingin melihat  bagaimana aku bisa menyakitimu?” Ancam Jae Suk.

Seul Bi mendekati Jae Suk untuk menunjukkan kepalan tangannya. Setelah dibuka, ternyata itu plester untuk Jae Suk.

“Tak peduli kau anak yg baik ataupun anak yg nakal, rasa sakitnya akan tetap sama. Untuk selanjutnya jangan berkelahi lagi.” ucap Seul Bi seraya menepuk lengan Jae Suk dengan akrab.




Dalam kelas, ada tugas kelompok yang mengharuskan mereka bekerja sama. Young Eun ngedumel sendiri karena malas untuk mengerjakan tugas tersebut. Ki Soo yang duduk disamping Young Eun tak sengaja membuat tumpukan bukunya roboh ke meja Young Eun.

Young Eun yang sudah sebal jadi tambah marah. Dia membuat batas agar Ki Soo jangan sampai melewati garis tersebut.


“Kau tidak tau, kalau kau bilang jangan lewati  maka dia semakin ingin melewatinya?” Woo Hyun memperingatkan.

“Kau ingin Ki Soo melewati batas itu?  Apa kau menyukainya?” tanya Seul Bi polos
.
Teman yang lain jadi ketawa cekikikan karena ada couple baru di kelas. Young Eun sendiri semakin marah, dia menyuruh Seul Bi yang merampungkan tugasnya. Anggota yang lain pun ikutan menyerahkan tugasnya pada Seul Bi dan pergi. Ki Soo beralasan akan bekerja, dia juga memberikan kertasnya untuk Seul Bi.

Seul Bi tak mau mengerjakannya sendirian. Dengan terburu – buru, Ki Soo menyuruh Seul Bi untuk mengerjakannya bersama dengan Woo Hyun.



Seul Bi mengikuti gaya Young Eun dan menggambar batas untuk Woo Hyun agar tak melewatinya. “Aku ingin tahu jika aku menggambar batas  apa kau ingin melewatinya. Jangan lewati batas ini.”

Woo Hyun dengan percaya diri berkata kalau dia tak akan melewati batas tersebut.

Namun setelah selang beberapa waktu, dengan sengaja Woo Hyun melempar pensilnya melewati batas. “Ups, apa pensil ini punya kaki.”

Seul Bi kesal karena Woo Hyun telah melewati batas, tapi Woo Hyun mengelak. Selang beberapa saat lagi, dia kembali melempar penghapusnya melewati batas. Seul Bi pun menepuk tangan Woo Hyun yang mengambil penghapus, “Kau bilang tidak akan melewatinya. Kau benar kalau hal itu membuatmu semakin ingin melewatinya.”





Fans Woo Hyun tengah berjalan bersama dengan Young Eun, tapi Fans Woo Hyun di panggil oleh seseorang. Dia adalah ibunya, “Pro Lee!” *Pro: panggilan untuk pemain golf. Untuk sementara aku akan memanggil dia dengan Pro Lee.

Pro Lee mengajak Young Eun untuk pulang bersama tapi Ibu Lee menolak dengan alasan kalau pelatih golf telah menunggunya.



Ibu Lee memberikan banyak obat untuk putrinya, Pro Lee mengeluk kalau dengan meminum obat sebanyak itu maka dia akan gemuk. Ibu Lee tak merespon, dia kemudian bertanya apakah Lee tak memiliki teman lainnya? Dia benar – benar tak suka melihanya bermain dengan Young Eun.

Lee meyakinkan kalau pun penampilan Young Eun seperti itu tapi hatinya baik. Lee bertanya apakah dia harus bermain golf?

“Apa kau ingin melakukan sesuatu yang lain? Katakan padaku. Aku akan memenuhinya apapun itu.” Tanyanya antusias.



***
Woo Jin tengah sakit gigi. Ji Hye bertanya apakah Woo Jin tak takut?

Woo Jin awalnya percaya diri kalau dia tak takut dengan dokter gigi, tapi sejujurnya ia takut juga. Ji Hye meyakinkan kalau dirinya akan selalu berada didekat Woo Jin.



 “Ya. Apa itu sangat menyakitkan?  Aku dengar gigi implanmu terluka.”

“Oh, tidak sakit sama sekali. Aku rasa itu karena kau ada disampingku.” Gombal Woo Jin. “Oh ya jangan katakan pada Seong Yeol tentang implan gigi ini. Aku tidak ingin dia tahu  Kalau aku sudah semakin tua.”

Woo Jin sudah tahu masalah Sung Yeol dengan Jae Suk, dia ingin sekali berbicara dengan Sung Yeol. Ji Hye mendukungnya dan menyuruh Woo Jin jangan memikirkan dia. Ini akan menjadi waktu kebersaman Ayah dan Anak.


***
Woo Jin menanti Sung Yeol pulang sekolah, saat Sung Yeol datang dia mencoba memanggilnya tapi Sung Yeol sibuk mendengarkan musik. Woo Jin berlari mengejar Sung Yeol lalu memborgol tangan kiri Sung Yeol lalu digandeng dengan tangan kanannya. “Ayo kita pergi.”



Keduanya memutuskan untuk makan ramen, Sung Yeol meminta untuk melepaskan borgolnya karena dia tak akan kabur.

“Ini rasanya jauh lebih enak saat dimakan bersamamu! Aku sudah mendengarnya dari ibu. Aku tahu kalau kau tidak melakukannya.” Ucap Woo Jin tak memperdulikan permintaan Sung Yeol.

Sung Yeol menyuruh Ayahnya segera menghabiskan ramen, ramen tak akan enak kalau sudah dingin.



***
Sedangkan Ji Hye termenung sendiri di rumah, dia mengelus foto keluarganya. Foto Woo Jin, dirinya dan Sung Yeol yang tersenyum cerah.

Namun tampak ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya, entah apa. Tapi kita bisa menebak kalau itu pasti tentang Woo Hyun.



***
Pak Guru Olahraga, Pak Yoo mengadakan makan – makan bersama guru yang lain. Bu Perawat sekolah bertanya apa yang sebenarnya terjadi hingga Pak Yoo tiba – tiba membuatnya mentraktir mereka?

“Ini dari ayah Jae Suk ...” jawab Pak Yoo hampir keceplosan. “Tidak, Maksudku ... Aku sangat tersentuh karena ayah Jae Suk  sehingga aku tergerak melakukan ini.”

Pak Kim menyuruh Pak Yoo untuk membiarkannya merawat sendiri anak didiknya. Pak Yoo merasa tak ada yang namanya Anak Didiknya, semua yang ada di sekolah maka akan dirangkul bersama.

“Kita merangkulnya dg cara berbeda! Kau dan aku!” tegas Pak Kim.



Pak Yoo yang tak bisa berucap lagi mengubah topik pembicaraan dan menyuruh mereka untuk kembali minum. Bu Perawat bertanya kapan Philip akan datang?

Pak Kim mengecek ponselnya untuk mengecek, rupanya dia telah menerima pesan dari Philip yang memberitahukan kalau dia tengah diare jadi tak bisa datang. Bu Perawat tak bisa membayangkan bagaimana keadaan Philip, dia harus menjenguknya. Pak Kim menyuruhnya untuk kembali duduk, bahkan Bu Perawat tak tahu dimana tempat tinggal Philip.

Pak Kim menarik ujung rok Bu Perawat agar duduk, tapi malah rok – nya turun hingga menampakkan celana dalam yang dikenakan Bu Perawat. Dia sangat kesal karena semua orang menatapnya, dia malu. Sedangkan Pak Yoo hanya melongo terkejut.

Pak Yoo memperingatkan Pak Kim, “Tn. Kim! Mengapa kau menarik roknya ke bawah? Tak heran, kau sampai sekarang belum punya kekasih. Kau harus bersikap alami  bila ingin menyentuh seorang perempuan. Tapi aku rasa tamparan tadi juga bisa disebut sebuah sentuhan.”


***
Lee membawa kotak obat ke rumah Woo Hyun, dia cekikikan karena akan menyembuhkan luka sang Suami. Lee pun berniat masuk ke rumah Woo Hyun.


Didalam, Woo Hyun menyuruh Seul Bi untuk membereskan rumah bukan untuk memberantakkannya.

“Aku ingin membuat bubur untuk nenek. Manusia makan bubur saat mereka tak bisa mencerna makanan dengan baik, kan?”

“Manusia lagi... Apa dia sakit lagi? Dia harus pergi ke rumah sakit. Dia sangat keras kepala.”

Woo Hyun memasangkan celemek ke tubuh Seul Bi, ketika dia akan memasangkan ikat bagian belakang membuat keduanya sangat dekat. Seul Bi bahkan menahan nafasnya, Woo Hyun menyuruh Seul Bi untuk bernafas atau dia akan sekarat. Ia pun memutar tubuh Seul Bi lalu mengikat tali di punggungnya.



“Apa masalah besar? Kita bersepupu. Ingat? Kita bersepupu.” Ucap Woo Hyun.

“Oh iya, kita bersepupu. Kenapa kau bilang kita bersepupu?”

“Karena aku benci mendapat terlalu banyak pertanyaan.” Jelas Woo Hyun.


Diluar, Lee rupanya menyaksikan semua perlakuan Woo Hyun pada Seul Bi. Ini membuat perasaannya terluka dan mengurungkan niat untuk mengobati Woo Hyun.


Woo Hyun menghidangkan bubur yang telah dibuatnya bersama Seul Bi. Nenek Gong senang karena setidaknya Woo Hyun tak akan kelaparan kalau tanpa dia. Woo Hyun tak sependapat, kalau tanpa Nenek Gong maka ia tak akan bisa sekolah, tak bisa makan. Dia menyuruhnya untuk segera makan dan kembali sehat.

Nenek kemudian memberikan amplop pada Woo Hyun, ia menyuruhnya untuk memberikan pada Seul Bi. Woo Hyun membuka isi amplopnya, dia merasa itu terlalu banyak padahal Seul Bi sudah makan dan menginap disana. mana bagiannya?

“Apa aku harus memberimu makan, menampungmu dan menggajimu?” ucap Nenek Gong sambil tersenyum. Woo Hyun senang neneknya bisa tersenyum, ia mengajak nenek untuk pergi ke Rumah Sakit agar cepat sembuh. Nenek Gong pun berjanji kalau dia akan segera pulih.

***Bersambung ke High School: Love On episode 5 – 2***

Kenapa aku memiliki firasat kalau Nenek Gong bakalan meninggal yah? Nah setelah meninggal, Woo Hyun tinggal bersama Ji Hye. Terus, sepertinya Sung Yeol dan Woo Hyun akan semakin memburuk hubungannya. Lalu setiap anak disini akan di tunjukkan apa – apa saja masalah mereka. Contohnya, Jae Suk dan Ayahnya yang hubungannya renggang. Lee yang juga terkekang dengan keinginan ibunya. Woo Hyun yang kehilangan keluarga.
Sepertinya akan menonjolkan bagaimana masalah para pelajar dengan keluarganya.




13 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 5 – 1"

  1. Asik... yang di tunggu udah datang. Gomawo ya selalu mempost sinopsisnya.. ^^
    Aku akan selalu membacanya tingal menunggu part 2

    ReplyDelete
  2. makasih akhirnya keluar jg sinopsis ep 5 part 1.
    di tunggu part 2 nya deh.
    smangat mbak. puji.

    ReplyDelete
  3. aku selalu ngecek sinopsis eps genap & akhinya ada juga.
    gomawo unnie.

    ReplyDelete
  4. makin penarasan sama kelanjutannya,,
    drama ne ringan dan gak terlalu berat,,
    Semangat chingu ^^

    ,,yanz,,

    ReplyDelete
  5. waaaaaaaaaaaaaaaaa rameeeeeeeeeee, setelah nunggu akhirnya keluar
    gomawo unnie

    ReplyDelete
  6. Muncul jg… tetap semangat unnie 😄

    ReplyDelete
  7. Unni, hwaiting (y) tp kira" brp lama buat part 2 nya ?
    Mohon doa restu biar unni bsa selesaikan smuaa :)
    화이팅 !

    ReplyDelete
  8. Saeng.. mian yaa,kok skrg klo buka blognya pke hp..jd berat+susah bin lama ya..?gk kyk kmrn2..hikz hikz..
    *pasang wjah melas*

    Bsa mnta tlg tmplate/pengaturannya..or apalah namanya..mbuh aq ra ngerti..*ketauan gaptek yoo..* jd kyk yg kmrn lg nggaak..?ato klo gk pkoknya biar lbh gmpng dbuka ajaa...

    Plisss...tlg dbntu yaa..*ala pak tarno*
    Cz udh ktnggalan Seul bi ama Chun Hee nih..pnsrn bgt..hheee..

    Btw..ttep sehat n ttep smngat yaa..
    Gomawoo..
    #vie

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah...
    Akhirnyaaa..udh kmbli normal saeng..udh gk berat lg klo buka blognya.. Tararengkyu yaaa..^^
    *hug*

    Met aktifitas..n smg Allah SWT selalu memberkahi semua hal baik yg akan n telah kita lakukan..
    Aamiin..
    #vie

    ReplyDelete
  10. kenapa ceweknya malah nyalahin jae suk kalo dia gagal audisi? ._.

    ReplyDelete
  11. bagussss ceritanyaaaa....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^