Sinopsis High School: Love On Episode 3 – 2




Woo hyun membawa Seul Bi keluar dari ruang olah raga, dia kesal dengan Seul Bi yang tak berkutik ketika sedang diperlakukan kasar. Seul Bi menanggapinya dengan polos, dan pasti sangat sulit hidup sebagai manusia karena sangat mudah berdarah.

Woo Hyun memberikan tisu pada Seul Bi, kemudian ia menyusupkan tisu itu ke lubang hidung Seul Bi agar darahnya tak terus mengalir. Yeah, Malaikat yang drama addict ini pun langsung bersikap lebay. Dia sesak nafas, “Ah sesak nafas! Bukankah manusia mati ketika mereka tak bisa bernafas?”

“Manusia tak mati semudah itu.”

“Benarkah?” tanya Seul Bi polos.





Rupanya, Pak Guru tengah mengendap – endap menghampiri keduanya. Namun ketika Seul Bi menatapnya, dia segera berubah sikap so’ galak. Pak Guru mendelik marah dengan alasan telah memergoki keduanya yang berkencan saat jam pelajaran.

Pak Kim menjewer telinga Woo Hyun. Dia memberikan Woo Hyun hukuman membereskan perpustakaan, kamar mandi dan lainnya. Woo Hyun protes tak menerima hukuman tersebut.

“Tambah satu jam untuk  setiap kata yang kau ucapkan.”

“Akan cepat selesai jika kita bekerja bersama-sama.” Ucap Seul Bi membuat Woo Hyun kesal. Haha. Pak Kim pun langsung menambahkan waktu hukuman mereka satu jam lagi.
***





Seul Bi pun menghampiri Woo Hyun yang tengah membereskan beberapa buku, dia tanya apakah Woo Hyun mendapatkan masalah lagi karenanya?

Woo Hyun tak menjawab dan hanya menoyor kepala Seul Bi. Seul Bi mencari cara, dia mengambil sebuah buku dan menaruhnya ke rak. Judul bukunya, Mianhae Mianhae (Maafkan aku. Maafkan aku.)
Kau membuat hidupku berat. Balas Woo Hyun.

Seul Bi kemudian memilih dua buku lagi lalu meletakkan disamping wajahnya. Makan dengan baik, hidup dengan baik.

Dasar Cabul Gila.” Decak Woo Hyun dengan senyum kecilnya. Seul Bi pun langsung bersorak senang karena berhasil membuat Woo Hyun tersenyum.




Teriakkannya sukses membuat Woo Hyun membungkam mulutnya, ini diperpustakaan. Seul Bi menyinggung masalah kalung Woo Hyun yang hilang. Namun Woo Hyun malah berkata kalau dirinya tak butuh kalung itu lagi. “Itu pemberian dari seseorang yang bahkan tak bisa ku ingat wajahnya. Apa artinya memiliki itu?  Lebih baik seperti ini.”

Aneh memang, tapi entah kenapa Seul Bi mendengar sebuah nada berbeda dari apa yang Woo Hyun ucapkan. Nada suara kebohongan.

Seul Bi menyentuh dada Woo Hyun, “Katakan sakit kalau memang sakit.  Jangan berbohong.”

Woo Hyun kesal. Dia tak berbohong, Woo Hyun pun pergi dan menyuruh Seul Bi yang membereskan buku – bukunya.




Sekembalinya ke kelas, Woo Hyun langsung disambut oleh Ki Soo yang meledeknya mengenai kejadian Woo Hyun dengan Seul Bi tadi. Ki Soo pun mengajak Woo Hyun untuk bermain video game dengannya.

Tak selang berapa lama, Seul Bi kembali ke kelas. Woo Hyun mengajaknya untuk pulang bersama tapi tak biasa – biasanya Seul Bi menolak. “Hei! Aku tak bisa ikut denganmu. Bye!”

Seul Bi meninggalkan Woo Hyun, sekarang Woo Hyun kembali mengacak rambutnya frustasi.



Seul Bi bersembunyi ketika berpapasan dengan Young Eun dan Fans Woo Hyun, dia tampaknya takut harus berurusan dengan mereka lagi. namun setelah mereka pergi, Seul Bi tersadar. “Kenapa aku sembunyi? Aku tak melakukan sesuatu yang salah.”

Hei! Kalian berdua!  Kenapa kalian menggangguku?” bentak Seul Bi pada pohon tempatnya bersembunyi. “Aku pernah menonton drama, dan orang seperti kalian tidak akan berakhir baik. Ini akan jadi pemanasan yang bagus. Aku harusnya berkata seperti itu!” Seul Bi kesal sendiri.

Sung Yeol yang tengah bersantai pun terganggu dengan suara ribut Seul Bi, tapi dia hanya bisa tersenyum melihat tingkah ajaib anak baru itu.



Rupanya Seul Bi menolak ajakan Woo Hyun karena ia ingin mencarikan kalung miliknya, dia pun menuju ke kolam namun pintu kolam terkunci. Sung Yeol yang mengikuti Seul Bi bertanya apa yang tengah Seul Bi lakukan?

“Aku harus mencari sesuatu.  Aku pikir aku menghilangkannya di kolam renang. Pintunya terkunci.” Jelas Seul Bi. Sung Yeo menyuruh Seul Bi untuk menunggu disana. dia pun pergi.




Sung Yeol menemui Pak Guru untuk meminjam kunci kolam renang, Pak Guru menasehati Sung Yeol agar jangan terlalu keras belajar. Wajahnya jadi pucat. Seharusnya Sung Yeol lebih sering keluar rumah dan bersenang – senang. “Belajar bukan segalanya dalam hidup. Benarkan, Suk Hoon?” tanya Pak Guru pada murid pria berkacamata yang berdiri disamping Sung Yeol.

“Aku akan lebih baik dalam sepak bola  dan aku akan mendapat nilai yang lebih baik.” Sanggah Sung Yeol.
“Aku tahu. Aku tahu. Tapi mencoba yang terbaik lebih penting daripada hanya jadi lebih baik.”

“Dan lebih baik bila kau mencoba  yang terbaik dan lakukan dengan baik.” Timpal Ji Hye yang sedari tadi duduk diam memandangi kalung pasangan miliknya.

Pak Guru tak setuju, kalau hanya Sung Yeol yang berada di peringkat satu maka akan menurunkan semangat juang siswa lain. “Suk Hoon! Kau hanya perlu melakukan usaha terbaikmu di ujian yang akan datang. Semoga berhasil.” Ucap Pak Guru pada Suk Hoon ketika Sung Yeol telah pergi.

Sung Hoon meng – iya – kan, dia akan mendapatkan peringkat pertama.



Sung Yeol menemani Seul Bi menyusuri tepian kolam untuk mencari kalungnya, “Apa itu sangat penting? kalung itu? Siapa yang membelikannya untukmu? Pacarmu?”

“Bukan! Ibuku.” Bohong Seul Bi. “Tapi kapan mereka membersihkan kolam ini?”

Setahu Sung Yeol, kolam akan dibersihkan se – bulan sekali. Seul Bi pun merengut karena itu masih sangat lama. dia mempunyai ide lalu mengambil kacamata renang yang ada di tepian kolam. Dia memasangnya dan melihat ke dalam kolam lewat tepian. Namun ini hanya membuatnya susah bernafas tanpa hasil.

“Apa kau yakin kau menghilangkannya disini?”

“Mungkin itu tidak disini. Aku tak melihatnya.” Tutur Seul Bi cemberut.



Sung Yeol mengingatkan Seul Bi yang katanya harus pergi, dia akan pergi nanti dan menyerahkan kunci kolamnya pada Seul Bi. Seul Bi merasa telah kembali berhutang pada Sung Yeol.

“Bayar aku kembali.”

“Bagaimana caranya?”

“Aku akan memikirkannya nanti.” Jawab Sung Yeol. “Pergilah duluan. Aku akan mengembalikan kuncinya untukmu.”


Selepas kepergian Seul Bi, Sung Yeol berusaha mencari kalung yang ia kira milik Seul Bi tersebut. Bahkan Sung Yeol berhasil menemukannya.
***




Fans Woo Hyun kembali membuat skenario pem – bully – an untuk Seul Bi. Dia menelfon ke Restoran nenek Gong dan memesan makanan. Young Eun berkata pada Fans Woo Hyun kalau mungkin saja Woo Hyun dan Seul Bi tak bersaudara. Mungkin mereka berkencan.

“Tidak mungkin! Itu sangat kacau.” tukas Fans Woo Hyun. “Dia terlihat sangat dekat dengan Seong Yeol. Jadi...”

“Hei! Itu sangat kacau!” giliran Young Eun yang kesal.

Seorang Gadis pelayan yang kemungkinan juga sekolah di sekolah yang sama menegur keduanya. Namun dengan sengit Young Eun menghardik gadis tersebut.


Seorang pria paruh baya datang ke cafe, dia berdehem hingga membuat Gadis Pelayan pun berbalik. Dia tampak terkejut melihat kehadiran pria tersebut.



Woo Hyun masih dengan ke – galau – annya karena kalung pemberian sang ibu belum juga ketemu. Dia memainkan mouse tanpa arti sekedar tak – tik – tuk. Ki Soo yang menyadari kondisi temannya itu akhirnya mengajaknya makan. Dia tak mungkin membiarkan Woo Hyun hanya memakan permen karet sepanjang waktu.




Tempat Woo Hyun dan Ki Soo mencari makan adalah kafe dimana Young Eun berada. Fans Woo Hyun terkejut dengan kehadiran Woo Hyun, dia segera menutup wajahnya lalu berjongkok untuk pergi. Mungkin dia takut ketahuan karena mengerjai Seul Bi. Tepat saat mereka berjalan merunduk – runduk, Seul Bi sampai kesana. Keduanya jelas kehilangan muka namun Seul Bi yang polos hanya memandangnya penuh tanda tanya.

“Siapa yang memesan Kue Beras?” seru Seul Bi.

“Kau memasang GPS padaku?” tanya Woo Hyun ke – pede – an. Tapi Seul Bi segera mengatakan kalau dirinya yang sekarang bertugas mengantar makanan.



Sebuah teriakan terdengar, ketiga anak itu segera mencari sumber suara. Rupanya, pria Paruh Baya tadi tengah merebut tas Gadis Pelayan. Dengan paksa ia menumpahkan isi tas – nya untuk mencari dompet si gadis. Karena mencoba melawan, Pria tadi bermaksud menampar si Gadis Pelayan. Untungnya ada Woo Hyun yang menahan tangan Pria tadi.

Tak Terima dengan perlakuan itu, Pria tersebut menghempaskan tubuh Woo Hyun hingga terjengkak dan jatuh.



Woo Jin yang tadinya tengah bertugas di daerah tersebut mendengar keributan mereka, Woo Jin segera menuju ke tempat kejadian. Woo Jin menghentikan aksi Pria tadi, namun Pria tersebut tak terima karena dia sedang berbicara dengan putrinya. Gadis pelayan mengelak kalau Pria itu adalah ayahnya.

“Apa kau sudah gila? Aku ini ayahmu!”

“Aku tak mengenalnya. Mengganggu bisnis, penyerangan, pengrusakan alat-alat.”

“kau tahu bagaimana aku membesarkanmu?” bentak Sang Pria.

“kurang makan dan kurang persediaan daripada orang tua yang lain memberikannya! kau berjudi dengan uang  yang aku hasilkan tanpa tidur. Kau makan dengan baik, berpakaian dengan baik.” Ucap Gadis itu dengan sedih. “Aku tumbuh sendirian. Aku tak punya ayah.”
\
Tak bisa berkutik, Jin Woo pun menggiring Pria tersebut.



Seul Bi mencoba menenangkan gadis itu tapi karena kondisi emosi yang tak stabil malah membuatnya marah pada Seul Bi. Dia menyuruh mereka untuk pergi kalau sudah selesai menonton.

Seul Bi kembali ingin mengucapkan sesuatu tapi Woo Hyun yang peka akan kondisi gadis Pelayan akhirnya mengajak kedua temannya itu untuk pergi.



Seul Bi masih heran dengan sikap gadis tadi, apa dia membuat kesalahan?

Ponsel Woo Hyun berdering, dia segera mengangkatnya. Entah apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya membahas tentang Seul Bi. “Bicara saja padaku!” kesal Woo Hyun.

Dengan terpaksa ia memberikan ponselnya pada Seul Bi. “Tutup dalam 10 detik.”

Seul Bi mendengarkan ucapan Sung Yeol. Dia kegirangan dan berkata kalau dia akan segera kesana. Seul Bi bergegas untuk pergi namun tangannya ditahan Woo Hyun, “Kau mau pergi kemana?”

“Aku harus bertemu dengan Si Payung.” Seul Bi memberikan kertas kecil pada Woo Hyun. “Nenekmu ingin aku membeli ini. Tolong ya.”


Ki Soo melihat tingkah Seul Bi seolah akan bertemu dengan Boyband karena saking girangnya. “Sung Yeol?! Yak, Cinta segitiga?”

Woo Hyun kesal menerima ledekan dari Ki Soo.



Sung Yeol menatap kalung milik Seul Bi sambil senyum – senyum sendiri. Kalau saja kamu tahu nak itu kalung siapa T_T

Ji Hye mengantarkan makanan untuk Sung Yeol. Dia terhenyak melihat kalung yang ada di tangan Sung Yeol, reflek dia mengambilnya. “Bagaimana kau mendapatkannya?”

“Ini punya temanku.”

“Teman?” tanya Ji Hye. “Teman siapa? Siapa teman itu?”

Sung Yeol bukannya menanggapi Ji Hye yang begitu penasaran malah merebut kalung yang ada di tangan Ji Hye lalu pergi.






Sung Yeol menyembunyikan kalungnya di balik punggung, Seul Bi yang sudah menunggu kehadiran Sung Yeol pun jadi penasaran. Dia mencoba melongok ke balik punggung Sung Yeol namun tetap disembunyikan. Sampai akhirnya dia menunjukkannya pada Seul Bi, Seul Bi pun kegirangan karena kalungnya memang betul yang sedang ia cari.

“Sangat susah bagiku untuk menemukannya. Kalau begitu belikan aku teh.” (Cha = Teh tapi pengucapannya mirip dengan Cha = mobil.)

Seul Bi tersenyum kebingungan. Hahaha. Mana punya duit dia. “Aku punya kenangan buruk tentang mobil.” Sung Yeol pun menyuruh Seul Bi agar jangan memikirkannya. Dia mengajaknya untuk pergi.

Sedari tadi ternyata Ji Hye memperhatikan keduanya dari kejauhan. Sung Yeol yang menyadari kehadiran Ji Hye pun hanya melewatinya tanpa ucapan apapun.




Sung Yeol mengajak Seul Bi untuk bermain, mereka bermain mobil – mobilan. Seul Bi yang memainkan kemudianya namun tiba – tiba Seul Bi akan menabrak tepian jadi Sung Yeol pun membantu menahan kemudi Seul Bi. Eeh, tanpa sengaja malah memegang tangan Seul Bi.

Sung Yeol langsung canggung dan melepaskan pegangannya. Mereka kembali bermain dengan senang gembira – ria. :D



Dalam sebuah permainan, Seul Bi berhasil mendapatkan hadiah mobil dan memberikannya pada Sung Yeol. Keduanya pun kembali berjalan berdampingan.

“Terima kasih untuk ini. Aku sudah melewati hari yang buruk.” Ucap Sung Yeol.

“Kenapa? Seseorang mengganggumu? Aku akan menghajar mereka semua!”

Sung Yeol pun tertawa, apa Seul Bi akan menendang mereka? Kemudian ia menyinggung masalah Seul Bi yang tinggal dirumah Woo Hyun, sampai kapan?

“Aku akan kembali setelah menemukan sesuatu.” Jawabnya.

“Kenapa kau sering kehilangan sesuatu?”

“Kau benar.  Aku memang ceroboh.” Hehehe. Seul Bi lalu mengatakan kalau dirinya akan pulang. Ketika Sung Yeol menawarkan untuk mengantar, Seul Bi menolak. Dia memilih untuk pulang sendiri.




Woo Hyun harus bebelanja menggantikan tugas Seul Bi. Saat dia mencari tahu, tanpa sengaja seseorang juga mengambil bungkusan tahu yang sama dengan Woo Hyun. Ternyata itu Bu Guru An Ji Hye, Woo Hyun pun menyapanya dengan sopan lalu mempersilahkan Ji Hye mengambil tahunya.

“Woo Hyun Ayo pergi. Nenekmu menunggumu.” Teriak Ki Soo. Woo Hyun pun berniat pergi, namun Ji Hye memanggil Woo Hyun kembali. “siapa namamu?”

“Shin Woo Hyun.” Ucapnya seraya pergi.

Ji Hye terpaku. Diam seolah ada sesuatu yang mengganjal.



Karena penasaran, Ji Hye mengikuti Woo Hyun sampai ke restoran Nenek Gong. Ketika Nenek Gong keluar, Ji Hye sontak terkejut. Namun ia segera bersembunyi ketika Nenek Gong menoleh ke arahnya.


Woo Hyun yang membantu nenek pun jadi khawatir dengan Seul Bi yang belum pulang. Seorang tamu datang, bule yang menyapa nenek dengan akrab. Nenek Gong pun menyapanya dengan akrab pula.




Guru Kim dan Perawat di sekolah juga datang ke sana. Bule tadi menyapa mereka dengan santai, Nenek Gong menegur sikap tak sopan si Bule.

“Anda kenal Mr.Philip, guru kami?” tanya Pak Kim. Sontak Nenek terkejut, itu artinya Phillip juga seorang guru. Dia menyesal karena telah memanggilnya asal.

Pak Kim memuji Woo Hyun yang membantu neneknya di Restoran. Philip mengenalkan Woo Hyun sebagai cucu satu – satunya nenek Gong.

“ Kau sangat tampan. Kau seperti seorang idol dari Infinite...” gumam Si Perawat Wanita yang datang bersama dengan Pak Kim. “Aku tak bisa mengingatnya. Kau benar-benar tipe ku.” Hahahaha.

Woo Hyun hanya tersenyum merasa aneh dengan sikap guru – gurunya di sekolah.



Nenek menyesal telah menyapa sembarangan pada Phillip, dia takut kalau kelakuannya malah akan menyulitkan Woo Hyun. Woo Hyun yang datang merasa menyesal mengenai masalah tadi pagi, dia meminta maaf dan memeluk neneknya. Nenek juga sama, dia menyesal karena tak peka akan perasaan Woo Hyun.

“Tapi apa yang membuat Seul Bi sangat lama?” tanya nenek.

“Kenapa harus aku? Dia bisa kemari sendiri.” Ucap Woo Hyun cuek.


Tapi pada akhirnya Woo Hyun tetap menelfon Sung Yeol untuk menayakan keberadaan Seul Bi, tapi kan mereka sudah berpisah tadi.

“Apa yang mereka lakukan?”  Woo Hyun bertanya – tanya penasaran.


Woo Hyun masih risau, dia kesal karena seharusnya Seul Bi menelfonnya dulu kalau pulang telat. Tapi tunggu dulu, Seul Bi kan tak punya ponsel.


Woo Hyun memutuskan untuk membelikan Seul Bi ponsel.




Seul Bi berlarian girang sambil memainkan kalung milik Woo Hyun, karena ceroboh. Dia tak melihat ada sepeda yang berlari kearahnya, dia pun terserempet. Seul Bi merangkak mencari keberadaan kalung Woo Hyun, untungnya kalung itu terselampir di lubang got. Belum sampai jatuh.

Seul Bi memungutnya, namun naas. Seorang bapak yang tengah terburu – buru membuang air kotoran ke arah Seul Bi.

Jatuh deh. Kalung itu masuk ke dalam got.


Sekuat tenaga, Seul Bi mencoba meraihnya namun tak bisa. Seul Bi mencoba mengeluarkan kekuatannya demi mengambil kalung tersebut.

Tanpa disadari, Seorang malaikat tampan tengah memperhatikan Seul Bi dari kejauahan. Sunbae! Ya Sunbae itu memperhatikan Seul Bi.


Woo Hyun menanti kehadiran Seul Bi dengan cemas.




Seul Bi dengan tubuh lemas bahkan sampai terhuyung saat berjalan. Woo Hyun dengan panik menghampirinya. Seketika, Seul Bi yang lemas berubah ceria karena kehadiran Woo Hyun. Dia menunjukkan kalungnya pada Woo Hyun. Dia memasangkan kalung tersebut ke leher Woo Hyun. “Jangan menghilangkannya lagi.  Sangat susah buat ku.”

Woo Hyun terpaku. Dia membelai lembut rambut Seul Bi, “terimakasih.”

Sekarang giliran Seul Bi yang terpaku karena Woo Hyun. Namun ketika Woo Hyun mencium tangannya, wajah Woo Hyun berubah masam. “Dimana kau jatuh?”

“Bagaimana kau tahu aku jatuh?”

“Dimana kau jatuh?” tanya Woo Hyun lagi. “Apa kau jatuh cinta?” canda Woo Hyun. “Jika kau akan jatuh,  Maka jatuh cinta.”


Aku bungkus yang ini, ommo ^_^


Tanpa disadari, Sunbae tengah memperhatikan Seul Bi yang tengah bercanda dengan Woo Hyun. Saat Seul Bi melihat kehadiran Sunbae, dia menatapnya terkejut. Lalu berlari kearah Sunbae.
Woo Hyun ikut menoleh, matanya tampak membulat terkejut.
*** Bersambung ke High School: Love On Episode 4***

Karena Cuma ada 50 menit, makannya aku membagi menjadi dua bagian saja. dan scene terakhir sukses membuatku kepo. Sebenarnya apa sih hubungan Sunbae sama Seul Bi? Kenapa seolah Seul Bi sangat khawatir ketika Sunbae marah? Sebaliknya, Sunbae pun selalu ada disisi Seul Bi? Dia juga tampak sangat khawatir kalau sampai Seul Bi memilih menjadi manusia. Dia takut kehilangan Seul Bi!!
Dan Woo Hyun. Apa dia melihat Sunbae? Kenapa dia tampak begitu terkejut juga.

Cant wait!!!!!!!!!!

23 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 3 – 2 "

  1. wah akhirnya part 2nya ada ^^ makasih mbaa~
    bener.. aku jg penasaran sama sunbae dan seulbi, kira2 ada hubungan apa ya sebenernya? penasaran jg sama love line nya dan kisah jihye dan woohyun. mudah2an minggu ini gak ditunda lagi penayangannya X(

    ngomong2 itu mr.phillip yang pernah jadi bintang tamu di runningman ep 202-203 kan ya?

    ReplyDelete
  2. Menurutku Sung Yeol yg paling ngenes nasibnya di drama ini...
    Mungkin Woo Hyun terkejut karena ngira Seul Bi ngomong sama angin... XD

    ReplyDelete
  3. makasih ya akhirnya terbit juga part 2 nya
    kalo mnrt aku sunbae kecewa sm seul bi yg malah seperti menikmati menjadi manusia..atau mungkin sunbae cinta juga sm seul bi..aaaak klo gtu ada 3 cwo kece dunk mau 1 dunk ..kekekkekekee ._.
    siap menunggu eps 4 ya :D

    ReplyDelete
  4. Mba pujiiiiii....gimana lqnjutan tdrama.nya ?.aq.menanti dlm diammmmm....hiks hiks hiks...

    ReplyDelete
  5. makasih ia mbak buat sinopsisnya ditunggu selanjut deh . . .

    ReplyDelete
  6. " finally episode 3 part 2 keluar juga sinopsisnya, thank u banget mbak.
    di tunggu eps selanjutnya kalo gt "
    . . SMANGAT MBK. PUJI . .

    ReplyDelete
  7. Makasih ea mbak utk sinopsis ny... d tggu episode slnjt ny..

    ReplyDelete
  8. Makin penasaran..
    lanjut terus .!

    ReplyDelete
  9. Makin penasaran..
    lanjut terus .!

    ReplyDelete
  10. Kak, ngecapture dari vlc caranya gimana? Gomawo before :-)

    ReplyDelete
  11. salsha: inbox ke sosmed aku. ntar aku jelasin.. *bukannya promo. biar lebih enak aja

    ReplyDelete
  12. kmrn baru ntn ulang dr episode 1 dan baru ngeh kalo awal dramanya kejadian di 2016 di kampus woo hyun yg nabrak cwek itu keknya itu seul bi ya..tapi lsg menhilang gtu ._. apa nnt seul bi balik lagi jadi malaikat ?

    ReplyDelete
  13. apa woohyun jga bisa ngeliat si sunbae?
    author nge.postnya tiap seminggu sekali ya?

    ReplyDelete

  14. Seru ceritanya,,, kapan nih ep selanjutnya mbak,
    Ditunggu ya pe selanjutnya...

    ReplyDelete
  15. mbakk akuu lama bgt nunggunya :3 u,u
    btw, hwaiting !!

    ReplyDelete
  16. .. makin seru min !
    episode 4 nya kappan yah ?
    prasaan tmen duet nya sibuk ma drama fated to love .
    di tunggu secepat nya yah min .dan klu bisa di blok ni aja !

    ReplyDelete
  17. .. makin seru min !
    episode 4 nya kappan yah ?
    prasaan tmen duet nya sibuk ma drama fated to love .
    di tunggu secepat nya yah min .dan klu bisa di blok ni aja !

    ReplyDelete
  18. Seru bangett .. Di tunggu epsde selanjutnya

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^