Sinopsis High School: Love On Episode 3 – 1





Teman Jae Suk tengah menanti kehadirannya di luar, segera setelah Jae Suk datang, Mereka pun pergi. Sung Yeol yang melihat mereka agak sedikit curiga.




Sebuah tangan meraih Woo Hyun yang sudah lemas di dalam kolam. Yap, itu Seul Bi. Namun tubuh Seul Bi yang mungil tak berdaya menarik tubuh Woo Hyun yang panik.

Sung Yeol akhirnya datang, dia menceburkan diri dalam kolam lalu menarik Seul Bi dan Woo Hyun.

“Buka matamu! Kakimu bisa menyentuh dasar kolam.” Suruh Sung Yeol saat Woo Hyun masih kelabakan dalam air. Karena rupa – rupanya kolam tersebut dalamnya hanya setinggi dada.



Sung Yeol meninggalkan Woo Hyun yang masih terbatuk – batuk. Seul Bi bertanya apakah Woo Hyun tak apa? Melihat dirinya yang masih tersengal – sengal, ia mengajarkan bagaimana orang dalam drama bernafas. “Di drama mereka bernafas  tarik dan keluarkan seperti ini.”

Woo Hyun menuruti saran Seul Bi, dia kemudian berkata kalau tadi itu airnya melebihi kepalanya.

“Karena kau duduk di dalam air! Kau bahkan tak bisa berenang?”

“Orang-orang memanggilku anjing laut.”

Seul Bi heran, bukankah anjing laut pintar berenang. Bukan hanya anjing laut, anjing juga bisa berenang dengan baik. “Guk guk.” Seul Bi menirukan suara anjing dengan lucu.

“Kau benar-benar pintar mengejek orang ternyata ya.” Decak Woo Hyun.


Woo Hyun, Seul Bi dan Sung Yeol pun kembali ke kelas. Sung Yeol memberikan seragamnya untuk dipakai Seul Bi. Namun Woo Hyun mengembalikan seragam Sung Yeol, “Punyaku baru. Taruh kembali baju baumu. Lagipula kau tak bisa pulang seperti itu.”

Sung Yeol menyuruh Woo Hyun jangan berlagak so’ keren.


Sekarang scene kembali ke kolam renang, tampaklah di dasar kolam terdapat kalung milik Woo Hyun yang tergeletak.


Heart Pounding? It beats louder when you cover your ears!
Hati berdebar? Debarannya semakin keras saat kau menutup telingamu!


Ji Hye memandang kalung miliknya. Seolah dia tengah merindukan seseorang yang entah ada dimana. Woo Jin yang melihat Ji Hye tampak sedih bertanya apakah Ji Hye tak bisa mendisiplinkan semua muridnya yang kasar?

Ji Hye tersenyum, bukan masalah itu. Woo Jin membicarakan masalah Sung Yeol yang masih tak bisa menerima Ji Hye dan masih merindukan sosok ibunya. Ji Hye sungguh mengerti akan hal itu, ibu – nya pun pasti sangat merindukan Sung Yeol. Jadi biarkanlah Sung Yeol bertemu dengan ibunya lebih sering.

Woo Jin memeluk istrinya yang penuh pengertian itu. “Maaf dan terimakasih.” Ucapnya.



Sung Yeol tengah berjalan berdampingan bersama Woo Hyun dan Seul Bi. Mereka sampai di depan mini market dimana ia bertemu dengan Seul Bi dan memberikan payungnya. “Kau ingat tempat ini?”

Seul Bi langsung mengingat tentang payung. Hari itu sangat dingin. Sung Yeol kemudian bertanya dimana Seul Bi tinggal? Dia akan mengantarkan Seul Bi.

“Aku tinggal di sekitar sana dengan...”

Belum sempat Seul Bi melanjutkan ucapannya, tangannya sudah ditarik Woo Hyun. Seul Bi melambaikan tangan pada Sung Yeol. Aku akan sering menemuimu, Payung.




Woo Hyun berjalan memimpin di depan Seul Bi, namun tiba – tiba dia berbalik hingga Seul Bi yang ada di belakannya pun menubruk tubuh Woo Hyun. Woo Hyun bertanya apakah Seul Bi melompat saat menyelamatkannya?

Tentu saja Seul Bi melompat untuk menyelamatkan anjing laut yang tak bisa berenang. “Kau benar – benar tak bisa berenang?”

“Aku tidak berenang karena aku malas.”

Seul Bi menyuruh Woo Hyun untuk tetap berenang ketika malas seperti Si Payung. Woo Hyun nge – les kalau dia tak akan bisa berenang kalau dia malas. Dia hanya sedang dalam keadaan yang kurang baik. Woo Hyun terbatuk. Seul Bi khawatir kalau Woo Hyun sedang demam.

“Dan jangan melompat bila dalam situasi seperti itu lagi.”

“Tapi kalau kau dalam bahaya...”

“Dan kenapa kau selalu tersenyum di depan Sung Yeol?” potong Woo Hyun. Seul Bi kegirangan, ooh jadi Si Payung namanya Sung Yeol. Seul Bi suka namanya, keren.

“Bagaimana bisa nama seperti itu keren?”

“Punyamu juga. Setidaknya namamu juga keren.”

Setidaknya? Aku lebih cool daripada namaku.” Kesal Woo Hyun. Seul Bi meng – iya – kan saja ucapan Woo Hyun. Namanya sangat cocok dengan wajah Woo Hyun. Dia mengatakannya dengan gaya lucunya. (itu di pict pas Seul Bi masang tanda V di depan hidung. KONYOL!!)
***




Keesokan paginya, Woo Hyun sudah berseragam rapi dan siap untu berangkat ke sekolah. Namun dia terkejut ketika melihat di leher tak terdapat kalung pemberian ibunya. Dia mencoba mencari di setiap sudut rumah namun tak menemukannya. Nenek menyuruh Woo Hyun berhenti mencari dan sarapan. Dia akan membelikan kalung yang sama untuk Woo Hyun.

Woo Hyun kesal dengan ucapan Neneknya, bagaimana bisa sama?! Hanya ada satu di dunia! Hanya karena itu terlihat sama bukan berarti itu kalung yang sama.

“Kau kehilangan itu karena itu sudah waktunya kau mendapatkan lebih dari itu.” Jawab nenek.

“Akankah kau mendapatkan lebih dari ku saat kau kehilanganku juga?” ucap Woo Hyun seraya pergi meninggalkan neneknya dengan penuh kekesalan.



Nenek Gong terbatuk selepas perdebatannya dengan Woo Hyun. Nenek memegang dadanya yang nyeri, nenek berkata pada Seul Bi kalau kalung tersebut adalah kalung pemberian ibu Woo Hyun. Jadi sangat berharga untuknya.



Woo Hyun mencari di setiap sudut sekolah namun tak bisa ia temukan. Saat ia mencari ke kolam, dia hanya melihatnya dari tepi – an.




Nenek Gong meminum obatnya, Seul Bi menyuruh Nenek Gong agar jangan sakit karena Woo Hyun akan sangat khawatir. Nenek tersenyum menenangkan, dia tak apa. Lalu kemudian dia menyuruh Seul Bi untuk istirahat dulu nanti kalau bekerja jadi tak kecapaian. Seul Bi cemberut, dia harus menyelesaikan tugas yang di berikan oleh murid gendut kemarin, Na Young Eun.

Seul Bi pun mengerjakan soal matematikanya dengan begitu mudah tanpa hambatan. Nenek bertanya apakah Seul Bi mau membantu Woo Hyun di sekolah?

“Woo Hyun buruk di sekolah?”

“Dia hanya tak mau mencoba. Aku tahu dia pintar. Kau ingin pergi ke sekolah juga? Kau bisa mendapatkan ingatanmu kembali secepatnya jika kau punya teman baru.”

Seul Bi berjingkat kegirangan, sudah barang tentu kalau dia juga ingin masuk sekolah.




Seul Bi pergi ke sekolah untuk mendaftarkan diri. Ahjussi Misterius yang kemarin nge – cat di pinggir jalan tiba – tiba muncul dihadapan Seul Bi. Ahjussi itu tanpa tanya langsung menunjukkan paper work yang dibawanya. Dia sudah menyelesaikan paper work Seul Bi. Seul Bi heran, bagaimana Ahjussi itu bisa tahu?

Ahjussi yakin berkata kalau dirinya tahu hampir semua hal, asumsikan saja dia tahu semuanya. Yang perlu Seul Bi lakukan hanya tinggal menukar paper worknya dengan paper work yang dibawa Ahjussi. Seul Bi menatap tak percaya lalu menyembunyikan paper work di balik punggung.

“Dia tak mempercayaiku! Kau bertingkah seperti manusia sungguhan, jadi curigaan. Oke! Oke! Aku akan menunjukkan padamu.” Ahjussi itu menunjukkan map yang bertuliskan Lee Seul Bi dan Seul Bi adalah namanya. Seul Bi masih penasaran. Ahjussi menyuruh Seul Bi untuk menganggapnya tahu segala hal. Dia berharap Seul Bi beruntung di sekolah. Meskipun berat tapi sekolah adalah hal yang menyenangkan. “Dan hati-hati dengan anak laki-laki.”

“Anak laki-laki? Apa maksudnya?”

“Aku laki-laki juga. tapi anak laki-laki akan selalu jadi anak laki-laki atau anjing.”

Seul Bi masih bingung, dia menyimpulkan anak laki – laki dan anjing. Di gabung jadi anak anjing. Namun Ahjussi meluruskan dan menirukan gaya anjing dan anak bayi. Seul Bi hanya bisa geleng kepala dengan sikap ajaib Ahjussi. Dia pergi meninggalkannya.



Seul Bi bergegas keluar dari gedung sekolah, dia melihat ada Sunbae yang menemuinya. Dia segera menghampiri Sunbae dan menyapanya. Ahjussi tadi tiba – tiba datang lagi, “Lihat? Aku menyuruhmu  berhati-hati pada laki-laki.”

Ahjussi sekali lagi menatap ke arah Sunbae namun tiba – tiba dia bersikap tak melihat sunbae (tapi aku yakin dia melihat Sunbae kalau dilihat dari gelagatnya). “Jika kau tetap bicara pada udara, mereka akan membawamu ke rumah sakit jiwa. Mereka akan mengikat tangan dan kakimu.”

Ahjussi dengan gugup pergi meninggalkan Seul Bi. Sedangkan Seul Bi masih heran dengan sikap ahjussi.




“Terima kasih untuk paper work yang kau berikan padaku, sekarang baik-baik saja.”

“Lalu kau harus tetap sebagai manusia sepanjang hidupmu.”

Seul Bi menanggapi ucapan Sunbae dengan senyum kecut. Tak mungkin, hanya saja dia tak bisa kembali. Dia akan kembali saat dia sudah menemukan caranya.

“Dan kau ingin kembali?”

“Apa maksudmu?” tanya Seul Bi bingung.

“Bisakah kau melihat ku dengan baik?”

Seul Bi kembali tertawa. Sudah pasti dia bisa melihat Sunbae dengan baik. Dia kan bukan manusia. Kau pikir aku tak akan bisa melihatmu di masa depan? Sunbae membenarkan, sudah sangat wajar bagi manusia normal kalau tak melihat kaum mereka.

“Aku hanya tinggal disini karena aku sudah menyelamatkan manusia.” Kilah Seul Bi.

“Bagaimana aku tahu kalau kau  hanya menyelamatkan manusia atau kau ingin jadi manusia.” Ucap Sunbae penuh kekecewaan. Sunbae berniat pergi, Seul Bi mencoba meraih tangan Sunbae namun seolah Seul Bi tengah menggapai angin. Tangannya tak bisa menangkap tangan Sunbae dan Sunbae pun menghilang.



Seul Bi celingukan mencari keberadaan Sunbae. Rupanya dari kejauahan, Sunbae berdiri diatap dan memperhatikan Seul Bi dengan sedih.




Semua fans Woo Hyun tampak sedih melihat sang idola yang duduk tanpa gairah. Jae Suk menghampiri Woo Hyun lalu memberikan sebotol soda, dia meminta maaf karena tak berhasil menyelamatkan Woo Hyun. Dia terlambat saat datang kembali. Sebagai gantinya, dia akan membeli semua kue beras yang dijual di toko keluarga Woo Hyun.

Woo Hyun menanggapi dengan malas, lagipula dia tak tahu apakah ada kue beras yang tersisa. Jae Suk yang tak terima ucapannya tak di gubris pun akhirnya menarik kepala Woo Hyun. “Haruskah aku mengunyahmu kalau begitu?”

Woo Hyun mengocok kaleng soda yang diberikan oleh Jae Suk kemudian mengarahkannya ke wajahnya. Air soda pun membasahi wajah Jae Suk. “Sentuh aku lagi, dan itu tak akan berakhir baik.”

“Kau tahu? Aku pikir aku menyukaimu.” Ucap Jae Suk seraya menarik kerah Woo Hyun.

“Sayang sekali, karena aku sangat tak menyukaimu.”




Pak Guru Kim Kwang Sik masuk dalam kelas bersama dengan Seul Bi. Seul Bi yang melihat Jae Suk tengah mengganggu Woo Hyun langsung menghampirinya. Dia menggigit lengan Jae Suk dengan kesal.

“Itu cara yang berbeda untuk memperkenalkan dirimu.” Komentar Pak Kim. Seul Bi menanggapinya dengan senyuman. Woo Hyun mengira kalau Seul Bi tersesat hingga sampai ke sekolah, dia mengajak Seul Bi untuk keluar namun Pak Kim memanggilnya. Dia bertanya apakah Woo Hyun kenal Seul Bi?

Woo Hyun tergagap. Seul Bi berkata kalau dirinya tinggal dengan Woo Hyun.

“Ya Tuhan! Apa mereka kembar?” tanya seorang siswa. Woo Hyun meluruskan kalau dirinya dan Seul Bi adalah saudara jauh. Sontak seisi kelas ber – woa ria. “Woooooaaaaa”

Pak Kim pun memanggil Seul Bi untuk memperkenalkan dirinya.




“Aku Yi Seul Bi. Aku tinggal dengan Woo Hyun. Datanglah ke restoran kue beras kami. Aku akan memberimu extra.” Seul Bi lalu menunjuk Jae Suk. “Dan kau! Kau tak perlu datang. Kami punya hak untuk menolak pelayanan.”

“Woooooooaaaaa.” Hahaha. Seru murid kelas seperti paduan tengah paduan suara.

Sedangkan Woo Hyun yang paling merana karena adanya Seul Bi, dia mengacak rambutnya kasar karena frustasi. “Tuhan tolonglah.”




Seul Bi meminta izin untuk duduk disebelah Woo Hyun tapi disana ada yang menduduki. Jae Suk menyuruh murid yang duduk di samping Woo Hyun untuk pindah.

Akhirnya Seul Bi pun bisa duduk disamping Woo Hyun, Jae Suk memperingatkan Woo Hyun. “Orien-ta-si.”

Woo Hyun tambah frustasi. “Ini gila.”



Waktu istirahat, Young Eun menghampiri Seul Bi. Dia bertanya apakah Seul Bi mengingatnya? Tentu saja Seul Bi ingat, dia pun mengeluarkan buku matematika yang telah dikerjakannya. Ki Soo memperingatkan Young Eun untuk jangan menyuruh orang untuk mengerjakan tugas.

“Apa? Kalau begitu kau yang mau melakukannya?”

“Aku yakin kau memilih orang yang tepat. Benarkan?” jawabnya dengan tawa garing.



Payung?” sapa Seul Bi menghampiri Sung Yeol. Dia berkata kalau mereka akan semakin sering bertemu. Seul Bi menyodorkan tangannya untuk bersalaman. “Aku tak bisa percaya kau di kelas ku juga. Ini seperti drama!”

Sedangkan Young Eun yang notabene adalah Fans Sung Yeol pun langsung mendidih. Idolanya dideketin cewek lain.



Waktu pelajaran olah raga, Seul Bi mengambil sepatunya di loker. Tapi tiba – tiba Fans Woo Hyun yang juga teman Young Eun datang lalu menendang sepatu Seul Bi. “Ah, Sorry.”

Seul Bi memungut sepatu itu namun Young Eun datang dan melemparkan sepatu Seul Bi. Seul Bi tak marah, dia berniat mengambilnya lagi namun kakinya di hadang Young Eun hingga Seul Bi pun terjatuh. Fans Woo Hyun menyodorkan tangannya agar Seul Bi berdiri namun ketika Seul Bi meraih tangan itu malah dilepaskan hingga Seul Bi kembali jatuh.

“Ayo bersenang-senang hari ini.” Ucap Young Eun penuh arti.

“Ada apa dengan para gadis manusia itu?” decak Seul Bi.

Woo Hyun yang keluar dari kelas melihat Seul Bi yang terjatuh, dia menatapnya miris karena di hari pertama saja sudah mendapat bully – an.





Murid kelas bermain lempar – lemparan bola, Seul Bi yang baru pertama kali memegang bola pun tampak senang. Sedangkan Young Eun memberikan kode pada rekan sekelas dengan mengedikkan dagu. Yap! Rencana dimulai.

Mereka sengaja menubruk Seul Bi hingga akhirnya Seul Bi terjatuh, setelah terjatuh mereka melemparinya dengan bola. Seul Bi berusaha menunduk hingga sampai pada lemparan Young Eun yang begitu keras hingga dia mimisan.




“Waah!! Dia mimisan.” Ucap gadis lain cekikikan, tampak puas.

Fans Woo Hyun pun melakukan ancang – ancang untuk menembakkan bola kearah Seul Bi namun untungnya Woo Hyun datang dan menghadang bola itu dengan punggungnya. Kontan gadis itu gelagapan dan berusaha menjelaskan namun Woo Hyun memandang semua siswi di kelasnya dengan sengit.

Dia membawa Seul Bi yang mimisan keluar.
*** Bersambung ke High School: Love On Episode 3 – 2 ***

Episode kali ini ada pengurangan durasi sepertinya, hingga Cuma ada 50 menit. T_T

 Tapi aku akhirnya bisa ikhlas dan ridho, karena apa? Pas kemarin aku abis nge – stalk Infinite, dan sepertinya Woo Hyun sama Sung Yeol kelelahan banget deh. Mereka kan masih promo buat yang Back yah? Nah disitu, sehabis mereka manggung segera setelah itu segera ganti pakaian sekolah dan berangkat ke lokasi syuting. Ditambah lagi, keselnya karena di VarShow Woo Hyun ga pernah ikut, padahal pengin liat dia idiot – nya di Weekly Idol setelah pas Last Romeo ga mampir kesana.

Untuk masalah Seul Bi, teteup cute. Imut. Cantik. Unyu. Polos. Makin cinteeh sama karakter dia. Oiya, ada yang tahu kah apa batasan waktu kerja untuk idol dibawah umur sudah berlaku apa belum? Kalau iya berarti satu episode tiap minggu juga karena kendala ini mungkin.

Ceritanya masih menarik untuk di – ikuti. Semoga tetep bisa buat suka dan ga bikin boring. ^_^

Cuma satu yang bikin ngganjel dihati. Kok bisa yah si Nenek Gong sama Woo Hyun ga curiga bagaimana caranya Seul Bi punya paper work padahal Seul Bi kerjaanya di rumah. Lupa ingatan pula. Lah terus kenapa tiba – tiba punya paper work? Apa ga aneh yah. Kekeke. Tapi yah nikmatin aja, kalau ga kaya gitu juga ntar dramanya ga jalan.


Sunbae. Omo. Dia punya karisma banget, bener kata mba Ayu kalau Sunbae ini ga ganteng – ganteng banget Cuma ya ada sesuatu yang buat dia jadi keliatan keren. Suka juga liat dia kecewa sama Seul Bi. Mungkin karena mereka sudah bersama ratusan bahkan ribuat tahun kali yah. Sukaa^^

18 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 3 – 1"

  1. di tunggu kelanjutan sinop'y, Gomawo^^ :D

    ReplyDelete
  2. gomawo ;) ^_^ di tunggu selanjutnya

    ReplyDelete
  3. Mksh ya sis....ditunggu part selanjutnya..^_^

    ReplyDelete
  4. Makasii yaaa^^.....ditunggu part selanjutnyaa

    ReplyDelete
  5. Makasih puji, di tunggu part selanjutnya
    Semangat (^_^)9

    ReplyDelete
  6. tpi puji, aq kok ngerasany si sunbae nee suka ea sma seul bu,,, tpi gg tau lgi sih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dia emang kayaknya suka gitu sama si Seul Bi. tapi belum pasti juga, jadi anggep aja dia lg kecewa sama sikap Seul Bi yang kelihatannya fine-fine aja sama kondisinya. malah terkesan menikmati keadaanya sekarang.

      Ih, kalo Sunbae suka berarti ada tiga cowok kece yang bakal ngelindungin, apa jangan - jangan sunbae juga bakal berubah jadi manusia. eeh #heboh sendiri ^_^

      Delete
    2. waah klau kya gtu jdiny,, pasti bkal mkin seru >o< ... itu ajhussi tukng cat jga kyany mencurigakan, ntar kdepanny psti dia bkal bnyk nolongin seul bi... moga ajj deh, suka bgt sma nee drama

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. ditunggu part selanjutnya
    semangat dan gomawo :)

    ReplyDelete
  9. Goooookillllllll lanjut cinnn

    ReplyDelete
  10. Deg2an pas episode sebelumnya ngeliat Woohyun hampir kelelep ehh ternyata tinggi airnya sedada doang -,- Kasihan Seul Bi dbully gtu T.T Ja'at ihh ... Dtunggu part selanjutnya ;)

    ~Grace

    ReplyDelete
  11. nanya donk sister2 yang cantik
    nama Sunbaenya siapa y???????

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih jadi misteri. kalo aku tau pasti udah ku tulis ^_^

      Delete
    2. makasih sis,,
      lw nama aslinya siapa y
      w cri2 di google ga ada
      hehehhehe
      n thank buat sinopsisnya
      fighting,,,,,

      Delete
  12. wuaaaaa, bikin penasaran nih sma episode selanjutnya...semoga ceritanya makin seru yaaa, hihihi

    ReplyDelete
  13. bagus ceritanya thanks for share this,,,,fighting

    ReplyDelete
  14. mau tanya, video sehabis mereka manggung terus segera ganti pakaian sekolah dan berangkat ke lokasi syuting itu, judulnya di youtube apa ya? makasih :)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^