Sinopsis Trot Lovers Episode 7 – 2





Geun Woo menemui Joon Hyun. Dia memarahi Joon Hyun yang telah membuat Chun Hee tampil dihadapan para kambing. Joon Hyun marah juga, dia juga ingin sekali melarang. Tapi bagaimana dengan Geun Woo sendiri, apa yang telah Geun Woo lakukan untuk Chun Hee?

Chun Hee yang menemui mereka segera menenangkan Joon Hyun. Dia menyuruhnya untuk berhenti berlaku seperti itu pada Presdir.

“Ini kenapa aku menyuruhmu untuk keluar dan pergi. Kau senang karena kau sudah keras kepala dan tidak mendengarkan ku? Kau senang bernyanyi didepan kambing-kambing?” tanya Joon Hyun kesal pada Chun Hee. “Kalau kau melakukan semuanya Semaumu. kalau begitu aku bukan lagi  manajer ataupun produsermu.”

Joon Hyun pergi meninggalkan Chun Hee bersama dengan Geun Woo.


Chun Hee berniat mengejarnya namun ditahan oleh Geun Woo. Dia melihat luka di tangan Chun Hee dan menahannya. Chun Hee berkata kalau itu bukan – lah apa – apa tapi bagi Geun Woo itu masalah. Dia menyeret Chun Hee pergi.



Joon Hyun menyendiri meninggalkan Chun Hee namun ketika cuaca mulai berubah dan turun hujan, Joon Hyun tak bisa lagi menahan kekhawatirannya. Ia pergi kelokasi syuting dan para kru sudah mulai berbenah. Joon Hyun bertanya dimana Choi Chun Hee?

“Ke rumah sakit.” Jawab mereka singkat. Joon Hyun bertanya – tanya apa yang membuat Chun Hee bisa sampai ke rumah sakit.

Soo In juga kesana untuk mencari Geun Woo, “Oppa, dimana Presdir?” tanyanya pada Joon Hyun.


Malam menjelang, sebuah mobil masih berada di sebuah tempat yang sepi. Mobil Geun Woo terjebak lumpur hingga tak mau melaju. Hujan turun begitu derasnya hingga mereka tak bisa pergi sedangkan ponsel Chun Hee juga sudah tak berfungsi lagi.


Di rumah sakit, Joon Hyun dan Soo In sudah mencoba mengecek kesana namun tak menemukan Chun Hee. Berulang kali ia menelfon Chun Hee tapi telfonnya mati.



Geun Woo meminta maaf karena dia telah marah – marah saat di lokasi syuting. Itu semua karena ia tak begitu merasa baik ketika Chun Hee harus tampil disana. Chun Hee sama sekali tak mempermasalahkan. Tapi sekarang karena dirinya Geun Woo tak bisa kembali ke Seoul. Geun Woo tak terlalu perduli dengan itu, dia malah meminta Chun Hee untuk mengajarinya bermain game.

Chun Hee tertawa renyah. Kebingungan untuk menentukan karena sudah lama tak bermain.


Joon Hyun dan Soo In kembali ke penginapan untuk bertanya apaah Chun Hee kembali kesana? Namun nihil. Chun Hee belum kembali ke penginapan.



Sedangkan Geun Woo dan Chun Hee masih sibuk dengan permainan mereka. Bermain pisau belati, mereka berlaku sekonyol mungkin untuk menembak lawan dan lawannya akan berpura – pura tertembak dengan reaksi yang gokil pula.

Hahaha. Chun Hee tertawa lebih dulu hingga Geun Woo menjitaknya, tapi jitakan itu begitu keras hingga Chun Hee menganggap kalu itu bukan game lagi tapi kekerasan. Geun Woo gantian tertawa, Chun Hee segera menganggap kalau dia juga kalah dan menjitaknya dengan keras.



Chun Hee terlelap hingga pagi, Geun Woo mengajaknya untuk berjalan dulu karena mobil masih terjebak dalam lumpur.

Keduanya mulai melangkahkan kaki untuk mencari jalan kembali, Geun Woo membuka pembicaraan dengan permintaan maaf karena dia pernah berkata kalau Chun Hee tak pantas menjadi seorang penyanyi. Chun Hee tak mempermasalahkannya, tapi apakah presdir kesana hanya untuk berkata itu?



“Tentu saja tidak.” Jawab Geun Woo dengan tawa, “Aku kesini karena merindukanmu.”

Chun Hee terdiam. Hahaha, dia tertawa garing mencoba menganggap kalau itu hanyalah candaan. Namun Geun Woo meyakinkan kalau itu bukan candaan. Serius.

“Aaa. . Ha.. Aku kesini karna aku merindukanmu.” Alih Chun Hee.



Geun Woo dan Chun Hee mencoba mengejar mobil yang lewat untuk tumpangan namun terlambat.

Rupanya, Joon Hyun dan Soo In masih mencari mereka berdua. Chun Hee melihat kehadiran Joon Hyun sontak berlari menghampiri namun Joon Hyun hanya melewati Chun Hee saja.




Joon Hyun menatap Geun Woo dengan sengit dan tanpa basa – basi ia memukulnya. Chun Hee berlari melerai keduanya lalu meminta maaf pada Geun Woo karena tempramen Joon Hyun.

“Presdir bersama penyanyi pendatang baru, dan kau tidak dapat menemukannya sepanjang malam. Apakah kau tidak khawatir?”

“Kau bilang kau khawatir karena aku dengan dia, kan? Aku pikir ketika dia dengan seorang manajer  yang bahkan tidak tahu dia terluka, Aku lebih khawatir.” Balas Geun Woo.

Bungkam. Yah, tak bisa mengelak dari ucapan itu ketika ia melihat perban di lengan Chun Hee. Joon Hyun pergi mendapati kalau perkataan Geun Woo ada benarnya. Chun Hee yang panik segera berlari mengejar Joon Hyun meninggalkan Geun Woo bersama Soo In.




Chun Hee kesal dengan sikap Joon Hyun yang begitu kasar pada Presdir.

Apa kau hanya memikirkan Presiden? Kau tahu bagaimana khawatirnya aku? Kau tahu bahwa aku memikirkan semalaman? Kau bahagia karna kau menggunakan pakaian Presiden?” tanya Joon Hyun dengan penuh kemarahan. Dia meraih jas yang dikenakan Chun Hee lalu membuangnya.

Chun Hee juga tak kalah marah. Apa tak cukup hanya dengan meninju presdir dan sekarang Joon Hyun malah membuang baju Presdir. “Apa ada yang tidak beres dengan kepalamu? Aku sangat membenci mu.”

Mendengar ucapan sadis Chun Hee, dia tak bisa menahan dirinya lagi. reflek dia meraih wajah Chun Hee dan mencium bibirnya. Chun Hee dengan segera menarik tubuhnya lalu menampar Joon Hyun. “Pria gila!” geramnya.


Nenek penjaga penginapan menegur Chun Hee, dari mana saja dia? Sejak semalam, pria yang datang bersama dengan Chun Hee membuat keributan mencarinya. Chun Hee diam. Dia sadar sekarang betapa Joon Hyun semalam mengkhawatirkannya.

Joon Hyun kembali, keduanya memalingkan muka tak saling berucap.


Dalam mobil Soo In, Geun Woo penasaran kenapa Soo In datang kesana. Soo In menjelaskan kekhawatirannya karena ia belum sempat menjelaskan kesalahpahaman di pesta. Dia khawatir karena Geun Woo pergi dari pesta itu. Geun Woo merasa kalau itu bukanlah kesalah pahaman.

“Ibu melakukan itu untuk ku.” Ucap Soo In gamang.

Bagi Geun Woo, masalah ini adalah masalahnya dengan Joo Hee. Tak ada sangkut pautnya dengan Soo In jadi Soo In tak perlu khawatir.


Disisi lain, Chun Hee dan Joon Hyun juga tengah dalam perjalanan pulang, mereka sama – sama dalam diam meskipun sebenernya saling lirik. Mungkin gengsi mereka terlalu tinggi untuk mulai berbicara.


Dalam gelapnya malam, Byul sudah tertidur dengan lelapnya sedangkan Chun Hee masih sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri. Mengingat ketika Geun Woo berkata kalau dirinya datang karena merindukan Chun Hee.

Sekejap pikiran itu berubah mengingat saat Joon Hyun mencium bibirnya. Chun Hee menggeleng kasar, berusaha mengenyahkan perasaan tak nyaman itu.


Chun Hee berpapasan dengan Joon Hyun, keduanya sama – sama canggung dan tak mau untuk menyapa satu sama lain. Chun Hee menghentikan Joon Hyun, dia tak mau kalau dia harus merasa tak nyaman disekitar Joon Hyun..

“Kalau kau melakukan ini karna apa yang baru saja terjadi, kau tidak usah khawatir. Aku selalu menjadi pria gila. Maafkan aku kalau aku menyakiti perasaanmu.” Ucap Joon Hyun dengan santai, “istirahatlah..”


Joon Hyun berlalu. Meskipun tadi ia berkata dengan santai dan entengnya, namun di balik pintu ia masih harus memegang dadanya. Ada rasa aneh yang berdesir dalam jiwa Joon Hyun.




Joon Hyun menghidangkan soju untuk Presdir Jo, dia meminta bantuan padanya untuk mencarikan cara agar mereka bisa mencabut larangan siar Chun Hee. Presdir Jo merasa kalau ini sudah tak ada cara lain, mereka berdua celingukan takut ada yang mendengarkan ucapannya.

“Ketika kau terjebak di sudut tidak ada cara lain selain terus menyerangnya. Hal-hal di dunia ini tidak bisa diselesaikan lewat cara biasa.” Saran Presdir Jo dengan berbisik.

kalau kau berlari disekitar dan sulit melekat pada orang, tidak akan ada jalan keluar?” tanya Presdir Jo.

Dan Joon Hyun segera menuju ke tempat penyiaran dengan hormat dan penuh kesungguhan, dia memohon agar mencabut larangan siaran untuk Choi Chun Hee.

“Keluar!!” perintah Direktur Penyiaran.


Direktur Penyiaran sedang kencing, tiba – tiba Joon Hyun sudah ada disana dan memegang tengkuk Direktur lalu memijatnya. Dia mengambil tisu lalu mengelap anu Direktur.

“Tolong cabut larangan siaran  pada Choi Choon Hee. Anda yang terbaik.” Pintanya.


Direktur berniat untuk makan namun lagi – lagi sudah di hadang Joon Hyun. Tak ada cara lain, hingga dia harus memesan makanan saja. Joon Hyun memohon agar Chun Hee diberi satu kali kesempatan.



Dan kembali, Presdir mengalami terror yang membuatnya hampir stress. Si Petugas pengantar makanan juga Joon Hyun, mau keluar ruangan pun juga Joon Hyun sudah menghadang memberikannya kopi. Direktur menepis tangan Joon Hyun, kopi yang digenggamnya tumpah mengenai tangan. Dia merengek kesakitan, ditanya apa yang Joon Hyun inginkan?

“Kau tahu itu kan Direktur?” tanyanya penuh makna.


Chun Hee mencuci tangannya di toilet, Soo In datang kesana. Serta merta Chun Hee segera menyapanya dengan hormat.

“Apa kau benar-benar penyanyi?” tanyanya membuat Chun Hee bingung. “Meskipun kau penyanyi trot bagaimana bisa seorang penyanyi milik  Shine Star bernyanyi di suatu tempat seperti itu? Apa kau tidak malu?”

Chun Hee mencoba membeberkan alasannya.

“Panggung adalah kebanggaan penyanyi. Mudah-mudahan ini tidak akan terjadi lagi.” tegas Soo In.



Di ruang latihan, Chun Hee jadi lemas dan bertopang pada pel. Dia masih memikirkan kata – kata Soo In dan yang pasti beban paling berat karena dia masih dicekal. Chun Hee tak suka larut dalam kesedihan, dia mengepel dengan menari dan menyanyi. Mencoba menghapus bebannya sendiri.

Tanpa ia sadari, ada Geun Woo yang tengah memperhatikannya dengan tersenyum.



Geun Woo menghubungi direktur penyiaran untuk memintanya mencabut larangan penyiaran, namun belum sempat sampai pada pokok bahasan, Direktur sudah terpekik. Masalahnya sudah selesai. Dia sudah mencabut larangannya.

Geun Woo bingung dengan keputusan yang tiba – tiba seperti itu.



Tae Song tengah bernyanyi dengan riang, di berjalan naik turun kursi. Jejingkrakan gaje. Sampai akhirnya Pelatih Bang muncul dan menegur Tae Song. Ooh, bukan menegur tapi dia memuji kemampuan menyanyi Tae Song. Kemampuannya mendapat dua jempol dan Pelatih Bang. Jjang!!

Tae Song sungguh merasa mendapatkan sebuah kebanggaan. Sebagai ucapan terimakasih, dia berlutut dan memberikan setangkai bunga mawar untuk Pelatih Bang.

“Kau pasti jadi seorang bintang.” Ucap pelatih Bang seraya mengambil bunga tersebut. Dengan senyum super duper manis, ini membuat efek bling – bling di mata Tae Song.



“Orang itu memiliki mata yang sangat menawan, sempurna  hidung berbentuk, dan dagu halus. dan dia punya kekuatan untuk menyelamatkan ku dari bahaya. Aku tidak berpikir siapa pun bisa lebih sempurna dari itu.” Tulis Pil Nyeo di chatnya.

Dibalik bilik Pil Nyeo rupanya ada Tae Song yang membalas chat Pil Nyeo. Mereka tak tahu kalau mereka teman chat, Tae Song berkata kalau dia juga sudah menemukan wanita yang menawan. Keduanya pun melanjutkan chatnya tanpa tahu satu sama lain.


Sekembalinya, Joon Hyun merasa senang. Dia menari – nari setelah berhasil memaksa Direktur Penyiaran agar mencabut larangan penyiaran.


Namun seketika senyum itu musnah ketika melihat Chun Hee tengah tersenyum bersama Geun Woo yang mengatakan kalau dia sudah bisa lagi siaran.



Joon Hyun menghampiri Chun Hee selepas kepegian Geun Woo, Chun Hee memberitahukan kalau larangan ia siaran telah dicabut berkat Presdir. Joon Hyun terdiam. Tapi kemudian dia tersenyum dan hanya meng – iya – kan kata – kata Chun Hee.

“Bagaimana aku harus berterima kasih padanya? Hei, kau sudah minta maaf soal  memukul dia terakhir kali? Cepatlah dan minta maaf. Dia membantu kita seperti ini.” Suruh Chun Hee. Joon Hyun hanya tersenyum kecut mendengarnya.

Chun Hee melihat perban yang melingkat di lengan Joon Hyun, ini kenapa? Namun Joon Hyun dengan segera menarik tangan tersebut. Bukan apa – apa.


Waktu bergulir, semua berjalan lebih baik. Semenjak larangan penyiaran dicabut, lagu Chun Hee segera melejit. Memang ini lagu lawas yang di remake namun cukup mampu merebut hati masyarakat.


Bahkan Chun Hee saking sibuknya sampai tak sempat lagi beres – beres rumah, padahal ia harus latihan. Joon Hyun menyuruh nya untuk pergi saja, Byul sekolah dan Chun Hee latihan.





Yap. Joon Hyun sekarang membersihkan rumah Chun Hee dengan bernyanyi riang. Bukan lagi Joon Hyun yang sombong, pelajaran untuknya mungkin yah.
Dan sehabis Byul pulang sekolah, mereka pun akhirnya berbenah bersama - sama. 




Sepulang latihan, Geun Woo mengajak Chun Hee untuk makan bersamanya. Chun Hee jelas saja tak bisa makan dengan menggunakan pisau bahkan pisaunya sampai terjatuh. Semua orang menatapnya, namun Geun Woo segera menenangkan dan meminta pelayan mengambilkannya pisau lagi.

“Pernahkah kau berpikir tentang hal itu?”

“Tentang apa?” tanya Chun Hee.

“Soal apa yang aku katakan terakhir kali di mobil. Aku bilang aku pergi karena aku merindukanmu.” Jelas Geun Woo. “Itu pengakuanku”

Chun Hee sontak terkejut. Dia menjelaskan dengan sangat tergagap, dia harus bernyanyi. Harus mencarikan Byul sekolah. Belum lagi ini.. itu... Chun Hee tak ada waktu untuk berfikiran tentang kencan. Jelas Chun Hee dengan gugup.


Disisi lain, Joon Hyun tengah memasak namun sampai malam larut pun Chun Hee belum pulang.



Geun Woo mengantarkan Chun Hee kerumah.

“Aku ditolak oleh mu, kan?” ucap Geun Woo pura – pura sedih.

“Tidak. Bagaimana saya bisa menolak Anda? Tidak.”

“Apakah ada orang lain yang kau suka?”

“Yah, itu tidak masalah  kalau pun ada karena hati orang berubah setiap saat. Masuklah.” Suruh Geun Woo.
Geun Woo pergi.



Geun Woo kembali melanjutkan perjalanan namun ponsel Chun Hee tertinggal. Dengan tersenyum Geun Woo memutuskan untuk kembali ke rumah Chun Hee, namun betapa terkejutnya ia melihat Chun Hee tengah di marahi oleh Joon Hyun yang kesal karena Chun Hee pulang terlambat.
Sakiiit. Dia melihat keduanya yang saling pukul ketika masuk dalam rumah.
*** Bersambung ke Trot Lovers Episode 8**

4 Responses to "Sinopsis Trot Lovers Episode 7 – 2 "

  1. Entah kenapa, menurutku drama ini benar-benar jauh dari harapan. Tapi karena sinopsisnya selalu dibuat, aku akan terus membacanya. Semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, aq gak setuju, buat aq sih rameeeeeèè

      Delete
  2. ga sabar nih nunggu kelanjutan episodenya....
    semangat ya merekapnya..
    fighting..>,<

    ReplyDelete
  3. Eps 8 kau q tgguuuuu....maaf lahir batin mbaaak Pujiiii ^_^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^