Sinopsis Trot Lovers Episode 7 – 1






Choi Chun Hee menenangkan dirinya sebelum siaran. Ponsel Chun Hee bergetar dan Chun Hee pun membuka sebuah pesan yang masuh. Pesan gambar yang memperlihatkan tubuh seorang pria dengan pakaian kumal.

“Ayah mu bersama dengan kami. Kalau kau tidak datang sekarang, kau tidak akan bisa melihat ayahmu lagi. Provinsi Kyung Gi , Distrik Ka Pyung, Pyung Chung Myeon, Dae Geum Li 715-3.” Ancam pesan tersebut.
Chun Hee memperbesar fotonya, dia cukup yakin kalau punggung itu adalah punggung sang ayah. Mata Chun Hee sudah meremang apalagi ditambah kebimbangan karena ia harus tampil sekarang. Namun bagaimana pun, bagi Chun Hee tak ada yang lebih penting dari ayahnya. Dia berlari meninggalkan rungan siaran.




Jang Jun Hyun melihat kepergian Chun Hee lalu mengejarnya. Chun Hee menunjukkan foto ayahnya dengan panik. Joon Hyun tahu situasinya, dia menyuruh Chun Hee untuk masuk dan dia yang akan melihat ke alamat itu. Chun Hee menolak karena kalau sampai dia tak datang maka dia tak akan bisa bertemu dengan ayahnya lagi.

“Kalau kau tidak muncul untuk siaran lagsung, ini akhir untukmu!”

“Aku mungkin tidak bisa melihat ayah lagi kalau aku tidak pergi.” Chun Hee panik mencari taksi.


Kedunya pun sampai di sebuah gedung tak terawat tanpa penghuni. Tak seorang pun disana namun Chun Hee dengan panik masih mencari – cari ayahnya.
***



Di tempat lain, Ayah Chun Hee tengah mengangkut gardus. Tanpa sengaja ia melihat album remake milik putrinya, Choi Chun Hee.
***



Polisi telah sampai ke tempat dimana seorang meminta Chun Hee untuk menemuinya. Namun polisi menganggap kalau pesan yang diterima Chun Hee adalah pesan iseng karena Chun Hee tampil di TV. Polisi pergi, Chun Hee mencoba menahan mereka.

Joon Hyun menenangkan Chun Hee yang panik kalau – kalau ayahnya benar – benar diculik. Joo Hyun meyakinkan kalau itu tak akan terjadi.



Ponsel Chun Hee berdering, ia segera menerima panggilan tersebut. Itu panggilan dari ayah Chun Hee.

“Aku melihat album yang kau luncurkan. Aku melihatmu tampil di TV waktu itu. Aku sungguh terkejut kau jadi seorang penyanyi seperti ibumu.”

Chun Hee menangis meminta ayahnya untuk kembali. Namun Ayah menolak, meskipun dia tak ada di dekat mereka tapi Ayah selalu mengawasi Chun Hee dan Byul. Dia pun mengakhiri panggilan tersebut sebelum Chun Hee berkata lebih banyak lagi.



Chun Hee menangis. Joon Hyun tampak lega karena Chun Hee telah menerima panggilan dari Ayahnya. Berarti itu tandanya Ayah Chun Hee tak diculik
***


Direktur Penyiaran tampak sangat kesal karena Chun Hee yang tak tampil hari ini, padahal ini adalah siaran langsung. Dia tak akan pernah membiarkan Chun Hee untuk mendapatkan siaran dimanapun.

Dengan penuh kerendahan hati, Joo Hee meminta maaf atas kesalahan Chun Hee. Joo Hee yang telah mengusulkan penampilan Chun Hee jadi kalau saja terjadi kesalahan mereka mau untuk menerima hukuman dari Direktur Penyiaran untuk melarang Chun Hee siaran.

Soo In yang sedari tadi duduk menemani ibunya tampak menyadari sesuatu.



Soo In dan Joo Hee dalam perjalanan. Soo In bertanya apakah ibunya telah mengusulkan Chun Hee dengan maksud tertentu? Seperti menyuruhnya tampil tapi ia juga yang telah menggagalkannya.

“Tenanglah dan berpura-pura kau tidak tahu apapun.” Perintah Joo Hee.

Soo In diam. Sedikit menyunggingkan senyum liciknya.
***



Joo Hee melaporkan keputusan Direktur Penyiaran untuk tak membiarkan Chun Hee tampil dimanapun selamanya. Geun Woo tampak terkejut. Joo Hee berkata kalau dia juga sudah menerima omelan. Direktur Penyiaran tampak sangat marah.
***



Joon Hyun meminta maaf atas apa yang Chun Hee lakukan, dia tak tampil di acara langsung. Namun PD acara tak mau menerima itu. Malahan Chun Hee di ejek karena sebagai seorang penyanyi baru saja sudah lancang pergi ketika siaran langsung. Chun Hee membungkuk, meminta maaf.

“Kau jadi sombong setelah meluncurkan album trot.” Olok PD – nim.

“Hey. Apa yang baru saja kau katakan? Kenapa dengan trot? Apa kau tidak menyanyikan lagu trot saat kau karaoke?” teriak Joon Hyun.

“Apa, kau brengsek?”

Brengsek? Kau pikir  aku brengsek, brengsek kau?”

Chun Hee menahan amarah Joon Hyun namun PD malah seolah menantang. Dia memperingatkan kalau tak ada lagi orang di indutri ini yang mau membantunya.




Chun Hee masih terdiam mengingat kembali ucapan PD – nim yang memarahinya. Joon Hyun datang sambil menenteng barang belanjaanya. Namun Chun Hee masih terus terdiam memikirkan kesempatannya yang telah hilang. Dia kehilangan kesempatan padahal kesempatan tak datang dua kali. Apa yang telah kulakukan?

Joon Hyun yang sedari tadi sibuk membuka barang belanjaanya jadi tersadar akan kegundahan hati Chun Hee. Kakinya menjulur menyentuk lutut Chun Hee di bawah kolong meja. Dengan sok imut, Joon Hyun memberikan Chun Hee semangat.


Chun Hee dan Joon Hyun menemui Geun Woo dan mereka mendapatkan teguran atas ke – tidak profesionalan Chun Hee. Joon Hyun membela posisi sulit Chun Hee, mana ada orang yang akan diam ketika mendapatkan pesan seperti itu.

“Apapun itu, dia bukan penyanyi yang berkualitas?”

Berkualitas?” Joon Hyun emosi.

Chun Hee kembali harus menenangkan Joon Hyun dan meminta maaf pada Geun Woo.

“Aku akan menunggu untuk melihat apa yang perusahaan dapat lakukan untukmu. Untuk penyanyi trot, penampilan panggung lebih penting daripada siaran. Ini akan sulit untukmu  tampil sekarang. Oleh karna itu mulailah untuk tampil di acara panggung pertama.” Instruksi Geun Woo yang segera di – iya – kan oleh Chun Hee.




Dan keputusan Geun Woo untuk membuat Chun Hee melakukan penampilan panggung segera sampai ke telingan Joo Hee melalui mulut Direktur Wang.


Chun Hee dan Joon Hyun menemui seorang penyanyi trot kawakan agar mereka bisa ikut tampil dengannya namun penyanyi itu menolak seketika. Dia tak mau tampil dengan orang yang kabur saat siaran langsung. Anak jaman sekarang memang tak tahu diri.

Chun Hee meminta maaf dan Joon Hyun berniat akan memberitahukan alasannya namun wanita itu menolak dengan kesal. Ia menyuruh managernya untuk mengusir Chun Hee dan Joon Hyun.


Keduanya sekarang ada di sebuah cafe dengan wajah sedih mereka. Rupanya Tae Song juga ada disana, memperhatikan Joon Hyun dan Chun Hee dari kejauhan.


Pelatih Bang menghampiri mereka yang sekarang bermuka layu itu. Joon Hyun mengatakan kalau mereka tak siaran bahkan sebelum mereka menapakkan kaki diatas panggung.

“Choi Choon Hee. Saat kau berpartisipasi dalam lomba nasional sebelumnya, apa kau selalu  masuk ke final?” tanya Pelatih Bang yang di jawab anggukan oleh Chun Hee. “Kadang-kadang kau gagal. Hal-hal seperti itu terjadi.”

Pelatih Bang menyuruh mereka agar makan dulu.



“Tae Song!” panggil pelatih Bang.

Jelas Tae Song yang tengah bersembunyi jadi tekejut, ditambah ketika Joon Hyun menoleh dan menatap matanya. Tae Song segera bersembunyi di balik rak tapi kemudian ia meyakinkan dirinya. Dia pun kembali melongok dan melambaikan tangan pada Joon Hyun.



Tae Song menghidangkan minuman untuk keduanya namun Joon Hyun tak sudi kalau harus minum minuman yang dibuat oleh tangan kotor Tae Song. Dia pun pergi, Tae Song panik hingga pelatih Bang mengedikkan dagu agar Tae Song menahan Joon Hyun.

Tae Song menahan kaki Joon Hyun. Dia menyuruh Joon Hyun agar memukulnya kalau memang dia mau. Joon Hyun segera mengambil ancang – ancang untuk memukul Tae Song dengan tangan kirinya namun Tae Song malah ketakutan dan meraih tangan Joon Hyun lalu menempelkannya di pipi, sengaja agar pukulan Joon Hyun tak terlalu kuat.

“Aku tak kidal.” Singkat Joon Hyun lalu menghantam wajah Tae Song dengan tangan kanannya. Tae Song terdorong jatuh dengan raut konyolnya.


Tae Song berlutut dihadapan Joon Hyun. Dia benar – benar tela gila karena telah mengikuti perintah Presdir Midas untuk mengakhiri karir Joon Hyun. Tae Song memohon agar ia bisa kembali bersamanya, dia dulu adalah manager yang baik. Ia mendengar kalau Chun Hee gagal manggung, dia siap untuk membuatkan jadwan untuk Chun Hee.

Joon Hyun yang sedari tadi kesal langsung menatap Tae Song.


Joon Hyun kelelahan membawa se – gardus penuh barang remeh – temeh yang ditujukan untuk Chun Hee. Sepertinya ini dari penggemar Chun Hee. “Dia sebaiknya mendapatkan uang. Apa semua ini? Aku bisa gila. Ini yang terbaik yang bisa Seol Tae Song lakukan.” Cibir Joon Hyun kelelahan.

Sedangkan Chun Hee dan Byul malah kegirangan mendapatkan banyak sendal gratisan.


Joon Hyun menerima panggilan dari Tae Song yang menawarkan Chun Hee untuk melakukan siaran. Joon Hyun jelas tak percaya karena Chun Hee kan sudah dilarang tampil. Tae Song meyakinkan karena acara ini adalah acara di TV kabel.



Keduanya sudah bersiap untuk berangkat, Yoo Shik dan Chul Man sudah bersiap di dekat sebuah mobil untuk menanti mereka. Dengan tulus mereka akan membantu Chun Hee agar bisa terkenal karena kalau Chun Hee terkenal maka mereka akan dapat uang.

Yoo Shik yang selalu berucap sengit, ia memberikan kuncinya pada Joon Hyun. Setelah mereka meminjaminya uang, sekarang mereka meminjami mobil. Jadi saat kembali tangki bensinnya harus penuh.

Selepas kepergian mereka, Joon Hyun memberikan kuncinya pada Chun Hee. Keduanya sama – sama malas menyetir namun apa daya, Chun Hee lah yang harus mengalah.



Soo In tengah memandangi bando pink pemberian Geun Woo, Joo Hee datang untuk mengajaknya makan. Soo In segera menyimpan bando itu.

“Apa itu? Kau pergi ke taman bermain kemarin?”

“tidak.” Jawab Soo In singkat seraya pergi.

Joo Hee membuka laci Soo In dan mengambil bando pink itu, kemudian ia membuka ponsel Chun Hee dan menemukan foto – foto dirinya bersama dengan Geun Woo.



Joo Hee menatap bando milik Soo In dengan senyum di wajahnya. Dia sadar kalau putrinya tengah kasmaran, dia meraih ponsel lalu menghubungi Geun Woo untuk mengundangnya datang ke pesta perayaan 30 tahun debutnya.

Soo In masuk keruangan Joo Hee. Dia melihat bandonya tergeletak di meja Joo Hee dan berniat mengambilnya namun ditahan Joo Hee. “Kau menyukai Presiden baru itu kan?” tanya Joo Hee yang langsung dielak oleh Soo In.

“Siapa yang bisa ditipu? Lalu apa bando ini dan foto yang kamu ambil di taman bermain?”

Soo In kesal karena Joo Hee bahkan membuka ponselnya. Namun Joo Hee menanggapi enteng, “Ya. Presiden yang baru cukup bagus untuk jadi pasanganmu.”


Malam sudah larut, suasana gelap begitu mencekam. Alat navigasi berkata kalau mereka telah sampai tapi saat ini saja mereka entah dimana. Joon Hyun geregetan sendiri.

Ketika ia menoleh tampak seolah sudah berdiri di samping mobilnya. Tampak menyeramkan bahkan Joon Hyun sampai bersembunyi di balik Chun Hee. Tapi ternyata itu hanya seorang nenek penjaga penginapan.


Joon Hyun masih ketakutan karena situasi yang mencekam itu. Chun Hee yang berniat meninggalkan Joon Hyun untuk mandi menakuti Joon Hyun. “Aku merasa seperti ada seseorang diluar jendela.” Takutnya. Joon Hyun langsung berjingkat ketakutan mengikuti Chun Hee.




Joon Hyun menjaga Chun Hee yang sedang mandi dengan santainya, dia memperingatkan agar Joon Hyun tidak mengintip. Joon Hyun malah mengolok Chun Hee, mana nafsu dia lihat Chun Hee. Ga ada yang bisa dilihat darinya.

Namun apapun bantahan Joon Hyun, dia disaat pintu kamar mandi agak terbuka Joon Hyun melongok sedikit ke kamar mandi. Tiba – tiba entah kenapa, suasana langsung berubah. Petir menyambar dan angin bertiup dengan kencang. Sebuah selimut terkena angin hingga menutup muka Joon Hyun. Kontan dia asuk ke dalam kamar mandi Joon Hyun.

Chun Hee jelas ikut takut, dia menempelkan tubuhnya ke sisi ember dan menutupi wajah Joon Hyun dengan selimut.



Chun Hee mengembikan selimutnya pada si nenek, dia menawarkan Chun Hee dan Joon Hyun untuk memakan makanan yang telah ia siapkan untuk suaminya yang telah meninggal. Joon Hyun terlihat heran dengan sikap nenek tersebut, namun Chun Hee segera duduk mensejajari nenek. Dia menebak kalau nenek tadi sangat menyukai suaminya. Dia membenarkan, apalagi ketika suaminya sedang bernyanyi. Nenek sangat menyukainya.

Chun Hee dengan senang hati menawarkan untuk bernyanyi untuk nenek. Nenek tersenyum.



Chun Hee mulai menyanyikan lagu trotnya. Lagu yang lumayan sendu hingga membuat Joon Hyun dan Nenek terdiam hikmat mendengarknnya.

Meskipun beberapa orang tersenyum ketika hidup. mereka memiliki masalah yang tidak bisa mereka bicarakan. Saya juga menyembunyikan ini dan kesedihan seperti itu. Aku hanya berdiri dengan bingung di depanmu. Untuk sekali ini aku ingin membuka hatiku dan membiarkan suaraku keluar. Biarlah ada hari ketika aku bisa membiarkan suaraku keluar dan menangis.” Nyanyi Chun Hee.




Joon Hyun masih terjaga di malam hari, kenapa? Ternyata ini semua karena efek Chun Hee yang tidur bersamanya. Dia benar – benar heran dengan gadis satu ini, tak menyangka kalau Chun Hee tak main dengan kata – katanya untuk tidur bersama.

Chun Hee berniat memalingkan tubuhnya namun Chun Hee tiba – tiba menarik Joon Hyun dalam dekapannya. Joon Hyun seketika gugup, dia berusaha menyingkirkan tangan Chun Hee namun malah ikatannya semakin erat. “Byul, tidurlah yang nyenyak.” Ucap Chun Hee sembari menepuk lembut punggung Joon Hyun. Dia terpaku. Namun sesaat kemudian melepaskan dekapan Chun Hee lalu pergi meninggalkannya. Dia lebih memilih tidur di luar kamar.



Keesokan harinya, tubuh Joon Hyun di penuhi oleh banyak sekali bekas gigitan nyamuk. Dia tengah mengolesinya dengan obat. Chun Hee berdecak heran karena seharusnya Joon Hyun tetap tidur didalam. Joon Hyun bertanya bagaimana bisa Chun Hee tidur lelap ketika ia tengah tidur dengan seorang pria?

“Apa kau pria?” olok Chun Hee. Joon Hyun terdiam, dia meraih tangan Chun Hee lalu membalik tubuhnya dan menyudutkan Chun Hee ke dinding. Oops. Mulut Chun Hee yang tadi mengejek Joon Hyun langsung terkunci rapat.

“Lihat? Kau grogi.” Tatap Joon Hyun dengan jarak yang begitu dekat. “Aku seorang pria, bukan?” lanjutnya lalu menarik handuk yang terselampir di leher Chun Hee.
***



Geun Woo mengucapkan selamat atas 30 tahun debutnya Joo Hee. Joo Hee juga sangat senang dan terlihat bahagia hari ini. Soo In menawarkan Geun Woo untuk meminum wine - nya namun dengan rendah hati Geun Woo menuangkan wine tersebut ke gelas Soo In.

Direktur Penyiaran ada disana pula, dia merasa kalau Soo In dan Geun Woo bisa saling dekat di acara ini.

“Saya ingin itu tentu saja karna saya dekat dengan President Jo. Aku tidak tahu apa yang Presiden baru  kita pikirkan.” Ucap Soo In. Geun Woo hanya menghormti ucapan itu dengan senyum dan kembali menuangkan wine untuk Soo In.


Joo Hee dipanggil oleh rekannya, ingatkah seorang penyanyi trot lawas yang menolak Chun Hee mentah – mentah. Ternyata dia melakukan itu karena Joo Hee yang menyuruhnya. Dia sangat berterimakasih pada nyonya itu karena dia telah menghubunginya ketika Chun Hee akan tampil. Nyonya itu juga tak mempermasalahkan, lagian bagaimanapun Chun Hee akan tetap kesulitan untuk manggung.

Tanpa kedunya sadari, Geun Woo mendengarkan perbincangan rahasia mereka dengan suara yang keras. Dari kejauahan pun Geun Woo mendengarnya. Dia segera menelfon seseorang untuk mencari keberadaan Chun Hee.


Soo In jelas panik mengekori Geun Woo yang akan pergi. Namun Geun Woo sama sekali tak perduli dan melajukan mobilnya.



Joon Hyun mencari keberadaan tempat Chun Hee akan shooting. Dia bertanya pada sekelompok orang yang tengah duduk bersantai. Tak disangka, pria yang penampilannya sangat sederhana itu malah PD Kim, PD acara untuk Chun Hee.


Joon Hyun dan Chun Hee melongo keheranan melihat banyaknya kambing di lokasi shooting. PD Kim menjelaskan kalau sebenarnya ia akan membuat acara yang agak aneh. Dia akan mengetes apa yang respon kambing ketika mendengarkan musik.

Chun Hee masih ramah bertanya apakah ia hanya perlu menyanyi dihadapan para kambing? PD Kim mendengarkan.

“Aku rasa ini ada yang tidak beres.” Ucap Joon Hyun terlihat tak terima. *Ini penghinanaan namanya. Sekalipun kalau suara aku jelek misalkan disuruh nyanyi dihadapan para kambing dan apalagi ini direkam, apa ga dikira gila kitanya.


Setelah berhasil meyakinkan Joon Hyun, Chun Hee pun tampil dihadapan para kambing. Tak disangka, proses syuting cukup lama dan melelahkan. Beberapa kali PD Kim menghentikn Chun Hee bernyanyi karena gambar kambing yang mereka dapatkan kurang bagus.

Joon Hyun yang memayungi dan mengipasi Chun Hee akhirnya kesal juga artisnya diperlakukan tak baik. Chun Hee sudah berdiri berjam – jam. PD Kim juga kesal karena Joon Hyun dia akhirnya melakukan jeda selama sepuluh menit.



Chun Hee meyakinkan Joon Hyun agar tak marah, dia tak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Dia pun meminta Joon Hyun untuk mengambilkan minum.


Joon Hyun kembali ke mobilnya. Dia melihat ada mobil Geun Woo yang terparkir disana.


Chun Hee melanjutkan proses syuting namun entah apa yang terjadi, kambing yang tadinya diam tiba – tiba bringas dan berlari kencang. Chun Hee yang panik terjatuh, tangannya terluka tapi dia tak mempermalahkan dan melanjutkan proses syuting hingga berakhirr.



Rupanya Geun Woo sudah berdiri disana, Chun Hee yang melihat Geun Woo langsung menunduk homat. Dia akan menghampiri Geun Woo.

*** Bersambung Ke Sinopsis Trot Lovers Episode 7-2***

Yang aku baru sadar sekarang dan menjadi pertanyaan adalah, siapa sih Lead malenya? Masa iya sih Soo In sukanya sama Geun Woo. Agak aneh sih. Hehe. Keeep Fighting banget buat nulis ini. Jauh dari penilaian aku, aku se wow yang aku kira. Dan jadi down juga karena alur dramanya. :D

1 Response to "Sinopsis Trot Lovers Episode 7 – 1"

  1. Sinopnya lanjut ya chingu^^ gomawoyo
    Sundari

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^