Sinopsis Trot Lovers Episode 5-1

Wallpaper dari Soompi

*** 



Choi Chun Hee jalan berdampingan dengan Jang Joon Hyun menuju rumah Chun Hee. Joon Hyun berniat menaiki tangga menuju ke rumah Chun Hee namun Chun Hee mencegahnya, dia mengedikkan dagu menunjuk Joon Hyun untuk tidur di bangku depan rumah.

Joon Hyun protes karena dia sudah membantu Chun Hee untuk mendapatkan bola ke – seribu dengan sangat sulit. Harusnya Chun Hee berterimakasih.

Chun Hee tersenyum ramah lalu mengucapkan terimakasih tapi tetap tak memperbolehkan Joon Hyun untuk masuk kedalam rumahnya.

“Dasar gadis jahat. Desah Joon Hyun.”




Chun Hee membelai rambut Byul dengan penuh kasih sayang, dia bercerita pada Byul yang tertidur pulas. Chun Hee tampak lega karena berhasil melewati misi pertamanya.

Ponsel Chun Hee  berdering, dia segera mengangkatnya, itu panggilan dari Presdir Ho yang menanyakan tentang baju yang dikenakan Chun Hee di panggung. Chun Hee meminta maaf karena mungkin ia lupa membawanya pulang, dia akan segera mengembalikan bajunya.

Chun Hee keluar dari rumahnya, dia bertanya – tanya kemana perginya Joon Hyun karena Chun Hee tak melihat Joon Hyun di bangku depan rumah.
***


Joon Hyun berada di tempat Presdir Ho dan ia tengah diantarkan oleh salah seorang pelayan menuju ke ruangan pelanggan. Pelayan itu memperingatkan Joon Hyun karena pelanggan yang akan ia temui sedikit galak.

Benar saja, belum  apa – apa ketika si Pelayan membuka pintu, dia sudah dihadiahi oleh timpukan bantal. Pelanggan tersebut kesal karena pelayan membuatnya harus menunggu. Joon Hyun yang masih diambang pintu segera berbalik, dia bersembunyi. Joon Hyun membuka kacamata gelapnya dan melihat tampang Shin Hyo Yeol yang marah – marah.

Joon Hyun pun segera kabur. Pelayan yang sedang menenangkan Hyo Yeol jadi panik dan mengejar Joon Hyun.



Joon Hyun berlari menuju ke ruang kostum, dia celingukan mencari – cari sesuatu sampai dengan ia melihat sebuah topeng shark tedapat di rak. Pelayan kesal karena mereka sudah cukup terlambat dan membuat Hyo Yeol kesal dan sekarang ditambah dengan ulah Joon Hyun yang menggunakan topeng.

Joon Hyun meyakinkan kalau itu adalah bagian dari pelayanan, pelayanan.




Joon Hyun memainkan melodi gitarnya dengan apik, bahkan teman Hyo Yeol berkomentar kalau pemain gitar di depan tampak sangat mirip dengan Joon Hyun ketika memainkan gitar. Hyo Yeol tampak kesal, dia naik ke atas meja dan berjalan menghampiri Joo Hyun.

“Hei, apa-apaan kamu? Apa yang kamu lakukan sekarang? Apa kau meniru Jang Joon Hyun untuk mengejekku? Kau lakukan ini di depanku, Shin Hyo Yeol?” kesal Hyo Yeol. Joon Hyun masih diam tak mau menjawab.

Hyo Yeol merogoh beberapa lembar uang yang tersimpan dalam dompetnya, dia meminta Joon Hyun untuk melepas topeng. Joon Hyun lebih dulu meletakkan gitar namun Hyo Yeol hilang kesabaran hingga berniat membuka paksa topeng Joon Hyun. Joon Hyun menahan tangan Hyo Yeol lalu merebut uangnya dan lari.





Joon Hyun lari menghindari Hyo Yeol namun sayangnya dia harus bertabrakan dengan seorang pelayan. Joon Hyun terjatuh dan Hyo Yeol langsung meraih topeng Joon Hyun. Joon Hyun yang terkejut sontak menutup wajahnya.

“Astaga, Jang Joon Hyun! Aku bisa melihatmu disini sekarang. Bagaimana kau berakhir disini? Kau bukan kerja disini, kau mungkin bisa menjadi manajerku.” Ejek Hyo Yeol.

Chun Hee melihat kejadian itu di balik tembok, dia tampak sebal melihat perlakuan Hyo Yeol.

Joon Hyun hanya diam diperlakukan seperti itu. Seorang pelayan datang dan menyodorkan bir. Sesegera itu, Hyo Yeol menuangkan birnya ke kepala Joon Hyun. Hyo Yeol menyuruh Joon Hyun untuk meminta kompesasi saja. Joon Hyun mengepalkan tangannya geram.


Hyo Yeol menantang Joon Hyun untuk memukulnya saja, Joon hyun sudah hilang kesabaran hingga hampir memukul Hyo Yeol tapi untungnya ada Presiden Ho yang mencegah. Dia ketakutan terjadi sesuatu pada pelanggan, Hyo Yeol tak apa. Dia merasa  menang sekarang dan pergi meninggalkan Joon Hyun.




Presiden Ho sangat kesal dengan Joon Hyun, dia menuduh Joon Hyun ingin membuat pekerjaannya bangkrut. Dia menarik kerah baju Joon Hyun dan mendorongnya jatuh. Dia menyuruh Joon Hyun agar tak datang ke sana lagi, dia tak mau melihat Joon Hyun. “Kau bilang kau akan membayar kembali utang Choi Chun Hee! Beraninya kau menyebabkan masalah seperti ini?”

Chun Hee mendengar semua ucapan Presiden Ho, sekarang dia sadar siapa malaikat penyelamatnya. Chun Hee menatap miris pada Joon Hyun yang duduk terpekur dengan nafas tak teratur menahan marah.




Hyo Yeol tengah minum birnya, seorang memukul kepala bagian belakang Hyo Yeol kuat – kuat. “Hyun Bin!”

Sontak, bir muncrat ke wajah Hyo Yeol. Dia berbalik dengan kesal namun ternyata ia seorang gadis. Dia Chun Hee yang berpura – pura telah salah sasaran memukul Hyo Yeol. Dia minta maaf lalu mengaku sebagai fans Hyo Yeol. Hyo Yeol yang tadinya kesal hanya menyuruh Chun Hee untuk pergi karena disana bukan tempat yang tepat.

Chun Hee kembali memukul kepala Hyo Yeol, Hyo Yeol jelas tak terima. Chun Hee menantang Hyo Yeol yang hampir menampar wajahnya, Dia tahu semua yang dilakukan Hyo Yeol pada Joon Hyun. Hyo Yeol menebak kalau Chun Hee adalah pacar Joon Hyun. Dia memberikan Chun Hee uang untuk mencuci baju Joon Hyun karena dia menuangkan bir ke kepalanya.

Tanpa keduanya sadari, ada seseorang yang memotret ketika Chun Hee menerima uang dari Hyo Yeol. Meskipun pada kenyataanya Chun Hee mengembalikan uang tersebut. “Hei, kau mencoba untuk membuatku tutup mulut dengan ini? Setidaknya Jang Joon Hyun tidak sekotor dirimu.” ejek Chun Hee sambil ngeloyor pergi. Kontan, ucapan itu membuat Hyo Yeol berteriak geram.
***



Chun Hee kembali ke rumahnya, sudah ada Joon Hyun yang tertidur pulas dengan mengapit tangan diantara kedua kakinya. Dia tampak kedinginan harus tidur di luar rumah di malam yang dingin. Chun Hee hanya menatapnya kasihan.


Keesokan paginya, Byul membangunkan Joon Hyun yang masih tertidur ketika matahari sudah bersinar dengan terangnya. Dia mengajak Joon Hyun untuk makan.



Mereka bertiga pun makan bersama, Joon Hyun terus saja mengomentari masakan yang dibuat oleh Chun Hee. Lama – lama Chun Hee risih juga, dia berniat mengambil kembali supnya kalau memang Joon Hyun tak suka. Joon Hyun mengelak dan segera melahap sup tersebut.

“Hey, karena aku disini, ayo kita perbaiki lemari pakaianmu. Dimana barang-barangku? Aku pasti meletakkannya di ruang tamu. Apa kau membuangnya di suatu tempat?”

Chun Hee dengan enggan menunjuk ke sebuah kamar pada Joon Hyun, dia letakkan disana.



Joon Hyun masuk ke kamar yang ditunjuk Chun Hee, ada kopernya yang telah tersimpan disana.

“Aku tidak berutang apa-apa sekarang.” Ucap Chun Hee bersender di pintu. Joon Hyun kebingungan dengan maksud Chun Hee tentang hutang. Chun Hee berkata kalau memang ada hutang yang seperti itu. Dia pun ngeloyor pergi.

Joon Hyun menatap selimut yang telah tertata rapi di sana, dia tersenyum lebar menyadari Chun Hee telah membiarkannya tidur di rumah. “Apakah ini berarti aku tidak perlu tidur di luar lagi?” tanya Joon Hyun girang.


Chun Hee menunggu Joon Hyun keluar dari kamar mandi, dia geram karena sangat lama. Chun Hee membuka pintu kamar mandi dan seketika terbengong tak percaya menatap kamar mandinya sudah layak dikatakan sebagai kapal pecah.



Chun Hee segera ambil tindakan, dia menyodorkan selembar kertas berisi aturan yang harus dilakukan Joon Hyun di rumahnya.

“Kamu bicara apa?” tanya Joon Hyun malas. Chun Hee membalasnya dengan senyum dibuat – buat.



Joon Hyun mulai melaksanakan aturan yang dibuat Chun Hee dengan kikuk karena belum terbiasa. Mulai dari aturan menggunakan handuk, aturan memakai pasta gigi dan bahkan banyaknya tisu yang digunakan untuk poop. Dia hanya diperbolehkan menggunakan enam helai kertas saja.



Chun Hee memerintahkan Joon Hyun untuk mencuci piring, dengan enggan Joon Hyun menatap tangannya yang sakral itu. Tangan yang hanya akan ia gunakan untuk memetik dawai gitar. Chun Hee sama sekali tak bergeming, dengan datar dia sudah menyediakan sarung tangan untuk Joon Hyun.


Joon Hyun mulai mencuci piring dengan teramat malas apalagi ketika Chun Hee terus – terusan menambak banyaknya cucian. Chun Hee menepuk punggung Joon Hyun, mungkin memang sekarang dia belum terbiasa. “Fighting.” Chun Hee memberikan semangat.
***



Soo In berlatih dance dengan semangat, peluh telah membasahi sekujur tubuhnya. Ia pun menghentikan latihan tersebut. Soo In teringat saat dimana Geun Woo membela Soo In dihadapan ibunya, membela kala ibunya marah ketika Soo In menjawab ingin tidur ketika waktu senggang dalam interview. Geun Woo membela Soo In kalau memang jawaban itu lebih natural.


Pil Nyeo melongok dari pintu ruang latihan, dia bertanya kenapa Soo In senyum – senyum sendiri. Dia mendengar kalau Soo In akan tampil di acara KBC, dia menyemangati Soo In agar bekerja keras. Soo In pun menyambut ucapan Pil Nyeo dengan tersenyum lebar. “baiklah.”


Ponsel Soo In berdering, dia menerima panggilan dari Geun Woo yang menawarkan untuk berangkat bersama untuk meeting acara KBC nanti. Dia akan menunggu Soo In sepuluh menit lagi di parkiran. Soo In tanpa buang waktu segera menerima tawaran tersebut, dia tampak begitu bahagia.



Soo In memoles wajahnya dengan telaten, membuat paras ayunya lebih terpancar.
Soo In menunggu kehadiran Geun Woo dengan sabar, tak selang berapa lama Geun Woo pun datang dan mengajak dirinya masuk.
***




Direktur Wang, Soo In dan Geun Woo menemui Direktur Stasiun KBC, Direktur Stasiun awalnya merasa kalau program pencarian bakat untuk edisi penyanyi pendatang baru mungkin akan mendapatkan antisipasi yang tak terlalu tinggi tapi karena penyanyi Soo In yang sudah populer maka ia merasa optimis.

Salah seorang staf masuk ke ruangan pertemuan tersebut, dia meminta maaf karena terlambat. Staff tadi memberitahukan kalau Lee Sang Hyun harus digantikan dengan penyanyi lain karena tersandung masalah akibat mengendarai dalam keadaan mabuk. Dia akan segera mengatur ulang jadwal.

“Jika kau membutuhkan seseorang, bisakah aku sarankan seseorang dari perusahaan kami? Namanya Choi Choon Hee, dan dia adalah penyanyi baru.” Tawar Geun Woo membuat Direktur Wang serta Soo In terkejut.

Staf mencoba menolaknya karena sekalipun masih penyanyi baru tapi sengga’nya sudah populer. Geun Woo meminta mereka memutuskan setelah melihat video Chun Hee. Keduanya segera meraih laptop namun Geun Woo dengan segera memberikan ponselnya yang ada video Chun Hee. Penampilannya yang apik membuat Direktur Stasiun langsung setuju.

Geun Woo tersenyum senang, lain halnya dengan Direktur Wang dan Soo In yang terliht muram.


Ketiganya keluar dari ruang pertemuan, Direktur Wang tanya apakah mereka tak terlalu dini untuk membuat Chun Hee tampil di televisi. Apalagi dengan ini, berarti Chun Hee sama saja sederajat dengan Soo In.

“Bukankah dia seharusnya ingin membantu Nona Park Soo In? Bukankah ini bagus bahwa orang-orang dari perusahaan yang sama membantu satu sama lain?” tanya Geun Woo membuat mulut Direktur Wang bungkam dan setuju saja. Geun Woo menepuk pundak Direktur Wang seraya berlalu pergi diikuti Soo In yang mengekor dengan sebal.


Ponsel Direktur Wang berdering, entah dari siapa.
***




Direktur Wang bertemu dengan seorang yang memotret Chun Hee ketika tengah berada di bar. Orang tersebut tahu kalau Chun Hee masihlah magang tapi dia meminta untuk menentukan harga dari foto yang telah ia dapatkan itu.

Direktur Wang membolak – balik beberapa foto, dia menemukan foto dimana tengah menerima uang dari Hyo Yeol. Direktur Wang pun menatap si pemilik foto dengan tajam.
***




Chun Hee berlatih melenturkan badannya dengan susah payah, Joon Hyun membawakan Chun Hee pendingin, Chun Hee segera meraihnya lalu menempatkan wajah tepat di alat pendingin tersebut. “Aku merasa seperti hidup kembali.”

Joon Hyun merebut alat pendingin tersebut padahal Chun Hee baru menikmatinya tak lebih dari lima detik. Joon Hyun menyuruh Chun Hee untuk kembali berlatih karena gerakannya yang sangat kaku. Joon Hyun memeluk alat pendingin tersebut, Chun Hee yang sedang kepanasan pun ingin sekali mencabik – cabik Joon Hyun.


Direktur Wang masuk ke ruang latihan keduanya, menyaksikan mereka yang bertengkar. Chun Hee yang menyadari kehadiran Direktur Wang pun langsung membungkuk hormat. Dia memberitahukan pada Chun Hee kalau dia akan tampil di KBC dengan Park Soo In.

“Maksudnya?” tanya Chun Hee bingung sekaligus tak menyangka. Direktur Wang dengan malas menyuruh Chun Hee untuk mengingat kalau mereka nanti masih harus melihat rinciannya.


Chun Hee dengan girang bertanya pada Chun Hee, apakah artinya dia akan muncul di TV? Joon Hyun membenarjan dan menyuruh Chun Hee untuk percaya saja padanya. Chun Hee sangat senang, itu artinya Byul juga akan menyaksikan penampilan dirinya di TV. Chun Hee berjingkat gembira.


Gosip Chun Hee akan segera tampil bersanding dengan Soo In segera menyebar dikalangan trainee Shine Star. Mereka begitu penasaran, apa hubungan antara Chun Hee dan presdir hingga Presdir bahkan menyarankan Chun Hee untuk tampil di acara tersebut.

Pil Nyeo menggebrak mejanya dengan geram, dia trainee lawas saja belum punya kesempatan tampil di TV tapi trainee baru seperti Chun Hee malah segera melampaunya.

Ponsel Pil Nyeo bergetar, dia menjawabnya dengan geram.



Pil Nyeo menemui Direktur Wang yang memberitahukan kalau Chun Hee bisa muncul di TV melalui koneksi, dia yang bahkan masih trainee baru. Pil Nyeo mengeluk sebal dengan hal itu. Dia yang sudah 10 tahun trainee bahkan belum menerima kesempatan untuk tampil di TV. Dan masih banyak pula trainee lain yang lebih senior dari Chun Hee.

Direktur Wang memberikan sebuah kesempatan baik untuk Pil Nyeo, kesempatan yang aku sendiri tak tahu apa. Tapi Direktur Wang yakin bisa menguntungkan untuk Pil Nyeo kalau saja rencana tersebut berhasil.



Dalam remang ruang kantor, Pil Nyeo meniup kukunya dengan ganas. Dia melemaskan jarinya lalu dengan cepat mengetikkan sesuatu. Entah apa yang di posting oleh Pil Nyeo tapi ada sebuah gambar yang diunggah.
Done. Pil Nyeo pun menyeringai licik.



Trainee Shine Star melakukan latihan dance seperti biasanya. Mereka melakukan dengan kepanasan, sampai salah seorang meneriakkan sesuatu. Diantara mereka ada yang menemukan sebuah foto seorang trainee yang bekerja di club malam. Pil Nyeo ikut nibrung dan ikutan penasaran siapa yang berani melakukannya.

Trainee Shine Star mulai menebak – nebak trainee wanita yang wajahnya diburamkan itu. Tebakan mereka langsung tertuju pada Chun Hee. Pil Nyeo menunjukkan wajah anehnya, mungkin dalam hati dia berkata Mati lo kampret.





Direktur Wang menunjukkan foto – foto yang ia dapatkan. Dia bertanya pada Chun Hee apa maksud dari foto – foto tersebut. Backgroung’nya tampak seperti di club malam. Chun Hee membenarkan kalau itu memang di club malam. Tapi dia datang kesana hanya untuk mengembalikan pakaian panggung.

“Kau bernyanyi disini sebelum datang ke Shine Star? Baik. Katakan saja yang ada di masa lalumu. Lalu kau masih bernyanyi disana setelah menjadi trainee?” tuntut Direktur Wang seolah menuduh.

Chun Hee menjawab kalau dia sudah tak bekerja disana lagi. Direktur Wang menunjuk uang yang tengah ada di tangan Chun Hee, apakah itu uang tip?

Chun Hee panik. Geun Woo menyuruh Chun Hee untuk menjelaskannya saja. Chun Hee makin takut, bagaimana cara ia menjelaskannya. Dia tak ingin menjelaskannya secara detail tapi dia memastikan kalau uang tersebut bukanlah uang tip.




Giliran Joon Hyun yang meminta penjelasan Chun Hee, dia meminta Chun Hee untuk menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi agar ia bisa menyelesaikan masalahnya. Chun Hee masih terus membisu. Joon Hyun mengartikan sendiri kebisuan Chun Hee, apa benar? Joon Hyun benar – benar kecewa dengan Chun Hee. Setelah apa yang ia lakukan untuk membebaskan Chun Hee tapi dia malah berlaku seperti itu. Apa kau tak mau jadi penyanyi? Apa kau hanya membutuhkan uang yang banyak?

Chun Hee cukup terpukul dengan ucapan Joon Hyun, dengan mata memerah menahan kesal Chun Hee balik bertanya, akankah Joon Hyun akan percaya seandainya dia membuat sebuah alasan? Joon Hyun sendiri saja sudah tak percaya padanya. Mungkin Joon Hyun memang kecewa padanya tapi dia juga kecewa pada Joon Hyun yang tak mempercayainya.

Chun Hee pun pergi meninggalkan Joon Hyun yang masih penuh pertanyaan. “hei.. siapa yang bilang aku tak percaya padamu?”



Joon Hyun menemui Geun Woo dengan kesal, dia menyuruh Geun Woo untuk turun tangan menangani masalah Choi Chun Hee. Dia tahu kalau Chun Hee memang memiliki temperamen buruk tapi setelah dia menjadi trainee, dia tak pernah melakukan hal apapun. Meskipun dia tak tahu hal – hal lain tapi dia bisa menjanjikannya.

“Bicaralah padaku tentang kebenaran, bukan janji. Janjimu tidak membantu, ketika Chun Hee tidak bilang apa-apa.” Ucap Geun Woo datar. Joon Hyun mengedip – ngedipkan matanya, memang ada benarnya apa yang Geun Woo katakan.
***



Pelatih Bang menuangkan sup ke mangkuk Chun Hee, dia menyuruhnya untuk makan yang banyak. Namun Chun Hee bukanlah dalam mood yang baik untuk melahap makanan tersebut. Dia bimbang, kalau seandainya dia tutup mulut maka dia kemungkinan akan dikeluarkan dari Shine Star tapi seandainya dia mengatakan yang sebenarnya maka akan ada seseorang yang akan terluka.

Pelatih Bang cukup mengerti, dia mungkin tahu kalau Chun Hee pasti akan memilih tutup mulut. Dia menyuruh Chun Hee memilih yang terbaik.
***



Hyo Yeol tengah menggombal pada kekasihnya melalui telefon, dia mengatakan kalau habis melakukan rekaman. Dengan mengejutkan Joon Hyun datang dan segera meraih kerah baju Hyo Yeol. Dia bertanya apa yang dilakukan Hyo Yeol pada Choi Chun Hee? Kenapa dia memberi uang pada Chun Hee?

“Choi Chun Hee siapa?” tanya Hyo Yeol sesaat terdiam. Dia sadar kalau Chun Hee yang ia kira sebagai pacar Joon Hyun. Dia merasa Joon Hyun cukup beruntung memiliki seorang pacar disaat tengah terpuruk tapi pacarnya kasihan karena terlihat kurus. Joon Hyun hilang kesabaran mendengar ocehan Hyo Yeol yang bertele – tele dan memberikan pukulan tepat di wajahnya. Dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi?

Hyo Yeol cukup bingung, Chun Hee mendatanginya untuk bertanya mengenai apa yang ia lakukan pada Joon Hyun dan selanjutnya ada seorang pria lagi yang datang dan menyuruhnya jangan mengungkit tentang Chun Hee. “Apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?!” kesal Hyo Yeol.

Joon Hyun hanya terdiam. Sepertinya dia sudah sadar akan apa yang terjadi sesungguhnya.
***




Chun Hee menerima sidang terakhirnya, mereka akan mengambil kesimpulan kalau seandainya Chun Hee tak memberikan mereka jawaban mengenai uang tersebut. Chun Hee sejujurnya sudah mentok, dia bingung apa yang akan ia katakan.

Untungnya Joon Hyun segera datang dengan lari tergopoh – gopoh. Dia segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Uang tersebut bukanlah uang tips melainkan uang untuk yang diberikan Hyo Yeol untuk menghina Joon Hyun karena menyanyi di club. Chun Hee tak mau menjawab karena takut membuat harga dirinya jatuh.

Joon Hyun mengucapkan sejujurnya dengan tanpa ragu atau bahkan malu, Chun Hee yang sedari tadi menatapa Joon Hyun pun hanya bisa melongo tak percaya.



Ibu Soo In bertanya pekerjaan jenis apa yang dilakukan Joon Hyun?

Direktur Wang dengan nada remeh berkata kalau pekerjaan itu mengharuskan menyanyi di dalam ruangan dan mendapatkan uang tip dari pelanggan. Ibu Soo In menunjukkan senyum merendahkan. Sedangkan Joon Hyun sama sekali tak bergeming, umpatan. Ejekan atau bahkan hinaan mungkin sudah bukan virus yang bisa membuat dirinya sakit dan terpuruk. Dia sekarang sudah jatuh ke titik terendah, kan?



Pil Nyeo menjatuhkan tubuhnya ke sofa, dia merasa dirugikan karena dia hanya mengupload foto atas perintah Direktur Wang ke blog tapi kenapa dia yang harus pergi meninggalkan perusahaan.

“Aku?” Direktur Wang berkelit.

“Ya.”

Direktur Wang sama sekali tak meminta maaf. Dia hanya menyuruh Pil Nyeo pergi mungkin kalau sudah saatnya maka dia akan memanggil Pil Nyeo kembali.
***





Chun Hee dan Joon Hyun pulang bersama, Joon Hyun tanya kenapa Chun Hee tak mengatakan hal yang sebenarnya saja padahal Chun Hee hampir dipecat. “Kenapa kau ingin menyembunyikan fakta bahwa aku bekerja di sana? Aku tak akan pindah, kita sudah berbagi makanan kan?”

Chun Hee risih dengan kata berbagi makanan, seolah terdengar mengganggunya. Joon Hyun tanya bukankah mereka sudah seperti keluarga? Shin Hyo Yeol pasti marah – marah. Gadis apa’an yang ga takut sama Hyo Yeol.

Chun Hee menunjukkan dirinya yang baik – baik saja. Dia pun berjalan mendahului Joon Hyun namun dengan segera Joon Hyun menarik lengan Chun Hee dan membalik tubuhnya. Dengan serius Joon Hyun menyuruh Chun Hee untuk jangan masuk kedalam masalahnya. Kalau seandainya Chun Hee terlibat maka lebih baik dia menghubungi Joon Hyun.

Chun Hee menatap dalam mata Joon Hyun, tampak grogi melihat keseriusan yang di tampakkan olehnya. Chun Hee gugup dan berbalik mengalihkan pembicaraan dan keduanya pun masuk kedalam rumah bersamaan.


Tepat saat itu, Presdir Jo keluar dari rumah. Dia menatap keduanya yang masuk kedalam rumah bersamaan, dia menebak – nebak apakah mereka tinggal serumah?
“Apa orang itu merencanakan sesuatu yang jahat?”


Joon Hyun menuju ke dapur, lampu di ruangan itu berkedip – kedip hampir mati. Joon Hyun mencoba mengabaikannya saja. Dia pun segera membuka pintu lemari dapur, jantungnya hampir copot ketika pintu yang akan dia buka hampir saja lepas.

“Apa tak ada yang benar di rumah ini?” gerutu Joon Hyun. Dia mencomot sebuah mug merah lalu menunjuknya sebagai gelas khusus Joon Hyun.







Chun Hee membawa kursi untuk membetulkan lampu yang terus berkedip – kedip sekarat itu. Dia menyuruh Joon Hyun untuk memegangi kursinya. Joon Hyun melakukan memegangi kursi Joon Hyun sambil memalingkan wajah, namun tak sengaja dia tetap melihat kaki Chun Hee didepannya. Joon Hyun menggeleng kuat – kuat.

Chun Hee menyuruh Joon Hyun untuk memegang lampu yang telah ia lepas penutupnya, Joon Hyun menerima lampunya dan yang jelas kursi Chun Hee tak lagi ia pegangi. Kursi bergoyang, Chun Hee pun hilang keseimbangan dan terjerembab jatuh ke pelukan Joon Hyun.

Sekejap Chun Hee segera bangkit, dia gugup dan menyuruhnya untuk membetulkan lain waktu. Chun Hee segera pergi. Sedangkan Joon Hyun masih terdiam di posisi, dia menepuk – nepuk dadanya karena si jantung tengah berdegup begitu kencangnya.

****************************************
Ada yang mulai jdag jdug niih. Omo . omo. Tunggu dengan sabar untuk part 2 yah. Emang agak lelet aku kalau nulis. Kekeke. Apalagi aku lg keranjingan banget baca cerita, malah keasikan dan lupa waktu jadinya.

4 Responses to "Sinopsis Trot Lovers Episode 5-1 "

  1. Di tunggu secepat'y sist.makin seru nih :-)

    ReplyDelete
  2. Oke puji, tetap semangat yaa nulisnya

    ReplyDelete
  3. part 2nya kapan?
    nggak sabar nuggu kelanjutannya ..

    ReplyDelete
  4. Aihh seruuu senyum2 sndri.. Xixixi

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^