Sinopsis Trot Lovers Episode 3-2



***

 


Jang Joon Hyun membawa Byul pergi untuk makan steak bersamanya, dia mengatakan kalau ia ingin mengajarkan Byul bagaimana makan makanan yang sebenarnya, sedangkan makanan yang ada di kulkas Byul kemaren itu bukan makanan. Byul terus terdiam, dia berkosentrasi memotong steaknya tapi kesulitan.

Joon Hyun menceramahi Byul karena seharusnya dia bisa mengurus makanannya sendiri. Karena di dunia ini tak akan ada yang mau menyuapi Byul. Joon Hyun mengajarkan bagaimana cara memotong steak tersebut.

“ngomong – ngomong, apa kegiatan yang kakakmu lakukan akhir – akhir ini?” tanya Joon Hyun penasaran.
Byul tersenyum senang karena yang dia tahu kalau Chun Hee sering tampil sekarang dan sedikit sibuk. Dia sudah menjadi penyanyi seperti Joon Hyun. Joon Hyun tampak lega.




Byul celingukan lalu dia berkata dengan suara pelan, “Kakakku juga akan masuk TV.”

Joon Hyun merasa kalau produser penyiaran hanya akan membuang – buang waktu saja, Byul bingung maksud Joon Hyun. Tapi Joon Hyun sadar kalau Byul masih kecil, jadi dia tak menjelaskannya. Joon Hyun menyuapkan sepotong steak ke mulutnya dengan penuh perasaan, mata terpejam mencoba merasakan nikmat dari makanan itu. Ketika dia melihat kearah Byul, dia malah sedang makan roti kedaluarsa. Joon Hyun kesal kenapa Byul tak memakan makanan yang ia pesan.

“Ada darah.” Jawab Byul membuat Joon Hyun khawatir. “dimana ? dimana yang terluka?”

Byul menunjuk pada steak yang ia makan, hahahaha. Itu kan daging medium jadi jelas saja masih setengah matang. Joon Hyun menyuruh makan yang lain tapi Byul tak ada yang suka. Yang ini yang itu, rasanya aneh. Hahaha. Lidah orang desa, kaya aku. Makanan kadang berasa ada yang aneh rasanya. Kekeke

Joon Hyun menghela nafas. Dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli makanan yang tersaji itu. Joon Hyun kesal karena Byul makan makanan yang sudah kadaluarsa, kalau seperti itu bisa jadi candu. Dia memutuskan mengajak Byul untuk memakan makanan lainnya.
***



Byul menatap makanan dalam etalase dengan sedih, Joon Hyun menyuruhnya memilih makanan mana yang akan dia pesan. Tapi Byul masih terus murung, “apa kau tak bisa makan ini juga?” tanya Joon Hyun.

Byul menunjuk makanan di depannya, yang ini terlihat enak. Yang ini juga. Dan ini juga. Joon Hyun tersenyum melihat tingkah Byul, dia menyuruhnya untuk membeli saja semuanya.

“Benarkah?” tanya Byul dengan ceria. Joon Hyun membuka kacamata gelapnya lalu mengedipkan mata, sebagai tanda kalau dia mengizinkan.




Byul makan ice cream dengan lahapnya. Joon Hyun bertanya apakah Byul akan makan semuanya?

Byul mengangguk sembari menjejalkan satu sendok ice cream ke mulutnya yang sudah penuh. Joon Hyun tak sengaja menatap ke kaki Byul yang tengah bergoyang – goyang, dia melihat sepatu itu sudah usang. Bahkan hampir jebol.
***




Joon Hyun membantu Byul memakaikan sepatu yang telah ia pilihkan, Byul juga menyukainya. Joon Hyun berucap kalau hutangnya telah lunas. “maafkan aku karena aku tadi marah – marah padamu.”

“Tak apa.” Jawab Byul dengan senyum manis.

“Gomawo” ucap Joon Hyun seraya mencubit gemas pipi Byul. Dia bergumam kalau andai saja Chun Hee memiliki setengah dari sikap Byul.
***



Na Pil Nyeo masih frustasi mengingat dirinya yang bisa – bisa lupa lirik ketika tampil. Dia mabuk berat. Tae Song datang ke tempat Pil Nyeo juga setelah mencari penjual kue beras. Tapi sayangnya kue beras itu telah di beli oleh Pil Nyeo. Tae Song memohon karena itu sangat penting baginya, dia akan membayarnya dengan $10.

Pil Nyeo marah dengan sikap brengsek Tae Song yang merebut makanannya. Dia menawar dengan harga lebih tinggi. Tae Song membalasnya dengan penawaran lebih tinggi lagi.

“Baiklah. $100.” Ucap Tae Song. Pil Nyeo menyerah, dia merasa Tae Song itu cukup kaya, tapi brengsek. Bagaimana bisa membeli kue beras dengan harga $100. Tae Song sendiri juga tampak menyesal telah menawar dengan harga yang sangat tinggi.
***



Setelah susah payah mendapatkan kue beras, Tae Song pun menyerahkannya pada Hyo Yeol. Dia berkata kalau mendapatkannya dengan susah payah, dia harus meencari ke tempat yang jauh dengan harga mahal. Tae Song begitu kelaparan segera melahap makanannya.

Hyo Yeol memakan sepotong kue beras namun segera ia muntahkan lagi. Tae Song tampak kesal tapi dipendamnya dalam – dalam. Hyo Yeol berkata kalau Tae Song sudah terlambat, tadinya ia menginginkannya sehabis makan steak tapi dia sudah terlambat jadi tak nafsu lagi. Dia mengajak Tae Song untuk pergi, Tae Song yang kelaparan mencoba meminta waktu sebentar saja. Setelah dia menghabiskan makanan maka mereka akan pergi.




“apa kau pikir aku harus menunggumu?!” tanya Hyo Yeol tak terima. Dia meraih gelas wine dan menumpahkannya ke muka Tae Song. Hyo Yeol menebak kalau Joon Hyun pasti telah membiarkan Tae Song bisa membantah. Dia menegaskan kalau Tae Song bukan lagi menghadapi Joon Hyun melainkan, SHIN HYO YEOL!

Tae Song terdiam, pasti dalam hatinya begitu. Wajahnya pun basah kuyup karena wine yang disiramkan Hyo Yeol ke wajahnya.
***



Joon Hyun dilanda kebosanan ketika berada di kamar hotelnya sendirian. Dia mencari – cari tontonan yang bisa membuatnya tertarik. Tapi tanpa sengaja dia melihat Shin Hyo Yeol yang tengah tampil dalam program musik.

“Aigoo. Mataku bisa memburuk.” Ucap Joon Hyun seraya menutup rapat matanya.
***



Joon Hyun menatap layar kaca yang tengah menyiarkan wawancara dengan Soo In dan juga sang ibu. Joon Hyun menatapnya dengan tersenyum meskipun sudah pernah di campakkan, dia bergumam kalau Soo In sekarang sudah berhasil.

Seorang pelayan bar memberikan kartu ATM Joon Hyun lalu memberitahukan kalau pemakauannya sudah melebihi batas.

“Sudah habis?” tanya Joon Hyun dengan senyum kecutnya.
***


Soo In sedang berlatih dance, dia tampak begitu menikmati latihannya tersebut. Ponselnya berdering, dia segera bertanya pada ibu, kenapa makanannya belum datang? Dia tak suka makan sendiri.

Soo In kesal tapi segera mengakhiri panggilan tersebut ketika melihat Geun Woo tengah melintas disana. dia membenahi tatanan rambutnya lalu berjalan mencegat Geun Woo.



Soo In pura – pura mengelap peluh yang menetes, dia bersikap seolah tak menyadari kehadiran Geun Woo.
“Oh presdir, kita bertemu. Aku baru saja akan pergi.”

“Kita saling memandang ketika aku baru saja keluar.” Ucap Geun Woo datar. Sontak Soo In pun menahan malu.

“kau tampaknya berlatih keras.”

“ya aku akan debut.” Jawab Soo In semangat. Geun Woo merasa kalau Soo In akan sangat sibuk, padahal dia ingin makan bersama.



Geun Woo pun pergi, tapi Soo In mencegahnya. Dia ingin ditraktir oleh Geun Woo karena dia ingin mendapatkan selamat karena dia menang. Geun Woo menolak, bukan dia yang harus mentraktir melainkan Soo In lah yang harus mentraktirnya karena dia pernah berjanji. Geun Woo berkata kalau dia tahu tempat yang bagus.
***



Soo In memandang suasana dalam restoran yang di tunjukan Geun Woo, dia terlihat tak begitu nafsu makan. Geun Woo bertanya apakah Soo In tak menyukai Udon. Soo In bukannya merasa demikian, hanya saja dia yang mentraktir jadi ia kira mereka akan makan sesuatu yang spesial.

“Tak ada tempat yang lebih spesial daripada disini. Untuk memakan udon, kita seharusnya naik pesawat dan pergi keluar negeri. Kalau aku menyukai sesuatu, maka itulah yang terbaik. Kenapa? Kau kecewa?”

Soo In mengelak, dia segera memakan Udon yang telah dihidangkan.
***

 

Joon Hyun sudah kehabisan uang, dia tak lagi menginap di hotel. Menatap dompetnya yang telah menipis membuat bertanya – tanya, kemana dia harus mencari uang?

Joon Hyun mengecek ponselnya dan terdapat banyak sekali pesan kemarahan dari Chun Hee. Joon Hyun malah tersenyum karena merasa telah memperlakukan Chun Hee dengan baik.
***



Joon Hyun ada di Midas, dia menelfon seseorang untuk menerima bayarannya yang telah tertunda. Dia menunggu di ruang latihan. Joon Hyun teringat saat dimana dia berlatih dengan begitu keras dan bahkan sampai tertidur di ruang latihan. Dia tersenyum mengingat masa – masa indah itu.





Hyo Yeol dan Tae Song masuk keruangan dimana Joon Hyun tadi, Tae Song mengatakan kalau dia akan berhenti menjadi manager karena dia akan naik panggung, presdir akan membuatkanku album. Hyo Yeol menertawakannya. Tae Song yang sedang dalam keadaan mabuk kesal, kenapa? Apa aku lucu?!

Hyo Yeol mengatai Joon Hyun yang sekarang sudah tak berjaya lagi. Tae Song mencuat emosinya, dia tak selayaknya membicaran Joon Hyun. Karena apa, meskipun Joon Hyun tempramen tapi dia serius dalam hal musik.

Joon Hyun ternyata masih ada di tempat tadi, dia terharu mendengar pembelaan Tae Song.


“Aku memiliki perasaan yang aneh karena kau mengatakan ini. Bukankah begitu? Kenapa Jang Joon Hyun sangat menderita hari ini? Kau yang melakukannya.” Tunjuk Hyo Yeol.

“Tidak. Aku tidak melakukannya. Dia akan menjadi seperti itu juga. Presiden sudah memecat semua orang. Dia hanya melakukannya lebih cepat. Aku tidak melakukannya.”

Raut wajah Joon Hyun segera berubah mendengar tuduhan Hyo Yeol. Hyo Yeol terus menuduh Tae Song karena dia lah yang telah meng – upload fotonya ke internet. Tae Song masih terus mengelak. Kesabarannya habis, dia menari kerah baju Hyo Yeol dengan kesal.



Joon Hyun tak tahan untuk berdiam diri disana, dia menghampiri Tae Song, dengan kemarahan yang membuncah. Joon Hyun menarik kerah bajunya, dia meminta penjelasan mengenai hal tersebut dengan mata berkilat penuh amarah. Tae Song tergagap menjawab pertanyaan Joon Hyun, dia masih mencoba mengelak. “bukan... bukan aku..”



Joon Hyun segera memburu Presdir Midas, Kim Woo Gap di ruangannya dengan geram, Ketua Tim Na yang sedang bertemu dengan Woo Gap mencoba untuk menghalangi Joon Hyun. Tapi dia hanya diacuhkan.
“Aku dengar kau merencanakan seluruh skenarionya untuk membuatku seperti ini. Kau bajingan. Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Aku membangun bangunan ini untukmu.”

Ketua Tim Na mencoba menenangkan tapi Woo Gap malah menyuruhnya keluar, dengan sangat terpaksa KT Na pun melaksanakan perintah.




Joon Hyun menarik kerah Woo Gap, dia berjanji akan kembali bangkit. Dan tak akan pernah mau kalah hanya dengan cara licik seperti itu.

“Kau akan bangkit?” tanya Woo Gap remeh. Dia menampik tangan Joon Hyun, dia mengatakan bagaimana perasaanya ketika Joon Hyun mengkhianati Midas. Dia bahkan berfikir untuk membunuh Joon Hyun tapi itu terasa begitu mudah. Dia lebih memilih mengambil hal yang paling berharga untuknya yaitu musik. Woo Gap tertawa puas melihat kekalahan Joon Hyun sekarang.

Joon Hyun benar – benar hilang kendali, dia berteriak dengan keras. Mengancam akan membunuh Woo Gap. Woo Gap tampak sedikit ketakutan hingga ia memanggil para bodyguardnya.
***


Chun Hee kembali ke rumah dengan lemas, ditambah saat ia menemukan secarik kertas putusan pengadilan penyitaan rumahnya. Chun Hee menatap sedih, dia memutuskan menghubungi seseorang.
***




Chun Hee menemui Presdir Ho, dia menerima kertas yang berisi rincian pembayaran. Tertulis disana sebesar $ 947. Chun Hee bertanya apakah itu uang pembayarannya?

“Yang akan kau dapat dari penampilan ini hanya $450. Bagaimanapun, pembayaran rambut dan dandanan sampai $1397. Kalau begitu berikan padaku. Kau sekarang berutang padaku sebanyak $947.” Jelas Presdir Ho. Atau dia memiliki tawaran untuk Chun Hee, hal yang lebih mudah. Chun Hee cukup penasaran. Presdir Ho mengatakan kalau Chun Hee bisa bermain musik dan bernyanyi tapi di ruang salon. Sontak Chun Hee terkejut menerima tawaran tersebut.
***

Chun Hee datang ke motel untuk mencari tempat berteduh, pemilik motelnya berkata kalau jaman sekarang sangat sulit mencari tempat yang tak meminta deposito. Jadi dia meminta Chun Hee untuk segera memutuskan karena banyak orang yang datang kesana.

Chun Hee menatap ruangannya, hanya sebuah kamar kecil dengan ranjang dan sebuah meja.



Chun Hee keluar dari motel dengan bimbang, ditambah suasana yang tak begitu mendukung. Bahkan saat ia keluar hampir bertabrakan dengan sepasang kekasih yang tengah mabuk.

Chun Hee menerima panggilan, dia kira dari Byul tapi ternyata itu pelatih Na yang memberitahukan kalau Byul telah dibawanya ke rumah Pelatih Na.
***




Presdir Jo sedang melihat – lihat situasi rumah Chun Hee yang tengah disita. Ponselnya berdering mendapatkan panggilan dari Geun Woo. Geun Woo memberitahukan kalau gadis yang direkomendasikan oleh ayahnya gagal. Apa yang akan ayahnya lakukan?

Presdir Jo heran dengan putranya yang bersikap aneh, tak biasanya dia menghubungi untuk memberitahukan hal seperti itu. Geun Woo berkata kalau gadis yang direkomendasikan ayahnya memiliki emosi yang buruk. “oiya.. ngomong – ngomong Ayah dimana? Aku tak melihat ayah di rumah?”

Presdir Jo memberitahukan kalau dirinya tengah berada di Hawai. Presdir Jo berniat menyindir Geun Woo, dia juga melihat seorang gadis cantik disana. Presdir Jo melambaikan tangan pada Byul yang menatapnya dengan heran.
***



Chun Hee kembali menemui Presdir Ho, dengan penuh kemantapan berkata kalau ia mau menyanyi diruang salon. Meski dia mengucapkan dengan penuh kemantapan namun di raut wajahnya nampak sorot kepedihan.

 Presdir Ho menyambut keputusan Chun Hee dengan begitu senangnya.
***






Byul menatap sepasang sepatu miliknya dengan senang, tapi dia segera menyembunyikan sepatu di laci ketika mendengar derap kaki Chun Hee mendekati kamarnya. Chun Hee membawakan Byul dua gardus besar lalu menyuruh Byul untuk membenahi barang – barangnya.

“apa kita akan pindah? Pindah kemana? Bagaimana dengan ayah? Bagaimana kalau ayah tak bisa menemukan mereka” Tanya Byul penasaran.

Chun Hee meyakinkan Byul dan akan menelfon ayah mereka, dia meminta Byul untuk membereskan barang – barang yang penting saja.




Byul duduk memeluk kedua kakinya, Chun Hee mencoba menggeser Byul karena dia akan memasukkan barang – barang yang ada dilacinya. Byul terdiam hingga membuat Chun Hee curiga, “apa kau menyembunyikan sesuatu?”

Chun Hee semakin penasaran dengan apa yang disembunyikan Byul, dan benar saja. Chun Hee menemukan sepasang sepatu cantik yang tersimpan disana. Chun Hee bertanya dari mana Byul mendapatkan itu. Byul masih tertunduk diam. Chun Hee curiga jangan – jangan dia telah mencuri.

Mata Byul berkaca – kaca, dia mendapatkannya dari teman. Ahjussi. Chun Hee langsung menyadari siapa maksudnya Byul, dimana si brengsek Jang Joon Hyun itu? Dimana dia?

“aku tak tahu. Aku tak bohong.” Ucap Byul menahan tangis.

“apa kau tak tahu? Uang apa yang digunakan ia untuk membelikanmu sepatu? Ini uang kakakmu yang dicurinya!!” Chun Hee hampir menangis. Tapi dia sadar kalau Byul hanyalah anak kecil, dia menyuruhnya untuk mengemasi saja nanti.




Chun Hee kembali ke kamar dengan perasaan kalut, banyak sekali permasalahan yang harus ia hadapi saat ini. Byul membuka pintu kamar Chun Hee perlahan, “Eonni, Ahjussi masuk TV.”

Chun Hee segera melihat berita yang menayangkan penangkapan Joon Hyun yang tiba – tiba masuk ke ruangan Presdir Midas dan melakukan penyerangan. Chun Hee menatap berita itu dengan senyum sinisnya. Sedangkan Byul masih sempat memuji Jun Hyun yang tampak seperti artis sungguhan. Hahaha.
***


Joon Hyun mendekam di penjara, dia merenungi apa – apa saja yang telah Woo Gap katakan padanya. Ketika Woo Gap berucap dengan manisnya saat dia akan keluar dari Midas karena lebih memilih Shine Star dan ketika tadi dia baru saja menerima ucapan kasar Woo Gap.



Petugas polisi meminta Joon Hyun untuk keluar. Pihak Midas telah mencabut tuntutan untuk Joon Hyun, jadi polisi memintanya untuk bisa hidup lebih baik lagi. Joon Hyun terus terdiam tanpa menunjukkan ekspresi cerianya, matanya sayu seolah tak ada lagi tujuan hidup yang ia miliki.
Polisi menyodorkan surat pencabutan tuntutan agar Joon Hyun menandatanganinya. Joon Hyun masih termenung sedangkan polisi tadi segera bergabung dengan temannya yang ribut menonton video Chun Hee tampil menyanyikan lagu trot.

Joon Hyun menatap kosong sampai akhirnya dia melihat sepucuk pistol yang tergelata di meja polisi, dia membayangkan kalau dirinya akan menembak kepalanya sendiri.

Bak pencerahan, suara Chun Hee menyadarkan pikiran Joon Hyun yang tengah amburadul itu. Suara yang begitu merdu membuat Joon Hyun tak bisa lagi menahan kesedihannya, aku yakin ini karena rasa bersalah Joon Hyun pada Chun Hee.

“apa yang kau lakukan?” tanya polisi ketika melihat tangan Joon Hyun yang berniat meraih pistol yang tergeletak. Namun Joon Hyun segera mengubah arah tangannya dan meraih pulpen dan menandatangani berkas yang disodorkan padanya. Tampak sebuah tujuan baru ada dalam benak Joon Hyun.



***




Yoo Shik dan Chul Man telah menunggu Joon Hyun diluar kantor polisi, saat melihat Joon Hyun, mereka segera menghampirinya. Yoo Shik menunjukkan berita di koran yang mewartakan panangkapan Joon Hyun yang menyedihkan. Yoo Shik berniat menampol Joon Hyun dengan koran tersebut namun dengan sigap Joon Hyun menahannya.

Joon Hyun pun merogoh beberapa lembar uang yang tersimpan di saku, memang tak seberapa tapi dia meminta waktu 3 bulan dan ia akan melunasinya. Chul Man tersenyum melihat kesungguhan Joon Hyun.
***




Joon Hyun dengan tergesa menuju ke ruangan Geun Woo, tanpa basa – basi dia segera menuju pokok utama. “Kau bilang Choi Choon Hee lulus, kan? Kau merasakan ada sesuatu dalam Choi Choon Hee, kan? Kalau begitu aku akan bertanggungjawab dan menjadikannya penyanyi.”

Geun Woo tersenyum mendengar ucapan Joon Hyun yang tidak – tidak. Joon Hyun tak menggubris, dia hanya meminta uang $30000 untuk membawa Chun Hee kesana.

“Kenapa aku harus mengikuti saranmu? Kenapa aku harus percaya padamu?”

Joon Hyun tak perduli, dia menyodorkan gitar miliknya. Dia menganggap gitar itu sebagai deposito karena kemanapun Joon Hyun menjualnya, gitar itu bernilai lebih dari $30000.
***



Joon Hyun meletakkan uang yang sudah diperolehnya kehadapan Presdir Ho, dia meminta untuk pembatalan kontrak. Namun Presdir Ho tak begitu saja mau melepaskan Chun Hee karena dia sudah mengeluarkan uang lebih untuk kerusakan yang dibuatnya dan juga dandanan serta pakaian Chun Hee. Dengan segera Joon Hyun menyanggupi, berapa uang yang diminta olehnya?

“Sebenarnya daripada uang, Aku merasa kau dan aku cukup mirip.”

“Apa maksudnya itu?” tandas Joon Hyun.
***





Chun Hee bernyanyi dengan lagu sendu, seorang yang ada disana tampak kurang suka dengan penampilan Chun Hee. Orang satunya berkata kalau dia sudah memesan yang cantik tapi Chun Hee juga sudah lumayan bisa menyanyi. Orang yang tak suka tadi menggerakkan tangannya, dia suka gadis yang seksi. Bukan yang seperti Chun Hee.

Orang satunya berkata kalau dia akan mengubah lagunya, dia mendekati Chun Hee dan meletakkan selembar uang di baju Chun Hee. Dengan sikap Chun Hee, dia pasti tak akan mau. Dia pun meletakkan uang itu ke meja. Orang yang tadi sedikit kesal dan kembali menyelipkan kedalam baju Chun Hee lalu menepuk dadanya, “ ini tips.”

Chun Hee menolak dengan keras, dia memasukkan uang itu ke saku orang tadi dan menepuk sakunya. Mendapat perlakuan tak enak, orang tadi kesal. Lebih kesal lagi dengan orang yang tak menyukai penampilan Chun Hee, dia menyuruh semuanya untuk keluar.
***



Joon Hyun menebak kalau Presdir Ho itu menginginkannya untuk bernyanyi di panggung, tapi tebakan itu salah besar. Presdir Ho lebih memilih Joon Hyun untuk bernyanyi di ruang salon. Joon Hyun cukup bisa untuk menarik pelanggan. Joon Hyun mendesah tak percaya mendapatkan tawaran tersebut.

Seorang pelayan masuk ke ruang kedunnya, dia memberitahukan kalau ada gadis gila dan keras kepala yang melakukan keributan.

“gila? Keras kepala?” gumam Joon Hyun.





Joon Hyun segera menuju ke ruangan Chun Hee berada, dia segera menarik Chun Hee untuk keluar tapi orang – orang tadi menghalangi dan malah menganggap Chun Hee sebagai istri Joon Hyun. Joon Hyun tak menjawab, dia meraih botol bir dan menenggaknya sekaligus. Kemudian menghantam botolnya pada pelanggan yang menghalangi Chun Hee pergi.

“Datanglah padaku. Aku kesini untuk mati juga. Bagus. Aku tidak mau mati sendirian. Ayo mati bersama." Joon Hyun mengambil botol lagi dan menghantam ke kepalanya sendiri. Dan dia mulai dikerubuti oleh bawahan si pria tadi, mereka memukuli Joon Hyun. Chun Hee mencoba membantu Joon Hyun tapi malah dia di tarik rambutnya oleh orang – orang itu. Joon Hyun segera menendangnya dan mencoba melindungi Chun Hee. Joon Hyun meminta agar mereka jangan sampai melukai Chun Hee karena dia membutuhkan gadis itu.


Joon Hyun mendapatkan pukulan bertubi – tubi, untung ada Yoo Shik dan juga Chul Man yang datang dan mencoba menghalangi mereka. Joon Hyun dan Chun Hee pun kabur, Yoo Shik dan Chul Man lah yang akan mengurus mereka.




Joon Hyun menarik Chun Hee bersembunyi dibalik tong, “Hei Kau!!!” teriak Chun Hee.

Joon Hyun segera membekap mulutnya dan bersembunyi di balik tong. Setelah merasa aman, dia segera membuka mulut Chun Hee. Dan kebaikan itu segera memperoleh balasan, tampolan bertubi – tubi dari Chun Hee menggambarkan kekesalannya yang amat dalam. Joon Hyun mengangguk mencoba menerima perlakuan itu. Joon Hyun sudah terduduk lemas dengan kepala berdarah – darah.

“Sepertinya kau tahu juga rasa sakit. Kau tahu apa yang telah kualami karena kau? Benarkah kau manusia? Dasar bajingan penipu!” maki Chun Hee.

Joon Hyun mencoba menerimanya saja karena dia juga merasa bersalah.




Joon Hyun menggandeng Chun Hee untuk pergi ke Shine star. Dia akan membuat Chun Hee menjadi penyanyi yang sesungguhnya. Kepercayaan Chun Hee telah lenyap, dia menepis tangan Joon Hyun.

“Kau ingin aku menyanyi, menjadi penyanyi. Kau menandatangani kontrak dan kemudian Apa lagi kali ini? Bagaimana rencanamu menjual ku kali ini? Kau juga membelikan Byul sepatu dengan uang yang kau hasilkan dari menjualku? Apakah kau menggunakan uang itu untuk membuat adikku yang tak tahu apa-apa memihakmu? Kau benar manusia?”

Joon Hyun bungkam, semua ucapan itu memang tak ada satupun yang salah. Dia awalnya menyalahkan Chun Hee yang menyebabkan kekacauan dalam hidupnya, tapi sekarang dia tahu kalau itu bukanlah Chun Hee. Dia sama sekali tak tahu kalau Chun Hee harus tampil di tempat seperti itu, dia menganggap mereka akan memberikan Chun Hee pelatihan dan tampil di panggung yang layak.


Joon Hyun bersimpuh dihadapan Chun Hee.

“Maafkan aku kali ini, Choi Choon Hee. Aku telah memikirkannya, tapi seberapa banyak aku memikirkannya. kau satu-satunya yang kupunya saat ini. Kau satu-satunya orang yang bisa membuatku tetap ada di industri ini. Sejujurnya, aku tidak bisa menjamin hasil apapun. Bagaimanapun aku bisa membuatmu jadi penyanyi sebenarnya. Maka walaupun ini sangat memalukan berikan aku satu, satu lagi kesempatan. Aku mohon, Choi Chun Hee.”
Makasih buat yang sudah buat sub'nya. Gomawo @ b2utydictator.tumblr.com

***

Ini romcom? Beneran Romcom? Hehe. Episode ini agak – agak mellow yah, tapi aku yakin kalau episode mendatang para pemain kita akan kembali tersenyum ceria. Makanya jangan lupa baca kelanjutannya di blog mba Lilik^^

3 Responses to "Sinopsis Trot Lovers Episode 3-2"

  1. semangat untuk ngelanjutin^^

    mba sinopsis King of high school LC, duet bareng 'kisah romance' ya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. ada di blog kisah romance. disana udh penuh loh episde 5nya. cek aja^^

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^