Sinopsis Trot Lovers Episode 3-1



***




Chun Hee akhirnya bisa menyanyi karena melihat sosok orang – orang tercintanya. Ayah. Ibu. Byul. Dia mulai berbalik menyanyi penuh keceriaan bahkan bukan hanya itu, tubuhnya ikut berdendang mengikuti alunan musik yang mengiringinya.

Orang – orang yang tadinya tak begitu perduli akhirnya ikut mengikuti alunan musik itu, memberi tepukan di akhir penampilan Chun Hee. Dia pun tersenyum senang.




Langsung ke sesi komentar, Manager Wang tanpa basa – basi langsung menggagalkan Chun Hee tanpa banyaknya alasan. Sedangkan Geun Woo yang hanya orang awam meluluskan Chun Hee. Dia bukanlah seorang professional dalam bidang musik tapi dia lebih melihat pada penonton. Dan itulah hal yang terpenting sebagai seorang penyanyi.

Satu juri lagi yang aku kurang tahu, juri ini sama sekali tidak menyinggung tentang bagaimana penampilan untuk nyanyian Chun Hee. Namun sebagai professional dia juga menekankan pada penampilan, dan Chun Hee tak memiliki hal tersebut. Maka dia menggagalkan Chun Hee.



Chun Hee mengelus dada karena saking groginya. Namun dari raut wajahnya sama sekali tak tampak sebuah kekecewaan, dia hanya tersenyum kecut menerima kegagalannya karena mungkin dari awal memang dia sudah tak terlalu berharap.

Presdir Jo menghampiri Chun Hee lalu menyapanya. Dia berkata kalau Chun Hee mirip salah seorang penyanyi kesukaanya. Maka dari itu, dia akan menjadi fans pertama Chun Hee. Dengan senyum lebar, Chun Hee berterimakasih pada Presdir Jo.

“Choi Chun Hee!!!” teriak Joon Hyun mencari – carinya. Entah apa alasannya, Presdir Jo segera pergi mendengar kehadiran Joon Hyun.



“Bagaimana bisa kau bernyanyi memunggungi penonton? Akan ada yang bilang kalau mereka ingin melihat pantatmu ketika bernyanyi. Bahkan aku telah mengirimimu pesan agar kau melihat juri, karena kau telah gagal dalam audisi maka tak ada alasan lagi untuknya menemui Chun Hee. Oke?” omel Joon Hyun seraya berniat pergi, sedangkan Chun Hee masih cemberut menerima omelan Jun Hyun.




Chul Man dan Yoo Shik menghentikan langkah Joon Hyun yang berniat pergi, mereka bertanya – tanya bagaimana cara Chun Hee melunasi hutang kalau dia gagal audisi? Chun Hee berjanji akan segera melunasinya dengan bekerja part time.

“kau akan mengembalikan uang $30.000 dengan kerja part time?” tanya Chul Man tak yakin. Sedangan Yoo Shik tengah terpaku menatap gitar yang di bawa Joon Hyun, apa itu? Sepertinya mahal karena Joon Hyun selalu membawanya. “berapa uang yang kau dapat kalau kau menjualnya?”

“Ini bukan sesuatu yang bisa dijual. Ini sesuatu yang berharga sehingga seorang artis tak bisa melepaskannya sampai mati.” Ujar Joon Hyun semakin erat memegang gitarnya itu.

Yoo Shik dan Chul Man makin penasaran, dia pun mencoba merebut gitar tersebut. Chun Hee mencoba membantu Joon Hyun menjaga gitar itu. “Biarkan dia pergi!! Ini masalahku dan Ayah!” bentak Chun Hee.




“CHOI CHUN HEE – SSI!!” teriak seseorang yang mencoba menegur empat manusia yang tengah bergulat memperebutkan gitar Joon Hyun. Mereka baru tersadar dan menatap orang tadi yang tersenyum ramah pada mereka.

“Aku Presiden Ho dari Presiden Ho entertaiment. Bisakah kita bicara soal kontrakmu?” tanyanya dengan ramah seraya menyodorkan kartu nama. Sedangkan empat manusia aneh itu menatap kartu namanya dengan takjub, tanpa kata.
***




Seketika itu pula, empat manusia tadi bisa akur dan menaiki mobil yang sama menuju ke Presiden Ho entertaiment. Bahkan dengan wajah gembira. Joon Hyun tanya berapa hutang Chun Hee? Yoo Shik mengatakan kalau hutangnya itu $30.000.

“berarti kau ambil $30.000 dan aku juga $30.000. bagaimana? Setengah – setengah cukup kan?” tanya Joon Hyun. Yoo Shik tak setuju karena ada bunga $2000 dari hutang tersebut. Joon Hyun menolak namun pada akhirnya setuju juga, jadi dia akan memberika Yoo Shik $32.000.

Sedangkan Chun Hee yang seharusnya lebih berwenang untuk memutuskan hanya bisa diam menyaksikan diskusi keduanya. Membahas uang yang sama sekali belum berwujud.




Presdir Ho menunjukkan ruangannya, Chul Man ingin ikut berdiskusi juga untuk membahas kontrak Chun Hee. Tapi Joon Hyun menghalangi, ini adalah diskusi antar artis jadi dia ahli dalam hal ini. Joon Hyun meminta mereka semua percaya.

Joon Hyun memberi salam dengan menempelkan kedua jarinya kee jidat. Sedangkan Chun Hee sama sekali tak terpesona, dia malah bergidik ngeri melihat aksi Joon Hyun itu.


Yoo Shik merasa kalau dirinya seperti pernah melihat Presdir Ho, Chul Man dengan gaya aneh mencoba membaui pintu tersebut. Mungkin mencoba mengendus bau keanehan tapi dia juga tak tahu.




Joon Hyun membaca lembar demi lembar kertas kontrak, dia terkejut ketika tahu kalau nilai uang dalam kontrak itu tidaklah seberapa. Presdir Ho kesal lalu merebut kembali kertas kontraknya, kalau memang tidak mau tidak apa. Membutuhkan banyak uang untuk merawat artis baru. Presdir Ho berjanji akan melakukan yang terbaik untuk Chun Hee.

“Omong – omong, Tn. Jang Joon Hyun. Kenapa anda bisa berakhir disini? Aku sama sekali tak pernah bermimpi kalau bintang top akan datang kesini.” Ujarnya.

Joon Hyun yang kesal segera memakai kacamata hitamnya, dia meminta Presdir Ho untuk segera mempersiapkan kotraknya saja.


Joon Hyun segera keluar, belum sempat ia membuka pintu tapi ponsel Joon Hyun berdering. Ia mendapatkan pemberitahuan kalau masa aktiv kartunya telah habis.

Joon Hyun sontak mencari sesuatu, ia menatap tajam jendela yang ada disana.



Yoo Shik menunggu dengan cemas, sudah cukup lama tapi Joon Hyun belum juga keluar. Dia menawarkan pada Chun Hee untuk berdiskusi di dalam, Chun Hee mematuhi. Tapi dia ditahan oleh Chul Man, karena ada hal – hal yang memang harus diurus oleh manager. Chun Hee akhirnya kembali duduk.

Seorang pengantar makanan datang ke sana, Chul Man menyuruh Yoo Shik menghentikannya. Mereka mengecek berapa jumlah pesanannya. Ternyata Cuma ada satu mangkuk mie, mereka semua segera tersadar, mereka telah dikibuli oleh Joon Hyun.



Mereka bertiga langsung membuka pintu dan menerobos ke dalam. Benar saja, disana tak ada Joon Hyun dan hanya ada Presdir Ho. Yoo Shik bertanya dimana Joon Hyun tapi Presdir Ho hanya menggeleng tanda tak tahu.

Ketiganya melongok keluar jendela yang digunakan oleh Joon Hyun untuk kabur. Mereka semua tampak kecewa sekaligus kesal karena Joon Hyun berhasil membodohi mereka.
***


Disisi lain, Joon Hyun lari dengan tergopoh – gopoh meninggalkan gedung tersebut lalu menghentikan taksi.
***





Yoo Shik mengumpati Joon Hyun yang kabur, dasar si brengsek. Tapi Presdir Ho masih bersikap tenang.

“Nona Choi Chun Hee, kami telah membayar uang tanda tangan. Aku yang akan mengurus jadwalmu, ok? Karena kau telah melakukan audisi pasti kau lelah, jadi istirahatlah. Kita akan mulai besok. Fighting” Ucap Presdir Ho penuh maksud terselubung.

Yoo Shik mengecek nilai yang tertera dalam kontrak tersebut sebesar $10.000. mereka kesal dengan Joon Hyun yang telah kabur dengan uang tersebut. Apalagi  nilai yang diambil tak mencukupi untuk menutup hutang Chun Hee.

“Berapa uangnya?” tanya Chun Hee terkejut.
***

Joon Hyun segera menuju bank untuk mengecek kartu kreditnya, itu sudah dikembalikan. Joon Hyun tersenyum senang mendapati kartunya telah kembali, dia pun mengecupnya kartu kredit tersebut.



Joon Hyun tak mau menyia – nyiakan uang tersebut, dia melakukan spa. Joon Hyun meyakinkan dirinya sendiri kalau apa yang ia lakukan tidaklah terlalu salah. Karena Chun Hee jugalah yang telah membuat pamornya jatuh.

Joon Hyun mengecek ponselnya, ada 38 panggilan tak terjawab dari Chun Hee. Namun di panggilan yang terakhir, Joon Hyun tak bisa membiarkan Chun Hee terus menelfon atau ponselnya akan lowbatt. Dia pun mematikan ponsel tersebut.
***


“oke..baiklah. tak usah kau angkat. Tak usah.” Chun Hee semakin geregetan. “kalau kau mengangkatnya maka aku akan membunuhmu.”

Chun Hee menyerah juga, ia melanjutkan mengepel lantai namun ponselnya kembali berdering. Joon Hee segera meraihnya dan marah – marah pada sang penelpon yang dikiranya adalah Joon Hyun. Dia pun segera sadar setelah orang yang disebetang berucap, itu Presdir Ho.
***

Chun Hee sangat terkejut karena dia sudah harus melakukan debut, tapi bukannya debut itu harus mempersiapkan beberapa bulan sebelum debut. Harus ada lagu utama dan juga menyesuaikan dengan kondisi Chun Hee. Dan sepertinya kalau sekarang, Chun Hee juga masih belum siap.

“Tapi aku Presdir Ho.” Jawabnya singkat.

“omo..” mimik Chun Hee berubah aneh karena jawaban singkat itu.
***



Yoo Shik merasa kasihan karena poster Chun Hee terpampang di sebuah club malam. Mereka begitu kasian karena nona kecilnya telah di jual oleh Joon Hyun dan harus bekerja di tempat seperti ini.

“bagaimanapun kawan, nona telah memiliki poster seperti ini. Berarti dia penyanyi yang bagus kan?”

“Tidak!!” ucap Chul Man seraya menggeleng. Dia sepertinya cukup kasian pada Chun Hee.




Chun Hee menuruni tangga menuju ke tempat ia tampil, tapi dia melihat banyak poster di sana bertuliskan ‘Choi Chun Hee Akan Tampil’. Chun Hee terkejut menatap foto dalam poster tersebut, bahkan tak mengenalinya sendiri dengan dandanan yang begitu menor. Chun Hee bertanya apakah tampilannya sekarang seperti pada foto itu? Kenapa anda tak memperbolehkan aku cermin? Chun Hee kesal dan mencopoti poster tersebut.

Presdir Ho marah karena dia sudah mengeluarkan banyak dana untuk membuat poster itu. Chun Hee marah, dia tak mau bernyanyi disini.

“Apa kau pikir akan tampil di musik Tank di hari pertama debut? Kau telah menadatangani kontrak. Kalau kau melanggar kontraknya maka kau akan membayar denda tiga kali lipat. Apa kau bisa membayarkannya padaku?”

“Bukan itu maksudku...”

Presdir Ho menujukkan kontrak yang ditanda tangani Joon Hyun dengan stempel tanda tangan Chun Hee dan telah menerima uangnya. Dia meminta Chun Hee tampil dan lagipula hanya berlangsung 6 bulan.
***




Geun Woo menonton sesuatu lewat laptonya dengan terus tersenyum.

Manager Wang menemui Joon Hyun untuk memberitahukan tentang ronde final audisi mereka akan berlangsung hari ini.  Geun Woo meng – iya – kan tapi masih terfokus pada laptopnya. Manager Wang pun penasaran, dia melihat tontonan apa yang membuat Geun Woo sama sekali tak memperhatikannya. Ternyata itu video Chun Hee tampil.

Geun Woo mengatakan kalau video Chun Hee yang telah diunggah sudah memiliki banyak penonton. Di tambah lagi, sekarang Chun Hee sudah memiliki penggemar. Chun Hee Lovers. Geun Woo menunjuk pada para penggemar lansia yang ikut bernyanyi dan menari mengikuti alunan musik yang tengah di dendangan Chun Hee. Dari awal dia sudah punya perasaan yang bagus pada Chun Hee. Geun Woo mengajak Manager Wang untuk merekrutnya. Manager Wang seolah menyesal telah menggagalkan Chun Hee.

“Apa kau memiliki informasi kontaknya?” tanya Geun Woo.
***


Ponsel Chun Hee yang tergeletak di meja bergetar, seorang pelayan pun mengambilnya dan mengangkat panggilan tersebut.

Geun Woo yang masih dalam perjalanan menuju suatu tempat jadi bertanya – tanya, benarkah itu ponsel nona Choi Chun Hee.
***




Geun Woo menuju club tempat Chun Hee bekerja. Giliran Chun Hee tampil dan Geun Woo geli melihat dandanannya yang bisa dibilang norak itu. Dan Chun Hee sendiri juga tampak tak begitu nyaman harus bernyanyi disana karena banyak yang memintanya untuk turun panggung.  Ditambah lagi para penonton yang mabuk mencoba menghampiri Chun Hee.

Dia yang ketakutan segera mengambil gagang tempat mic dan mengarahkan pada kakek tersebut. Namun kakek masih mencoba mendekat, Chun Hee menyodokkan gagang tersebut dan mengenai drum hingga drumnya roboh.

Chun Hee masih ketakutan dan mencoba kabur, tanpa disadarinya dia telah sampai ke bibir panggung. Chun Hee pun terpeleset.


Beruntung, ada Geun Woo yang menangkap tubuh Chun Hee. Dia terkejut melihat Geun Woo ada disana, tapi Geun Woo hanya membalasnya dengan senyuman.



“Kau lihat tadi bagaimana panggung jadi kacau. Aku biasanya memberikan Nona Chun Hee banyak lagu. Aku membuat kontar dan poster. Aku telah menghabiskan banyak uang, mungkin ribuat.” Jelas Presdir Ho pada Geun Woo.

Presdir Ho akan mempertimbangkan kalau Geun Woo mau membayar sepuluh kali lipat dari nilai kontral. Keduanya pun tertawa. Namun Geun Woo segera berubah serius, dia hanya akan membayar sesuai yang tetera dikontrak karena banyak alasan ketidaksesuaian. Tidak memiliki pengalaman panggung. Tidak memiliki penampilan panggung yang baik. Reaksi penonton yang kurang bagus. Dan penampilan gagal.



Intinya Chun Hee tak cocok dengan kondisi panggung di sini, sepertinya emosinya juga tak teratur.
“Dia juga tidak seksi untuk seorang perempuan.”tambah Geun Woo dengan tanpa ekspresi. Kontan, Chun Hee segera menatap tubuhnya sendiri. Presdir Ho juga menatapnya dan tak bisa mengelak kalau Chun Hee memang tak seksi. Hahaha.





Chun Hee tak tahan lagi menahan cemoohan keduanya. Dia marah – marah karena dibicarakan seperti itu di depan matanya. Dia bukan sebuah objek.

“kan, emosinya tak teratur. Kau tersinggung karena ku bilang tak seksi?” Komentar Geun Woo ketika melihat kemarahan Chun Hee yang tak tertahankan. Kemarahan Chun Hee bukannya mereda malah makin menjadi, dia kesal karena hampir mati. Sudah dijual ole Joon Hyun pada Presdir Ho dan sekarang harus di jual lagi pada Geun Woo.

“Aku sudah akan menandatangani kontrak semenjak waktu itu.” Tutur Geun Woo. Tapi Chun Hee tak perduli, dia menariknya agar pergi. Dia tak akan pernah ikut dengan Geun Woo. Chun Hee pun pergi.

Karena perkataan Chun Hee maka dia tak akan menandatangani kontrak karena Chun Hee sendiri tak mau. Giliran Presdir Ho yang kelabakan karena Geun Woo membatalkan niatannya.





Geun Woo mengejar Chun Hee yang pergi, dia menarik tangan Chun Hee dan menahannya. Dia ingin menanyakan sesuatu yang membuatnya begitu penasaran. “Bagaimana kau bertemu dengan ayahku? Sepertinya ini bukan pertama kalinya kalian bertemu. Apa kau adik tersembunyiku?”

Chun Hee tersenyum tak percaya mendengar ucapan konyol Geun Woo tadi. Dia merasa menjadi bahan candaan bagi Geun Woo. Chun Hee dengan kesal menyuruh Geun Woo untuk bertanya sendiri pada ayahnya, Dasar Psiko!!

Mendapat tanggapan jutek Chun Hee bukanlah masalah untuk Geun Woo, bukannya kesal dia malah tersenyum lebaar.
***




Chun Hee berjalan pulang dengan lesu, dia berniat masuk ke rumah tapi dia mengurungkannya dan duduk di bangku. Menatap foto keluarganya yang tersenyum lebar, Perasaannya sebagai seorang gadis yang masih begitu belia, harus menghadapi hidup yang begitu keras. Sedih tak tertahankan, Chun Hee mulai menangis. “Ibu apa yang harus aku lakukan? Ayah juga tak ada disini. Aku begitu lelah.”

Chun Hee menangis mencoba meringankan beban berat yang dipikulnya.



Chun Hee masuk ke dalam rumah, dia menghembuskan nafas mencoba menutupi kesedihannya hari ini. Byul segera menyambut kehadiran kakaknya dan memeluk penuh kasih sayang, tapi ketika dia melihat wajah Chun Hee, dia bertanya – tanya habis dari mana Chun Hee? Bibirnya merah.

Chun Hee segera mengelap bibirnya itu, dia berkata kalau dia habis manggung. Byul semangat ingin menonton penampilan unninya yang memakai pakaian berkilau. Chun Hee melarang. Byul penasaran, dia ingin menonton Unninya secara langsung. Kalau memang tak bisa? Kapan tayang di TV? Aku akan menontonnya.

Chun Hee terdiam tak bisa menjawab. Dia hanya memeluk adiknya dengan perasaan sedih.
***



Soo In sudah mulai tampil di program – program musik. Penampilannya yang apik mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah.
***




Joon Hyun bersiul riang di kamar hotelnya, pelayan datang untuk mengantarkan pesanan Joon Hyun. Dia memberikan uang tips, namun pelayan tersebut malah kesal karena uangnya Cuma $50.

Joon Hyun menyadari ada yang aneh dengan suara pelayan itu, dia menolah dan sontak berjingkat ngeri melihat sosok Chun Hee ada disana. dia menutup wajahnya takut , seolah Chun Hee seperti hantu.

“Tuan. Tuan. Anda baik – baik saja? Anda bisa menghubungi kalau butuh bantuan?” suara kencang Chun Hee berubah lembut. Tadi hanyalah khayalan Joon Hyun semata, dia pun memberikan uang tipsnya dan menyuruh pelayan tadi pergi.



Joon Hyun meyakinkan dirinya kalau dia berkhayal karena sedang lapar saja, dia pun memotong sticknya untuk dimakan. Belum sempat makanan itu sampai ke mulut, dia giliran membayangkan Byul yang ada didepannya. Memandang penuh harap mendapatkan belas kasihan Joon Hyun agar di beri steak.

“Hei! Biarkan aku makan. Kalau kau sudah besar kau bisa membeli dan memakannya.” Ucap Joon Hyun. Sampai sedetik kemudian dia sadar, kenapa dia terus saja membayangkan adik Chun Hee.
***



Keesokan harinya, Joon Hyun menunggu Byul pulang sekolah. Dia segera menyapanya ketika Byul sampai.
***********
Lanjut Ke Part 2

5 Responses to "Sinopsis Trot Lovers Episode 3-1 "

  1. Makin seru n lucu..

    ReplyDelete
  2. Makin suka sama karakter JGW disini.. Joon Hyun tega banget .. :(

    semangat lanjutannya^^

    ReplyDelete
  3. selalu ditunggu sinopnya,,, terimakasih....
    ~fighting~

    ReplyDelete
  4. masih kebayang tampang psiko Geun Woo wktu main di drama who came from the star dan di drama ini dia di panggil psiko jg sama Chun Hee hahahahah....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^