Sinopsis A New Leaf Episode 16-1




***



Kim Seok Joo tengah bersama dengan Presdir Soju, Jeon Jin Ho. Seok Joo tak begitu yakin akan ada jaksa yang mau memihak Presdir Jin karena dia telah menyerahkan foto tersebut. Meskipun mereka semua tahu kalau pihak lawan bersalah tetapi secara alamiah mereka akan membantu satu sama lain.

“Tidak usah khawatir. Pak Cha tidak akan bisa melakukan apapun juga. Serikat pekerja menuntut Goldrich dan Cha karena malpraktek.” Ucap Presdir Jin enteng.
***



Disisi lain, CEO Cha sudah mendengar mengenai tuntutan dengan tuduhan malpraktek. Dia seperti menganggap tuduhan itu hanya masalah kecil. Tuduhan tanpa bukti, ini hanya spekulasi.

Bawahan CEO Cha juga hanya tersenyum remeh, dia tak menyangka selain plin – plan , Presdir Jeon juga bodoh. Tak ayal memang kalau perusahaanya sampai bangkrut.
***

Seok Joo bertanya mengenai bukti yang dimiliki Presdir Jin.

“Goldrich mempelajari catatan kami. Mereka membeli obligasi kami. Cha satu-satunya perusahaan yang tahu hubungan dekat Baekdu Hong Kong dan Baekdu Jepang.” Jelas Presdir Jin. Tapi bukan itu maksud Seok Joo, kalau itu hanyalah spekulasi. Dan yang mereka butuhkan adalah bukti kuat.
***



Ji Won berkata kalau Baekdu adalah perusahaan alkohol, jadi bagaimanapun juga Baek Du tak akan terpengaruh dengan krisis ekonomi.

“Perusahaan ini sangat stabil dan masuk 10 besar tapi tidak diperlakukan seperti itu. Itu sebabnya dia berusaha mengintimidasi grup kuat lainnya dan memulai bisnis konstruksi untuk mengumpulkan dana rahasia. Dia membangun mal di Seocho tapi tidak mendapat ijin usaha. Karena pengembangan dan krisis ekonomi... maka dia menyebabkan Workout.” Jelas CEO Cha.
***



Presdir Jin memberitahu kalau awalnya dia hanya melakukan konsultasi dengan Goldrich tapi tak berlangsung lama karena dia tak memiliki dana, dia hanya mendapatkan hasil diagnosisnya saja.

“Jadi anda membeli obligasi senilai $1.2 juta dengan harga 20% dari harga nominal melalui perusahaan kertas.” Ujar Seok Joo.

“Bank tidak mengevaluasi nilai agunan dengan benar dan menjual dengan murah.” Ucap salah seorang yang ada di samping Presdir Jin.

Seok Joo tak menyalahkan bekerja dengan mengambil resiko. Dia bertanya apakah Presdir Jin menandatangani perjanjian kerahasiaan? Presdir Jin membenarkan.



Seok Joo menyuruh Presdir Jin membatalkan saja tuntutannya. Tapi Presdir Jin masih kekeuh. Seok Joo memperingatkan karena dengan dua bukti 2 bukti yang di tunjukkan olehnya tidak kuat. Bukti kuat dan spekulasi itu berbeda. Dan yang bisa mendaftarkan gugatan hanyalah jaksa.

Seok Joo meminta pada orang disebelah presdir agar segera mencegah penahanan Presdir dan mencari bukti sebanyak – banyaknya kalau Presdir tak menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

Karyawan melaporkan kalau surat perjanjiannya tak ada. Presdir Jin kalap, dia kan sudah mempercayakan surat tersebut pada Firma Cha setelah penandatangan, apa mereka tak mengambilnya?

Seok Joo sudah langsung berfikir kalau Firma Cha pasti akan menyangkalnya.
***



CEO Cha masih merangkai rencana mereka. Penggelapan yang dilakukan itu sebesar $6 juta. Kalau pihak Baedu tetap bersikeras telah menggunakan $3juta untuk melobi maka dia akan memiliki kesempatan untuk lepas dari masa percobaan. CEO Cha tahu kalau Presdir Jin memiliki saudara tiri, dan dia menyingkirkan saudara tirinya saat mengambil alih. Dan itu tandanya ada masalah dalam pengambil alihan. Dan ada uang atau pabrik yang diberikan. CEO Cha memerintahkan untuk membawa saudara tiri itu.

“Apa dia akan mengakui menerima pabrik dan uang tunai? Menurutku pemeriksaan pajak pada toko grosir atau mencari bukti dia mengumpulkan dana rahasia akan lebih baik.” Jelas bawahan CEO Cha.

CEO Cha tetap yakin. Anak simpanan mengambil alih perusahaan ayahnya dan menuntut pengacara yang mengelola perusahaan. Apa itu warisan yang wajar? CEO Cha ingin menghentikan semua pergerakan Baekdu.
***



Seok Joo menyuruh Presdir Jin untuk segera melunasi hutang pada Goldrich dengan menjual Baekdu Jepang. Itulah yang terbaik untuk sekarang.

Presdir Jin sepertinya setuju, dia menyuruh asistennya untuk segera menghubungi mereka.
***



Di kantor Firma Cha, mereka sudah mendapat laporan kalau Presdir Jin menghubungi Baekdu Jepang. Untuk sementara mereka akan mengajukan gugatan penyitaan di pengadilan Jepang.
***



Pihak Baekdu menemui Seok Joo karena Goldrich telah mengajukan gugatan penyitaan pada pengadilan jepang. Dengan santai, Presdir Jin bertanya bukankah tak apa kalau sampai sahamnya masih disini?

“bagaimana ini pak Kim?” tanya asisten Presdir Jin lebih khawatir. Seok Joo bertanya apakah mereka telah membuat janji bertemu dengan mereka?
***




Seok Joo bersama dengan Presdir Jin menemui pihak fujiyama. Mereka sebenarnya tertarik dengan perusahaan Baekdu yang ada di jepang karena sangat menjanjikan. Tapi dia dibuat ragu karena Goldrich mengajukan surat penyitaan pada pengadilan jepang.

Seok Joo memberikan penjelasan kalau surat penyitaan itu hanya berupa permohonan. Jadi tak akan berpengaruh pada transaksi. Ini kesempatan Baekdu untuk mendapatkan dana sedangkan Fujiyama bisa membelinya dengan harga lebih murah. Pihak Fujiyama akan kembali dan mengadakan rapat terlebih dulu.



Pertemuan berakhir, Seok Joo memperingatkan pada Presdir Jin kalau mereka mungkin tak akan mendapatkan harga penuh. Bahkan bisa saja hanya separuh harga. Mungkin dengan cara itu mereka bisa melunasi hutang sebelum sidang naik banding. Presdir Jin tetap yakin karena dia pemilik sahamnya jadi tak akan kalah. Apa mereka harus menjualnya dengan harga sangat murah?

Seok Joo tak perduli dengan jalan pikiran simple tersebut. Kalau ada waktu mereka mungkin bisa membuat harganya lebih mahal. Seok Joo berjalan pergi namun langkahnya sontak terhenti ketika melihat pihak Firma Cha juga ada disana.



Dua pihak yang saling berseteru itu saling menyapa satu sama lain. Presdir Jin mengucapkan rasa terimakasihnya karena CEO Cha telah memberhentikan orang hebat seperti Seok Joo. Dia sekarang membantu masyarakat. Meskipun tak tahu alasannya tapi dia sangat berterimakasih.  Diapun mengajak Seok Joo pergi. Aku salut dengan Seok Joo, dia masih membungkuk hormat pada CEO Cha.

Selepas kepergian mereka, bawahan CEO Cha memberitahukan kalau Seok Joo juga menangani kasus Goldrich. CEO Cha menyuruhnya untuk mengecek daftar untuk Seok Joo yang berkaitan dengan Goldrich. Cari apasaja yang bisa memberatkan mereka.
***



Serikat kerja tengah melakukan demonstrasi di depan gedung. Ji Yoon yang tengah merekam demonstrasi itu di tegur oleh salah seorang pemimpin demonstrasi. Ji Yoon memperkenalkan dirinya sebagai seorang pengacara yang ingin mendengarkan keluhan mereka. Dia juga mendengar kalau para pekerja demo di depan rumah hakim yang sedang bermain golf.

Mereka kesal karena perputaran uang dalam perusahaan itu lancar. Hanya ada penunggakan sebulan dan masih bida diatasi tapi anehnya mereka mendapat keputusan reorganisasi yang diputuskan hakim di lapangan golf. Itu bukan keputusan mudah tapi malah dilakukan dilapangan golf. Dan sepertiga karyawan di PHK.
“Jadi anda ingin Pak Jin saja yang menangani perusahaan?”

Orang tersebut tak begitu mengharapkannya, tapi dibanding dengan kepemimpinan sekarang. Untuk masalah ekonomi memang Presdir Jin lebih bertanggung jawab. Dan tak akan semena – mena memecat karyawan.
***




Seok Joo memijat jidatnya, Sang Tae datang dan bertanya apa Predir Jin membuat Seok Joo pusing. Seok Joo membenarkan. Dia heran kenapa perusahaanya bisa menjadi 10 terbesar dan bertahan sampai sekarang padahal pekerjaanya ceroboh. “kenapa kau memberikan kasus ini padaku?”

Sang Tae berkata kalau dulu Seok Joo tak ingat. Toh dulu juga Seok Joo tak mau berkerja pada perusahaan kecil karena keserakahannya. Hidup baru memang sulit.

Pikiran Seok Joo berat karena Presdir Jin mengajukan tuduhan Malpraktek. Kalau sampai mengajukan tuntutan dulu sebelum ada masalah mungkin akan jadi mudah. Tapi kalau mengajukannya sekarang maka permasalahan akan jadi besar.




Ji Yoon datang, Sang Tae segera tanya tentang Jaksa Lee. Ji Yoon berkata kalau sepertinya jaksa Lee tengah sibuk jadi tak bisa datag. Ji Yoon menghampiri Seok Joo dengan senang karena dia telah mengambil kasus milik Presdir Jin. Meskipun orangnya aneh tapi para pekerja tak mempermasalahkannya. Dan ada sepertiga pekerja yang dipecat.

“Ada apa memangnya antara Goldrich dengan prosedur reorganisasi? Mereka tidak butuh banyak uang untuk itu. Kenapa mereka melakukannya?” tanya Ji Yoon tapi Seok Joo masih diam.

“Karena itu artinya lebih banyak uang.” Jawab Sang Tae.
***


CEO Cha menerima penemuan baru kalau Presdir Jin juga mendapatkan tuduhan penipuan. Mirae Bank menderita kerugian menjual obligasi Goldrich. Mirae Bank masih punya catatan pembayaran *window dressing. *Praktek penipuan keuangan untuk membuat perusahaan tampak lebih baik di kertas daripada sebenarnya.
***
PENGADILAN




Pihak Goldrich mengatakan kalau akan sulit bertahan bagi Baekdu dengan status Work outnya. Hingga sudah di tetapkan dalam sidang pertama. Seok Joo menyanggah dengan mengatakan kalau itu hanyalah sementara dan sekarang mereka juga tengah melakukan negosiasi untuk menjual Baekdu Jepang sehingga mereka bisa membayar Goldrcih.

Pihak Goldrich menunjukkan bukti dimana permohonan penyitaan Baekdu jepang tapi mereka belum sempat menerjemahkannya karena masalah waktu. Tapi disana, Fujiyama telah melakukan negosiasi dan akan melakuka transaksi setelah pertikaian selesai.

Hakim tak mau kalau bukti belum diterjemahkan. Mereka meminta Firma Cha untuk segera menerjemahkannya. Pihak Goldrich mengeluarkan bom kedua mereka, dengan menyangkut pautkan kasus Presdir Jin dengan tuduhan penggelapan uang untuk keperluan mereka pribadi. Dengan menggunakan catatan Window Dressing Baekdu.




Presdir Jin melawan dengan mengatakan kalau Goldrich menggunakan berkas internal sebagai seorang konsultan. Pihak Goldrich menentang karena itu tak memiliki bukti kontrak konsultan resmi.

“Kontrak konsultasi akan menjadi bukti yang kuat tapi anda tetap melakukan penyelidikan tanpa kontrak, benar?” tanya Seok Joo dan segera dibenarkan oleh Pihak Goldrich.

“Goldrich tidak membantu perusahaan. Mereka mengejar keuntungan dan mengabaikan kerugian pemegang saham. Mereka memecat sepertiga karyawan mereka.” Tegas Seok Joo.



Pihak Baekdu membawa seorang saksi, saksi itu pekerja di Baekdu selama 20 tahun. Dia menunjukkan bukti sebuah pesan. Dia mengalami pemecatan hanya melalui pesan teks bahwa dirinya dipecat. Bukan hanya dirinya melainkan ribuan karyawan lain. Pesan tanpa nama pengirim dan tanpa alasan pemecatan. Itu tandanya Goldrich sama sekali tak memperdulikan karyawannya dan memecat mereka untuk mendapatkan keuntungan.

“Ini semua karena permainan kotor Goldrich. Kami tidak akan dipecat jika mereka bisa menjual Baekdu Jepang. Kenapa mereka menggunakan manajemen hukum dan memecat semua orang? Apakah itu satu-satunya jalan keluar? Itu yang ingin saya ketahui. Saya harap Yang Mulia dapat menyampaikan penilaian yang bijaksana pada Goldrich yang hanya mementingkan uang.” Pinta saksi tersebut.
***



Presdir Jin yakin kalau mereka akan menang. Seok Joo berkata darimana ide untuk menggunakan data pribadi tadi.

Dengan nada sedikit kecewa, dia berkata kalau dirinya tak bersalah. Dia hanya memberitahukan data itu pada seorang penjahat. Seok Joo mengingatkan kalau foto yang dikirim oleh Presdir Jin itu akan menjadi bumerang.
***



Asisten CEO Cha melaporkan kalau Seok Joo mengunduh tiga file yang berkaitan dengan Goldrich tapi tak satupun yang menyangkut mengenai bangkrutnya Baekdu. Kalau di email hanya terdapat beberapa percakapan langsung saja.

CEO Cha tanya dimana harddisk Seok Joo yang mereka selamatkan saat terjadi penyitaan. Salah satu staf mengatakan kalau itu ada di intern Lee Ji Yoon. Asisten CEO Cha menyuruhnya jangan begitu memikirkan. Kalau seandainya ada dokumen pun juga tak akan terlalu mengancam karena bukan bukti nyata.
***




Seok Joo dan Ji Yoon sedang berkutat dengan file mereka masing – masing. Seok Joo menemukan sesuatu. Dia heran melihat Baekdu Hongkong tidak memiliki obligasi. Menurut catatan, tidak ada penjualan. Mereka merugi. Lalu kenapa perusahaan stabil seperti Goldrich membelinya? Mereka juga membelinya di Korea.

Seok Joo mulai sedikit menemukan titik terang, mulai memahami sedikit mengenai kasus malprakteknya. Dia terdiam, “kenapa aku merasa tak asing?”
***



Seok Joo kembali kerumahnya, dia duduk di ruang kerja. Teringat dengan harddisk yang dibawa Ji Yoon dan ditaruhnya didalam laci. Dia memasangnya pada laptop.

Belum sempat membukanya, sebuah panggilan dari Shin Il membuat Seok Joo harus pergi. Pak Kim meninggal dunia karena bunuh diri dan Shin Il sekarang ada di gedung pemakaman.


Seok Joo berada di dalam lift, disana ia teringat dengan ucapan pemilik pabrik kalau dia ingin menyelesaikan semua masalah finansial mereka. Pak Kim dengan sedih menuturkan kalau dia sama sekali tak menyangka kalau bank besar bisa melakukan penipuan. “apa anda tahu cara merakit bom? Aku ingin meledakkan semuanya.” Ucap Pak Kim dengan frustasi.
***



Seok Joo sampai kerumah ayahnya, dia bertemu dengan  rombongan teman Pak Kim. Mereka mengantar Shin Il untuk pulang, mereka takut kesehatan Pak Kim memburuk. Mereka menyuruhnya agar istirahat.


Seok Joo membawa ayahnya masuk ke rumah, keduanya duduk bersama saling berhadapan. Tampak raut kemantapan pada Seok Joo, baginya nyawa manusia adalah hal terpenting. Ini adalah kasus perdata karena uang.

“Harapan bagi sebagian orang bisa berarti bertahan bagi yang lain.” Ucap Shin Il.
***



Seok Joo kembali ke apartemennya. Dia duduk di kursi kerjanya, merenung untuk waktu yang lama. entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Sampai pada akhirnya di membuka – buka file dalam laptop. Ia menemukan dokumen Daftar Pembelian Obligasi Goldrich.

Ia pun mencoba mencari hal lain dengan membuka buku catatannya, berfikir sejenak dan kembali merenung.



Seok Joo menelfon salah seorang rekan luar negerinya, dia ingin mengetahui pembelian Baekdu Hongkong tahun 2013. Apa kau tahu siapa yang memberitahumu untuk membelinya?

“Penawaran datang dari Direktur perusahaan Goldrich Holdings yang datang dengan mu.”

“Apa metodenya?” tanya Seok Joo lagi.

“Apakah sesuatu yang lain dari yang digunakan perusahaan kertas?”

Rekan tadi membenarkan tapi dia juga penasaran kenapa Seok Joo begitu tertarik dengan kasus itu. Seok Joo mengatakan kalau dia sedang ada kasus mengenai itu. Dia berterimakasih dan segera mengakhiri panggilannya.


John, si pria tadi segera menghubungi seseorang. Dia memberitahukan kalau dirinya telah memberikan Seok Joo beberapa informasi mengenai Baekdu Hongkong. Apakah tidak masalah? Dia memberikan sedikit informasi meskipun tak terperinci.
***



Dan secepat kilat itu juga, berita tertangkap basah Seok Joo menelfon karyawan Goldrich Hong untuk menanyakan Baekdu Hongkong sampai ke telinga CEO Cha. CEO Cha tersenyum simpul mengetahui kalau Seok Joo tahu apa yang sedang ia lakukan.

CEO Cha memberitahukan untuk segera membuat alasan untuk di berikan pada Goldrich Hongkong. Seok Joo tertangkap basah. Tahan Presdir Jin di penjara. Semangatnya akan menjadi luntur kalau dia mendekam disana.
***



John kembali menghubungi Seok Joo, dia memberitahukan kalau akusisinya hanya untuk investasi jangka panjang.

“Jumlah penjualannya rendah.”

“Yah, tidak menurut analisis keuangan kami. Angka penjualan perusahaan Baekdu Soju luar biasa di pasar Korea dan Jepang. dan tidak akan bangkrut dalam waktu dekat. Dan lagipula, sepengatahuanku akuisisi ini adalah bagian dari rencana pengembangan pasar ke Hong Kong dan Tiongkok.”

Seok Joo berterimakasih dengan informasi tersebut. John menyuruh Seok Joo untuk menghubunginya saja kalau memerlukan sesuatu, dia akan membantunya sebagai seorang kawan.

Panggilan berakhir dan dari raut Seok Joo seolah tahu maksud terselubung John.





Ternyata disana juga sudah ada Presdir Jin dan asistennya. Seok Joo memberitahukan kalau alasan akusisinya untuk investasi jangka panjang. Presdir dengan bangga menjelaskan keunggulan produk Baekdu yang seperti bir asli.

Ji Yoon datang dengan tergopoh – gopoh menunjukkan berita yang tengah mewartakan mengenai pengajuan surat penahan untuk Presdir Jin. Mereka berada di posisi yang begitu dekat sampai – sampai Presdir Jin menggoda kalau mereka berdua tengah berkencan.

“Surat perintah penahanan telah diajukan.”

“untuk siapa?"

“anda.” Jawab Ji Yoon pada Presdir Jin.



Asisten Presdir Cha juga mendapat panggilan dari Jaksa Shin yang memerintahkan mereka datang ke pengadilan jam 4 sore.

Presdir Jin tak percaya, bagaimana bisa. Seok Joo memperingatkan karena memang seharusnya Presdir Jin telah siap sejak awal kalau mau melawan Firma Cha. Presdir tersenyum kecut, berharap kalau Seok Joo bisa mengeluarkannya. Seok Joo hanya bisa menghembuskan nafas berat.
***

KOMENTAR :
Kalau belum memulai amerekapnya memang benar – benar malas tapi kalau udah jalan yah enjoy aja. Permasalahannya mungkin karena aku sendiri yang sama sekali ga tahu hukum. Menginjakkan kaki di pengadilan juga belum pernah. Hehehe.

Mianhae kalau sangat lama, tapi mungkin 16-2 besok aku usahain. Benar – benar menyesal mengambil project yang bertubrukan. Bikin bingung. hehe

Sekali lagi maaf,

0 Response to "Sinopsis A New Leaf Episode 16-1 "

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^