Sinopsis Love Myself or You Episode 5 – 1




Le Xuan memperingatkan Kai Qi untuk menggunakan dapur bukan sebagai kepentingan pribadi. Dia aku kalau sampai sore kompor masih menyala. Mungkin kokinya masih ingin bekerja tapi dapurnya butuh istirahat.

Le Xuan pergi, namun lebih dulu dia tersenyum pada Ah Jie seolah mengingatkan Ah Jie kalau dia memegang rahasia Ah Jie, kapan pun dia mau maka ia bisa membeberkannya.


Tak ingin membuang waktu luang, Kai Qi mengajak Ah Jie ke perpustakaan untuk mencari referensi.

“Cari gambar atau buku foto yang menyampaikan perasaan musim panas. Warnanya harus segar dan penuh semangat, tetapi tidak terlalu kuat. Jika bisa memberikan perasaan kelembutan, itu akan hebat.”

Mereka pun saling terfokus pada apa buku – buku mereka, meskipun Ah Jie mencoba untu meledek Kai Qi tapi tetap tak mempan.




Kai Qi melihat sebuah buku yang tersimpan di rak teratas, dia berusaha menjangkaunya dengan menggunakan kursi namun karena kurang  hati – hati jadinya terpeleset. Untung ada Ah Jie yang segera menangkap pinggang Kai Qi dan menahannya. Ah Jie menyuruh Kai Qi yang hampir marah untuk mengambil bukunya saja.

“Jangan mengikutiku, oke?!” suruh Kai Qi. Da segera pergi namun dengan mengibas – ngibas wajahnya yang merona. Ah Jie melihat tingkah Kai Qi dengan senyuman. Mungkin menurutnya imut banget kali yah..


Keduanya membaca buku yang telah tertumpuk, Kai Qi mengabaikan Ah Jie namun ketika Ah Jie membaca buku yang menampikan gambar penuh warna. Kai Qi jadi tertarik, dia mencari – cari buku yang sama. Ah Jie menunjukkan buku yang dicari Kai Qi. “Aku pikir kita berdua sangat cocok. Aku tahu apa yang kau pikirkan sepanjang waktu.”

Kai Qi menatap Ah Jie tajam.




Ah Jie memejamkan matanya sambil menjulurkan kedua tangannya, “Cobalah mempercayaiku dan berikan tanganmu. Aku akan berada disimu, jadi kamu tidak selalu harus sendiri.”

“Aku katakan padamu...”

“Aku tahu apa yang akan kau katakan. kau suka sendiri, benci ketergantungan, dan kau tidak menginginkan bantuan dari orang lain.” tebak Ah Jie.

Kai Qi perlahan mendekatkan tangannya untuk meraih tangan Ah Jie, namun bukannya menggenggam dengan mesra malah dia menekuk jari Ah Jie hingga ia meringis kesakitan. “Aku katakan padamu...apa kamu tahu kalau ini toko buku? Diam dan baca bukumu. Karena kamu ingin membantu, baca semua buku ini. Setelah menyelesaikannya, laporkan padaku.”



“Kita adalah satu tim.”

“Semuanya?” tanya Ah Jie cengo.

Kai Qi meng – iya – kan, dia tersenyum ketika melihat Ah Jie mulai memindahkan buku – bukunya, namun kembali serius saat Ah Jie menatapnya. Hahaha. Hayooloooh, naksir nanti..


Malam menjelang, Kai Qi akan pulang. Ah Jie yang masih mengenakan seragam mengingatkan Kai Qi kalau dia tak membawa sepeda motor, makanya dia akan memberikan tumpangan pada Kai Qi.

Ah Jie meminta Kai Qi menunggunya sebentar untuk ganti baju.




Yah, saat Ah Jie sampai ke parkiran, Kai Qi sudah tak ada. Sudah bisa di duga. Tapi rupanya Kai Qi masih ada disana loh. Dia muncul dari balik mobil Ah Jie.

“kau belum pulang?”

“Aku berkeliling untuk mengagumi mobil ini, boleh kan?” alesan aja. Ah Jie pun tertawa. “Apa yang kamu tertawakan? Kamu bahkan tidak mengancingkan bajumu dengan benar. Memalukan sekali.”

Hahaha. Ah Jie segera mengancing pakaiannya lagi.

Astaga, apa yang harus disembunyikan? Tidak ada yang bagus untuk dilihat.” Batin Kai Qi seraya melirik Ah Jie. Ckck. Ah Jie pun mengajak Kai Qi untuk masuk mobil.




Selepas menidurkan Xiao Yi, Kai Qi pun tidur. Namun dia sama sekali tak bisa tidur karena masih memikirkan masalah kompetisi. Kai Qi menoleh kesana – kemari sampai akhirnya dia melihat sosok Ah Jie yang berbaring di ranjangnya pula. Kai Qi terkejut bukan main.

Dia berbalik meyakinkan dirinya kalau itu hanya halusinasi namun ketika dia berbalik, dia kembali terkejut karena Ah Jie masih dengan manisnya menatap Kai Qi.

“Semuanya adalah halusinasi. Aku akan minum susu, dan semuanya akan baik-baik saja.” Yakin Kai Qi seraya bangkit. Kai Qi kembali menoleh, tapi lagi – lagi Ah Jie masih disana dengan manisnya menatap Kai Qi. “Minumlah susu, dan semua akan baik-baik saja.” Saran Ah Jie.



Kai Qi berlari ke dapur, dia masih dengan waspada mencari – cari Ah Jie namun tak ada. Dia segera mengambil susu dari kulkas tapi tangan Kai Qi malah keduluan sama tangan seseorang. Lagi – lagi Ah Jie menunjukkan senyum yang super duper manis kaya gulali.

“Jika kamu tidak menghilang, aku akan marah!” ancam Kai Qi dengan terus memejamkan mata. Saat Kai Qi mulai membuka matanya, benar saja Ah Jie sudah tak ada disana lagi.

Ini semua karena dia mengikutiku kemana mana akhir-akhir ini. Kapanpun aku berbalik, ada dia.” Yakin Kai Qi.
***




Kai Qi dan Ah Jie kembali berlatih untuk masakan mereka, Kai Qi menyuruh Ah Jie untuk mencicipi masakannya. Ah Jie pun mencoba masakan yang sudah tersaji dengan apik – nya itu. “Enak.” Puji Ah Jie.

Kai Qi senang, dia kelepasan mengajak Ah Jie untuk high five tapi karena kikuk, dia pura – pura menggaruk kepala yang tak gatal.

“Ada apa? Siapa yang mundur setengah jalan?” Ah Jie menarik tangan Kai Qi untuk toss. Kai Qi yang malu hanya menampol tangan Ah Jie.




Le Xuan kembali mengacaukan kedekatan mereka, Ah Jie menegur Le Xuan tapi Le Xuan berkata kalau ini masalah kakaknya. Kai Qi heran, siapa kakak Le Xuan? Le Xuan pun menunjukkan fotonya bersama Hao Wei.

“Aku baru-baru ini mengetahui kalau kau dan kakakku dulunya---. Pokoknya, setelah dia membawamu ke rumah sakit, dia menghilang. kau sudah bermain-main dengan kakakku sekali. Jangan lakukan itu lagi. Aku harap kau tidak akan muncul didepannya dan mengganggunya lagi.” pinta Le Xuan.

Ah Jie berusaha mengatakan sesuatu pada Kai Qi tapi Kai Qi sekarang ingin sendiri.



Restoran ramai seperti biasa dan Bao Zhu melayani dengan baik. Seorang pria datang ke sana, dia menyapa Bao Zhu dengan sengit. Mereka saling kenal.

Bao Zhu berbalik tapi karena ada Xiao Li disana, dia tengah membaw botol wine. Botol itu pun jatuh. Le Xuan dan yang lain segera kesana, dia menyuruh Bao Zhu untuk pergi dulu. Dia yang akan menggantikannya.

Bao Zhu bersama Xiao Li kebelakang, namun entah apa yang ia ucapkan pada pria tadi hingga pria itu kalap dan menyibak tubuh Le Xuan.


Le Xuan tak bisa menahan tubuhnya hingga ia terjatuh, untungnya ada Ah Jie yang menangkap tubuh Le Xuan.


“Aku beritahu kau, jangan bertingkah terlalu tinggi dan berkuasa denganku. Kembalikan kalung mutiaranya kepadaku.” Bentak pria tadi.

“Kenapa harus aku? Kalung yang diberikan padaku dari ibuku.”

“Ibumu yang memberikannya padamu? Saat itu, ibumu mengatakan padaku dia memberikannya pada kita. Kenapa itu bisa jadi milikmu?”

Bao Zhu mengingatkan pria tadi agar jangan melakukan kegaduhan disana, namun pria itu semakin kalap dan menarik kalung mutiara Bao Zhu. Suasana jadi kacau ketika kalung itu terlepas dan mutiaranya berhamburan. Bao Zhun berniat memunguti mutiaranya namun malah di tahan pria itu, dia pemiliknya jadi dia yang akan mengambil mutiara – mutiara itu.

“Zhen Zhi Qiang, berhentilah berbuat bodoh.” Bentak Bao Zhu.


Zhi Qiang mengangkat tangannya untuk menampar Bao Zhu tapi malah tangan itu ditahan oleh Ah Jie. Dia menyuruhnya untuk pergi, Zhi Qiang mengancam pelayan yang berani melakukan hal tersebut padanya. Ah Jie tak gentar, toh mereka tak menerima tamu yang membuat keributan. Mereka akan menelfon polisi bahkan.

Ah Jie menekuk tangan pria tadi hingga ia tak bisa berkutik lagi dan menyerah.




Semua anggota Figaro berkumpul untuk makan siang, mereka masih membicarakan aksi heroik Ah Jie tadi. Mereka kemudian bertanya – tanya siapa sebenarnya pria tadi? Apa mungkin mantan suami Bao Zhu yang dulu. “Ah! Kai Qi! Dia pasti tahu. Dia sudah lama disini”

“Ini adalah restoran. Ini bukan tempat untuk bergosip. Pikirkan urusanmu sendiri.” Perintah Kai Qi lalu pergi.

“Gosip adalah bentuk kepedulian.” Gumam Xiao Shu.  Jiiiiaah, slogan ibu – ibu rumpi niih. Kekeke.




Bao Zhu merutuk kesal sambil memunguti mutiara yang berserakan. Yong Qian datang sambil mencak – mencak pada Bao Zhu yang meletakkan gula batu di sakunya. Walhasil semua pun merubuti bajunya.

“Jangan pikir aku tidak tahu apa-apa. Jika aku ingin kopi hitam, kau  menambahkan gula. Jika aku ingin nasi goreng, kau juga menambahkan gula.”

“Aku pikir kau suka makanan yang punya bahan tambahan.” Sindir Bao Zhu membuat Yong Qian teringat ketika ia menambahkan garam ke makanan Kai Qi ketika kompetisi melawan Le Xuan.



“Kaumasih mendukung Du Kai Qi, kan? kau ingin balas dendam karena selama kompetisinya dengan Le Xuan, Aku menambahkan garam pada steaknya, jadi kau membalasnya agar adil, kan?” kesal Yong Qian.

Rupanya disana tak hanya ada Bao Zhu, yang lain perlahan muncul dari balik meja. Mereka menatap sengit pada Yong Qian.

“Kalian disini, juga? Apa yang kau lakukan?” Yong Qian tersenyum kecut. Semua pun mulai menunjukkan butiran mutiara yang mereka pegang, sedari tadi mereka tengah mencari mutiara Bao Zhun dan mendengarkan perbincangan mereka.


“Pastikan ambil semua mutiaranya, atau tidak pelanggan akan terpeleset.” Ucapnya seraya pergi. Tapi baru beberapa langkah, Yong Qian malah terpeleset oleh mutiara.

Kai Qi menyuruh mereka untuk segera menyelesaikan mencari mutiara. Sedangkan Le Xuan tampak hanya terdiam, malu sepertinya.


Aktivitas mulai berlanjut, mereka menyiapkan makanan namun tampak kalau anggota figaro tak terlalu respect bahkan terkesan mengabaikan Le Xuan. Xiao Shu yang biasanya mendukung Le Xuan saja malah seolah meremehkannya, apalagi Da Zhi yang dari awal membencinya. Saat Le Xuan mencicipi makanan yang disiapkan Da Zhi malah dia menyuruh Le Xuan tak usah melakukannya, dia akan melakukan sendiri.

“Apa yang terjadi? kau takut dia akan mengacau dengan itu?” bisik Xiao Shu pada Da Zhi.

Sedangkan Linda bahkan tak meminta pendapat Le Xuan saat akan menghidangkan makanan.



Karyawan satu – persatu mulai pulang, Bao Zhu mengucapkan selamat pada Kai Qi karena semua orang sudah tahu kelicikan Yong Qian. Kai Qi hanya mengucapkan terimakasih, Bao Zhu berniat menceritakan sesuatu namun urung karena Ah Jie datang kesana. Bao Zhu lebih memilih pergi.

Ah Jie menyuruh Kai Qi untuk menghibur Bao Zhu. Tapi bagi Kai Qi, dia tak ada waktu untuk larut dalam kesedihan pula. Bahkan dia tak tahu apakah kalau dia ada disamping Bao Zhu akan membantu. Menurut Ah Jie semua orang itu berbeda – beda, ada yang suka diperhatikan juga. Toh kalau dilihat sepertinya Bao Zhu ingin menceritakan sesuatu pada Kai Qi. Tapi Kai Qi malah menyuruhnya untuk jangan ikut campur.

“Lalu, Apa hubunganmu dengan kakak Le Xuan?”

“Bisakah kamu berhenti merecoki urusan orang lain? Semua orang memiliki hidupnya sendiri. Urusi hidupmu sendiri.” Suruh Kai Qi.

*** Bersambung Ke Love Myself or You Episode 5 – 2 ***
Kenapa aku ga bisa buat yang pendek yah, malah jatuhnya tetep aja panjang. Tapi mending ini Cuma 5 lembat untuk 37 detik. Lumayan pendek lah... Semangat!!!!!




4 Responses to "Sinopsis Love Myself or You Episode 5 – 1 "

  1. Tetap semangat ya bikin sinopsis nya.. ditunggu sinopsis episode selanjutnya...

    ReplyDelete
  2. Mbak.. Part 2 nya mana?? Aku tunggu terus yah... Semangat Mbak...!!!!

    ReplyDelete
  3. Chingu , part 2 nya kok belom ada? Udh penasaran bngt nih , udh nunggu lama juga nih chingu ,figthing chingu !!

    ReplyDelete
  4. Saeng...ko sinopx lum lanjut jg??
    Apa lg focus ngerjain project laen?
    Pokokx ttp sehat n semangat bwt nerusin recapx eaa...^^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^