Sinopsis Love Myself or You Episode 4 - 2





Kai Qi meminta Ah Jie untuk membantunya berdiri, Ah Jie pun sigap melakukannya. Keduanya sama – sama kikuk hingga akhirnya Kai Qi mengajak Xiao Yi untuk pergi makan.

Ah Jie masih bertanya – tanya tentang kejadian yang terjadi semalam. 


Xiao Yi sangat berterimakasih dengan bibinya yang telah mengajaknya bersenang – senang. Mencari kepiting. Pesta makanan laut. Dia bahagia. Dan akan mengingat seumur hidupnya.

Kai Qi berjanji suatu saat nanti mereka berdua bisa keluar bersama – sama lagi. lagipula apakah otak kecilmu ini bisa mengingat selama itu? Xiao Yi tersenyum.

Ah Jie mengajak mereka untuk mengerjakan PR Xiao Yi, Xiao Yi agak bingung apa yang harus di carinya. Kai Qi mengusulkan untuk mencari mie dan juga bola daging babi. Sebelum mereka pergi, Ah Jie menyuruh mereka untuk berfoto karena di belakang mereka ada pemandangan kincir angin yang indah.



Xiao Yi segera memonyongkan bibir, gaya anak alay. Sedangkan Kai Qi mencoba menghindar agar tak tertangkap kamera. Tapi Ah Jie menyuruhnya untuk mendekat. Sudah mendekat tapi wajahnya murung, Ah Jie kembali meminta Kai Qi untuk tersenyum. Sayangnya senyum Kai Qi aneh, Ah Jie menyuruh senyum yang lebih bahagia. Lebih bahagia lagi.

Apa kau mau mati?” ucap Kai Qi tanpa suara.



Ada dua orang lagi lewat, Ah Jie meminta mereka untuk memfotokannya dengan Kai Qi dan Xioa Yi. Kai Qi kesal, siapa yang mau berfoto dengan mu?!!

“Tuan, bisakah Anda menaruh tangan dibahu istri Anda?” ucap orang tadi. Kai Qi segera mengelak tapi Ah Jie lebih dulu menjatuhkan tangannya ke pundah Kai Qi lalu mendorong wajahnya menghadap kamera.

Ah Jie dan Xiao Yi melihat hasilnya, dan cantik memang. Namun Kai Qi malah ijin pergi.


Seperti biasa, kalau sedang grogi seperti ini. Kai Qi mengipas – ngipasi wajahnya yang merona.

Du Kai Qi, apakah angin yang kuat ini mengubah otakmu menjadi bodoh? Apa yang terjadi semalan bahkan bukan masalah yang besar. Berhenti memikirkannya. Kosongkan. Kosongkan. Hapus. Hapus.” Batin Kai Qi.





Ah Jie menatap Kai Qi yang tengah sendirian lagi, dia mengajak Xiao untuk menemuinya. Mereka berdiri di belakang Kai Qi, dan Kai Qi yang tak tahu keberadaan mereka langsung berbalik. Dan menubruk tubuh Ah Jie. “Ah... Dasar kau cab....”


Ocehan Kai Qi terhenti ketika mendengar suara wanita – pria tengah bermesraan, si wanita mengatai si pria cabul. Si pria pun langsung menindih si wanita.

Ah Jie dan Kai Qi canggung sendiri melihat keduanya yang bermesraan di tempat terbuka, dan lagi di siang bolong seperti sekarang. Kai Qi menutup wajah Xiao Yi dan mengajaknya pergi, namun Xiao Yi malah menujuk pasangan tadi, “Bibi, kau semalam melakukan itu dengan paman, kan?”

Hahaha. Kai Qi langsung salting, apalagi Ah Jie menatapnya dengan penuh tanda tanya.

[FLASHBACK]






Kai Qi segera menyingkirkan tubuh Ah Jie yang menindihnya, lalu dia masuk kerumah. Ah Jie dengan wajah pucat pasi masih sempoyongan. Dia begitu takut gelap hingga ia mendekati Kai Qi dan tubuhnya terhuyung ke tubuh Kai Qi. Tubuh Kai Qi terdorong hingga kedunya jatuh ke sofa, Kai Qi meronta minta dilepaskan tapi Ah Jie malah semakin erat memegangi Kai Qi, dia meminta tolong padanya. Kai Qi juga mau menolong tapi kalau Ah Jie masih memeluknya dengan erat bagaimana ia bisa menolong.

Kai Qi mendorong Ah Jie sekuat tenaga, pelukannya hampir terlepas tapi malah tangan Kai Qi terpeleset. Ah Jie kembali terjatuh dalam pelukan Kai Qi dan juga kembali mengecup bibirnya. Ommoooo.

Dan lagi – lagi, baby Xiao Yi melihat adegan senonoh ini dari balik lubang kursi.

[FLASHBACK END]



“Lalu ketika kamu tertidur, Bibi mengikatmu.” Jelas Xiao Yi.

Kai Qi dan Ah Jie berpandangan satu sama lain dengan aura super duper kikuk. Mereka langsung memalingkan wajah dengan malu. Kai Qi menyuruhnya untuk jangan berfikiran tentang itu, yang penting sekarang mereka tak ada kontak fisik dan tak ada lelucon diantara mereka. Kai Qi menarik baby Xiao Yi pergi.

Sedangkan Ah Jie masih diam terpaku, masih sulit baginya mencerna apa yang tengah terjadi.
***



Enzo terkejut menerima pertanyaan dari Le Xuan mengenai Louis, dengan enggan dan sedikit bumbu basa – basi. Enzo menyuruh Le Xuan menjelaskan Louis yang mana, karena dia mengenal beberapa Louis.

Le Xuan menunjukkan form pendaftaran yang Ah Jie buang karena salah menulis nama Ah Jie dengan Louis. Enzo terdiam, kalau memang Le Xuan sudah tahu. Kenapa harus bertanya padanya? Le Xuan meyakinkan pada Enzo kalau dirinya tak akan membuat masalah diantara persahabatan keduanya, dia hanya ingin tahu kenapa orang berbakat seperti Louis mau bekerja menjadi karyawan magang di restorannya.

“Louis memang seperti itu. Dia terpesona dengan memasak. Aku tidak tahu berapa banyak restoran tempat dia bekerja di Eropa. Tapi dia tidak suka diakui, dan dia suka untuk tetap rendah hati. Aku pikir dia bekerja di restoran Le Xuan karena teman masa kecilnya bekerja di sana.”

Pikiran Le Xuan langsung tertuju pada kedekatan Kai Qi dan Ah Jie, dia segera bisa menebak kalau teman masa kecil Ah Jie adalah Kai Qi. Le Xuan kembali bertanya akankah Ah Jie akan mengeluarkan seluruh kemampuannya?

Enzo tak yakin. Kalau seandainya iya maka sudah bisa dipastikan kalau Ah Jie lah yang akan menjadi juara pertama.
***




Sepulangnya dari berlibur, Kai Qi tampak pucat dan tak bertenaga. Dia meminum vitamin untuk memulihkan kembali kondisi tubuhnya yang melemah namun karena sudah terlalu lemas, Kai Qi pingsan. Xiao Yi yang sedari tadi memperhatikan bibinya yang tampak kurang sehat pun jadi panik.

Dia berlari keluar rumah untuk menemui Ah Jie, tapi didepan rumah sudah ada seorang pria yang berdiri di depan pintu. Hao Wei. Xiao Yi memberitahukan kalau bibinya jatuh pingsan. Jelas Hao Wei ikut panik, dia masuk kerumah Kai Qi dan menggendongnya keluar.



Suster memberitahukan keadaan Kai Qi yang sudah membaik, dia akan bisa pulang segera setelah sadar. Hao Wei yang tadinya bersama dengan Xiao Yi diluar pun melongok keadaan Kai Qi. Dia melihat Kai Qi yang tengah meringis kesakitan.

“Lama tak bertemu Du Kai Qi.” Sapanya.

[FLASHBACK]



Dengan sedih, Kai Qi menatap tulisan larangan yang ada di depan pintu. ‘Du Kai Qi dan anjing dilarang memasuki ruang klub


Hari selanjutnya, Kai Qi bertemu dengan Hao Wei namun ia malah memalingkan muka seolah tak saling kenal. Hao Wei menatapnya dengan pedih, sedangkan teman yang bersama dengan Hao Wei menyuruhnya agar jangan memerdulikan Kai Qi yang egois lagi.


Tapi, namanya saja suka. Hao Wei menghampirinya untuk meminta penjelasan. “Menyingkir. ku tidak punya waktu untuk berurusan dengan orang-orang sepertimu yang berpikiran sempit, diskriminatif dan bodoh.”

Hao Wei benar – benar tak percaya Kai Qi bisa berkata seperti itu. Apa dia tak sadar telah membuat kesalahan padanya? Dengan enteng Kai Qi berkata kalau kesalahan terbesarnya adalah berteman dengan Hao Wei.

“Kamu hanya memanfaatkan orang dan kamu tidak tahu cara berterima kasih. Aku tidak pernah ingin melihatmu lagi dalam hidupku!”

“Kalau begitu, mari kita tidak pernah bertemu lagi.” ucap Kai Qi dingin.

[FLASHBACK END]


“Bukankah kita sepakat untuk tak saling bertemu lagi?” tanya Kai Qi.

Hao Wei membenarkan dan dia kira setelah Kai Qi mencampakkannya maka dia akan hidup lebih baik sekarang tapi sekarang malah terlihat menyedihkan. Kai Qi berniat pergi namun Hao Wei Memberikan bukti pembayaran rumah sakit. Kai Qi berjanji akan menggantinya. Hao Wei sungguh bersikap dingin pada Kai Qi, dia melayangkan surat itu ke tangan Kai Qi. “Terserah kau saja.”



Kai Qi mencoba mencari taksi untuk pulang. Dia mendapatkan penolakan ketika salah Kai Qi meminta untuk membayar saat sampai dirumah.

Hao Wei memperhatikan keduanya yang tengah berjalan pulang, sekuat apapun Hao Wei menahan perasaan ingin menolong Kai Qi, dia tetap tak bisa lalu menepikan mobilnya. Dia mengajak mereka untuk naik. Kai Qi jelas menolak.

“Kamu benar-benar akan membiarkan anak kecil itu berjalan sepanjang sore?”


Yah. Kai Qi memutuskan untuk menumpang di mobil Hao Wei. Sedangkan Xiao Yi yang tak tahu menahu hanya bisa menatap dua manusia yang saling memalingkan wajah.


Mereka sampai ke tempat Kai Qi. Dia menyuruh Xiao Yi untuk keluar namun anak itu malah tertidur di mobil. Kai Qi berniat menggendong Xiao Yi namun ia harus berpapasan dengan Hao Wei, dia menawarkan untuk menggendong Xiao Yi.


Dari kejauahan, tampaklah Ah Jie yang menatap mereka penuh tanda tanya. Penasaran. Dia menerima panggilan dari Le Xuan dengan terus menatap kepergian mereka.


Ah Jie menemui Le Xuan di sebuah bar, dia bertanya kenapa Le Xuan memanggil karena ingin berbicara tentang Kai Qi. Le Xuan tersenyum merasa kalau Ah Jie selalu antusias kalau menyangkut Kai Qi. Dia pernah mendengar kalau Kai Qi menyukai seorang koki bernama Louis. Koki itu ternyata ada di restoran mereka. Tak lain adalah Louis sendiri, dia telah mengetahuinya dari Enzo. Kenapa kau tak memberitahukannya?

Ah Jie merasa kalau Le Xuan tak perlu tahu. Le Xuan mungkin memang tak perlu tahu tapi kenapa Kai Qi juga tak tahu? Apa Ah Jie yang tak pernah mau kemampuannya di ketahui oleh orang lain juga akan memenangkan piala untuk Kai Qi? Apa Ah Jie ikut kompetisi itu untuk Kai Qi?

Ah Jie mengelak. Toh yang menantang di awal kan juga Le Xuan. Ah Jie akan pergi. Le Xuan menahannya, dia mengancam akan mengatakan hal itu pada Kai Qi. Ah Jie membiarkan saja karena dalam sebulan juga dia akan pergi lagi. Le Xuan ngotot, kalau memang sebulan lagi ia akan pergi maka dia akan mengatakannya pada Kai Qi sekarang.




Le Xuan pergi meninggalkan Ah Jie dengan kesal. Namun seorang menahan Le Xuan, dia kakak Xiang yang mengajak Le Xuan untuk minum bersama. Le Xuan menolak karena harus menemui Hao Wei tapi penolakan itu tak berpengaruh.

Le Xuan berkomat – kamit meminta bantuan Ah Jie tapi dia malah memalingkan wajah dan pergi.


Orang baik, yeah. Ah Jie orang baik yang tak akan mampu menahan jiwa penolongnya. Dia mengambil botol alkohol mereka lalu memutarkannya dengan lihai. Dia menaruh di setiap gelas minum dengan jeruk nipis, lalu menyiraminya dengan alkohol yang telah dikocok tadi.

Ah Jie menyalakan pemantik api lalu membakarnya. Semua orang dibuat takjub dengan aksi Ah Jie. Le Xuan memanfaatkan momen ini untuk bisa kabur, dia mengajak Ah Jie untuk berlari.




Ah Jie berlari bersama dengan Le Xuan keluar dari bar, Le Xuan tersenyum bahagia sekali. “kenapa kita lari?”

“bukankah kau yang mengajaknya?” tanya Ah Jie. Mereka tertawa bersama. Ah Jie bertanya apakah tak ada lagi yang mereka harus bicarakan? Kalau memang tidak maka Ah Jie akan memanggilkan taksi untuknya.

Ah Jie bukan tipe orang yang meminta balas budi tapi dia memohon pada Le Xuan agar jangan mengatakan rahasianya pada Kai Qi karena dia juga akan pergi dalam sebulan. Kalau memberitahunya juga tak akan ada gunanya.


Le Xuan dalam taksi tersenyum lebar. Dia benar-benar orang yang sangat rumit.


Disisi lain, Ah Jie juga tersenyum lebar. Entah karena Le Xuan atau karena ia berhasil membujuk Le Xuan agar tak memberitahukan rahasianya pada Kai Qi. Dia kemudian membuka kembali hadiah kecil yang ia sembunyikan untuk Kai Qi dimasa lalu.
***


Kai Qi hari ini melatih Ah Jie untuk masak. Dia telah melihat kinerja Ah Jie beberapa hari terakhir dan itu memang sangat bagus. Maka hari ini dia akan melakukan pelatihan untuk memilih bahan.

“Jika hari ini kamu harus masak daging bebek, apa yang akan kamu gunakan sebagai bahan bahanmu?”


Pertama – tama Ah Jie akan mengumpamakan wortel sebagai daging bebeknya.

“Untuk makanan utama, aku akan menggunakan kentang dan ubi panggang mentega. Jika aku mencampur kelembutannya dengan kerenyahannya, aku bisa menghasilkan kontras pada tekstur makanan. Daging bebek harus digoreng sampai renyah itu. Kubis dapat dibuat menjadi selada kol untuk mengimbangi rasa kuat daging bebek. Kita akan menggunakan lemon, jeruk dan anggur untuk saus manis dan asam.”


Perlukah aku menambahkan beberapa plum? Dengan begitu rasa akan ringan dan manis, cocok untuk musim panas. Apakah ini akan terlihat terlalu profesional?” batin Ah Jie.


Kamu bahkan tahu bagaimana menggunakan plum untuk membuat saus manis dan asam? Kamu penuh dengan ide.” Benak Kai Qi.


Oke. Ah Jie selesai memasaknya. Kai Qi memberikan sedikit komentar kalau Ah Jie memang telah melakukannya dengan baik. Tapi kenapa di akhir malah menaruh lemon pada daging bebek.

“Itu adalah kesalahan yang tidak disengaja.”

“Koki sejati harus melakukannya dengan sempurna.” Tegas Kai Qi.


Rupanya sedari tadi Le Xuan mengintip latihan mereka, dia dalam hati benar – benar heran kenapa Kai Qi tak bisa melihat kalau ada koki sejati di depan matanya.



Bao Zhu menunjukkan makanan apa yang akan menjadi tantangan untuk mereka dalam kompetisi. Sole Meunière. Steak Ikan Air tawar?

“Hidangan ini... sangat mudah. Tidak peduli bagaimana aku memasaknya, itu masih tetap sama. Bagiku, ini seperti nasi omelet. Ini bisa dilakukan dengan bawang, telur, dan beras saja, tetapi hasilnya hanya sedikit berbeda. Kecuali aku bisa menemukan bahan-bahan yang berbeda dari apa yang dimiliki orang lain. Seperti, Telur Emas legendaris.” Remeh Kai Qi.

“Apa itu?” tanya Ah Jie tak tahu.

“Itu sesuatu yang hanya akan muncul dalam manga. Bodoh.” Hahahaha. Kupikir beneran ada.


Le Xuan masih saja memerhatikan mereka dari balik tembok. “Bodoh? Apa kamu tahu kalau pakar ini adalah Louis yang kamu kagumi?”

“berarti kau akan punya kesempatan menang?” tanya Bao Zhu.

Bukannya Kai Qi senang, dia malah semakin tertekan. Kalau tantangan semakin mudah maka akan semakin sulit dalam menampilkan keunikan. Ah Jie menenangkan karena proses dalam setiap step akan mendapatkan penilaian. Dia punya ide! Kenapa mereka tak jalan – jalan saja ketika waktu longgar.

Kai Qi heran dengan sikap Ah Jie, dia mati – matian agar mereka tak ditendang dari restoran tapi Ah Jie malah mengajaknya untuk bersenang – senang. Ah Jie tak perduli, dia mendorong Kai Qi untuk pergi.

Bao Zhu ditinggal sendirian, kenapa dia tak diajak juga? Namun dalam benaknya, dia senang melihat Kai Qi tidak mencak – mencak pada Ah Jie yang meletakkan tangannya di pundah Kai Qi.


Bao Zhu berjalan pergi. Dia dikejutkan oleh Le Xuan yang tengah bersembunyi dibalik tembok tanpa menyadari kehadiran Bao Zhu.

“Apa yang Anda lakukan Asisten Koki?”

“Tidak. Pergi beristirahatlah.” Perintah Le Xuan sembari berjalan pergi meninggalakan Bao Zhu. Sedangkan Bao Zhu hanya bisa bergidik ngeri dengan sikap ramah Le Xuan.
***



Ah Jie dan Kai Qi sudah mengenakan mantel dan datang ke kebun raya Taipei. Kai Qi menolak karena mereka sedang dalam keadaan terburu – buru tapi malah bermain disana. Kai Qi pergi namun tangannya di tahan oleh Ah Jie.

“Karena kita sudah datang, ayo kita masuk Tempat yang berbeda akan membawamu pada inspirasi yang berbeda. Tempat ini juga memiliki banyak tanaman pangan dan rempah-rempah. Sebagai koki, bukankah sangat disayangkan jika kamu tidak masuk?”

Kai Qi melepas genggaman tangan Ah Jie, dia gugup hingga menyetujui saja untuk masuk ke kebun raya.



Ah Jie mengejar Kai Qi yang berjalan meninggalkannya dengan gugup, “Kemarin, ada seorang pria denganmu dan Xiao Yi di tempat parkir. Siapa orang itu?”

“Kenapa kamu menanyakan sesuatu yang begitu tidak menarik? Membuatku kesal.”

“Jadi pria itu membuatmu merasa kesal?”

“Kau juga sangat membuatku kesal. Kenapa kamu banyak tanya? Apa kamu wanita tua yang suka gosip?” hahaha. Skak mat lo Ah Jie.



Kai Qi masih terus berjalan di depan sambil komat – kamit memikirkan makanan yang akan menjadi tantangan mereka. Mencari sesuatu yang bisa membuat makanannya jadi lebih unik, Ah Jie yang sedari tadi menguntit di belakang jadi bosan karena hanya berjalan di belakang Kai Qi. Dia berteriak kegirangan menunjukkan ketimun kecil lalu menunjukkannya pada Kai Qi.

Kai menatap ketimunnya dengan datar. “Jangan bilang padaku kamu belum pernah melihat timun kecil sebelumnya.”

“Bukan itu. Lihatlah, ketika mentimun kecil dipasangkan dengan bunga kuning kecil, tidakkah kamu berpikir ini istimewa...?”

“Istimewa apa?”

“Istimewa... kuat dan megah?” tanya Kai Qi. “Bukannya kamu baru saja mengatakan kalau lingkungan yang berbeda dapat membawa inspirasi yang berbeda? Tapi sekarang kamu hanya membicarakan omong kosong. Aku memang bodoh! Kenapa aku disini membuang-buang waktuku denganmu?” kesal Kai Qi.

“Kenapa dengan melambangkan keberanian?” tanya Ah Jie.

“Keberanian, pant*tku. Jangan lari!” geram Kai Qi seraya mengejar Ah Jie yang kabur dari amukan Kai Qi.




Ah Jie berlarian karena kejaran Kai Qi dan mereka sekarang berada di tepian danau dimana danau itu penuh dengan bunga teratai. Sangat penuh bahkan. Menyajikan pemandangan yang menyejukkan memandang bunga teratai berbagai warna dan jenis.

“Lihatlah bunga teratai itu! Kelopak merah muda dilengkapi dengan tengahnya yang kuning membuatnya tampak seolah-olah itu menyala. Dan bunga lili air itu! Lapisan kelopak merah muda dan ungu tampaknya menggunakan daun hijau sebagai panggung, dengan penuh semangat mencoba untuk menampilkan dirinya. Alam seperti pewarna yang hebat, selalu menggunakan banyak cara yang berbeda untuk menampilkan warna untuk kita. Karena warna hijau, kelembutan teratai lebih jauh ditekankan.” Jelas Ah Jie. Kai Qi pun setuju. Dia memandang bunga teratai itu dengan penuh kesejukan.




Malam harinya, Kai Qi mencoba menenangkan pikirannya yang masih terfokus pada kompetisi mereka. Dia yakin kalau dia bisa menang dalam hal rasa masakan tapi sepertinya tampilannya akan membosankan.

Kai Qi membuka beberapa foto makanan milik Louis, dia pasti akan bisa masuk dalam jajaran pemenangan. Sekilas Kai Qi teringat akan ucapan Louis mengenai keindahan warna, tiba – tiba ia menepuk tangannya dengan girang. Dia menemukan ide!!!


Esok pagi, Kai Qi sudah menggedor pintu rumah Ah Jie bahkan Ah Jie sampai terkejut melihat Kai Qi begitu antusias. Dia akan menunggu Ah Jie dibawah, dia akan mencarikan Xiao Yi bisa dan menunggu Ah Jie 10 menit.



Ah Jie menemui Kai Qi yang telah menunggunya sedari tadi, dia bahkan kesal karena Ah Jie lama. Kai Qi mengutarakan keinginannya untuk mengubah konsep pewarnaan, dia akan membuat dengan berbagai warna seperti konsep lukisan abstrak.

“Bagaimana kamu bisa memikirkan ide itu? Kenapa timun hijau kecil dipasangkan dengan bunga kuning cerah? Kenapa teratai merah muda memiliki efek samar?” tanya Ah Jie takjub. Kai Qi sekarang sadar kalau Ah Jie cukup berguna juga, meskipun sering ceroboh dalam memasak.

“Bukan apa-apa. Aku baru saja ingat saat kembali dari Perancis, para koki mengatakan kalau masakan tidak dapat dibatasi dalam ruang lingkup tertentu, dan kalau kau perlu pakai hatimu untuk melihat dan menyelami dunia. Hanya dengan memperluas wawasan kau dapat membuat hidangan paling khas.”

Kai Qi riang. Dia merasa dua orang bekerja sama untuk sebuah kompetisi bukanlah hal yang buruk. Ah Jie terhenti.



“Apa yang tadi kamu katakan?”

“Aku tadi bilang dua orang...” ucap Kai Qi terdiam. Ah Jie tertawa karena Kai Qi yang tampak gugup. Kai Qi memperingatkan kalau mereka belum saatnya tertawa, bahkan kompetisi saja belum ditentukan.

“Tenang, kita hanya akan melawan setiap gerakan. Ini tidak akan menjadi masalah.”

“Mendengar kata-kata ini darimu tidak nyaman sama sekali.”kesal Kai Qi merasa risih ketika Ah Jie mengucap kata kita.

“Lupakan. Aku seharusnya mengandalkan diriku sendiri saja. Jangan khawatir. Kamu bisa mengandalkanku.” Sombong Kai Qi.



“Du Kai Qi yang selalu bisa diandalkan, bolehkah aku bertanya dimana sepeda motormu yang bisa diandalkan itu?” tanya Ah Jie menunjukkan kuncinya mobilnya.

Kai Qi menatap helm yang sedari tadi di tentengnya. Dia membawa helm ketika naik mobil sedari tadi. Hahahaha. “Apa kamu tidak menyadari kamu mengendarai mobilku ke tempat kerja?” goda Ah Jie. Kai Qi malu – nya hingga gugup dan memarahi Ah Jie yang tertawa.


Like a SPY. Yeah. Le Xuan kembali muncul mendengarkan keduanya saling berbincang. “Aku tahu dia tidak hanya membawa Kai Qi untuk bermain. Meskipun Louis lepas tangan dalam kompetisi, dia masih bisa menolong Kai Qi dengan memberinya beberapa tips.”

Le Xuan berjanji, dia tak akan membiarkan Kai Qi menang dalam kompetisi masak ini.


Ah Jie berganti seragam di ruang ganti, dia melongok keluar takut kalau ada Kai Qi disana. Aman. Ah Jie keluar namun ternyata Kai Qi malah sudah menunggu di balik tirai. Ah Jie terkejut sampai tangannya reflek menarik kembali tirai penutupnya.

Kai Qi segera menyerobot masuk kedalam ruang ganti. “kau memiliki gangguan mental, kan?” ejek Kai Qi karena sikap berlebihannya tadi.




Ah Jie melihat secarik kertas kecil tergeletak jatuh dari pakaian Kai Qi, dia berjongkok memungutnya tapi naasnya ada Da Zhi yang melihat Ah Jie dan salah paham kalau Ah Jie tengah mengintip Kai Qi. Ah Jie menghindari Da Zhi, terus berjalan teratur menjauhinya. Namun tanpa sengaja dia malah menghindari Da Zhi tepat didepan ruang ganti.

Tirai ruang ganti tersibak dan mereka melihat Kai Qi yang belum mengenakan baju sepenuhnya. Ah Jie menutup mata Da Zhi agar tak melihatnya dan Ah Jie pun menutup mata Da Zhi. Saling tutup mata, bukannya tambah sweet nih. Hahaha.




Ah Jie dan Kai Qi mulai berlatih untuk membuat hidangan.

Saus memainkan peranan penting pada masakan Perancis. Sausnya tidak hanya harus unik, tapi juga tidak boleh mengalahkan rasa hidangan utama. Kali ini, aku ingin menambahkan sedikit rasa manis untuk Saus Sole Meunière itu. Selain menetralisir rasa asam lemon, itu juga dapat membawa kesegaran ikan air tawar tersebut.”batin Kai Qi.

Kai Qi mencicipi makananannya namun sedikit ragu, sudah lumayan tapi ada yang kurang. Dia menyuruh Ah Jie untuk mencicipi juga tapi Ah Jie terdiam. Kai Qi berkata kalau kompetisi itu bukan hanya untuknya maka Ah Jie juga harus mencicipi.

“Aku ingin menambahkan madu dulu, tapi aku khawatir kalau nanti terlalu manis.”

“Lalu bagaimana kalau sirup maple?” saran Ah Jie.

“Sirup Maple? Iya. Kenapa aku tidak memikirkan tentang sirup maple? Sirup maple dapat menetralisir asam stroberi, dan dapat meningkatkan rasa secara keseluruhan. Juga, tidak semanis madu.”


AGAIN!! Le Xuan mendengarkan obrolan keduanya. Ga punya kerjaan mba?




“Apa yang kalian lakukan?” tanya Le Xuan muncul.

“Tidak bisakah kamu melihat kita sedang latihan untuk kompetisi?”

“Karyawan magang ini begitu bekerja keras. Dia memberikan banyak saran yang berguna.” Sindir Le Xuan membuat Ah Jie menempelkan tangannya pada mulutnya, dia memberi tanda agar Le Xuan diam.

** Bersambung Ke Love Myself or You Episode 5**
selalu suka melihat BTS drama Taiwan, serasa ga ada jarak. mereka begitu kekeluargaan. bahkan malah mereka tampak kaya beneran kencan.
Untuk mengambalikan mood – ku, aku ngabur dari Chun Hee dan Soo Young. Kkekeke. Aku refresh dengan makanan mereka ini. ^_^
Kai Qi emang gadis yang kuat kan? hmm. seolah ga ada jarak. ngeship puff Guo - Jasper. Puff Guo - Hee Chul. Puff Guo - Aaron Yan. Ommo. dia emang kepribaannya supel. mudah gaul sama siapa aja.. *gue sok tahu.. tapi dilihat dari beberapa BTS. dia emang gitu kok.

Setelah banyaknya pesanan yang masuk meminta Love Myself or You jadi aku ga bisa abaikan dong. Sekalian buat tanda kalau aku ga berhenti nulis ini kok. Gini loh, aku kadang kalo sempet Cuma buat satu scene aja. Nyicil gitu. Nah pas kemaren udh dpt separo tapi akhirnya kepotong karena buat yang lain. tenang^_^ tenang aja. Insya alloh kalo ga ada halangan, aku lanjut. Aku ga suka juga kok kalo ada project yang ngambang. Thanks buat yang udah mau nunggu n baca recap ini.

Oiyaa.. mulai eps 5 kayaknya bukan recap panjang kek gini lagi. lebih sedikit singkat karena ya karena deeh. Aku banyak project ching. Mianhae. Teteup sayang Cheng Liang Liang (Puff Guo di Just You) kok aku ^_^ eh tapi masa’ aku liat di dramafever yah katanya eps ada 21? What!! Bisa gempor dong aku. Sedangkan disana baru sampai episode 9, ketinggalan jauh yah T_T

Ada yang request Rekap Just You juga yah. Eem. Aku masukin list tapi entah kapan bisa terlaksana. Nyari waktu longgar. Mungkin paling jadi beberapa part atau bahkan Cuma recap pendek banget. Wait!! See You~~

4 Responses to "Sinopsis Love Myself or You Episode 4 - 2"

  1. Makasih ........ Sehat selalu y mbak....

    ReplyDelete
  2. Aaaahhh...sedih bakal dipendekin sinopnya....hik hik hik......tapi drpd engga ada...ya diterima ajalah.....makasih banyak mbak puji atas waktunya bikin sinop ini.....big big hug ...

    ReplyDelete
  3. Smngat nulisx mba,ga sbar nunggu kelanjutanx,mskipun harus di pendekin sinopx....:( dri pada g sma sklia sih...tp berharap sinopx lengkap kyak gini.....

    ReplyDelete
  4. Hai, tampilan blog mu dibuka dari hp kenapa jd tampilsn web ya? Agak sulit untuk membaca simopnya jadinya..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^