Sinopsis Love Myself or You Episode 4-1




***



Xiao Yi bertanya pada Kai Qi, apakah bibinya sedang dalam masa libur? Di TK, mereka memberi kami tugas untuk pergi ke suatu tempat dan membawa pulang produk dalam negeri yang istimewa. Bibi, bisakah kamu mengantarku?

“Tempat seperti apa yang ingin kau kunjungi?” tanya Kai Qi membuat Xiao Yi berfikir.

 Kai Qi memberikan beberapa saran tempat di Taipei tapi Xiao Yi tak terlalu suka. Dia pun berubah murung. Kai Qi mengatakan padanya kalau sepeda motor akan sulit untuk dibawa ke tempat yang jauh. Jadi mereka hanya bisa pergi di sekitar Taipei saja. Kai Qi pun menyuruh Xiao Yi untuk mengerjakan PR-nya.




Kai Qi bersama dengan Xiao Yi pergi ke rumah Ah Jie. Kai Qi mencari – cari bel rumah Ah Jie tapi tak ada, dia menganggap Ah Jie sebagai orang aneh. Masa’ di rumah ga punya bel, dia pun berniat mengetuk pintu. “tiing...tongg...” suara bel terdengar nyaring, ternyata Kai Qi lah yang aneh karena tak bisa menemukan belnya. Xiao Yi yang memencet bel tersebut.

Ah Jie berdiri mengintip dari dalam rumah, Kai Qi menatapnya judes. Apa kau takut aku menggigitmu?



Ah Jie pun segera keluar. Kai Qi memberitahukan kalau dia akan berlatih dengan Ah Jie nanti karena dia harus mengantarkan Xiao Yi ke suatu tempat. Xiao Yi berkata kalau dia tak mau pergi ke Shenkong. Tapi Kai Qi tetap kekeuh dengan keputusannya, mereka tak bisa pergi terlalu jauh. Xiao Yi masih merengek layaknya anak kecil lainnya.

“Xiao Yi” bentak Kai Qi. Dia yang ketakutan segera berlari dan bersembunyi di balik punggung Ah Jie. Kai Qi menyuruh Xiao Yi jangan manja karena dia hanya perlu mencari makanan dari berbagai daerah dan mengerjakannya dengan serius, tak perlu pergi jauh – jauh.

Tapi, namanya juga anak kecil kan. Jalan pikirannya pasti berbeda dengan Kai Qi yang maunya semua serba praktis. Xiao Yi hampir menangis.

“Menangis tidak akan menolong menyelesaikan masalahmu. Jangan begitu manja. Kemarilah!”




Kai Qi berniat membawa Xiao Yi tapi dia terus menghindar dari Kai Qi dengan berlindung di punggung Ah Jie. Ah jie menahan Kai Qi, dengan lembut dia memberikan pengertian pada Xiao Yi.

Kemudian dia berkata pada Kai Qi kalau dia bisa mengantarkan mereka karena kebetulan dia juga ada mobil. Sebelum nanti Kai Qi mentraktirnya makan, dia rela menjadi supir Kai Qi. Xiao Yi senang bukan kepalang, keinginannya dikabulkan. Dia mau berlibur ke tempat yang ada ombaknya.

“Aku tak butuh bantuanmu.” Ucap Kai Qi masih sok.

“Dia hanya anak kecil.”

Apa daya? Kai Qi hanya bisa mendesah pelan.
***


Le Xuan melenggangkan kakinya dengan riang menuju sebuah restoran, retoran Cha – Cha. Dia bertanya pada pelayan yang disana, apakah omelet pesanannya sudah siap? Pelayan tersebut segera mengambil pesanan Le Xuan.

Le Xuan mengintip pesanan tersebut, dia sedikit murung. Dia membentuk tanda hati dengan tangannya, “apa kau melupakan aku?”

Pelayan tersadar, dia kembali mengambil pesanan itu lalu membuat tanda hati dengan saus pada omeletnya.
“pacarmu pasti akan senang.”

“Dia bukan pacarku, tapi kakakku.” Ucap Le Xuan dengan tawa renyahnya.




Le Xuan sampai di rumah kakaknya, namun keadaan begitu sepi. Dia menuju ke lantai atas juga tak ada sang kakak. Le Xuan melihat seisi ruangan, lalu pandangannya tertuju pada tumpukan komik yang One Piece kakaknya. Ada sepotong kertas dengan tulisan, ‘Chopper dan Luffy selamanya!

Le Xuan heran wanita seperti apa sebenarnya yang telah mencamppakkan kakaknya, sampai dia menyimpan foto Chopper. Dia pasti telah membusuk. Le Xuan pun membalik foto itu sekilas, “Apa bagusnya ini, Dia bahkan memakai topi Chopper berpura pura lucu” ucap Le Xuan seraya meletakkan kembali foto tersebut.

Sedetik kemudian dia tersadar, dia memungut lagi fotonya memperhatikannya. Sontak dia terkejut, itu foto Du Kai Qi yang tengah tersenyum memakai topi Chopper bersama dengan kakaknya yang bergaya konyol.
***


Seorang pria dengan tubuh kekar berotot tengah nge – gym. Entah apa alasannya, di tengah kesibukkannya itu dia tiba – tiba terdiam. Mengingat masa lalu,

[FLASHBACK]




Pria yang tengah nge – gym tadi sedang bermain basket dengan teman – temannya. Tapi dia tak terlalu terfokus pada permainannya, melainkan memandang terpesona pada seorang gadis yang tengah duduk manis di pinggir lapangan. Dialah Du Kai Qi yang membaca komik, lain dengan gadis lainnya yang melihat pria – pria di lapangan tersebut.

Teman Pria itu memberikan umpan, dengan semangat empat lima dan maksud terselubung untuk bisa mendapatkan perhatian Kai Qi. Dia memasukkan bolanya kedalam ring. Dan masuk, dia pun segera membuat bergaya sok keren, “YESS!”

Tapi tetap saja itu tak membuat Kai Qi tertarik.

“Kau memasukkan bola ke ring tim mu sendiri!” ucap teman pria tersebut, yang kita ketahui sebagai Hao Wei. Hao Wei masih saja percaya diri, meskipun salah tapikan dia melemparnya dengan cantik.

“Du Kai Qi bahkan tidak melihatnya. Dan meskipun kau ingin pamer pada pacarmu, jangan membuat kita terlihat buruk.” Kesalnya. Hai Wei mengelak kalau Kai Qi bukan pacarnya. Tapi teman Hao Wei malah semakin menjadi, dia memanggil Kai Qi dan mengatakan kalau Hao Wei ada disana. “Bukannya dia itu tampan?!”

Hao Wei yang dikatakan tampan segera tersenyum semaniiiiiis mungkin, dan menunjukkan tanda dua jarinya (gak kampanye loh yah... hihi) pada Kai Qi.

Apa tanggapan Kai Qi? Dia sama sekali tak perduli, dia hanya berterimakasih karena telah dipinjami komik lalu meminta Hao Wei agar memakan bekal yang telah di buatnya. Kai QI pergi sambil melambaikan tangan dan tersenyum manis.





Hao Wei segera berlari menghampiri meja tersebut meski ditahan oleh temannya. Tak perduli, dia segera membuka bekal tersebut. Makanan cantik yang dibuatkan oleh Kai Qi membuat kedua teman Hao Wei menelan ludah dan berniat mengambilnya. Jelas Hai Wei melarang.

Salah satu dari mereka memanggil Kai Qi, dia juga mau dibuatkan bekal cinta oleh Kai Qi. Hahahaha. Kai Qi tak begitu merespon digoda oleh teman – teman Hao Wei. Dia meminta Hao Wei untuk memberikan komentar pada makanannya nati.

“Ok” balas Hao Wei.

Seolah begitu istimewa, Hao Wei kembali menyimpan bekal tersebut, tapi lebih dulu dia mengelusnya penuh kasih sayang. Ckckck.
[FLASHBACK END]



Hao Wei kembali berolah – raga demi menghilangkan kenangan manis namun sekarang dirasa pahit.

“Ka, jadi Chopper adalah Du Kai Qi?” tanya Le Xuan yang langsung bertanya. Hao Wei berniat tak menjawab, tapi setelah Le Xuan menunjukkan fotonya dengan Du Kai Qi, dia terlihat kesal.

Le Xuan mondar – mandir, pening menghadapi kenyataan kalau kakaknya menyukai wanita seperti Du Kai Qi. Tak feminim sama sekali tapi kakaknya suka. Selalu merendahkannya bahkan ketika dia lebih tinggi jabatannya dari Kai Qi. Argh, Le Xuan benar – benar heran.

“Apa kau masih menjadi rekannya?”

“Siapa rekannya? Aku memiliki posisi tertinggi darinya, ya? Karena dia, kau tidak punya pacar sampai hari ini. Kau berlatih seperti ini setiap hari hanya untuk meringankan beban pikiranmu darinya. Dulu aku kira kau yang terbaik tapi....” omel Le Xuan.



Le Xuan sudah kesal sendiri, dia pergi. Tapi Hao menahan tangannya, dia ingin Le Xuan memberikan alamat rumah Kai Qi. Dia ingin menyelesaikan masalah yang seharusnya sudah terselesaikan dari dulu.
***


Le Xuan kembali dengan muka muram penuh kekesalan. Kenapa harus Du Kai Qi? Masih banyak wanita lain yang lebih baik, tapi kenapa harus Du Kai Qi? Kenapa? Orang yang selalu menentangnya?

Le Xuan kembali teringat saat di mengetahui kalau Ah Jie adalah Louis. Berarti sudah tentu Kai Qi akan menang dalam kompetisi, maka dari itu dia harus mengkonfirmasinya.
***




Xiao Yi begitu bahagia menyaksikan pemandangan yang indah. Ah Jie mengatakan kalau mereka harus berterimakasi pada Xiao Yi karena membuat mereka bisa melihat pantai yang begitu indah. Mereka sedang menuju ke Hsinchu.

Ah Jie melihat Kai Qi yang tengah terian di kursi belakang, keduanya saling bertemu pandang. Kai Qi langsung salting dan mengalihkan pandangannya. Udah mulai nih kayaknya, jdag jdug.





Xiao Yi berlari menuju bibir pantai, dengan riang dia berkata kalau ibunya mengajaknya kesana. “Ibu bilang dia akan membawaku kemari, tapi dia masih harus bekerja lembur. Nanti, aku akan menangkap banyak kepiting untuk diberikan pada ibu!” ucapnya polos tanpa tahu ibunya yang dikasihinya telah tiada.

Kai Qi tersadar kenapa Xiao Yi begitu ingin pergi ke pantai. Dia meminta maaf paa Xiao Yi karena dia tak tahu kalau Xiao Yi memiliki janji dengan ibunya. dia mengusap pipi Xiao Yi dengan penuh kasih sayang, memberi pengertian agar jangan bermain air dulu karena mereka tak membawa baju ganti. Mendapatkan penjelasan halus Kai QI membuat Xiao Yi paham. Yaap. Xiao Yi anak kecil, semakin di kekang maka dia semakin melawan. Dengan pengertian yang disampaikan dengan baik, maka dia menerimanya dengan baik pula.

Sedangkan Ah Jie memperhatikan keduanya dengan senyum.



Mereka mulai mencari kepiting, Kai Qi mencarinya kepitingnya sendiri karena enggan untuk berbaur dengan Ah Jie dan Xiao Yi yang mencari kepiting bersama. Ah Jie menjelaskan pada Xiao Yi kenapa kepiting memiliki cangkang, karena mereka memiliki perut yang begitu lembut jd perlu dilindungi.

Kai Qi menatap mereka berdua yang tengah asik mencari, aku tak pernah mendapatkan penjelasan seperti itu dari ayahku. Batin Kai Qi.



“Aah, aku menemukannya.” Ucap Kai Qi seraya mengaduh. Ah Jie bertanya apa yang terjadi, tapi Kai Qi tak mau menjelaskan. Dia memberikan kepitingnya pada Xiao Yi.

Ah Jie melihat darah yang keluar dari jari Kai Qi, dia berniat menolong tapi Kai Qi menolak. Hingga ia hanya memberikan sapu tangan untuk Kai Qi. “Kamu lebih tega dari biasanya dan sedikit...”

“sedikit apa?”

“Sedikit lucu dan sedikit pemalu.” Goda Ah Jie yang sukses membuat Kai Qi merona.

“lalu apa yang terjadi semalam?” pertanyaan ini membuat Kai Qi kembali kesal. Tak ada apa – apa.

Boleh aku bungkus? omooo.


Xiao Yi mengajak keduanya untuk makan karena ia lapar, dengan segera Kai Qi setuju. Tapi karena jalannya yang kurang hati – hati, dia terpeleset. Untungnya ada Ah Jie yang menahan beban tubuh Kai Qi.
Sedangkan Xiao Yi yang menyaksikan keduanya, jadi melongo.
***

Note :
“lha kok belum dilanjut sih? Kapan lanjut?”

Hehehe. Aku mau mengingatkan saja kalau drama ini tayang seminggu sekali. Jadi update jarang apalagi subtitle juga laamaa. Di taiwan baru sampai episode 6 tapi seubtitle masih sampai episode 4. Jadiii, berhubung subnya agak lama makanya aku santai aja,

Yang mau baca sinopsis ini jangan terlalu menunggu – nunggu yah. Aku jadi ga enak. Kalian cek aja tiga hari sekali. Siapa tahu aku udah update apa belum.. okee^^





13 Responses to "Sinopsis Love Myself or You Episode 4-1 "

  1. Thx. I'm waiting this drama...

    ReplyDelete
  2. Lanjutanya mana mbak

    ReplyDelete
  3. yess ... maksih yah kak .. lanjut asli ini drama yg paling aku suka .. ^^..

    oh yah kak ini sampai episode brapa yah ??

    #hilda

    ReplyDelete
  4. hilda : gak tahu. belum dikonfirmasi. tp perkiraan aku sih paling ya 13 deh. tp semoga aj lebih pendek aja. biar gk bosen.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohh ... makasih kak ... ^^ .. oh yahh kpan updet kelanjutannya kak .. ??
      ditunggu banget .. >.<

      #hilda

      Delete
  5. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴ sinopsisnya...semangat terusss !!

    ReplyDelete
  6. Semangat terus ya ngelanjutin sinopsisnya, selalu ditunggu lho, makasiiihhhh.....

    ReplyDelete
  7. ditunggu yyaaaa klnjutannyaaa.....

    ReplyDelete
  8. Kai qi mirip wajah pelakon kdrama two mother...

    ReplyDelete
  9. Mbak kok blm ada lanjutannya,penasaran nih.....

    ReplyDelete
  10. Mba puji koq engga ada lanjutannya...penasaran 5ingkat dewa nih, udh bolak-balik ...

    ReplyDelete
  11. ditunggu lanjutannya ya kak ... semangat

    ReplyDelete
  12. Suka deh sama drama ini^^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^