Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 6-1





Episode sebelumnya, Lee Min Suk telat saat rapat akan dimulai. Semua orang menanti kehadirannya kecuali Yoo Jin Woo yang meminta rapat untuk segera dilaksanakan. Sampai pada akhirnya, Min Suk masuk bersama Jung Soo Young yang segera ia perkenalkan sebagai Asitennya.
***





Min Suk menegaskan dirinya sebagai seorang direktur, dia bisa mengangkat siapa saja yang bekerja padanya dan sebaliknya ia juga bisa memecat mereka. Min Suk memandang sengit pada Jin Woo, “bukankah begitu, Direktur Yoo?”

Soo Young meminta maaf, dia merasa bersalah karena telah datang kesana. Sepertinya Soo Young sangat tak nyaman dengan situasi kacau yang disebabkan oleh Min Suk. Soo Young segera berlari keluar ruang rapat.

Min Suk berusaha mengejar Soo Young, namun Ketua Tim Kim menahan kepergian Min Suk. Min Suk memberontak, dia tetap mengejar Soo Young dan diikuti pula oleh Ketua Tim Kim.



Min Suk menahan kepergian Soo Young, kenapa dia berbuat seperti itu? Ini benar – benar membuat Min Suk terlihat buruk. Soo Young kesal dengan sikap Min Suk yang tak memberitahunya terlebih dulu. Min Suk merasa kalau apa yang dilakukannya untuk kebaikan karena ia merasa pemecatan Soo Young itu bukanlah hal yang adil.

“Kau ingin aku melakukan yang kau suruh tanpa keberatan? Kau pikir aku akan berterima kasih kalau kau menyuruhku melakukan sesuatu? Apa aku harus terus menuruti apa yang kau katakan? Kau jangan seperti itu. Aku sudah bekerja keras selama 2 tahun disini, Tapi, dipecat begitu saja. Namun, Itu hanya bagian dari kehidupanku. Beginilah hidupku, Bahkan kesialan lain lebih buruk dari ini, Dan aku semakin terpuruk. Tapi orang sepertimu tidak akan selalu muncul dan membantuku setiap kali ini terjadi. Aku ingin membiarkan semuanya begini.” Jelas Soo Young panjang lebar.

Meskipun begitu, Soo Young tetap berterimakasih atas kebaikan Min Suk. Dia membungkuk hormat dan segera pergi. Min Suk hanya bisa bengong melihat Soo Young yang berlari kencang meninggalkan dirinya.

King of High School Life Conduct Episode 6




Min Suk kembali ke dalam gedung, seseorang menarik tas Min Suk dan menyeretnya ke dalam toilet. Ternyata itu adalah Ketua Tim Kim, dia segera mengecek seluruh bilik toilet, takut – takut akan ada yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Setelah yakin tak ada seorang pun, Ketua Tim Kim memarahi Min Suk karena melakukan hal semaunya sendiri. Melakukan apa yang sudah ia larang. Kenapa butuh sekretaris? Kalau kau memiliki sekretaris maka kau akan ketahuan.

“Jika aku ketahuan oleh sekretaris, maka semuanya juga akan tahu!” bentak Min Suk.

“Sudah merasa seperti Direktur sungguhan ya? Kau itu siswa. Mau menghadapi orang dewasa.”

Min Suk gerah dengan larangan – larangan ketua Tim Kim, dia mulai melepas jas yang ia kenakan. Melempar tasnya. Ketua Tim Kim ketakutan, dia kira Min Suk  akan segera memukulnya namun ternyata Min Suk berniat berhenti. Dia tak mau lagi menjadi direktur.



Ketua Tim Kim menahan kepergian Min Suk dan memeluknya dari belakang. Tepat saat itu Jin Woo datang kesana, meskipun dia tak melihat apa yang terjadi tapi dia mendengar sesuatu yang aneh. Nada keduanya seperti sedang bermesraan. Jin Woo mengernyit bingung.

“Ketua Tim Kim, kita bisa melakukannya tanpa ketahuan. Katakanlah ya.” Bujuk Min Suk.
***


Jin Woo menerawang jauh, dia memikirkan sesuatu yang Min Suk ucapkan, sesuatu yang tak boleh ketahuan. Saking penasarannya, dia memutuskan untuk menelfon seseorang. Itu rekannya, dia meminta pada rekan itu untuk mencari informasi mengenai Lee Hyung Suk, atau sering dikenal sebagai Yali.

Rekan Jin Woo sedikit berfikir, dia pernah mendengar tentang Hyung Suk. Bahkan dia melihat Hyung Suk sekitar 2 minggu yang lalu di konferensi. Jin Woo mengerti, dia mengakhiri panggilannya dan berjanji akan mentraktir minum kalau mereka bertemu.

Jin Woo kembali berfikir, kalau memang dua minggu yang lalu berarti saat itu Hyung Suk sudah bekerja disana.


Jin Woo berjalan untuk kembali, dia menerima panggilan dari Rehab. Sepertinya orang diseberang telefon memberitahukan kabar yang buruk hingga wajah Jin Woo berubah khawatir. Dia meminta untuk tetap merawatnya.




Pintu lift terbuka, Jin Woo pun segera masuk dan disana sudah ada sang ayah, Presdir Yoo. Jin Woo memberitahukan kalau dia mendapatkan telfon dari seseorang yang memberitahukan kalau keadaanNya menjadi semakin parah. Dia mengalami kejang. *Entah siapa maksud dia disini.

Presdir Yoo berniat mengucapkan sesuatu namun terhenti ketika ada dua orang pekerja wanita di sana. Presdir Yoo malah menyapa mereka.

Jin Woo tampak dongkol dengan sikap cuek yang ditunjukkan ayahnya.
***


Soo Young kembali ke toko tempatnya bekerja, dia meminta maaf atas keterlambatannya. Dia pun membungkuk sembilan puluh derajat pada sang boss. Boss sama sekali tak marah, “tidak apa pelanggan.”

Soo Young mengintili boss’nya dan meyakinkan kalau dia tak akan terlambat lagi. itu akan menjadi terakhir kalinya ia terlambat. Boss dengan senyum memerintahkan pelanggannya tersebut untuk segera pergi.

“Dimana ada pelanggan?” Soo Young celingukan mencari pelanggan yang dimaksud boss.

“Kau tidak mengerti, Soo Young? Kau bukan lagi karyawan di sini, tapi pelanggan. Kau sudah dipecat.”
Soo Young mencoba memelas tapi Boss sama sekali tak memperdulikan.
***


Soo Young duduk bersila di pemberhentian bus, dia mencoba menghubungi beberapa tempat untuk menanyakan resume yang telah ia kirimkan. Tapi tak ada satupun yang meloloskan Soo Young. Soo Young mendesah sedih sekaligus putus asa.

Ponsel Soo Young kembali berdering, itu dari ibunya. Soo Young menyiapkan diri dan membalas telfonnya dengan nada bahagia. “Apa? Diperusahaan?” tanya Soo Young sampai terjungkal.

“Aku ada di belakang.” Jawab Seo Young yang segera ngacir menuju Comfo.
***




Ibu Soo Young masuk ke gedung Comfo dengan sok, memamerkan tempat itu pada temannya. Sedangkan Soo Young bersembunyi dibalik punggung ibunya dan celingukan kesana – kemari. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Do Ji dkk yang berniat pergi mencari makan.

Soo Young segera menyeret ibunya arah yang berbeda, dan bersembunyi di balik lengan ibunya.



Ketika di depan lift, Soo Young berpapasan dengan Min Suk. “Jung Soo Young? Kau sudah berubah......”

Soo Young segera menimpali ucapan Min Suk, dia mengenalkan ibunya pada Min Suk. Ibu Soo Young tampak kagum pada Min Suk sebagai sosok Direktur yang baik pada putrinya. Min Suk menatap Soo Young penuh tanda tanya sedangkan Soo Young memalingkan wajah, pasti dia kepikiran deh ketika dia menolak bantuan yang ditawarkan oleh Min Suk. Tapi sekarang Min Suk malah menolongnya.



Min Suk membawakan minum untuk tamu yang dibawa oleh Soo Young tersebut. Mereka menerimanya dengan senang hati. Ibu Soo Young berniat meminum minuman yang dibawa oleh Min Suk namun terlebih dulu ia melakukan selfie layaknya anak muda alay. Min Suk takjub melihat tingkah abg tua itu. Hahahaha. Ibu Soo Young berkata kalau dirinya dengan Soo Young benar – benar berbeda. Makanya dia khawatir ketika anaknya pergi bekerja di Seoul, namun ternyata malah sekarang dia bekerja di perusahaan besar.

“Waah.. Soo Young kau anak yang berbakti.” Puji teman Ibu pada Soo Young yang sukses membuatnya tersipu malu.

“Aah. Tidak juga.” Timpal Ibu Soo Young membuat putrinya langsung cemberut.




Ibu Soo Young memuji wajah tampan Min Suk yang tampak muda. Dia dan temannya menebak dengan terkejut, “apa kau dari keluarga raja?”

Min Suk seketika bengong mendengar tebakan konyol tersebut. Soo Young meluruskan kalau Min Suk bukan dari keluarga kerajaan tapi dia adalah pelajar luar negeri. Ibu mengerti, meskipun bukan keluarga raja tapi sepertinya Min Suk cukup kaya hingga bisa belajar diluar negeri.

“Sebenarnya bukan begitu. Tapi, bisa kita anggap saja begitu.” Ucap Min Suk mengundang gelak tawa karena logatnya yang lucu.

Ibu mengambil setoples kacang pinus yang ia bawakan untuk kedua anaknya, namun dia akan memberikan setoples untuk Min Suk dan menyuruhnya jangan sampai lupa dimakan karena itu makanan mahal. Min Suk dengan senang hati menerima dan mengucapkan terima kasih.



“Kereta bawah tanah yang menuju ke terminal? Kita harus transit dulu kan kalau dari sini? Sistem kereta bawah tanah Seoul rumit sekali.” Keluh ibu.

Soo Young membenarkan lalu menawarkan diri untuk mengantarkan ibunya. namun ibu menolak dengan alasan Soo Young haruslah bekerja. Dia menyuruh putrinya untuk bekerja keras mencari uang. Sedangkan Soo Young yang sudah tak bekerja merasa keberatan dan memohon pada ibunya agar ia mengantarkan saja tapi ibu tetap kekeuh menolah.



Keduanya, Soo Young dan Min Suk mengantarkan Ibu ke dalam mobil. Min Suk meminta pada si supir untuk mengantarkan ibu Soo Young ke pemberhentian bus ekspres. Ibu Soo Young berjanji kalau Min Suk datang kerumahnya maka dia akan memberikan pelayanan bungee jumping untuk Min Suk. Min Suk tersenyum menerima kebaikan tersebut.

Soo Young memeriksa dompetnya yang tipis tanpa uang, namun untuk ibunya ia rela mengambil hampir separo bahkan lebih isi dompernya. Ibu tadinya menolak namun ketika melihat uangnya cukup banyak, ibu pun menerimanya. Lumayan untuk membeli makan.

Ibu Soo Young pergi, dia menyemangati putrinya agar bekerja keras.



Selepas kepergian Ibu Soo Young, Min Suk menatap Soo Young dengan senyum lebarnya. Soo Young segera menyadari kalau dia masih mengenakan ID Card Comfo. dia langsung melepasnya dengan malu.
Min Suk menawarkan pada Soo Young untuk berjalan – jalan. Mungkin karena merasa berhutang budi, Soo Young mengikutinya dengan tanpa penolakan.



Min Suk dan Soo Young duduk di depan sebuah toko, Soo Young berterimakasih dengan Min Suk yang telah memberikan tumpangan taksi untuk ibunya. Min Suk tak mempermasalahkan malah seharusnya dia yang berterimakasih pada Soo Young. “Aku juga banyak berutang padamu, unni popcorn. Aku tidak pintar. Seperti yang ku bilang sebelumnya, bahkan kalau aku sudah baik padamu, Aku selalu saja menyakiti perasaanmu, unni popcorn. Maafkan aku.”

Min Suk hanya ingin membantu Soo Young sebagai seorang teman sekarang, jadwalnya begitu padat. Kalau memang dia ingin seorang sekretaris maka Soo young lah yang pikir tepat. Seo Young tertunduk bimbang.
“Ibumu senang melihat kau bekerja diperusahaan.” Ucap Min Suk membuat Soo Young tersenyum.





Min Suk meminta Soo Young untuk mempertimbangkannya karena Ketua Tim Kim saja sudah setuju.

Tanpa keduanya sadari, ada dua manusia yang duduk jongkok menatap keduanya seolah mereka tengah menonton TV dengan tenangnya. Keduanya menyadari kehadiran Duk Hwan dan Tae Suk setelah mereka berdehem dengan keras. “siapa.....” tanya Soo Young.


Min Suk tertawa garing, dengan keras dia berkata kalau mereka adalah anak muda yang 10 tahun lebih muda darinya. “aaah. Maafkan aku, aku melupakan kalian.” Ucap Min Suk kepada dua sohibnya itu.

Dia segera menyambar jas dan melemparkan pada Tae Suk, dia permisi akan pergi dulu. Soo Young menyodorkan kacang pinus Min Suk, dia menerimanya dengan senang. Min Suk meminta Soo Young untuk memikirkan baik – baik tawarannya.


Sendirian, sekarang Soo Young tampak begitu bimbang bahkan sampai memeluk kacang pinusnya.
***




Yoo Ah mengumpati dirinya yang tertusuk jarum karena tengah membetulkan pakaiannya yang robek. Bahkan ia berfikiran untuk mensteples pakaian itu. Hahaha. Soo Young pulang dan segera meletakkan kacang pinusnya. Yoo Ah tahu kalau ibu pasti ke Seoul. Tapi kenapa hanya menemuinya? Apa dia ini anak tiri?

Soo Young memperhatikan apa yang tengah Yoo Ah lakukan. Dia menyuruh Yoo Ah untuk membeli baru saja karena seragam yang sedang ia jahit tu sudah lapuk. Yoo Ah menolak. “Tidak usah, Jangan buang-buang uang. Jangan dipikirkan. Aku akan memperbaikinya walau dengan lem super. Khawatirkan saja cara bertahan hidup sekarang.”

Soo Young terpaku mendengar ucapan Soo Young, dia sadar kalau adiknya telah mengetahui fakta kalau dia sudah tak bekerja lagi. Yoo Ah tergagap, dia mengalihkan pembicaraan dan menyuruh Soo Young untuk makan saja. Dia sudah menyiapkan kimchi dan nasi goreng.

Yoo Ah bebenah dan bergegas menuju kamarnya.



Soo Young membuka tudung saji, melihat makanan yang sudah terhidang disana. aku kira Yoo Ah jarang baik sama Soo Young kaya gitu, makanya melihat sikap dia berubah Soo Young langsung ngeh kalau Yoo Ah sudah tahu kalau dia dipecat.

Soo young terisak haru, dia tambah yakin kalau adik kesayangannya itu sudah tahu kalau dia dipecat.



Malam harinya, Soo Young masuk ke kamar Yoo Ah. Dia menatap seragam Yoo Ah yang telah di jahitnya. Dia tampak terharu sekaligus bahagia melihat sikap pengertian Yoo Ah. Dia mengelus lembut rambut Yoo Ah, “kau sudah besar Yoo Ah.”
***



Keesokan harinya, Min Suk masih tertidur dengan pulas ketika ponselnya terus – terusan berdering. Dengan masih terkantuk – kantuk, Min Suk menerima panggilan tersebut.

“Ini morning call, Direktur.”

“Eh... apa?”

“Aku bilang Morning call. Bersiaplah untuk bekerja, Direktur.” Ucap Soo Young.

Min Suk melihat siapa sebenarnya yang menelfonnya sepagi itu, dia mengecek dan yang menelfon adalah Soo Young. Dia tak begitu memperdulikan karena nyawanya belum berkumpul semua. Dengan polos, Min Suk malah mengelap iler yang memenuhi wajahnya.
***




Soo Young tengah bersiap berangkat untuk bekerja. Tak seperti biasanya, dia mencari beberapa tutorial untuk berdandan. Merapikan rambut, memakai eye liner. Dan sebagainya. Dia ingin berubah.

Dunia selalu Punya dua wajah. Ada sinar matahari setelah hujan. Pelangi setelah badai. Untuk Yoo Ah. Untuk ibu. Dan diantara semuanya, Untuk diriku sendiri. Mulai hari ini, aku, Jung Soo Young Akan bangkit kembali. Aku seorang sekretaris Yang bekerja secara langsung Untuk direktur. Untuk membalas kebaikan Direktur padaku, Aku harus melakukan yang terbaik. Dan sekarang aku bukan seorang kontraktor yang lemah lagi. Dengan rasa tanggung jawab, Dan penuh semangat untuk tugasku Aku sekretaris profesional untuk Direktur. Wanita modern yang percaya diri. Jung Soo Young.” Batin Soo Young untuk menyemangati dirinya sendiri.
***




Soo Young membungkuk hormat pada seluruh rekannya di Tim Retail. Soo Young berjanji akan bekerja lebih keras. Ketua Tim Kim dengan senang menyobongkan diri sebagai orang yang membantu Soo Young kembali. Meskipun penuh liku – liku tapi ia yakin kalau Seo Young bisa bekerja sebagai sekretaris Direktur dan dia akan duduk di kursi depan ruanga direktur.

“Kau mau bilang sesuatu, Direktur?” tanya Ketua Tim Kim pada Min Suk yang masih duduk diam dalam kebengongannya. Min Suk tak berkata apapun. Ketua Tim Kim akhirnya membubarkan dan meminta pada semuanya untuk bekerja dengan ceria karena mereka sudah seperti keluarga.

Namun bukannya mendapat sambutan baik, Do Ji dkk malah terlihat murung dengan kehadiran Soo Young. Mungkin karena dia tiba – tiba mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari mereka. Apalagi memiliki kesempatan untuk dekat dengan Direktur handsome mereka, Lee Min Suk.



Asisten Manager Yoon menyambut kembalinya Soo Young dengan gembira. Min Suk keluar dari ruangannya untuk mengambil kopi.

“Apa yang harus aku lakukan pertama kali?”

“Pertama, Sebagai awal, kau harus memeriksa jadwalku? Sekretaris Jung?” ucap Min Suk dengan senyum karena masih sedikit kikuk memanggil Soo Young sebagai sekretris Yoo.
***





Soo Young membacakan jadwal Min Suk dengan penuh semangat, karena semangatnya bahkan dia harus menundukkan kepala sangat dalam untuk membaca tulisan di bukunya tanpa kacamata. Min Suk lama – lama risih dengan sikap aneh Soo Young. Apa karena dia baru pertama seperti itu?

“Terima kasih atas saranmu, Direktur yang terhormat.”

“Dan itu, Cara bicara mu. Tidak usah pakai yang terhormat segala. Dan pakaianmu.... Pakai saja kacamata kalau kau tidak bisa melihat. Dan sampai kemana kau mau mengikutiku?” Min Suk semakin geregetan. Soo young sigap memakai kacamatanya lalu mendongak melihat tulisan toilet, dia tersadar dan berhenti. Dia menunggu disana dengan wajah penuh semangat.


Di ujung lorong, tampaklah Jin Woo yang memperhatikan keduanya.



Soo Young menuju ke box minuman, dia mencari – cari menyiapkan koin untuk mengambil minuman. Tapi Jin Woo tiba – tiba datang dan menyuruh Soo Young untuk memilih salah satu. Soo Young menolak. Jin Woo tetap menyuruhnya karena dia memiliki banyak koin.

Soo Young dengan canggung menerima minuman kaleng pemberian Jin Woo, dia segera permisi untuk pergi.



Jin Woo bertanya apakah Soo Young merasa tak nyaman harus bicara dengannya hingga dia segera pergi. Mungkin saat pemecatan dia begitu sensitif, dia sekarang akan meminta maaf pada Soo Young secara resmi. Soo Young sama sekali tak mempermasalahkannya.

“Aku ingin mentraktirmu makan malam sebagai tanda perminta maafanku. Bagaimana dengan malam ini?”

“Tidak usah.  Direktur. Permintaan maaf darimu sudah lebih dari cukup.”

“Kau tahu Gedung Oryu di depan gedung kita? Di lantai 1-nya, ada restoran Italia terkenal. Kita bertemu disana pukul 6:30 ya. Datang kesana ya.” Paksa Jin Woo. Dia pergi tanpa mendengarkan jawaban Soo Young.

KOMENTAR :
Pecinta second lead kayak aku kok sama sekali gak suka yah sama Jin Woo, dia nyebelin bangeet sumpah. Demi apa, muka dua.

Secara logika, dia pasti mendekati Soo young dengan alasan sebenarnya kalau dia pengin dapet info tentang Min Suk karena posisi Soo Young yang sekarang menjadi Asistennya kan. Kalo semisal emang bener karena Seo Young udah berubah cantik, mau dandan kayaknya ga deh. Soalnya kalau masalah cantik, yang lebih cantik dari pada Seo Young aja masih banyak. Ini nih, yang bikin aku sebel sama Jin Woo. Dia manfaatin Soo Young Cuma demi mengorek informasi tentang Min Suk. Terlepas dari apa nanti Jin Woo suka beneran sama Seo Young atau ga, aku sekarang bencinya MAX banget sama Jin Woo.

Berbanding terbalik dengan Jin Woo, aku sangat menyayangi Yoo Ah. Dibalik rewelnya dia, bawel + ngeselin tapi sebenarnya dia bisa memahami keadaan kakaknya. mencoba menghiburnya meskipun dengan semangkuk makanan. Aku suka sifat dia, dan berharap dia ga terlalu terluka ketika mengetahui idamannya menyukai kakaknya sendiri.

10 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 6-1 "

  1. Kalo updet seringnya tgh malem ya..?
    Makasih ya sinopsisnya. Semangat buat nulis kelanjutannya. Kalo bisa jgn ngaret yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi. udah kaya hantu gentayangan kan. keke.

      masalah ngaret tergantung katong mood ku. Mian. tapi selalu diusahain aku posting sebelum episode selanjutnya tayang kok..

      Delete
  2. Oke, ngaret dikit nda masalah
    Yg penting d lanjut puji
    Perasaan yg d tulis puji banyak banget
    Semangat yaaa

    ReplyDelete
  3. Makasih Puji...Tetap semangat nulis...

    ReplyDelete
  4. Kupikir di 30 menit kedua Soo Young bakal dipekerjakan kembali di Comfo. Aih, sinopsis yang menarik. Gomawo kak Puji.

    ReplyDelete
  5. Eps 6 bagian 2 kapan keluar?

    ReplyDelete
  6. Semangat untuk sinopsisnya.... Selalu di tunggu sinopsis selanjutnya :)

    ReplyDelete
  7. Jin Woo juga aneh nih, dia sering pucat wajahnya sakit apa ya? trus di episode ke berapa gitu, waktu staff nya minta ttd dan nyodorin bulpoint ke dia, raut wajahnya kyk malah liat pisau gitu..

    ReplyDelete
  8. waaaa, gomawo yaa sinopsisnyaa, aku suka banget critanyaa, keren jg eon nulisnya.. iya ak jg sebel sm jin woon, muka dua abisss.
    ttep semangat yaa, bnyak yg nunggu lohh ^^

    ReplyDelete
  9. Terima kasih chingu.... ini salah satu kdrama yg selalu kucari2 kelanjutannya, semangatt y wat lanjutin.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^