Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 10 – 2




Soo Young membawa kopi – kopi yang telah dibelinya namun bukannya mendapatkan ucapan terimakasih, dia malah disuruh untuk keluar dari ruangan. Min Suk jelas ga terima, maksud Jin Woo apa? Apa Soo Young bukan bagian dari tim retail?!

“Kita kan butuh orang untuk mengangkat telpon di kantor? Lalu, siapa yang akan menjawab telepon kantor?”

Min Suk masih menolak. Ketua Tim Kim membenarkan ucapan Jin Woo, ia menoleh pada Min Suk memohon.

Sebelum keributan lebih parah, Soo Young memilih untuk pergi. Dia ada pekerjaan yang lain juga kok. Yah, Min Suk tak terima begitu saja. Marah. Dia malas mengikuti jalannya rapat.




Seusai rapat, Min Suk menemui Jin Woo. Dia berteriak kesal padanya. Jin Woo dengan tenang menyuruhnya untuk jangan bicara terlalu keras agar dia bisa mengerti maksud ucapan Min Suk.

“Kau tahu betapa kasarnya caramu Memperlakukan Sekretaris Jung?”

“Kasar? Kenapa kau jadi sangat sensitif. Karena perasaan pribadimu? Dia mungkin wanita yang istimewa bagimu, tapi dia hanya sekretaris bagiku.”

Min Suk berniat melayangkan bogemnya pada Jin Woo, tapi untungnya ditahan oleh Soo Young. Dia menyuruh Min Suk jangan melakukannya, toh dia sudah tak memikirkan hal itu. Dia membimbing Min Suk pergi.

Jin Woo menatap kepergian keduanya dengan raut. Sedih? Maybe.


Sesampainya di ruangan sendiri, Min Suk menendang mejanya dengan kasar. Dia menyesal tak langsung memukul Jin Woo saja tadi.

Ponsel Min Suk berdering, pesan dari Tae Suk. Dia menyuruh Min Suk agar segera berkumpul karena pelatih sangat marah. Nilai rata – rata ujian mereka tak ada yang meraih nilai 50.

“lagi?” malas Min Suk.


“Lagi?!!” kesal Ketua Tim Kim saat Min Suk meminta ijin pergi. Semua orang mendengar teriakan Ketua Tim Kim, dia segera berakting kalau memang dia akhir – akhir ini memang mendapat panggilan dari sana.

“Kemana??” komat – kamit Ketua Tim Kim tanpa suara.

“Hoki. Hoki.” Jawab Min Suk komat – kamit pula. Dia pun segera pergi. Dan seperti biasanya, Min Suk mengetuk pelan meja Soo Young. Seolah ini kaya mau bilang, pergi dulu yah bebh.


Asisten Manager Park mendekati Yoon Joo untuk menunjukkan video lucu, Dae Han dari kejauhan melihatnya dengan sebal.dia seger berlari menyibak kedekatan keduanya lalu duduk di tengah – tengah, dia tertawa keras melihat videonya.

“Tapi, bahkan aku belum memutarnya.” Ucap AM Park heran. Hahaha. Dae Han kembali tertawa, hanya memikirkannya saja sudah lucu.


Waktunya pulang kantor, satu persatu dari anggota tim retail mulai pulang. AM Yoon mengajak Soo Young untuk pulang, namun Soo Young menolak. Dia masih ada sedikit pekerjaan jadi dia pulang nanti. AM Yoon mengerti.


AM Park melancarkan aksi PDKT’nya pada Yoon Joo dengan mengajaknya nonton film. Dae Han menatapnya dengan tak suka, dia menarik baju Yoon Joo dan mendudukkannya lagi. dia yang akan pergi nonton dengan AM Park, dia suka banget sama filmnya.
Dae Han menarik baju AM Park dengan semangat.


Direktur Han tengah sibuk bertelefon, Soo Young lewat di hadapannya. Dia memanggil Soo Young sebagai Jung Joo Young. Dia menyuruh Soo Young untuk mengantarkan brosurnya ke ruangan Presdir, Soo Young dengan hormat meng – iya – kan saja. Tapi dia mau protes kalau namanya itu, Jung Soo Young. Namun Direktur Han sudah pergi dulu dengan sibuk bicara di telefon.




Jin Woo masuk keruangan Presdir Yoo yang tengah sibuk membersihkan tongkat golfnya. Jin Woo memberitahukan kalau keadaan ibunya semakin parah, dia meminta ayahnya untuk menjenguk ibu. Presdir Yoo menolak, dia menyuruh Jin Woo untuk kembali saja ke kantornya. Kerjakan proyek Y – Tower yang sangat penting.

Jin Woo memohon, dia berlutut di hadapan ayahnya. “Sekali saja, aku mohon. Aku merasa sangat bersalah pada Ibu. Dia terus menunggumu, Dan berpikir kau akan mengunjunginya suatu saat.”

“Kau kan sudah tahu Ibumu! Jika aku pergi sekali, Dia pasti akan meminta 2 kali. Jika aku ke sana 2 kali, Dia pasti memintaku mengunjungi dia selamanya. Aku sudah muak dan bosan.”

“Kau tak mau melakukannya Demi anakmu yang mengemis seperti ini?”

Presdir Yoo menyuruh Jin Woo untuk segera bangun, namun Jin Woo masih bersimpuh disana. “AYAH!!” bentak Jin Woo kesal.

Tepat saat itu, Soo Young sampai kesana. Dia bingung apa yang harus ia lakukan, Soo Young pun pamit pergi segera setelah meletakkan brosurnya.




Soo Young keluar dari comfo dengan berdebar – debar setelah mendengarkan Presdirnya tengah ribut dengan Jin Woo.

Jin Woo melajukan mobilnya dengan ugal – ugalan, dan terjadilah kecelakaan. Jin Woo menubruk mobil yang melaju di depannya. Kaca lampunya pecah hingga si empunya mobil mencak – mencak pada Jin Woo.

Jin Woo melongok kerusahannya namun malah tubuh Jin Woo seketika lemas. Dia menekan – nekan dadanya yang sesak ketika melihat pecahan kaca lampu yang berserakan. Pemilik mobil menyuruh Jin Woo jangan ber – akting.



Jin Woo terduduk di tepi jalan, Soo Young bertanya apakah Jin Woo baik – baik saja. Jin Woo tak perduli dan menuju ke mobilnya, dia akan mengendarai mobil namun Soo Young mencegah, Jin Woo belum bisa melakukannya. Dia akan menghubungi supir bayaran.
“Jangan ganggu aku! Pergi kau!” bentak Jin Woo.


Selepas pulang dari latihan, Min Suk menuju ke suatu tempat. Sepertinya dia memiliki janji dengan Soo Young.





Soo Young terpaksa mengantarkan Jin Woo pulang, dia segera menyerahkan kunci mobilnya dan segera pergi. Jin Woo tanya kenapa Soo Young selalu muncul dihadapannya? Soo Young menjawab kalau dia hanya membantu. Sangat berbahaya kalau Jin Woo mengendarai mobil. Soo Young kembali melangkahkan kaki, pergi.

“Jangan pergi. Sebentar saja.” Pinta Jin Woo dengan wajah pucatnya.

Soo Young mendapatkan panggilan dari Min Suk, dia minta maaf karena dia ada janji dengan temannya.

“Siapa? Lee Hyung Suk?” tanya Jin Woo. Soo Young mengabaikan dan tetap pergi, Jin Woo kesal hingga dia mengejar Soo Young lalu mencium bibirnya. Soo Young mendorong tubuh Jin Woo kasar, dia menamparnya dan berlari pergi.



Soo Young berlari menemui Min Suk yang khawatir menunggunya. Dia bertanya apa yang terjadi hingga Soo Young terlambat? Soo Young meminta maaf karena dia tadi bertemu dengan temannya, jadi dia ngobrol dulu.

Min Suk melihat tas Soo Young yang rusak, kenapa tasmu rusak?

“Tadi putus saat aku turun dari bis.” Jawab Soo Young. Min Suk menyuruhnya untuk lebih berhati – hati. Soo Young mengerti tapi sekarang dia sangat lapar, dia ingin makan. Dia menggandeng Min Suk untuk makan, dia yang akan mentraktir.



AM Park tertawa terbahak – bahak ketika menonton filmnya sedangkan Dae Han hanya merenguk tak suka.

Setelah keluar, AM Park tanya kenapa dengan Dae Han. Sikapnya aneh, tadi dia yang meminta nonton tapi malah sekarang tak tertawa. Kenapa? Apa kau menyukainya? Menyukaiku? Haha.

Dae Han bergidik ngeri mendengar pertanyaan konyol itu.

“Lalu kenapa kau jadi begini? Jika bukan aku, jadi kau suka Go Yoon Joo?”

Dae Han lebih memilih alasan itu dari pada yang tadi. Tapi bagaimanapun ia berfikir, Yoon Joo itu contoh terburuk dari seorang wanita. Dibadannya semua terdapat banyak alat, jadi dia itu palsu. Dae Han mengusulkan AM Park untuk PDKT saja sama Do Ji atau Sang Hee. Namun AM Park malah kesal, kalau sama Do Ji bisa – bisa uangnya habis kalau Sang Hee, entahlah. AM Park tampak tak suka dengan Sang Hee.


Min Suk dan Soo Young jalan pulang bersama. Besok Min Suk tak akan berangkat ke kantor karena harus pergi ke Suwon. Dengan berat hati maka keduanya tak akan bertemu sampai esok malam.

Min Suk mendapatkan sebuah pesan, Soo Young menyuruhnya untuk pulang. Tapi lebih dulu Min Suk membuka lebar – lebar tangannya, dia minta peluk dengan gaya aneh. Soo young dengan manja pun masuk ke dalam dekapan Min Suk.




Min Suk berlari sekuat tenaga untuk menemui Duk Hwan selepas ia menerima pesan dari Tae Suk. Tae Suk memberitahukan kalau Duk Hwan sakit demam tinggi, dia meminta Min Suk untuk datang menemuinya.

Namun Min Suk cengo, ternyata dia hanya di kerjai dan sekarang Duk Hwan, Tae Suk dan Yoo Ah yang menantinya untuk perayaan. Perayaan atas kemenangannya saat melakukan pelatihan. Min Suk heran, apakah hal seperti itu saja layak untuk diadakan perayaan?

Yoo Ah menerima panggilan dari Unni – nya, dia pergi meninggalkan mereka bertiga setelah memberikan kado untuk Min Suk. Min Suk membuka kado tersebut, ada sepatu ski yang mahal. Duk Hwan berkata kalau itu sepatu didapat dari kerja keras Yoo Ah. Tae Suk bahkan berniat mengatakannya pada Min Suk tapi dilarang karena Yoo Ah yang mengira kalau Min Suk tak cukup mampu untuk membeli sepatu ski.


Min Suk mengantarkan Yoo Ah pulang, dia berniat mengembalikan hadiah yang diterimanya. Bukannya dia tak mampu untuk membeli sepatu baru hanya saja dia suka dengan sepatu lamanya. Yoo Ah tak mau menerimanya, dia menyuruh Min Suk untuk memakainya nanti saja.

“Yoo Ah.” Panggil Min Suk saat Yoo Ah hampir pergi, “Aku suka seseorang. Jadi, jangan.. Menggangguku dengan ini. Ambil saja.”

“Jangan bohong padaku. Kau tidak punya waktu bertemu siapapun belakangan ini. Kau pasti begini karena sepatu ini. Tidak usah merasa bersalah. Aku memberikannya, sebagai teman dan juga penggemarmu. Mengerti?”

“Aku pergi.” Ucap Yoo Ah. Min Suk tampak tak enak hati karena ke – keras kepalaan Yoo Ah.


Sedangkan Soo Young, dia masih mengingat kejadian dimana Jin Woo menciumnya dengan paksa, dia tampak tak enak hati setelah berbohong pada Min Suk. Berbohong kalau dia terlambat menemui Min Suk karena bertemu temannya.
***


Keesokan paginya, Soo Young yang naik lift bahkan meninggalkan Jin Woo ketika mereka harus berada di lift yang sama.



Yoon Joo melabrak Dae Han setelah mendengar cerita dari mulut ember AM Park. Dae Han menyuruhnya untuk tenang, itu hanya salah paham.

“Salah paham apanya?  Aku dengar semuanya dari Asisten Manager Park. Kau tidak mau bicara dengan jerapah yang bisa bicara ini? Kau tidak mau berhubungan Dengan orang yang seperti balon digantung? Kau juga tidak mau bicara Dengan wanita yang mirip mainan lego, huh? Kau juga tidak menganggapku wanita, Walau kita ada di pulau terpencil?” tuntut Yoon Jo.

“Aku juga begitu. Aku juga tidak ingin kau menganggapku sebagai wanita. Kenapa denganmu? Apa maksudmu badanku ini rata? Jika aku pakai bra tambahan atau tidak, Memangnya kau pernah melihatnya? Hah?”

Bukannya Yoon Joo sangat marah saat dikatai, tapi dia lebih tersinggung karena Dae Han membicarakan di belakangnya. Dae Han tak tahan lagi, dia tiba – tiba mencium Yoon Joo. “Aku menyukaimu, Yoon Joo” tegasnya.

Yoon Joo agak terkejut, dia menyuruh Dae Han untuk menutup mulutnya. Yoon Joo balik mencium Dae Han. hot!!
***



Min Suk segera keluar setelah melakukan tes, Ketua Tim Kim sudah kesal menunggu Min Suk yang lamanya ga ketulungan.

Min Suk sampai, dia mengomelinya karena masih menggunakan seragam namun ketika ada wanita yang lewat sana, dia segera berpura – pura lembut dan berkata kalau dia adalah paman Min Suk.

Min Suk pun masuk ke dalam mobil tapi dia akan duduk di belakang, Ketua Tim Kim tak ikhlas. Memangnya dia supir apa, dia menyuruh Min Suk untuk duduk di depan. Min Suk menunjukkan wajah masam dan membanting pintu mobilnya namun segera setelah itu ia tersenyum.

“Hei kau daging busuk! Kau itu, Lee Min Suk, anak SMA.” Candanya.

Ketua Tim Kim akan masuk mobil juga tapi ia teringat kalau brosurnya belum ia bawa.


 

Soo Young menerima panggilan dari Min Suk yang memintanya untuk datang ke On The Square di Suwon.
Tepat saat Soo Young menerima panggilan itu, Jin Woo juga ada disana. Soo Young terkejut. Dia segera menghindar saat berpapasan dengannya.


Jin Woo sudah menanti Soo Young diluar gedung Comfo, ketika ia datang. Jin Woo segera menawarkan tumpangan namun Soo Young menolak. Jin Woo memberikan penjelasan kalau dia tak bemaksud lain. toh dia juga akan memberikan tumpangan kalau pegawai lain.

“Aku tidak mau masuk karena ada kau, Direktur Yoo.” Tegas Soo Young.

“Kau tidak mau memberiku kesempatan untuk minta maaf?”

“Kau tidak perlu melakukan Sesuatu untuk minta maaf.”
***


Urri Couple, Soo Young dan Min Suk bertingkah seolah masih bocah saja. Mereka kegirangan mendekati meja makan. Min Suk bahkan menyuruh Soo Young agar mengambil makanan yang banyak.

Jin Woo yang memperhatikan keduanya dari kejauhan tampak ada sorot kesal juga.

Presdir Yoo menghampiri keduanya, dia memperkenalkan Min Suk pada rekan bisnisnya yang lain. Min Suk pun ikut bersama rombongan Presdir Yoo dan Soo Young menerima panggilan dari Yoo Ah.


Jin Woo yang didera galau tingkat dewa sembilan belas karena kena karma. Iya lah, ini karma karena telah menodai cinta Soo Young. Dulu dikejar tapi sekarang mengejar – ngejar. #poor.

Adat. Adat. Dan adat. Jin Woo menenggak bergelas – gelas wine untuk mengurangi beban pikirannya.



Min Suk menemui Soo Young yang tengah menyuruh Yoo Ah untuk menghubungi tukang ledeng saja kalau memang wc – nya mampet. Min Suk menegur Soo Young, dia menyuruh Soo Young untuk segera keluar kalau tidak nanti makanannya habis dan mereka hanya mendapatkan sepiring saja. Hehehe. Keduanya cekikan sambil berjalan menuju ruang pesta.

Namun keduanya malah dihadang oleh Jin Woo.

“Soo Young. Bagaimana dengan tasmu? Kau sudah memperbaiki talinya?” pancing Jin Woo. “Jika tasmu rusak parah, Aku akan belikan yang baru nanti. Aku yang merusak tasmu.”

“Tidak usah.” Jawab Soo Young seraya mengajak Min Suk untuk pergi. Jin Woo yang merasa diabaikan pun kalap. “Tunggu!!”




“Soo Young. Maafkan aku. Aku kasar hari itu. Wanita tertari pada pria nakal, Jadi Kupikir kau akan menyukainya, Jika aku memperlakukanmu dengan kasar. Aku tidak menyangka kau akan marah seperti itu. Mungkin kau bukan tipe wanita seperti itu.” Tambah Jin Woo.

Min Suk hilang kesabaran hingga menjatuhkan piringnya. Soo Young memohon agar mereka segera pergi saja.

“Aku tidak seharusnya bilang begitu Saat kau bersama pacarmu, ya? Bagaimana ini?  Aku buat kesalahan lagi. Aku akan diam karena ada pacarmu di sini. Atau kita bisa bicara secara pribadi?” Jin Woo cari mati.

Min Suk benar – benar sudah gatal mendengarkan ocehan ga mutu Jin Woo, dia memukul wajah Jin Woo. Soo Young yang panik mencoba membimbing Min Suk untuk keluar.



Jin Woo tak terima, dia keluar dari ruangan dan segera menerjang Min Suk. Dia membalas pukulan Min Suk. Keduanya bergulat sampai – sampai membuat kegaduhan di pesta. Ruangan jadi kacau.

Presdir Yoo tampak kesal, dia menyuruh yang lain untuk melerainya namun keduanya sama – sama ngotot.


 Soo Young mengobati luka di wajah Min Suk yang babak belur.

“Kenapa kau tidak memberitahuku?” Soo Young tertunduk. “Kau takut aku salah paham? Aku bukan tipe pria seperti itu.”

Soo Young minta maaf, dia tak takut kalau seandainya Min Suk salah paham. Hanya saja dia takut kalau Min Suk akan marah seperti tadi. Tapi hal buruk terjadi, dia sekarang berfikir kalau dia telah melakukan kesalahan. Dia tak akan menyembunyikan sesuatu apapun lagi, seperti kata pembaca kartu tarot. Dalam sebuah hubungan tak boleh ada rahasia meskipun hanya secuil.


Min Suk terdiam, menyadari besarnya rahasia yang ia tutupi sekarang ini. Dia bukan direktur yang dipandang keren apalagi mapan, dia anak SMA yang masih bau kencur. Min Suk masih diam ketika Soo Young berjanji kalau dia akan mengatakan semuanya pada Min Suk.

Min Suk memeluk Soo Young tanpa ada ucapan.



Jin Woo menghabiskan malam ini dengan mabuk – mabukan, bahkan saking sempoyongannya Jin Woo, dia sampai membuat kegaduhan lagi di bar. Seorang pria marah karena Jin Woo terjatuh ke kursinya.


Sedangkan Min Suk masih sibuk dengan pikirannya sendiri, teringat ucapan Soo Young kalau dalam sebuah hubungan tak boleh adanya rahasia. Dan ucapan Duk Hwan yang mengingatkan kalau Min Suk masihlah anak SMA berusia 18 tahun.



Soo Young tengah berbincang dengan Yoo Ah membahas mengenai air yang mampet, dia sedikit berfikir karena biaya untuk perbaikannya pasti akan sedikit mahal.

“Oh ya, Unni. Kau tidak lupa tentang pertemuan di sekolah besok, kan?”

“Omo. Aku hampir lupa.”

“Karena jatuh cinta, Pikiranmu jadi kemana mana. Tapi, hadiri pertemuan itu demi adikmu, oke?” pinta Yoo Ah.

Soo Young meng – iya – kan, nanti dia akan meminta izin pada Ketua Tim. Ponsel Soo Young berdering, segera dia duduk tegak menerima panggilan Min Suk.



Soo Young berlari menemui Min Suk yang sudah menunggu di depan toko, dia heran padahal kan mereka baru berpisah sekita 1 menit yang lalu. Min Suk pun mengajak Soo Young untuk minum bir bersama.

Soo Young curhat masalah kloset yang mampet, sungguh memalukan ketika harus menghubungi tukang karena dia tinggal hanya dengan adiknya yang sama – sama perempuan juga.

“Jung Soo Young. Aku mau mengatakan sesuatu.”

“Sesuatu?” Soo Young bingung.

“Maksudku.. Aku sudah berpikir matang tentang... Apakah aku harus memberitahumu ini atau tidak, rahasiaku selama ini. Tapi... Kupikir aku harus memberitahumu. Ingat apa yang ku katakan sebelumnya? Semua yang kau lihat belum tentu benar. Ada rahasia di antara kita.. Bukan darimu, Jung Soo Young. Aku yang punya rahasia.”



DDUKK. Kepala Soo Young jatuh ke meja karena sudah tak bisa menahan kantuknya. Min Suk bertanya apa Soo Young tak apa?

Soo Young segera bangkit, dia tak apa. Tapi sekejap kemudian, Soo Young kembali menjatuhkan kepalanya namun segera di tahan Min Suk.

Min Suk menatap lembut Soo Young, penuh kasih sayang bahkan dia membenarkan tatanan ramburnya yang super duper risih banget itu. Min Suk berjanji kalau dia akan segera mengatakan semuanya pada Soo Young.
***


Min Suk menjejalkan makanannya dengan susah payah, wajahnya masih bengkak dan susah sekali untuk makan. Dia mengingatkan pada Ayah agar berangkat ke sekolahnya karena ada pertemuan. Ayah mengerti.
Min Suk pun berangkat.


“Selamat tinggal, Direktur.” Ucap kakek.

Ayah mengingatkan kakek kalau Min Suk itu pergi untuk sekolah, bukannya bekerja. Tapi kakek tetap yakin kalau Min Suk akan berangkat kerja. “Tidak, Min Suk sekarang Mau pergi bekerja.”


Ketua Tim Kim menerima permintaan izin dari Min Suk dengan setengah hati. Padahal kemarin sudah izin dan sekarang lagi, dia tak akan membiarkan hal macam ini kembali terulang.

Soo Young menghampiri Ketua Tim Kim, dia meminta izin untuk datang ke sekolah adiknya. Ada pertemuan wali. Ketua Tim Kim pun mengizinkannya, toh Direktur juga akan terlambat.

“Kenapa semuanya pada pergi ke sekolah hari ini? Kantor sudah seperti taman bermain, ya?” decaknya.
***


Soo Young selesai melakukan pertemuan, dia keluar dengan penyesalan karena tak menenteng minuman untuk guru Yoo Ah. Yoo Ah menenangkan, tak apa. Tapi bagi Soo Young tetaplah masalah. Dia kan tahu tatakrama. Oiya,Soo Young meminta Yoo Ah untuk rajin belajar karena kata guru Yoo Ah, dia murid yang cerdas.

“Aku memang begitu. Aku akan menikah dengan Lee-ku sayang dan Jadi istrinya yang baik.”

“Kau itu masih kecil!”



Duk Hwan dan Tae Suk tengah berlarian untuk membuang sampah, mereka berebut untuk saling mendahului, tapi segera terdiam ketika melihat Soo Young dan berniat berbalik. Soo Young melihat mereka dan menyapa keduanya. Waah, kalian sekolah disini juga? Adikku juga sekolah di sini.

“Oh, aku sungguh tidak menyangka Kita akan bertemu seperti ini.” Tutur Duk Hwan.

Soo Young mengajak mereka untuk pergi, dia akan membelikan minum. Tapi mereka segera menahan Soo Young, mereka sudah kembung. Soo Young bersikeras untuk membelikan sesuatu.

Keduanya melarang. Mereka akan mengantarkan Soo Young ke gerbang, tadinya Soo Young menolak tapi setelah dibujuk, ia pun mau.


Dengan bergandengan tangan, keduanya membimbing Soo Young menuju  gerbang.

“Betapa baiknya kalian mengantarku dengan begini.”

“Ya, hyungsoonim.”

Mereka saling membungkuk, setelah berbalik bahkan Duk Hwan tak sanggup berjalan dengan benar. Kakinya lemas karena panik.


Duk Hwan menghubungi Min Suk. Jantung mereka berasa mau copot karena bertemu Soo Young.

“Hei. Kami baru saja bertemu Unni popcorn-mu. Di sekolah.” Tutur Duk Hwan melalui telfon. Min Suk bertanya, siapa?




Tanpa disadari Min Suk, orang tersebut telah ada dihadapannya. Yaah, Si Unni Popcorn. Min Suk tertegun tanpa kata, begitupun dengan Soo Young.

Yoo Ah datang dari belakang, dia bergelayut manja di lengan Min Suk. “Suami-ku Lee.”

Min Suk masih diam, tatapannya tertuju pada Soo Young.

“Unni?” Yoo Ah bingung.

*** Bersambung ke King of High School Life Conduct Episode 11***
 Akhirnya bisa juga aku posting. pas kemaren - kemaren paketan aku abis ^^ mau beli tapi penjualnya malah salah kirim T_T. huhu. okekeke. tapi untuk Episode 12 - 1 udah selese, tinggal publis aja. sedangkan yang 12 - 2 udah screen cap, hehe. udah santai deeh. Tapi nunggu punya mba lilih dulu. oiyya, yang eps 11 udah ada 2 bagian. cek deh di kisah romance

1 Response to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 10 – 2 "

  1. ikh pgnt cpet tamatt...seru soalnya...hehe
    jin woo cocoknya sama soo young

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^