Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 8-1



***





Soo Young bertanya – tanya kenapa Min Suk melakukan itu padanya. Dia tak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tak memberitahukan siapa yang memecatnya dan membuat ia terlihat bodoh dihadapan semuanya.

Min Suk terdiam. Dia juga tak tahu apa penyebabnya. Dia tak tahu kenapa dia melakukan itu. “Sekarang aku tahu sebabnya. Ini-lah jawaban-ku.”

Min Suk segera meraih wajah Soo Young dan mencium bibirnya. Penuh kelembutan untuk menyampaikan apa yang ia rasakan.

“Aku tidak bisa memberitahumu karena aku takut kau terluka. Karena aku menyukaimu, Jung Soo Young. Jadi, jangan menangis karena bajingan itu. Ini membuatku kesal. Jangan terima perminta maafannya. Jangan pernah makan di rumahnya lagi. Dan jangan pernah bertemunya di jalan lagi, oke? Jangan pernah biarkan bajingan itu memperlakukanmu dengan kasar lagi, oke?” omel Min Suk panjang lebar.

Bukannya mendengarkan, Soo Young malah pergi dengan tergesa – gesa bahkan sampai sepatunya terlepas pun tak ia pungut. Min Suk kebingungan dengan sikap ajaib Soo Young itu. Dia memanggilnya tapi tak di gubris.



Soo Young terus berlari meninggalkan Min Suk, tak perduli banyak orang. Kakinya tersandung ketika berlari, dia baru sadar kalau sebelah kakinya sudah tak mengenakan sepatu lagi. dia terdiam mengingat apa yang terjadi. Min Suk mengecup bibirnya.

Soo Young menggeleng – geleng mencoba mengenyahkan pikiran itu.



Yoo Ah menghampiri Soo Young yang duduk terpekur di tepi jalan. Dia bertanya kenapa Soo Young memintanya membawakan sepatu. Soo Young mengelak dan berkata tak ada apa – apa. Tapi karena kaki Soo Young yang terluka membuatnya tertatih – tatih.

“Apa kau di kejar oleh pria cabul?” tanya Yoo Ah. Soo Young mengatakan tidak tapi Yoo Ah tetap khawatir. “Apa mereka perlu lapor polisi?”

Soo Young menolak. Akhirnya Yoo Ah pun memapah kakaknya dengan kepayahan.


Soo Young masih terjaga di malam gelap. Tak bisa nyenyak mengingat apa yang menimpanya hari ini.


Tak Cuma Soo Young ternyata, Min Suk dan juga Jin Woo pun masih terjaga.

King of High School Life Conduct Episode 8



Jin Woo berangkat kerja seperti biasanya, Soo Young masuk ke dalam ruangan Jin Woo dengan membawa kado yang dulu pernah didapatnya dari Jin Woo. Dia mengembalikan itu padanya lalu tanpa buang waktu, Soo Young segera permisi pergi.

“Tunggu. Aku juga mau mengembalikan sesuatu padamu. Thermo yang kau tinggalkan di rumah-ku.”

Soo Young dengan datar menyuruh Jin Woo untuk membuangnya saja, dia tak membutuhkannya.




Jin Woo teringat dengan kekesalan Soo Young semalam, dia tampak merenung. Tak lama, Min Suk masuk ke ruangan Jin Woo dan berterimakasih padanya. Karena Jin Woo ia dapat menyadari sesuatu. Berkat Jin Woo yang bajingan dia bisa tahu bagaimana perasaanya pada Jung Soo Young.

“Jika kau mau mempermainkannya lagi, Aku tidak akan tinggal diam. Kau tahu kan aku punya temperamen pemarah. Jadi, aku memperingatkan-mu.”

Jin Woo menatap jam tangannya, dia menyuruh Min Suk untuk pergi. Min Suk dengan senang hati, tapi sebelumnya dia mengucapkan rasa terimakasih pada Jin Woo yang sudah menjadi bajingan.



Min Suk pergi namun Jin Woo memanggilnya, dia bertanya apakah Min Suk dua minggu yang lalu pergi ke Jerman?

Min Suk agak terkejut tapi dia segera mengandalikannya. Dia menyuruh Jin Woo jangan mengurusi urusannya. Min Suk mengibaskan tangannya di depan leher, dia sekali lagi mangancam agar jangan macam – macam pada Soo Young.


Soo Young kembali keruangannya dengan tertunduk, Asisten Manager Park memberikan laporan dari World Research dan menyuruh Soo Young untuk memberikannya pada direktur dan harus segera di baca. Soo Young menolak tapi Asisten Park segera pergi tak memperdulikan penolakan Soo Young.

Soo Young melongok ruangan Min Suk yang tak ada penghuninya, dia memutuskan untuk meletakkan laporan itu di meja Min Suk tapi ketika dia berbalik, Soo Young dikejutkan dengan Min Suk yang sudah berdiri menuju kearahnya. Dia berjingkat kaget.




“Kau berlebihan lagi. Kenapa kau terkejut begitu? Kau lihat hantu ya?”

Soo Young terus memalingkan wajah dan memberitahu kalau dia sudah meletakkan bahan penelitian.

“Kenapa kau tidak mau memandangku? Kau terlihat sekali tidak nyaman padaku.”

Soo Young memantapkan diri menatap Min Suk, dia menyerahkan laporan tersebut dan segera berniat pergi. Min Suk menunjukkan sepatu yang hanya tinggal sebelah kepada Soo Young, “Kau ini Cinderella ya? Kenapa kau lari tanpa sepatu-mu?”




Soo Young segera meraihnya dan melanjutkan niat untuk pergi namun Min Suk menahan pintunya. “Bukankah kau terlalu kasar padaku? Kenapa setelah mendengar pengakuan cinta-ku kau malah kabur?”

Soo Young mencari alasan untuk menghindari Min Suk.

“Kau tidak menyukai-ku?”

“Tidak, tidak. Kenapa kau bilang begitu?”

“Lalu, Kau menyukai-ku? Aku ini benar benar tulus. Pria yang salah, Berhenti-lah menangisi pria yang salah, dan Datang-lah padaku. Oke?”

Soo Young tak tahan lagi dengan ocehan Min Suk, dia membuka pintunya dengan paksa dan pergi.
***



Ponsel Soo Young berdering saat dia masih tidur, Min Suk lah yang menelfon untuk bertanya kenapa Soo Young tak melakukan morning call padanya. Soo Young minta maaf karena dia saja bangun kesiangan.

Min Suk tak mempermasalahkan, lalu kau belum menjawab pertanyaanku?

Seketika mata Soo Young yang masih terkantuk – kantuk bangun sepenuhnya, dia segera memutuskan panggilan itu.



Di kantor, Soo Young menerima pesan chat dari Min Suk. Lama sekali kau menjawabnya.

Sejurus kemudian ponsel Soo Young berdering, Min Suk mengiriminya pesan, “OK?” Soo Young merasa frustasi di bombardir pesan Min Suk.



Presdir Yoo, Direktur Han dan salah seorang rival Direktur Han melakukan pertemuan. Direktur Han dan Rivalnya terus saja saling ribut sindir menyindir. Presdir Yoo menyuruhnya untuk mengatakan apa yang membuat mereka menemuinya. Direktur Han menunjukkan sample brosur perusahaan mereka. Dia menunjukkan halaman para ID para staf.

Presdir Yoo melihat – lihat halaman itu, dia menatap profil Jin Woo dan tertera tanggal lahir Jin Woo yang tinggal beberapa hari lagi. Dia teringat ketika Jin Woo mengajaknya untuk makan di akhir pekan.


Presdir Yoo memerintahkan pada asistennya untuk menyiapkan hadiah untuk seorang anak muda. Di bungkus dan sejenis kemeja.



Rapat Tim Retail tengah berlangsung, Ketua Tim Kim bertanya pada Min Suk apakah mereka harus segera mengirimkan promosi proyeknya pada vendor? Min Suk masih terdiam menatap lurus kedepan, tak lain tak bukan ia tengah memperhatikan si pujaan hati yang tengah sibuk tertunduk menghindari tatapan Min Suk.

“Baiklah.” Jawab Min Suk dengan tatapan masih tertuju pada Soo Young.

Rapat selesai, anggota Tim Retail membicarakan untuk makan bersama. Emang dasar lagi berbunga – bunga sama Soo Young, Min Suk sama sekali tak mengalihkan pandangannya. Tersenyum menatap Soo Young dengan penuh cinta.


Anggota Tim Retail melakukan game untuk menentukan siapa saja yang ikut mengambil makanan. Soo Young menanti dengan berdebar – debar, dan dia terpilih. Soo Young terlihat panik, dia memberikan beberapa lembar uang agar ada yang menggatikannya. Dia lebih memilih membayar karena kakinya tak nyaman kalau harus memakai sepatu yang sedang ia kenakan.

Asisten Park menerimanya namun Anggota Tim Retail tak enak karena Direktur Lee Hyung Suk yang harus mengambil makanan mereka. Mereka lebih baik mengambilkan saja makanannya untuk direktur dan ujung – ujungnya Soo Young terpojok harus berduaan dengan Min Suk. Hahaha. Soo Young yang sudah kadung menolak ingin ikut pergi tapi karena tergesa dia malah terjatuh.


Min Suk mencoba menolong Soo Young dan sepertinya dia mulai sadar, perlakuan yang seolah memaksa Soo Young menerima cintanya malah membuat Soo Young semakin menghindar.



Min Suk akan pulang, “Sudah waktunya pulang. Kau tidak pulang, Sekretaris Jung?”

Soo Young menolak. Dan Min Suk disini mulai tersadar, dia membiarkan Soo Young menolak ajakannya.
Selepas kepergian Min Suk, Soo Young bisa bernafas lega dan akhirnya dia juga pulang tak lama setelah Min Suk pergi.




Soo Young keluar dari gedung dengan kaki terseok – seok karena sakit keseleo. Min Suk belum pergi dari sana. Dia menunggu Soo Young keluar untuk mengajaknya naik taksi tapi Soo Young menolak.

“Kaki-mu keseleo karena mencoba menjauhiku. Memangnya aku ini mengerikan? Kenapa aku tidak boleh berpacaran denganmu?”

“Tentu saja, kau tidak boleh. Aku menangisi Direktur Yoo sampai kemarin. Dan kau sudah melihat semuanya. Aku tidak bisa mebgubah perasaaanku, seperti membalikkan koin.”

Min Suk mencoba menjelaskan tapi Soo Young tetap pada keyakinannya. Dia bukanlah tipe seorang yang mudah menyukai orang lain. dia sekarang menutup hatinya, dia hanya ingin fokus pada pekerjaan saja. Soo Young pun pergi meninggalkan Min Suk.


Kini, Soo Young duduk termenung di pemberhetian bus. Sebuah taksi menepi, Min Suk menyuruh Soo Young untuk memakai taksinya saja. Tadinya Soo Young menolak tapi Min Suk membentaknya agar menuruti kata – kata Min Suk.

Min Suk membimbing Soo Young untuk masuk namun ia tak ikut masuk.


Min Suk menatap kepergian taksi yang membawa Soo Young dengan perasaan yang tak menentu. Sedih mungkin karena perasaanya tak diterima dengan baik oleh Soo Young.
***


Yoo Ah menghitung beberapa uang yang telah ia kumpulkan. Dia bergumam sedih ketika uang itu belum bisa untuk membeli sepatu yang ia inginkan sedari dulu.



Yoo Ah menghampiri Unninya yang berisik kesakitan mengompres kaki yang keseleo. Dia menawarkan bantuan untuk Soo Young dan mengompresnya. Dia bertanya bagaimana hubungan Soo Young dengan direktur?

“Dia bilang dia menyukaiku.”

“Siapa? Direktur yang mengantarmu pulang?”

Soo Young sedih ketika mengatakan bahwa direktur yang mengatakan suka padanya adalah direkturnya bukan direktur yang mengantar Soo Young. Tapi disaat itu pula hubungannya dengan direktur yang mengantarkannya sedang buruk. Dia bingung apa yang harus ia lakukan.

“Jika kau menyukainya, terima saja. Jika tidak, tolak aja.” Ucap Yoo Ah enteng.

Soo Young membenarkan ucapan Yoo Ah dengan banyak pikiran. Apa bagusnya dia hingga mereka melakukan itu padanya?

Yoo Ah berdecak heran dengan sikap ajaib kakaknya itu.
***



Min Suk tengah berkumpul dengan dua sahabatnya, mereka berdua membicarakan masalah kamp yang akan diadakan oleh tim hoki. Tae Suk menyuruh Min Suk berangkat atau kalau tidak maka Ki Hyung akan marah besar padanya. Dengan malas Min Suk berkata kalau dia akan berangkat.

Duk Hwan menyabet ponsel Min Suk yang tergeletak di meja, mereka membuka pesan Min Suk pada Soo Young. OK?. Popcorn Unni. Itulah pesan singkat Min Suk padanya. Keduanya tertawa mengolok Min Suk yang sms’an dengan penjual popcorn.

Tapi sedetik kemudian mereka menebak kalau itu pasti seorang wanita. Min Suk yang sedang tak berniat untuk bercanda pun pergi meninggalkan keduanya. Ia menyuruh mereka untuk mengirimkan pesan kalau ada kabar lagi.


Mencoba mengurangi beban pikirannya, Min Suk berlari bolak balik dilapangan sampai kelelahan dan jatur terlentang di atas rumput lapangan. Dia merogoh ponselnya.


Ponsel Soo Young dirumah terus berdering.

“Angkat saja. tolak langsung jadi dia bisa menyerah.” Saran Yoo Ah. Soo Young mengangguk meng – iya – kan saran adiknya.



Soo Young menerima panggilan itu, “Seperti yang ku katakan sebelumnya...”

“Aku tahu. Tapi, biarkan aku bertanya untuk terakhir kali-nya. Aku tidak bisa ya? Benarkah? Aku tidak bisa memilikmu? Benarkah?” potong Min Suk.

“Direktur...”

“Oke, cukup. Aku tidak akan menggangumu lagi. Mari kita tetap berteman. Kita tetap seperti itu. Sama seperti sebelumnya. Sampai jumpa besok, Sekretaris Jung.” Ucap Min Suk seolah lega. Dia mengakhiri panggilan itu dengan legowo tanpa mendengarkan ucapan Soo Young selanjutnya.



Yoo Ah heran kenapa panggilannya sangat singkat. Soo Young tersenyum kecut, “Dia bilang dia tidak akan membuat ku merasa tidak nyaman lagi.”

Yoo Ah merasa kalau direktur Soo Young tak benar – benar menyukainya. Soo Young kembali tersenyum namun tampak sedikit raut kekecewaan di sana.
***



Soo Young berangkat seperti biasa, Min Suk yang ada di depan lift hanya menyapa Soo Young tapi kemudian dia memanggilnya. Bukan untuk menjahili Soo Young seperti biasa, dia hanya menyuruh Soo Young untuk mengundur salah satu rapatnya hari ini. Soo Young meng – iya – kan tugas itu.

“Dan juga, Kau tidak usah memberiku morning call lagi. Apa itu jadi kebiasaan-ku ya? Mataku terbuka secara otomatis saat pagi.”

Soo Young akan mengucapkan sesuatu tapi Ketua Tim Kim datang menyapa Min Suk, “Palsu.....”

Mulut Ketua Tim Kim segera bungkam ketika ada Soo Young disana. dia mengatakan kalau dia hanya berkata jamnya palsu. Hehehe. Jamnya palsu. Min Suk permisi pada Soo Young karena dia akan lewat tangga dengan Ketua Tim Kim.


Di tangga, Min Suk mengatakan keinginannya untuk berangkat kamp selama tiga hari. Jelas Ketua Tim Kim menolak rencana itu, tapi Min Suk memaksa karena kan akhir pekan jadi Ketua Tim Kim hanya perlu mengabsennya selama sehari. “Jika aku dikeluarkan, Kau mau mengurusku seumur hidupku? Kau mau? Katakan saja kalau kau mau.”

Mendengar ucapan itu, nyali Ketua Tim Kim langsung menciut. Dia mengizinkan Min Suk tapi ngomong – ngomong kenapa Min Suk mengajaknya berjalan lewat tangga gelap?

“Olahraga. Ini baik untuk-mu.” Jawab Min Suk enteng. Seketika, umpatan meluncur dengan manisnya dari mulut Ketua Tim Kim.



Soo Young merasa ada sesuatu yang aneh ketika Min Suk tak menegurnya, dia bahkan meminta Do Ji untuk membuatkan minuman untuknya.

Beberapa kali Soo Young juga mencuri pandang melihat ke dalam ruangan Min Suk.

Ketika akan pulang, Asisten Park bertanya apakah Soo Young belum mau pulang? Soo Young menjawab kalau dia akan menunggu Direktur dulu tapi Asisten Park memberitahukan kalau Min Suk sudah pulang karena ada janji.
***



Duk Hwan dan Tae Suk melongo melahap sumpit tanpa daging, mereka masih bengong menatap kelakuan aneh temannya. Min Suk mencoba tersenyum menutupi apa yang ia rasakan, dia makan daging panggang dengan lahap. Meskipun begitu, apakah seorang sahabat akan sebegitu mudahnya dibohongi?



Min Suk berjalan dengan masih terus tersenyum, senyuman seperti seorang yang tengah dalam depresi gitu.
“Kau mau ku belikan obat sakit perut?” tanya Duk Hwan. Min Suk menjawabnya dengan gelengan beserta senyuman yang aneh itu.

Min Suk melihat troli yang ada di pinggir jalan, dia berkata kalau itu cukup menyenangkan. Dia menari salah satu troli lalu menunggangnya melewati turunan di jalan. Jelas saja kedua sahabatnya panik mengejar Min Suk dengan kegilaanya sekarang.
***



Soo Young keluar dari bus sambil mendengus kesal dengan sikap Min Suk yang sama sekali tak memberitahukannya ketika pulang. Dia sangat sia – sia saat harus menunggu Min Suk.
Soo Young berjalan dengan takut – takut ketika menyadari ada seseorang yang menguntit di belakangnya. Soo Young berjalan dengan lebih cepat dan penguntit itu juga mengikutinya. Sampai tangan seorang yang ada dibelakang Soo Young meraih pundaknya, kontan Soo Young berteriak ketakutan.
******

Kenapa yah aku baru ngeh kalau Min Suk pas diawal sudah keliatan naksir sama Soo Young? ada yang tanya kenapa yah? kok aneh baru kenal masa udah kaya gitu..

Menurut aku, Min Suk sekarang umur berapa? 18 tahun kan. Nah diumur segitu itu emang rentan banget yang namanya cinta monyet. sulit untuk membedakan apa yang namanya cinta sama suka dan apa itu tertarik. ya kan? jadi kalau dikatakan Min Suk ini cinta monyet, gimana?

Tapi jangan berspekulasi dulu lah, karena drama dan kehidupan nyata berbeda. Mungkin banyak yang suka kalau seandainya Min Suk di ciptakan sama Yoo Ah. Tapi banyak juga yang lebih milih sama Soo Young.

Keduanya baik menurut aku, dalam drama ini kayaknya ga ada yang jahat yah. kekeke. Jadi mau itu Jin Woo sama siapa dan Soo Young sama yang mana ataukah Min Suk sama yang ini itu.. aku setuju aja dehh. mereka semua orang baik sih.. hehehe

Gak terasa udah separo aja nih recapannya. aku tinggal eps 10. 12. 14. 16 END. asiiiik. buat project baru deeh. hehehe

Part selanjutnya aku posting sesegera mungkin. Gomawo yang mau nunggu^^

8 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 8-1 "

  1. Min Suk yg malang..
    cupp cupp ..sini sama aku aja:)

    lanjut terus:)

    ReplyDelete
  2. Makin seru ja cerita na ...
    Mohon segera dilnjut ea kk alna dh gk sbar lht aksi min suk yg bkin gemezz...

    ReplyDelete
  3. Makasih Puji...Ditunggu part berikutnya...

    ReplyDelete
  4. maaf unni, sinopsis yang ep 8 part 1 sepertinya tidak menyambung dengan sinopsis 7 part 3, saya sedikit bingung membacanya..apakah saya yang salah ya? mohon re-check ya.. Terima kasih

    ReplyDelete
  5. Maaf ...iya nih aq jg bingung...sampe baca yg sinopsis 7 part 3 lagi hehehe....makasih di tunggu sampai tamat yach...

    ReplyDelete
  6. Iya.. Bener kata "Taken Zhu".. Sepertinya ada yang terlewatkan.. Saya sampai muter-muter cari sinopsis sebelumnya, tapi gak nemu-nemu.. yasudah akhirnya nerimo aja.. :(

    ReplyDelete
  7. waah. makasih udah kasih tahu.

    apa mau aku buat 7-4? kalo iya aku buatin ntar yah. soalnya eps 7 bukan bagian aku..

    ReplyDelete
  8. Bener banget. Aku juga ngerasa gitu. Episode 8 nggak nyambung sama akhir sinop episode 7. Tapi setting tempatnya sama. Mungkin cuma terlewat dikit.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^