Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 4-2





***




Presdir Yoo murka karena penjiplakan proyek mereka. Jin Woo mencoba menjelaskan kalau itu masih dalam proses penyelidikan. Dan mereka juga sudah memastikan keamanannya sehingga tak akan ada kebocoran.

“Lalu kenapa hal ini bisa terjadi!!”

Jin Woo meminta maaf. Tapi Presdir Yoo tak begitu membutuhkan maaf karena dengan maaf tak akan bisa mengatasi masalah tersebut. Pria yang kemarin melihat Min Suk di bar berkata kalau sepertinya ada orang dalam yang membocorkan proyek tersebut.

“Maksudmu seperti mata – mata?” tanya Presdir. Pria tadi tak terlalu sebenarnya jadi akan melakukan penyelidikan dulu. Tapi sebelumnya dia melihat Direktur Lee berada di sebuah Bar Gangnam bersama dengan orang dari perusahaan Sehwa. Presiden Yoo pun memerintahkan mereka untuk menangani kasus tersebut.


Para direktur pun pergi, tapi Presdir memanggil Jin Woo. “Dasar si bodoh yang menyedihkan. Kalau kau tidak bisa menyelesaikan masalah ini, Bersiaplah mengundurkan diri.”

Jin Woo tak berucap apapun, dia menunduk hormat lalu pergi.




Tim penyelidik untuk kebocoran data itu bekerja dengan sangat cepat. Mencari informasi dari berbagai hal. Mulai catatatn telfon. CCTV dan lainnya. Tampak begitu sibuk.



Sedangkan dua orang karyawan tengah membicarakan penyelidikan yang sudah seperti FBI saja. Mereka berdua juga mendengar adanya mata – mata, Lee Hyung Suk. Menurut informasi Lee Hyung Suk telah menerima kontrak dengan Sehwa tapi akhirnya bekerja disana.

Min Suk datang tiba – tiba lalu menyapa keduanya,  sontak mereka kaget dan menjauh dari Min Suk. Mereka permisi dan segera pergi. Min Suk sendiri juga menyadari keanehan tersebut.


Berita Hyung Suk sebagai mata – mata sampai juga ke telinga karyawan di Tim Retail. Mereka belum terlalu percaya dengan berita itu.

“Dia sudah di kontak Sewha sebelumnya. Beberapa direktur melihatnya bertemu dengan Pihak Sewha beberapa hari yang lalu. Jangan lihat orang dari penampilannya. Direktur Lee memang terlihat begitu tampan, tapi...” ucap salah seorang dari mereka.

Asisten Manager mulai percaya. Mereka telah ditusuk dari belakang.



“Dia tak seperti itu.” Ucap Soo Young yang tadinya tengah disibukkan dengan mesin fotocopy.

Asisten Manager Park berkata kalau mana mungkin ada asap tanpa api. Toh mereka semua juga belum mengenal baik Direktur Lee yang baru sebentar kerja di sana. Asisten Manager Yoon yang sedang bekerja kesal melihat kebiasaan gosipers itu. Dia menyuruh mereka kembali bekerja dan jangan hanya bergosip.



“Morning..” sapa Min Suk seperti biasanya namun tanggapan karyawan Tim Retail sangat aneh. Mereka semua mengacuhkan Min Suk. Dia yang tadinya tersenyum lebar jadi bingung.



Min Suk masuk ke ruangannya, dia merasakan suasana aneh. Dia mengintip dari tirai ruangan dan melihat Soo Young. Dengan sembunyi – sembunyi, Soo Young melambaikan tangan menyuruh Min Suk kesana.




Di luar, Soo Young memberitahukan hal yang sebenarnya. Semua orang telah menganggap Min Suk sebagai mata – mata. Dia memutuskan untuk mengatakan pada Min Suk karena mereka sekarang berteman. Dan kejadian dia muntah pada Min Suk, dia minta maaf tapi biasanya saat ia mabuk dia tak muntah. Soo Young pun tertawa dengan gaya khasnya.

Min Suk menirukan gaya Soo Young, hahahaha tak apa. Tapi bukan itu masalahnya bagi Min Suk, dia berdecak kesal. “Bagaimana bisa mereka langsung mencapku sebagai mata-mata? Apa ini masuk akal? Yang benar saja. Ini buruk.” Ucap Min Suk seraya pergi dan diikuti oleh Ketua Tim Kim yang tiba – tiba datang.




Min Suk berdiri seperti seorang murid yang mendapatkan hukuman dari Sang Guru. Ketua Tim Kim dengan nada bergetar bertanya apa kau bertemu dengannya? Kenapa? Kenapa kau bertemu dengan wakil presdir?
Min Suk mengira kalau wakil presdir mengenali kakaknya. Manamungkin juga dia bisa menolak orang tua yang mengajak bertemu. Ketua Tim Kim tersenyum dengan terpaksa sekaligus geretan dengan Min Suk yang selalu saja membuatnya dalam masalah. Min Suk berkata kalau mereka hanya membahas tentang perekrutan setelah makan tapi ia menolaknya.

“Assh. Mata – mata. Bukankah itu berlebihan.” Gumam Min Suk.




“Aku akan mati. Kenapa kamu melakukan ini padaku?  Kenapa? kau tidak menyukaiku? Kau!  Kan kusuruh duduk saja dikursimu! Kenapa kau selalu membuat masalah dimanapun?  Kenapa?” Ketua Tim Kim semakin kelabakan. Konsekuensi dari kasus ini adalah mereka semua akan menyelidiki latar belakang Min Suk. Kalau sampai ketahuan, maka dia dan direktur Han akan terkena dampaknya pula.

 “Kita tidak bisa memutar kembali waktu. Semua ini sudah terjadi. Kita harus bagaimana lagi? Kita harus berhati-hati.”

“Kenapa kau sombong begini? Ini semua berakhir, jika kita tidak bisa menangkap pelaku sebenarnya segera.” Ujar Ketua Tim Kim. Keduanya pun duduk dengan wajah miris. Sedangkan Min Suk masih penasaran, apakah benar ada mata – mata?



Jin Woo termenung mengingat ancaman dari sang Ayah, kalau sampai Jin Woo tak bisa menyelesaikan kasus tersebut maka dia yang harus mengundurkan diri.

Seorang penyelidik yang ada di sebelah Jin Woo melapor kalau ada seseorang yang mendownload file proyek.

“Siapa?”

“Seseorang dari tim retail.” Jawab orang tersebut membuat Jin Woo berfikir.




Siapa yang dituduh? Bukan Min Suk melainkan Asisten Manager Yoon. Mereka memasukkan semua barang – barang AM Yoon untuk dilakukan penyelidikan. AM Yoon masih belum mengerti, apa yang terjadi? Kenapa ini?

Jin Woo menyuruh AM Yoon untuk melakukan introgasi sebentar, AM Yoon mencoba melawan tapi dia digiring oleh para petugas.

Dan tampaklah dilantai, kotak perhiasan hadian AM Yoon untuk putrinya.



AM Yoon sudah bersama Jin Woo di sebuah ruangan. Dia menuntut penjelasan mengenai apa yang terjadi pada dirinya. Dia sama sekali tak tahu apapun, karena penyangkalan dari AM Yoon yang tak ada ujungnya, Jin Woo mengeluarkan bukti yang telah ia peroleh.

“Tanggal 4 Juni pukul 20:36. Kau pulang terlambat dari kantor. Kenapa kau men-download laporan rahasia kantor?” jelas Jin Woo tapi AM Yoon masih terus mengelak.

“Semua masalah strategi pemasaran sudah selesai. Langkah terakhir proyek itu tinggal publikasi media. Kenapa kau melakukan ini dan membuatku dalam bahaya?” tanya Jin Woo seraya membanting berkas bukti tersebut. Dia sepertinya sangat ber – ambisi menangkap pelaku bocornya proyek mereka.


Min Suk mendengar tuduhan tersangka pada AM Yoon membuatnya tak percaya saja, dia bukan tipe seperti itu. Tapi AM Park menimpali kalau AM Yoon selalu menceramahi mereka dan membaca buku tapi pada kenyataanya tetap kriminal. Seperti seorang yang memiliki kepribadian ganda.

Dan Do Ji berkata kalau mungkin AM Yoon melakukan hal itu demi uang karena harus menafkahi orang tuanya dan juga orang tua istri serta putrinya yang kuliah diluar negeri. Mereka benar – benar tak percaya.

“Pasti selalu ada orang yang hina dalam suatu kelompok.” Ucap AM Park tanpa perasaan.



Min Suk berniat membela AM Yoon tapi belum sempat sepatah katapun yang meluncur, Soo Young membelanya dulu. Dia yang tadinya diam membereskan meja AM Yoon tak bisa lagi mendengar ucapan rekannya yang begitu keji.

“Hina? Apa maksudmu hina? Kalian memanggilnya penjahat? Berkepribadian ganda? Bukankah itu terlalu berlebihan? Tidak ada yang pasti. Kalian semua tahu kalau dia tidak akan seperti itu. Kalian terlalu berlebihan.” Soo Young emosi.

AM Park tak mau disalahkan. Tim Penyelidik pasti sudah menemukan banyak bukti jadi sudah hampir bisa dipastikan. “Kau bertingkah aneh, Soo Young. Hanya karena dia selalu memihakmu,kau mau membalasnya ya? Sangat murahan. Belajarlah untuk membedakan mana yang kotoran dan pasta kacang. Kau selalu tidak mengerti apa yang terjadi.”



Soo Young sudah terlanjur kesal, mereka masih belum tahu kepastiannya jadi tak bisa menentukan mana yang pasta kacang atau kotoran bahkan pasta cabai. Soo Young segera meraih sebuah bungkusan dan pergi meninggalkan rekannya tersebut.

Min Suk sedari tadi memperhatikan Soo young dalam diam.




Min Suk menyusul Soo Young yang sudah berada di luar gedung untuk mencari angin, Min Suk tak menyangka kalau Unni Popcorn yak bercanda ketika sedang emosi.

“Mereka terlalu berlebihan. Bagaimana bisa mereka menyudutkan dia tanpa bukti?” desah Soo Young apalagi mengingat kalau AM Yoon harus mengantarkan putrinya ke bandara malam ini, Min Suk ikut prihatin karena timing yang kurang pas itu. Dia melihat sebuah bungkusan yang dibawa oleh Soo Young, apa itu?

“Obat tekanan darah Asisten Manajer. Dia harus meminumnya 1 kali sehari.”



Di ruang penyelidikan, AM Yoon tetap pada pendiriannya kalau dia tak melakukannya. “Jangan buang waktumu menanyai orang yang tidak bersalah. Kita bicara saja besok setelah kau punya sesuatu untuk ditanyakan lagi.” ucap AM Yoon seraya berdiri untuk pergi.

Jin Woo melarang karena AM Yoon belum mau mengaku. Dia punya bukti jadi bisa saja ia menuntutnya.

“Berapa kali lagi aku harus memberitahumu? Apakah aku harus terus menyangkalnya, sampai kau percaya padaku? Kau tidak kenal aku?” AM Yoon semakin hilang kesabaran.

“Aku tidak kenal. Aku hanya melihat fakta-fakta.” Jawab Jin Woo. Percuma saja AM Yoon berdebat dengan orang yang begitu berambisi menangkap tersangka untuk kasus tersebut, dia menyuruhnya untuk melupakan fakta. AM Yoon pun pergi tanpa mengindahkan ucapan Jin Woo lagi.


Jin Woo meraih lengan AM Yoon dan menahannya untuk jangan pergi. AM Yoon mecoba melepaskan diri tapi Jin Woo semakin erat memegangnya.

“Kau! Kau tersangka mata-mata. Kau tidak mengetahuinya? Kau tidak bisa menyadarinya?”

“Dengar, Direktur Yoo!” bentak AM Yoon.



Seseorang datang, dia segera menarik tangan Jin Woo dari lengan AM Yoon. Dialah Min Suk yang dengan tegas menyalahkan sikap buruk Jin Woo. Meskipun dia direktur tapi tak seharusnya bersikap kasar pada orang yang lebih tua.

“Kau tidak lihat aku sedang menyelidikinya? Jangan ikut campur, menyingkirlah!”

“Jika kau sedang menyelidikinya, Memangnya kau harus bicara kasar padanya? Mentang – mentang Direktur, kau bisa berbuat sesukamu? Siapa yang peduli jika kau pintar? Kau tidak punya hati nurani!” tuding Min Suk.

“Berhentilah. Berhenti.” AM Yoon mencoba menengahi keributan tersebut. Dia dengan sukarela kembali ke tempat penyelidikan.



Soo Young yang sedari tadi terdiam, ingin memberikan obat yang telah dibawanya. Namun segera urung ketika mendapat tatapan tajam dari Jin Woo. Dia pun hanya bisa menunduk dalam.




Semua kembali duduk pada tempatnya, tapi pintu kembali terbuka. Dengan gaya cuek, Min Suk ikut duduk disana. “Kau tidak menghormati siapa pun. Kau mungkin hanya bisa memukuli orang. Tanyai saja aku juga karena aku sudah disini. Aku dengar aku juga dicurigai sebagai mata mata. Jangan khawatir padaku, lanjutkan saja.”


“Tanggal 4 Juni pukul 20:36. Kami menemukan bukti kalau ada log-in dari ID-mu yang men-download laporan rahasia proyek Kota Budaya.” Jin Woo kembali memulai wawancaranya.

Sedangkan AM Yoon sama sekali tak terfokus pada ucapan Jin Woo. Dia ketar – ketir melihat jam tangnnya. Min Suk pun menyadari kekhawatiran AM Yoon.


Presdir Yoo sampai ke Gedung Comfo karena menerima laporan kalau Asisten Manager Yoon lah yang dituduh sebagai pelakunya. Direktur Han dengan sok berkomentar, kalau AM Yoon adalah salah satu pekerja yang ada di sana semenjak awal dari Comfo. Benar – benar tak ada yang bisa di percaya di dunia ini.


Disisi lain, beberapa karyawan tengah menyaksikan berita mengenai hacker yang sedang marak beroperasi.

Ada sekelompok hacker digital bayara yang disebut Iceberg telah ditangkap. Inilah kantor hacker digital bayaran tersebut. Mereka mencuri informasi rahasia dari organisasi lain dan Mereka menghilang seperti kabut. Lalu mereka berkumpul kembali. Mereka menggunakan kode hacker atau IP pribadi untuk mencuri informasi penting. Mereka aktif di Korea dan China saat diteliti.




“Kau tidak pernah bertemu dengan pihak Sewha? Sekali pun?” tanya Jin Woo.

Tukkk. Tuuukk.. tuuukk. Min Suk bermain menendang nendang pelan meja, Jin Woo merasa terganggu tapi mencoba menahan sabarnya. Min Suk semakin bosan sekaligus kesal karena tak mendapatkan pertanyaan. Semua pertanyaan hanya dilayangkan pada AM Yoon.

“Dia mengatakan tidak. Kau terus menggangunya sampai jam segini.. Aku tidak tahu apa yang kau lakukan tapi...”

“Lihat!!” bentak Jin Woo.

“Aku sedang bicara denganmu. Bicaralah!” balas Min Suk tak kalah kerasnya.




Situasi semakin tegang, untungnya Presdir Yoo sampai disana tepat saat itu.

“apa yang anda lakukan disini?” tanya Jin Woo. Presdir Yoo mengabaikannya, dia menunjuk AM Yoon. “Apa kau yakin? Apa kau yakin dia pelakunya? Kau tidak keliru?”

Jin Woo berkata kalau mereka memiliki bukti yang kuat.


Seseorang masuk ke dalam ruangan, mereka dia melaporkan kalau polisi akan menyelidiki. Dan mereka mendapati laporan kalau kebocoran data karena hacker tersebut. Presdir Yoo menunjuk Jin Woo dengan geramnya, dia telah salah tuduh. Dengan kecewa, AM Yoon meninggalkan ruangan tersebut dengan diikuti oleh Min Suk.

“Idiot.” Ucap Presdir Yoo pada Jin Woo.


AM Yoon kembali ke kantor dengan lesu. Penuh kekecewaan karena tak bisa mengantar putrinya ke bandara, untuk waktu yang lama mereka pasti tak akan bertemu. Kesempatan terakhir itu pupus karena tuduhan tak berdasar itu.

Min Suk menawarkan AM Yoon ke bandara, namun ia sudah lesu. Terlalu terlambat untuk menyusul putrinya pasti.

Min Suk menatap meja kerja Soo Young, dia begitu khawatir pada AM Yoon tapi sekarang malah pulang duluan.




Min Suk mengikuti AM Yoon keluar dari Comfo. Dan orang yang dikira telah pergi ternyata masih disana, Soo Young habis pergi dari suatu tempat. Dia bertanya kondisi masalah AM Yoon. Min Suk menjelaskan kalau masalah telah selesai karena itu ternyata perbuatan hacker professional. Soo Young pun lega dan senang mendengarnya.

Keduanya berniat mencarikan taksi tapi AM Yoon menolak dan malah mengajak mereka minum bir. Tak biasanya, Min Suk setuju saja.
***


Yoo Ah menatap bayang dirinya di kaca. Dia sudah percaya diri dengan tampilannya tapi perutnya sakit. “aduh. Sembelit ini.” Keluhnya.

Tapi bagaimanapun rasa sakit itu tergantikan karena dia akan menonton film bersama Min Suk.

“Apa dia sedang menuju kesini? Dia tidak akan membohongiku kan?” Yoo Ah bertanya – tanya lalu menghubungi Min Suk.
***



Min Suk ikut kecewa karena AM Yoon tak bisa mengantarkan putrinya ke bandara. Tapi AM Yoon sendiri juga tak begitu masalah karena dari dulu ia selalu saja mendahulukan masalah perusahaan dan tak bisa menjadi seorang sosok ayah yang baik. “Aku tidak tahu kenapa aku sangat setia pada perusahaan. Aku yakin orang lain tidak berpikir seperti yang aku, Tapi aku bekerja seperti kita semua ini 1 keluarga, Jaman sekarang, Tidak ada yang akan ada di pihakmu selamanya.”

Min Suk menyanggah kalimat terakhir AM Yoon, karena teman pastilah tetap teman.





AM Yoon menerima pesan gambar dari putrinya, putrinya begitu cantik. Soo Young ikut mengintip bagaimana wajah putri AM Yoon. Dia berkomentar kalau putrinya begitu beruntung karena tak mirip dengan ayahnya. Hehehe.

“Dia akan menjadi Miss Korea,kalau dia mirip denganku.” Gurau AM Yoon. Mereka pun akhirnya bisa tersenyum bersama setelah melewati masalah hari ini. Seperti sebuah keluarga yang menjaga satu sama lain.
***



Presdir Yoo memarahi Jin Woo yang melakukan segala sesuatu selalu saja tidak benar. Bukannya menyelesaikan kasus malah membuang – buang  waktu dengan karyawan yang tak bersalah. Jin Woo beralasan kalau buktinya sangat jelas jadi dia tak berfikiran kalau itu tindakan hacker. Presdir Yoo tak mau menerima alasan macam itu, “Kau ini direktur, kenapa kau tidak bisa berpikir panjang? Apa posisi itu hanya titel bagimu? Kalau kau tidak punya otak, kau harusnya mencontohnya dari orang lain. Idiot.”

Jin Woo mencoba menahan amarahnya menerima ucapan kasar dari ayahnya sendiri. Kau yang tidak senang denganku? Semua yang ku lakukan, Setiap kata yang ku katakan. Kau tidak puas denganku?

“Aku tidak puas dengan keberadaanmu disini. Keluarlah. Aku tidak mau melihatmu.”



Jin Woo mengendarai mobilnya untuk kembali, dia melihat Soo Young, Min Suk dan AM Yoon yang tengah menikamati kebersamaan mereka dengan penuh tawa.




Min Suk menyuruh AM Yoon untuk makan dulu atau dia bisa mual. AM Yoon bertanya kenapa Min Suk tidak minum juga. Min Suk tersenyum, dia tengah berhenti minum dulu. Lalu Soo Young? Dia juga sedang berhenti minum.

“Kenapa? Hah? Kau tidak akan muntah saat mabuk.  Kenapa kau tidak minum?”

“Aku benar-benar peminum Soju yang baik.” Lirik Soo Young pada Min Suk dengan sengit. AM Yoon bertanya mengenai keluarga Min Suk.

“Aku? Ayahku Dan ayahnya, Dan kakak. Ayahku bukan ayahku yang sebenarnya. Tapi aku menganggapnya ayahku sendiri. Ayahnya ayahku juga bukan kakek-ku.” Jelas Min Suk dengan rumit. Penjelasan manusia rempong sih..

AM Yoon tertawa mendengar penjelasan Min Suk, dia tak mengerti maksudnya.




Soo Young menatap kagum pada Min Suk apalagi ketika mengingat cara keren Min Suk saat membela AM Yoon. Dia tersenyum sembari menatap lekat pada Min Suk sedangkan dirinya yang merasa diperhatikan bertanya, apakah ada yang salah? Apa ada sesuatu diwajahku?

Soo Young jadi salting, dia segera mengambil kentang dan memakannya tapi ternyata kentangnya masih panas.

Ponsel Min Suk berdering, dia menerima pesan dari Yoo Ah yang bertanya kenapa Min Suk tak mengangkat telfonnya. Sontak Min Suk terkejut, dia melupakan janjinya dengan Yoo Ah. Dia segera izin pergi dan berlari dengan tergesa meninggalkan Soo Young dan AM Yoon.


AM Yoon menebak kalau Min Suk pasti akan menemui pacarnya. Dia lalu menawarkan makanan lagi tapi Soo Young berkata kalau lebih baik mereka pulang dulu dan istirahat.
Soo Young menoleh menatap kepergian Min Suk.
***



Min Suk sampai ke bioskop dan Yoo Ah segera menyambutnya. “suamiku. Ada apa denganmu?”

Min Suk berdecak menghadapi sikap sok polos Yoo Ah yang masih terus menunggunya meskipun dia sudah telat sangat lama. Yoo Ah tak begitu perduli, dia hanya ingin Min Suk setidaknya menelfonnya untuk mengatakan tak datang ataupun terlambat. Dia sekarang tak ingin lagi nonton. Perutnya melilit dan ingin makan.

Min Suk mendesah menghadapi sikap manja Yoo Ah, tapi pada akhirnya tak tega juga. “Mau makan apa?”



Yoo Ah terus saja bergelayut manja pada lengan Min Suk ketika mereka tengah makan. Min Suk mencoba menyikirkan tangannya tapi Yoo Ah tetap saja manja pada Min Suk. Tak sengaja, dia menyentuh wajah Yoo Ah dan itu terasa panas. Yoo Ah berkata kalau itu sudah biasa, badannya memang suka panas. Min Suk memegang dahinya sendiri dan membandingkan dengan Yoo Ah, itu memang panas yang tak normal. Dan lagi, wajah Yoo Ah berkeringat dingin.

Yoo Ah membantah. Namun ucapannya tak seperti bantahan tadi, tubuhnya melemas dan jatuh ke tanah.


Min Suk menggendong Yoo Ah untuk membawanya ke rumah sakit, “Kenapa kau cerewet sekali? kau harusnya bilang padaku kalau kau sakit! Hei, di mana ponselmu?”

Yoo Ah menunjuk tasnya, dia pun segera menelfon nomor kakak Yoo Ah. Min Suk memberitahukan kalau Yoo Ah jatuh pingsan. dia sedang membawa Yoo Ah ke UGD. Dia akan ke rumah sakit Meokdong. Min Suk mengatakan kalau mereka akan bertemu disana.


Min Suk duduk dengan cemas menanti Yoo Ah yang masih dalam proses pemulihan.

“Jung Yoo Ah itu, Dasar idiot menyebalkan. Bagaimana dia tetap diam saja padahal dia ada usus buntu? Si bodoh itu. Aigoo.” Desah Min Suk. Dia menatap jamnya, sudah cukup larut tapi kakak Yoo Ah belum juga muncul.




Yang dinanti tengah dalam perjalanan, dia berlari menuju lift dan tergesa menuju ke UGD. Soo Young bertanya kondisi Yoo Ah pada salah seorang suster disana, dia mengatakan kalau dia walinya. Suster itu menenangkan, proses operasi telah berjalan lancar dan Yoo Ah dalam masa pemulihan.

Soo Young baru bisa bernafas lega sekarang, dia melihat selembar kertas ditaruh di kursi. Soo Young membaca pesannya, ‘Kakaknya Yoo Ah, Aku harus pergi sekarang. Operasi Yoo Ah berjalan dengan baik.

Soo Young berdecak, tapi sedetik kemudian dia menyadari kalau tulisan tersebut sepertinya ia kenal. Dia menatapnya dan tersenyum karena karakternya ada yang ditulis seperti angka 6. “ada juga yang tulisannya seperti ini.” Ucap Soo Young tanpa ada rasa curiga.


Lalu dimana Min Suk? Ternyata dia sedang tergesa untuk pulang karena Ayahnya memberitahukan kalau kakeknya menghilang.
***


Soo Young  melakukan pemanasan sebelum dia bungee jumping. Setelah alat pengaman telah terpasang, tanpa ragu Soo Young pun menjatuhkan diri. Namun ada beberapa orang di tepi danau yang meneriaki Soo Young, talinya longgar! Talinya Longgar!

Apa daya, Soo Young sudah berada di udara dan tak bisa menghentikan tubuhnya.


SKIP. Dan itu hanya mimpi Soo Young yang membuatnya ikut jatuh juga dari ranjang.

Aku putri pemilik dari bisnis bungee jumping. Mimpi itu datang lagi saat aku terus melupakannya. Mimpi ini pasti punya semacam kekuatan karena aku terus memimpikannya. Kadang-kadang, aku juga mimpi jadi peramal.” Batin So Young.
***


Soo Young berangkat menuju kantor, dia tengah bertelfon dengan ibunya yang menawarkan untuk membayar uang operasi. Namun Soo Young menolak, uang operasinya tidak banyak. Lagipula orang tuanya juga sedang banyak kehilangan uang karena bisnis bungee jumpingnya. Tak usah repot – repot karena Yoo Ah juga akan segera keluar dari rumah sakit.

Telfon pun berakhir.



Semua karyawan tim Retail segera mengubah pendapatnya mengenai Asisten Manager Yoon, setelah sebelumnya mereka menuduh sebelum ada kepastian. Mereka sekarang mengelu – elukannya. AM Park menyesal karena telah menuduh AM Yoon.

In Guk melihat mereka dengan wajah datar, mereka semua munafik yah.

AM Yoon datang dan segera mendapatkan sambutan, “apa yang terjadi? Apa kalian sudah makan?” tanya AM Yoon seraya menunjukkan makanan yang telah di bawanya. Semua orang bersorak senang mendapat makanan gratis sedangkan Min Suk hanya ikut tersenyum menyaksikan kerukunan itu.



Mereka semua pergi keatas untuk makan bekal yang dibawa AM Yoon. Kecuali Min Suk yang menemui Soo Young yang tengah berkutat dengan sahabatnya, mesin fotocopy.

“Ini melegakan, bukan? Asisten Manajer, Aku khawatir dia tidak akan muncul.” Ucap Min Suk. Sedangkan Soo Young hanya mengangguk membenarkan ucapan Min Suk.

Selepas kepergian Min Suk, tampaklah senyum tipis yang terukir di bibir Soo Young. Ommo ommo. Udah mulai deg – deg seer ini? Omaaygoot.



 Min Suk menyapa Jin Woo, keduanya bertemu di toilet. Jin Woo menanggainya dengan ramah seperti biasa. “Asisten Manajer Yoon telah kembali bekerja pagi ini. Kita berdua salah paham, kan?” tanya Min Suk yang segera dibenarkan oleh Jin Woo.

“Apa kau ini tidak terlalu serius pada pekerjaanmu? Aku pikir aku terlalu berlebihan kemarin. Aku minta maaf soal itu. Aku orangnya mudah hilang kesabaran. Kau tidak akan marah, kan?”

“tidak. Aku agak sensitif karena itu proyekku.” Jawab Jin Woo masih ramah. Min Suk pun senang dan segera pergi.


Namun selepas kepergian Min Suk, wajah tak bersahabat Jin Woo kembali muncul.



Soo Young habis makan bersama dengan yang lain, Ketua Tim Kim yang melihatnya mencoba menghindar. Soo Young melihat ketua, dia  pun menyapanya. Terpaksa, Ketua Tim Kim mengajak Soo Young untuk berbicara sesuatu. Tanpa tahu apapun, Soo Young menemuinya dengan gembira. Namun itu tak berlangsung lama karena dia mendapatkan berita buruk, Ketua Tim Kim ternyata tak bisa memperpanjang kontrak Soo Young. Itu keputusan atasan jadi dia tak bisa berbuat apa – apa.

“Aku akan melihat berkas dulu. Aku akan mencoba yang terbaik. Aku memberitahumu ini. Kau pasti bisa menemukan tempat yang baik untuk bekerja.” Ketua Tim Kim menepuk pundak Soo Young, mencoba menguatkan tapi Soo Young masih terus tertunduk sedih.



Soo Young dengan masih membungkukkan badan, dia pergi dengan sedihnya. Berbanding terbalik dengan Min Suk yang bersiul riang kesana.

Karyawan lain penasaran dengan apa yang terjadi pada Soo Young, Ketua Tim Kim memberitahukan kalau dia tak bisa memperpanjang kontrak Soo Young lagi. semua jadi terdiam. Min Suk yang tahu hal itu, dia segera pergi mencari Soo Young.



Dia menemukannya berada di lantai atas, Soo Young mencoba tampak bahagia dan mengusap air mata yang membasahi pipinya. “Aku cuma mau makan. Saat perutku kosong, Aku sering mudah depresi.”

Soo Young ingin menyembunyikan kesedihannya, dia memunggungi Min Suk namun seberapa kuatnya ia menahan tangis. Tetap saja isakannya tak bisa disembunyikan, Min Suk hanya bisa menatap dengan prihatin.
***

NOTE :
Jangan lupa untuk episode 5 ada di blog kisah romance yaaah..

Disini, kenapa yah tiba – tiba aku jadi suka Yoo Ah. Dia kasihan sih, di balik rewelnya dia tapi itu pas aja, kan dia masih kecil. Masih SMA, adik kelas gue kan berarti. Aku suka pas dia ga pantang menyerah kalau menyangkut masalah Min Suk.

Dan sepertinya, putri kodok (kata reader) mulai berbunga – bunga. Meskipun belum pada tahap jatuh cinta, tapi sepertinya udah ada rasa ketertarikan dari Soo Young kalau dilihat dari sikapnya. Kalau Min Suk sih sepertinya masih menganggap teman, dia perduli pada Soo Young sebagai seorang teman.

5 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 4-2 "

  1. aku suka bgt sm Yoo Ah sm Min Suk..lucu mukanyaa hehe. thanks mb sinopnya^^

    ReplyDelete
  2. mbak di posting lagi ya,,,,ke lanjutan nya

    ReplyDelete
  3. Rida : dilanjut kok. cuma buat ep05 yg buat mba lilih di kisahromance. aku episode 6nya.
    besok kl aku posting ep6 psti aku kasih linknya

    ReplyDelete
  4. Min Suk mulai dewasa, mulai menikmati dunia kerja.... Aku sukaaaaaa......

    ReplyDelete
  5. Tolong minta link ep 1-2 dan 5 dong, dikisah romance tdk langsung masuj ke sinopsisnya ya, makasihhh, gemes kalo blm baca sinopsisnya, di youtue yg subtitle eng aja gak ada hiks

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^