Sinopsis High School: Love On Episode 1-2



*** 





Shin Woo Hyun bertanya pada Lee Seul Bi dimana alamat rumahnya. Namun Seul Bi malah bertanya balik dengan polos, apa aku harus mengetahuinya? Lagipula kalau dia memberitahu mungkin Woo Hyun tak akan percaya.

Woo Hyun menyuruh Seul Bi menceritakan semua padanya, dia akan percaya kok. Seul Bi mendongak menatap langit kemudian jarinya menunjuk ke langit diatas sana. Woo Hyun berdecak tak percaya.

“Lihat, kau bahkan tidak percaya padaku.”



Seul Bi terbelalak, tangannya memegang dadanya yang terasa aneh. Tiba – tiba dia berteriak mengejutkan Woo Hyun. Woo Hyun kebingungan dengan apa yang terjadi, Seul Bi meraba dada Woo Hyun dengan panik. Apa kau berdebar – debar juga?

Woo Hyun risih diraba oleh Seul Bi. Sedangkan Seul Bi memeluk tubuhnya sendiri dengan panik, “apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan?”

Seul Bi meliha Sunbae – nya yang tengah berjalan dengan nyawa seorang kakek, Seul Bi berniat menghampiri Sunbae yang ada di seberang jalan.




Namun karena tak terbiasa menyeberang, Seul Bi langsung berlari menerobos lalu lintas. Sigap, Woo Hyun meraih tangan Seul Bi hingga dia tertarik ke pelukannya. Bukannya melepas pelukan itu, Seul Bi malah semakin mempererat dekapannya pada Woo Hyun. Dia mendengar detak jantung Woo Hyun, “Kau juga berdetak. Apa aku benar-benar menjadi manusia?”

Woo Hyun kembali risih dengan sikap polos yang hampir mendekati oon itu, dia mendorong Seul Bi menyingkir.

Seul Bi melambai pada Sunbaenya diseberang jalan agar mendekat. Sedangkan Woo Hyun menatap kelakuan Seul Bi dengan aneh.




Secepat kilat, Sunbae Seul Bi sudah ada didepannya. Seul Bi menjelaskan kalau dia seperti sekarang karena menolong pria yang bersamanya, Woo Hyun. Dan catatan hitamnya pun menghilang.

“Kau menghilangkan catatan hitammu?” tanya Sunbae dan dijawab anggukan sedih oleh Seul Bi.

Woo Hyun menatap tak ada siapapun dihadapan Seul Bi tapi Seul Bi terus saja berbicara. Dia menebak – nebak, jangan – jangan gadis itu dijatuhinya hingga jadi seperti sekarang.



Seul Bi menoleh pada Woo Hyun yang sedari tadi memperhatikannya, Woo Hyun menarik paksa Seul Bi karena mereka harus pergi ke suatu tempat.

“Cari sebuah cara agar aku bisa kembali. aku rasa jawabannya ada dalam dirinya (Woo Hyun).” Pinta Seul Bi pada Sunbae ketika dia ditarik paksa oleh Woo Hyun.
***



Woo Hyun menarik Seul menuju ke kantor polisi. Didepan gedung tersebut ada seorang yang bernyanyi riang sambil mengecat namun ketika ia menoleh, dia menatap Seul Bi seolah ada sesuatu. Seul Bi juga menatapnya aneh namun tak berlangsung lama petugas cat itu kembali mengecat sambil bersenandung ria.



*Berarti disini Seul Bi belum memiliki nama tapi kalau seandainya aku gak pake nama Seul Bi bakalan jadi rumit. Masa aku sebuat gadis itu gadis itu. Jadi aku tulis Seul Bi aja meskipun namanya belum tercipta buat dia. OK^^

Petugas jaga bertanya siapa nama Seul Bi, namun Seul Bi tak menjawab. Woo Hyun memnjelaskan kalau sepertinya Seul Bi itu lupa ingatan.

Seorang petugas polisi ikut bergabung disana, Woo Jin menyapa Woo Hyun sebagai anak muda yang memiliki hati terpuji karena menolong pria sekarat yang ada di pinggir jalan.

Petugas polisi tanya apakah Kepala Polisi Woo Jin mengenal anak – anak itu. Dia membutuhkan beberapa informasi untuk bisa menangani masalahnya. Seul Bi malah bangkit lalu celingukan memperhatikan situasi kantor polisi.

“Bisakah aku mengajukan beberapa pertanyaan?” tanya Woo Jin pada Seul Bi yang sedang berdiri kebingungan. Woo Hyun segera mendudukkan Seul Bi lagi.

Ponsel Woo Hyun berdering, dia segera menerima panggilan dari seorang diseberang yang bernama Ki Soo.


Diseberang, Ki Soo terkejut apa yang membuat Woo Hyun ada di kantor polisi. Nenek Woo Hyun panik mendengar ucapan Ki Soo sedangkan Ibu Jin Young yang ada di restoran malah senang. Dia menarik ponsel yang di genggam Ki Soo. “Karena dia sudah di kantor polisi, itu sangatlah bagus.”

Ibu Jin Young pergi dengan diikuti oleh Nenek Woo Hyun.




“kau tidak bisa mengingat nama mu?” tanya Woo Jin.

Seul Bi masih celingkukan mencari – cari sesuatu, ada sebuah majalah yang memuat iklan bir. I Seul. Seul Bi berkata kalau namanya adalah Lee Seul.

“Nama keluargamu?”

Seul Bi melihat foto Rain Bi yang ada di majalah itu pula. “Bi” jawab Seul Bi. Woo Jin menebak – nebak. “Bi.. Seul. Bi Seul.. Bi Seul.” Ucap Woo Jin agak aneh.

“Oh ya. Lee Seul Bi?” tanya Woo Jin menebak. Tebakan itu disambut senyuman oleh Seul Bi. Inilah sejarah dimana nama Seul Bi tercipta. Woo Hyun bergumam heran kenapa begitu mudahnya Seul Bi menjawab padahal ketika ditanya nama oleh Woo Hyun, Seul Bi tak mengatakannya. Berarti kalau Seul Bi mengingat nama maka ia akan mengingat segalanya.

Woo Hyun sekarang merasa kalau tanggung jawabnya telah berakhir, dia meminta polisi untuk menghubunginya kalau ada sesuatu. Woo Hyun menuliskan nomor ponselnya dan menyuruh polisi mengiriman pesan teks kalau ada apa – apa.





Woo Hyun berniat pergi namun Seul Bi malah menahan lengan Woo Hyun.

Datang Ibu Jin Young mengajukan tuntutan untuk Woo Hyun karena telah menyebabkan putrinya berniat bunuh diri dan atas tuduhan kekerasan di sekolah.

Nenek datang, Woo Hyun segera menghampirirnya. Melihat keadaan yang semakin ramai, Woo Jin meminta agar mereka bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan saja. Ibu Jin Young menuduh Woo Jin telah membela tersangka, Woo Jin mengelak. Bukan karena masalah itu tapi kalau menuduh tanpa bukti itu akan sulit apalagi si pelaku masih dibawah umur.

Ngomong – ngomong masalah bukti ternyata Ibu Jin Young telah menyiapkannya, dia menyuruh Pak Guru memberikan berkas yang telah ia siapkan. “Anak-anak mengirimkan laporan kekerasan di sekolah mengenai anak ini.”

Woo Hyun mendelik kesal pada Pak Guru, bisa – bisanya dia melakukan itu padanya.



Seul Bi angkat bicara. Dia yakin kalau Woo Hyun sama sekali tak berniat membunuh Jin Young. Dia ada disana menyaksikan dan memang Jin Young lah yang berniat bunuh diri sedangkan Woo Hyun malah menolongnya.

“Siapa kau?” tanya Ibu Jin Young remeh.

“Aku Lee Seul Bi? kau siapa?” ucap Seul Bi mantap.

“kau ini anak kecil, Benar - benar ... untuk orang dewasa. Dengan siapa kau berkata ...?”

“Ahjumma jahat.” Ucap Seul Bi penuh penekanan. Sedangkan Ibu Jin Young hanya bisa melongo tak percaya dengan ucapan Seul Bi. Woo Hyun tak tahan dengan sikap Seul Bi yang memperburuk suasanan, dia pun mengajak Seul Bi keluar.



Woo Hyun mengantarkan Seul Bi keluar dan menyuruhnya untuk diam. Dia pun kembali masuk ke kantor polisi.

“Tetap tenang , kau ini siapa?! Woo Hyun?! Aigoo, kalian adalah orang-orang keras.” Kesal Seul Bi.




Nenek berlutut dihadapan Ibu Jin Young agar mengampuni kesalahan cucunya. Setidaknya sampai lulus kuliah. Bukannya iba, Ibu Jin Young semakin memaki nenek Woo Hyun yang sekarang memohon tentang nafkah. Menjijikkan. Dia pun segera pergi.

Woo Hyun kembali ke sana, dia bertanya kepada pak guru apakah benar kalau laporan itu benar – benar ditulis oleh teman – temannya. Pak Guru agak ketakutan tapi dia berkata kalau ini semua salah Woo Hyun karena bertingkah. Pak Guru berniat pergi namun urung ketika Woo Jin meminta pada detektif Park untuk mengecek kebenaran tulisan tersebut.

“Kami mengurus orang yg berbohong dengan hukum yg tegas. Sedikit lebih agresif.” Ucap Woo Jin menyindir Pak Guru.

Woo Hyun hanya bisa menatap kepergian gurunya itu dengan kemarahan, tangannya terkepal kesal.

[FLASHBACK]



“Ibu, tapi itu masih sedikit ...” ucap Pak Guru di telefon.

Woo Hyun melihatnya dari pintu kantor yang sedikit terbuka, setelah menyadari kehadiran Woo Hyun disana, Pak Guru salah tingkah dan menyembunyikan buku yang ada di mejanya.
[FLASHBACK END]



Woo Hyun berlari mengejar Pak Guru, dia tahu kalau pak gurunya telah membuat laporan palsu. Dia bertanya – tanya kenapa pak guru begitu takut dengan Ibu Jin Young. Apa karena dia komite sekolah yang menjadi lumbung uang?

Pak Guru tampak tak enak hati tapi juga tak bisa berbuat apa – apa. Hanya ini yang bisa ia lakukan. Pak Guru pun pergi meninggalkan Woo Hyun.



Nenek membungkuk hormat pada Pak Guru. Woo Hyun kesal dengan sikap neneknya, dia itu korban sekarang. Dia menyelamatkan Jin Young. Nenek, kau tidak percaya padaku? aku sedang menerima ketidak adilan sekarang.

“Apa kau pikir aku bekerja dg jari-jari ini untuk membesarkanmu sehingga kau bisa sering keluar masuk kantor polisi? Jika kau berakhir di sini sekali lagi, aku akan mengeluarkanmu dari daftar keluarga ku.” Kesal Nenek meninggalkan Woo Hyun yang tampak terpukul.


“OH MY GOD!!!!” jerit Ibu Jin Young menatap mobil putihnya yang bagus penuh dengan coretan cat. Dia kesal bukan kepalang, mobilnya yang bagus sekarang tampak jelek. Siapa pelakunya?
***





Wajah Seul Bi di penuhi oleh coretan cat berbagai warna, dia terdiam. Fokus menatap Ki Soo yang tengah memakan kue beras. Seul Bi mencoba memperlajari gerak – gerik yang dilakukan Ki Soo.

Dia menempatkan dalam mulutnya. Dia mengunyah itu. Kemudian tegukan dan menelannya sampai kebawah. Baiklah!” batin Seul Bi.

Seul Bi meraih sumpitnya namun bukan menempatkan sumpit itu di jari – jarinya tapi dia malah menggenggam sumpit tersebut lalu menusuk – nusukkannya pada kue beras. Jelas saja tak ada kue beras yang tersumpit malah sausnya muncrat ke wajah Woo Hyun.




“Kau sengaja yah?” kesal Woo Hyun seraya mengganti sumpit Seul Bi dengan garpu. Seul Bi dengan semangat memakan Kue berasnya. Namun sesuatu membuat wajah Seul Bi berubah masam, rasanya membuat Seul Bi aneh.

“Kau sedang mencari perhatian kan? kau bahkan tidak bisa makan sesuatu yang pedas? Ddeokbokki ... memanglah seperti ini.” Ucap Ki Soo sambil melahap kue berasnya lagi.

Nenek datang membawakan minuman untuk Seul Bi, dia bertanya berapa umur Seul Bi?

“aku tidak pernah menghitung nya.” Ucap Seul Bi enteng.




Suasana langsung canggung mendengar jawaban Seul Bi, namun Seul Bi segera menyadari sesuatu. Dia menunjuk Woo Hyun kalau usinya sama dengannya. Suasana semakin canggung lagi, “Aku 18 tahun.” Ucapnya.

Woo Hyun tak percaya karena dilihat dari segi manapun Seul Bi tampak jauh lebih muda darinya. Seul Bi tak perduli, dia menunjuk papan bertuliskan lowongan pekerjaan part – time. Dia menunjukkan kalau dirinya mau bekerja. Woo Hyun menolak karena dia hanya mengizinkan Seul Bi tinggal disana sehari saja dan tak mau Seul Bi menjadi benalu dalam keluarga mereka.

“kau akan ingat setelah kau makan yg banyak dan beristirahat. kau dapat tinggal selama yang kau inginkan karena kau menyelamatkan Woo Hyun.”

“Nenek!” tukas Woo Hyun.

“Dia adalah penyelamat hidup mu. Naiklah ke atas dan bergantilah.” suruh nenek.
***



Woo Hyun dan Ki Soo tengah berada di pinggur sungai menyaksikan pemandangan yang menakjubkan, Ki Soo memastikan apakah setelah terjatuh Woo Hyun tak terluka sedikit pun. Dia kagum karena itu benar – benar misterius. Woo Hyun juga ragu.

“Kapan kau akan pindah? Datang saja ke sekolah ku. Gadis-gadis di sekolah ku sangat cantik.”

Woo Hyun masih dengan keraguaany. Ki Soo menyuruh Woo Hyun untuk datang saja kesana. Jangan menjadi pengecut. Ki Soo mengarahkan lampu skuter tepat ke wajah Woo Hyun. “Aiyoo, menjadi begitu populer benar-benar membuat sakit kepala. Itu sebabnya jika kau memberi tahu ku bagaimana , maka aku bisa meringankan sedikit beban itu ...” ucap Ki Soo.

Woo Hyun yang sedang tak mood untuk bercanda malah menurunkan Ki Soo. Dia mendorong Ki Soo hingga jatuh dan meninggalkannya.
***





Seul Bi berada di kamar nenek, Nenek Gong masih terus terfokus dengan kalkulatornya sedangkan Seul Bi asik melihat – lihat kamar tersebut.

Woo Hyun masuk ke kamar sang nenek kemudian bertanya apa yang akan nenek katakan padanya. Nenek memberikan sepatu kiriman dari Ayah Woo Hyun. Nenek Gong merasa kalau perasaan Ayah Woo Hyun benar – benar nol, masa setiap tahun mengirimkan sepatu dengan ukuran sama. Woo Hyun melemparkan sepatu itu pada Seul Bi, dia memberikannya dan Seul Bi pun menerima dengan senang hati.

“Kau benar-benar memberikannya padaku? Terima kasih. Apa ayahmu mengirimkannya dari Amerika? Lalu di mana ibumu. Ibumu tidak tinggal di sini?” tanya Seul Bi.

Suasana langsung canggung karena Woo Hyun terus terdiam. Nenek menyuruh Woo Hyun untuk kembali saja ke kamarnya.



Woo Hyun bangkit dan Seul Bi mengekor dengan membawa bantal. “Apa kau berencana untuk tidur dengan ku?” tanya Woo Hyun. Seul Bi membenarkan karena dalam drama juga sering seperti itu.

“Tidakkah kau pikir keiinginanmu itu terlalu berbahaya? Bagaimana dengan adegan selanjutnya?” lanjut Woo Hyun membuat Seul Bi kembali berfikir.

“Itu gelap.”

“Setidaknya, kau tahu dengan benar.” Ucap Woo Hyun meninggalkan Seul Bi.



Selepas kepergian Woo Hyun, Nenek Gong menegur Seul Bi agar jangan mengungkit masalah Ibu Woo Hyun dihadapannya. “Bahkan walaupun tidak sengaja kau membicarakan ibunya lagi, kau harus meninggalkan rumah ini. Paham??” ancam Nenek Gong.

“Kenapa begitu?” tanya Seul Bi tak mengerti.
***




Woo Hyun kembali ke kamarnya lalu meletakkan uang sisa saku ke tempat tabungan. Dia merebahkan tubuhnya seraya menggenggam kalung pasangan yang ia kenakan. “Dimana ibuku hidup?” gumam Woo Hyun.

Ponsel Woo Hyun bergetar menerima panggilan dari Jin Young.





Seul Bi mendekati kulkas untuk mencoba – coba minuman bersoda. Dia mencicipi beberapa kaleng minuman dan bergumam ke – enak – an.

Woo Hyun turun dari lantai atas, dia terkejut melihat Seul Bi yang diam – diam tengah meminum minuman bersoda. Seul Bi tersenyum dengan manis sekali menanggapi gerutuan Woo Hyun.
***





Woo Hyun menemui Jin Young, dia menyuruhnya untuk jangan bertemu lagi. dia tak ingin dikeluarkan dari sekolah. Bahkan kalaupun itu sulit, Woo Hyun berharap agar Jin Young jangan lagi mencoba bunuh diri.

Woo Hyun bangkit berniat pergi namun Jin Young menahannya, dia menyuruh pada Woo Hyun untuk berbicara saja pada ibunya. Woo Hyun menolak karena itu sama saja mengemis pada ibu Jin Young. Woo Hyun kembali pergi, Jin Young segera meraih pinggang Woo Hyun dan memeluknya dari belakang. Jin Young memohon agar Woo Hyun jangan pindah. Dia tak akan membiarkannya. Kalau Woo Hyun mau berkencan dengannya maka ia tak akan pindah.

Ternyata sedari tadi Seul Bi memperhatikan keduanya dari balik pohon. Woo Hyun melihat Seul Bi dan tersenyum menemukan akal. Dia menjentikkan jari agar Seul Bi mendekat padanya.



“Maafkan aku, tapi bisakah kau pergi? Pacar ku ada di sini.” Ucap Woo Hyun pada Jin Young ketika Seul Bi menghampirinya.

“Kenapa kau disini?” tanya Woo Hyun pada Seul Bi.

“Apa?” Seul Bi hanya bingung.

Woo Hyun memakaikan jaketnya pada Seul Bi, dia berkata kalau sudah malam. Jadi mereka harus segera pergi. Woo Hyun membimbing Seul Bi jalan di sampingnya sedangkan Jin Young mengumpat Woo Hyun dengan kesal. “Dasar Bajingan.”
***




Keduanya telah pergi meninggalkan Jin Young, mereka berjalan berdua. Woo Hyun melihat tali sepatu Seul Bi tak diikat. Dia pun berjongkok merapikannya. Seul Bi senang karena Woo Hyun begitu baik bahkan dia sama sekali tak bisa mengikat talinya.

Woo Hyun membahas mengenai dirinya yang berkata kalau Seul Bi adalah pacarnya..

“Itu? Wow, itu sangat menyenangkan! Aku seorang teman wanita mu bukan pacarmu.” Ucap Seul Bi semangat. “ Apa kau benar-benar tidak akan pindah? Apa itu buruk?” tanya Seul Bi.

Woo Hyun membenarkan, ada kenangan buruk yang ingin ia hapuskan.

“Meninggalkannya dan menghapusnya. Manusia terlalu rumit.” Desah Seul Bi.

“kau berbicara seolah-olah kau bukan manusia.”



Keduanya kembali berjalan, Seul Bi menatap langit di atas sana. “Kapan aku akan kembali? Apa aku bisa kembali? Lihat di sini! Aku di sini!” teriak Seul Bi.

“aku juga di sini!” sambung Woo Hyun. Tapi sejurus kemudian ia bertanya pada Seul Bi, sedang bertanya pada siapa kau?

Seul Bi hanya menanggapinya dengan cengiran khas.
*******
Bersambung Sinopsis High School: Love On 1-3

Sebelumnya aku mau minta maaf, tadi siang aku bilang bakalan buat jadi 2 part aja. Tapi setelah tadi sore aku bukber dan ujaan deres banget sampai akhirnya gak bisa pulang sampe malem maka aku ga bisa rampungin sekarang. Aku bakalan buat jadi 3 part. Mian.

Part 2 ini, kok aku makin cinteeh sama drama ini yah. Efek si Unyu Sae Ron yang adorable itu. Dan aku ga nyangka ternyata Sae Ron disini tetep anak kecil. Tak dipaksa buat jadi umur 18 tahun. Jadi Cuma karena dia ngakunya 18 tahun jadi nantinya dia bakal sekolah SMA deeh.

Tapi gimana nanti dia bisa sekolah yah, kalo semisal ga punya ijazah SD SMP? Yaudah deh. Tunggu aja kelanjutannya.

Part 3 semoga siang atau sorenya udah ada^^

12 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 1-2 "

  1. Lanjut terus Puji ^^
    selalu excited sama drama yg baru:)

    ReplyDelete
  2. lucu ba'aku yakin drama ini akn sukses,,gk tau knp???aku suka bget

    ReplyDelete
  3. Ditunggu part selanjutnya.. Makasih chingu...

    ReplyDelete
  4. lanjut trs bikin sinopnya ya chingu :D suka nih sama ceritanya

    ReplyDelete
  5. Suka banget ama seul bi.
    terima kasih sinopsisnya mbak.
    hwaiting...

    ReplyDelete
  6. di tunggu part 3 nyaa unni^^

    ReplyDelete
  7. di tunggu part 3 nyaa unni^^

    ReplyDelete
  8. Hallo... /lambai2 tangan/
    Tadi aku baca yang part 1. Udah mau comment tapi gak kekirim... Jadi aku comment disini aja yaa...
    Sekedar menyapa aja nih... Supaya gak jadi silent reader lol...

    ReplyDelete
  9. anyeong haseo *sambil nunduk*
    gue suka bnget sama karakter seul bi disini, di cute walaupun umurnya masih 14 tahunan

    ReplyDelete
  10. Seul by imut banget..suka banget klw liat dia bicara pengen cubit pipinya... Hehe :D

    ReplyDelete
  11. Seul by imut banget..suka banget klw liat dia bicara pengen cubit pipinya... Hehe :D

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^