Sinopsis Gap Dong Episode 20-2 [END]




“Aku tahu dimana Ryu Tae Oh”

***



Ryu Tae Oh menghubungi Oh Maria untuk bertanya apakah Maria lupa akan bantuan yang ia berikan?

Maria teringat ketika Tae Oh akan membunuh dirinya dan Ji Wool, Tae Oh bertanya kenapa Maria tak pernah percaya padanya. Maria meminta maaf pada Tae Oh.

“Apa kau ingin aku menjaga janji?”

“Ya. Tapi itu tak akan mudah karena kau tak akan tahu dimana aku akan mencekik lehermu?” ucap Tae Oh penuh emosi.
***



Maria mengungkapkan keinginannya untuk berhenti bekerja di klinik pada Moo Yeom. Moo Yeom jelas setuju.

“Ada permulaan namun tanpa akhir. Aku tak bisa lolos dari Gap Dong. Aku merasa malu dan buruk tentang bagaimana aku memperlakukan Ryu Tae Oh. Aku telah memanfaatkan orang lain untuk menangkap Gap Dong.” Ucap Maria.

Moo Yeom bertanya apakah Maria begitu khawatir padanya. Maria memang tak bisa memungkiri, dia merasakan amat sakit dan tak bisa mengabaikan Tae Oh.

Malam semakin dingin.




Moo Yeom memasangkan jaketnya untuk menutupi tubuh Maria yang hanya mengenakan kaos tipis. Moo Yeom berkata entah Maria bisa lolos dari jeratan bayang – bayang Gap Dong atau tidak tapi Maria telah melakukan yang seharusnya dia lakukan. Kalau Moo Yeom sendiri, dia sudah merasa bisa hidup tenang ketika sudah bisa menangkap Gap Dong.

“Lalu, Bagaimana dengan perawatanmu?”

Moo Yeom tersenyum , hanya sekedar seperti perawatan pada dokter saja.
***



Cha Do Hyuk menyodorkan peta yang telah dibuatnya, dia memberi beberapa titik dengan tanda silang. Kemudian gantian Moo Yeom memberikan sesuatu, bentuknya dibungkus seperti permen. Itu sepertinya adalah racun.




Do Hyuk teringat ketika dia masih muda dan mengajak Moo Yeom untuk bermain nunchuck. Do Hyuk tampak begitu gembira.

“Hari latihan nunchuck... adalah yang hari terbaik.”

“Hari terbaik bagiku juga. Mungkin itu sebabnya aku merasa sedih.” Potong Moo Yeom.



Do Hyuk sudah berada di sel, dia merogoh bungkusan yang di berikan Moo Yeom. Benar saja di dalamnya ada sebuah pil, Do Hyuk menatap pil tersebut. Kemudian dengan mantap ia berniat memakannya. Namun sesuatu membuat Do Hyuk terhenti, dia menahan tangannya ketika hendak meminum pil tersebut.

Wajah mantap Do Hyuk tiba – tiba berubah gamang.
***




Pencarian ke tempat – tempat yang telah di tunjukkan Do Hyuk pun dilakukan, mereka menyisir tempat tersebut. Sampai ada seorang petugas yang berhasil menemukan sesuatu.
***





Do Hyuk memberikan pil yang ia dapat dari Moo Yeom pada Yang Chul Gon. Dia memberitahukan kalau dia telah menyelesaikan kasusnya sekarang. Do Hyuk mengira kalau Chul Gon akan menjadi seorang kepala polisi setelah berhasil menangkap Gap Dong, tapi sekarang Chul Gon telah kehilangan istri dan putrinya. Do Hyuk dengan nada sinis mengucapkan permintaan maaf. Jelas ini bukan dari dalam hati..

“Ini sangat menarik untuk membunuhmu seperti ini.” Ucap Do Hyuk sembari menyodorkan pil tersebut pada Chul Gon. Chul Gon menerimanya tanpa ragu lalu memasukkannya dalam mulut.

“Ini mungkin vitamin. Ini untuk membuatmu senang di dalam sel. Aku mempercayai Ha. Kau pikir dia akan membiarkanmu mati begitu mudah?” ujar Chul Gon membuat Do Hyuk tersentak, mungkin sedikit merasa dibodohi.
***



Ma Ji Wool mengeluarkan buku sketsa yang pernah ia berikan pada Tae Oh. Dengan telaten dia pun membuat sebuah gambar.
***



Dirumahnya, Maria tengah menatap foto dirinya bersama sahabat yang meninggal karena Do Hyuk. Dia menatap lekat – lekat sampai akhirnya dia meniup peluit pemberian Moo Yeom.

Sedangkan Moo Yeom yang berniat menemui Maria, entah apa yang membuatnya mengurungkan niat. Moo Yeom pun pergi.
***

Moo Yeom tengah berada di depan kantor polisi Iltan, namun pikirannya masih tertuju pada ucapan Maria yang merasa kalau dirinya tak bisa keluar dari bayang – bayang Gap Dong. Terlalu banyak rasa sakit yang telah dialami.
***



Maria juga masih memikirkan ucapan Moo Yeom. Dia duduk dengan perasaan tak menentu sampai akhirnya dia melihat dokumen yang tergeletas diatas meja. Disana tertulis sebuah hasil pemeriksaan, Ketidakstabilan mental.
***



Tae Oh bersama Pengacara Kwon yang melaporkan bahwa selepas Tae Oh melepas kewarganegaraanya, saham perusahaan Tae Oh pun menurun. Tae Oh tampak marah.

Ponsel Tae Oh berdering, panggilan dari Maria. Dia berkata, “Aku mungkin menyesal dan mungkin menertawakan keputusannya sendiri nanti.”
***


Sedangkan Maria sekarang tengah bersama biksu Jinjo, dia bertanya pada Maria. Apakah Maria akan pergi selepas Moo Yeom memotong rambutnya?

“Apa maksudmu?” tanya Maria tak mengerti.
***


Maria berdiri di luar, dia tengah menanti seseorang. Dia pun segera menghampiri Moo Yeom yang datang dengan menenteng dua kantong besar berisi belanjaan. Mata Maria berkaca – kaca, kenapa kau tak mengatakannya padaku?”

“Apa? Aku hanya pergi belanja ke pasar?” jawab Moo Yeom. Maria sepertinya mengetahui sesuatu, jawaban Moo Yeom masih saja membuatnya khawatir.





Moo Yeom menunjukkan gaya andalan Bruce Lee pada Maria, tapi Maria sama sekali tak terhibur dengan aksi Moo Yeom. Dia tahu apa yang ada di dalam pikiran Maria sekarang, dia berkata kalau operasi memang jadi begitu rumit. Dan Maria pasti tahu karena dia seorang dokter.

“tapi aku akan mempercepat. Aku harus benar – benar mempercepatnya.” Ucap Moo Yeom.

“Ya?” Maria tak mengerti arah pembicaraan Moo Yeom.

“Bagaimana dengan bercinta? Aku bisa bercinta kan?” tanya Moo Yeom. Maria terdiam, sama sekali tak menolak. Moo Yeom pun menarik leher Maria dan menciumnya dengan lembut. Udah pada buka puasa kan? Hehehe.
***



Tae Oh bertugas menjadi barista di cafenya, dia membuat secangkir kopi. Namun entah kenapa, tiba – tiba pikirannya teringat akan ucapan Ji Wool ketika ia bertanya bagaimana perasaan jatuh cinta itu?

Perasaan yang sulit. Ini membuatmu sengsara sampai mati. Rasa seperti itu seolah akhir dari dunia.” Jawab Ji Woo saat itu.




Ji Wool menemui Tae Oh di cafe, disana Tae Oh tampak bahagia bahkan menampakkan senyum tipis ketika melihat Ji Wool. Ji Wool berkata kalau jatuh cinta tak seburuk itu. Meskipun aku memiliki banyak waktu sulit karena Moo Yeom tapi itu membuatku dewasa.




Ji Wool mengambil buku sketsanya yang telah ia selesaikan, “Aku sudah menyelesaikan gambar yang mereka sudah mulai..”

Ji Wool mulai membuka setiap gambar, diawal tampak gambar wajah muram dan penuh kemarahan yang di buat oleh Tae Oh. Kemudian dia menujukkan pula gambar seorang anak kecil yang menumpahkan miniman yang tengah ia bawa, diraut wajah gadis itu tampak kesedihan. Kemudian gambar berungan anak – ibu yang tengah bersama, itu menggambarkan sebuah kesedian.



“meskipun kau lebih muda dariku. Tapi kau seperti ibu. Apa kau kasihan padaku?” tanya Tae Oh dengan senyum.

“Sebenarnya, Mad Monk akan operasi. Dia bisa mati. Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan untuknya. Jika aku melakukan sesuatu yang baik mungkin Tuhan akan memberkati sebagai gantinya.” Ucap Ji Wool dengan mata berkaca – kaca.

Tae Oh menatap lekat pada Ji Wool, dia mengerutkan keningnya seolah merasa sedih melihat Ji Wool yang menangis.
***



Moo Yeom tengah berada di rumah sakit, dokter menghampirinya. Dia memberitahukan kabar gembira karena Moo Yeom mengalami perkembangan yang pesat kalau dilihat dari CT Scant terakhir.
***



Tae Oh melengangkan kakinya dengan gembira, dia tengah berbicara dengan Maria lewat telefon. Tae Oh senang karena sepertinya dia bisa berhenti. Dia benar – benar bisa berhenti. Maria berkata kalau dia akan segera pergi.

“Tapi sebenarnya aku sudah di depan rumah sakit.” Ucap Tae Oh.

“Untuk apa?”

“aku juga rindu pada Mad Monk. Jika dia tahu aku akan pergi denganmu, dia akan terkejut, kan?” ujar Tae Oh.



Tae Oh menoleh, dia melihat sesosok pria yang berdiri dengan misterius. Seolah Tae Oh mengetahui sesuatu. Dia mencoba bersikap biasa dan bertanya pada Maria, apakah Tuan Ha akan selamat?

“apa maksudmu?”

“Mungkin aku terlalu nakal pada Gap Dong.” Jawab Tae Oh. Maria mengernyit mendengar jawaban absurd Tae Oh.
***



Pengacara Kwon menunjukkan sebuah dokumen pada ibu Tae Oh. Kalau nyonya tanda tangan berkas tersebut maka Taemin akan mendapatkan 70% saham dan kau akan mendapatkan 30%.

“Dia sekarang dimana?” tanya ibu Tae Oh.
***




Tae Oh waspada, dan ekor matanya memperhatikan gerak – gerik pria tersebut. Dia pun berjalan pergi, namun secara tak di duga seorang pria muda yang dandanannya seperti pelajar berjalan cepat kearah Tae Oh. Dia pun segera menusukkan sebilah pisau tepat ke perutnya.

Darah mengalir keluar dari perut Tae Oh.



Sedangkan Moo Yeom tengah dalam operasi. Tiba – tiba dokter panik melihat konsidi Moo yeom melemah. *Panggil Hoon



Tae Oh mencoba melawan pria tersebut, tapi teman pria misterius yang ada di belakang Tae Oh segera menjagal tangannya. Dengan bertubi – tubi si Pria pelajar menusuk Tae Oh tanpa ampun. Tae Oh hanya menerima tusukan – tusukan itu tanpa perlawanan.

Setelah merasa cukup, keduanya pun berhenti dan membiarkan tubuh Tae Oh limbung.
***


Do Hyuk tengah berada di penjara. “Ryu Tae Oh, kau melampauiku?”

 [FLASHBACK]


Ingatkah kalian dengan pria tampan yang sepertinya hormat dengan Do Hyuk? Iyap. Dialah yang diutus oleh Do Hyuk untuk melancarkan serangan pada Tae Oh. Pria itu tanya apa yang harus ia lakukan?

“apa maksudnya aku harus pergi?”

“K. Bunuh K itu. Tandai dia.” Perintah Do Hyuk penuh misteri.

Pria tersebut langsung tersenyum menerima perintah dari Do Hyuk, ya pak. Karena hanya akan ada satu Gap Dong.

[FLASHBACK END]



Pria yang menerima tugas dari Do Hyuk pun segera memberi tanda pada tubuh Tae Ok. Dia menulis huruf ‘K’ dipunggungnya lalu pergi meninggalkan Tae Oh.


Tae Oh bersender ke sebuah bangku di tepi jalan dengan luka yang tak henti – hentinya mengeluarkan darah. Nafasnya semakin tak tertatur menahan sakit teramat sakit. Tae Oh tersenyum, “mungkin aku memang tak bisa berhenti kecuali mati.” Ucapnya.




Pandangan Tae Oh semakin buram, dia melihat Maria yang berlari kearahnya dengan panik. Maria mencoba menutup pendarahan Tae Oh tapi percuma saja lukanya begitu banyak. Dia pun menelfon rumah sakit yang ada di belakangnya.

“Lucu, aku bisa pergi seperti ini.” Ucap Tae Oh dengan bibir yang semakin mem- biru. Maria menyuruhnya jangan berkata seperti itu.

“kebebasan memang sulit.. tapi...aku ...bisa keluarkan?” lidah Tae Oh semakin kelu.
***



Ji Wool dengan sabar menunggu Moo Yeom yang masih belum sadarkan diri pasca operasi. Namun perlahan dia membuka matanya, “Aku melihat malaikat disini, ini bukan nerakakan?” ucap Moo Yeom ketika melihat wajah Ji Wool.
***





Tae Oh semakin lemah, dia mengucapkan rasa terimakasih pada Maria yang telah menemaninya sampai akhir. Menemani disampingnya bukan dibelakangnya,  seperti janji yang pernah Maria katakan. Selepas mengucapkan kalimat itu, Tae Oh menghembuskan nafas terakhirnya. Maria mencoba mengguncang tubuh Tae Oh namun percuma, Nyawa Tae Oh sudah tak bersemayam di raganya lagi.

“Ryu Tae Oh!! Bangunlah!! Ryu Tae Oh”
***

“Bagaimana pemakamannya?” tanya Pengacara Kwon.

“Buatlah yang tenang.” Jawab ibu Tae Oh.
***



Kepolisian Iltan berhasil menangkap pelaku yang menusuk Tae Oh, dia mengucapkan bahwa di dalamnya ada Gap Dong. Tak pelak ini membuat semua orang berdecak, mereka sudah terlalu bosan menanggapi kasus yang berbau manusia biadab itu. Dan aku juga bosan karena subnya bikin pusing.
***




Maria berjalan dengan pandangan kosong, dia berpapasan dengan Ji Wool.

“Tuan Ha?” tanya Maria.

“Ryu Tae Oh?”

“Tuan Ha, apa dia hidup?” tanya Maria lagi dengan mata berkaca - kaca. sedangkan Ji Wool masih terfokus dengan jaket maria yang berlumuran darah.




Keduanya duduk di ruang tunggu rumah sakit. Ji Wool duduk terdiam mengingat permintaan Tae Oh ketika dia berniat membunuh Ji Wool pada kasus ke – sembilan. Tae Oh memuji Ji Wool karena memiliki rasa simpati yang tinggi tapi bisakah sekali saja Ji Wool menangis karena dirinya. T_T. Ji Wool masih terisak ketakutan, kalau memang Tae Oh akan membunuhnya. Dia akan mati. Kenapa dia harus melakukan itu?

Ji Wool tak bisa lagi menahan kesedihan di tinggal oleh seseorang yang beberapa waktu terakhir selalu bersamanya. Entah perasaan sedih apa yang tepat untuk menggambarkan siatuasi Ji Wool sekarang. Entah menangis sebagai Ji Wool yang mencintai Tae Oh. Ji Wool yang perduli pada Tae Oh. Hanya sebagai teman senasib, cinta bertepuk sebelah tangan. Ini membuatku penasaran, apa sebenarnya perasaan yang mereka miliki satu sama lain. KEPOMAX!!
***



Tiba waktunya makan untuk pada napi, mereka mengambil makanan secara bergilir. Seorang yang ada didepan Do Hyuk berniat mengambil sepotong dadar gulung, Do Hyuk dengan sok malah menahan pria tersebut. Dia mengatakan kalau dadar itu milihnya, Do Hyuk mengambil 4 dadar gulung sekaligus dan pergi mencari tempat duduk.

Pria tadi masih menatap Do Hyuk dan dibalas tatapan sinis olehnya. Kesal. Pria tersebut berlari dan menusuk mata Do Hyuk dengan pisau. Do Hyuk meraung kesakitan karena matanya terluka dan mengeluarkan banyak darah.
***



Moo Yeom selamat dari operasinya, dan sekarang dia mendapatkan pengangkatan menjadi sersan karena kontribusi besarnya dalam mengungkap kasus pembunuhan berantai Iltan.

Semua orang pun ikut gembira menerima pengangkatan Moo Yeom.
***



Chul Gon tengah dalam perjalanan, langkahnya terhenti ketika dia bertemu dengan seorang wanita yang berdiri menunggunya.

“Chul Gon.” Ucap wanita tersebut.
***


Ji Wool masih di sibukkan dengan membuat webtoon – webtoonnya. Namun bukan lagi mengangkat kisah menyeramkan seperti sebelumnya, dia memberikan judul Hidup Bersama untuk Webtoon kali ini.
***


Oh Maria menjadi seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit, bukan lagi di pusat rehabilitas. Dan ia tengah memeriksa seorang pasien pelajar.
***



Moo Yeom menatap lekat buku yang selama ini ia simpan untuk mengungkapkan kasus Gap Dong. Membukanya lembar demi lembar sampai pada penghujung halaman. Peta yang di gambar Do Hyuk.

Moo Yeom menutup rapi buku tersebut, seolah kisah dari cerita yang selama ini membuatnya begitu bernafsu untuk mengakhirinya. Sudah tutup buku. Moo Yeom pun menulis di cover buku coklat usang itu, Closed.
***



Moo Yeom sedang bermesraan denga Maria, dia menggodanya dengan berbagai macam ucapan tapi Maria tetap staycool dan ini membuat Moo Yeom mendesah kesal.

Seseorang tiba – tiba masuk ke mobil Maria, itu adalah Ji Wool yang sudah dewasa. Rambut tergerai. Cantik. Moo Yeom bertanya apa yang ingin Ji Wool katakan?

“Aku harap kau jangan marah. Aku tahu dimana Ryu Tae Oh berada.” Ucap Ji Wool membuat Moo Yeom mengernyit.



Ketiganya menuju ke sebuah kuil, didalamnya terdapat sebuah papan bertuliskan nama Tae Oh. Moo Yeom mengusap papan nama yang telah berdebu itu. Mereka telah menjadi orang pertama yang berkunjung kesana.
***



Chul Gon dan Sang Hoon tengah memancing di sebuah danau. Mereka membahas mengenai Gap Dong. Alasan mereka melakukan hal itu.

Sang Hoon pun mengubaratkannya seperti salju yang begitu bersih tapi terkena setetes tinta. Sebuah kejahatan yang membuat mereka terangsang untuk menjadi monster.
***




Ketiganya kembali dari kuil, Ji Wool teringat ketika Tae Oh menyuruhnya dan Maria untuk melakukan batu gunting kertas. Ketika itu Ji Wool kalah tapi pada kenyataannya Tae Oh tak membunuh Ji Wool.

“Apa Tae Oh sejahat itu?” tanya Ji Wool pada keduanya. Namuan mereka masih terdiam.

“Apa pilihan yang sangat sulit dalam hidup kalian?” tanya Ji Wool lagi.

Keduanya memiliki pikiran masing – masing. Maria ingat ketika Tae Oh meminta Maria untuk membuat pilihan, antara melihatnya mati makan racun atau menyelamatkannya. Dan ketika Tae Oh meminta Maria berada disampingnya sampai akhir.

Sedangkan Moo Yeom berfikir ketika Do Hyuk berjanji akan membuatkan peta namun ia meminta sebuah kebebasan.

“memilih Keputusan memang sangat sulit. Dan ironisnya, pilihan bukan hanya sekedar pilihan tapi lebih pada sebuah keharusan. Tidak ada seorangpun yang bisa memilih pilihan yang mereka inginkan sesuka hati. Dan kita harus membuat pilihan yang harus kita tanggung akibatnya. Tidak ada jawaban yang jelas dalam hidup. Ini akan menjadi aneh untuk membuat pilihan tanpa perjuangan. Pilihan akan menentukan jalan apa yang akan kau tempuh, entah itu jalan bebas hambatan atau jalan yang melelahkan.” Ucap Moo Yeom dan Maria bersambungan.
THE END

KOMENTAR :
Apakah ini bisa dikatakan Happy ending ketika salah satu di antara mereka ada yang meninggal?

YA. Menurut aku ini sebuah akhir yang menyenangkan. Ketiga tokoh kita bisa melewati masa sulit yang ditimbulkan karena Gap Dong. Dan berhasil mengungkapkan kasus tersebut. Aku yakin ini cukup untuk dikatakan sebagai Happy ending.

Tapi kan Ryu Tae Oh mati?!

Bagiku, ketika dia tersenyum dan mengatakan dengan gembira pada Maria kalau dia bisa berhenti. Dan ketika dia menatap sedih Ji Wool yang menangis. Cukup banget untuk membuat akhir bahagia bagi Tae Oh yang terperangkap dalam jiwa monsternya. Meskipun hanya kesenangan kesenangan, tapi akhirnya tak begitu tragis. Bukan pula dibunuh ketika dengan peluru disaat melancarkan sebuah aksi pembunuhan. Tapi disaat dia sudah menjadi manusia seutuhnya yang sudah merasakan sebuah kebahagiaan meski Cuma sekejap mata.

Dan terbunuhnya Tae Oh aku rasa itu hukuman yang setimpal. Ini sebuah drama, manamungkin dalam drama sebuah perbuatan buruk tak akan mendapatkan balasan. Disaat dia sudah membunuh banyak orang dan bukan sekedar membunuh tapi caranya yang digunakan Tae Oh juga tragis. seandainya dia masih bisa tersenyum dan tertawa bersama orang yang dikasihi. Apakah itu bisa di bilang adil? Ga kan. KONYOL kalau itu sampai terjadi.

Diawal memang tak berharap happy end buat Tae Oh, Cuma pengin liat dia sama Ji Wool aja tapi gak terlalu banyak scene juga. So, gak ada harapan lagi.  mungkin di drama berikutnya aku masih bisa melihat Joon Oppa sebagai seorang LM dan bersanding dengan Kim Ji Won. Kekeke. Ngawur.

Tapi sayangnya, aku kurang greget dengan akhir untuk Do Hyuk. Aku berharap yang lebih tragiiiiis lagi. Arg.

Gomawo yang udah mau ngikutin drama ini dari awal sampai akhir. Mungkin kalo ga ada kalian aku udah mandeg di sekitar episode 14’an. Hehehe. Makasih juga buat partner – ku, mba ayu yang senantiasa menemaniku membuat recapan drama ini. Meskipun bahasaku masih berantakan apalagi hiatus 6 bulanan buat aku lupa semua kosakata, Mba masih mau duet sama aku. Jangan lupa buat baca next project kami. Highschool Love On. Bye~~


9 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 20-2 [END] "

  1. selamat mba puji. akhirnya dapat menyelesaikan drama ini dengan baik. aku selalu menantikan ending dari kisah kehidupan yang mereka alami. walaupun jujur, aku kurang puas dengan endingnya. kenapa dia harus mati ketika bersama maria? aku lebih berharap tae oh mati ketika bersama jiwol, kemudian mengaku kalau tae oh sudah jatuh cinta sana jiwol, kemudian meng-kiss jiwol baru deh mati! haha

    walaupun aku sangat senang karna harapanku terkabul yaitu tae oh mati, tapi aku sedih juga liat tae oh mati huahah!

    drama ini keren! aku sedikit bisa memahami perilaku psycopat. mungkin ini hanya drama, tapi aku merasa jalan ceritanya sama seperti kehidupan nyata. karna kebetulan, aku mengenal seseorang yang punya sedikit jiwa psycopat dan gejalanya. huahah.. tapi aku gak akan bertindak kayak jiwol untuk menghadapi si psycopat ini.

    hmm.. sudah cukup panjang? okelah. aku suka komentar mba puji. aku suka tulisan mba puji. aku suka mba puji/?. semangat terus. jaga mood dengan baik.

    okee.. dengan ini aku akhiri. akhirnya pikiranku bisa terfokus buat belajar sepenuhnya sekarang, udah gak penasaran lagi. huahahah
    beloved readers:
    -Syj-

    ReplyDelete
  2. keren... tapi endingnya juga g seperti yang diharapkan...

    ReplyDelete
  3. Huah.... Sedih tae oh mati....
    Setuju bbangets dgn komen yg diatas andai aja tae oh mati pas lg sama ji wool hemm tp ngak apa" semoga aja di drama yg akan dtng ji wool main bersama tae oh lg (berharap banget) hehe makasih mbak puji udah mau membuat sinop gap dong :)

    ReplyDelete
  4. makash mbak buat sinopnya..

    Tp kurang suka sama endingnya..
    Iy sih, kurang adil klu pembunuh kek gtu hidupnya bahagia, tp ttep aja..
    Berharap Ji Wool sama Tae Oh..

    Do hyuk nyebelin.. Mestinya endingnya dia mati aja..
    Tp intinya, drama ini saya suka... :D

    ReplyDelete
  5. JOONIE KEREN HAHAHA
    kalo ga gini mungkin kurang ngena juga :P
    sip, sip asal di drama berikutnya ga mati lagi kayak.... ^^"
    terimakasih juga mbak ayu dan puji
    tulisannya puji makin apik nih dari sinop-sinop sebelumnya, DAEBAK XD

    ReplyDelete
  6. Daebak,,,,akhirx tamat juga yg brakhir dgn apik,,,trma ksh para author atas waktu&coretanx...keep fight

    ReplyDelete
  7. waahh.. padahal udah nonton dramanya apalagi pas endingnya berulang kali.. tapi tetap ajah kalau baca sinopsisnya punya kesan tersendiri.. setuju sama penulis... kisah Ji Wool sama Tae Oh menarik dan buat penasaran... chemistrynya bagus neh... dan ini yang menarik dari drama korea.. mereka mengangkat sebuah kisah dari sudut pandang yang beda... kita jadi bisa melihat sisi lain dari psikopat... intinya pesan Ji Wool sama Tae Oh adalah memanusiakan manusia... bahkan monster pun bisa jadi manusia jika kita memperlakukan mereka sebagai manusia... walaupun kemungkinannya kecil, tapi setiap orang punya hak untuk kesempatan ke dua...

    ReplyDelete
  8. Gumawo onnie sinopsisnya.. walopun disayangkan knp tae oh mati...hikssss,, knapa drama korea slalu mmbuat org ketiga yg perannya gemesin menjadi korban,,tp tetep tae oh,saranghae,hehhe..

    ReplyDelete
  9. gap dong yang 20 thun lalu itu sapa y?

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^