Sinopsis Trot Lovers Episode 1-2




Jun Hyun menatap remeh pada Choi Chun Hee. Kalau memang bukan Chun Hee yang mengatakan rahasia itu, siapa lagi kalau bukan kau? Dan jangan – jangan sekarang kau membawa perekam?

Chun Hee balas menatap remeh. Kemudian suara ringtone ponsel terdengar begitu lantang menyenandungkan musik trot. Jun Hyun semakin mengejek Chun Hee yang membuat nada deringnya begitu keras.

Chun Hee tak begitu memperdulikan lalu mengangkat telfonnya. Dia berkata kalau ia akan segera kesana.




“Bagaimana bisa seorang anak muda seperti dia mendengarkan beberapa lagu seperti itu?” ejek Jun Hyun. Chun Hee mencoba tenang menghadapi Jun Hyun. Memang apa maksud dari lagu itu? Dia tahu kalau level lagu itu memang tinggi. Jadi bukan level musik untuk Jun Hyun lagi. Dan lagi, Chun Hee menjelaskan kalau dia sama – sekali tak mengirimkan kisah atau surat. Dan mungkin saja itu sebuah kebetulan.

“Jika kau terus menjadi seperti ini, aku masih bisa pergi sekarang dan mengungkapkan semuanya. Aku akan mengungkapkan semuanya!” Ancam Chun Hee dengan bentakan. Kemudian dia juga memandangan Jun Hyun sebagai seseorang yang sama sekali tak masuk kaulifikasi untuk musik. Dia berada di tingkat paling rendah.

Jun Hyun tak bisa lagi menahan emosinya namun Tae Song mencoba menahan tubuh Jun Hyun.




Chun Hee pun permisi untuk kembali kerja, Jun Hyun menunjukknya dengan geram. Dia menyuruh Chun Hee yang telah berlalu untuk kembali. Chun Hee pun menghembuskan nafas kesal, dia kembali dengan gaya kerennya.

Tae Song segera berdiri diantara dua manusia yang tengah tersulut emosinya tersebut.

Beraninya kau mencoba untuk mengajarku? Apa katamu? Aku tidak memiliki kualifikasi untuk berada di industri musik? Aku ini orang yang tingkat rendah? Ak benar-benar rendah? Beraninya kau angkat dagumu sehingga bangga dan bertindak begitu arogan?” bentak Jun Hyun pada Chun Hee.




Seseorang lewat di area parkir tempat Jun Hyun dan Chun Hee adu mulut. Jun Hyun segera bersembunyi di balik pantat Tae Song lalu berjalan membungkuk menuju van. Dia takut kalau imagenya jadi buruk jika para fans tahu sifat Jun Hyun yang sebenarnya.

Hei! Kau pikir kau akan aman bahkan menjadi begitu? Aku bersumpah sekarang tapi aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Aku akan mengejarmu sampai ke ujung bumi dan menghancurkanmu!” Ancam Jun Hyun yang di tanggapi senyum remeh oleh Chun Hee.
***


Chun Hee kembali ke gedung gym, disana masih ada Geun Woo yang tengah menelfon seseorang. Dia berkata kalau dia sedang ada di hawaii dan menyaksikan pemadangan pantai yang indah. Chun Hee berdecak heran mendengar bualan Geun Woo. “Dan ada gadis jelek juga disini.” Ucap Geun Woo ketika menatap Chun Hee. Haa. Chun Hee yang sudah kepalang bete ga mau ambil pusing dan masuk ke lift.



Orang di seberang telefon adalah ayah Geun Woo yang tahu persis kalau putranya tengah berbohong. Dia sudah membiayai sekolah dan memberi makan Geun Woo maka dari itu dia menyuruhnya untuk pulang dan menjaga ibu.

Ayah Geun Woo mulai sakit kepala karena ucapannya tak pernah di gubris oleh Geun Woo. Geun Woo heran kenapa ayahnya buru – buru? Bahkan belum sampai satu jam mereka bertelfon tapi Ayahnya sudah menutup telfonnya. Apa ia tak mau memberikannya ceramah?

Tuut. Giliran Geun Woo yang di cuekin. Ayahnya telah memutus panggilan tersebut.
***



Ayah bersama dengan kedua  putrinya tengah makan, Myung Sik membagi sayap ayam yang terdapat dalam sup. Memberikan sebagian untuk Chun Hee dan sebagian untuk Byul. Chun Hee menolak, dia ingin ayahnya yang memakan tapi Myung Sik menolak.



Ting – tong. Bel rumah Chun Hee berdering, ia berniat membukakan pintu namun Myung Sik menahan agar ia saja yang membukakan pintu.

Itu dari jasa pengiriman, Myung Sik mengecek apa yang ada dalam amplop tersebut. Entah apa itu, ia segera mengnyembunyikannya dalam tas. Chun Hee jelas penasaran dan ingin melihatnya. Namun Myung Sik tetap melarang. Mereka jadi berebut seperti anak kecil.

“Aah, kau melakukan itu lagi. Bisa kita makan malam dulu? Hah?” tanya Byul membentak.



Keduanya segera terdiam dan kembali duduk. Namun Chun Hee masih penasaran dan komat – kamit pada Myung Sik.

“hhmmm...hmmm...” Byul berdehem. Membuat Chun Hee tersenyum dan kembali makan.
***




Chun Hee sedang menghadap pada manager gym, manager itu menanyakan mengenai ponsel yang kemarin. Chun Hee mengatakan kalau dia sama sekali tak tahu hanya saja ada seorang pelanggan yang tak sengaja mengambilnya dan menitipkan padanya di dalam lift. Manager tak percaya karena ia tahu status keuangan keluarga Chun Hee. Sebelum adanya Chun Hee disana. Barang hilang jarang sekali terjadi tapi sekarang hampir tiap minggu ada barang hilang. Mungkin dia salah juga karena memperkerjakan pekerja yang memiliki utang.

Chun Hee bersumpah kalau bukan dia tak mengambilnya namun manager Gym tak perduli tersebut tak perduli. Kemudian memberikan Chun Hee pesangon
***


Chun Hee berlari di sebuah lapangan, untuk menghilangkan kekesalan dan kemarahannya. Dia mencoba menghilangkan sedikit beban dan terus berlari sampai dia merasa kelelahan.

Sadarlah sedikit, Choi Chun Hee. Hanya karena kau dipecat bukan berarti hidupmu berakhir.” Ucap Chun Hee untuk menyadarkan diri.

Ringtone ponsel Chun Hee terdengar, dia segera menerima panggilan seseorang. “Ya? Toko kami?” tanya Chun Hee terkejut.
***



Chun Hee berlari menuju toko milik ayahnya, sudah ada beberapa orang yang mengangkut barang – barang dari toko. Chun Hee mencoba menahan mereka namun percuma saja. Chun Hee masuk ke toko, dia terkejut melihat seluruh barang dalam toko sudah ludes.

Seseorang yang mengangkut barang – barang membawa radio milik Chun Hee, Chun Hee segera merebut radio tersebut. Dia memohon agar radio tersebut jangan dibawa. Hanya itu, jangan.




Semua orang yang mengangkut barang Chun Hee sudah pergi. Chun Hee memutas kaset lagu trot. Chun Hee menonton rekaman CCTV yang terpasang di toko mereka. Tampak ayah Chun Hee yang melakukan semua aktivitas kesehariannya di toko. Tidur bahkan juga disana hanya dengan alas tikar.

Chun Hee melihat semua itu dengan penuh kepedihan. Toko yang selama ini ayahnya jaga dan rawat dengan baik sekarang harus ditutup. Chun Hee tak bisa menahan air matanya yang mengalir.

“Ibu...” Ucap Chun Hee ketika melihat foto sang Ibu, Oh Sung Joo.
***



Presdir Shine Star, Jo Hee Moon tengah memperhatikan beberapa foto yang di berikan oleh bawahannya. Orang tersebut berkata kalau orang yang sedang presdir cari sudah meninggal tapi masih ada suaminya. Orang tersebut kemudian memberikan foto kedua putri Sung Joo dan alamat mereka tinggal.


Jun Hyun datang ke ruangan Presdir Jo dan segera di sambut hangat olehnya.



Jun Hyun bersama dengan salah seorang staf berkeliling di Shine Star. Seorang gadis berpapasan dengan Jun Hyun, keduanya tampak kenal akrab. Gadis itu kita ketahui sebagai Park Soo In.

“Halo, sunbaenim. Apa kau disini untuk membuat kontrak? Perusahaan kami sangat gembira bahwa superstar datang.” tanya Soo In ramah.

“Aku akan melihatmu sering-sering sekarang.”

Soo In pun permisi pergi, sedangkan Jun Hyun menatap kepergian Soo In dengan senyum terpesona.


Staf tersebut menunjukkan ruang latihan dan ruang kerja Jun Hyun. Namun Jun Hyun memandang remeh semua itu, Kau bilang kau akan memberiku yang terbaik. Apa ini yang terbaik?

Staf tak begitu menggubris dan menunjukkan pada Jun Hyun beberapa tempat.





Jun Hyun berdiam sampai di ruang kerjanya, dia segera merogoh ponsel yang tersimpan dalam saku. Dia penasaran dimana keberadaan Soo Ini. Dia pun menghubunginya. Namun ternyata Soo In sudah ada disana dan bersembunyi di balik rak. Soo In mengalungkan lengannya di leher Jun Hyun, Aku Disini.

Jun Hyun berkata kalau dia memiliki sebuah hadiah untuk Soo In kemudian memasangkan earphone di telinga Soo In. Soo In mendengarkan alunan musik yang menggema di telinganya.

“Kau suka” tanya Jun Hyun.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Soo In sembari menatap Jun Hyun intens. Jun Hyun pun canggung di perlakukan seperti itu. Apalagi ketika Soo In mencium bibir Jun Hyun, mata Jun Hyun terbelalak. Terkejut.
***



Chun Hee berjalan dengan lemas menuju rumahnya. Byul duduk termenung di ujung tangga, dia pun segera bangkit ketika sang kakak pulang. “Unni”

Chun Hee membimbing adiknya untuk duduk. Byul berkata kalau dia takut sendirian. Kenapa kakaknya baru pulang sekarang.

“Kau menunggu untukku dalam waktu yang lama?” Tanya Chun Hee lalu memeluk Byul yang tampak sedih.


Presiden Jo mencari – cari alamat seseorang, dia berkeliling melihat kesana – kemari sampai pada akhirnya dia melihat Chun Hee dan Byul yang tengah bersama.


Chun Hee menawarkan Byul untuk menyanyikan sebuah lagu. Dia ingin menghibur Byul yang tengah dilanda kesedihan. Byul masih muram dan mengangguk lemas menerima tawaran Chun Hee.




Chun Hee mengulurkan tangannya untuk mengajak Byul bernyanyi bersama.

Perlahan, halaman yang hanya terdapat sebuah bangku kecil itu perlahan berubah menjadi sebuah panggung dengan penuh kerlap – kerlip. Mereka bernyanyi dan menari bersama untuk menghilangkan pikiran berat dan masalah yang mereka hadapi.

Perlahan wajah muram mereka berubah menjadi ceria kembali.

Dan penampilan mereka berakhir. Penampilan yang disajikan untuk melipur kesedihan mereka sendiri tanpa yang penonton itu. Chun Hee pun mengajak Byul untuk masuk ke dalam rumah.


Presdir yang ternyata sedari tadi memperhatikan penampilan Byul dan Chun Hee itupun mengangguk mantap. Tampak sebuah keyakinan dalam raut wajahnya.
***




Seseorang membaca berita mengenai penandatanganan kontrak antara super star Jang Jun Hyun dengan perusahaan hiburan Shine Star. Jun Hyun masuk kedalam ruangan orang tersebut. Jun Hyun tahu kalau dia membaca berita mengenai dirinya. Tanpa dipersilahkan Jun Hyun segera duduk dan dengan gaya sok menaruh kakinya ke atas meja. Pria tersebut tampak tak suka tapi mencoba tetap diam saja.

“Aku melihatmu ketika kau masih kecil. Ini sedih sekali melihatmu pergi begitu.”

“Kau mendapatkan banyak uang karena aku. Aku harus melakukan musik yang aku lakukan sekarang.” Ucap Jun Hyun.

Pria tersebut tampak semakin tak suka. Dia berkata kalau dirinya ada perlu jadi tak bisa ikut ke pesta selamat datang.
***




Sebuah adat kebiasaan, Jun Hyun dkk pun pergi ke club untuk merayakan masuknya Jun Hyun ke Shine Star. Jun Hyun menikmati pesta itu dengan menenggak bir bergelas – gelas. Menari dan bernyanyi bersama dengan yang lainnya.

“Mari kita bertemu di puncak.” Ucap Jun Hyun yang sudah mabuk berat.
***


Chun Hee masih terjaga di malam gelap, sedangkan Byul sudah terlelap dalam tidurnya. Chun Hee duduk dengan cemas kemudian mencoba menghubungi ayahnya namun tak memperoleh jawaban. Akhirnya Chun Hee meninggalkan pesan suara untuk sang ayah. “Ayah, kau dimana? Kenapa aku tidak bisa menghubungimu? Kembalilah ke rumah! Aku khawatir. Cepat kembali, ya?”

Chun Hee menghembuskan nafas berat. Berbagai masalah menimpanya hari ini.
***



Chun Hee menunggu kehadiran seseorang di depan gedung Gym, dia meminta dirinya sendiri agar sabar dalam berbicara nanti. Dia menghela nafas dalam – dalam. Manager Gym datang. Chun Hee segera menghampirinya.

“Permisi, manajer, dalam dua tahun terakhir, aku tidak pernah terlambat. Jika kau membiarkanku bekerja lagi, aku akan bekerja 100 kali lebih keras dari sebelumnya.”

“Nona Choi Chun Hee, ini sangat menyedihkan. Kenapa kau melakukan ini?” ucap manager Gym.




Dua orang pertugas akan memasang banner, dia bertanya pada Manager dimana mereka harus memasang banner tersebut. Chun Hee menatap banner tersebut, terdapat foto Jun Hyun yang berjabat tangan dengan Manager Gym.

Pikiran Chun Hee segera tertuju pada ancaman Jun Hyun sebelumnya, dia mengancam akan menghancurkan kehidupan Chun Hee. Dia pun tersadar kalau dalang di balik pemecatannya adalah Jun Hyun.



Chun Hee pergi dari tempat Gym dengan kesal, dia menghubungi Tae Song untuk bertanya apa yang mereka lakukan di Pusat Olahraga. Chun Hee langsung menuduh kalau Tae Song lah yang mencoba membuatnya dipecat dari Gym. Tae Song berkata kalau itu bukanlah urusannya.

“Lalu siapa yang bisa?” tanya Chun Hee geram.

Chun Hee menghubungi nomor lainnya namun tak memperoleh jawaban.

Hei, Jang Jun Hyun.  Kenapa kau tidak menjawab teleponmu? Cepat jawab telponmu, mengerti?! Cepat jawab, yah?!” Chun Hee meninggalkan pesan suara untuk Jun Hyun dengan marah.
***


Dan orang yang tengah di cari Chun Hee ternyata masih tertidur dengan pulasnya. Ada juga bekas lipstik yang terdapat di pipi Jun Hyun.

Seorang wanita tengah berkutat dengan ponsel miliknya, terdapat foto Jun Hyun yang tidur tengkurap dan hanya mengenakan pakaian dalam. Wanita itu mengunggah beberapa foto tersebut dengan judul kebenaran Jang Jun Hyun. Dia pun tersenyum sinis.

Kemudian meletakkan ponsel itu kembali, wanita tersebut giliran mengambil ponsel Jun Hyun. Terdapat panggilan masuk sebanyak 22 kali. Wanita mendengarkan pesan suaranya, terdengarlah suara kemarahan Chun Hee yang menanyakan dimana Jun Hyun berada.

“Aku berada di Hotel Korea.” Pesan Wanita tersebut pada Chun Hee.
***



Chun Hee mencoba menerobos masuk ke gedung Shine Star namun penjaga menghalanginya. Chun Hee beberapa kali mencoba menerobos tapi tak bisa. Dia memohon agar bisa bertemu dengan Jun Hyun, sekali saja. Namun petugas tak perduli dan menyuruh Chun Hee untuk pergi.

Chun Hee merengek kesal. Ponsel Chun Hee berdering karena sebuah pesan teks masuk. Aku berada di kamar di Hotel Korea. Datang jika kau mau bertemu.

“Mati kau nanti.” Ucap Chun Hee selepas membaca pesan Jun Hyun.
***


Jun Hyun dengan malas meraih ponsel yang sedari tadi terus berdering mengusik tidurnya. Tae Song bertanya dengan panik, dimana Jun Hyun berada. Jun Hyun malas, kenapa?

“Kau tidak harus bertanya keanpa. Ada masalah besar! Tenangkan dirimu! Bangun sekarang! Hyung, orang macam apa kau?! Apa yang kau lakukan sampai buruk begitu? Aku tidak bisa tidur sama sekali karena aku sedang mencari kalian.”


Sedangkan di sisi lain, Chun Hee tengah sibuk mencari kamar mana tempat Jun Hyun menginap.


Jun Hyun terbangun ketika mendengar penuturan Tae Song.  Jun Hyun bertanya apa itu sudah dipastikan kalau dia? Dia sama sekali tak mengingatnya. Tae Song membenarkan. Dia menyuruh Jun Hyun segera bangun dan kabur dari wartawan.

Jun Hyun berjongkok mencari – cari sesuatu di kolong ranjang. Chun Hee sampai ke kamar Jun Hyun dan berteriak kesal padanya. “HEI. Jang Jun Hyun!!!”



Chun Hee segera berbalik ketika melihat Jun Hyun hanya mengenakan pakaian dalam. Chun Hee menyuruhnya segera memakai baju. Tae Song yang juga mendengar pembicaraan Chun Hee dan Jun Hyun ikut terkejut, dia menyuruh Jun Hyun segera memakai baju dan keluar.

Namun Jun Hyun tak mempunyai banyak waktu, dia mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya. Dia menendang Chun Hee agar segera keluar dari kamar hotelnya. Namun Jun Hyun berhenti, diam terpaku ketika mendengar teriakan wartawan yang berhasil menemukan kamarnya. Jun Hyun panik.






Jun Hyun dan Chun Hee bersembunyi bersama dalam lemari pakaian. Jun Hyun mencoba menutupi keberadaan keduanya dengan selimut. Namun karena selimut itu digunakan sebagai penutup maka tubuhnya jadi tak terlindung. Chun Hee menatapnya dengan kikuk. Jun Hyun langsung menutup ketiaknya yang berbulu dengan tangan.

“Apa yang kamu lakukan sekarang?” tanya Chun Hee. Reflek Jun Hyun membungkam mulut Chun Hee dengan tangan bekas untuk menutup ketiak. Hahaha. Chun Hee menampik tangan tersebut lalu menampar wajahnya.

Jun Hyun gak terima, dia meraih kerah baju Chun Hee. Chun Hee balas dengan menggigit tangan Jun Hyun. Keduanya pun bergulat dalam ruang gelap nan sempit itu.




Jun Hyun sadar kalau bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal tak penting tersebut. Dia mengajak Chun Hee untuk kabur. Namun wartawan ternyata belum jauh dari kamarnya, mereka menemukan keduanya lagi.
Sontak Jun Hyun mengajak Chun Hee lari menuruni tangga. Chun Hee yang ga memiliki sangkut paut dengan masalah Jun Hyun jadi kesal. Dia menarik tangannya dari genggaman Jun Hyun. Dengan kesal dia bertanya kalau Jun Hyun lah yang pasti telah membuatnya di pecat?

Jun Hyun tak memperdulikan pertanyaan tersebut. Kalau memang Chun Hee tak mau wajahnya ada di koran. Maka dia harus kabur dengan Jun Hyun.



Mereka berdua pun berlari menuju ke tempat parkir. Jun Hyun mencari – cari keberadaan mobilnya. Setelah menemukan tempat parkir mobilnya, ia pun menghembuskan nafas lega.

Jun Hyun pun menyuruh Chun Hee untuk pergi namun Chun Hee menolak karena Jun Hyun belum menjelaskan mengenai pemecatannya. Jun Hyun tak perduli dan lari meninggalkan Chun Hee.



Chun Hee berniat mengejar namun urung ketika melihat wartawan yang begitu liar mengejar Jun Hyun. Chun Hee kembali ke persembunyiannya. Sedangkan Jun Hyun masih berlari dengan panik. Penuh semangat untuk mempertahakan popularitasnya.






Sebentar lagi, Jun Hyun hampir sampai ke pintu mobilnya. Dia melepas selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya. Dengan penuh dramatisasi dia berlari dengan konyol, namun tepat saat sampai ke depan pintu. Tae Song tiba – tiba membuka pintu mobil. Jun Hyun yang berlari tak bisa menge – rem laju badannya. Dia pun menubruk pintu tersebut. Dia jatuh terlentang dan wartawan segera mengerubutinya untuk mengambil gambar.

Tae Song panik juga tapi tak bisa berbuat apa – apa dan hanya menutup wajahnya, ikut malu. Chun Hee pun melakukan hal sama, dia menutup wajahnya ikut prihatin.
***


Berita mengenai Jun Hyun tersebar luas dan menjadi topik hangat. Foto – foto dirinya bermunculan. Semua lapisan masyarakat mengetahui berita tersebut, mulai dari muda sampai tua.


Berita tersebut tak luput pula sampai ke telinga Chun Hee, bukan hanya mengani skandal seks Jun Hyun tapi juga masalah mengenai dirinya yang menyewa pemain marathon untuk menggantikannya berlari. Chun Hee bergumam kalau bukan dirinya yang melakukan itu.



Byul menghampiri Chun Hee yang tengah memasak, dia pun menyuruh Byul untuk duduk dan ia nanti yang akan menyiapkan makan untuk Byul. Byul menopang wajahnya dengan muram, dia masih memikirkan sang Ayah yang juga belum kembali. Akan lebih baik kalau mereka juga makan bersama ayah. Kapan ayah pulang?

Chun Hee tersenyum menenangkan. Dia yakin kalau ayah mereka akan segera menghubungi.

Ponsel Chun Hee berdering, dia menerima pesan dari Ayah yang meminta maaf. Maafkan aku. Chun Hee menatapnya dengan sedih.

“Apa itu ayah?”

“Ya... ya... Ayah bilang dia maaf. Ini pertama kalinya ayah bilang maaf.” Ucap Chun Hee sedih.
***




Jun Hyun frustasi menghadapi masalah yang tengah ia hadapi dan kembali mabuk dalam apartemennya. Sorak para penggemar yang mencoba menguatkan Jun Hyun agar tetap semangat dan kembali bangkit. Mereka mencintai Jun Hyun.

Jun Hyun pun menuju ke balkon, dia menatap ratusan penggemar yang dengan setia menguatkannya. Berdiri dengan semangat dan tanpa lelah.

“Aku punya penggemar. Penggemar itu akan melindungiku.” Ucap Jun Hyun seraya mengepakkan kedua tangannya. Seolah dia berusaha terbang. Haweuh. Gak nahan liat tingkah Jun Hyun.



Hari berganti hari. Ratusan penggemar hanya bersisa puluhan. Puluhan berubah menjadi satu. Sampai pada akhirnya penggemar terakhir pun pergi meninggalkan Jun Hyun.

Jun Hyun mencari – cari dimana penggemarnya. Namun sudah tak bersisa satupun.
***
3 Bulan Kemudian


Chun Hee menemui salah seorang teman ayahnya untuk mencari informasi. Namun pria tersebut juga tak mengetahui keberadaan Myung Sik tapi dia yakin kalau Myung Sik akan segera kembali karena dia begitu menyayangi kedua putrinya. Dia menyuruh Chun Hee agar jangan terlalu khawatir.

Chun Hee berterimakasih. Dia meminta pria tersebut agar menghubunginya kalau tahu keberadaan sang Ayah.
***




Jun Hyun menghabiskan waktunya yang tak memiliki kegiatan dengan menonton TV dan memakan ramen ber bungkus – bungkus. Tae Song masuk ke apartemen Jun Hyun dan segera di sambut dengan lemparan bantal. Jun Hyun kesal darimana Tae Song pergi? Bahkan dia sampai tak bisa makan dengan baik. Tae Song berkata kalau dirinya habis dari Shine Star. Jun Hyun geram, dia ingin pindah saja dari Shine Star.

“Karena Gadis medali pengacau itu.” Jun Hyun kesal.

Situasi mereka bukan dalam posisi yang baik untuk mempermasalahkan Chun Hee. Tae Song menyuruh Jun Hyun untuk segera pindah.

“Apa? Kenapa kau bilang begitu sekarang?”

“Kau tidak tahu itu? Apa pekerjaanmu? Kau harus menjaga dirimu! Lihat, harus ada sesuatu untuk dijual..” ucap Tae Song. Jun Hyun yang tak siap mendengar lanjutan dari ucapan Tae Song pun menujuknya dengan remote. Dia memencet tombolnya dengan geram, Diam! Diiaam!!


Tae Song telah pergi. Jun Hyun menghubungi Soo In untuk bertanya kenapa beberapa hari ini dia sangat sulit untuk menghubunginya.
***




Jun Hyun bertemu dengan Soo In di sebuah restoran. Jun Hyun menceritakan apa yang terjadi padanya. Dia yakin kalau seseorang telah menjebaknya dan menaruhnya dalam perangkap. Meskipun banyak orang yang tak mempercayainya kalau Soo In mau percaya padanya maka ia akan baik – baik saja.

Soo In menggenggam tangan Jun Hyun dan meminta jangan melanjutkan lagi ucapannya tersebut. Jun Hyun tersenyum. Soo In kemudian merogoh amplop dari saku jasnya dan memberikan pada Jun Hyun. Jun Hyun jelas bingung maksud Soo In.

“Lagu, kau menulis lagu debutku.” Jadi Soo In ingin membayar lagu yang pernah Jun Hyun ciptakan untuknya. “Kudengar kau benar-benar berjuang akhir akhir ini.” Lanjut Soo In.

Jun Hyun masih bingung dengan sikap Soo In. Namun Soo In sudah tak mau lagi berlama – lama lalu meninggalkan Jun Hyun. Dia sedang sibuk menyiapkan album debutnya.
***



Jun Hyun menenteng oleh – oleh untuk menemui seorang direktur. Dengan gaya yang masik sok, dia menyapa direktur tersebut lalu duduk tanpa permisi.

“Terakhir kali, Kau tahu bagaimana kau memintaku untuk berada di restoran malam dan aku menolaknya. Aku punya citra yang kuat dari seorang artis. Tapi, aku telah memikirkannya dengan hati-hati, dan mungkin baik sekali.”

Direktur tersebut berkacak pinggang dengan raut malas mendengar ocehan sombong Jun Hyun. Dia menyuruh Jun Hyun berdiri. Direktur sama sekali tak tertarik karena Jun Hyun sendiri bahkan kesulitan untuk melakukan siaran. Jun Hyun yang mendapatkan penolakan akhirnya pergi namun direktur itu menghentikannya. Dia menyuruh Jun Hyun untuk membawa oleh – oleh tersebut, Jun Hyun menyuruhnya untuk meminum saja.

“Ini jadi susah untukmu. Jadi minum saja. Figh-ting!” Ucap direktur itu penekanan. Mulut Jun Hyun hanya bisa bergetar menahan marah.
***



Tae Song membukakan pintu mobil untuk Jun Hyun, namun Jun Hyun masih terdiam dengan mata terpejam. Jun Hyun memanggil Tae Song dengan Tae Song Hyung. Tae Song merasa aneh dengan panggilan Jun Hyun.
Jun Hyun mengucapkan terimakasih pada Tae Song lalu menyuruhnya untuk pergi dan jangan datang lagi untuk bekerja. Tae Song mencoba mengatakan sesuatu tapi Jun Hyun masih mengoceh dengan sedih. Dia menyuruh Tae Song untuk pergi.

“Agensi ini bilang kepadaku untuk kembali van hari ini! Kupikir... kau... turun dulu... sekarang.” Ucap Tae Song tak enak hati.


Jun Hyun pun turun. Dia menatap kepergian mobil van yang senantiasa menemaninya. Dia tampak sedih.


Disisi lain, Chun Hee habis keluar dari kantor polisi untuk melaporkan ayahnya yang menghilang.  Chun Hee kembali pulang dengan sedih.
***





Keesokan harinya, Jun Hyun pergi ke Star Shine. Para staf menatap kehadiran Jun Hyun dengan aneh. Seolah mencemoohnya.

“Dimana presdir?” tanya Jun Hyun namun dengan segera staf disana menahan Jun Hyun dan menyeret tubuhnya keluar. Namun Jun Hyun menolak hingga mereka terpaksa menjunjung Jun Hyun. Presdir Jo sampai melihat kejadian itu, dia menyuruh mereka semua untuk berhenti lalu menyuruh Jun Hyun masuk ke ruangan.

Jun Hyun merasa dapat pembelaan, dia melet sebal pada staf yang telah mengusirnya.



“Kau tahu situasimu saat ini, kan? Jika aku menerimamu sekarang, apa yang akan kau lakukan untukku?” tanya Presdir Jo membuat Jun Hyun berfikir.




Jun Hyun sekarang sudah berada di jalan,  dengan menunduk – nunduk dia mencoba menutupi wajahnya dari beberapa orang yang melintas di.

Jun Hyun sudah berdiri di suatu rumah, dia harus menemui seorang gadis yang akan menjadi trainee. Dan gadis tersebut adalah Choi Chun Hee. Jun Hyun terkejut melihat Chun Hee yang dimaksud adalah gadis medali gila yang sangat ia benci.

“Itu kau, dan bukan orang lain. Lain ceritanya jika ini kau. Kau dalam situasi seperti ini.”

“Siapa? Aku?” tanya Chun Hee berdecak tak percaya.

“Kau membuatku seperti ini. Jang Jun Hyun, Dewa Musik yang sengaja dihancurkan olehmu. Kalau saja kau tidak membuat kesepakatan besar dengan medali, dan mengikutiku ke hotel dan membuat masalah! Aku yang polos terlibat dalam skandal dan sekarang melihat wajah kotormu! Penuh dengan tuduhan palsu, dan dunia ini penuh dengan kebohongan dan ketidakpercayaan, dan semua, semua ini adalah karena kamu! Kau pembuat onar!” Jun Hyun mencak – mencak menyalahkan Chun Hee. Sedangkan Chun Hee hanya melengos tak percaya menerima tuduhan Jun Hyun.
*********
KOMENTAR :
Seperti yang di katakan oleh Jun Hyun, seandainya kalau memang ada yang menjebak Jun Hyun. Aku pikir pelakunya adalah Presdir yang telah membesarkan nama Jun Hyun. Tapi dia kesal ketika Jun Hyun sudah punya nama tapi malah meninggalkan perusahaan yang membesarkan namanya tersebut. Kacang lupa kulitnya. Apalagi di tambah Jun Hyun yang pergi dengan cara yang kurang hormat, cukuplah alasan tersebut untuk membuatnya menjebak Jun Hyun.


Dan sedihnya, rating drama ini benar – benar rendah. Tapi aku berharap dibeberapa minggu ke depan rating menaik – naik dan naik. Kesian sama staf yang udah kerja keras untuk membuat drama ini, dan juga pemain yang telah bekerja keras. Aku aja kadang kalau melakukan sesuatu tapi ga terlalu mendapatkan respon kan pasti jadi sedih, dan aku juga tahu perasaan mereka. Hahahaha.

Dan episode selanjutnya, kalian tunggu di blog mba Lilik yah. Dia Drama Populer. OK^^

7 Responses to "Sinopsis Trot Lovers Episode 1-2 "

  1. moga2 rating nya naik,,, aku suka dramanya, mungkin karna pemainnya,, Eunji :)....
    tetep dilanjutin ya sinopsisnya.... ditunngu ...
    ~fighting~........ ^_^

    ReplyDelete
  2. Klo menurut ku filmnya bagus ko
    Di lanjut yaaa
    Semangat..

    ReplyDelete
  3. Menurut aku juga dramanya bagus, lucu pula.. Apa yg bikin ratingnya rendah ya? :(

    Terus semangat buat sinopsisnya ya mba puji.. Fighting!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut aku sih karena baru tayang yah, lagipula dua drama saingan yg slot sama itu udh lama tayang kayak Doctor Stranger sama Triangle.

      Semangat^^

      Delete
  4. Chingu...gap dong nya lanjut dong yah..udh pnasaran bgt..hehe
    btw..gomawo buat sinop nya..^^ :D

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. semangat ya ^^ ditunggu eps trbaru.a

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^