Sinopsis A New Leaf Episode 10-1



Kim Seok Joo tengah dalam perjalanan, dia melakukan perjalanannya sambil mendengarkan berita mengenai kasus grup Yurim.

8 orang diduga bertanggung jawab atas kasus Grup Yurim, termasuk Direktur Keuangan, Yoo Jeong Seon. Diduga Presdir Kwon, anggota dewan Yurim Securities, dan CEO anak perusahaan bersekongkol sejak 22 Pebruari hingga 17 September tahun lalu untuk menerbitkan saham, obligasi, dan sekitar 594 juta Won

Seok Joo pun menghubungi sekretarisnya untuk segera mencari tahu siapa yang mengambil alih kasus Yurim darinya dan segera dapatkan informasi sebanyak mungkin. Dia akan membacanya setiba di kantor.



Dengan maksud memfasilitasi penerbitan saham anak perusahaan Grup Yurim, mereka memalsukan laporan ke media untuk memikat para investor. Pihak Kejaksaan yakin bahwa korban yang terkena dampak langsung mengalami kerugian sebesar 5 juta Won.


Lee Ae Sook juga mendengarkan berita yang sama dengan Seok Joo, dia segera mengeluh mendapati saham yang ia beli tak lagi menguntungkan. Dia pun bergegas pergi untuk mengurusi masalah tersebut meninggalkan adik Ji Yoon yang masih asyik dengan eskrimnya.



Lee Ji Yoon tengah disibukkan dengan buku buku tebalnya mengenai laporan kasus Pembunuhan Lee Jong Soo, dia membuka lembar demi lembar dan menggaris bawahi apa-apa yang penting. Namun dia sudah tak tahan lagi, dia menangis menyadari kebodohannya.

“Apa perlunya belajar? Apa yang kupelajari selama ini?”


Sedang Jeong Seon tengah dalam proses pemeriksaan.


Kim Seok Joo mempelajari beberapa file yang telah di kumpulkan oleh sekretarisnya. Hanya membuka sekilas saja sepertinya dia sudah memahami kasusnya. Seok Joo pun keluar ruangan untuk mencari seseorang namun Sang Tae segera menuju kearahnya. Dia menanyakan mengenai intern Lee Ji Yoon. Sang Tae mendengar dari pengacara Kim Jeong Wook kalau ada keributan.

“Jika dia menggali kubur, tidak buruk jika sesekali berbaring di dalamnya.”

Sang Tae mengingatkan Seok Joo kalau Ji Yoon lah yang menjaganya selama ia lupa ingatan. Jangan sampai menyesal kalau Seok Joo mengingatnya. Seok Joo masa bodoh, tak ada hubungan dengannya!



CEO Cha Young Woo memanggil Seok Joo keruangannya untuk memberitahukan kalau kasusnya akan dibagi dengan Daeyang. Sudah diputuskan, dari kantor mereka, Wakil CEO Lee Myung Han yang akan mengerjakan, jadi Seok Joo tidak perlu khawatir.

“Kenapa dibagi?” Seok Joo penasaran.


Skala kerugiannya terlalu besar. Jumlah yang tidak bisa dianggap enteng. Jika kita tetap mengerjakan kasus itu, Kejaksaan akan salah mengira kita ada hubungan khusus dengan mereka dan mulai mencari tahu. Yang mana akan merugikan kedua belah pihak. Lebih baik bagi semua pihak jika kau tidak turut campur kali ini.” Jelas CEO Cha.

Sedangkan dilain tempat, para pemilik saham dari perusahaan Grup Yurim berlarian melihat pengumuman di depan gedung perusahaan. Wajah-wajah suram mereka sangat kentara menyaksikan kerugian di depan mata mereka.


Seok Joo bertanya kenapa Jeong Seon harus melewati introgasi dengan Jaksa. CEO Cha menebak semua karena Jeong Sun yang pernah menjadi Direktur Keuangan. Seok Joo meminta izin untuk melihat detail permasalahannya.


Seorang yang ada disana (gak tahu namanya) mengatakan akan sulit bagi Seok Joo untuk bisa melihat informasinya karena masalahnya sudah berbeda. Berbagi informasi dengan seorang yang tak menangani masalah adalah tindakan ilegal.


CEO Cha menyuruh Seok Joo jangan khawatir, mengingat semua dewan dan para anggota lainnya di panggil bersamaan maka status Jeong Sun sepertinya hanya saksi. Dan meskipun Seok Joo anggota keluarga tapi Grup Yurim meminta untuk merahasiakan informasi mereka dari Seok Joo.



Seok Joo pun memutuskan untuk menghubungi Presdir Kwon. Dia bertanya tentang situasi sekarang. Kenapa sampai Seok Joo dipanggil oleh kejaksaan padahal dua hari yang lalu saat dia bertemu dengan Jeong Sun tidak ada perbincangan mengenai masalah itu.


“Sudah ada 8 orang yang akan diselidiki. Jeong Sun pada saat itu adalah Direktur Keuangan Grup, bagaimana mungkin dia bisa menghindarinya? Kami menyewa pengacara lain setelah berdiskusi dengan Pak Cha, tidak usah khawatir.” Ucap Presdir Kwon lalu mengakhiri panggilannya.



Yang merencanakan penerbitan saham dan hingga mengajukan pailit sebagai cara terakhir adalah Kim Seok Joo. Tapi menurut Presdir Kwon perkataan CEO Cha ada benarnya. Meskipun Seok Joo suatu saat akan menjadi keluarga tapi akan sangat beresiko kalau dia mengetahu kelemahan dalam tubuh perusahaan.

“Ada kabar bahwa Baekdu Supplies hancur karena Firma Cha. Presdir Jin Joon Ho adalah orang yang bodoh, tidak pandai menilai dan juga punya banyak masalah. Tidak heran dia kehilangan perusahaannya yang termasuk 10 besar di negeri ini.” Ucap paman Jeong Sun.



Di antara tahun 2010 dan 2012, hutang meningkat 5 kali. Jaksa bertanya kemana saja uangnya? Jeong Sun mengaku kalau dia menjabat diakhir tahun 2012 dan dia sibuk mengunjungi saham luar negeri. Jeong Sun merasa dia tak mendapatkan informasi detil tapi menurut laporan mereka berinfestasi keluar negeri.

“Mengapa berinvestasi asing yang tidak menguntungkan, hanya merugi?”

Meskipun Jeong Sun adalah Direktur Keuangan tapi untuk izin tersebut bukanlah padanya melainkan pada wakil direktur Kwon Gyung Chul.

“Saat anda menerbitkan saham senilai lebih dari 1 triliun Won dan kemudian mengajukan pailit, akan banyak sekali masyarakat biasa yang menjadi korban, bukan?”

Setahu Jeong Sun, uang berasal dari lembaga keuangan. Pertama mereka meminjamnya dari bank. Dan membayarnya kembali dari uang hasil menerbitkan saham. Jeong pikir kalau uangnya berasal dari lembaga lain.


“Anda tidak mengetahui saham diterbitkan, untuk masyarakat biasa?” Pertanyaan Jaksa yang segera dibenarkan oleh Jeong Sun.

“Anda adalah Direktur Keuangan tetapi anda tidak mengetahuinya?” Tanya Jaksa dengan nada yang meninggi.

Jeong Sun pun sedikit tertunduk menyesali kelalaiannya yang ceroboh.


Seok Joo mondar-mandir penuh kekhawatiran. Sang Tae datang mengatakan kalau banyak sekali masyarakat yang menjadi korban. Dan gugatan datang tiada henti. Tapi kenapa mereka tak menyelidikinya?

Seok Joo pun melihat jam di pergelangan tangannya, dia bergegas untuk ke kantor kejaksaan. Sang Tae mengingatkan kalau mereka butuh waktu 10 jam. Jadi akan sulit untuk Seok Joo yang bukan pengacaranya. Dia menyuruh Seok Joo memberikan masalah tersebut kepada pengacara lain.



Sang Tae pun mencoba menghubungi seseorang namun tak mendapatkan jawaban. Dia menghubungi pamannya untuk mencari tahu. Seok Joo diam tak merespon. Sang Tae bertanya, Pamanku di Kejaksaan Pusat, kau tidak ingat padanya kan?

“Mereka bilang aku terlibat... apa aku merancangnya meski ada banyak korban?” tanya Seok Joo.

Sang Tae merasa kalau Seok Joo tak pernah menceritakan kasus-kasus yang dia tangani tapi selama ini Seok Joo belum melakukan kontroversi sosial. Jadi banyak orang yang menginginkan kasusnya ditangani oleh Seok Joo.



“Apa anda berharap aku mempercayainya? Sebenarnya kemana uang sebesar 1.3 triliun Won, hasil dari penjualan saham?” bentak Jaksa pada Jeong Sun, dia sepertinya semakin geram.

Jeong Sun sendiri tampak kebingungan karena sejauh yang dia tahu uang tersebut digunakan untuk 10 bisnis asing seperti mengambil alih Bank Filipina dan bisnis komunitas pensiunan.




Seok Joo menunggu Jeong Sun diluar gedung kejaksaan.

Tepat saat Jeong Sun mulai tampak di pintu keluar, para reporter yang sudah bersiaga disana segera menyerbu Jeong Sun dengan berbagai pertanyaan. Seok Joo yang melihat keadaan Jeong Sun segera menghampirinya. Dia pun menggandeng tangan Jeong Sun untuk membimbing menuju ke dalam mobil.



Didalam mobil, Jeong Sun terlelap karena kelelahan. Kelelahan batin dan fisik ketika harus menghadapi kasus hukum sendirian. Seok Joo pun menatap Jeong Sun dengan perasaan miris.


Mereka telah sampai. Seok Joo bertanya kenapa Seok Joo tidak menghubunginya. Jeong Sun tak menjawab pertanyaan tersebut. Dia hanya mengatakan kalau dia lelah dan ingin istirahat. Seok Joo pun khawatir, kau tak apa?

Jeong Sun menyuruh Seok Joo janganlah khawatir karena dia memiliki pengacara.


Seok Joo memencetkan bel untuk Jeong Sun. Gerbang terbuka dan Jeong Sun pun masuk. Seok Joo mengatakan kalau dia akan menghubungi Jeong Sun namun Jeong Sun tak acuh. Dia pun masuk meninggalkan Seok Joo. Seolah dia tengah menghindarinya.



Seok Joo kembali ke apartemennya. Dia melirik kearah apartemen Ji Yoon dan membunyikan bel.
Didalam Ji Yoon tengah kelelahan, dia sedang tertidur di sofa. Mendengar suara bel pun sama sekali tak menggunggah niat membuka pintu. Beberapa kali bibinya menelfon pun tak ia perdulikan dan kembali melanjutkan tidurnya.



Seok Joo pulang bukanlah untuk beristirahat, dia malah menonton berita mengenai kasus Grup Yurim.

Pada akhirnya mereka mengajukan pailit. Secara bersamaan pengadilan menerima permintaan untuk proses pemulihan, semua perhatian tertuju pada tindak lanjutnya. Terutama, Yurim Leisure dan Yurim International akan dilikuidasi dan Yoorim Cement diharapkan bebas dari likuidasi,

Seok Joo pun bergumam kalau masalahnya bukan pada bagaimana akhirnya...


Para pemegang saham Grup Yurim pun mengerubungi pengumumannya dengan kesal. Raut sedih. Marah. Bercampur aduk ketika mereka menerima kenyataan kalau mungkin uang mereka akan raib. Tak terkecuali Sook Ae yang tampak putus asa. Ditambah lagi ketika dia menghubungi Lee Ji Yoon tapi panggilannya tak diangkat.




Jeong Sun yang tengah bersantai dengan kakeknya yang sedang membaca koran. Rombongan pengacara dan putra Presdir Kwon datang untuk melaporkan kalau surat penangkapan akan segera keluar. Mereka bertanya kepada siapakah mereka harus melimpahkan kasusnya?

Presdir Kwon bingung. Putranya yang satu beralasan kalau dia dalam masa percobaan karena kasus malpraktek. Kalau dia tersandung masalah lagi maka dia tak akan bisa keluar. Yang satunya mengatakan kalau dia mengalami sakit kronis. Presdir Kwon tak memiliki pilihan, dialah yang akan bertanggung jawab. Namun putranya kembali melarang karena ayahnya sudah terlalu tua.

Seseorang yang belum pernah melanggar kesalahan yang sama mungkin bisa menghindari hukuman tambahan. Jika catatannya bersih, kurasa hukumannya hanya beberapa bulan, seharusnya tidak masalah. Jika ditangkap, diinterograsi dan bertahan hingga akhir sidang, meski dijatuhi hukuman penjara di sidang pertama Saat tiba waktunya untuk naik banding, perhatian publik sudah mereda, dan jika kita menciptakan pondasi untuk kepentingan masyarakat dengan berjanji untuk memberikan bantuan bagi masyarakat, mungkin hanya akan dihukum dengan masa percobaan.

Semua orang seolah memojokkan Jeong Sun agar mau memikul masalah tersebut.


“Dimana semua uangnya sekarang?” tanya Jeong Sun yang sedari tadi hanya diam.

Pamannya beralasan kalau uang tersebut digunakan untuk membeli bank di Filipina. Jeong Sun berdecak mendengar ucapan pamannya tersebut. Kalau benar hal tersebut terjadi kenapa tidak ada keuntungan. kenapa bisa habis dalam sekali penggunaan? Dan terlebih lagi, kudengar dana tersebut tidak dipinjam melalui lembaga keuangan namun dari masyarakat biasa.


“Aku akan menjual Yurim Energy. Seharusnya bernilai sekitar 1 triliun Won. Kita berharap untuk bangkit kembali dengan menjual Yurim Energy, bukan menipu. Maka kita akan bisa menghilangkan sebagian besar pelanggaran. Jika kita berusaha menjual meski tidak terjual, maka kita bisa menghindari tuntutan penipuan. Pada saat banyak korban dan jumlah kerugian besar, diperlukan kambing hitam demi kepentingan politik dan emosi. jadi akan ada yang dipenjara, tapi selama kita bersikeras bahwa kita berusaha menjual Yurim Energy untuk membayar kembali, kita bisa melalui ini tanpa terlalu banyak masalah.” Ucap Presdir Kwon.



Semua orang menatap Jeong Sun. Paman mengatakan kalau saja Jeong Sun mau berkorban beberapa bulan saja maka mereka akan bisa melewati masalah tersebut.

Seok Joo lagi-lagi menelfon Jeong Sun di tengah perdebatan dalam keluarganya. Dia pun segera menolak panggilan tersebut.

KOMENTAR :
Ya tuhan, aku benar-benar gak tahu kemana arah drama ini. Alurnya benar-benar random dan rancu. Coba aja deh, satu pun masalah yang seharus terselesaikan lebih dulu belum ada hasilnya. Contoh aja Seok Joo sama ayahnya, latar belakang mereka jadi sebel-sebelan.
Sama sekali masalah itu belum terjamah. Haais. Kita ikuti saja mau dan keinginan si penulis...


6 Responses to "Sinopsis A New Leaf Episode 10-1"

  1. Aku malah bosen dan terkantuk-kantuk nonton drama ini..sudah ga semenarik yang ku kira..Cuma Seok Joo aja yang buat aku masih betah liat drama ini..-_-

    ReplyDelete
  2. menurutku drama ini lumayan bagus. lumayan bikin mikir :D

    ReplyDelete
  3. Menurut aku sih lumayan....

    ReplyDelete
  4. Dsni Ji Yoon kya' pemeran pembantu bukan aktris peran utama,....hmmm mgikuti ae lha,,,gomawo mbak

    ReplyDelete
  5. Tema drama ini bisnis n hukum...seperti meraba...ngga ada romantis ...tp dunia ini memang seperti itu ... Cinta dilupakan demi bisnis ... Tp akhirnya cinta membuat indah

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^