Sinopsis Love Myself or You Episode 3-2




Pelanggan memakan hidangannya beberapa potong. Tampak wajah terkesan ketika memberikan komentar. Hidangan yang sederhana diluar tapi kaya rasa didalamnya. Terasa berlapis dan sangatlah kreatif.

Pelanggan tersebut mengatakan identitas sebenarnya Pemimpin Redaksi dari majalah Crazy Cuisine. Dia banyak mendengar mengenai Le Xuan hingga ia datang mencari restoran tempatnya berada. Dia tak menyangka kalau dia bisa begitu hebat, sebelumnya dia berfikir kalau Le Xuan hanyalah seorang koki yang tampak baik di pemotretan.

Le Xuan menerima pujian itu dengan bungkukan terimakasih. Dia kemudian menyuruh koki lain untuk kembali. Sedang sang Pemimpin redaksi menawari sebuah wawancara dengannya. Tanpa basa – basi Le Xuan segera menerima tawaran tersebut dan meminta untuk merekomendasikan restorannya.





Le Xuan mengadakan makan bersama untuk merayakan keberhasilannya hari ini. Dia pun memulai pesta tersebut tanpa memperdulikan kehadiran Kai Qi. Kai Qi datang membawa sepiring hidangan dan duduk di dekat Le Xuan.

Xiao Li dan Xiao Shu memuji kemampuan Ah Jie yang telah memberikan peranan besar untuk mereka hari ini. Dengan hidangan kentang panggang yang begitu menakjubkan. Ah Jie beralasan kalau dia melakukan itu karena di ajarkan oleh neneknya. Hidangan itu salah satu yang membuat ia begitu percaya diri. Aku senang bisa membantu semua orang.

“Ini bukan hanya bantuan, kamu bahkan menolong Asisten Koki untuk memenangkan kesempatan untuk berada di majalah.” Sindir Kai Qi pada Le Xuan yang tak melakukan apapun tapi mendapatkan hasil dari kesuksesan Ah Jie.

Le Xuan tak mau kalah dong. Dia memuji Kai Qi yang sekarang sudah mau mengakui seorang pelayan. Jadi kenapa mereka tak mengikuti kompetisi Taiwan Mencari Bintang? Memang tak wajib tapi bisa untuk mengetahui kemapuan mereka. Dia ga bisa selamanya jadi pelayan.

Ucapan Le Xuan membuat Bao Zhu yang notabene seorang pelayan kawakan tersedak, dia sepertinya sudah lama bekerja di sana tapi belum mendapat promosi untuk bekerja di dapur. Ini sungguh mengena untuknya.



Ah Jie berkata kalau memang dia tak bisa bekerja di sana maka dia bisa pergi dan bekerja di restoran lain. Namun Kai Qi memotong ucapan Ah Jie, dia tak usah pergi. Mereka bisa melakukannya bersama. Mereka tak bisa sembarangan memecat karyawan yang memiliki kontribusi besar.

Le Xuan setuju saja tapi dengan ketentuan kalau mereka tidak terpilih maka keduanya harus pergi. Dia melakukan itu hanya untuk membuat Kai Qi terpacu.

Kai Qi sanggup. Dan bahkan tanpa tekanan dari Le Xuan pun ia akan berusaha dengan sebaik mungkin. Dia bukan tipe orang yang membuang – buang waktu untuk hal yang baik.

Suasana begitu tegang. Seolah bukan sedang dalam sebuah perayaan. Keduanya pun berpandangan dengan sengit.



Kai Qi berjalan menuju ke ruang ganti dengan membawa secarik kertas. Dia bertanya pada Ah Jie yang ada di dalam ruang ganti, apa dia sudah selesai? Ah Jie menjawab kalau dirinya hampir selesai. Kai Qi pun segera menyibak tirai penutup tapi ternyata Ah Jie masih belum mengenakan pakaian. Kai Qi terkejut segera menutup kembali tirainya. Bukannya kau tadi mengatakan kalau kau hampir selesai?

“Itukan hampir.” Jawab Ah Jie.

Kai Qi memasukkan tangannya melewati tirai untuk memberikan formulir pendaftaran yang telah ia isi. Ah Jie melihat foto Kai Qi lalu memuji dirinya yang tampak imut. Kai Qi kesal namun sebenarnya dia merasa malu juga, pipinya bersemu merah. Aku sudah mengatakan padamu jangan bilang aku imut!! Ucapnya seraya pergi.




Kai Qi pergi mengendarai scooter meninggalkan restoran. Ah Jie yang melihat merasa khawatir dengan sikap penyediri Kai Qi. Namun tak disangka tak diduga, tiba – tiba Kai Qi kembali lagi ke restoran untuk menemui Ah Jie. Dia bertanya apakah Ah Jie ada acara? Bisakah mereka ke kedai Oden.

Ah Jie heran, akankah Kai Qi ingin makan bersamanya? Kai Qi yang memiliki ego tinggi jelas ga mau ngaku. Dia hanya ingin mentraktir Ah Jie karena telah membantunya. Meskipun dia suka kesendirian tapi dia bukanlah wanita yang kasar. Ah Jie meringis karena sikap Kai Qi.

“Tapi bukannya kamu bilang, aku seharusnya pikirkan urusanku sendiri? Bukannya kamu bilang, kamu lebih senang sendiri? Jika kamu mentraktirku makan, maka kita akan saling berinteraksi.” Ah Jie mengingatkan.

Sikap manis yang tadinya Kai Qi tunjukan pun segera berubah ketus lagi. kalau memang tak mau ya tak apa. Dia segera menarik gasnya dalam – dalam dan meninggalkan Ah Jie.



Seorang lelaki tua tengah mabuk di kedai Oden, pemilik Kedai meminta pria tersebut untuk pergi karena telah meminum banyak bir. Namun pria itu tetap menolak.

Kai Qi bersama Ah Jie memasuki kedai, dia terpaku melihat si pria tua tersebut. Pria itu mengenali Du Kai Qi sebagai putrinya kemudian menunjuk pada sang pemilik kedai. Kalau dia putrinya dan pasti pemilik kedai tahu. Kai Qi menampik jari Ayah yang menunjuknya, bahkan satu sen pun tak akan ia berikan pada sang Ayah.

Ayah kesal. Dia menarik pipi Kai Qi. Jangan kira karena ia telah tua maka tak bisa memukul Kai Qi. Bahkan ketika ia kecil, ia memukul Kai Qi tiga kali sehari. Kai Qi mendorong Ayahnya hingga ia terhuyung. Ayah marah. Lalu menampar Kai Qi dan merebut tas yang dibawanya. Kai Qi mencoba mempertahankan tas miliknya. Hingga Ah Jie membantu Kai Qi untuk mendorong Ayah Kai Qi.

Kai Qi memutuskan untuk membayar biaya ayahnya minum bir dan meminta kepada pemilik kedai agar jangan menerima tamu sepertinya lagi.


Kai Qi mengendarai scooter meninggalkan kedai dengan perasaan kesal. Pasti sedih juga. Semua perasaan berkecamuk dalam dirinya. Ah Jie pun mengikuti Kai Qi dengan menggunakan mobilnya.




Kai Qi duduk termenung di pinggir sebuah danau yang cantik, dihiasi berbagai warna – warni lampu kota. Ah Jie duduk disampingnya, dia mengkhawatirkan Kai Qi. Kai Qi sama sekali tak menangis. Dia menuturkan kalau ia sering duduk disana ketika marah. Dia menyaksikan pemandangan yang cantik di seberang danau. Kau pikir berapa orang yang tinggal disana?

“Jutaan mungkin.”

“Banyak sekali. Siapa yang tidak punya, untuk sampah sampah ini Beberapa orang sakit hati hari ini, ada yang dimarahi oleh bos mereka, ada yang tertawa, ada juga yang menangis. Setiap hari, begitu banyak hal yang terjadi. Tetapi cahaya-cahaya ini masih sangat indah dan sangat hangat.” Ucap Kai Qi.

Ah Jie menebak – nebak dengan hati – hati, dia mengira kalau Kai Qi suka menyendiri pasti ada hubungan dengan ayahnya.

“Di antara orang yang kukenal, tidak ada satupun orang yang tidak pernah dihutanginya. Sejak SD, dia datang ke kelasku. dan meminta uang saku setiap teman sekelasku. Aku menangis dan mengatakan pada ibuku aku ingin pindah sekolah. Aku pindah sekolah beberapa kali. Tetapi itu tidak membantu sama sekali.” Kai Qi mulai terbuka dan menceritakan kehidupannya. Ah Jie mendengarkan curahan hati Kai Qi dengan sedih. Dia izin pergi sebentar.


Kai Qi menghabiskan waktu sendirinya, dia seolah begitu damai duduk disana. Bukan lagi Kai Qi dengan wajah dingin. Tapi Kai Qi, seorang gadis pada umumnya.



Ah Jie kembali dengan membawakan Kai Qi makanan dari kedai Oden. Karena sebelumnya Kai Qi ingin mentratirnya. Kai Qi menolak, kalau begitu bukan lagi dia yang mentraktir Ah Jie. Ah Jie menyuruh Kai Qi untuk mentraktirnya lain waktu. Namun ini sedikit membuat Kai Qi bertanya – tanya, dia menerawang mata Ah Jie. Kenapa kau begitu baik padaku? Ah Jie terdiam cukup lama menerima pertanyaan seperti itu dari Kai Qi.

“Tidak apa-apa. Hanya saja dulu ada gadis yang sangat dekat denganku. Suatu hari, dia tiba-tiba pergi. Meskipun aku tahu hidupnya itu sulit, tapi saat, aku masih muda dan banyak hal terjadi, Aku tidak pernah bisa menjaganya. Sekarang, sebenarnya aku merasa sangat menyesal.” Jelas Ah Jie dengan memandang Kai Qi sedih.

“Jadi ketika kamu melihatku, kamu memikirkannya?”

Ah Jie tersenyum menanggapi pertanyaan Kai Qi. Kai Qi tak ingin Ah Jie menggunakan rasa simpatinya, maka ia segera merebut makanan yang di pegang Ah Jie.





Kai Qi berkata kalau seorang yang memberikan sebuah kebaikan pada orang lain, maka orang yang diberikan perhatian tersebut akan mengharapkan kebaikan lagi. jadi itu akan menjadi sebuah ketergantungan. Jadi bisakah kau yang mendapat banyak kasih sayang tak perduli pada orang lain?

Ah Jie mengatakan kalau itu tergantung masalah hati. Kai Qi jelas heran, apa maksudnya?

“Seperti yang kamu katakan, memperdulikan orang lain mungkin melelahkan, dan mungkin memiliki batasan. Tetapi jika kamu memilih untuk tidak melakukan apa-apa, bagaimana kamu bisa tahu seberapa besar kamu bisa memperdulikan orang lain? Bagaimanapun, aku sudah menerima tantangan ini. Selama aku disini, aku akan membuatmu mengerti kalau membuka hatimu dan menerima perhatian orang lain adalah kebahagiaan yang besar.” Ucap Ah Jie seraya menyumpal mulut Kai Qi dengan kue tusuk. Ia mengingatkan kalau dialah yang mentraktir Kai Qi.

Kai Qi mengeluarkan kue tersebut, lalu menjejalkan ke mulut Ah Jie. Dia akan mentraktirnya lain waktu.
***


Ah Jie melakukan pendaftaran untuk Taiwan Mencari Bintang untuk Masakan Prancis. Petugas yang memberikan formulir takjub dengan Ah Jie, meskipun masih muda tapi dia sudah menjadi kepala koki. Ah Jie mengatakan kalau dirinya hanyalah seorang karyawan magang.

Petugas tadi tak perduli, toh karyawan magang juga akhirnya bakal jadi koki. Ucapnya.




Enzo menyapa Ah Jie yang tengah mengisi formulir pendaftaran, dia heran kenapa Louis ada disana?

Louis menunjukkan form pendaftaran miliknya. Enzo tahu itu, nah itulah yang jadi pertanyaan. Dulu saat di Prancis saja Louis sama sekali tak pernah menunjukkan bakat dan tak mau mengikuti kompetisi. Tapi kenapa sekarang dia mau ikut?

“Jika ini bukan fakta aku harus menutupinya untukmu direstoran, ayahku tidak akan memintaku untuk pergi ke restoran menjadi karyawan magang. Jika aku tidak menjadi karyawan magang, aku jelas tidak akan berada disini untuk mengikuti kompetisi ini.” Jelas Louis. Enzo pun berfikir, kenapa logika Louis begitu baik.



“Hei, bukan begitu. Kamu masih belum mengatakannya padaku kenapa kamu ingin aku menutupi itu terakhir kali.” Tuntut Enzo penasaran.

“Alasannya adalah...” Louis menunjukkan form pendaftarannya yang salah ia isi. Ia mengisi nama prancisnya, dan ini salah Enzo. Enzo tertawa renyah menerima hal itu, tapi sedetik kemudian ia sadar kalau Louis kembali menyalahkannya. Louis pun meletakkan kertas pendaftaran yang salah itu.

Enzo mengajak Louis untuk berbicara di tempat.


Ternyata, sedari tadi seorang tengah memperhatikan keduanya dari kejauhan. Le Xuan menatapnya dengan heran, kenapa Ah Jie bersama dengan Enzo?
Dia mendekati meja pendaftaran dan menemukan formulir Ah Jie yang salah. Disana tertulis nama Louis Fu. Pikiran Le Xuan kembali melayang saat ia melihat akun facebook Kai Qi, terdapat foto makanan dengan tulisan Louis dan juga foto restoran milik Enzo.
“Ah Jie adalah Louis?”



“Le Xuan?” panggil Enzo. Reflek Le Xuan menyembunyikan formulir pendaftaran Ah Jie dibalik punggungnya.

Enzo bertanya apakah Le Xuan mencari sang kakak? Tapi sepertinya dia tak ada disana. Le Xuan membenarkan. Dia menebak kalau kakaknya tengah berada di toko komik.

“kakak kekanak-kanakanku itu.” Ucap Le Xuan membuat Enzo tertawa.
***



Di sebuah toko buku, Kai Qi tengah memilah – milah buku apa yang akan ia beli. Namun ketenangan dalam toko tersebut terganggu ketika mendengar tawa cetar membahana seorang pria.

Kai Qi membawa setumpuk buku yang telah ia pilih, dia menatap pria tersebut dengan aneh. Meski Kai Qi tak bisa melihat wajah sang pria, dia nampak sebal.

Pria tersebut berniat membeli buku yang ia baca, dia melihat sekilas kepergian Kai Qi. Ini membuatnya penasaran, Kai Qi?



Kai Qi menysuri jalan sendirian dengan tangan yang penuh dengan komik. Untung saja Ah Jie datang, dia bertanya kenapa Kai Qi disana?

“Bukan urusanmu. Apa kamu sudah mendaftar?” Ucap Kai Qi cuek. Jutek. Sinis.

Ah Jie terdiam sejenak. Dia berkata kalau ia telah mendaftar. Ah Jie pun mengajak Kai Qi untuk masuk ke mobil. Dia akan memberikan Kai Qi tumpangan.


Keduanya canggung dalam mobil. Tak ada percakapan disana, hanya lirik – lirikan. Tapi seperti biasa Kai Qi selalu menjaga imagenya. Meskipun dalam hati ia teringat ucapan Ah Jie ketika berjanji akan membuat hati Kai Qi mulai terbuka.

Jangan katakan padaku arti kata-kata itu kalau dia ingin menjagaku dan memberiku kebahagiaan?” batin Kai Qi. Dia menatap Ah Jie dalam namun segera memalingkan wajah ketika Ah Jie menatapnya.



“Apaa?!” bentak Kai Qi. Ah Jie dengan ragu bertanya, apakah mereka harus mengikuti kompetisi?
“Oh... Jika tidak, kenapa? Asisten Koki sudah bilang kalau kita tidak mendapatkan peringkat dalam kompetisi, kita berdua bisa dipecat.”

“Tapi...” Ah Jie ragu.

Tapi apa? Potong Kai Qi. Dia menyuruh Ah Jie untuk mengemudikan mobilnya lebih cepat. Sudah waktunya ia menyiapkan makan malam. Kai Qi kembali ketus.
***




Ah Jie kembali ke apartemennya. Dia segera menyalakan lampu lalu duduk termenung menyaksikan nomor urut pendaftarannya. #27. Dalam hatinya bertanya – tanya, akankah ia bisa melakukan kompetisi tersebut?
Splassh. Tiba – tiba penerangan di apartemen Ah Jie padam. Dia panik dan mencari – cari saklar lampunya. Dalam hatinya ia meminta tolong, dia begitu ketakutan.

Bahkan nafasnya sampai tercekat. Mungkinkah dia phobia gelap?

[FLASHBACK]


Ah Jie kecil duduk sambil memeluk kedua kakinya. Dia tengah berada di dalam lemari yang gelap. Bagaikan seorang malaikat kecil, seorang menolong Ah Jie. Gadis itu Kai Qi, melepas gantungan baju yang mengaitkan pintu tersebut agar tidak terbuka.


Kai Qi kecil meminta Ah Jie untuk keluar namun Ah Jie menolak. Dia tahu kalau ia keluar maka kakaknya akan marah. Kai Qi membujuk Ah Jie dengan makanan yang ia bawa tapi Ah Jie menolak. Hingga akhirnya Kai Qi memutuskan untuk menemani Ah Jie dalam lemari. Menemaninya dalam kegelapan dengan senter yang ia bawa. Makan bersama dan bermain dalam ruang sempit nan gelap tersebut.

Karena tidak boleh keluar, kalau begitu biarkan aku masuk denganmu dan kita bisa menggambar bersama jadi kamu tidak bosan.” Ucap Kai Qi kecil.
[FLASHBACK END]



Nafas Ah Jie semakin tercekat. Dia mencoba mencari senter ke meja. Namun tubuhnya sekarang sudah lemas, dia terhuyung ke meja. Dia mencoba mencari – cari senter namun tak juga ia temukan. Ah Jie berfikir siapa yang bisa menyelamatkannya?

Ah Jie kembali teringat wajah malaikat kecilnya, Du Kai Qi yang membukakan pintu lemari.


Ah Jie berjalan dengan terseok – seok menuju ke rumah Kai Qi. Nafasnya sudah tak keruan sesaknya. Dia mencoba membuka pintu rumah Kai QI yang terkunci. Dia pun jatuh terhuyung ke lantai.



Kai Qi yang mendengar suara kegaduhan hanya kesal. Dia menyadari kalau lampu padam dan keluar. Dia bertanya siapa yang ada diluar? Namun tak ada jawaban.

Kai Qi memutuskan untuk membuka pintunya dan tampaklah Ah Jie yang sudah berkeringat dingin. Ah Jie berjalan mendekati Kai Qi, dengan tubuh yang lemas ia mencoba menopangkan tubuhnya dengan berpegangan pada pundak Kai Qi. Kai Qi kebingungan dan mundur secara teratur karena Ah Jie terus berjalan mendekatinya.



Ah Jie tak mampu lagi menopang tubuhnya, hingga ia terjatuh ke tubuh Kai Qi. Kai Qi terkejut ketika Ah Jie menindih tubuhnya. Jarak mereka begitu dekat. Entah karena gelap atau pun khilaf, Ah Jie mengecup bibir Kai Qi.

Kai Qi yang di perlakukan seperti itu tak melawan, matanya terbelalak terkejut.
***




Matahari telah meninggi, Ah Jie masih pulas. Namun seorang menggoyangkan tubuh Ah Jie hingga membuatnya jadi terbangun. Matanya terbelalak ketika melihat Xiao Yi menyapanya dengan manis, Good Morning..!

Dan kembali terbelalak lagi ketika Kai Qi juga ada disana dengan tangan menenteng wajan penggorengan. Ah Jie dengan tangan diikat dan mulut di lakban jadi ketakutan.

Apa yang kamu coba lakukan sekarang? Kenapa kamu memegangi itu?” ucap Ah Jie tak jelas karena mulut yang terlakban.

“Apa yang kamu katakan? Katakan dengan jelas! Ada apa dengan Ee..Oh...?” Tanya Kai Qi seraya menarik lakban di mulut Ah Jie dengan sadis. Tanpa perasaan. Omeegooot. Itu bibir masih laku neng... hahaha




“Apa yang kamu coba lakukan dengan wajan penggorengan itu?”

“Untuk memukul lalat. Untuk memukul lalat besar sepertimu.” Jawab Kai Qi sambil menunjukkan wajan tersebut di depan wajah Ah Jie.

Ah Jie bingung apa yang ia lakukan semalam hingga membuat Kai Qi marah besar. Kai Qi berkata kalau Ah Jie telah membuatnya tak bisa tidur semalam. Apa kau tak ingat?

“semalaman?”





Ah Jie mencoba mengingat, dia hanya ingat kalau tubuhnya terjatuh didepan pintu rumah Kai Qi. Lalu mengetuk pintu rumahnya, Apa aku melakukan sesuatu yang perlu diingat? Ah Jie bingung.

“Karena kamu orang cabul. Tidak ada yang tidak pantas, tapi aku orang cabul? Jangan bermain-main denganku!” Bentak Kai Qi. Dia marah besar dan berniat memukul Ah Jie dengan wajan. Namun karena tak hati – hati, Kai Qi terjatuh. Dia masuk ke lengan Kai Qi. Entah bagaimana ceritanya ini, lengan yang sedang diikat tapi Kai Qi bisa dengan tak sengaja masuk kedalamnya. T Drama tak perlu logika, hanya perlu di nikmati.


Xiao Yi menutup wajahnya dengan roti mekipun sedetik kemudian dia kembali melihat bibinya dan Ah Jie dalam posisi yang tak layak siar. Kekeke.


Kai Qi meronta – ronta meminta Ah Jie melepaskan pelukannya. Namun Ah Jie juga kebingungan karena tangannya terikat.

“AH! Kamu mesum! Ah! Lepaskan aku!”



“Bibi! Tangan Paman Ah Jie terikat, tetapi kamu tidak.” Saran Xiao Yi yang tersenyum menatap keduanya. Hahaha. Tontonan gratis nih.

Kai Qi pun malu. Perlahan dia keluar dari lengan Kai Qi.



Kai Qi berdiri dengan canggung lalu menyuruh Ah Jie untuk pergi cuci muka. Mereka nanti akan melakukan pelatihan.

“Bibi, kamu harus melepaskan ikatannya dari tangan Paman dulu.” Saran Xiao Yi lagi.

Ah Jie pun menoyor wajah Kai Qi dengan tangan yang diikat. Kai Qi segera melepaskannya.


“Aku sungguh tidak melakukan sesuatu padamu semalam?” tanya Ah Jie ketika ia hampiri pergi.

Kemarahan Kai Qi kembali muncul, dia mendorong Ah Jie keluar dari rumah.


Diluar Ah Jie mendesis heran kenapa Kai Qi jadi semakin galak. Apa yang ia lakukan?



Sedangkan, Kai Qi didalam rumah mengibas ngibas wajahnya yang malu. Memerah.
“Bukan apa-apa. Bukan apa-apa.”

Xiao Yi mengintip Kai Qi yang salting, Kai Qi yang menyadari kehadiran Xiao Yi menjadi canggung dan kembali bersikap cool.
***

KOMENTAR :
Sukaaaaaaaaaaaaaa 1000 kali deh pokoknya buat scene terakhir. Lucu. Sampai aku gak berniat menghilangkan satu scene pun. Aku screencap semua deh picnya. Kekeke. Xiao Yi. Kai Qi. Ah Jie. Adorable bangeet mereka.

Gak sabar juga buat menanti bagaimana kompetisi mereka nantinya, dengan phobia Ah Jie di kegelapan.
Dan aku juga sama sekali gak nyangka kalau drama ini banyak yang menanti padahal ini drama sampingan, beberapa juga tanya kapan lanjutannya. Aku sih seneng seneng aja, berati mereka respect sama tulisan aku yang semrawut tumpang tindih ini. Hahaha.  Dan maaf kalau minggu ini postingan agak lelet buat drama LmoY. Jujur, karena tubrukan antara drama baru yang mau di recap sama drama lama yang tamat. Susah tuh. Jadi mianhae. Tapi mungkin minggu selanjutnya udah kayak biasa lagi.*peluk reader setia LMoY.

Bicara masalah ratiing, ternyata Drama LMY ini ratingnya lebih tinggi dari Falling In Love With Me nya Aaron Yan loh. Gimana aku gak hepi kan? Secara banyak yang suka drama itu tapi ternyata drama ini lebih tinggi. Hehehe. Rating salah satu semangat. LMY : 1.8% sedangkan FILWM : 1.5 %

Dan tahu gak? Mereka udah buat janji looh. Kalau sampai rating mencapai 5% mereka bakal pakai bikini. Gak laki gak cewe, semua pake bikini. Nah loh? Whaae? Gimana nanti perut Chocolat ABS nya Ah Jie gak ditutupin? Oh Noo. Siap – siap meleleh.
Omeegoooot.



9 Responses to "Sinopsis Love Myself or You Episode 3-2 "

  1. Akhirnya setelah aku bolak balik dari kemarin nunggu part 2 ,, akhirnya updet juga ... makasih kak .. ^^

    by hilda

    ReplyDelete
  2. Makasih Puji ... masih ditunggu kelanjutannya...

    ReplyDelete
  3. Adegan episode ini bikin ngakak abis..ditunggu episode selanjutnya ya...tetap semangat !!!!

    ReplyDelete
  4. Tks tulisannya...dramanya menghibur bgt....tolg dilanjutin ya,semangat....smga kamu sehat en slalu happy

    ReplyDelete
  5. Ga suka ama le xuan.....hasil kerja keras org lain,dia yg dpt pujian...licikk licik licikkkk....
    mksh ya sis,ditunggu ya part selanjutnya...

    ReplyDelete
  6. Part selanjut'y eaaaa...
    fighting!!!! ^^

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah dlanjut... Maksiiih.... Kereeeeeern

    ReplyDelete
  8. lanjutannya mbak... ditunggu kekonyolannya :)
    mmmmmuuuuaaaacchhhh.... keren

    ReplyDelete
  9. mbak drama nya seru lucu...ditunggu ya mbak..udah bolak balik blm di update

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^