Sinopsis Love Myself or You episode 3-1




Kai Qi memandikan Xiao Yi tapi dia sendiri tak tahu bagaimana melakukannya dengan baik. Hingga ia mencari tutorialnya. Segitu susahnya kah memandikan anak kecil sampai mencari tutorialnya? Hanya seperti memijat, apa sulitnya?

Kai Qi mulai membersihkan seluruh tubuh Xiao Yi. Mulai rambut. Tangan. Punggung. Dan sesuatu menghentikannya.

“Ayam kecil.” Ucap Xiao Yi dengan senyum. Kai Qi dengan memalingkan wajah canggung pun membersihkan bagian vital keponakannya tersebut.



Seorang petugas delivery order memencet beberapa kali bel rumah Kai Qi namun tak ada sahutan. Ah Jie yang tak sengaja lewat menawarkan agar dia saja yang mengantarkan pizza pesanan nona Du Kai Qi.


Kai Qi memberikan peraturan pada Xiao Yi karena dia sekarang tinggal dirumahnya maka dia harus mematuhi aturan Kai Qi. Xiao Yi dilarang bermain air ketika tengah mandi. Xiao Yi mengangguk. Kai Qi pun segera mengeringkan rambut Xiao Yi yang basah.



Ting. Tong. Bel rumah berbunyi. Kai Qi segera mengecek dan ternyata yang datang adalah Ah Jie. Ah Jie menatap pakaian tipis yang dikenakan Kai Qi, pakaianmu...?

Kai Qi sinis menyuruh Ah Jie jangan sesuka hatinya mampir kerumah dan masalah pakaian yang terserah dia. Ah Jie menyodorkan pizza yang di pesan Kai Qi. Kai Qi tak berucap terimakasih sama sekali lalu menyuruh Ah Jie untuk pergi dan menutup pintunya.

Kai Qi kembali mengeringkan rambut Xiao Yi dengan kesal karena Xiao Yi terus – terusan menggerakkan kepala. Kai Qi menyuruhnya diam karena seusia Xiao Yi, dulu dia sudah bisa mandi sendiri dan bahkan mengeringkan rambut.

Ternyata Ah Jie masih disana, dia melihat Kai Qi yang mengeringkan rambut Xiao Yi dengan omelan yang meluncur dari mulutnya. Ah Jie pun hanya bisa tersenyum lalu pergi.



Ting. Tong. Bel rumah Kai Qi kembali berbunyi. Ah Jie lah yang kembali berkunjung. Kai Qi dengan segera mengusir Ah Jie karena dia sudah memperingatkan agar jangan sembarangan kesana. Namun Ah Jie tak perduli dan menyiapkan hair dryer yang ia bawa karena milik Kai Qi sudah usang jadi kalau terus saja di pakai bisa membuat telinga sakit.

Kai Qi heran kenapa Xiao Yi tak bilang kalau memang sakit. Xiao Yi tertunduk minta maaf.  Ah Jie pun segera mengeringkan rambut Xiao Yi. Sepertinya Xiao Yi lebih nyaman ketika Ah Jie yang mengeringkan rambut. Kai QI menatap keakraban keduanya dengan heran dan segera melengos sebal ketika Ah Jie menatapnya.

Kai Qi segera mengusir Ah Jie selepas mengeringkan rambut Xiao Yi.



Ah Jie tersenyum menatap Kai Qi lalu menghampirinya. Dia pun segera mendudukkan Kai Qi. Jarak mereka begitu dekat bahkan sampai membuat Kai Qi kikuk. Ternyata Ah Jie hanya berniat mengeringkan rambut Kai Qi yang basah juga, Kai Qi berkata kalau dia bisa melakukannya sendiri. Ah Jie mengingatkan kalau ada beberapa hal yang membuat Kai Qi harus meminta bantuan pada orang lain. Emosi Kai Qi tersulut dan merebut pengering rambut Ah Jie, dia menyuruh Ah Jie jangan menceramahinya hanya karena memberikan bantuan kecil. Dia sudah biasa sendiri dan dia suka sendiri. Tidak ada waktu saat aku membutuhkan orang lain.

“Bagaimana dengan makan hotpot?  Ketika kamu bersama dengan orang lain, kamu bisa makan dua jenis sekaligus. Ini lebih baik daripada makan sendirian.”

Gaya hidup sendiri sedang menjadi trend bahkan sekarang banyak toko yang menyediakan hotpot untuk makan sendiri. Ada banyak pilihan juga.

“Bagaimana dengan wahana roller coaster? Jika ada orang lain dan kamu merasa takut, kamu bisa ambil tangan mereka. Sama seperti ini!” Ah Jie pun menarik tangan Kai Qi untuk mengajaknya bersorak.

Kai Qi menganggap Ah Jie gila kalau memang takut dengan roller coaster kenapa harus menaikinya. Dia bisa naik komidi putar.

“Bagaimana dengan catur?”

Sekarang banyak sekali aplikasi dalam komputer yang bisa di gunakan untuk bermain catur. Tanpa lawan dan sendirian tapi mereka bisa nyaman memainkannya.

“Bagaimana dengan membaca komik?”

“Apa yang sudah kamu sebutkan itu jenis ketergantungan.  Jika kamu tidak makan hotpot dengan orang lain, apa itu artinya kamu tidak bisa makan hotpot? Jika tidak ada orang yang naik wahana roller coaster denganmu, apa itu artinya kamu tidak bisa pergi ke taman hiburan? Jika tidak ada orang untuk membahas komik denganmu, apa itu artinya kamu tidak bisa membacanya lagi?” tegas Kai Qi dengan nada semakin meninggi.




Xiao Yi memegang lengan Kai Qi lalu memintanya jangan marah. Kai QI segera mengontrol amarahnya dan menyuruh Ah Jie untuk pulang karena sudah larut.

Ah Jie menawarkan bantuan kalau memang Kai Qi butuh. Kai Qi tak menanggapi dan menyuruh Ah Jie untuk keluar. Dia tak akan meminta bantuan dan menyuruh Ah Jie menutup pintunya. Jangan datang kesana lagi.



Selepas kepergian Kai Qi, Xiao Yi pun makan pizzanya dengan lahap hingga kenyang. Kai Qi memerintahkannya untuk segera sikat gigi. Cuci kaki lalu tidur. Xiao Yi segera bangkit dan melaksanakan perintah Kai Qi.

Kai Qi menatap meja yang begitu berantakan. Dia melihat komik yang tergeletak diatas meja.

Apa buruknya sendirian? Membaca komik sendiri itu yang terbaik. Aku bisa tertawa dan menangis kapanpun aku suka, membaca semauku, berbaring untuk membaca, membungkuk untuk membaca, menutup mata saat membaca.” Batin Kai Qi.

Namun seketika itu pula, ucapan Ah Jie terngiang dibenaknya. Seorang pasti membutuhkan bantuan orang lain dan kalau membaca komik juga bisa berbagi pendapat. Kai Qi mendesah berat lalu menutup wajahnya dengan komik tersebut.

Xiao Yi kembali dari kamar mandi untuk menunjukkan giginya yang telah disikat. Kai Qi mengangguk malas melihat gigi Xiao Yi yang memang sudah bersih. LUUUCUUU^^
***
Figaro Cuisine


Ah Jie menyibakkan tirai ruang ganti dan disambut oleh Kai Qi yang bersender di loker. Kai Qi menyuruh Ah Jie jangan percaya diri dulu karena ia kesana untuk memberikan ganti pizza. Kai Qi segera kabur setelah memberikan uang dalam genggaman Ah Jie tapi Ah Jie menarik lengannya dan kembali menaruh uang Kai Qi. Dia hanya ingin mentraktir Kai Qi sebagai seorang tetangga. Kita tinggal bersama, kenapa kamu harus begitu cerewet?

Namun Kai Qi tetaplah menolak. Meskipun tagihan air atau listrik, dia juga tetap tak akan meminjam uang. Ucap Kai Qi seraya pergi meninggalkan Ah Jie.


Da Zhi yang masuk ke ruang loker juga mendengar pembicaraan mereka berdua. Dia menatap Ah Jie dengan pandangan sengit sedang Ah Jie mencoba kabur. Da Zhi mendesis tak percaya, tinggal bersama?


Kai Qi keluar dari ruang ganti dengan terburu – buru lalu menatap genggaman tangannya. Dia teringat saat dimana Ah Jie mengeringkan rambutnya semalam. Entah apa yang ada dipikiran Kai Qi hingga ia memegang pipinya yang memerah.


Da Zhi asik memainkan ponselnya saat waktu kerja hampir di mulai. Secara diam – diam Le Xuan melongok apa yang Da Zhi lakukan dengan ponselnya, segera setelah sadar kehadiran Le Xuan membuat Da Zhi buru – buru menutup ponselnya dan pergi.

“tidak seperti dia sedang melihat foto – foto pacarnya.” Gumam Le Xuan melihat reaksi Da Zhi.

Xiao Shu menghampiri Le Xuan, dia menebak kalau Da Zhi tengah melihat halaman facebook Kai Qi. Melihat apa yang dilakukan. Pergi kemana. Dan apa yang ia makan. Le Xuan heran bagaimana mungkin Kai Qi yang anti sosial memiliki facebook.

Xiao Shu malah semakin yakin karena Kai Qi bisa mengupdate apa yang ia lakukan dan memenuhi beranda dengan postingan sendiri. Jangan meremehkannya. Dia memiliki banyak penggemar.



Le Xuan tak akan pernah lepas dari ke ingintahuannya pada Kai Qi. Dia mojok sendiri di dapur dan membuka – buka halaman facebook Kai Qi. Yang mengejutkan adalah likers Kai Qi yang sampai ratusan. Bahkan seorang komentar yang memuji keahlian koki Kai Qi. Le Xuan hanya berdecak heran membacanya.

Dia segera beralih ke postingan Kai Qi yang mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan Louis karena ketika ia memakan hidangannya ia merasa seperti sedang jatuh cinta. Bao Zhu berkomentar apakah Kai Qi sekarang ingin jatuh cinta. Kai Qi mengelak, hidup sendiri lebih simple.

Le Xuan pun jadi penasaran , koki seperti apa yang membuat Kai Qi penasaran. Le Xuan membuka beberapa postingan gambar Kai Qi dan menemukan wajah sebuah restoran disana. Le Xuan mengenali restoran tersebut, itu milik Enzo.



Figaro cuisine selalu ramai seperti biasa. Semua pelayan pun sibuk melayani sana – sini.

Seorang tamu pria pun memasuki Figaro, dia meminta untuk di berikan tempat yang paling nyaman disana. Entah apa maksudnya, hingga Xiao Li pun kebingungan mencari tempat untuk pris tersebut. Hingga Bao Zhu harus menanganinya.



Pelanggan tersebut dengan gaya yang sok meminta pada Xiao Li untuk membacakan menu apa yang mereka tawarkan. Jurus andalan pun dikeluarkan, Xiao Li menghafalkan nama – nama makanan apa saja yang mereka hidangkan. Namun dengan segera sang pria menghentikan, kalau memang hanya bicara menu yang ada di menu di juga bisa baca sendiri. Dia meminta Xiao Li memberikan rekomendasi makanan.

Xiao Li yang disini notabenenya Cuma pelayan jelas kebingungan bagaimana menjelaskan makanannya secara rinci.



Xiao Qiang melapor pada Le Xuan kalau ada seorang pembuat masalah. Le Xuan terdiam sedikit mencerna ucapan Xiao Qiang lain halnya dengan Kai Qi yang segera melihat apa yang terjadi.

Kai Qi lebih dulu sampai hingga posisi berdirinya berada di depan Le Xuan, Le Xuan langsung dengan gemas mensejajari Kai Qi. Aiss dua manusia ini. Keributan yang Xiao Qiang kabarkan ternyata telah ditangani oleh Ah Jie yang menjelaskan dengan seksama hidangan yang di rekomendasikan olehnya. Pelanggan nampak puas dan Xiao Li hanya bisa tersenyum kagum menatap Ah Jie.

“Baik, Aku akan memesan yang ini kalau begitu. Apa hidangan pokok untuk hari ini?”

“Hidangan pokok untuk hari ini, kami menyediakan roti lapis, risotto dan roti panggang.” Sebut Xiao Li.
“ Tapi aku ingin kentang.”

Xiao Li bingung karena kentang tidak masuk dalam daftar menu utama mereka. Pelanggan tak perduli apapun , dia ingin kentang. Xiao Li menatap bingung pada Ah Jie hingga membuat pelanggan kesal. Dia meminta untuk bertemu dengan kepala koki.


Kai Qi menghampiri mereka bertiga namun Le Xuan yang gak mau dianggap remeh oleh bawahannya segera mendahului langkah Kai Qi lalu memperkenalkan pada pelanggan kalau dialah Asisten Koki disana. Pelanggan nampak mengenali Le Xuan sebagai koki cantik yang sering muncul di TV. Le Xuan pun membenarkan.

“Senang bertemu denganmu. Tapi harusku katakan pencapaian tim dapurmu untuk bertindak sesuai dengan keadaan bukannya itu sangat buruk?”

Le Xuan menanggapi keluhan pelanggannya dengan senyum. Dia akan segera menghidangkan Daging rebus anggur Burgundy dan kentang yang pelanggan itu inginkan.


Le Xuan kembali ke dapur dengan raut kecewa. Kai Qi berkata kalau pelanggan itu bukan lah orang yang serius. Tapi Le Xuan tak sependapat, kalau apa yang ia lihat menunjukkan keseriusan si pelanggan.

Le Xuan memerintahkan Kai Qi untuk mengambil hidangan tersebut. Kai Qi dengan dingin hanya meng – iya – kan.

“Juga, karena pelanggan meminta kentang untuk menu pokoknya, Itu artinya kentang itu sangat penting. Ingat untuk menampilkannya dengan baik.” Ujar Le Xuan.


Kentang sebagai makanan tambahan bisa menjadi hidangan sederhana, tetapi juga bisa menjadi aneka hidangan. Pelanggan ini tidak begitu mudah untuk ditangani. Du Kai Qi, aku menantikan hasil kerjamu.” Batin Le Xuan.


Dari kejauhan, Da Zhi yang memperhatikan keduanya mengejek Le Xuan yang tidaklah terlalu hebat sebagai seorang Asisten Koki. Ketika ada pelanggan yang susah menyerahkannya pada Kai Qi dan nanti kalau tak berjalan dengan semestinya pasti dia akan menaruh semua kesalahan pada Kai Qi.

Ah Jie yang juga ikut nimbrung diantara keduanya, Da Zhi dan Xiao Shu. Dia menatap Kai Qi dengan khawatir.


Xiao Shu ikut membantu Kai Qi dalam mempersiapkan hidangan untuk pelanggan tadi. Dia meminta pendapat Kai Qi mengenai kentang jenis apa yang harus mereka pilih.

“Orang-orang Perancis biasanya menyukai kentang yang dihaluskan sebagai hidangan khusus. Cepat pilih kentang yang bulat dan seukuran kepalan tangan. Jenis-jenis kentang yang lembut dan penuh dengan rasa.”

Xiao Shu membawakan sekeranjang kentang dan Kai Qi yang memilihnya.


Kentang yang lembut Mengirisnya dan menyusunnya menjadi bentuk 3-dimensi tidak tahu apakah itu akan runtuh.” Batin Ah Jie yang memperhatikan Xiao Shu dan Kai Qi dari kejauhan.


Xiao Shu melakukan pekerjaannya dengan telaten mengupas kentang sedangkan Da Zhi yang menghampiri menatap dengan tak percaya. Xiao Shu meminta Da Zhi untuk percaya karena dia akan membantu Kai Qi dan tidak akan membuatnya gagal. Da Zhi masih menatapnya dengan curiga, dia pun membawa kentang yang sedang di kupas oleh Xiao Shu. Dia tak percaya.


Selepas kepergian Da Zhi, Ah Jie menampakkan diri. Ini membuat Xiao Shu terkejut karena kehadirannya yang mendadak. Ah Jie memuji kentang pilihan Xiao Shu bagus. Dia kemudian mengambil alih pekerjaan Xiao Shu dan mengupas – ngupas kentangnya dengan cekatan.

Sedang Xiao Shu menatap terbengong – bengong melihat teknik Ah Jie. Wow.


Ah Jie yang membantu Xiao Shu tak luput dari perhatian Le Xuan. Dengan curiga ia menatap kemampuan Ah Jie dalam mengiris kentang dengan cepat dan ketebalan pun sama.

Ah Jie juga membantu Xiao Shu dengan hati – hati meskipun dia juga ketar – ketir kalau sampai Xiao Shu curiga.

Dia sangat profesional dalam menerangkan hidangannya, dan gerakannya tampak profesional, juga. Tidak ada cara hingga hidangannya jadi buruk. Ah Jie, orang ini... semakin melihatnya, semakin aneh dia.” Batin Le Xuan.



Hidangan Ah Jie – Hidangan Kai Qi
Kai Qi dan Ah Jie berbarengan menyerahkan hidangan yang telah mereka persiapkan. Le Xuan memuji hidangan Ah Jie yang begitu kreatif karena memang tampilannya pun lebih menarik dibanding Kai QI.
Le Xuan meminta izin pada Kai Qi agar ia bisa menghidangkan hidangan milik Ah Jie. Jelas Kai Qi tak mungkin bisa melarang, baiklah.

Selepas kepergian Le Xuan dan Ah Jie, Kai Qi mendesis kenapa ia tak terfikirkan untuk membuat hidangan seperti milik Ah Jie.




Hidangan pun disajikan. Pelanggan hanya menatap lama hidangan tersebut dan beberapa kali megibas – kibaskan tangannya agar bau harus makanan tersebut tercium. Xiao Li bertanya dengan penasaran apa yang mereka lakukan.

Ah Jie menjelaskan dengan berbisik, kalau dia sedang menghabiskan waktu manis dalam makan. Orang perancis akan menghabiskan waktu sampai 2-4 jam untuk makan. Makann tersebut nantinya akan dingin tapi kalau makanan tersebut adalah makanan yang baik, ketika dingin pun akan terasa nikmat.

Pelanggan mulai mencicipi makanan tersebut setelah selang beberapa lama. Semua orang menunggu bagaimana komentar sang pelanggan.

KOMENTAR :

Adegan yang paling aku suka itu pas Kai Qi terus membantah semua ucapan Ah Jie, ini menunjukkan kalau Kai Qi itu pintar. Berucap dan berfikir hanya berdasar pada logika tanpa mempertimbangkan perasaan.
Oke. Scene terakhir, aku suka aja kalau udah liat makanan yang cantik – cantik.

Episode 3-2 mungkin aku posting besok. Atau memang kalau besok belum berarti aku sedang mengerjakan ANL. Keep waiting^^ yang sabar yah menunggu postingan aku yang lambat menahun. kekeke. tapi emang kalau episode 4 juga belum ada subtitlenya. agak lama..

4 Responses to "Sinopsis Love Myself or You episode 3-1 "

  1. salam kenal puji,,,~_~
    ditunggu postingan berikutnya yaahh,,,^_^
    Tian'z

    ReplyDelete
  2. Sinpsisnya bagus,,, ditunggu ya part 2-nya.....
    ~SEMANGAT~

    ReplyDelete
  3. suka ma drama ini...udah sampek eps 11 di taiwan...dituggu eps slnjutnya min...jia you :)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^