Sinopsis Love Myself or You Episode 2-2




Sepulang kerja, Ah Jie memarkirkan mobilnya tak jauh dari sepeda motor Kai Qi. Ah Jie pun menyapanya dengan senyum manis namun Kai Qi menanggapi dengan dingin bahkan untuk balas menyapa saja tidak.

Ah Jie menebak – nebak apa yang membuat Kai Qi begitu muram. Kai Qi menyindir melihat mobil Ah Jie yang bagus padahal dia hanyalah seorang karyawan magang. Ah Jie menggaruk kepala yang tak gatal, itu temannya yang meminjamkan.

“Mengendarai ini karena seorang teman meminjamkannya padamu dan berpura pura terlihat kaya, itu bahkan lebih buruk.” Ucapnya seraya melengos pergi.

Skak mat. Ah Jie sama sekali tak bisa berucap apa – apa lagi.


Kai Qi berjalan mendahului Ah Jie yang berjalan dibelakangnya. Dia merasa terganggu dan menyuruh Ah Jie untuk jangan mengikutinya. Ah Jie memang tak mengikuti Kai Qi.

“Jika kamu tidak mengikutimu, kembalilah.”

“Kenapa aku harus memutar arah?”

“Jika kamu tidak putar arah, kalau begitu kamu mengikutiku.” Ucap Kai Qi ngotot.

“Aku tinggal disini. Kenapa aku harus putar arah?”

Kai Qi terkejut mendengar ucapan Ah Jie yang terakhir, Kai Qi bertanya kenapa Ah Jie tinggal disini. Ah Jie tersenyum mendengar pertanyaan konyol Kai Qi, siapapun pasti boleh tinggal dimana saja kan. Kenapa aku tidak bisa tinggal disini?

Kai Qi kembali menyuruh Ah Jie jangan mengikutinya. Ah Jie kembali tersenyum. Bukannya dia sudah bilang kalau dia tak mengikuti Kai Qi. Kalau memang Kai Qi tak suka maka ia akan berjalan cepat.


Di Lift, jari mereka sama – sama menekan angka 14. Kai Qi menghela nafas kesal karena ternyata Ah Jie juga selantai dengannya. Ah Jie heran dengan sikap Kai Qi, dia juga memberitahu kalau dialah yang mengantarkan Kai Qi ketika mabuk.

Kai Qi merasa lebih baik kalau Ah Jie meninggalkannya saja di kedai dan menganggap mereka tak saling kenal. Tapi bagi Ah Jie, dia tak bisa mengabaikannya begitu saja karena mereka rekan kerja.



Lift terbuka, Kai Qi menghadang Ah Jie.

“Aku katakan padamu, aku sangat benci membawa - bawa hubungan pekerjaan ke rumahku. Oleh karena itu, jangan bertindak akrab denganku hanya agar kamu bisa masuk kerumahku. Jika kamu tidak memiliki ketangguhan dan ingin menjadi tetanggaku, kita lihat saja berapa lama kamu bisa tinggal disini.”

Ah Jie yang mendengar hal itu merasa kalau Kai Qi memiliki jiwa bersaing. Dia kemudian menggoda Kai Qi dengan mengatakan kalau Kai Qi sebenarnya masih sangat imut. Seolah cuek, Kai Qi melengos pergi meninggalkan Ah Jie.

Tapi, di setelah di dalam rumah akhirnya dia juga mengingat ucapan Ah Jie tadi. Haha.



Kai Qi masuk ke apartemennya, dia melihat Xiao Yi yang masih duduk manis di sana. Dia menegur sang ibu yang belum mengantarkan Xiao Yi. Bibi Qian Lan jelas gak tega karena Xiao Yi bertindak baik lagipula mereka hanya perlu menyiapkan sumpit dan mangkuk. Kai Qi tak sependapat, bukan juga masalah sumpit. Mengurus anak bukanlah hal yang mudah. Memberi makan dan tempat tinggal tidaklah cukup.

Kai Qi tahu ibunya tak akan tega mengantarkan Xiao Yi, maka dialah yang akan mengantarkan pada ayahnya.



Bibi Qian Lan mencoba menahan Kai Qi namun tak di perdulikan, dia tetap menyeret Xiao Yi pergi. Seorang nenek pasti tak akan tega meninggalkan cucunya pada seorang yang bahkan belum tentu akan merawat dengan baik, meskipun dia ayahnya sendiri.

Xiao Yi tak bisa berbuat apa – apa namun pandangannya pada sang nenek seolah meminta perlindungan. *Anak lucu itu.. jangan!!


Ayah Xiao Yi membukakan pintu dengan terpaksa karena KaiQi terus saja menggendor pintu rumahnya. Dia kesal karena dia akan menikah jadi menitipkan Xiao Yi pada keluarga Kai Qi. Ini tidak seperti dia menginginkan Xiao Yi.

“Apa maksudmu Ini tidak seperti aku menginginkannya? Karena kamu tidak menginginkannya, lalu kenapa kau membuat kakakku hamil?”

Ayah Xiao Yi menyuruh Kai Qi jangan terlalu kasar. Dari awal memang dia tak berniat membuat kakak Kai Qi hamil. Keluarga bahkan sudah melarangnya berhubungan dengan kakak Kai Qi. Tapi karena ingin dinikahi jadi dia sengaja hamil. Untung saja aku tak menikahinya!

“Xiao Yi, kamu juga tidak ingin menghalangi kebahagiaan ayahmu, kan?” tanya ayah Xiao Yi pada Xiao Yi.



Xiao Yi menatap Kai Qi penuh harap, meminta perlindungan dari sang bibi. Xiao Yi terus memandangnya.
Tapi Kai Qi melepaskan pegangan Xiao Yi lalu menghadapi ayahnya.

“Ingat ini baik-baik, kamulah yang sudah menyerah atas kewajibanmu menjadi ayah Xiao Yi. Mulai hari ini dan seterusnya, Xiao Yi tidak ada hubungannya denganmu. Untung kakakku tidak pernah menikah denganmu.”



Selepas dia mengucapkan itu, Kai Qi berniat menggandeng Xiao Yi pergi namun ternyata Xiao Yi sudah menghilang. Sepertinya tadi Xiao Yi mengira kalau Kai Qi akan meninggalkannya.

Kai Qi berlari kesana kemari untuk mencari Xiao Yi. Di jalan. Halte. Pokoknya muter – muter tapi Xiao Yi masih belum ia temukan.

Xiao Yi! Cepat keluar! Ayo pulang dengan Bibi, oke?” ucap Kai Qi.  Xiao Yi dibalik dinding tampak ragu. Sampai akhirnya dia menampakkan dirinya pada Kai Qi.


Sesegera mungkin, Kai Qi pun menjemput Xiao Yi yang ada di seberang jalan. Xiao Yi pun memeluknya dengan erat. Penuh kasih sayang.



Senyum cerah Bibi Qian Lan tersembul ketika melihat Kai Qi dan Xiao Yi kembali. Kai Qi dengan mantap meminta pada ibunya untuk mencarikan TK. Dia akan mengadopsi Xiao Yi.

Kai Qi meminta pada Xiao Yi untuk jangan merasa sendiri walaupun kesepian. Ketika dia memikirkan Ayah dan Ibu, maka pikirkanlah bibi. Kai Qi pun menunjuk dada Xiao Yi, bibi akan berada disini.

“Bibi, apa kau akan selalu disisiku?” pertanyaan Xiao Yi segera dibenarkan oleh Kai Qi. Mereka akhirnya melangkah bersama. Bergandengan dengan bahagia.
***



Pagi harinya, Kai Qi dan Ah Jie keluar dari apartemen bersamaan. Seperti biasa, mereka berebut untuk memencet tombol lift. Ah Jie yang ingat dengan jiwa pesaing Kai Qi dengan sengaja masuk ke lift mendahuluinya.

Terima saja? Tentu tidak. Kai Qi dengan semangat empat lima memencet seluruh tombol lift. Dia lalu keluar meninggalkan Ah Jie yang terbengong – bengong. Haha.


Sepeninggal Ah Jie, Kai Qi pun segera menuju ke lift sebelah dengan senyum cerah ceria. Tapi dilantai 13, senyum Kai Qi kembali pudar saat lift terbuka dan Ah Jie lah yang berada di depannya.

“Kelihatannya ketangguhanku sangat kuat. Aku pikir aku bisa terus menjadi tetanggamu yang baik. Tapi aku pikir penyewa lain pasti merasa sangat terganggu. Jam segini, siapa yang bercanda dan menekan tombol disetiap lantai? Kekanak-kanakan sekali.” Sindir Ah Jie. Kai Qi pun mencoba menekan malunya dengan memalingkan wajah sebal.
***





Le Xuan mengucapkan rasa terima kasihnya karena semua orang yang telah membantu sehingga dia tak kesulitan di hari pertama menjadi asisten koki.

Xiao Shu datang dengan tergesa untuk memberitahu kalau saus kaviar beluga habis. Kai Qi sigap bertanya siapa yang bertugas memeriksa penyimpanannya kemarin. Ah Jie mengangkat tangan tapi juga menunjuk Xiao Shu lah yang memerintahkannya. Kai Qi kesal kenapa pendatang baru yang bertugas menjalankan itu. Dia menyuruh Xiao Shu untuk mengecek apa masih ada sisa atau tidak.

“Apa yang akan kita lakukan? Sampanye Krug dengan lobster dan saus kaviar itu hidangan khusus restoran. Tentu saja, akan ada banyak orang yang memesan itu.” Da Zhi khawatir.

Kai Qi memerintahkan Da Zhi untuk mencarinya di tempat eceran. Da Zhi bersedia namun Le Xuan yang sedari tadi terabaikan dan mereka lebih tunduk pada Kai Qi pun merasa tak terima. Dia melarang Da Zhi dan menyuruh Kai Qi untuk mengerjakan tugas tersebut. Bao Zhu memberitahu kalau Kai Qi yang bertugas memasak.

“Aku akan bertanggung jawab memasak. Aku Asisten Kokinya.” Ucap Le Xuan untuk mempertegas kedudukannya.

Kai Qi pun setuju meskipun harus melaksanakan tugas itu bersama Ah Jie. Sedang Da Zhi dan Bao Zhu adalah orang yang paling tak terima dengan keputusan itu.



Ah Jie menawarkan naik mobilnya untuk menuju ke toko tapi Kai Qi menolak, jalanan di jam sekarang itu macet jadi akan lebih baik kalau mereka naik motor.

Walhasil, Ah Jie yang belum pernah naik motor seumur hidupnya maka hanya bisa membonceng Kai Qi yang mengendarai motornya dengan tak keruan kencangnya. Ah Jie menyarankan untuk memelankan kecepatan tapi karena jiwa gak mau kalau Kai Qi malah membuatnya semakin memacu kecepatan.

Diujung jalan, ada lampu merah. Kai Qi yang ngebut menge-rem motornya dadakan hingga Ah Jie yang membonceng ketakukan dan perpegang erat pada pinggang Kai Qi. Sedang dua gadis yang ada di sampingnya jadi terkekeh geli melihat Ah Jie yang notabene seorang pria malah membonceng dan memeluk erat pinggang wanitanya, Kai Qi.

Ah Jie tersipu malu lalu meminta Kai Qi untuk memelankan saja motornya karena mereka tidak dalam perlombaan. Setuju? Jelas tidak, Kai Qi semakin menarik gasnya dalam – dalam. *elus dada yah Ah Jie.


Kai Qi dan Ah Jie sudah sampai ke toko tempat menjual beluga, pelayannya menelfon kebeberapa rekan lain tapi mereka tak bisa menemukan beluga. Belakang ini beluga sangatlah laris jadi mereka kehabisan stock. Kalau di tempat mereka tak ada berarti biasanya di toko – toko eceran lain juga tak ada.

Kai Qi memutuskan untuk menghubungi beberapa toko lain dan memang benar mereka juga sedang kehabisan. Ah Jie bertanya apakah mereka harus meminjam bahan makanan dari restoran lain. Konyol memang, karena tak mungkin ada sebuah restoran yang mau meminjamkan bahan makanan pada sesama profesi apalagi saus kaviar beluga. Tapi Ah Jie tahu tempat restoran rekannya.

Tanpa pikir panjang, Kai Qi pun segera menuju motor. Ah Jie pun tersenyum melihat betapa semangatnya Kai Qi.


Kai Qi sudah pernah ke restoran yang di tunjuk oleh Ah Jie, makanan di retoran itu memang enak. Bahkan dia pernah meminta bertemu dengan kepala kokinya. Ah Jie bertanya seberapa enaknya?

Kai Qi memuji makanan penutupnya yang begitu nikmat, dan tertulis nama Louis. Kai Qi pun segera masuk ke dalam restoran sedangkan Ah Jie tertegun lalu menujuk dirinya sendiri, Louis? (sepertinya nama prancis dia adalah Louis Fu. Nama aslinya Fu Zie Jie, nama panggilannya Ah Jie. Woooa ribetnya)



Kai Qi menyapa pelayan disana lalu bertanya apakah pelayan tersebut masih mengenalinya? Dia yang datang kesana lalu meminta bertemu dengan kepala koki. Pelayan mengingat jelas Kai Qi. Kai Qi penasaran apakah kepala koki mereka ada disana? Dia ingin menemuinya.

Pelayan heran. Dia menatap Ah Jie yang menggeleng kepala sebagai tanda agar tak memberitahukan dirinya. Namun perlahan secara alami, Pelayan tersebut pun menunjuk Ah Jie. Kai Qi pun menoleh.



Tepat saat itu pula seorang masuk ke dalam restoran, Ah Jie dengan segera memeluk temannya tersebut lalu menyapanya sebagai Louis. Teman Ah Jie heran tapi Ah Jie berbisik agar dia mau bekerja sama.
Mereka tertawa garing kriuk – kriuk dan dengan canggung mengatakan kalau kepala koki mereka mengundurkan diri tiba – tiba lalu pergi. Mereka juga sedang mencarinya.

“Dia pergi mendadak sekali, kenapa kalian tertawa sangat bahagia?” tanya Kai Qi heran menatap tingkah dua orang tersebut.

Eepp. Teman Ah Jie segera berkata kalau dengan tawa seperti itu berarti mereka juga sedang menunjukkan perasaan sedih yang mendalam. Hahaha. Ah Jie yang tak ingin terlalu banyak ucapan dan kejanggalan lagi segera menyeret pergi temannya untuk mengambil saus beluga kaviar. Ah Jie berisik kenapa temannya itu sangat buruk dalam akting.

“Pemenang Oscar perlu berlatih juga. Bagaimana bisa begitu tiba-tiba?” ucapnya. Hahaha


Sangat disayangkan, Kai Qi benar – benar ingin bertemu dengan Louis tapi kalau dia kabur dengan tanpa kabar. Berarti Louis bukan orang yang bertanggung jawab dan itu sangat menjengkelkan.
Tiing. Teman Ah Jie pun melirik Ah Jie lalu menyetujui perkataan Kai Qi.
***



Semua orang menatap takjub bubuk saus Kaviar yang sangat sulit di cari tapi Kai Qi bisa menemukannya dalam sekejap. Xiao Shu yang biasanya sebal dengan Kai Qi pun juga memujinya habis – habisan. Lain halnya dengan Le Xuan yang menatap jengkel bubuk saus Kaviar yang diperoleh Kai Qi.

“Jadi aku mengatakan kalau kesimpulannya adalah Tidak peduli dimana posisimu berada, didalam dapur kita, kita tidak dapat melakukannya jika tidak ada Du Kai Qi.” Sindir Bao Zhu dengan penekanan. Bao Zhu pun menyerahkan daftar pesanan pada Le Xuan, Asisten Koki, tolong lihat ini.


Le Xuan memantau anak buahnya dengan raut bahagia tapi segera berubah sebal ketika menatap Kai Qi yang mencicipi sendiri makanannya. Kai Qi tanpa meminta pendapat segera menyerahkan pada  Xiao Shu. Le Xuan segera mencegatnya. Dia mencicipi masakan Kai Qi lebih dulu.

“Rasanya enak, tapi.. Aku ingin menantang sesuatu yang berbeda. Sebuah rasa yang lebih kuat.”

“Tapi alasan pelanggan datang ke restoran kita ini karena mereka menyukai rasa aslinya. Hangat dan halus.” Bantah Kai Qi.

Apa kamu Asisten Kokinya atau aku? Tanya Le Xuan sengit. Dia mengambil keputusan agar Kai Qi mengulang dalam membuatnya. Kai Qi bergumam sebal karena hal itu membuang – buang waktu.



Kai Qi sedang plating sebuah steak, Le Xuan yang memperhatikan menegur Kai Qi yang memasak steak denga kurang matang. Kai Qi heran, menurutnya matang segitu sudah cukup. Apa kau sedang datang bulan? *soalnya sensi banget sih

Le Xuan tadinya ingin membentak tapi kembali menahan emosi lalu menunjuk steak Kai Qi yang masih setengah matang. Ah Jie dari kejauhan menyaksikan pertikaian mereka, dia pun menyela.

“Kau bisa menyajikannya. Steak sapi asin mawar ini dipesan oleh pelanggan dari Prancis. Orang Prancis suka steak setengah matang, jika lebih dari itu, mereka akan menganggap itu overcookAsisten Koki, kita tinggal di Prancis sebelumnya. Pasti seperti itu, kan?”

Ah Jie meminta ijin untuk menyajikannya.


Kai Qi mengambil daftar pesanan tersebut, lalu dia menunjukkannya pada Le Xuan dan menaruh list tersebut ketempat daftar yang telah diantarkan.


Xiao Shu sudah begitu kelelahan pada siang hari, saat melihat Ah Jie pun ia mengajaknya untuk duduk dan bermalasan. Namun kesenangannya itu segera terputus ketika Kai Qi datang dan menegurnya. Xiao Shu ketakutan segera permisi untuk pergi.

Kai Qi menghampiri Ah Jie lalu menyuruhnya janga sotoy didalam dapur. Ah Jie sok polos , seolah kebingungan. Namun Kai Qi tak perduli, dia menyuruhnya untuk mengurusi diri sendiri dan jangan membantunya.


Ah Jie berniat menjelaskan namun Kai Qi mendapatkan panggilan hingga Ah Jie terpaksa urung dan pergi membuang sampah.

Kai Qi mendapatkan panggilan dari ibu yang meminta Kai Qi untuk menjemput Xiao Yi di TK karena ia harus pergi menemui nenek Kai Qi yang terluka. Kai Qi mengatakan kalau dia akan pulang malam. Bibi Qian Lan menyuruh Kai Qi menjemputnya malam juga bisa karena TK menyediakan pengasuh. Kai Qi mengerti, dia akan menjemputnya jadi ibu bisa pergi untuk merawat nenek.


Ah Jie kembali dan melihat Kai Qi menghembuskan nafas berat. Dia sepertinya khawatir melihat raut sedih Kai Qi.

Selepas Kai Qi pergi, Ah Jie kembali melihat hadiah yang ia selipkan di sofa. Dia pun melihatnya dengan senyum ceria.


Malam harinya, Kai Qi menjemput Xiao Yi. Kai Qi memakaikan helm untuk Xiao Yi tapi karena kepala Xiao Yi yang masih kecil jadi helm nya kebesaran.

Kai Qi memutuskan untuk membeli helm untuk Xiao Yi. Kai Qi yang memiliki selera simple pun memilih helm putih polos tapi Xiao Yi yang masih anak – anak menatap helm dengan corak burung hantu. Penjaga toko tanya apakah Xiao Yi menyukai helm motif burung hantu. Xiao Yi pun mengangguk.

Kai Qi termenung. Dia harus bertanya apa yang diinginkan anak anak. Kai Qi akhirnya bertanya apa Xiao Yi menyukai helm tersebut. Xiao Yi mengangguk. Kai Qi akhirnya membeli helm corak burung hantu.




Sepulangnya, Xiao Yi diam menatap Kai Qi. Dia bertanya apa Xiao Yi lapar? Pertanyaan itu dijawab anggukan oleh Xiao Yi.

Kai Qi segera menuju kulkas dan melihat beberapa sayur yang ada didalamnya. tapi ia kembali teringat kalau dia harus bertanya apa yang diinginkan anak – anak. Kai QI tanya apa yang Xiao Yi inginkan?
“pizza” jawabnya.


Kai Qi memesan delivery order untuk Xiao Yi.

Sambil menunggu pesanan, Kai Qi membaca buku di ruang keluarga. Xiao Yi kembali menatapnya dalam diam. Kai Qi bertanya apa Xiao Yi ingin nonton TV? Xiao Yi mengangguk. Kai Qi akhirnya rela menyalakan TV.


Xiao Yi seperti layaknya anak dengan umur 6 tahun, dia segera duduk tepat di hadapan TV. Kai Qi menegur agar jangan terlalu dekat karena bisa merusak mata. Bukannya melaksanakan perintah Kai Qi dia malah ke kamar.

Sejurus kemudian dia menyodorkan pakaian pada Kai Qi, Kai Qi mengerti maksudnya dan menyuruh Xiao Yi untuk segera mandi. Tapi Xiao Yi menggeleng karena belum bisa.



Pasrah. Kai Qi pun menyiapkan air dan membantu Xiao Yi yang belum bisa melepas pakaiannya. Satu persatu pakaian Xiao Yi dia lepas tapi ketika sampai di celana dalam Xiao Yi, Kai Qi tampak ragu.

“Bibi, kau malu yah?” tanya Xiao Yi dengan senyum. Kai Qi berkata gak lalu segera melepas celananya.

Xiao Yi segera berlari menuju bathtub dan bermain dengan air hingga menyiprat pada Kai Qi. Kai Qi kesal karena bajunya basah semua. Dia segera melepas baju luarnya.



Ting Tong. Bel rumah berseru. Kai Qi segera membuka pintu dengan hanya memakai pakaian tipis.
Ternyata tamu Kai Qi adalah Ah Jie yang langsung bungkam ketika menatap pakaian yang dikenakan Kai Qi. Bajumu....
***
KOMENTAR :
Le Xuan. Le Xuan. Kadang merasa simpati karena sebagai seorang asisten koki dia seolah tak di gubris dan beberapa lebih mematuhi dengan tegasnya Kai Qi. Tapi sikap dia juga semakin menyebalkan menurutku, mungkin benar kata Kai Qi. Dia lagi dapet.

Dan baby Xiao Yi, dia lucu banget sih. Mana cakep. Udah gitu sukaa banget sama scene akhir yang menunjukkan sikap mengalah Kai Qi. Kayaknya nanti sikap es Kai Qi perlahan akan luntur dengan adanya Xiao Yi disampingnya. Melihat betapa Kai Qi mempertimbangkan apa kesukaan dan keinginan Xiao Yi
Dan yeaay, subtitle episode 3 udah keluar tapi berhubung aku harus buat Gap Dong dan A New Leaf jadi mungkin agak nantian buat episode 3nya. Atau kalau sempet dan bisa ya aku besok udah posting episode 3-1.
Yong Qian - Ah Jie

Bibi Qian Lan

Du Kai Qi

Le Xuan

Da Zhi - Bao Zhu - Linda

Xiao Shu - Xiao Li - Xiao Qiang

Xiao Yi

8 Responses to "Sinopsis Love Myself or You Episode 2-2 "

  1. Ditunggu episode selanjutnya...

    ReplyDelete
  2. Udh mulai terbiasa ama nama2 nya.....agak aneh jg ya beda ama bhsa korea...hihi

    ReplyDelete
  3. suka,,,suka,,, sinopnya,,, diterusin ya kak.....

    ReplyDelete
  4. kereeeeeeeeeeeeeeeen..... skrg udah bisa bedain setiap pemainnya...

    ReplyDelete
  5. kakak sinopsis nya bgus aku tunggu ya..wlu gk pernah comen tapi aku slu baca

    ReplyDelete
  6. Tetep sehat n semangat bwt trz ng'recap eaa...
    Fighting!!! ^^

    ReplyDelete
  7. ditunggu lanjutannya ya ... semangat

    ReplyDelete
  8. Ah Jie makin lama dilihat, makin manis ;;)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^