Sinopsis Love Myself or You Episode 2-1




Ah Jie segera menutup tirainya ketika Kai Qi sudah berdiri di depan ruang ganti. Tapi Kai Qi sama sekali tidak merasa malu, dia membuka tirainya kembali. Kau sudah melihatku sekali, kan? Aku melihatmu hari ini. Bukannya itu adil?

Ah Jie kembali menutup tirainya dan menganggap Kai Qi sudah gila. Kai Qi membuka tirai lagi lalu menatap tubuh Ah Ji, Ini bukan seperti kamu seistimewa itu.

Kai Qi pun segera menarik Ah Jie keluar, dia menyuruhnya untuk ganti diluar. Dia laki-laki siapa yang akan melihatnya. Kenapa kamu menutupi dirimu sendiri? Kamu pikir kalau aku sangat ingin melihatnya sampai aku mengobrol denganmu?

Selepas Kai Qi menutup tirai, Ah Jie menatap kesal kancing bajunya yang lepas gara-gara ditarik keluar oleh Kai Qi.





Yong Qian kembali memperkenalkan secara resmi Ah Jie pada semua koki di Figaro. Xiao Li yang paling semangat di antara yang lainnya. Dia bertanya restoran mana saja yang pernah Ah Jie tempati?
“Le Meurice, Spring, Maceo, The Kitchen Galerie.”

Semua takjub karena itu adalah restoran terkenal semua. Ah Jie tersenyum karena dia juga hanya magang. Semua kembali terkejut, kenapa tinggal di Prancis selama sepuluh tahun dia masih saja magang.

Xiao shu berkomentar kalau Ah Jie pasti bukan seorang yang hebat. Xiao Li yang sepertinya tertarik dengan Ah Jie langsung menyenggol perut Xiao Shu.


Mengetahui fakta tersebut membuat Kai Qi tidaklah begitu yakin dengan kemampuan Ah Jie. Namun dengan percaya diri Le Xuan mendukungnya untuk bekerja di dapur, meskipun magang tapi kalau di Perancis berarti memiliki sebuah kemampuan.

Bao Zhu yang ada dipihak Kai Qi mengatakan kalau peraturan ya peraturan. Meskipun dari luar negeri tapi itu bukanlah segalanya. Dia menyarankan untuk menempatkan Ah Jie menjadi pelayan, saran ini di sambut bahagia Xaio Li yang statusnya masih pelayan. Kai Qi meminta mereka berhenti, dengan masuknya Ah Jie ke dapur maka mereka akan melihat kemampuan Ah Jie.



Semua orang melihat bagaimana kemampuan Ah Jie dalam memasak, mereka terkagum-kagum dengan bakatnya. Bagaimana bisa kemampuan sehebat itu tapi masih magang?

Le Xuan berkomentar melihat ekspresi Ah Jie seperti seorang yang bergairah dalam memasak. Sangat professional.


Linda yang juga menyaksikan Ah Jie tiba-tiba matanya terpejam, sepertinya dia memiliki indra ke enam. Dia mengatakan kalau salah seorang wanita di Figaro akan memiliki Ah Jie. Semua antusias menanti lanjutan ucapan Linda. Linda menatap semua orang disana, pandangannya jatuh pada Le Xuan dan Kai Qi.

Tapi... sambungannya terputus. Haha. Dikira sinyal? Linda tak bisa lagi membaca kelanjutan dari terawangannya.




Semua orang menebak – nebak bahkan Xiao Qiang menebak kalau tingkat Ah Jie bisa saja setingkat dengan Kai Qi dan Le Xuan kalau menyelesaikan hidangat tersebut.

Sedang Ah Jie terlihat sedikit aneh, dia melirik kesana kemari lalu memeras lemon pada makanannya. Mungkin dia ingin menepis kecurigaan teman-temannya. Tetap ingin membuat kesan pegawai magang pada umumnya.

Kai Qi yang melihat gelagat aneh Ah Jie pun mengerutkan kening. Dia menyadari kejanggalan dari keputusan Ah Jie menambahkan lemon.



Makan terhidang. Semua mencicipi dengan penasaran namun seketika muka mereka berubah. Iiieeww. Asam. Makanannya hanya berasa lemon. Kecuali Kai Qi yang memandang Ah Jie dengan curiga.

Yong Qian maju. Dia tak ada lagi keraguan untuk menempatkan Ah Jie sebagai pelayan. Semua orang setuju dengan keputusan itu. Terlebih Xiao Shu yang bisa memerintahnya atau Xiao Li yang bisa PDKT.


Semua orang pergi untuk menjalankan tugasnya masing – masing. Hanya tinggal Kai Qi saja yang menatap Ah Jie dengan curiga tapi securiga apapun itu, tetap Kai Qi gak bertanya. Dia mengikuti yang lain meninggalkan Ah Jie.

Sedang Ah Ji akhirnya bisa menghembuskan nafas lega. Kedoknya tak terbongkar.


Dapur sudah di penuhi para koki yang kembali menjalankan aktivitasnya, tak terkecuali Ah Jie yang bekerja namun pikirannya masih tertuju pada anak kecil yang memanggil Kai Qi ibu.

Da Zhi yang mendengar gumaman langsung emosi, apa yang akan Ah Jie lakukan pada Kai Qi. Ah Jie masih terfokus pada pikirannya, Kai Qi pasti belum menikah, kan?

“Apa urusannya denganmu? Aku katakan padamu. Kai Qi tidak akan pernah menikah denganmu.” Semprot Da Zhi.

Xiao Shu menengahi keduanya, apalagi ketika Da Zhi akan menggetok kepala Ah Jie dengan wortel. Xiao Shu memberitahu kalau Kai Qi memang belum menikah. Dia hanya bekerja dan bekerja. Jangankan suami, pacar saja belum punya. Tapi kenapa kamu menanyakan tentang ini?

Ah Jie masih dengan lamunan bertanya, kalau begitu kenapa seorang yang tak memiliki suami tapi sudah memiliki anak. Da Zhi terbakar emosi, antek-antek Kai Qi yang ini emang yaah. Emosinya tinggi.
Lalu kenapa anak kecil itu memanggil Kai Qi mama?” batin Ah Jie.



Tapi pertengkaran itu segera bubar ketika Kai Qi datang kesana. Kai Qi memberikan tugas Ah Jie untuk mengupas  buah. Ah Jie meminta pendapat Kai Qi mengenai masakannya. Menurut Kai Qi sebaiknya jangan meremas secara berlebihan lemon. Dimulai dengan awal yang baik tapi eksekusinya buruk. Ah Jie tersenyum menerima kritikan Kai Qi, mungkin itulah caranya. Baik saat memulai tapi gagal dalam mengakhiri.

“Jika kamu suka menjadi karyawan magang selama sisa hidupmu, kalau begitu jadi itu saja. Apa hubungannya denganku?!” bentak Kai Qi.

Semua karyawan pun menatap Kai Qi namun Kai Qi membentak agar mereka kembali bekerja. Kai Qi pun pergi.



Ah Jie menarik lengan Kai Qi, kenapa dia selalu saja mengucapkan kata – kata sengit? Apa kau juga seperti ini sebelumnya? Kai Qi mengatakan kalau hal itu sama sekali bukan urusan Ah Jie.

“Meskipun kamu seperti ini sekarang, pasti ada saat-saat membahagiakan untukmu dimasa lalu, kan? Apa kamu ingat saat kamu kecil? Apa kamu pernah mengalami hari-hari yang menyenangkan?”

Kai Qi pun teringat dengan kenangan ketika dia makan bersama keluarga majikannya, yang tak lain adalah Ah Jie. Namun perasaan bahagia itu segera ia tepis jauh.

“Kebahagiaan cuma khayalan yang hanya ada didalam novel dan televisi. Itu semua bohong. Aku tidak ingin mengingat hal-hal tidak berguna semacam itu. Jadi bagaimana jika aku mengingatnya? Kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Lakukan saja pekerjaanmu” ucap Kai Qi seraya pergi.


Le Xuan begitu antusias dengan pangkat barunya sebagai asisten koki, dia tak sabar untuk menanti pelanggan pertama mereka hari ini. Bukan hanya itu, ini juga akan membuktikan kalau dirinya bukanlah vas bunga seperti yang di ucapkan oleh Kai Qi.


Bao Zhu membuat kopi untuk kepala koki. Da Zhi yang melihatnya heran karena kepala koki meminta kopi pahit tapi kenapa Bao Zhu menambahkan begitu banya gula. Bao Zhu asal berkata kalau tangannya tergelincir. Da Zhi tahu kalau Bao Zhu membenci kepala koki tapi bukan seperti itu caranya. Bao Zhu mengelak, dia hanya ingin membalas perbuatan kepala koki. Aku curiga kalau selama kompetisi untuk Asisten Koki, Ketua menyabotase makanan Kai Qi.

“Jadi maksudmu itu kalau Kepala Koki tidak menyabotase kompetisinya, Le Xuan tidak mungkin menang sama sekali.” Tanya Da Zhi.

Bao Zhu membenarkan sambil membawa cangkir kopi kepala koki tapi sebelumnya Da Zhi juga geram ikut menambah gula untuk Yong Qian.


Sedari, ternyata Le Xuan mendengar pembicaraan Bao Zhu dan Da Zhi. Dia tampak terpukul menyadari kemenangan yang ia peroleh bukan karena kemampuannya.

Hal ini mengingatkan Le Xuan pada Yong Qian yang berbisik pada Kai Qi mengenai tawarannya, dan dengan percaya diri Kai Qi menolak karena akan berusaha sebaik mungkin.



Le Xuan memutuskan untuk menemui Yong Qian dan bertanya sesuatu. Dengan senang hati Yong Qian akan menjawab. Le Xuan langsung ke pokok permasalahan dengan bertanya apakah benar Yong Qian yang menyabotase masakan Kai Qi? Karena ini sebuah permaianan, seharusnya dilakukan dengan adil.

Yong Qian tertawa meremehkan. Kalau permaianan yang adil maka Le Xuan tak akan menang dari Kai Qi. Yong Qian menegaskan kalau kemampuan Le Xuan yang sebenarnya adalah pada penampilan. Jadi siapapun yang menjadi asisten koki, entah itu Kai Qi atau Le Xuan adalah suatu hal yang baik.

Le Xuan bertanya apa maksud Yong Qian dia menjadi koki karena penampilan dan Kai Qi menjadi asisten koki karena kemampuan. Yong Qian kembali tertawa, apa aku mengatakannya terlalu jelas? *keejaam.

Le Xuan tak ingin terlalu panjang dalam berdebat. Dia menunjuk kopi Yong Qian lalu memintanya meminum kopi tersebut sampai habis. Le Xuan pamit. Beberapa saat setelahnya, Yong Qian berteriak memanggil Bao Zhu. Sedang Le Xuan hanya tersenyum sinis.



Le Xuan menjalankan tugasnya dengan terus memandangi Kai Qi yang tengah bekerja. Xiao Shu bahkan diabaikan ketika menunjukkan pesanan. Le Xuan sadar segera mengambilnya dari Xiao Shu, dia membaca beberapa pesanan. Hidangan anak – anak!

Hidangan anak – anak adalah bagian Kai Qi namun dia tak meng-iya-kan tugas tersebut karena teringat dengan keadaan Xiao Yi.

Hidangan anak – anak!” Ucap Le Xuan agak keras. Kai Qi baru sadar dan meng-iya-kan perintah tersebut.


Kai Qi memerintahkan Linda untuk mengganti gulanya dengan gula penganti. Pelanggan sudah tua jadi gula buruk bagi kesehatan. Linda hanya mengangguk sedang Le Xuan tersinggung dengan sikap Kai Qi.

“Apa kamu Asisten Kokinya atau aku? Apa kamu yang memutuskan rasanya atau aku yang memutuskan?”
Kai Qi tak menjawab, dia tak suka keributan jadi langsung pergi.


Xiao Shu tanya pada Linda, apakah di pesanannya tertulis pelanggan tersebut adalah orang tua?

Linda menggeleng tak tahu. Sedang Xiao Shu penasaran, kenapa tak tertulis di pesanan tapi Kai Qi bisa mengetahuinya.


Saint Joseph Day Cream Puffs
Pelanggan hari ini begitu ramai membuat semua pelayan bekerja keras.

Malamnya, Xiao Shu masih bertanya-tanya apakah Kai Qi itu hantu. Bao Zhu langsung menyela ucapan Xiao Shu, Kai Qi bukanlah hantu hanya saja dia bekerja begitu keras. Pasangan kakek tersebut datang setidaknya seminggu sekali sehingga dengan melihat pesanan saja Kai Qi sudah tahu. Bao Zhu membentak Xiao Li yang menggunakan energi tapi mengeringkan garpu saja tak bisa.


Xiao Qiang datang. Xiao Li sudah kesal dulu dengan Bao Zhu hingga menumpahkan kemarahannya pada Xiao Qiang. Bukan dia pelayan satu – satunya tapi kenapa hanya dia yang kena bentak. Xiao Li memberikan serbetnya pada Xiao Qiang dengan geram, aku akan ganti baju!!

Xiao Qiang terbengong-bengong mendapati sikap Xiao Li. Xiao Shu menenangkan. Xiao Li memang begitu, dia menganggap semua orang yang bersikap baik padanya maka dia mencintainya. Xiao Shu menyuruh Xiao Qiang untuk bersabar saja. Dan sekarang sudah ada Ah Jie yang akan mengalihkan  perhatian Xiao Li.

Xiao Qian terharu. Dia memeluk Xiao Shu. Ah Jie yang melihat dari kejauhan hanya bengong. Xiao Shu dan Xiao Qiang kemudian menuju Ah Jie untuk memberinya semangat. Senasib seperjuangan.
***

KOMENTAR :
Ternyata Le Xuan gak seburuk yang aku pikirkan. Dia hanya merasa ingin melampaui Kai Qi sebagai saingannya. Bukan sesuatu yang buruk sih kalau seseorang ingin berusaha lebih baik meski disini kontekasnya Le Xuan hanya ingin mengungguli Kai Qi dan ingin menunjukkan kemampuannya pada orang lain, ingin mendapat pengakuan kalau dia itu bisaa.

3 Responses to "Sinopsis Love Myself or You Episode 2-1 "

  1. Suka... Ditunggu kelanjutannya...Makasih Chingu...

    ReplyDelete
  2. Masih bingung bedain nama2nya... Binguuuuuung cew cow

    ReplyDelete
  3. Seruu... lanjutkan. Ditunggu ^__^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^