Sinopsis Love Myself or You Episode 1-2




Le Xuan keberatan dengan Yong Qian, sedangkan Kai Qi setuju-setuju saja karena komentar yang tak biasa akan membuat menjadi lebih adil. Yong Qian meyakinkan kalau Ah Jie bisa melakukannya karena dia juga pernah bekerja di restoran perancis.

“Tapi kenapa aku harus melakukannya? Aku tak tahu bagaimana kebijakan di restoran ini.” Ah Jie sedikit keberatan.

Yong Qian pun berbisik pada Ah Jie, ini juga bagian penilaianku untukmu. Ah Jie pun akhirnya setuju.




Ah Jie dilanda kecanggungan karena harus menilai masakan dua orang yang sama sekali belum dikenalnya. Pihak Le Xuan yang tampak bersahabat atau kubu Kai Qi yang begitu dingin.

Tak ingin berlama-lama dalam situasi tersebut, Ah Jie pun mulai menilai.


“Hal yang paling penting tentang steak dengan saus bearnaise adalah sausnya. Salah satu koki yang terbesar Perancis abad ke-20, Fernand Point mengatakan didalam bukunya Ma Gastronomie. meskipun saus béarnaise hanya membutuhkan kuning telur, bawang merah, tarragon krim dan cuka untuk membuatnya, tetapi kamu membutuhkan setahun praktek untuk membuat saus yang sempurna.” Ah Jie membuka penilaian.


Dimulai dengan piring milik Le Xuan.

“Saus ini... memiliki tekstur halus, ini sangat tulus. Steaknya sangat lezat, juga.”



Giliran piring Kai Qi, Ah Jie pun memakan sepotong steak Kai Qi. Semua orang harap-harap cemas menanti reaksi Ah Jie. Entah apa yang terjadi atau bagaimana rasanya, Ah Jie kembali mengeluarkan steak yang ada dimulutnya dengan reaksi aneh. Kai Qi terkejut. Sedangkan kubu Le Xuan pun girang.

Ah Jie memutuskan pemenangnya adalah kelompok Le Xuan.



Kai Qi meremas tangannya dengan kesal. Masih belum bisa terima dengan kekalahan, Kai Qi pun membentak Ah Jie dengan kasar. Kamu bekerja di sebuah restoran Perancis sebelumnya, apa yang kau lakukan di sana?

Yong Qian yang lupa memperkenalkan Ah Jie, dia berkata kalau Ah Jie adalah koki dari perancis yang akan magang di restoran mereka. Kai Qi semakin kesal, bagaimana bisa seorang karyawan magang yang menilai masakannya?! Kamu menghancurkan impianku pada pertemuan pertama kita hari ini. Kualitas apa yang kamu lakukan juga? Kualitas macam apa?!

Yong Qian menengahi dengan mengatakan kalau besok dan seterusnya Le Xuan lah yang akan menjadi koki.


“Orang kalah, tolong akui saja kekalahanmu. Kita sudah sepakat bahwa kompetisi akan memutuskan pemenang dan pecundang.” Ucap Yong Qian sarkatis.

Kai Qi yakin dengan masakan miliknya pun mencicipi hidangan yang ia siapkan. Entah apa aku juga gak tahu, Kai Qi menatap tajam Yong Qian dengan curiga. Yong Qian langsung salting. Dia menyuruh semuanya bubar dan membereskan dapur.

Ah Jie yang memperhatikan gelagat keduanya pun merasa aneh.


Selepas kepergian Yong Qian, Le Xuan meminta pengakuan dari Kai Qi. Dialah pemenangnya dan akan menjadi asisten koki mulai besok.

“Vas bunga.” Ucap Kai Qi seraya ngeloyor pergi. *Ini menggambarkan seseorang yang terlihat baik tetapi tidak memiliki bakat dalamnya.

“Aku sudah berulang kali mengulangnya padamu, jangan sebut aku vas bunga!” tegas Le Xuan. Namun Kai Qi semakin menjadi, dia komat-kamit tanpa suara. VAS BUNGA...

Du Kai Qi!” Le Xuan semakin geram. Sedangkan Ah Jie yang mendengar teriakan Le Xuan langsung bertanya-tanya, apakah dia adalah Du Kai Qi putri pengasuhnya? Du Kai Qi dari masa kecilku?




Ah Jie mengingat kembali bagaimana wajah Kai Qi ketika kecil, ketika dia tersenyum dengan ceria menerima hadiah permen darinya. Dan sekarang, Kai Qi yang dulu ia kenal dengan tanpa senyum memberi perintah untuk anak buahnya.


Kai Qi tampak begitu terpukul, saat Linda terluka karena terkena wajan yang panas pun dia tak memperdulikan. Ketika Bao Zhu menyapanya, Kai Qi hanya bilang kalau dia akan ganti baju.

Kai Qi pun ganti baju tapi dia lupa belum membawa baju gantinya ke ruangan, dia meminta Bao Zhu yang diluar untuk mengambilkan bajunya di meja. Tapi Bao Zhu sudah pergi dan sekarang yang diluar adalah Ah Jie. Ah Jie ragu sehingga Kai Qi yang menyodorkan tangan keluar ruangan jadi tak tahan . Kai Qi keluar dari ruangan dengan mengenakan tanktop.

Ah Jie terdiam canggung melihat Kai Qi. Kai Qi dengan sinis bertanya apakah Ah Jie belum pernah melihat perempuan? Berdiri di sini dengan linglung, mendengar aku bicara, kenapa kamu tidak bisa menolongku mengambil ini?



Ah Jie sigap berbalik membelakangi Kai Qi yang tengah mengenakan bajunya. Ah Jie bertanya apa Kai Qi keberatan dia ada disana?

“Karena kamu sudah ada di sini, itu sebabnya aku tidak keberatan. Apa urusanmu kesini?”

“Bukan apa-apa. Tanganmu...” tanya Ah Jie ketika melihat lengan Kai Qi yang terluka.

Kai Qi menyuruh Ah Jie untuk memikirkan dirinya sendiri. Dia pun segera pergi.


Ah Jie melihat kepergian Kai Qi dengan penuh tanda tanya.

Apa dia sungguh polos, lucu, mata yang cerah dan mengkilap, itu Du Kai Qi?



Ah Jie mengikuti Kai Qi yang berjalan dengan pandangan kosong. Namun ketika langkah Ah Jie mulai mendekati Kai Qi, dia kembali memundurkan langkahnya beberapa meter. Dia teringat akan perintah Kai Qi yang menyuruhnya memikirkan diri sendiri.

Perban Kai Qi terlepas, Kai Qi pun membetulkannya lagi. tapi perban Kai Qi kembali lepas karena perekatnya sudah tak kuat lagi. Ah Jie yang memperhatikan dari kejauhan tersenyum ketika Kai Qi dengan kesal akhirnya melepas perbannya yang terus lepas. Keke.



Tak di Korea Tak di Taiwan, setiap permasalahan yang terjadi pasti berakhir di kedai untuk minum bir. Kai Qi menemui Bao Zhu yang ada di kedai dengan diikuti Ah Jie tentunya. Bao Zhu memberitahukan kalau Le Xuan sedang merayakan kemenangannya.

“Bukannya vas bunga itu tahu kalau dia menang tanpa berjuang. Hari ini, aku seharusnya merayakannya dengan ibuku.”

[FLASHBACK. Hari libur: dari Malam Tahun Baru Imlek sampai hari ke-5 Tahun Baru Imlek]


Steak dengan saus béarnaise Ini aku dan kenangan ibuku. Ibuku tidak pernah menikmati makanan selezat ini sebelumnya seumur hidup dia. Setelah dia makan masakan Perancis pada malam itu, dia bilang kalau rasanya itu seperti nasibnya telah berubah. Seolah-olah aku belajar masakan Perancis.  Jika aku bisa merubah nasib ibuku, Aku akan membawanya ke restoran yang indah dan membiarkan dia memakai pakaian yang cantik. Membiarkan ibuku hidup dengan bahagia.”

Ah Jie, Kai Qi, Bibi Qian Lan dan Ayah Ah Jie makan steak bersama dengan bahagia. Kai Qi kecil yang begitu antusias dan ceria bertanya pada Ayah Ah Jie, saus apa ini?

“Ini adalah saus béarnaise.” Jawabnya.
[FLASHBACK END]



Kai Qi sungguh tak percaya harus kalah dengan hidangan saus bearnaise. Sedangkan Ah Jie yang mendengar cerita Kai Qi pun tersenyum yakin kalau gadis yang disana adalah Du Kai Qi, teman masa kecilnya.

“Untuk memberikan ibuku kebahagiaan, Aku sudah mendaki dengan langkah-demi langkah di restoran ini. Ini mimpiku. Enam tahun, Aku telah berada di restoran ini selama enam tahun. Hanya memikirkan tentang Masakan Perancis. Akulah yang tidak pernah meninggalkan negara, Aku pikir kali ini, aku bisa menjadi asisten koki. Kepala Koki yang curang dan karyawan magang sialan itu”

Ah Jie iba mendengar curhatan Kai Qi.



Kai Qi menebak-nebak jangan-jangan karyawan magang itu juga yang telah bersekongkol dengan Kepala Koki. Ah Jie hendak makan tahu pun terkejut hingga menjatuhkan lagi tahunya. Lol.

“Jika aku bahkan bertemu dengannya lagi, aku akan memukulnya setiap saat aku melihatnya.” Ah Jie tersedak tahu mendengar ancaman keluar dari mulut Kai Qi.

Bao Zhu menerima panggilan. Kai Qi tahu betul kebiasaan sahabatnya itu, dia pun menyuruhnya pulang untuk memberi makan anjing. Pemilik kedai yang sudah biasa menghadapi dua gadis aneh tersebut berkomentar, Kalian...hanya memperdulikan pekerjaan, yang lainnya hanya peduli pada anjingnya. Kenapa kau tidak menikah saja?

Apa bagusnya dari pria?!” Ucap Kai Qi dan Bao Zhu bebarengan. Ah Jie kembali tersentak mendengar ucapan Kai Qi.



Mabuk Berat. Itulah akhir cerita Kai Qi hari ini. Ah Jie yang memperhatikan tubuh Kai Qi yang bergoyang-goyang tak seimbang pun jadi khawatir. Dia segera menangkap Kai Qi yang hampir terjatuh. Kai Qi bertanya siapa dia? Ah Jie menjawab kalau dia adalah karyawan magang.

Kai Qi yang menyimpan dendam amat dalam segera menarik kerah Ah Jie. Dia kesal karena Ah Jie telah merusak impiannya.


Kai Qi berniat memukul Ah Jie tapi karena keadaan yang sudah lemas membuat Kai Qi tak bertenaga. Alih-alih memukul Ah Jie malah dia jatuh kepelukannya.

Beberapa tahun yang lalu, Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?” batin Ah Jie.


Gendong. Gendong. Gendong. Ah Jie yang belum tahu dimana rumah Kai Qi hanya mengikuti saja petunjuk orang mabok. Yang jelas dia menunjukkan dengan ngawur hingga Ah Jie kebingungan. Kai Qi cegukan, Ah Jie menawarkan untuk menepi kalau memang dia ingin muntah.

“Jika kamu ingin muntah, kamu bisa muntah sendiri.”

“Aku membicarakan tentangmu.”

“Tidak apa-apa, aku akan menunggumu.” Ucap Kai Qi ngeyel. Haha. Lol


Kai Qi terus saja ngedumel dengan sedih, dia pasti membuat ibunya sedih. Dia sudah mengatakan kalau dia mendapat promosi tapi sekarang malah dia gagal. Ah Jie tak enak hati dibuatnya, dia menawarkan untuk menemui Bibi Qian Lan kalau Kai Qi mau.

Kai Qi menolak karena tak ingin ibunya sedih. Ibunya sudah menaruh beban berat dihatinya. Pulang saja! Pulaang!

Ah Jie menunjuk dua gedung di depan, dia bingung yang mana rumah Kai Qi. Kai Qi dengan kesal menunjukkan kalau gedungnya itu yang disana bukan disini. Ah Jie geregetan, ternyata gedungnya sudah terlewatkan dan dia harus menggendong balik Kai Qi.



Susah payah, Ah Jie pun akhirnya sampai juga ke lantai gedung tempat Kai Qi tinggal. Seorang anak yang menangis tiba-tiba datang memeluk kaki Kai Qi, Ibu, kau baru pergi kemana?

Jelas Ah Jie terkejut setengah mati, dia kira Kai Qi telah menikah dan memiliki seorang anak. Ditambah Lagi ketika Bibi Qian Lan keluar dan menggandeng Xiao Yi (Anak kecil tadi) untuk masuk ke apartemen. Bibi Qian Lan tidak menyadari kalau orang yang di gendong Ah Jie adalah putrinya, maka dia segera membawa Xiao Yi pergi.


Kai Qi yang setengah sadar menyadari kalau kakinya telah di pegang seseorang, dia menuduh Ah Jie yang telah melakukannya.

“Kamu menyentuh kakiku dan membawaku. Kamu membawa kakiku dan menyentuhku. Kamu pembunuh mimpi. Komplotan jahat. Kamu bahkan dengan sengaja datang ke rumahku. Menakutkan sekali.”

Kai Qi melompat dari punggung Ah Jie dan mendorongnya masuk ke lift, Ah Jie kebingungan. Dia ingin menjelaskan kalau dia juga tinggal disana. Tapi Kai Qi tak mendengar, dia mengira kalau Ah Jie terus membuntutinya.


Bibi Qian Lan mengompres Kai Qi yang telah tertidur pulas, dia bertanya pada Xiao Yi, apakah Bibi Kai Qi telah mengingatkan Xiao Yi pada ibunya?

Xiao Yi pun mengangguk.

Bagaimana aku menceritakan pada Kai Qi tentang situasi Xiao Yi?” batin Bibi Qian Lan.


Ah Jie mengingat pertemuannya dengan Kai Qi mulai dari pagi tadi, menerima semprotan kemarahan Kai Qi. Tapi sesuatu membuatnya bertanya-tanya ketika Kai Qi dengan tegas bertanya apa bagusnya pria? Ucapan tegas di kedai tadi.

“Jangan bilang dia menderita kerugian karena laki-laki?” pikir Ah Jie membuatnya bergidik ngeri sendiri.

Dia pun melangkahkan kakinya pergi, dan ternyata apartemennya miliknya hanya selang beberapa meter dari apartemen Kai Qi.
***



Kai Qi terbangun dari tidurnya, dia menuju kamar mandi namun terkunci. Kai Qi mengira ibunyalah yang sedang didalam. Dia memintanya cepat keluar karena dia akan kerja.

Namun betapa terkejutnya Kai Qi ketika yang keluar adalah Xiao Yi. Bibi Qian Lan keluar, Kai Qi meminta penjelasan mengenai Xiao Yi yang bisa ada disana. Bibi Qian Lan segera menggandeng Xiao Yi untuk masuk kekamar.




Bibi Qian Lan memberitahu Kai Qi kalau ayah Xiao Yi lah yang mengantarkannya. Ayah Xiao Yi merasa lelah sudah merawat Xiao Yi sendirian selepas kematian Kai Hui, kakak Kai Qi. Bibi Qian Lan meminta pengertian Xiao Yi karena seorang pria dewasa pasti tak nyaman ketika harus mengurus anak kecil.

“Jangan bilang ini nyaman untuk kita juga? Ibu, jangan lupa. Kakak meninggalkan rumah setelah dia lulus SMA! Namun seberapa banyak aku meminta dan memohon dengan dia, dia tidak akan datang kembali. Dia bahkan belum menikah dan punya anak. Dia tidak peduli pada kita bahkan menganggap kita bukan sebagai keluarganya. Sekarang, kenapa kita harus menolong untuk mengurus anaknya?”

Bibi Qian Lan meminta Kai Qi jangan menyalahkan kakaknya karena dulu ayah mereka lah yang membawa Kai Hui hingga Kai Hui menganggap kalau Bibi Qian Lan tak memperdulikannya. Makanya Kai Hui jadi pemberontak.



Kai Qi tak perduli, dia menunjuk Xiao Yi dan dia harus tetap pergi. Tapi Kai Qi kembali tak enak ketika melihat Xiao Yi mengintip dan mendengarkan cekcok pendapatnya dan sang ibu.
“Sebelum aku pulang malam ini, ibu harus mengantarnya pulang.” Pinta Kai Qi.
***


Kai Qi berangkat ke restoran dengan menggunakan sepeda motor, sedikit ganjil melihat sebuah mobil bagus terparkir disana. Siapa yang mengendarai mobil sebagus ini?


Ketika masuk keruang ganti, dia dibuat bete melihat seragam Le Xuan dengan nama baru. Titlenya sekarang menjadi asisten koki.


Kai Qi membayangkan Le Xuan yang bersikap sok manis sambil melemparkan ciuman, Aku mengandalkan kalian kalau begitu.



Kai Qi menghentikan angannya yang membuat ia bergidik ngeri. Dia pun segera menuju ke kamar ganti. Namun seorang yang mengeluh karena bajunya kekecilan menyibakkan tirai ruang ganti. Itulah Ah Jie yang mengenakan pakaian dengan kancing yang belum rapi.

KOMENTAR :
Lumayan buat aku nagih nonton. Cerita yang simple buat aku bisa sedikit melupakan nuansa dark Gap Dong.
Berharap sih ceritanya bisa menarik, dan episodenya masih terhitung jari tangan. 8 atau bahkan 6. Aku berharap seperti itu.

4 Responses to "Sinopsis Love Myself or You Episode 1-2 "

  1. tiap episode durasi'y brp menit?
    Biasa'y kan klo TDrama durasi'y lbh dr 60"...
    Jarang bgt ada yg recap TDrama...untunglah setelah nyasar sana sini, akhir'y nemu juga yg bwt recap TD... :)
    Bs recommend blog yg sk bwt recap TD yg laen g??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini durasinya itu 73 menit tapi kalo dikurang opening sama ending + iklan ya paling 60 menitan kok.
      kalo rekomen blog lain, aku gak tahu karena emang jarang. karena emng reader jarang. biasanya jd pada males jugaa kayaknya mba^^

      Delete
  2. Menarik. Aku suka,, aku suka,, aku suka ^^

    ReplyDelete
  3. Mbak gk buat sinop just you kah ? Greget nyari - nyari di Internet gk ad yang buat trims

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^