Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 4-1



***




Lee Min Suk berfikir sejenak, dia mencari akal bagaimana agar kedoknya tak ketahuan. Min Suk menghentakkan kakinya kesal. Dia pura – pura marah karena ada anak SMA yang bolos dan malah menjual barang disana. Min Suk menyongsong Duk Hwan dan Tae Suk lalu menyeret mereka pergi.

Kelakuan aneh Min Suk ini jelas tak luput dari perhatian Jin Woo.



Min Suk membawa temannya keluar gedung, mereka begitu penasaran. Apa yang terjadi dengan mu?

Min Suk tahu kalau mereka begitu penasaran karena dia mengenakan stelan jas dan berpura – pura menjadi kakaknya tapi sangat sulit untuk menjelaskan dengan kata – kata sekarang. Ditambah dia sangat sibuk karena ada rapat managemen. Min Suk pun pergi tanpa memperdulikan rekannya yang penasaran. Dia berjanji kalau ia akan menjelaskan nanti setelah pulang kerja.

Keduanya masih menatap Min Suk cengo, tapi kemudian Duk Hwan mengajak Tae Suk untuk pergi makan saja.




Min Suk kembali ke dalam kantor, waktu sudah sangat mepet. Tapi ketika dia menunggu di depan lift, lift sedang berjalan dan dia menunggu begitu lama. salah seorang karyawan yang juga terlambat memutuskan untuk menaiki tangga. Min Suk pun akhirnya melakukan hal yang sama.

Min Suk berlari dengan begitu cepat tanpa kelelahan karena pada dasarnya dia seorang atlit kan. Sedangkan karyawan yang naik bersamanya sudah sangat kelelahan.
***

King of High School Life Conduct Episode 4


Lee Soo Young tengah mendapatkan omelan dari Asisten Manager Park karena keterlambatannya. Soo Young meminta maaf karena hal itu, tapi AM Park ga mau gitu aja melepaskan kesalahan Soo Young. Apa kau tidak mau bekerja lagi disini?

Soo Young membungkuk dalam.



Min Suk datang terlambat dan ia meminta maaf akan hal itu. Namun perlakuan karyawan tersebut jauh berbeda dengan apa yang mereka lakukan pada Soo Young. Mereka semua segera menyambut Min Suk dengan sapaan ramah. Pijatan dan bahkan ada yang mengipasinya. “tidak direktur. Kau sudah berusaha datang pagi..”

Lain halnya dengan salah Asisten Manager Yoon yang masih duduk terdiam, dia menegur mereka agar kembali bekerja. Lalu dia menegur Min Suk pula yang datang terlambat, “Kau juga harus datang tepat waktu, Direktur. Tepat waktu adalah dasar dari bekerja.”

Min Suk tak berkelit dari kesalahannya, dia membungkuk hormat dan meminta maaf atas kesalahannya itu.




Min Suk menghampiri Soo Young yang masih berkutat dengan mesin fotocopy. Dia menunjukkan tangannya yang terluka akibat gigitan ganas Soo Young. “Apa Shio Cina-mu anjing? Lihat ini. Bentuk gigimu.”

Soo Young tak menggubris ucapan Min Suk, dia mencoba menghindar dengan melakukan tugas untuk mencari kertas. “Manager Tim. Aku harus mengambil kertas kan?” tanya Soo Young seraya pergi meninggalkan Min Suk.

“Wow, aktingnya buruk sekali. Dia tidak bisa menyembunyikan apa pun.” Gumam Min Suk.


Soo Young menenteng kertas yang telah diambilnya, dia menerawang keluar kaca gedung.

Ini adalah pagi yang cerah. Aku sedang memikirkan lirik lagu yang sesuai dengan hatiku pagi ini.” Batin Soo Young.

Dia berjalan dengan penuh penyesalan. Sesekali menggeleng kasar dan menghentakkan kakinya seolah sangat menyesali sesuatu.





Ia teringat saat dimana ia menggigit tangan Min Suk.

Ada saat saat aku ingin sekali memutar kembali waktu, Aku kehilangan kendali karena alkohol dan, Memuntahi Direktur-ku. Andai aku bisa memutar waktu.

Soo Young memakan bubuk makanan yang dibawanya. Dia berniat masuk ke lift namun dikejutkan dengan Min Suk yang sudah berdiri didalamnya. dia segera berlari dan masuk di lift sebelah. Tambat terkejut lagi ketika Jin Woo sudah ada disana, karena tersedak di menyemprotkan isi mulutnya yang penuh bubuk makanan ke arah Jin Woo. Jin Woo mengusap jasnya yang kotor karena Soo Young dengan sebal.


Soo Young mencoba meminta maaf tapi urung karena beberapa orang masuk ke lift tersebut.

Andai aku bisa kembali... Ke waktu sebelum aku.. Menjadi idiot seperti ini.. Di depan orang aku cintai.” Batin Soo Young. Dia menunduk penuh dengan penyesalan.



Setelah keluar dari lift, Soo Young meremas bungkusan bubuk yang ia makan tadi. Dengan emosi yang tak tertahankan lagi, dia melempar bubuk makanan pembuat masalah itu ke tong sampah. Toh dia tak akan mati kalau melewatkan makan pagi.

Tapi memutar waktu itu, Hanya ada di film dan drama. Tidak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tidak akan pernah bisa kembali. Aku tidak pernah bisa, Memutar kembali waktu.” Soo Young tertunduk lesu meratapi nasibnya.



Yoo Jin Woo tengah mempresentasikan proyek paruh kedua tahun ini adalah Kota Budaya Mega di Uijeong. Presdir Yoo bertanya tentang aspek bisnisnya.

“Ini berbeda dari taman yang biasa. Karena ini taman bertema ekstrim untuk orang dewasa, dan akan menarik banyak perhatian.” Jelas Jin Woo. Dan kelihatannya Presdir Yoo cukup puas dengan konsep tersebut. Dia lalu menyuruh Jin Woo untuk menjalankan proyek tersebut dengan sebaik mungkin.

Jin Woo pun tersenyum senang ketika dia berhasil mendapatkan proyek tersebut.




Sebuah suara ringtone ponsel berdering, semua anggota rapat celingukan mencari pemilik ponsel tersebut. Direktur Han menggeleng keras kalau bukan ponsel miliknya. Tapi suara begitu dekat dengan Direktur Han, dia pun mencari – cari sumber suaranya. Dan ternyata ponsel itu ada disaku Min Suk.

Min Suk meminta maaf. Dia mengecek ponselnya dan mendapatkan berondongan pesan dari Duk Hwan yang merasa diabaikan oleh Min Suk. “Aiiis... Jinja..” desahnya.

Semua mata kembali tertuju pada Min Suk, Presiden Yoo akhirnya memutuskan untuk menanyakan pendapat Min Suk tentang proyek tersebut.



Min Suk sedikit tergagap, menurutnya ekstrim merujuk pada sesuatu seperti bungee jumping. Dll. Dan eumm yaa.... eumm... “Aku pikir itu tidak akan disukai masyarakat. Hanya anak-anak muda yang tertarik, jadi untuk kelompok usia tua..”

Presdir Yoo setuju dengan pendapat tersebut. Dia menyuruh Jin Woo mencari solusi untuk masalah tersebut. Jin Woo yang tadinya sudah menampakkan senyum sekarang kembali menatap tajam pada Min Suk. Sedangkan Min Suk memainkan ponselnya dengan kesal.




Soo Young menepuk perutnya yang kelaparan, dia mengumpatinya yang tak memiliki otak. Assisten Manager Yoon tahu kalau Soo Young tengah kelaparan, dia pun menyodorkan sebatang coklat untuknya. Soo Young sangat berterimakasih, Dia balas mengingatkan pada Assisten Manager agar meminum obat tekanan darahnya juga.


Soo Young menerima panggilan yang menanyakan keberadaan Direktur Lee Hyung Suk tapi sayangnya dia tak ada di tempat.

“Oya. Nomor ponsel-mu tertulis nomor pribadi. Bolehkah kutahu, siapa ini?” tanya Soo Young tapi tak di tanggapi dan orang tersebut mengakhiri panggilannya.



Min Suk berada di ruangannya, dia menemukan secarik kertas note terdapat di meja. “Ada telepon meminta nomor ponselmu. Karena dia memakai nomor pribadi, aku tidak memberikannya. Jung Soo Young.”

Min Suk tersenyum, dia menganggap Soo Young masih malu padanya hingga menyampaikan sesuatu dengan note.




Soo Young kembali ke meja kerjanya, dia menemukan kertas note balasan dari Min Suk. “Aku mengerti. Lee Hyung Suk

Soo Young tertawa melihat tulisan Min Suk, meskipun cerdas tapi tulisannya berantakan. Kekeke. Soo Young menatap ke ruangan Min Suk dan Min Suk tengah berada di balik tirai memperhatikan dirinya. Soo Young langsung gelagapan dan meraih gagang telfon. Berpura – pura mendapatkan panggilan dari salah seorang klien. Tapi  konyolnya, telfonnya itu terbalik. Cckk.
***



Min Suk mendapat omelan dari Duk Hwan dan juga Tae Suk karena mereka merasa tak dianggap. Tae Suk memukul Min Suk dengan pemukul lalat, dia yakin kalau seandainya mereka tak memergoki Min Suk maka dia tak akan pernah mau mengatakan pada mereka. Min Suk mencoba menjelaskan dan meminta mereka tenang.

“Apa yang brengsek ini katakan?” Duk Hwan seolah tak kenal.

“Ya.. siapa.. siapa dia?” tanya Tae Suk.

Min Suk tak mau masalah tersebut berbuntut panjang,dia mengajak keduanya pergi. Dia akan mentraktir. Tae Suk menolak dengan kesal, merekakan sudah punya kesibukan sendiri. Urus urusanmu!



Min Suk menunjukkan kartu perusahaanya untuk membuat keduanya berhenti marah, dia akan membelikan mereka apapun. Dan membelanjakan kartu itu sampai mati. Min Suk pun menunjukkan gayanya menggesek kartu tersebut. Bukannya luluh, Duk Hwan dan Tae Suk semakin kesal. Mereka mengangkat kursi yang diduduki dan mengarakannya pada Min Suk.

“Kau pikir kami siapa?”

“Apa kami ini pengemis? Kau pikir kami akan terbuai dengan suap seperti itu?”




Apa omongan mereka bisa di jaga? Pada akhirnya luluh juga dengan iming iming Min Suk dan belanja di mall. Dengan gaya sok – nya, Min Suk menyuruh mereka tak usah memperdulihan harga. “aku punya ini. Ini” ucap Min Suk menunjukkan kartu perusahaan miliknya.

Mereka pun belanja dengan semangat. Barang bawaan mereka menggunung.
***



Sedangkan Yoo Ah memainkan gamenya dengan kesal, kedua temannya menyuruh Yoo Ah agar lebih tenang karena sekarang dia begitu ganas karena Min Suk.

Yoo Ah mengambil ponsel yang tadinya direbut temannya itu, dia akan melupakan Min Suk dulu. Dia marah karena Duk Hwan dan Tae Suk tak mengangkat telfon darinya.
***




Duk Hwan dan Tae Suk takjub melihat apartemen kakak Min Suk yang mewah. “apa pekerjaan kakakmu sebenarnya? Penculik? Mafia?”

Duk Hwan menepuk kepala Tae Suk yang bertanya ngawur, Min Suk pun mengangkat jempolnya untuk Duk Hwan.

Ponsel Min Suk bergetar, sebuah panggilan dari nomor tak dikenal. Duk Hwan menyuruh Min Suk untuk segera mengangkatnya. Siapa tahu dari Hyung Suk.
***



Ternyata, dia bukanlah Hyung Suk melainkan wakil direktur Sehwa, Kim Sang Kyu. Min Suk bersama Duk Hwan dan Tae Suk mendapatkan jamuan makan malam dari Sang Kyu. Dia adalah pria yang menelfon ke perusahaan juga kemarin. Dia meminta maaf karena meminta Min Suk menemuinya secara tiba – tiba.

Jelas Min Suk ga mempermasalahkan. Dia hanya bertanya kenapa dia ingin menemuinya?

“Saat kau bicara dengan General Manager Choi di Jerman, kau sepertinya tertarik bekerja sama dengan kami. Tapi sekarang kami mendengar kalau kau bekerja sama dengan Comfo. Aku sedikit kecewa. Tapi setelah aku memikirkannya lagi, Aku tidak akan menyerah dengan mudahnya.” Ucap Sang Kyu.



Min Suk mendukung sikap Sang Kyu, karena seorang pria memang harus pantang menyerah. “Pria tanpa kegigihan sama saja tidak berguna. Keloyalitas seorang pria.”

Mereka tertawa bersama karena pembawaan Min Suk dalam berucap aja udah konyol, Sang Kyu akan ke pokok permasalahan. “Aku akan Melayanimu dengan pelayanan penuh.” 
***

Pelayanan Penuh




Sang Kyu membawa ketiga bocah SMA tersebut ke bar. Min Suk jelas kebingunga, dia berkata kalau dia ada urusan jadi harus pergi. Sang Kyu tak pantang menyerah, dia akan menunggu karena dia yakin urusan Min Suk tak akan terlalu lama.

Min Suk gamang. Dia masih SMA mana mungkin sudah harus masuk bar wanita pendamping (Bar plus plus kali yeeh), dia bukan tipe anak yang nakal. Tae Suk paling antusias. Min Suk masih bingung.

“Tentu saja, tidak apa. Kau bukan Lee Min Suk.  Kau Lee Hyung Suk. Ini pasti anugerah terbesar dalam hidupku. Aku memperingatkan kalian. Jangan menghentikanku.” yakin Tae Suk seraya pergi meninggalkan Min Suk dan Duk Hwan.

Duk Hwan yang tadinya kelihatan tak begitu semangat, namanya kucing ga akan nolak kalo dikasih ikan. Diapun menyusul Duk Hwan.

Terpaksa, Min Suk hanya bisa mendesah dan mengikuti kegilaan temannya itu.



Semua bocah itu mendapatkan satu wanita yang melayani mereka. Duk Hwan dan Tae Suk begitu menikmati perlayanan tersebut namun Min Suk begitu canggung. Tapi wanita – wanita yang ada disamping mereka begitu ganas, aarh. Mereka menyajikan alkohol untuk mereka semua dan baru seteguk saja, mereka semua sudah tersedak tak henti – henti. Min Suk lebih parah, dia mencium baunya saja sudah mual.



Seorang pelayan masuk ke ruangan Min Suk berada, pintu terbuka sedikit. Disana ada seseorang melihat Min Suk tengah duduk bersama wanita penghibur, pria itu sepertinya mengenali Min Suk.
***


Matahari telah meninggi, perlahan Tae Suk membuka matanya. Dia tengah tertidur di ranjang dengan tak mengenakan pakaian. Saat menatap ke bawah, dia tertidur bersama seseorang. Tae Suk gembira karena dia sudah bisa tidur dengan seorang wanita.

Dengan lembut Tae Suk perlahan membuka selimutnya. Dia terjungkal jatuh dari ranjang ketika menyadari kalau teman tidurnya adalah seorang pria, hahahaha. Itu Duk Hwan.

Min Suk sudah mandi. Dia menemui keduanya, “Kalian tidak ingat?”

[FLASHBACK]


Duk Hwan dan Tae Suk dipapah oleh petugas disana, mereka sudah mabuk berat dan terus – terusan mengucapkan terimakasih, “terimakasi Min Suk. Terimakasih”

Sang Kyu heran dengan panggilan tersebut, Min Suk beralasan kalau dia memang biasa di panggil seperti itu karena kakeknya yang memnyebutnya sebagai Min Suk. Dia pun segera menyusul kedua temannya yang sudah berada dalam taksi.

Sang Kyu mencegatnya, dia menawarkan gaji dua kali lipat kalau Min Suk mau masuk ke Sehwa. Min Suk sok berfikir keras,

“Kau tahu kan pria tanpa loyalitas sama saja seperti sudah mati. Tapi aku Aku belum bekerja di sana selama itu. Dan disana.... sudahlah aku akan mentraktir anda nanti. Anda punya nomorku kan?” tanya Min Suk segera masuk ke taksi tanpa memperdulikan bujukan Sang Kyu.

[FLASHBACK END]


Duk Hwan, Tae Suk dan Min Suk sudah siap melahap hidangan makan pagi. Ayah Min Suk kesal melihat mereka dan memukul kepala mereka satu – satu dengan keras. Masih SMA tapi pagi hari sudah makan sup anti – mabuk.

“Hal terakhir yang perlu kalian lakukan adalah menyelamatkan dunia. Aku tidak peduli kalian stress karena hoki itu. Jangan pernah datang ke tempat seperti itu lagi. yang benar saja.” Ucap ayah Min Suk seraya menjitak kepala bocah – bocah nakal itu. Ckck





Duk Hwan tanya apakah ayah Min Suk belum tahu tentang kakaknya? Min Suk tak mau menjawab, dia harus segera berangkat kerja. Tae Suk mendengar jawaban tersebut langsung tersedak, mereka merasa sangat aneh.

Dan kakek yang sedari tadi duduk di sana mendengar itu pula, dia berteriak keras mengucapkan selamat pada Min Suk yang sudah kerja. “Min Suk akan bekerja!! Semoga harimu menyenangkan!!”

Semua jadi kelabakan karena teriakan  kakek, “waaaa. ... yaaak... heeiii.... Horeeee...” teriak mereka mencoba meredam suara si kakek. Sedangkan Min Suk segera menjejalkan makanan pada mulut kakek.

Ayah yang tak tahu apa – apa karena ada di dapur, melihat mereka dengan geleng kepala.
***


Min Suk, Duk Hwan dan Tae Suk berangkat sekolah seperti biasa. Dua teman Min Suk menyesali apa yang terjadi pada mereka berdua, apa yang mereka lakukan kemaren. Mereka menyesal karena belum bisa melakukan apa – apa dengan para gadis itu, mereka ingin mengulangnya kembali.

“Kenapa kau tidak mau memandangku sebentar?”

“Aku malu. Karena aku bergulat tidur berdua denganmu semalaman.” Jawab Duk Hwan. “kau pemalu” lanjutnya. Tae Suk pun memukuli Duk Hwan dengan pelan, manja. Kekekeke.

Min Suk yang tengah mendengarkan musik mengatai mereka idiot lalu pergi.


Yoo Ah menghampiri Duk Hwan dan Tae Suk, heh! Tukang kabur. Kalian mau lari kemana?

Keduanya menyapa dengan Yoo Ah dengan semanis mungkin. Tapi Yoo Ah  judes, “kenapa kalian tak mengangkat telfonku? Jika kalian mengabaikan telponku sekali lagi, Aku akan menghancurkan kalian berdua.”

Yoo Ah pun ngeloyor pergi untuk mengejar Min Suk.


Yoo Ah merengek kesal pada Min Suk karena dia tak datang ke bioskop kemarin padahal dia sudah membeli tiket. Min Suk malas mengurusi Yoo Ah, dia menyuruhnya untuk menonton sendiri saja. Dia sama sekali ga tertarik.

Duk Hwan dan Tae Suk berjaga di pintu, mereka memberi tanda agar Min Suk segera mengakhiri perdebatannya dengan Yoo Ah. Dia pun mengerti, dengan sangat terpaksa maka Min Suk menyutujuinya.

“Janji ya? Kalau kau bohong, kau akan mati. Di depan loket tiket pukul 7 malam. Jangan sampai terlambat.” Ucapnya seraya pergi meningalkan Min Suk dengan girang.




Min Suk juga segera naik ke meja dan melompat keluar jendela untuk kabur. Duk Hwan mengambil sebuah boneka yang telah mereka buat seperti manusia dan mengenakan jaket pula, itu untuk menggantikan Min Suk.

Min Suk yang sudah ada di luar masih sempet mengacungkan jempol atas bantuan dan ide keduanya.
***




Jung Soo Young berlari mengejar busnya, namun dia terlambat dan bus sudah melaju kencang meninggalkan Soo Young. Akhirnya dia memutuskan untuk menaiki taksi tapi taksi pun rata – rata sudah memiliki penumpang di jam sibuk seperti sekarang.

Tepat saat itu juga, Min Suk tengah berada di taksi dan melihat Soo Young panik. Dia menghentikan taksi itu lalu menawarkan Soo young tumpakan. Soo Young malah ketakutan, dia tak memperdulikan Min Suk dan menghentikan bus.

Min Suk mencoba menjelaskan kalau bus itu tak sejalur dengan mereka. Dan malangnya, Soo Young sama sekali tak mendengar ucapan Min Suk. “Ini bukan bus yang tepat.  Terserahlah. Terserah kamu saja.”

Meskipun sudah bilang terserah, tapi tetap saja Min Suk cemberut.
***



Min Suk mengejar Asisten Manager Yoon yang berada di depannya. Asisten Manager Yoon memuji Min Suk yang tak terlambat seperti biasanya.

“Aku akhirnya tersadar. Tapi aku pikir Nn. Jung pasti akan terlambat lagi.” ucap Min Suk.

Keduanya yang tengah berbincang bertemu dengan Presdir Yoo, Presdir Yoo bertanya bagaimana kesehatan AM Yoon? AM Yoon dengan kaku mengatakan kalau dirinya baik.

“Asisten Manajer Yoon, Kau terlalu konsisten. kau tidak tahu caranya bersikap ramah. Aku masih Presdir sekarang. Semuanya akan mudah hancur kalau mereka terlalu kaku.” Ucap Presdir Yoo tak suka. Ada apa diantara keduanya?


Soo Young berlari sekencang mungkin karena dia terlambat.



Soo Young membawa gardus besar masuk ke kantor, Asisten Manager Park menghentikan Soo Young. Dia menebak kalau Soo Young pasti terlambat lagi. Soo Young beralasan kalau dia habis ke ruang pasokan dulu jadi telat ke kantor. AM Park tak percaya pada Soo Young.

Tapi, untung saja ada AM Yoon yang datang dan membenarkan alasan Soo Young. Dia meyakinkan kalau Soo Young bahkan sudah membuatkan kopi untuk semuanya. AM Yoon membantu Soo Young membawa kotak besar tersebut.



Soo Young mengucapkan terimakasih pada AM Yoon, dia meminta maaf karena sudah terlambat karena dia salam masuk bisa. AM Yoon menunjukkan sesuatu pada Soo Young, sebuah kalung cantik. Soo Young menebak kalau itu pasti untuk putrinya. AM Yoon membenarkan, putrinya akan pergi hari ini dan ia akan kebandara pulang kerja nanti. Dia meminta pendapat Soo Young tentang kalung tesebut, dia tak tahu akankah anak muda suka kalung seperti itu?

Soo Young meyakinkan AM Yoon. AM Yoon pun berbinar menatap kalung tersebut.

Sedangkan Soo Young segera mengambil pakaian kerjannya yang tersimpan dalam kardus besar tadi. Dia pun segera berganti pakaian.




Salah seorang karyawan melihat berita mengenai proyek kota budaya mereka, sudah ada artikelnya. Tapi bukan atas nama Comfo melainkan Sehwa. Semua orang pun terkejut.

Setelah membaca berita itu, segenap staff kelabakan dan tampak raut terkejut. Dan kekecewaan.
***
KOMENTAR :

Seperti apa yang aku lihat di preview episode 5, sepertinya kisah cinta antara 4 pemeran utama kita akan jadi rumit deh. Aku masih penasaran apakah nantinya Jin Woo menyukai Soo Young atau ga tapi sepertinya dia akan menyukai Yoo Ah loh. Di preview, Yoo Ah dan Jin Woo bertemu entah karena alasan apa. Jin Woo lalu menolong Yoo Ah yang hampir ketabrak sepeda, dan pandangan Jin Woo sama Yoo Ah itu jauh beda sama saat dia mandang Soo Young, tapi kalau Yoo Ah sih kayaknya biasa aja. Kan dia udah cinta mati sama Min Suk.

Laah? Rumit kan. Kakaknya suka Jin Woo tapi Jin Woo suka Yoo Ah. Nah adiknya suka Min Suk tapi Min Suknya suka sama sang kakak.

7 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 4-1 "

  1. semangat onnie...kayaknya feeling aku nanti min hyuk bakal jadi kambing itam nih gara2 kebocoran rahasia perusahaan..
    ditunggu sinop selanjutnya :)

    ReplyDelete
  2. Semangat.......
    Meskipun udah nonton, tp klo blom baca d sini, blom afdol hehehe
    Semangat buat yg nulis

    ReplyDelete
  3. ditunggu lanjutannya.. semangaat!:D

    ReplyDelete
  4. Putri kodok kapan berubah nya xD
    kkkk
    thank ya mbk sinopnya

    ReplyDelete
  5. Keren. Happy ending mungkin. Tp aku berhrap tae oh sma ji wool. Drama yg kereen dan menegangkan. Top.
    Thanks author.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^