Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 3-2



***





Bukannya berlatih. Lee Min Suk malah mengajak Soo Young untuk melakukan pemanasan. Mulai dari berjongkok kemudian melompat dan sebagainya. Ini bukanlah keahlian maupun pekerjaan Soo Young, dia terduduk kesal harus mengikuti kemauan Min Suk.

Min Suk berkomentar kalau sebenarnya Direktur Yoo Jin Woo menyukai wanita yang pintar dalam bidang atletik. Soo Young membentak Min Suk karena dia telah salah paham.

“Ahh. Direktur Yoo..” Sapa Min Suk.

Soo Young terkejut langsung menghadap kearah Min Suk menatap. Dan itu hanyalah akal – akalan Min Suk untuk mempermainkan Soo Young. Min Suk tersenyum jahil padanya.



Soo Young berbalik saking geregetannya dengan sikap Min Suk. Min Suk menatap jamnya lalu mengajak Soo Young untuk pulang. Soo Young menolak karena mereka baru menyelesaikan PPTnya separuh.

“Sudah setengah. Tandanya kita hampir selesai.”




Min Suk segera menuju ke pintu keluar namun ketika ia menarik pintunya, dia terkejut karena pintu sudah terkunci. Soo Young ikut panik lalu mencoba menarik gagang pintu dan benar saja, pintu tak mau bergerak.

“Aku pernah melihat ini dalam drama. Ketika wanita dan pria terjebak di tempat seperti ini, Mereka menjadi dekat di malam hari dan, astaga...” Ucap Min Suk menakuti. Dan Soo Young semakin panik lalu menggedor pintunya untuk meminta tolong. Min Suk tertawa cekikikan di samping Soo Young.

Dia bersender di pintu, dan pintu di sebelah itu terbuka. Hahaha. Min Suk kembali mengerjai Soo Young.

“Kau pasti akan sangat senang kan kalau terjebak dengan Direktur Yoo, huh?” goda Min Suk. Soo Young dengan kesal keluar meninggalkannya. Min Suk bergumam kalau sudah tergambar jelas di wajah Soo Young kalau dia menyukai Direktur Yoo.



Keduanya keluar dari gedung Comfo bersama – sama. Soo Young membungkuk permisi untuk pergi. Namun Min Suk bertanya dimana rumah Soo Young? Goochukdong! Waah. Kebetulan sekali. Ada tetangga yang bekerja disana. Mereka bisa pulang bersama setiap hari.

Soo Young melengos dengan gaya khasnya, sedangkan Min Suk menghentikan taksi. Soo Young berniat pergi tapi Min Suk melarang.

“Apa bawahan mau menolak Direkturnya yang menyuruhnya masuk?” tanya Min Suk.

Soo Young tak bisa berbuat apa – apa. Min Suk mengambil tas Soo Young dan memasukkannya dalam taksi. Dia berkata kalau dia yang akan membayar taksinya kok.


Keduanya naik taksi tanpa pembicaraan. Sedangkan Soo Young sibuk melongok keluar jendela taksi. Min Suk bertanya apa yang Soo Young cari? Apa kau mencari direktur Yoo?

Soo Young semakin mencari – cari. Min Suk hanya ingin Soo Young diam. Soo Young pun menunjuk keluar jendela, dia akan turun disana.




Mereka berdua berpisah. Disini Soo Young tampak begitu tersiksa bahkan dia berfikiran untuk berhenti kerja. Yoo Ah tiba – tiba sudah ada di belakang Soo Young dan menepuk punggungnya. Kemudian dia menyentuh dahi Soo Young, berfikir kalau kakaknya gila karena jongkok di tengah jalan.

“Apa aku harus keluar dari pekerjaanku?”

“Jangan! Siapa yang akan memberiku uang bulanan? Pel*cur? Kenapa?  Apa terjadi sesuatu di kantormu?”

Soo Young menuturkan kalau Direkturnya itu b*jingan. Yoo Ah berkata kalau semua direktur pasti bajingan. Jadi Soo Young harus tetap berada disana untuk mencari uang. Mencari uang sekarang itu sulit. Yoo Ah pun berkata kalau dia juga ingin membeli sepatu tenis dan ini lalu itu. Sedangkan Soo Young terus menggerutu kesal.

Soo Young begitu geregetan mengingat Min Suk, dia pun mencekik leher Yoo Ah dengan kesal. Sekedar melampiaskan rasa kesalnya saja, ga serius. Soo Young segera pergi. Yoo Ah kebingungan, Sister!!




Min Suk sudah berganti dengan seragam sekolah lengkap. Berjalan pulang sambil menggerutu kenapa harus mengerjakan PT atau apalah. Baginya itu tak penting tapi menyenangkan juga ketika bisa mengerjai Soo Young.

Soo Young dan Yoo Ah keluar dari toko sepatu. Min Suk terkejut dan membalikkan badan, dengan wajah ditutupi ia mencoba mengintip keduanya. Dia pun segera lari untuk bersembunyi.

Yoo Ah bergelayut manja pada kakaknya, dia merindukan Min Suk.

“Min Suk atau Dol Suk.  Terserahlah.” Soo Young tak perduli.



Min Suk memperhatikan keduanya dari balik gedung, seseorang menepuk pundah Min Suk hingga membuatnya berjingkat terkejut. “Berbahaya kalau tinggal di lingkungan yang sama dengan si popcorn.” Ucap Min Suk.

“Dangerous! Dangerous!” Ujar Kakek sambil berjingkrak girang. Min Suk terkejut kakeknya bisa mengatakan bahasa Inggris. Dia pun memuji Sang Kakek. Min Suk mengajak kakeknya pulang namun ia menolak. Setelah Min Suk mengiming – imingi dengan coklat, barulah kakek mau.
Mereka bergandeng ceria kembali kerumah.
***


Min Suk berlatih bersama dengan teman – temannya yang lain. Sebuah pesan masuk, Dia mengeceknya dengan malas. Ternyata itu Ketua Tim Kim yang bertanya apakah Min Suk sudah berlatih PT-nya? Dia menyuruh Min Suk untuk kembali ke kantor.

Min Suk hanya bisa mendesah malas.
***




Min Suk menyelesaikan latihan PT-nya. “Apa sudah sempurna?” tanyanya lalu menunjukkan gaya andalan. Soo Young diam tapi Min Suk menegur dia agar melakukan hal yang sama. Soo Young dengan kikuk menirukan gaya Min Suk. Dia berkata kalau timing – nya sudah pas dan akan lebih baik pastinya kalau nanti presentasi. Soo Young kemudian menyerahkan kartu untuk masuk ke tempat presentasi.

Min Suk menatap jam lalu mengatakan kalau sekarang sudah waktunya pulang. Soo Young segera berdiri untuk pergi namun Min Suk lagi – lagi menegurnya karena tak sopan. Dia mengajak Soo Young untuk pulang bersama. Raut wajah Soo Young langsung berubah sebal.

Namun kebetulan, ketika mereka berdua hendak keluar ruangan Min Suk , ada Ketua Tim Kim yang masuk dan mengajak Min Suk untuk bicara. Dia menyuruh Soo Young untuk keluar dan jelas saja ini membuatnya senang bukan kepalang.



Ketua Tim Kim menyuruh Min Suk untuk berlatih PT dihadapannya. Min Suk mendesah kesal. Dia menolak karena ia sudah melakukan dengan sempurna bahkan timing – nya pun pas. Ketua Tim Kim tak perduli. Min Suk tetap harus berlatih dihadapannya dan sampai bisa membuatnya puas.

“Aku sudah banyak berlatih, sampai aku mau muntah.”

“Kau tidak mau? Baiklah kalau begitu. Berikan kartu perusahaan-mu.” Ancaman Ketua Tim Kim sungguh ampuh hingga membuat Min Suk melakukan PT dihadapannya.


Soo Young menghembuskan nafas lega karena bisa lolos dari ajakan Min Suk pulang bersama. Tapi dia bertemu dengan Direktur Han.

“Nn. Jung Joo Young. Ada paket untukku di lobi. Tolong ambilkan dan taruh di kantorku.”

Soo Young meng – iya – kan perintah tersebut tapi sebelumnya dia ingin memberitahukan kalau namanya itu bukan Jung Joo Young tapi Jung Soo Young. Naasnya, ucapan Soo Young sama sekali ga diperdulikan karena Direktur Han sibuk dengan orang lain. Poor.



Soo Young harus membawa sebuah kotak besar. Dan kembali, nasib naas selalu menghampirinya. Ketika dia berniat untuk menaiki lift tapi lift tersebut tengah dalam inspeksi.

Terpaksa. Soo Young menaiki tangga dengan langkah berat karena beban tersebut. Dan lagi, karena penglihatannya yang tertutup oleh kotak besar tersebut. Dia tak sengaja menabrak air bekas pel hingga air kotor tersebut membasahi kakinya.



Setelah perjuangan yang begitu berat, Soo Young sampai juga ke ruangan Direktur Han. Dia menaruh paket tersebut di meja. Direktur Han bergumam kalau dia tak menyangka paketnya sebesar itu.

“Jung Joo Young. Masuklah ke mobilku sebelum kau pulang. Gedung parkir lantai 3. Parkiran khusus, 2368. Kau lihat kunci di meja?”

Dan dengan sangat – sangat terpaksa Soo Young mengangkut ulang paket tersebut.



Min Suk keluar dari gedung Comfo sambil menelfon seseorang, itu sepertinya rekan satu timnya. Dia berjanji kalau besok ia akan berlatih. Min Suk mengakhiri panggilan tersebut lalu memuji dirinya yang sangat pintar dalam ber – akting.

Sebuah mobil hitam menepi di depan Min Suk, Jin Woo lah sang pemiliknya. Dia menawarkan Min Suk untuk pulang bersama. Dengan ceria, Min Suk menerima ajakan tersebut.

“Aku akan sangat berterima kasih. Wow. Mobilmu sangat luas.”




Dan pandangan itu, pandangan Jin Woo pada Min Suk selalu saja penuh dengan jiwa petarung. Seolah pandangan ramah tapi mengisyaratkan sebuah kelicikan. Jin Woo bertanya apakah Min Suk lembur karena berlatih PT? Pertanya itu segera dibenarkan Min Suk.

“Oh, ya.  PT Itu.. Kau yang seharusnya melakukannya, tapi Aku merebutnya darimu.”

“Tidak. Bukan seperti itu.  Jangan dipikirkan. Tidak apa.” Jin Woo menenangkan.

Min Suk bersyukur karena dia memang tak suka kalau harus merebut milik orang lain. Dia berfikir kalau Jin Woo akan marah padanya.

Min Suk menerawang keluar jendela, dia melihat sesuatu yang membuatnya meminta berhenti....


Disisi lain, Soo Young dengan kelelahan harus berjalan pulang. Dia mencium sebuah bau yang membuatnya terganggu namun setelah ia mencoba membau ternyata dirinya sendiri lah sumber bau tersebut. Yakk!! Apalagi ketika ia membau ke ketiaknya, semakin ga keruan aromanya.

“Aku terlihat seperti gembel. Aku harus mandi nanti.” Ucap Soo Young seraya mengapit kedua ketiaknya.





Nn. Jung Soo Young! Direktur Yoo memberiku tumpangan. Oh, kau masuklah juga.” Teriak Min Suk yang melongok dari mobil Jin Woo. Soo Young terdiam dengan terus mengapit kedua belah ketiaknya yang berkeringat.

Min Suk keluar dari mobil kemudian membimbing Soo Young dengan paksa masuk ke mobil Jin Woo. Soo Young sebenarnya ingin menolak.

Setelah keduanya duduk berdampingan, Min Suk ber – akting dengan konyol. Dia berpura – pura kalau ada janji dengan temannya hingga harus pergi.



Min Suk segera pergi tapi sebelumnya dia berbalik dan melempar sebuah kedipan untuk Soo Young. Jin Woo juga sebenarnya melihat itu, tapi dia tak merespon. Sedangkan Soo Young yang begitu canggung masih terus diam. Melongo lebih tepatnya.



Keduanya, Jin Woo dan Soo Young diam tanpa kata dalam perjalanan. Soo Young sendiri ketar – ketir dengan terus menciumi aroma tubuhnya, dia sangat tak nyaman apalagi kalau sampai Jin Woo terganggung dengan bau tubuhnya.

“Kau membuatku tidak nyaman dalam banyak hal. Kau pasti memberitahu atasanmu itu semuanya.” Ucap Jin Woo. “apa Yang kau katakan pada Direktur Lee? Dia bertingkah aneh.”

Soo Young mencoba menjelaskan kesalahpahaman tersebut tapi ucapannya terhenti karena mobil Jin Woo hampir saja menabrak seorang pengendara motor yang melintas di hadapannya. Soo Young yang terkejut berpegangan pada mobil.



Soo Young sadar kalau dia lupa menutup ketiaknya yang basah karena keringat. Soo Young cengo ketika Jin Woo menatap ketiaknya yang basah kuyup.

Soo Young menunduk dalam, pasti sangat sedih ketika seorang yang ia suka melihat sisi buruk dalam dirinya dan pasti ini buat Jin Woo Ilfeel. Soo Young menunjuk ke ujung jalan, dia minta diturunkan di sana.


Soo Young telah turun dari mobil Jin Woo dan berjalan dengan perasaan sedih.
Aku suka film berjudul  Serendipity.  2 tahun lalu, Aku pergi ke bioskop kecil yang memainkan film itu, Menonton film itu pertama kalinya.” Batin Soo Young.

[FLASHBACK]


Soo Young menonton film serendipity dengan mata yang berlinangan. Tak banyak orang yang menonton film tersebut. Dia menoleh kesana – kemari dan hanya dirinyalah yang duduk disana. Namun ternyata ada satu pria yang duduk di belakang Soo Young. Pria tampan dengan mata berkaca – kaca ketika menonton film tersebut. Tampaklah raut terpesona Soo Young pada pria tersebut, pria yang tak lain adalah Jin Woo.

Kebetulan yang tidak realistis, karakter utama bertemu secara rahasia. Aku masih sangat muda saat itu. Aku memimpikan cinta yang seperti itu pula..



Dan waktu bergulir menuju saat dimana Soo Young baru bekerja, dia mendapatkan perintah dari Sunbaenya agar membuatkan kopi yang enak. Soo Young pun mengerti.

Secara tak diduga, seseorang yang pernah ia temui di bioskop juga bekerja disana. Jin Woo menyapanya dengan sopan dan ini cukup untuk membuat Soo Young berhenti bernafas. Selepas kepergian Jin Woo, Soo Young baru bisa menarik nafas dalam.

Serendipity. Rasanya seperti takdir. Aku pikir ini takdir.
[FLASHBACK END]


Soo Young kembali ke masanya sekarang. Dia baru menyadari bahwa takdir yang ia impikan ketika muda tidaklah sebegitu indahnya dan sebegitu manis seperti dalam sebuah film.

Soo Young berjalan dengan kepala tertunduk sedih.




Min Suk tengah menikmati perjalanannya menuju rumah. Dan sebuah takdir mempertemukan Min Suk dengan Soo Young lagi. dia menyapanya dengan ceria lalu bertanya bagaimana dengan kencan Soo Young? Soo Young tak menjawab dengan kepala masih terus tertunduk. Tidak dalam mood yang baik untuk bermain dengan bos kekanakkannya. Dia mencoba untuk tetap berlalu tapi Min Suk menghalanginya.

“Aku bisa melihat kenapa kau menyukai Direktur Yoo, setelah mengawasinya beberapa hari yang lalu. Bagi pria pun, dia itu sangat keren. Aku tidak sebanding dengannya. Aku akan sepenuhnya mendukungmu. Kau harus membelikanku baju kalau kalian berkencan.”

Ngomong – ngomong soal baju, membuat Min Suk menatap penampilan Soo Young dari ujung kepala hingga ujung kaki. Penampilan apa ini... ?? Apa sesuatu terjadi di dalam mobil?




“Apa kau sedang melihatku sekarang? Bagaimana penampilanku? Aku sudah jelas bilang padamu, Jangan permainkan aku. Memang benar aku menyukainya. Aku sudah mengakui cintaku tapi ditolak.” Ucap Soo Young membuat Min Suk terhenyak. Menyadari kalau Soo Young mengalami cinta bertepuk sebelah tangan.

“Direktur, apa yang kau tahu? Dia sangat tidak nyaman berada didekatku. Dia benci bertemu denganku di tempat kerja. Bahkan jika kau seorang direktur , Aku pikir kau tidak punya hak mempermainkan bawahanmu.” Lanjut Soo Young mulai terisak. Min Suk benar – benar kehabisan kata – kata.


Soo Young masih menghormati Min Suk sebagai atasannya, dia pun membungkuk hormat lalu pergi. Sedangkan Min Suk tampak begitu tak enak hati, dia telah membuat Soo Young berada di posisi yang sulit.
***


Sekembalinya Min Suk, dia disambut oleh kakeknya dengan ajakan bermain. Min Suk bukan dalam Mood yang baik dan meninggalkan kakeknya. Kakeknya tak menuntut memang, dia hanya menatap ke dalam jendela kamar Min Suk dengan penuh harap. Hingga akhirnya Min Suk keluar dan menemani kakeknya bermain karet.



Min Suk hanya ikut saja ketika kakeknya bermain. Dia mulai bercerita keluh kesahnya selama seharian.

“Kakek. Aku pikir aku membuat kesalahan pada seseorang hari ini. Aku tidak sengaja melakukannya. Tapi itu tetap menggangguku. Aku tidak bermaksud melakukannya. Aku merasa sangat buruk. Dan juga pertandingan pertama besok. Aku harus melakukan PT atau apapun itu. Tiba-tiba, hidupku menjadi sangat rumit.”

Kakek Min Suk hanya menanggapi cerita Min Suk dengan tawa.
***



Yoo Ah bersama bala kurawa-nya memberikan semangat untuk para pemain hoki. Mereka begitu antusias namun segera berbubah desahan ketika tim lawan berhasil mendapat skor. “Tak apa!!! Tak apa!!”

Babak awal tim hoki Min Suk memang dalam posisi tertekan namun keadaan segera berbalik ketika Min Suk mendapat skor. Semua bersorak senang.


Seorang pemain lawan mencoba mencetak skor dengan memukul bola kearah gawang namun tembakannya melenceng dan malah mengenai salah seorang wasit di garis batas. Wasit itu terluka hingga membutuhkan perawatan. Panitia memutuskan untuk menunda pertandingan.
“Ugh, aku tidak boleh terlambat.” Desah Min Suk.
***


Orang – orang mulai memasuki gedung untuk PT, salah satunya Soo Young yang tampak begitu gembira namun begitu melihat Jin Woo melintas. Soo Young segera tertunduk.
***



Min Suk berjongkok dengan khawatir, skor mereka kalah satu 2 – 3 dan waktu masih tersisa beberapa menit. Min Suk mencoba berkata sesuatu pada pelatih tapi pelatih malah memberikan instruksi agar nanti Min Suk harus mencetak gol. Duk Hwan juga harus memberikan bolanya pada Min Suk.
***

Direktur Han dan Ketua Tim Kim menunggu kedatangan Min Suk dengan khawatir. Semua berjalan tak sesuai rencana. Bahkan saking groginya, Direktur Han ingin sekali kecing. Dia kemudian menyuruh Ketua Tim Kim menghubungi Min Suk.

Mereka berdua sama – sama ribut, direktur Han mengangkat sebuah panggilan. Dengan kesal dia mendamprat Ketua Tim Kim yang malah menelfonnya bukan Min Suk.
***



Min Suk masih berusaha pantang menyerah meraih skor untuk timnya. Medapatkan sebuah songkolan tak menyebabkan dia patah arang. Mencoba mencari celah untuk mendapatkan skor. Sampai pada akhirnya dia pun lolos dari penjagaan dan dengan mulus melesatkan tembakan ke gawang.

Semua orang senang karena Tim SMA Poongjin bisa menyamakan kedudukan. Namun lain halnya dengan Min Suk, dia tak memperdulikan itu dan segera meluncur ke pintu keluar. Pelatih berteriak kesal tapi tak diperdulikan.
***

baby sister Min Suk kelabakan sendiri  karena sampai detik ini Min Suk belum juga mengangkat panggilan Ketua Tim Kim. Padahal PT sudah harus di mulai.
***


Kembali ke Min Suk yang tengah ribut mengubah tampilannya, dia meminta maaf pada petugas taksi karena dia berganti pakaian disana.

“Ahjussi tolong lebih cepat yah.” Pinta Min Suk.




Tapi sialnya lagi, macet panjang terjadi karena sebuah kecelakaan. Min Suk melongok keluar jendela dan memutuskan untuk keluar dari taksi.

Dan kembali sial , kartu untuk masuk ke ruang PT Min Suk terjatuh ketika ia menyebrang dan saat itu pejalan kaki begitu padat. Tapi pada akhirnya dia bisa mendapatkan kartu tersebut. Dia mencoba berlari sekuat tenaga menuju ke tempat PT.
***



Tibalah giliran Comfo untuk PT, Direktur Han menyuruh Soo Young untuk memasang materi mereka di depan. Kemudian dia berbisik pada Ketua Tim Kim untuk menyuruh Yoo Jin Woo menggantikan posisi Min Suk.

“Kapan?”

“Tahun depan! Ya sekarang!”

Ketua Tim Kim dengan berjongkok berjalan menemui Jin Woo.



Sedangkan Min Suk baru sampai ke gedung pertemuan, dia kebingungan mencari ruangannya. Dia berlari kesana kemari, hingga dia menemukan sebuah dorongan barang.



Panitia bertanya pada Ketua Tim Kim apakah dari Comfo belum mempersiapkan PT mereka? Ketua Tim Kim berkata kalau dia sedang mempersiapkannya.

Jin Woo menunjukkan senyum simpunya, dia berniat untuk berdiri menggantikan Min Suk namun segera urung ketika Min Suk sampai ke ruangan tersebut dengan menggunakan kereta dorongan barang.



Min Suk segera berlari menuju ke depan, semua orang kasak – kusuk karena kehadirannya dengan kereta dorong.

“Kalian semua pasti ingin tahu kenapa aku masuk dengan konyol tadi? Apa itu tidak apa untuk kalian? Jadi, Jika aku tidak, baiklah...” ucap Min Suk masih tergagap dan tersengal – sengal.


Kemudian dia memiliki ide, Min Suk pun memperagakan kalau seandainya dia berjalan dengan lambat. Maka tak akan ada satupun dari mereka yang memperdulikan dirinya.

“Ini tidak menyenangkan dan Sangat jelas. Tapi kalau caranya seperti tadi akan menjadi tak jelas tapi lebih menyenangkan. Sebuah desain modern untuk kombinasi konsep pusat perbelanjaan yang menyenangkan. Itulah yang Comfo siapkan untuk kalian.” Ucap Min Suk seraya menunjuk PPT-nya.



“Jadi, Seperti yang kalian lihat di sini, Ini hal sangat penting yang telah disiapkan Comfo. Pusat perbelanjaan bisa menjadi surga bagi perempuan. Dia bisa berjalan-jalan dengan pacarnya dan makan makanan lezat. Tapi bagaimana dengan pria? Itu neraka. Mall yang isinya ternavigasi dan menyenangkan adalah yang diinginkan para pria. Aku mau ke kamar kecil, pasti itu yang sering dikatakan di mall. Ugh, sangat menyebalkan. Butuh waktu 5 menit untuk menemukan toilet. Belum mau pipisnya. Apa lagi mau cuci tangannya. Bagaimana kalau aku cuma mau cuci tangan, apa yang akan dipikirkan pacarku? Dia pasti berpikir, Dia pasti lagi boker. Aku tidak boker. Ini tidak adil.” Jelas Min Suk dengan gayanya sendiri. Berjalan kesana kemari , melompat dengan mulut terus memberi penjelasan.

Namun cara ini benar – benar ampuh membuat semua orang tertawa.



“Konsep kombinasi pusat perbelanjaan oleh Comfo ditujukan untuk semua pria dan wanita. Itulah pokok penting yang ingin aku tunjukkan pada semuanya. Konsep mall Comfo yang akan.. Merevolusi dunia pusat perbelanjaan. Terima kasih.” Tutup Min Suk yang diiringi dengan tepuk tangan para hadirin.

Min Suk pun menujukkan gaya andalannya pada Soo Young, Soo Young menirunya juga dengan senang. Tapi sepersekian detik kemudian dia tersadar dan segera menurunkan tangannya.
***




Ketua Tim Kim tengah menerima telfon dari pihak proyek, semua orang menunggu hasilnya dengan harap – harap cemas. Sampai akhirnya Ketua Tim Kim bersorak karena mereka mendapatkan proyek tersebut. Seluruh anggota tim merasa begitu gembira.

“Lee Hyung Suk!! Lee Hyung Suk!!”
***



Pesta perayaan digelar. Semua bersenang – senang. Makan. Minum. Bernyanyi.

Min Suk dan Soo Young  juga bergabung disana. Min Suk melirik ke arah Soo Young yang hanya melihat rekan – rekannya bernyanyi. Namun setelah tahu kalau ia tengah di perhatikan, Soo Young segera tertunduk. Keduanya sama – sama canggung.


Min Suk dan Soo Young berjalan pulang bersama, meskipun bersama tapi keduanya saling menjaga jarak. Min Suk berterimakasih karena Soo Young lah yang 90% bertanggung jawab atas PT-nya. Soo Young yang gembira karena sebelumnya hanya menjadi kacung dan sekarang dia memiliki andil besar dalam kesuksesan proyek tersebut.

“Jangan begitu. Kau yang melakukannya.”

“Tidak .. Aku membuat kesalahan kemarin. Maafkan aku. Kau masih marah dengan hal itu? Bagaimana cara aku menebusnya?”

Soo Young menganggap itu hanyalah hal kecil jadi tak apa. Dia masih terus berjalan dengan senyum menghiasi wajahnya. Tapi sikap Soo Young ini malah membuat Min Suk berfikir kalau dia masih marah padanya.



Min Suk masih mengikuti Soo Young masuk ke dalam sebuah toko, Min Suk pun memberikan sekantong popcorn untuk permintaan maaf.

“Tidak usah begitu.” Ucap Soo Young seraya menerima popcorn Min Suk. Dan ini membuat Min Suk semakin sedih dan cemberut, berfikir kalau Soo Young masih marah padanya. Cemberut imut. Kekeke.


“Pukul aku!!” pinta Min Suk hingga mengaggetkan Soo Young. Soo Young menolak karena dia memang sudah tak marah. Tapi Min Suk berkata kalau ia tak apa – apa. Soo Young menyuruh Min Suk jangan menghalangi jalannya.

“Aku sungguh-sungguh. Pukul aku. Aku sungguh-sungguh. Pukul dan hajar aku.”

“Bagaimana bisa aku memukulmu?”

“Aku sungguh-sungguh.  Pukul aku, aku baik-baik saja.”

“Seperti ini?” Ucap Soo Young seraya melayangkan tinjunya ke wajah Min Suk. Tadinya berniat bercanda tapi sepertinya Soo Young kelepasan.



Min Suk meringis kesakitan sambil mencuci wajahnya. Soo Young berkata kalau dia tak sengaja dan Min Suk juga tadi mengatakan kalau dia tak akan marah pada Soo Young. Min Suk kesal karena Soo Young harusnya memberitahu dulu lagi pula dia juga tak mengatakan kalau dia tak marah.

“Sebenarnya, aku menghabiskan bertahun-tahun bekerja dengan tali bungee jumping di bisnis ibuku. Tangan jadi sangat kuat.”

Min Suk sekarang tahu kenapa Soo Young unik. Soo Young permisi pergi namun Min Suk malah meraih bir yang Soo Young bawa. Min Suk menyuruhnya untuk meminum bir tersebut ketika mengompres wajahnya.




Mereka berdua pun duduk di tengah lapangan, Min Suk masih terus mengompres wajahnya sedangkan Soo Young mengajaknya untuk minum. Min Suk menolak dengan alasan sedang diet. Dia menyuruhnya untuk menghabiskan saja bir-nya.

“Kau memerintahku lagi. Sangat menjengkelkan.”

“Apa? Apa katamu?”

“Kau, Direktur. Kau sedikit mengganggu. Aku memberitahu itu karena kita sudah berdamai.” Ucap Soo Young sudah ngelantur.

Min Suk pun akhirnya membiarkan karena mereka sudah berdamai dan dia mengajak Soo Young untuk berteman. Soo Young menolak karena Min Suk lebih tua darinya dan derajatnya pun lebih tinggi.

“Tidak semua yang kau lihat di dunia ini benar. Kita berteman sekarang kan, oke?” tanya Min Suk. Tentu, jawab Soo Young. Mereka pun akhirnya bermain lempar – lemparan popcorn kedalam mulut.





Soo Young sudah menghabiskan berbotol – botol bir. Dia mengajak Min Suk untuk minum juga tapi lagi – lagi Min Suk menolak dan anggap saja kalau dia juga minum bir.

“Yoo Jin Woo. Aku sangat mencintaimu. Kau tahu apa yang dia katakan padaku? Dia bilang apa cuma aku yang bekerja di tim kita?”

“Aigoo.. kau mulai lagi. ayo pergi.” Ajak Min Suk namun diacuhkan oleh Soo Young.

“Kau pergilah sendiri. Oh, ya. Kau pasti tahu karena kau juga seorang direktur. Para direktur, Apa kalian pernah berpikir tentang kami?” tanya Soo Young yang sudah mabuk berat. Dan saking mabuknya, dia sampai berani mencekik Min Suk. Ckckck



Soo Young rebahan di rerumputan dengan kaki gelojotan. Dia menangis meraung – raung. Min Suk pun takut kalau sampai polisi datang kesana hingga dia membungkam mulut Soo Young. Soo Young balas dengan menggigit tangan Min Suk.

Min Suk kesal, dan meringis kesakitan karena gigitan Soo Young.
***



Seperti biasa, Min Suk hadir ke sekolah hanya untuk ikut absen saja. Ketika namanya sudah di panggil, dia bergegas pergi.

Dan kali ini, karena Duk Hwan dan Tae Suk sudah dapat perintah dari Yoo Ah, mereka mengikuti Min Suk ketika dia pergi.
***



Min Suk keluar dari lift sudah dengan stelan jas lengkap. Di ujung jalan, dia bertemu dengan Soo Young namun  Soo Young segera kabur dari Min Suk.

Min Suk mencoba mengejarnya masuk kedalam lift tapi dia tak sengaja menabrak petugas kebersihan.



Dan lagi , presiden Yoo juga menyapa Min Suk.  Diapun tak bisa lagi mengejar Soo Young.

“Kudengar kau mengagumkan di presentasi kemarin.  Semua orang membicarakanmu. Ini lah yang kusukai darimu. Penilaianku benar kan.”

“Aku lebih baik mati jika kau terus memujiku. kau memiliki selera yang baik.”

Presiden Yoo mengajak Min Suk untuk bermain golf, Min Suk pun sama sekali tak menolaknya.





Min Suk menuju ke lift sambil bergumam bangga, karena dia jadi dewasa dan banyak wanita menyukainya.

“Halo, Direktur Lee Hyung Suk. Hei bro. Apa yang terjadi? Ada apa denganmu, huh? Kalian penasaran kenapa aku memakai setelan ini dan berada disini?” tanya Duk Hwan dan Tae Suk yang tiba – tiba muncul.

Min Suk berbalik mencoba untuk kabur tapi tepat saat itu, Jin Woo dengan rekannya muncul di ujung jalan. Min Suk panik hingga menutupi wajahnya.
**********
KOMENTAR :
Lumayan terhibur dengan aksi konyol In Gook disini.

Mungkin pada akhirnya memang takdir akan membuat Min Suk dan Soo Young akan bersama tapi bagaimana mungkin Jin Woo yang begitu membenci Soo Young tiba – tiba masuk di tengah keduanya? Aku penasaran apakah nantinya Jin Woo hanya mendekati Soo Young untuk mempermainkan Min Suk atau dia akan benar – benar menyukai Soo Young?

Dan... kapan Soo Young berubah ? udah ga tahan liat penampilan dia T_T Lucu sih, tapi...

6 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 3-2 "

  1. Waah seru seru, d lanjut ya puji
    Semangat

    ReplyDelete
  2. soo young sesekali tampil cantik gpp, tp jgn keterusan. lucu yg sekarang.

    ReplyDelete
  3. Dr dulu ampe skrg, emang cuman drama komedi romantis kyk gni nih yg paling bikin Ä·etagihan.... fighting wat lanjutin nih sinopsis....

    ReplyDelete
  4. Tolong di lanjut sinopsis nya sampai tamat yach...please...hehehe makasih

    ReplyDelete
  5. Hahhhhahhhaa. . . lucu bnget soo yong nya aigooo. . .kpn jadi dy cantik yg kalah sm adikny heheheh aigooo. . . .memeran karakter 2kenbarckup berat meski ad karakter lucu aigoooo. . . daebaakk dech. . . .

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^