Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 3-1







Jung Soo Young yang mencoba bersembunyi dari Yoo Jin Woo. Namun ia di kejutkan oleh Lee Min Suk yang tengah kabur dari kejaran Jung Yoo Ah.

“Direkt... Direktur.” Ucap Soo Young terkejut. Tanpa banyak ucapan, Min Suk membungkam mulut Soo Young dan mendorongnya ke balik pintu. Min Suk menahan mulut Soo Young sembari menahan pintu yang di gedor oleh Yoo Ah.

Yoo Ah kesal karena pintunya tak kunjung terbuka.

Soo Young terbelalak ketika tahu kalau Jin Woo melihat keduanya dengan santai. Min Suk yang juga menyadari kehadiran Jin Woo hanya tersenyum. Jin Woo menatap datar keduanya lalu pergi.



Soo Young berhasil melepas bungkaman Min Suk. Min Suk menarik tanda garis lurus di depan mulutnya, menandakan kalau ia menyuruh Soo Young untuk diam. Soo Young pun segera mengatupkan kedua bibirnya kuat – kuat.

Tarikan pintu tersebut sudah tak ada. Min Suk penasaran apakah Yoo Ah telah pergi, perlahan ia membuka pintu tersebut.

Dan.. “oomoo. Ya Tuhan..” Min Suk berjingkat kaget ketika seorang staff sudah berdiri di depan pintu.



Soo Young dengan tampang bloon yang ga nguatin itu bertanya pada Min Suk, apa yang terjadi?

Min Suk mencoba menjelaskan namun nafasnya masih tak keruan. dia tersengal – sengal akibat kabur dari kejaran Yoo Ah. Soo Young gemes menantikan jawaban Min Suk yang tak kunjung keluar.


Dan Yoo Ah, ternyata ia diseret oleh petugas keamanan di sana. Yoo Ah memohon agar memberinya kesempatan sekali saja. Tapi petugas itu tak menggubris dan menarik tubuh mungil Yoo Ah keluar.
***


Di arena pertandingan hoki, teman – teman Min Suk menanti kehadirannya. Mereka ketar – ketir kalau salah seorang pemain yang mereka andalkan tak hadir tanpa alasan. Beberapa kali mencoba menghubungi namun tak memperoleh jawaban.


Di sisi lain, Min Suk berlari sekuat tenaga dengan masih mengenakan stelan jas lengkap. Menerjang semua benda yang ada dihadapannya.
***


King of High School Life Conduct Episode 3


Lee Min Suk memasuki arena dengan tergesa, dia sudah lengkap memakai pakaian keamanan untuk bermain. Namun dia terpaku melihat SMA nya, SMA Poongjin mendapat skor 1. Kalah dengan SMA Taesan yang memperoleh skor 4.

Min Suk menundukkan kepala, dia terlihat menyesal sekaligus sedih.


Kekalahan mereka berbuah hukuman, pelatih menyuruh mereka untuk menundukkan kepala. Menegakkan badan dengan tumpuan kepala. Semua terlihat kelelahan.

“Apa kalian ini tikus? Kalian merengek? Apa perlu kita begini semalaman?” bentak pelatih.



“Awal kompetisi nasional dimulai minggu depan. Jika ada salah satu dari kalian main main lagi, Kalian akan kuantarkan menuju neraka. Mengerti?!!”

Semua menjawab pertanyaan itu dengan lantang. Pelatih menatap Min Suk tajam. Terutama Min Suk. Kalau memang dia hanya ingin bermain – main maka tak usah. Kalau sampai dia mengacau sekali lagi maka dia akan dikeluarkan.



Selepas kepergian Pelatih, Min Suk mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia sudah berusaha datang secepatnya. Dia minta maaf karena telah terlambat.

Seorang sunbae menatap Min Suk sengit, dia tak mau medengarkan penjelasan Min Suk dan langsung memukul wajah Min Suk.

“Kan sudah kuperingatkan. Sudah kubilang aku akan memisahkan sendi dari tubuhmu kan. Kau sebaiknya berhati-hati. Kecuali kau ingin keluar dari tim, Sebelum pelatih, aku duluan yang akan mengeluarkanmu.” Ancam sang Sunbae.

Ujung bibir Min Suk berdarah, dia mencoba tersenyum dan meminta maaf pada semua sunbae yang telah ia kecewakan.
***



Min Suk mengompres bekas luka pukul di ujung bibirnya. Sekarang ia tengah barada di sebuah restoran china bersama dengan dua sahabatnya, Jo Duk Hwan (Kang Ki Young) dan Oh Tae Suk (Lee Tae Hwan). Mereka meminta Min Suk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tahu Min Suk dari dulu, pasti ada yang terjadi.


“Bahkan aku sendiri pun tak mengenali diriku.” Ucapnya lalu menjijing tas miliknya dan pergi.

Duk Hwan berfikir kalau Min Suk telah kerasukan setan sepertinya. Tae Suk menyuruh Duk Hwan makan saja, namun Duk Hwan malah memukul kepalanya.
***



Lee Min Suk menemui Ayahnya yang tengah sibuk bekerja membenahi sepatu. Ayah menatap luka di bibir Min Suk, Min Suk dengan segera mengapit bibir bawahnya agar tak ketahuan. Tapi Ayah sudah tahu. Apa yang terjadi?

Min Suk berkata kalau dia mengalaminya ketika berlatih. Ayah jadi khawatir.

“Bukankah awal kompetisi mulai minggu ini nanti? Berarti ini minggu neraka-mu?”

Min Suk juga merasa kalau minggu ini minggu nerakanya. Dia permisi pergi.



Ayah memberitahukan kalau Hyung Suk telah mengirimkan uang untuk membayar sekolah Min Suk. Sontak Min Suk berbalik.

“Apa? Hyung melakukannya? Kapan?  Dari mana? Dari Jerman?” berondong Min Suk. Ayahnya jadi kesal melihat reaksi Min Suk. Kakaknya memang selalu mengirim uang selama 8 bulan terkakhir. Fakta ini membuat Min Suk mendesis kesal.
***


Min Suk menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, dia berfikir kalau kakaknya berarti masih hidup. Min Suk pun menatap foto Hyun Suk yang terpajang di kamarnya.

“Apa yang kau tertawakan? Aku sangat kesakitan sekarang.” Ucap Min Suk sambil menatap foto tersebut. Saking kesalnya pula, dia merubuhkan bingkai yang memajang Foto Hyung Suk.

Min Suk merebahkan tubuhnya. Lelah. Namun beberapa saat kemudian dia kembali berdiri dan membetulkan posisi bingkai foto kakaknya. “Cepatlah kembali. Ini terlalu sulit bagiku, hyung.”

Min Suk seolah tengah memohon, dia menghembuskan nafas berat. Kita semua tahu, dia begitu lelah harus menjadi dua pribadi yang berbeda. Berlari kesana kemari. Bahkan hampir kehilangan apa yang ia sukai, hoki. Dan disini juga, foto Hyung Suk tak ditampakkan. Apa alasannya?




Min Suk bermain hoki, dia dengan piawai membawa bola dan dengan sangat mudah mencetak skor. Dia bersorak senang. Namun ketika dia menatap ke bangku penonton, bukan lagi sorak sorai Yoo Ah bersama bala kurawanya. Melainkan para orang tua yang menunjuk – nunjuk dirinya dengan kesal.

Min Suk menatap dirinya sendiri, dia terkejut mendapati ia sudah memakai stelan jas namun di tangannya masih terdapat tongkat hoki. Lidah Min Suk kelu, dia mencoba berucap tapi tak mampu. Min Suk mengusap kepalanya frustasi.


Dan PLETAK. Min Suk kembali ke dunia nyata. Kepalanya terkena terkena sesuatu. Min Suk meringis kesakitan, dia merasa mimpinya begitu nyata.

Ayah datang dengan terburu – buru memberitahu kalau Min Suk telat. Min Suk masih santai saja, dan kembali Sang Kakek datang dengan sendok sayur menggedor – gedor pintu.
***

Min Suk hadir ke sekolah. Gurur mengabsen murid – murid. Lee Min Suk!

Min Suk menjawab kalau dia hadir. Selepas itu, dia segera melempar ransel miliknya keluar jendela. Dia hadir hanya untuk mengisi daftar hadir saja.
***



Bak Superman, Min Suk masuk ke lift dengan seragam lengkap terpasang di tubuhnya namun setelah pintu lift kembali terbuka, dia sudah mengenakan stelan jas lengkap.


Min Suk yang berniat masuk ke mobil jadi sungkan ketika bawahannya membukakan pintu. Dengan hormat dia meminta agar ia sendiri saja yang membukakan pintu dilain waktu.
***


Siangnya, dia sudah kembali ke lapangan untuk melakukan pelatihan hoki.
***


Dan mengerjakan pekerjaanya sebagai seorang direktur, tampak tak terlalu memusingkan karena dia hanya memberikan tanda tangan.

Itulah keseharian yang harus Min Suk hadapi.


Akhir dari semua aktivitas itu membuatnya begitu kelelahan, tak bisa lagi menahan rasa kantuknya dan bahkan tidur di lantai. Poor Min Suk.
***


Jung Soo Young berlari memasuki gedung kantor, dia telah terlambat. Soo Young pun segera menuju ke lift namun langkahnya segera berubah haluan ketika melihat Yoo Jin Woo tengah menunggu di depan lift.

Soo Young bersembunyi di balik tembok. Dia berfikir apakah dirinya harus naik tangga? Tidak, kenapa harus aku begitu? Kami hanya kebetulan saja bertemu saat mau ke kantor.


Soo Young berjalan dengan santai menghampiri Jin Woo. Dengan senyum ceria ia menyapanya. Dia berdiri mensejajari Jin Woo.



Skip. Ternyata itu hanyalah bayangan Soo Young semata. Namun ia kembali meyakinkan dirinya kalau dia bisa. Dia hanya harus bersikap biasa.

Soo Young berjalan menuju ke pintu lift lalu menyapa Jin Woo sebiasa mungkin tapi tetap saja kentara sekali kecanggungan diantara keduanya.

“Panas sekali pagi ini. Rasanya seperti sudah musim panas saja.” Ucap Soo Young seraya mengibas – ngibaskan tangannya. Sedangkan Jin Woo hanya menatap tingkah aneh Soo Young.

“Oh, ya. Benar Apa kau terkejut di area snack kemarin? Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Direktur Lee. Dia mendorong dan menutup mulutku. Kau melihat kami? Aku hanya tidak ingin kau salah paham.” Lanjut Soo Young.

“Apa penting bagiku kalau itu salah paham?” Jin Woo sama sekali ga perduli. Soo Young langsung terdiam.


Pintu lift terbuka, Jin Woo masuk kedalam. Sedangkan Soo Young masih diluar, ia bergumam kalau memang Jin Woo tak ada ketertarikan kepadanya. Soo Young masuk ke lift.

Pintu lift hampir tertutup namun tiba – tiba seseorang ada yang menyelinap masuk. Itu adalah Min Suk, dia menyapa ke kedua rekannya yang telah berada di lift. Jin Woo memuji dasi Min Suk yang terlihat cocok dengan bajunya. Meskipun sepertinya Jin Woo hanya mengejek, Soalnya Min Suk memakai jas hitam dan hem biru tapi dasinya berwarna coklat putih.

“Aku tidak boleh terlihat tampan terus. Nanti para karyawan wanita...” ucap Min Suk nge-sok.

Pintu Lift terbuka, Jin Woo segera permisi keluar. Min Suk segera membalasnya dengan hormat sedang Soo Young dengan bungkukan dalam.




Soo Young memalingkan wajah dengan ekspresi kesal khasnya. Min Suk memuji Jin Woo yang begitu menarik bahkan untuk seorang pria. Apalagi untuk wanita, dia begitu menarik. Ya kan Soo Young-shi?

“Apa?!” Tanya Soo Young terkejut.

Min Suk berteriak terkejut, dia lupa dan seharunya ia lebih baik naik tangga saja agar Soo Young bersama Jin Woo. Dia begitu kejam. Min Suk meminta maaf. Soo Young gelagapan, “apa yang kau katakan? Bukan seperti itu.” Ucap Soo Young dengan nada agak tinggi.

“Kita anggap begitu. Tapi aku kecewa. Aku juga direktur.” Ucap Min Suk seraya pergi.


Soo Young mencoba menjelaskan pada Min Suk kalau apa yang Min Suk pikirkan itu salah. Min Suk berkata kalau mereka bisa saja menganggapnya seperti itu. Soo Young masih terus mencoba mengelak.

“Aku salah paham. Mari kita anggap saja begitu.”



“Good Morning.” Sapa Min Suk pada bawahannya. Semua orang pun menyambut kehadiran Min Suk hanya satu orang saja yang tampak tak terlalu suka, Ketua Tim Kim.

Seorang staff memberitahukan pada Min Suk kalau nanti dia akan ada konferensi Singapura. Ketua Tim Kim yang memperhatikan dari kejauhan langsung muncul, dia mengatakan kalau Min Suk itu tengah sibuk.

Min Suk seperti orang bloon deh, dia membenarkan ucapan Ketua Tim Kim kemudian dia segera pergi meninggalkan keduanya. Ketua Tim Kim mengalihkan pembicaraan dan memerintahkan staf tersebut untuk mengerjakan tugas lainnya.



Ketua Tim Kim masuk ke ruangan Min Suk, dia menyaksikan tingkah konyol Min Suk yang tengah melakukan pemanasan dan push up. Min Suk menyuruhnya untuk mengetuk pintu juga ketika memasuki ruangan seperti yang lain. Ketua Tim Kim geregetan, Min Suk bukan direktur betulan. Dia hanya anak SMA. Ketua Tim Kim mencoba bicara dengannya namun ia tetap saja menggerakkan badan. Sampai – sampai Ketua Tim Kim menepuk pantat Min Suk agar diam.

Ketua Tim Kim menyuruh Min Suk untuk diam saja ketika ada yang berbicara mengenai pekerjaan. Dia yang akan menanganinya. Tapi Min Suk juga ingin mengeluarkan pendapat.

“Jangan, jangan, jangan.  Jangan begitu.” Sergah Ketua Tim Kim. “Memangnya kau Lee Hyung Suk sungguhan, Kau hanya tiruan. Untuk permulaan, kau tidak usah berpikir. Duduk saja dikursimu. Aku yang akan mengurus semuanya.”



Min Suk tetaplah anak SMA yang masih labil, dengan bibir manyun. Dia duduk ke kursi karena ngambek. Ketua Tim Kim kesal dengan tingkah Min Suk. “Ada apa denganmu? Kenapa kau tidak menjawabku?”

“Kau kan menyuruhku duduk dikursiku.” Jawab Min Suk masih ngambek.

“Apa kau mau terus bertingkah seperti ini?”

Min Suk mengerti meskipun ia sendiri masih sebal. Dia meminta izin untuk tak berangkat hari rabu karena dia ada pertandingan. Ketua Tim Kim mendesah kesal karena menghadapi tingkah kekanakan Min Suk. Dia pun mengizinkan tapi dia harus tetap ke kantor setelah pertandingan berakhir.



Ketua Tim Kim merogoh sesuatu di saku jasnya, dengan berat hati ia menunjukkan sebuah kartu kredit. Min Suk belum mengerti, apa itu?

“Kartu kredit perusahaan. Aku memberikannya padamu karena ini perintah direksi. Gunakan kalau kau memerlukannya saja. Kalau kau menggunakannya sembarangan, aku akan mengambilnya kembali, mengerti?” Ancam Ketua Tim Kim. Min Suk senang bukan kepalang, dia segera meraih kartu kreditnya. Tapi sekarang Katua Tim Kim lah yang masih terus menggenggam kartu tersebut.

“Aku tidak seburuk itu.  Aku tidak akan sembarangan menggunakannya.” Ucap Min Suk sembari menarik kartu kredit di tangan Ketua Tim Kim.
***


Apakah ucapan Min Suk bisa di percaya? Haa. Tentu tidak. Dia membelanjakan uang dari kartu kredit untuk membelikan rekan satu timnya untuk makan – makan. Min Suk menyuruh mereka untuk makan sepuasnya. Semua orang bergembira terkecuali Ketua Tim Kim yang menahan amarah. Ditambah lagi ketika Manager Tim Kang berkata kalau ia akan membeli makanan sebanyak mungkin.

Mereka semua begitu senang. Lee Hyung Suk..Lee Hyung Suk!!!


Diteriaki seperti itu membuat Min Suk mengeluarkan pose andalannya, dengan tangan seperti gaya supermen namun kedua jarinya membentuk V.

Seorang staf bertanya kenapa Ketua Tim Kim tak makan. Dia berkata kalau itu bukan apa – apa.



“Jangan buat masalah di pertemuan managemen nanti. Jangan bertingkah dan bicara. Duduk tenang saja lalu keluar. Anggukan kepala saja nanti.” Bisik Ketua Tim Kim. Min Suk dengan tak formal bertanya, Hyaak??!
Ketua Tim Kim kehilangan kesabaran hingga membentak Min Suk. Aku tidak minta apapun, anggukkan saja kepala mu nanti!!

Semua orang menatap Ketua Tim Kim yang bertingkah tak sopan pada Direktur yang notabene jabatannya lebih tinggi. Ketua Tim Kim mencoba mengendalikan situasi dan memuji makanan yang sedang ia makan itu enak.
***


Duk Hwan dan Tae Suk merasa senang karena latihan mereka minggu ini berkurang berkat adanya kompetisi nasional. Di tengah obrolan kedua pria tersebut, Yoo Ah datang dan menyapa keduanya. Namun keduanya begitu enggan hingga mereka kabur.

Yoo Ah tak pantang menyerah, dia menggandeng Duk Hwan dan Tae Suk. Dia bersikap begitu manis.



Berakhir lah keduanya di kedai makanan, Duk Hwan dan Tae Suk makan daging yang dibelikan oleh Yoo Ah dengan lahap. Yoo Ah bersikap begitu manis lalu menyuruh keduanya untuk makan sampai mereka kenyang.

Daging yang tersaji telah habis, Yoo Ah menyuruh mereka untuk memesan lagi tapi keduanya sudah kenyang. Mereka berterimakasih pada Yoo Ah.




Pandangan manis Yoo Ah berubah menjadi menakutkan. Tae Suk berbisik pada Duk Hwan kalau Yoo Ah pasti memiliki maksude tersembunyi di balik kebaikannya.

“Bicaralah. Ada apa dengan suami-ku akhir-akhir ini? Bicaralah mumpung aku masih sopan. Dia selalu bolos sekolah. Pasti ada yang dia sembunyikan.” tanya Yoo Ah ketus.

Tae Suk berkata kalau mungkin Min Suk tengah malas. Yoo Ah jelas ga percaya sama sekali. Dia mengancam akan pergi dan membuat mereka membayar sendiri perut babi yang telah mereka makan. Duk Hwan menahan lengan Yoo Ah. Yoo Ah pun mengerti, dia akan membiarkan mereka bebas selama 3 hari dan melaporkan apa yang terjadi pada Min Suk.
***




Jin Woo mempresentasikan tentang proyek yang akan mereka tangani. Dia memiliki rencana untuk membuat kerangka tempat yang menyenangkan dan tak tersembunyi. Kalau mereka bisa memenangkan proyek di hari Rabu maka ia yakin kalau Comfo bisa menangani proyek tersebut dengan mudah.

Presiden Yoo tampak tak begitu yakin dengan konsep tersebut karena sepertinya dia tak bisa menemukan tempat penjualan yang unik. Kau pikir kau bisa memenangkan tender?

“Wow, ini sangat mengagumkan.” Gumam Min Suk keras hingga menyita seluruh perhatian anggota rapat. Presiden Yoo akhirnya meminta pendapat Min Suk, Ketua Tim Kim menyuruh Min Suk untuk tutup mulut.





Min Suk tak mungkin bisa terus bungkam ketika semua orang menatapnya. Dengan gelagapan, ia pun mengutarakan pendapat. “Intinya dia membicarakan semua yang ada di satu tempat. Jadi, Sesuatu yang Multi sangat laku belakangan ini. Oh ya. Bermain multi-player dalam olahraga juga bagus. Gamer yang bermain multitasking juga bagus. Semua yang menyenangkan ada di 1 tempat. Tentu saja, orang-orang akan berkerumun ke tempat seperti itu.”

Presiden Yoo tampak puas dengan jawaban yang diutarakan oleh Min Suk. Presiden Yoo menawarkan Min Suk agar ia yang melakukan presentasi minggu ini. Min Suk menggelengkan kepalanya dengan konyol.

Direktur Han yang sedari duduk dengan gelisah angkat bicara untuk menolak keputusan tersebut. Lagipula sudah ada Jin Woo yang mengambil proyek tersebut.


“Menurutku, lebih baik Direktur Lee Hyung Suk yang melakukannya. Kudengar kau pernah melakukan presentasi besar di Jerman. Aku ingin melihat dan belajar darimu.” Ucap Jin Woo secara mengejutkan.

Presiden Yoo setuju dan menyuruh Min Suk untuk menganggapnya sebagai permulaan. Sedangkan  Jin Woo tampak menyimpan sebuah rencana kalau dilihat dari cara dia menatap Min Suk.


Direktur Han memegang punggung lehernya yang kaku karena keputusan rapat kali ini. Min Suk penasaran dengan arti kata PT. Dia pun memperagakan, apakah yang dimaksud PT itu adalah pemanasan?
Direktur Han sama sekali ga berminat untuk menjelaskan. Dia mengajak Min Suk untuk melakukan pertemuan.


Sedangkan Jin Woo di ruangannya, ia tampak begitu kesal dan melempar dokumen yang tengah di pegangganya. Tampak kesal karena dirinya di kalah kan oleh Lee Hyung Suk.



Pertemuan dadakan dilakukan, Direktur Han sangat kesal pada Ketua Tim Kim. Dia kesal karena ia tak bisa menjaga Min Suk. Dan yang lebih mengesalkan lagi, bagaimana Mungkin Min Suk harus melakukan presentasi. Ketua Tim Kim berkilah karena dia juga sudah menyuruh Min Suk untuk diam.

Min Suk yang tengah memeluk bantal bertanya dengan polos, masa iya dia harus menolak ketika seseorang memintanya?

“Ngomong – ngomong, apa itu PT?” Min Suk masih penasaran dengan PT. Hal ini semakin membuat Direktur Han sakit kepala.

“Artinya kau harus membuat presentasi sebagai perwakilan perusahaan ini.”

Min Suk bergumam kalau dia buruk dalam presentasi. Sedetik kemudian ia terkejut, dihari presentasi itu kan dia ada pertandingan.



“Kau bilang pertandinganmu kan di pagi hari. PT dimulai pukul 1 siang. Kau bisa datang setelah pertandinganmu. Kau harusnya menutup mulutmu tadi! Kau yang tutup mulut!  Sangat berisik! Bentar Ketua Tim Kim semakin geregetan.

Mereka sudah tak bisa lagi mengelak, tak ada yang bisa berubah. Maka dari itu mereka harus menyiapkan powerpoint untuk Min Suk. Dan semua itu di tangani oleh Ketua Tim Kim.

Ketua Tim Kim sepertinya enggan untuk melakukan tugas tersebut. Dengan alasan kalau hari ini ada rapat vendor dan besok juga ada rapat. Maka dia harus pergi.




Direktur Han jelas ga ngebiarin dong. Dia menghadang Ketua Tim Kim dan bertanya, memangnya dia yang harus mengajari Min Suk untuk PPT?

Min Suk mengangkat tangan, dia kembali meminta penjelasan mengenai PT dan PPT. Apa yang harus ia lakukan?

Direktur Han semakin frustasi, ketika Min Suk bahkan tak mengeri maksud PT tapi sudah dituntut untuk melakukannya. Seolah hal yang mustahil. Dengan kesal, Direktur Han membenturkan kepalanya ke dinding.

Ketua Tim Kim keluar dari ruangan Min Suk dengan PT yang harus di buatnya. Tubuhnya masih lemas. Dia menawarkan kepada staf lain supaya mau mengambil PT tersebut. Namun semua menolak perintah Ketua Tim Kim. Do Ji pun menunjuk Soo Young yang tengah sibuk di mesin foto copy.

Ketua Tim Kim memanggilnya, dia menyuruh Soo Young untuk membuatkan PPT. Dia harus tetap bersama dengan Direktur Lee dan mengecek timingnya.


Setelah mengetahui kalau tugas itu untuk Direktur Lee mereka, mereka sangat menyesal.
Apa? Itu untuk Direktur Lee? Tetap di sisinya?

Aku baru saja kehilangan kesempatan yang sempurna untuk berdua dengannya. Oh, my god.

Ugh, bajuku pasti kurang seksi. Seharusnya aku yang mengambil itu.”
***




Jam kerja telah usai, matahari telah kembali ke peraduannya. Sedangkan Min Suk masih asik bermain dengan tongkat untuk berlati hoki. Namun kegiatan konyolnya itu segera berhenti ketika seseorang masuk kedalam ruangan, Soo Young lah yang mengantarkan PPT yang telah ia buat. Dia menyuruh Min Suk mengeceknya terlebih dulu karena masih awal. Min Suk menatap dokumen itu tanpa tahu maksudnya.

“hmmm. Tentang Direktur Yoo. Itu salah paham.”

“Apa kau Mengkhawatirkan itu seharian ini?”

“Bukannya khawatir. Aku hanya tidak mau ada salahpaham.” Sanggah Soo Young. “Kita harus memeriksa timingmu. Kita harus mulai sekarang?”



Soo Young pun duduk di salah satu kursi. Min Suk menegur Soo Young karena ia belum menyuruhnya duduk. Soo Young berjingkat terkejut, dia segera berdiri. Namun Min Suk kembali menyuruhnya duduk.

“Aku akan memeriksa waktunya. kau hanya membacanya. Aku akan memastikan agar waktunya cukup saat PT nanti. Kalau dilihat, Perlu diedit dibeberapa bagian.” Ucap Soo Young dengan terus menerima kejahilan dari Min Suk. Min Suk mengarahkan laser untuk penunjuk powerpoint ke hidung Soo Young. Soo Young yang merasa tak nyaman mencoba menutupi dan beberapa kali menghindar tapi Min Suk tetap masih jahil.

“Kita berlatih sebentar, dan latihan seriusnya besok pagi.” Ujar Soo Young.

Min Suk mendesah kalau ia lelah dan ingin istirahat. Soo Young mengingatkan kalau mereka mulai saja belum.

“Apa yang dilakukan bawahan kalau Direktur ingin istirahat” tanya Min Suk menantang. Akhirnya Soo Young pun dengan terpaksa menuruti kemauan Direkturnya itu.



Min Suk mencoba mempelajari PT yang telah Soo Young buat. Untuk mengucapkan bahasanya saja kentara sekali kalau Min Suk begitu kesulitan. Dia membanting berkas tersebut dengan kesal kemudian mengajak Soo Young untuk makan. Soo Young mengingatkan kalau sampai mereka makan sekarang maka mereka aka terlambat.

“Bawahan menghentikan direktur saat dia mau makan?” tanya Min Suk.

Soo Young segera mengelak lalu bertanya makanan apa yang Min Suk inginkan. Min Suk berkata kalau ia ingin menu biasa. Kemudian menunjuk Soo Young untuk membeli makan untuknya.

***********
KOMENTAR :
Huuhg. tangan gatel  kalo liat drama ini, pengin tarik Soo Young terus gue sisirin biar RAPI. Argh

Banyak yang tanya ke aku gini, kenapa kok katanya mereka kembar tapi yang satu masih SMA dan satunya lagi udah 28 tahun sih?
Nah, berhubung kemarin aku belum liat videonya jadi aku tanya sama mba Lilih, ini sebenernya gimana mba. Berhubung Mba Lilih pake eng sub pas buat sinopsisnya,  Min Suk pernah ngomong kalau dia sama Hyung Suk itu ‘like a twins’. Nah, karena kalimat itu mba Lilih mengira kalau Min Suk sama Hyung Suk itu kembaran tapi setelah menonton untuk episode 2, di baru sadar kalau arti Twins disini itu bukan kembar tapi kayak kembar. Jadi bukan kembar tapi mirip, mirip yang bener – bener mirip.

Oke.. fix ini?

Nah yang buat aku penasaran di sini itu, gimana sih tampang asli Hyung Suk. Bahkan ketika Min Suk melihat fotonya saja, wajah Hyung Suk seolah di buramkan jadi gak jelas. Pokoknya wajahnya belum di beritahukan.

Nah ada sebuah foto BTS di forum Soompi, In Gook menunjukkan ID card dengan nama Hyung Suk tapi lagi – lagi foto itu juga gak terlalu jelas. Apakah pemeran antara Min Suk sama Hyung Suk beda atau hanya In Gook tapi menggunakan kacamata.

Hayoolooh. Penasaran!!



4 Responses to "Sinopsis King of High School Life Conduct Episode 3-1 "

  1. In gook kocak bnget min...
    Bner klo liat soo young bwaannya pngen nyeret dia keruang make up!!!
    Kucel banget pngen distrika!!!!
    Lanjut ke part 2 ya min..
    Tak tunggu.
    Gomawo

    ReplyDelete
  2. aku lebih suka minsuk sama yoo ah daripada sama soo young..

    ReplyDelete
  3. Pngn tau ap bner yoo ji woo itu kkny minsuk niiee jika itu bukan beranti sok tau heehhee abis yoo ji woo ma minsuk kekny mirip dech. . . .drama ini asli kocaaaakk bngeettt hihihiii

    ReplyDelete
  4. Knp soo young sm ade'y kontras amat...hadehh jd gemes liat'y

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^