Sinopsis Gap Dong Episode 20-1




Akankah akhir yang bahagia bisa diraih oleh Ryu Tae Oh? T_T
***



Putusan hukuman utama untuk Cha Do Hyuk telah di tetapkan. Hakim sudah ketok palu untuk kasus tersebut.

Do Hyuk begitu ketakutan dan berlari menuju ke meja hakim. Dia memohon dan terus memohon agar bisa di bebaskan. dia ingin bebas. Tapi apa mau dikata, keputusan sudah final dan tak bisa dirubah lagi. Do Hyuk masih saja terus meronta meminta pembebasannya.
***



Ha Moo Yeom membuka kotak tempat menyimpan beberapa benda kenangan miliknya. Moo Yeom mengambil sebuah bingkai foto yang membungkus foto dirinya dan sang ayah. Dia mengusap foto tersebut penuh kasih sayang. Pikirannya kembali melayang menuju saat dimana ayahnya membuatkan sup ayam, momen itu adalah momen terakhir keduanya duduk ceria bersama.

“Kau melihatku. Aku putramu, berhasil menangkap Gap Dong. Ayah.. Aku minta maaf dan Aku mencintaimu.” Ucap Moo Yeom.



Biksu Jinjo masuk ke dalam kamar Moo Yeom. Moo Yeom segera menyimpan foto ayahnya dan menghambur ke pelukan Biksu Jinjo. Mata Moo Yeom berkaca – kaca.

“Kau kenapa?”

“Kalau bukan karenamu, aku tak tahu akan menjadi apa.” Ucap Moo Yeom seraya memeluk kembali Biksu Jinjo. Biksu Jinjo pun ikut terharu mendengar ucapan Moo Yeom.
***


“Terdakwa Ryu Tae Oh dari kasus pembunuhan berantai Iltan #2 dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di klinik rehabilitasi.” Putusan Hakim untuk kasus Ryu Tae Oh. Sedangan Tae Oh dengan tanpa ekspresi menerima putusan tanpa sebuah perlawanan.


Nona Hong mewartakan mengenai perkembangan kasus hukum Tae Oh.

“Setelah penetapan hukuman mati untuk Gap Dong, sekarang giliran Ryu Tae Oh menjalani sidangnya hari ini. Hakim memutuskan hukuman penjara 10 tahun dengan alasan kestabilan mental.”



Pihak Ryu Tae Oh mengajukan keberatan dengan keputusan yang diambil, pengacara Kwon meminta untuk memproses hukuman Tae Oh sebagai orang asing karena Tae Oh telah melepaskan kewarganegaraan Koreanya.

Jaksa Park dan Jaksa Seo mulai berfikir.


Menilik keadaan Tae Oh, dia sudah ada di penjara bersama dengan para kriminal lainnya. Dia memakai hoddienya dan tertunduk. Menunjukkan sisi misteriusnya.
***



Moo Yeom menemui salah seorang pendeta, dia pun menunjukkan foto Choi Mi Ja dan beberapa foto mayat Mi Ja. “Jadi kau bertemu dengannya sebelum natal pada tahun 1993?”

Pendeta tersebut membenarkan, Mi Ja datang kesana untuk menanyakan sesuatu sebelum dia meminta pengampunan. Moo Yeom tampak menemukan keganjilan. Namun pembicaraan keduanya terputus karena Maria menelfon Moo Yeom. Dia memberitahukan kalau Ma Ji Wool ingin mengatakan sesuatu mengenai Do Hyuk.




Ji Wool menemui Moo Yeom dan Maria, dia menunjukkan webtoon miliknya pada mereka berdua.

[FLASHBACK]



Seorang gadis berjongkok sambil menangis sedangkan seorang bocah pria habis menguburkan sesuatu. Gadis itu bertanya apa mereka sebaiknya mengaku? Dia bertanya dengan terus menangis.

Namun bocah pria tersebut menyuruhnya diam. Mereka hanya mengurus sampah.

[FLASHBACK END]


“Cha yang bilang begitu? Kapan itu?” tanya Moo Yeom.

Ji Wool bertanya apakah kisah tersebut menyangkut Do Hyuk, dia menceritakan pada Ji Wool ketika kasus Gap Dong belum terungkap dan Do Hyuk masih tetangganya.

[FLASHBACK]



Ji Wool menetesi matanya dengan obat mata, dia sekarang tengah menumpang di mobil Do Hyuk. Do Hyuk bertanya kenapa Ji Wool melakukan itu?

Ji Wool menjelaskan kalau semalam dia tak bisa tidur karena harus mencari alasan kenapa detektif dalam webtoonya melakukan pembunuhan. Ji Wool meminta Do Hyuk menceritakan sebuah kisah dari kasus yang Do Hyuk pernah tangani.


Ji Wool sangat antusias ketika Do Hyuk akan bercerita. “Ini tentang pria yang pernah ia tangkap.” Ucap Do Hyuk. Namun tak banyak yang ia ceritakan, dia tersenyum berkata kalau kisahnya akan menjadi panjang.

[FLASHBACK END]
***



Do Hyuk dibawa oleh polisi menuju ke selnya. Nara pidana yang lain menatap kedatangan Do Hyuk, mereka bergosip melihat kehadirannya.
***



Yang Chul Gon menemui atasannya untuk memohon agar dia bisa menjad petugas masyarakat. Salah seorang ketua terlihat enggan menyetujui permohonan tersebut karena Chul Gon juga dulu pernah jadi ketua tim. Chul Gon sekali lagi memohon karena itu masalahnya sendiri karena tak bisa mengungkapkan kasus lainnya.

Ketua Polisi menganggap kalau itu sebuah permohonan yang mulia, meskipun terlihat berat. Mereka menyetujui permintaan Do Hyuk.
***


Chul Gon dan Moo Yeom melakukan pertemuan seperti biasanya. Chul Gon bertanya apa yang membuat Moo Yeom mengajaknya bertemu? Apa kau menemukan orang hilang?

“Ayah korban kasus 1 Choi Mi Ja, Man Shik. Apa kau tahu dia dihukum untuk menganiaya anak di bawah umur?” tutur Moo Yeom membuat Chul Gon sedikit terbelalak.
***



Di penjara, Do Hyuk diabaikan oleh rekan yang lain. Mereka semua mendengarkan berita mengenai permintaan deportasi Tae Oh yang telah disetujui. Mereka kasak – kusuk ketika Do Hyuk tengah terlelap.

Seorang Pria muda tampan mematikan radio yang dinyalakan oleh napi lainnya dengan suara keras. Dengan kasar dia mematikan radio tersebut lalu memandang Do Hyuk seolah tak ingin tidurnya terganggu.



Do Hyuk digiring oleh dua orang polisi menuju ke ruang gelap. Polisi tersebut sudah menyiapkan tali gantungan tepat didepan wajah Do Hyuk. Do Hyuk mulai ketakutan, dan nafasnya semakin memburu.

Petugas memasang kain hitam untuk menutup wajah lalu menarik tali tersebut dan memasangnya dileher Do Hyuk. Do Hyuk semakin kencang mengambil nafas sampai akhirnya papan penahan di buka. Do Hyuk tergantung dan tubuhnya kejang – kejang.



Skip. Do Hyuk berkeringat dingin karena mimpi buruknya tersebut. Dia memegangi lehernya yang semakin sakit hingga seseorang membangunkan Do Hyuk. Dia si pria tampan. “pak. Harimau itu ada disini.”



Chul Gon datang menemui Do Hyuk untuk menjaganya. Dia menyuruh Do Hyuk agar menghubunginya kapanpun. Jika kau mau mengakui kejahatanmu yang lain.

Ini membuat Do Hyuk kesal, ketika dia tidur bermimpi buruk dan ketika bangun malah melihat setan. Dia merasa selalu dibayangi oleh tali yang mengikat lehernya. Do Hyuk tampak tersisa. Bunuh saja aku sekarang!!

Chul Gon tersenyum sadis, itu juga yang ia inginkan.
***



Tae Oh duduk dengan gelisah di apartemennya. Entah siapa yang ia kirimi pesan, apakah itu Ji Wool atau Maria.

“Aku Ryu Tae Oh.” Dia mengirim pesan tersebut.

“Mengenai batu, gunting, kertas. aku minta maaf.” Lanjutnya lagi. tapi seketika dia semakin khawatir, dengan kasar dia menghapus pesannya tersebut.

Pengacara Kwon memberitahukan kalau Do Hyuk mengajak Tae Oh untuk bertemu sebelum kematiannya. Namun dia juga menyarankan pada Tae Oh agar jangan menerima ajakan tersebut.



Tae Oh menghubungi Moo Yeom untuk memberitahukan ajakan Do Hyuk untuk bertemu dengannya. Moo Yeom melarang tapi dia tetap ingin menemuinya untuk menunjukkan senyum kemanangan. Mu Yeom kembali melarang Tae Oh tapi...

“Sayang sekali. Aku sudah disini.” Ucap Tae Oh, dan dia memang sudah ada di penjara.


Chul Gon memperhatikan keduanya melalui CCTV.




Tae Oh tersenyum bahagia dan mengucapkan rasa terimakasihnya pada Do Hyuk, kalau bukan karena dorongannya maka proses sidang Tae Oh akan sulit.

“Apa kau benar – benar ingin berhenti? Kau salah, orang – orang seperti kita tak akan bisa berhenti kecuali kita mati.”

“ya. Aku tahu. Kau melepaskan Kim Jae Hee pada kasus ke-9. Kau membuatnya menjadi tawanan. Kau mau mereka percaya kau telah berhenti. Kau membuat mereka lengah, Kemudian semua kejahatan tersembunyi datang.”

Do Hyuk membenarkan. Itu kebebasan yang ia maksudkan, kebebasan yang dia dapatkan ketika semua orang berfikir kau telah berhenti. Dia kemudian memberikan Tae Oh sebuah pilihan untuk membuatnya berhenti. “Ketika aku memintamu untuk memilih kebebasan atau kematian. Ini waktu untuk memutuskan. Kau menghabisiku atau kau menyiksaku sampai mati?”




Tae Oh terlihat tercekat, tapi kemudian mengendalikan dirinya. Dia menunjuk kepalanya, dia bebas bukan karena bantuan Do Hyuk. Tapi dia bebas karena otak yang ia miliki.

“jika kau memilih kematian lagi. maka kau akan menyesal.” Ucap Do Hyuk.

Tae Oh tertawa remeh menatap Do Hyuk, bagaimana dia membunuhnya? Kalau saja dulu dia datang sebagai kepala polisi sekaligus Gap Dong mungkin itu akan keren. Tapi sekarang, Do Hyuk hanyalah terpidana.




Tae Oh berniat pergi, tapi sebelumnya dia memberi salah pada Do Hyuk, mantan tuhanku. Mantan pahlawanku. “Cha Do Hyuk-sshi. Aku sudah melampauimu. Aku akan mencekik lehermu.”

Tae Oh berbalik dan menempelkan tangannya ke kaca tepat di leher Do Hyuk. Ini cukup membuat Do Hyuk berjingkat kaget dan Tae Oh menikmati reaksi itu. “Sekarang aku bukan peniru tapi Gap Dong asli.” Ucapnya.



Moo Yeom bersama Chul Gon memperhatikan keduanya. Dia bertanya apakah Do Hyuk benar – benar ingin mati. Chul Gon membenarkan. Do Hyuk begitu tersiksa karena setiap hari bermimpi buruk.

“Kau sudah menetapkan tanggal operasi?” tanya Chul Gon.

Moo Yeom tak menjawab itu, dia malah menunjukkan buku coklat usangnya, dia akan menyelesaikan kasus ini karena tak ada yang tahu bagaimana operasi nantinya berjalan.




Moo Yeom menemui Do Hyuk, dia berkata kalau ia tak suka mendengar cerita yang belum selesai. Dia pun menyodorkan buku coklatnya pada Do Hyuk.

“Kenapa harus aku? Kau menyelesaikan penyelidikanmu.”

Moo Yeom tak menjawab, dia menyuruh Do Hyuk untuk melihat halaman terakhir buku itu dulu.



Do Hyuk membuka lembar demi lembar buku tersebut, berisi foto – foto para korban Gap Dong. Sampai dia terbebalak melihat halaman terakhir buku tersebut, halaman terakhir itu berisi cetakan Webtoon buatan Ji Wool.

“Kisah nyata dari Gap Dong telah terungkap. Aku lelah teradap masalah Gap Dong. Aku akan pergi. Sebelum itu, apa itu gambaran detail kasus Gap Dong?” tanya Moo Yeom.

“aku tak menembak atau apapun. Kenapa aku harus mengakuinya?”

“Choi Man Sik, ayah Choi Mi Ja adalah korban pertamamu. Apa yang brengsek itu lakukan pada Cha yang berusia 14 tahun.” Ujar Moo Yeom. Do Hyuk bertanya apakah yang dia katakan tidak berlebihan?

Moo Yeom merasa itu tidaklah berlebihan, kalau memang Do Hyuk sekarang minta dikasihani maka dia akan menghubungi reporter Hong. Moo Yeom pun segera pergi.



Do Hyuk menampakkan raut sedih lalu memanggil Moo Yeom. Moo Yeom menganggap kalau Do Hyuk telah membuat keputusan. “Setelah aku menemukan semua gadis korban Do Hyuk, aku akan mengirim semua datamu ke profiler. Jika aku terus menggali lebih dalam aku bisa merasa kasihan padamu.”

“kau takut?” tanya Do Hyuk.

Bagi Moo Yeom, sekarang rasa takut tak ada dalam dirinya hanya saja dia kasihan pada Monster Do Hyuk. Mati tak begitu ia takutkan.

“Kalau aku menggambar sebuah peta, maukah kau melepaskanku? Dengan rasa kasihan? Pasanglah tali di leherku” pinta Do Hyuk.
***



Gil dan Hyeong Nyeon terkejut mendengarkan penuturan Moo Yeom mengenai Do Hyuk yang menginginkan barter antara nyawanya dengan tubuh para korban. Mereka tanya apakah Moo Yeom akan membunuhnya?

Moo Yeom gamang. Namun sedetik kemudian dengan penuh emosi dia mengusulkan untuk membunuh Do Hyuk saja. “Kenapa kita tak membunuhnya?! Ayo kita bunuh dia?! Kenapa?! Dia pantas mati?!”




Semua petugas Iltan berkumpul, Gil bertanya pada Hyeong Nyeon. Apa yang akan suaminya lakukan kira – kira ? Hyeong Nyeon juga sama sekali tak tahu.

“Aku pernah baca. Musuh mengambil alih sebuah desa selama perang. Atasan memerintahkan tentara untuk membunuh seluruh warga desa saat melihatnya. Kau bersembunyi di ruang bawah tanah. Sekarang, kau mendengar suara tentara menyerang rumahmu. Pada saat itu, bayimu mulai menangis. Kau tutup mulutnya segera.” Ucap Ji Wool seraya membekap salah seorang pertugas disana.

“Jika kau membiarkan pergi, musuh akan membunuh semua orang. Jika kau terus membungkam mulutnya (maka anak itu akan meninggal)... Apa yang akan kau lakukan? Dia tengah dilema.” Lanjut Ji Wool. Sedangkan petugas yang tadi mulutnya di bekap, dia menatap Ji Wool terpesona. Sepertinya dia tertarik pada Ji Wool.
***

KOMENTAR :
Scene terakhir ini, kenapa gak dari dulu aja sih? Coba aja petugas itu suka sama Ji Wool dari dulu. Kekeke, ntar kan jadi cinta segitiga Ji Wool. Tae Oh sama dia.
Oiya, Mian. Telaaaat. Banget. Aku gak nyangka bakal numpuk banget gini. Aku usahaain besok udah selese. Doain aja yah, biar gak ngantuk. Kekke
Dan tak lupa, aku ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga bisa tuntas satu bulan. hehe


8 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 20-1 "

  1. g apa apa telat juga mba puji ., sy selalu menunggu ., ^^

    met puasa juga mba puji

    ReplyDelete
  2. penasaran endingnya bagaimana.....
    ditunggu ya mba..... ^_^

    ReplyDelete
  3. Tgl separoh ep part 2 trus End/final...g ada lg bc dgn ketegangan...gomawo keep fight melawan Ngantuk(aq g kuat) heheeee
    Q nanti part 2 nya yaaaaa....

    ReplyDelete
  4. Semangat..... thank u sinopsis nya, keren......

    ReplyDelete
  5. Ah, mianhae. aku belum bisa menyelesaikan episode 20-2 T_T

    padahal udah janji yah, tunda sebentar.. OK^^

    ReplyDelete
  6. di tunggu part 2....smngat

    ReplyDelete
  7. sama penasarannya sama puji... siapa yang di sms Tae oh... tapi kyknya Ji Wool.. klw maria knp dy mesti perkenalkan diri lagi.. bukannya udah sering saling telpon n sms (kayakng ditaman pas mau ikat ji wool???").. diliat dari penyesalannya persis kayak pas dia minta maaf sama ji wool yang ngancam ji wool supaya jengguk dy dan minta ji wool ngajarin dy soal hati... bener gak???? aahh entah kenapa kisah Tae Oh dan Ji Wool jaddii menarik banget... aahh penaasaraan berat... Thank you puji.. :D

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^