Sinopsis Gap Dong Episode 16-2




“Agar kau tidak tertangkap. Kau harus menekan kegilaanmu. Jadi kau memutuskan untuk membuat kasus pembunuhan berantai pada kasus pertama seandainya kau tertangkap. Jadi korban kedua adalah orang asing. Satu-satunya hal yang sama antara kasus ke 3 sampai ke 9 yaitu mempunyai tanda. Semua kejahatan berantai dilakukan untuk menutupi kasus pertama.” Jelas Ha Moo Yeom.

Cha Do Hyuk tersenyum meremehkan analisa Moo Yeom. Namun Moo Yeom tetap yakin karena Do Hyuk sangat tahu konsep tersebut.




Yang Chul Gon dan Han Sang Hoon saling menatap, mereka ikut menyaksikan jalannya introgasi.
“Pada kasus kedua terdapat simpul pancing yang sama. Investigasi berubah arah seperti yang kau rencanakan. Menjadi pembunuhan berantai yang gila.”

Do Hyuk tak hilang akal bertanya kalau memang yang dikatakan Moo Yeom benar, Bagaimana dengan kasus ketiga? Kenapa diperlukan sebuah tanda saat itu?

Moo Yeom menganggap kalau tepat saat kasus ketiga, kegilaan Do Hyuk muncul. Karena ayah Moo Yeom tertangkap maka Do Hyuk semakin di kenal. Dan menamainya sebagai Gap Dong. Moo Yeom kemudian mengeluarkan buku Kejahatan dan Hukuman.

Moo Yeom yakin kalau note yang bertulis Adakah kejahatan yang sempurna? Saat dimana Do Hyuk kejahatan dan berusaha menghindar dari hukum. Hampir. Hampir sempurna. Tapi sayangnya Do Hyuk sekarang tertangkap.




“Bagaimana kalau membunuh sekali lagi dan masuk ke penjara?” ucap Moo Yeom seraya menyodorkan nunchucknya.

Moo Yeom menyadari akan sulit baginya untuk memukul Do Hyuk jadi dialah yang memberikan Do Hyuk kesempatan memukulnya. Do Hyuk memungut nunchuck itu, dia memegangnya erat. Namun sejurus kemudian dia mengembalikan pada Moo Yeom. Dia meminta Moo Yeom jangan bermain. Bawa itu.


Han sang Hoon dan Yang Chul Gon membahas mengenai Gap Dong. Simpul ikat pancing hanyalah bertujuan untuk mengacaukan investigasi. Seperti seorang profesional. Sang Hoon pun berdecak ketika mengingat waktu yang semakin mepet.

Chul Gon juga sangat menyayangkan ketika Moo Yeom mencari selama  20 tahun tapi hanya memiliki waktu 48 jam untuk mengintrogasi. Seperti sebuah kutukan saja. Tidak ada peluang. Tapi, apakah langit di pihak kita?

Sang Hoon yakin mereka tak akan mengabaikan. Dia yang akan mengurung Gap Dong. Sang Hoon begitu mantap. Sedang Chul Gon meminta penjelasan, apa maksudmu?




Senyum cerah terpancar dari wajah Tae Oh ketika Ma Ji Wool mengunjunginya. Namun Ji Wool dengan ketus mengingatkan kalau dia kesana hanya untuk memeriksa apakah biksu gila tak melakukan apa – apa pada Tae Oh. Wajah Tae Oh berubah sedih, dia meminta maaf karena meminta Ji Wool datang tapi semua ia lakukan karena ada yang ingin ia bicarakan.

Ji Wool tak perduli dan beranjak pergi, dia berjanji tak akan datang lagi meskipun ada bencana alam. Dia akan memutuskan hubungan dengan Tae Oh. Namun Tae Oh kembali berucap, dia ingin bertanya masalah hati.

“Seperti yang kau miliki. Siapa yang tahu. Mungkin aku bisa berubah dengan bantuanmu. Kau banyak tersenyum dan banyak menangis. Ditambah kau ini kaya. Dengan semua simpatimu. Jadi kau adalah orang yang sempurna untuk mengatakan padaku.”

Ji Wool tampak simpati mendengar ucapan Tae Oh tapi dia hanya menyuruh Tae Oh untuk berbicara saja dengan Dr Oh Maria. Dia bukan dokter jiwa.

“Kau ingin mempercayaiku. Bisa jadi kau satu-satunya. Ibuku juga tidak mempercayaiku. Ini seperti noblesse oblige. Orang kaya harus mengasihani. Aku sedang memohon padamu, kau tahu?”

Ji Wool seolah menekan rasa simpatinya pada Tae Oh dan meminta dia untuk jangan menemuinya. Ji Wool pun pergi. Selepas kepergian Ji Wool, Tae Oh tampak terpukul. Sedih.


Sekeras apapun Ji Wool mencoba untuk mengacuhkan Tae Oh tapi pada dasarnya dia perduli. Ji Wool yang berjalan pulang pun kembali teringat dengan ucapan Tae Oh yang memohon agar Ji Wool mempercayainya. Ji Wool menggeleng, dia benar – benar mencoba mengacuhkan.

Ponsel Ji Wool berdering menerima panggilan dari Dr Oh Maria.



Maria bertemu dengan Ji Wool untuk mengatakan siapa sebenarnya Gap Dong. Ji Wool penasaran. Maria memberitahu kalau orang tersebut adalah Do Hyuk. Ji Wool jelas tak percaya. Namun Maria menatapnya dengan penuh keseriusan.

Ji Wool jadi teringat percakapannya dengan Do Hyuk di dalam mobil. Ji Wool yang berkata akan membuat webtoon dengan tema detektif tapi seorang penjahat. Namun Do Hyuk sambil bercanda mengatakan kalau dia tak suka. Karena dia detektif yang ingin berbuat baik. Mereka tertawa bersama.

Maria hanya tak ingin Ji Wool terluka. Jadi dia memberitahukannya karena kemungkinan Do Hyuk akan keluar dalam beberapa jam.

Ji Wool tak dapat lagi menekan perasaan kecewanya. Dia hanya ingin mempercayai orang – orang yang ada di sekitarnya tapi kenapa mereka begitu. Aku bertemu dengan Ryu Tae Oh hari ini. Dan dia......



Ryu Tae Oh tengah menjalani tes psikologi. Dia mendapatkan pertanyaan tentang siapa namanya, berapa umurnya. Dengan mudah Tae Oh bisa menjawab dengan benar dan ia mendapatkan nilai A dari sang dokter.
Dia juga disuruh untuk memperagakan bagaimana sisiran. Sikat gigi. Dan melempar bola basket kedalam ring. Semuanya bisa ia lalui dengan mudah.



Maria dengan kesal menemui Ryu Tae Oh di penjara, dia bertanya apa yang telah Ryu Tae Oh katakan pada Ji Wool atau apalah itu. Tae Oh beralasan kalau dia hanya menyukai Ji Wool dan merindukannya.
“Kau ingin menggunakan Ji Wool? Untuk sidangmu?”

Tae Oh sama sekali tak mengelak, itu memang akan menguntungkan untuknya. Tapi yang membuat Tae Oh terkejut adalah kenapa Ji Wool memberitahukan Maria pertama kali. Maria tak perduli dengan apapun itu tapi dia menyuruh Tae Oh untuk menjauhi Ji Wool.

“Apa kau cemburu? Apakah kalian berdua saingan dalam cinta? Kau bisa mendapatkan detektif Ha. Dan aku akan mendapatkan Ji Wool. Aku rasa itu adil.” Ucap Tae Oh.

Maria semakin geram. Dia tidak tahu apa yang telah Do Hyuk katakan pada Tae Oh. Tapi dia memperingatkan untuk jangan menyentuh Ji Wool kalau sampai hal itu terjadi maka Tae Oh akan dibunuhnya.



Tae Oh sekarang semakin tertarik melihat reaksi Maria, dia penasaran apakah Maria telah melihat diri Hye Jin pada Ji Wool hingga dia bersikap seperti itu.

Mata Maria berkaca – kaca karena kesalnya, dia tak memperdulikan pertanyaan Tae Oh dan kembali memperingatkan agar jangan menyentuh Ji Wool. Jangan bermain dengan anak kecil. Dia pun segera pergi. Sedang Tae Oh menampakkan senyumnya, *mungkinkah dia memiliki rencana licik? Atau semua hal semakin menarik untuknya?



Ma Ji Wool dirumahnya tengah membuat sketsa untuk tokoh webtoon, tapi karena mood yang memang kurang baik dan lagi dia masih terfikir dengan apa yang ia alami membuat Ji Wool tak fokus dan malah mencoret – coret sketsanya dengan kesal.

Ibu Ji Wool yang sedang melipat baju pun jadi heran dan menegurnya namun Ji Wool malah semakin menjadi dalam mencoret – coret sketsa pria yang ia gambar.



Sisa waktu : 4 Jam 56 Menit 54 Detik

Maria mengintrogasi Cha Do Hyuk dengan penuh emosi. Maria bertanya apakah Do Hyuk ingin menggunakan Ryu Tae Oh. Do Hyuk mengelak karena dia hanya ingin bekerja sama untuk menangkap Gap Dong.

Batu, gunting, kertas. Kau akan membunuh kami. Kenapa kau menyuruh itu? Kau mengaturnya sendiri?”
Do Hyuk berakting dengan meminta untuk menghentikan semuanya. Dia sama sekali tak tahu betapa miripnya ia dengan Gap Dong tapi bagaimanapun dia bukanlah Gap Dong.

Apa kau menikmati kemenanganmu? Kenapa kau kau bertanya itu padaku?”

Do Hyuk lupa. Kapan dia bertanya hal itu? Maria mengingatkan kalau Do Hyuk mengatakan itu ketika ia tengah berada di depan kantor polisi untuk menunggu Moo Yeom.




Do Hyuk ingat, ia mengatakan itu karena Maria telah menangkap Tae Oh. Jadi dia mengira kalau Maria sangat senang dan begitu hebat. Maria sama sekali tak percaya, dia yakin kalau Do Hyuk tengah mengetes apakah dia masih ingat atau tidak. Apa kau menikmatinya?

Do Hyuk meminta pada semua orang untuk segera menghentikan semuanya karena sekarang dia merasa salah langkah. Dia kira dengan bersedia ikut dalam introgasi maka akan meluruskan masalah tapi ternyata tidak. Dia bisa marah sekarang!

“Ayo marah! Ini normal jika kau tidak bersalah. Ini normal untuk menjadi sangat marah jika kau tidak bersalah!”

Do Hyuk berkata kalau itu bukanlah sikapnya. Maria semakin terbawa emosi, dia memang benar – benar telah tertipu dengan sikap pendiam Do Hyuk. Maria menyuruh Do Hyuk menunjukkan wajah aslinya. Dia masih begitu ingat bagaimana Gap Dong tertawa, dia sekali lagi meminta Do Hyuk untuk menunjukkan padanya.



“Aku minta maaf. Aku berkata sesuatu yang begitu mirip tanpa berpikir. Tapi itu benar-benar tidak disengaja. Aku juga dengar kesaksianmu. Aku tidak tahu siapa, tapi...”

“Kau tidak tahu siapa?” sela Maria yang sekarang tak bisa menahan air matanya. Ucapan Maria segera di benarkan oleh Do Hyuk.

“Kenapa? Kenapa kau membiarkanku hidup? Kau bisa membunuhku! Aku tidak tahu kau, tapi kau mengenalku. Kenapa kau membiarkanku hidup? Kenapa?” tanya Maria dengan penuh emosi.

Do Hyuk juga berfikiran seperti Maria. Kalau benar dia Gap Dong kenapa dia tak membunuh Maria. Mungkin Kim Jae Hee bisa saja melupakannya tapi dia tak akan melupakan Kim Jae Hee dan mengenalinya. Dia memiliki banyak kesempatan seharusnya, tapi kenapa dia tak membunuh Maria?




Do Hyuk menyodorkan tangan, dia mendengar kalau tangan Gap Dong lembut. Jadi Maria bisa menyentuh tangannya. Lama. Maria menatap Do Hyuk sampai akhirnya dia punya keberanian diri menyentuh tangan Do Hyuk dengan perlahan. Dia tampak gemetaran. Sedangkan Do Hyuk seolah mendapatkan sebuah kemenangan, dia menatap Maria yang matanya terpejam sambil memegang tangannya.

“Bagaimana kau bisa memenangkan batu, gunting, kertas?” ucap Do Hyuk seolah memancing kenangan Maria.



Maria terhenyak mendengar pertanyaan itu, seketika tangan Maria terdorong untuk mencekik Do Hyuk. Do Hyuk yang dipasangi borgol pun tak bisa melawan sampai akhirnya Moo Yeom datang untuk menghentikan aksi Maria.

Maria menangis keras.



Moo Yeom pun membimbing Maria keluar ruang introgasi. Dia masih belum bisa menopang tubuhnya sendiri yang lemas. Maria dengan tangis mengatakan kalau mereka harus menangkapnya. Mereka harus melakukan manipulasi untuk menangkap monster yang tak memiliki hati. Moo Yeom meyakinkan Maria karena baginya ini masih awal.

Maria berfikir kalau mereka telah melakukan introgasi maka akan dijalani dengan penuh kemenangan tapi sekarang hanya 48 jam yang membunuhnya. Waktu terus berjalan dan ini serasa membunuhnya.
“Untuk siapa stabilitas hukum itu? Untuk siapa? Bagaimana bisa mereka membuat peraturan seperti itu? Bagaimana bisa?” Ucap Maria.

“Sudah kubilang. Kita punya banyak waktu. Kita punya sampai dia mati. Pikirkanlah batas waktu kita bukan waktu yang sah, Kim Jae Hee.” Moo Yeom mencoba menenangkan dan meyakinkan Maria yang semakin terpuruk.



Sisa Waktu : 59 Menit 58 Detik

Tim Penyelidikan Iltan sekarang tengah gusar karena tak ada kasus yang tak terpecahkan yang DNAnya cocok dengan Cha Do Hyuk. Ditambah tak ada yang bisa mereka temukan di rumah Do Hyuk. Mereka juga sudah memeriksa catatan imigrasi selama 4 tahun terakhir.

Gil menggebrak meja dengan kesal. Dia yakin kalau tim sudah bekerja dengan baik tapi Do Hyuh telah memperhitungkan semuanya. Dia punya 15 tahun di otaknnya. Dia menghitung setiap detiknya.


Do Hyuk seolah tampak seperti seorang yang kebingungan.

[FLASHBACK : 24 Desember 1993. Hari terjadinya kasus pertama]
sumpaah.. sebenernya ganteng^^


Di hari natal, seorang wanita tengah menunggu seseorang dengan sebuah kado natal di depannya. Do Hyuk muda datang dan menyapa wanita tersebut.

“Noona, lama tak bertemu.” Sapanya.

[FLASHBACK END]


Moo Yeom memperhatikan Do Hyuk, dia meminta Young Ae untuk memutar ulang rekaman Do Hyuk. Dia melihat tak ada sesuatu yang janggal, Do Hyuk hanya mengubah posisi duduk bahkan dengan santai meregangkan tubuhnya.



Moo Yeom pun menemui Do Hyuk. Seperti yang mereka tahu bahkan seekor kucing bisa mati karena penasaran. Tapi kenapa Do Hyuk sama sekali tidak menatap kearah jam? Apa kau tidak penasaran saat kau bisa saja terungkap?

Do Hyuk akhirnya bertanya jam berapa sekarang. Moo Yeom berkata kalau sudah hampir waktunya. Ucapan itu sama sekali tak mengubah pandangan santai Do Hyuk. Moo Yeom begitu penasaran kenapa Do Hyuk sama sekali tidak menatap jam. Tapi bagi Do Hyuk, ketika dia melihat jam pun tak akan ada yang berubah.

Tapi orang normal akan melihat! Saat mereka duduk di sini bahkan jika mereka tidak bersalah! Mereka terus melihat karena mereka takut tentang petunjuk baru!

Do Hyuk dengan santai mengingatkan kalau dia adalah seorang detektif, dengan hanya melihat raut Moo Yeom saja dia sudah tahu. Perbincangan mereka pun terhenti ketika Young Ae memberitahukan kalau Moo Yeom dipanggil oleh Dr Han Sang Hoon.



Han Sang Hoon mengaku kalau dia adalah Gap Dong untuk kasus ke empat. Moo Yeom dengan segera memberontak tak percaya. Tapi Sang Hoon menunjukkan bukti foto kasus ke empat, 2 tipe darah yang ditemukan pada kasus ke empat . Golongan darah B sperma dan golongan AB air liur di sini.

Moo Yeom meminta Sang Hoon untuk berhenti. Dia tahu Sang Hoon mencoba menangkap Gap Dong tapi bukan seperti itu caranya.


Nona Hong, sang reporter yang sekian lama belum diketahui namanya akhirnya tahu setelah episode udah mau bubar. Nona Hong tengah berdiri di ambang pintu ruang rapat, Gil mencoba mengusirnya namun Sang Hoon mencegah. Dia meminta Nona Hong untuk memuat berita kalau dialah Gap Dong sebenarnya dan meminta untuk menghapus nama Cha Do Hyuk.

“Apa hubunganmu dengannya?” tanya Nona Hong.

“Dia adalah muridku. Aku mengenalnya saat dia berusia 23 tahun.”


Moo Yeom berbicara empat mata dengan Sang Hoon, dia mengerti masud Sang Hoon..

“Apa tujuanku?” sela Sang Hoon.

“Undang-undang pembatasan ketiga. Ada waktu tersisa, karena waktu anda saat di Australia. Anda berusaha untuk pergi menyelidiki selama kasus ketiga. Anda menyebutkan dia sebagai kaki tangan untuk kasus yang kedua. Aku tahu anda menggunakan keduanya untuk menangkapnya.”

Sang Hoon membenarkan tebakan Moo Yeom. Dia tahu sikap Moo Yeom yang jujur hingga tak ingin adanya manipulasi tapi bagaimana pun sebuah keadilan dibutuhkan pengorbanan.
Tapi Moo Yeom tak sependapat, dia juga memiliki rencana.

[FLASHBACK]


Maria membaca hasil CT scan otak Moo Yeom. Menderita halusinasi karena fragmen di lobus frontal. Moo Yeom membutuhkan perawatan.

“Aku tidak bisa mati sebelum menangkap Gap Dong. Ini adalah cara dari langit mengatakan padaku untuk tidak berkompromi.” Ucap Moo Yeom.

[FLASHBACK END]

Moo Yeom meminta Sang Hoon untuk percaya padanya. Tapi tetap saja Sang Hoon khawatir kalau sampai Moo Yeom mengorbankan diri sendiri untuk menangkap Gap Dong. Moo Yeom berdecak, untuk apa dia melakukan hal seperti itu untuknya?



“Tidak banyak waktu tersisa. Apa ada berita tentang DNA nya?” tanya Jaksa Park.
Belum, jawab Jaksa Seo. Dia benar – benar penasaran apakah mereka tidak bisa membuat hukum baru. Seperti untuk krisis keuangan. Jaksa Park berkata kalau mereka tengah mengerjakannya tapi entah kapan akan terlaksana.

“Meski begitu, larangan asas retroaktif adalah Bukan hanya kasus ini. Frog Boys dan kasus asam sulfat anak di Daegu. Bagaimana bisa kasus-kasu yang belum terpecahkan dikubur?”

Jaksa Park berkata kalau darah muda Jaksa Seo lah yang telah berfikir mengenai efisiensi penyelidikan.



Yang Chul Gon masuk menemui Jaksa Park dan mendengar sedikit ucapannya mengenai efisiensi penyelidikan. Menurut Chul Gon efisiensi penyelidikan memanglah di perlukan, Tapi bagaimana bisa efisien hanya dengan menyelidiki Cha Do Hyeok? Anda disuap atau yang lainnya?

Jaksa Park mengaku kalau dia hanya berinvestasi pada kesuksesan Cha Do Hyuk. Jaksa Park bertanya apa yang membuat Chul Gon menemuinya karena ingin menanyakan hal tersebut? Bukan. Chul Gon kesana untuk mendiskusikan sesuatu. Dr Han Sang Hoon mengorbankan diri.



Dia bahkan belum pernah membawa seorang wanita ke pangkuannya. Dr. Han memberi kita $15,000 sebagai penyelidikan awal. Dia bahkan tidak pernah mengeluh. Dia berkata kalau dia mengerti segalanya. Ini membuatku merasa sangat berdosa.” Suara wanita dalam rekaman kesaksian.

Karena sekarang tengah dalam rapat polisi lagi, seorang polisi mengetahui maksud Sang Hoon yang berusaha untuk mengulur waktu agar kepolisian bisa mencari bukti. Tapi polisi yang lain menyarankan agar tetap menyelidiki Sang Hoon karena bisa saja dia pelaku sebenarnya.

“Kalau begitu aku akan membuat keputusan yang sulit. Kita akan mengirim tuntutan kepada jaksa.”




Young Mi menangis menyaksikan liputan mengenai penangkapan suaminya yang mengaku sebagai Gap Dong. Biksu Jinjo yang ada disana memberitahukan kalau Moo Yeom telah menelfon untuk memberitahukan kalau Moo Yeom telah mencegahnya tapi tak bisa. Maria merasa berhutang dengan pengorbanan yang telah Sang Hoon berikan.

Biksu Jinjo berkata kalau perngorbanan itu mungkin sebagai rasa ingin menjaga sesama jadi tak apa. Maria tetap khawatir kalau – kalau Sang Hoon benar – benar akan dianggap sebagai Gap Dong.

“Jangan terlalu khawatir. Hukum adalah karakter negara. Semua negara menindaknya. Kenapa kita mempertahankannya? Itu akan berubah pada akhirnya.”

“Kapan? Kapan itu akan terjadi?” tanya Maria.




Tae Oh tengah menjalani serangkaian tes seperti biasa. Dan itu memang sangat mudah. Tae Oh melakukannya dengan nilai A terus. Sampai pada akhirnya Tae Oh teringat saat ia adu balap dengan Moo Yeom. Di tepi jurang dia ketakutan saat melajukan mobilnya hingga ia membelokkan mobil sebelum mendekati jurang. Dalam pikirannya berkata, dia ingin hidup..

Tae Oh berfikir ia akhirnya dia mengacaukan semua perintah dokter. Bahkan Tae Oh sampai melemparkan vas yang ada di meja. Dia mengamuk namun petugas menahannya.


Malamnya Maria mendapatkan kiriman email mengenai hasil pemeriksaan Tae Oh terbaru. Dokter yang menanganinya yakin dengan apa yang ia tulis. Tapi Maria tahu kalau Tae Oh adalah aktor yang pandai, jadi dia akan menemuinya sendiri. Dokter Tae Oh pun membiarkannya.



Waktu penahanan Do Hyuk habis. Maria mengirimi pesan permintaan maaf karena telah memberikan Moo Yeom banyak keluhan.

Sedang Do Hyuk sudah terlepas dari borgolnya. Dia benar – benar kecewa karena Moo Yeom tak bisa membuktikannya. Begitu pula dengan Moo Yeom, dia berkata kalau kesempatan tadi adalah kesempatan terakhir Moo Yeom. Do Hyuk meminta Moo Yeom jangan membuat kesabarannya habis, tapi dia kagum dengan analisis Moo Yeom mengenai tanda.





Maria menemui Tae Oh lalu menjetikkan jari agar Tae Oh mendekat ke arahnya. Maria sama sekali tak percaya dengan gangguan afektif Tae Oh. Dia tak akan bisa dibodohi olehnya. Apa dengan ini kau bisa lolos dari hukuman mati?

Maria menarik leher Tae Oh agar mendekat kearahnya. Dia kemudian berbisik mengatakan kalau dia ingin menghindari hukuman mati maka ia harus menggigit leher pahlawannya. Apa kau akan jadi peniru selamanya? Kau harus menyingkirkan pahlawanmu untuk menjadi pahlawan bagi dirimu sendiri.

“Apa yang ingin kau lakukan padaku?” tanya Tae Oh sambil tersenyum.

Maria memberi pilihan menerima hukuman mati atau membebaskannya. Awal baru untuk menjadi anjing pemburu. Tae Oh pun tersenyum mendengar ucapan Maria.



Moo Yeom membawa Do Hyuk keluar, semua mata menatap dengan penuh kebencian. Bahkan Hyeong Nyeon berniat menghajarnya tapi di tahan oleh rekan lain.

Moo Yeom berteriak agar mereka jangan terlalu bersalah. Mereka hanya memberi kesempatan untuk melihat wajahnya kembali. Moo Yeom menatap tajam kearah Do Hyuk, begitupun sebaliknya. Hyeong Nyeon dengan geram bertanya apakah dia harus melihat sampah sepertinya berjalan keluar?

Sampah? Mendengar kata itu, Do Hyuk menampakkan raut sengit.


Jaksa Park dan Jaksa Seo tergesa menuju ke kantor polisi. Dengan semangat Jaksa Seo memberitahukan kalau penuntutan terhadap kasus Gap Dong telah di daftarkan. Hingga akan ada dakwaan.

“Aku datang untuk memberi tahu kalian bahwa kasus pembunuhan berantai di Iltan undang-undang pembatasan kadaluarsanya telah ditunda.”


Semua anggota polisi bersorak gembira.


“Kau dengar? Undang-undang pembatasan belum selesai. Kau harusnya melakukan yang lebih baik. Kasus ke 9, undang-undang pembatasan, kau gagal menyelesaikannya.” Ucap Moo Yeom dengan memandang sengit pada Do Hyuk.
***

Komentar :
Sujud syukur bisa menyelesaikan 16-2 ini. Butuh ekstra mood dan semangat, karena apa? Aku paling benci adegan introgasi-introgasi kayak gini. Hhuuft. Lamaa dan percakapannya panjang bener. Aku lebih suka sama yang act lebih banyak dibanding sama ngomong. Jadi lebih singkat gitu^^
Euum penasaaran apa yang akan dilakukan oleh Moo Yeom? Apakah rencana Sang Hoon akan berhasil atau malah gatot?
Nantikan kelanjutannya di blog Mba Ayu^^ oukeey





2 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 16-2 "

  1. mungkin Han Sang Hoon juga terlibat..kalian ingat gak waktu mo yeom menemuinya pada saat mancing..GaP Dong kan terkenal dg simpul pancingnya....

    ReplyDelete
  2. makasih sinopnya mbak puji. semangat ya :). hana

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^