Sinopsis Gap Dong Episode 14-1





Oh Maria di introgasi oleh Cha Do Hyuk yang menanyakan bagaimana wajah si Gap Dong yang dahulu pernah berniat membunuh Maria. Maria sendiri tidaklah begitu yakin. Dia dengan keras mencoba mempertajam ingatannya namun tetap tak bisa mendeskripsikan. Tapi Maria merasa sedikit aneh karena wajah Gap Dong terkesan tak asing untuknya.

Tim introgasi lain datang, Do Hyuk segera mempersilahkan mereka menjalankan tugas. Do Hyuk pun pergi dengan Maria yang terus menatapnya dengan intens. Seolah ada sesuatu yang ganjil dengan Do Hyuk.




Biksu Jinjo menunjuk foto Lee Jeong Suk yang tepajang di papan. Dia mengenalinya sebagai seorang gadis yang bekerja di cafe Jeongga. Ha Moo Yeom jelas menepis ucapan Biksu Jinjo, bagaimana mungkin bisa biksu kenal seorang nyonya cafe. Biksu Jinjo yakin karena gadis yang ada di foto itu sering meminta untuk melakukan upacara peringatan.




Ramai suara tepuk tangan terdengar di penjuru pusat rehabilitasi. Seorang gadis dengan balutan gaun putih berjalan bergandengan pria dengan tuxedo hitam, Ma Ji Wool dan Ryu Tae Oh lah yang sedang menuju altar. Tampak Tae Oh menampakkan senyum bahagianya. Lain halnya dengan Ji Wool yang tampak terbebani.

Biksu Jinjo usai membacakan janji suci pernikahan mereka, Apakah ada seseorang yang keberatan dengan pernikahan ini?

Tak ada seorang pun yang menjawab, namun tiba-tiba Ha Moo Yeom muncul. Dia segera berjalan dan menarik Ji Wool untuk pergi. Tampak senyum tipis tersembul di bibir Ji Wool.


Skip. Ini hanyalah sebuah khayalan dan angan Ji Wool semata. Dia kembali ke kehidupan nyata dan menghembuskan nafas berat seolah dia tengah memikul beban berat dikedua pundaknya.
Ponsel Ji Wool berdering. Panggilan dari Ha Moo Yeom segera membuat Ji Wool tersenyum lebar.






Oh Maria tengah bersama dengan Moo Yeom untuk membuat sketsa wajah Gap Dong. Beberapa kali apa yang Maria maksudkan tidaklah begitu pas dengan apa yang petugas buat. Maria hampir saja putus asa.

Ji Wool datang ke tempat Moo Yeom dan juga Maria dengan senang hati. Namun kegembiraannya segera luntur karena Maria juga berada disana. Ternyata Ji Wool dimintai datang untuk membantu mengarahkan membuat sketsa wajah Gap Dong. Dengan bantuan Ji Wool semuanya terlihat lebih mudah dan apa-apa yang dimaksud oleh Maria pun sesuai. Moo Yeom memuji wajah Gap Dong yang tidaklah terlalu buruk.

Cha Do Hyuk melihat mereka bertiga dengan wajah seolah penuh dengan ancaman. Dia pun segera berniat pergi namun Moo Yeom menegurnya. Moo Yeom mengatakan kalau mereka butuh Gap Dong versi 40an jadi haruskah mereka menemui Digital Forensic Center? Tampak begitu terpaksa, Do Hyuk pun menyetujui usulan tersebut.



Ryu Tae Oh memohon kepada petugas jaga untuk kembali menghubungi Oh Maria untuk datang. Petugas jaga pun tak bisa menolak. Dia segera menghubungi Maria.

Maria di pusat rehab tengah memperhatikan para penghuni yang sedang bermain. Maria menerima panggilan dari penjara, dia menolak untuk datang dan masih tetap pada keputusannya. Syarat kunjungan adalah apabila Tae Oh mau mengatakan kejahatannya yang lain.






Ma Ji Wool menjenguk Ryu Tae Oh di penjara. Ji Wool masihlah terus terdiam dan tertunduk. Tae Oh menyuruh Ji Wool untuk jangan merasa tersiksa karena pada akhirnya Ji Wool akan menerimanya. Bersikap khawatir dan menikah dengannya.
Ji Wool bertanya apakah semua itu idemu kan? Kau tidak melihatku sebagai seorang manusia, kan? Keluargamu sungguh menyedihkan. Sangat miskin. Menurut Tae Oh soal miskin tergantung siapa standarnya. Bill gates?

“Dibandingkan dengan Biksu Gila.”

Tae Oh terkejut. Ji Wool baru mengerti dengan ucapan yang pernah Moo Yeom katakan padanya kalau orang yang miskin adalah orang yang tak memiliki simpati. Makanya bagi Ji Wool, Tae Oh dan ibunya adalah orang yang miskin. Jadi dia tak akan mau.

Tae Oh tahu kalau dia dan Ji Wool ada sedikit masalah tapi dia tak menyangka kalau itu membuat dirinya menjadi miskin. Ji Wool berniat pergi, dia mengatakan kalau memang kau sudah tahu. berhentilah mengirim pengacara.


Biksu Jinjo menunjukkan daftar kehadiran Jeong Suk ke kuil pada Moo Yeom. Biksu Jinjo menjelaskan kalau Jeong Suk selalu datang pada setiap tanggap 1 juli. Namun kedatangannya berhenti di tahun 1995. Tepat sebelum kasus ke 8 terjadi. Semua Nyonya kafe di Jeongga dan Burim meninggalkan Iltan. Biksu Jinjo mengira kalau Jeong Suk juga ikut dengan mereka untuk pergi. Begitu mengejutkan ketika mendengar kalau Jeong Suk menghilang.

“Semua orang mengingat Lee Jeong Suk?” tanya Moo Yeom.




Moo Yeom menemui seorang bibi di cafe ibu Ji Wool, bibi itu adalah teman Jeong Suk dulunya. Ibu Ji Wool bertanya apakah bibi itu yakin kalau di foto itu adalah Jeong Suk. Bibi yakin, dia masih bisa mengenalinya.

Moo Yeom mulai menunjukkan foto gaun sudah lapuk yang di temukan bersama dengan tengkorak yang mereka temukan. Bibi tak ingat tentang gaun tersebut, dia mulai membuka-buka lembaran foto yang lain dan terkejut melihat foto peluit. Bibi mengatakan kalau mereka mendapatkan masing-masing satu peluit untuk digunakan disaat darurat. Mereka mendapatkannya dari polisi wanita yang menyamar di cafe mereka. Dia tak bisa menyebutkan namanya tapi hanya tahu kalau dia adalah crybaby.

“Kim..Kim Eun Ji.” Ucap ibu Ji Wool yang duduk disebelah bibi.




Ha Moo Yeom membeberkan penemuannya kalau tengkorak yang di temukan itu adalah milik Lee Jeong Suk karena sudah di cek dengan catatan giginya. Dan memiliki hubungan pertemanan dengan Kim Eun Ji, korban Gap Dong ke-8.

Do Hyuk bertanya apakah Moo Yeom yakin kalau memang Lee Jeong Suk adalah korban Gap Dong. Disaat tak ada tanda-tanda Gap Dong di mayatnya. Ha Moo Yeom tidaklah begitu yakin, tapi dia akan menyelidikinya lebih dalam.



Cha Do Hyuk menatap selebaran orang hilang milik Jeong Suk. Dia menatapnya dengan sangat serius. Kemudian dia bertanya dalam hati, kenapa kau bisa menemukannya?



Reporter wanita yang biasa tengah melakukan wawancara dengan kuasa hukum Tae Oh. Reporter bertanya apakah mereka akan menggunakan affluenza. Pihak Tae Oh membenarkan karena memang kasus ini jenis kasus affluenza. Tae Oh dibesarkan di keluarga kaya tanpa adanya sosok seorang ayah. Ibunya begitu menyayangi sang adik dan tak bisa mengendalikan Tae Oh.

“Apa anda berpikir bisa memenangkan ini?”

Pengacara Tae Oh yakin akan kemenangan mereka karena mereka memiliki bukti.

Yang berkuasa adalah uang. Bagaimana anda menanggapi kritikan masyarakat ini?”

Pengacara Kwon menanggapi dengan santai, sebuah resiko baginya kalau menangani kasus orang kaya.



Jaksa Park marah pada Jaksa Seo yang kerjanya kurang begitu cepat. Kalau mereka kalah cepat maka mereka akan segera mendapati surat hasil pemeriksaan kalau Tae Oh mengalami gangguan mental. Jaksa Park menyuruhnya untuk segera menentukan hukuman yang sesuai dan katakan bahwa kasus Ryu Tae Oh sudah sampai pada tahap hukuman mati. Akankah ada seseorang yang mampu menjerat tali ke leher Ryu Tae Oh?

Jaksa Seo tak habis pikir dengan perintah Jaksa Park, dia pun mengajukan sebuah pertanyaan. Mengapa anda berbuat sejauh ini? Apakah Taehyeon Grup menekan anda?

Jaksa Park semakin meledak kemarahannya. Dia menyuruh Jaksa Seo agar lebih hormat pada sunbae.






Lee Hyeong Nyeon melapor pada Moo Yeom kalau Lee Jeong Suk memiliki seorang oppa yang pergi bermigrasi ke philipina di usia tuanya. Moo Yeom berteriakasih dengan laporan yang didapat dari Hyeong Nyeon.

Sedangkan seseorang terus memperhatikan mereka, Ma Ji Wool menatap Moo Yeom yang masih saja sibuk dengan pekerjaanya. Merasa diperhatikan Moo Yeom pun mendongak, tatapan Moo Yeom disambut senyuman oleh Ji Wool namun Moo Yeom tak merespon dan kembali pada pekerjaanya.

Ji Wool mendekati Moo Yeom dan mengatakan kalau dia telah menemui Ryu Tae Oh. Moo Yeom menanggapi dingin karena pada akhirnya Ji Wool menyukai Tae Oh dan tak akan lagi menempel terus padanya. Ji Wool tak tahan dengan Moo Yeom yang mengira dia menyukai Ryu Tae Oh. Kau mungkin tidak tahu tapi aku menyukaimu.

Seisi kantor pun mendengar apa yang diucapkan oleh Ji Wool. Moo Yeom mencoba menahan omongannya tapi tak Ji Wool tak menggubris dan mengatakan isi hatinya.

Ji Wool menunjuk surat yang tertempel di dinding dekat dengan selebaran milik Lee Jeong Suk. Ji Wool merasakan hal yang sama persis seperti yang tertulis disana. Ji Wool tak bisa mengatakannya tapi juga tak bisa hidup tanpa Moo Yeom. Dia sudah ribuan kali mengatakan perasaanya pada Moo Yeom namun belum sekalipun diterima. Kau hanya melihat orang yang kau cintai? Begitukah?

Ji Wool mulai menangis hingga Moo Yeom mengajakanya untuk bicara diluar saja.


Moo Yeom membawa Ji Wool ke taman dekat kantor, dia hanya khawatir dengan Ji Wool yang mengharapkan Tae Oh tapi orang sepertinya tidak lah mudah berubah. Tapi, untuk siapa surat itu? Kenapa dia tidak mengambilnya?
Ji Wool mengatakan kalau dia mengetahui tentang surat tersebut.




Ji Wool memberikan buku dimana tadinya surat tersebut terselip, dibuku tersebut tertulis nama Do Hyuk dan ada juga tulisan adakah kejahatan yang sempurna. Moo Yeom bertanya apakah Ji Wool tahu siapa yang menulis surat tersebut. Ji Wool menggeleng.

Moo Yeom teringat dengan ucapan detektif yang dulu tinggal dikuil. Detektif itu mengatakan walaupun dia memiliki pistol tapi dia tak bisa menembak. Namanya crybaby. Dalam hati Moo Yeom bertanya-tanya apakah korban Kim Eun Ji dulunya menyukai Do Hyuk.

Hyeong Nyeon datang, dia memberitahukan kalau sketsanya hampir selesai.



Moo Yeom pun sudah bersama Maria melihat hasil sketsa wajah Gap Dong diusianya yang sudah 40 tahunan. Dia tampaklah berubah menjadi pria yang manis. Maria mengernyit. Ketika dia menatap sketsa tersebut sepertinya orang tersebut tidaklah asing dan dia melihatnya setiap saat.

“Apa kau berpikir tentang aku? Teruslah berpikir, jika kau tahu seseorang yang terlihat seperti dia.” Ucap Moo Yeom.

Moo Yeom menunjukkan rasa bahagianya karena hari ini adalah hari dimana dia dan Maria sudah resmi berpacaran. Moo Yeom berniat pergi tapi Maria terlebih dulu meminta nomor Do Hyuk. Moo Yeom bertanya untuk apa..



Maria pun menemui Do Hyuk untuk kembali bersaksi karena apa yang ia katakan kemarin belumlah semuanya. Dia datang karena ia ingat apa yang terjadi sebelum nanti dia akan lupa. Do Hyuk berterimakasih tapi kenapa Maria tidak mengatakan pada Moo Yeom saja?

Maria tampak sedih karena itu memalukan. Dia tak ingin mengatakan hal tersebut di depan Moo Yeom.




Moo Yeom menemui ibu Kim Eun Ji untuk menunjukkan surat yang ia temukan. Ibu itu menangis tak menyangka kalau putrinya pernah menyukai seorang pria. Moo Yeom merasa tak enak hati ketika harus memberitahukan hal tersebut di hari peringatan kematian Kim Eun Ji. Dia sendiri juga tak terlalu yakin kalau surat tersebut adalah milik Kim Eun Ji.

Ibu sangatlah yakin itu surat milik anaknya. Dia menunjukkan surat yang pernah ia dapat dari Eun Ji juga, tulisan dan kertas yang di gunakan sama. Moo Yeom pun sekarang sudah yakin kalau surat tersebut memang benar milik Eun Ji.

“Tapi, seperti apa seseorang yang Eun Ji sukai itu?”

Moo Yeom mengatakan kalau Kim Eun Ji menyukai seorang detektif yang hebat. Berkarakter dan memiliki kemampuan. Dan orang tersebut lah yang nantinya akan menangkap Gap Dong. Ibu tak bisa lagi menahan tangisnya mendengar penuturan Moo Yeom. Moo Yeom menggenggam tangan ibu, mencoba menenangkan lalu mengajaknya makan karena Mungkin ibu telah lelah menangis.



Maria kembali memberikan kesaksiannya dengan Gil sebagai pengintrogasi dan Do Hyuk serta Young Ae memperhatikan di ruang pantau. Oh Maria menuturkan kalau dulu dia dan Hye Jin sudah berjanji untuk selalu menunjukkan batu ketika bermain batu gunting kertas. Namun Maria merasa sesuatu bisa saja berubah hingga tanpa pikir panjang dia pun mengubah pilihannya menjadi kertas. Selepas pilihan tersebut dia jatuh pingsan.

Maria pikir setelah kemenangannya maka dia bisa hidup tapi ternyata si iblis telah membodohinya. Maria pun mulai meneteskan air mata ketika mengingat Gap Dong bertanya sinis, Apa kau merasa senang karena kau menang?



Ryu Tae Oh masihlah merenung di selnya, dia teringat dengan ucapan Maria yang tak tahu pasti dengan apa penyebab Gap Dong menghilang.

Rahasia dari kasus ke 9 itu tidak seorangpun tahu kenapa Gap Dong menghilang. Mungkin dia merasa pertama kalinya simpati terhadapku.” Ucap Maria.

Tae Oh bergumam, simpati bodoh apa itu?




Maria menunggu dengan sabar kehadiran Moo Yeom di depan kantor polisi namun tanda-tanda kehadirannya belum ada juga. Do Hyuk keluar bersama dengan kepala polisi untuk mengantarkannya ke mobil. Kepala Polisi merasa puas dan tak salah telah mengangkat Do Hyuk menjadi ketua karena sekarang hasilnya adalah dia telah mengungkapkan untuk kasus ke 9. Kepala Polisi pun pergi.

Do Hyuk berniat masuk kekantor tapi dia berhenti ketika melihat Maria berdiri disana. Dia bertanya apa yang Maria lakukan. Maria pun mengatakan kalau dia tengah menunggu Moo Yeom. Do Hyuk heran apa yang dilakukan oleh Ha. Apa mungkin tengah mengurusi Ji Wool, Moo Yeom seharusnya lebih mementingkan yang prioritas.

Maria sedikit terdiam, sebenarnya apa maksud Do Hyuk berucap seperti itu. Membuat Maria cemburu kah? Do Hyuk mengucapkan terima kasih kepada Maria. Dia juga merasa Maria adalah wanita yang kuat. Dia telah berhasil mengorek informasi dari Tae Oh. Dia telah mengalahkannya.

Apa kau merasa senang karena sudah menang?” ucap Do Hyuk dengan ekspresi penuh misteri. Sedang Maria terkejut mendengar ucapan Do Hyuk yang sama persis dengan Gap Dong. Maria yang tadinya tengah membenarkan posisi gelang yang terlepas pun tak sengaja menjatuhkannya. Do Hyuk memungut gelang tersebut. Maria kembali mencoba memasangnnya namun kesulitan. Do Hyuk menawarkan diri memasangkan untuk Maria. Maria menatap Do Hyuk, seperti mendapatkan suasana yang aneh ketika dia menatap rahang Do Hyuk.



Maria dikamarnya masih belum bisa tertidur, dia tampak cemas dengan berjalan kesana kemari. Dia mengingat saat dimana Gap Dong dan Do Hyuk mengucapkan kata yang sama. Apa kau merasa senang karena sudah menang?

Keduanya memiliki intonasi yang mirip, namun Maria mencoba menepiskan pikiran yang seolah tak masuk diakal tersebut.



Young Ae melacak keberadaan Moo Yeom yang masih di Jeonggadong untuk menemui alamat Kim Eun Ji. Do Hyuk yang mendapat laporan tersebut sedikit tersentak. Young Ae heran kenapa Do Hyuk menanyakan hal tersebut. Do Hyuk beralasan kalau dr. Oh tengah menanti Moo Yeom jadi dia menanyakannya.




Han Sang Hoon dan Yang Chul Gon tengah berdiskusi ketika Cha Do Hyuk datang untuk mengunjungi mereka. Dia merasa seharusnya lebih sering untuk datang menemui mereka. Sang Hoon memberikan kode pada Chul Gon untuk membuatkan Do Hyuk kopi.

Moo Yeom juga datang kesana, dia heran melihat Do Hyuk sudah ada disana. Do Hyuk bertanya darimana saja Moo Yeom pergi. Moo Yeom bohong dengan mengatakan kalau dia habis makan malam dengan Maria. Do Hyuk yang tahu hal tersebut menatap Moo Yeom dengan curiga.

“Akankah mereka mempertahankan investigasi markas besar [HQ]?” tanya Chul Gon seraya menyodorkan kopi buatannya.

Do Hyuk memperkirakan kalau investigasi akan dilakukan sampai sidang sejak dr Oh menanyai Tae Oh tentang kejahatannya yang lain. Sang Hoon bersyukur setidaknya mereka berhasil mengungkap dua kejahatan. Dia bertanya pada Moo Yeom apakah dia telah memberikan makanan yang baik untuk Maria. Moo Yeom meyakinkan hal tersebut namun Do Hyuk yang tahu kebohongannya hanya menatap dengan penuh curiga.


Do Hyuk pun keluar dari gedung Sang Hoon. Dia menatap kearah ruangan yang lampunya masih menyala dengan terang, itu ruangan Sang Hoon sepertinya.

[FLASHBACK]


Dua orang gadis tengah bersama di sebuah cafe, seorang diantaranya tampak begitu cemas. Dia Kim Eun Ji dan satunya lagi adalah Lee Jeong Suk. Seorang pria masuk dan langsung tersenyuk kearah Eun Ji sedangkan Eun Ji masih terus cemas. Jeong Suk tanya apakah pria tersebut adalah orangnya. Eun Ji menyuruh Jeong Suk memelankan suara. Jeong Suk pun pergi meninggalkan Eun Ji.

Sedangkan si Pria tadi menatap keduanya dengan curiga karena gelagat keduanya yang aneh.



Eun Ji jalan sendiri tengah malam namun dia dikejutkan ketika melihat sesosok pria sudah berdiri tak jauh dari tempatnya. Pria tersebut mendorong Eun Ji ke dinding lalu memukul keningnya dengan batu. Setelah tersadar dia sudah bersama dia pria cafe, dia mengikat tangan Eun Ji yang menangis ketakutan. Pria tadi menyuruhnya jangan menangis atau semuanya akan semakin menyenangkan. Eun Ji tak bisa menahan rasa takutnya dan terus menangis. Pria tersebut tak tahan lagi, dia segera meraih leher Eun Ji dan sekuat tenaga mencekik lehernya.
[FLASHBACK END]


Kembali pada Do Hyuk yang tampak kesal sekaligus ada sedikit juga raut wajah sedih.
“Ha Moo Yeom. Apa yang telah kau lakukan? Kenapa kau berbohong?”
***
Note :
Maaf reader yang sudah menunggu sinopsis ini, aku sama sekali gak berniat untuk menunda atau pun sengaja males-malesan gak buat2 tapi alesan sebenarnya karena keadaan aku yang lagi kurang fit. Jadi mau buat dua part sekaligus aja aku belum siap. Aku janji besok part 2nya udah ada tapi sekarang satu part dulu yah. Mianhae, doakan aja aku cepetan sehat biat aku postingnya secepetnya. Dan belum lagi kemarin baru keluar sub.
Maaf sekali lagi..

3 Responses to "Sinopsis Gap Dong Episode 14-1 "

  1. akhirnya kluar juga sinopnya mba.....makasih banget,,,,aku udah kena sindrom insomnia gara2 gab dong....huk...huk..berarti gab dong zaman dulu cuma satu dong....do hyuk???????? apa hubungan kasus 8 dengan sang hoon?????? makin ngga sabar nanti part 2x mba..smoga lekas sembuhnya mba....smangat...

    ReplyDelete
  2. lg musimx org skit mbak,Pancaroba...GWS y...gomawo sinopx

    ReplyDelete
  3. Makin seru ceritanya..puji cepat sembuh ya and tetap semangat nulisnya..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^