Sinopsis Unemployed Romance Episode 8-2





Kasus Jong-dae dan Ahjussi gendut segera selesai berkat bantuan Wan-ha. Polisi sangat berterimakasih karena itu, dia meyuruh ahjussi Gendut dan Jong-dae untuk berterimakasih. Ahjussi gendut langsung mematuhinya, tapi tidak dengan Jong-dae yang jelas-jelas lagi kesel.
“Apa kau tak sibuk?” Seung-hee berusaha membuat polisi tadi untuk pergi karena sangat rewel.
Polisi mengatakan kalau dia memiliki segunung pekerjaan tapi melihat sikap Jong-dae yang berlebihan, dia menebak kalau Jong-dae dan Seung-hee punya hubungan dimasa lalu. Kalau ada yang melihat, Jong-dae jadi seperti menyukai pacar temannya. Seung-hee mengumpat dengan kesal dalam hatinya, wan-ha dan Jong-dae sama-sama canggung.





Petugas Polisi dan Ahjussi gendut pamit pergi.
Wan-ha mengucapkan rasa trimakasihnya, walaupun ini semua salah paham tapi dia tahu kalau Jong-dae mencoba melindungi SEUNG-HEE’nya. Wan-ha mengajaknya untuk minum sebagai ucapan terimakasih. Jong-dae menolak, lupakan saja. Mereka berdua berpandangan tajam.
Seung-hee mencoba mencairkan suasanan dengan mengatakan kalau mungkin Jong-dae tak mau minum tapi mungkin dia mau kalau diajak makan. Wan-ha menyetujui itu, dia akan mengatur jadwa untuk mereka makan.



Wan-ha menggandeng tangan Seung-hee lalu pergi meninggalkan Jong-dae. Jong-dae menatap kepergian mereka. Dia lalu meringis sakit, sepertinya dadanya terluka akibat dorongan tadi.


Wan-ha dan Seung-hee sama-sama diam. Seung-hee tidak bermaksud untuk tak mengatakan masalah Jong-dae pada Wan-haa, mereka bertemu di pusat ketenagakerjaan jadi dia tak mengatakannya lagipula Jong-dae juga sudah memiliki pacar.
“Kau juga tahu itu?”
Seung-hee mengatakan kalau itu hanyalah sebuah ketidak sengajaan. Dia bertemu dengan pacar Jong-dae yang mengambil gaji pengangguran juga. Dia minta maaf akan hal itu. Wan-ha sebenarnya tak marah, jadi Seung-hee tak perlu meminta maaf. Dia ingin mereka ber-empat bersama pacar Jong-dae untuk makan malam. Seung-hee setuju, dia akan menghubungi Jong-dae. Wan-ha menolak, dia juga teman Jong-dae jadi dia yang akan menghubunginya.


Jong-dae kembali ke Pusat Ketenagakerjaan dengan terus memegangi dadanya yang sakit. Seon-tae memberitahu Jong-dae ada seseorang yang menunggunya.
“siapa?”




Jong-dae bersama seorang bapak, dia adalah Ayah Yeon-woo datang untuk menanyai Jong-dae yang berpacaran dengan putrinya. Dia tahu kalau Jong-dae bukanlah pekerja pemerintahan tetap tapi hanyalah pekerja Kontrak. Dia menanyakan tentang pekerjaan ayah-ibu Jong-dae.
Jong-dae menjawab kalau ibunya berdagang makanan ringan dan ayahnya penjaga lingkungan. Ayah Yeon-woo menyuruh Jong-dae untuk putus dengan Yeon-woo karena meskipun Yeon-woo hanya dibesarakan seorang diri olehnya dia ingin Yeon-woo menjadi seorang yang berhasil.
“Ya.” Jawab Jong-dae tanpa pikir panjang. Ayah Yeon-woo terkejut dengan Jong-dae yang langsung menyetujui perintahnya.



Jong-dae tahu kalau dirinya memang sudah merasa tak cocok dengan Yeon-woo dari awal. Ayah Yeon-woo tertawa, dia menebak kalau Jong-dae mengatakan ya hanya untuk menjaga harga dirinya dan akan terus melakukan hubungan di belanganya. Jong-dae serius tak akan menemui Yeon-woo. Dia lalu permisi pergi untuk kembali bekerja.
Ayah Yeon-woo menahannya, kenapa seorang pria dengan mudahnya melepas pacarnya. Jong-dae heran, bukankah dia sendiri yang menyuruhnya untuk putus dengan Yeon-woo.
“Ituu...ah aku tahu..” jawab Ayah Yeon-woo lalu pergi.



Yeon-woo marah-marah pada Ayahnya yang telah menyuruh Jong-dae putus dengannya. Ayah tak mau anaknya berpacaran dengan orang seperti Jong-dae yang langsung mengatakan ya  ketika dia menyuruhnya. Yeon-woo merengek, dia mengejar Jong-dae karena dia menyukainya. Yeon-woo menangis dihadapan ayahnya.
Ayah jelas tak tega melihat putrinya seperti itu.



Jong-dae pulang kerumah, disana sudah ada Gwang-pal dan Hyo-sang. Gwang-pal tengah depresi karena dicampakkan oleh pacarnya. Gwang-pal mengelak, dia hanya mendapatkan salam perpisahan. Hahaha.
Jong-dae menceritakan kalau dia bertemu dengan Seung-hee, Seung-hee mengatakan kalau dia memiliki pacar dan ternyata pacarnya adalah Wan-ha. Gwang-pal melupakan kesedihannya, dia mengatai Jong-dae yang malang karena harga dirinya pasti turun ketika Seung-hee mendapatkan pacar yang lebih sukses. Hyo-sang bertanya apa Gwang-pal sudah baikan.
“Iya, kepedihan akan hilang ketika kita melihat orang lain juga sedih. Terimakasih Jong-dae.” ucapnya sadis. Hyo-sang dan Gwang-pal pun tertawa.


Jong-dae merasa kalau mereka bukan waktunya bercanda, apa mereka bisa melakukan itu ketika Hyo-sang bekerja di sebuah perusahaan yang bahkan dia sendiri tak suka. Gwang-pal yang belum memiliki pekerjaan mapan dan dirinya sendiri yang ingin belajar diluar negeri tapi untuk membeli tiket pesawat saja tak mampu.
“Iya, sama saja.” Jawab Hyo-sang enteng. Gwang-pal ikut tertawa. Kemarahan Jong-dae memuncak ketika sahabatnya itu terus bercanda, dia menarik kerah baju Gwang-pal. Tapi suara bel rumah berbunyi.



Hyosang dan Gwang-pal tengah memperhatikan Ayah Yeon-woo menemui Jong-dae untuk mengatakan kalau dia sudah memberi restu hubungannya dengan Yeon-woo. Sebagai gantinya maka ia akan menyekolahkan Jong-dae agar bisa menjadi pegawai sipil. Jong-dae menolak karena tak memiliki keinginan lagi dengan pegawai negeri. Ayah Yeon-woo mengatakan lagi kalai dia akan menyekolahkan Jong-dae tapi dia tetap menolak.
“Jadi kau akan akan tetap putus?”
“bukankah anda yang menginginkannya dari awal?” jawab Jong-dae. Ayah Yeon-woo tak bisa berbuat apa-apa lagi, tak mungkin juga untuk memohon agar Jong-dae kembali pada putrinya. Dia pun pergi dengan kesal.



Seung-hee pulang telat, Seon-joo yang sedang membaca buku bertanya apakah teman Seung-hee bekerja dengan baik dan sekarang apa yang dia lakukan. Seung-hee membenarkan dan sekarang Jin-joo bekerja serabutan karena tak memiliki pekerjaan tetap. Seung-hee bertanya kenapa dengan asistennya.
Asistennya pergi karena menganggap kalau dia menakutkan, setiap pemeran pembantu yang sering demam panggung akan dia bunuh (dalam drama) agar tak mengganggu pekerjaanya.
“Apa kau juga akan membunuhku karena kau membenciku?”
Seon-joo mengelak, itu hanya dalam drama dan yang terpenting Seung-hee harus menghubungi temannya. Seung-hee meng-iya-kan sambil melirik tajam Seon-joo.


Jong-dae minum bersama dengan kedua temannya yang sedang berusaha meyakinkan Jong-dae untuk menerima Yeon-woo. Cantik. Kaya. Apa yang kurang dengan semua itu. Itu adalah cinta.
Jong-dae menyuruh mereka untuk jangan mengatakan omong kosong. Mereka sama-sama dalam keadaan yang tak baik, Hyo-sang yang hanya bekerja sebagai sales dan Gwang-pal yang masih pengangguran. Mereka akhirnya sedih dan minum bersama.




Seung-hee menatap layar laptopnya, dia sepertinya berniat untuk membuat cerita drama tapi lembar wordnya tak tertulis satu kalimat pun bahkan satu katapun tak ada. Seung-hee merasa tak memiliki apapun bahan untuk ditulis, mungkinkah ia harus pensiun sebelum melakukan debutnya?
Sebuah panggilan dari nomor tak di kenal, Seung-hee mengangkatnya tapi ketika dia bertanya tak ada jawaban.
“Mungkinkah ini Jong-dae?” pikir Seung-hee.



Mungkinkah Jong-dae?
Tapi sepertinya bukan karena Jong-dae sedang menelfon Yeon-woo. Yeon-woo meminta maaf sambil menangis dan mengira Jong-dae pasti marah karena Ayahnya. Jong-dae menyuruh Yeon-woo jangan menangis, dia juga sama sekali tidak marah.
Yeon-woo memohon agar Jong-dae jangan memutuskannya, dia juga meminta Jong-dae berjanji kalau mereka tak akan putus. Jong-dae tak bilang menyetujui, hanya dia menyuruh Yen-woo jangan khawatir. Yeon-woo masih menangis, dia mengatakan akan menemui Jong-dae besok dan Jong-dae jangan sampai menghindarinya. Jong-dae meng-iya-kan lalu memutuskan panggilan tersebut.
Jong-dae terdiam mengingat saat Wan-ha menggenggam tangan Seung-hee dan mengajaknya pergi. Rasanya aneh.
~~~



Jong-dae terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya yang nyeri. Seon-tae bertanya apakah Jong-dae sakit. Jong-dae merasa kalau itu bukan hal yang parah tapi tulang rusuknya terasa sakit. Seon-tae menyuruh Jong-dae untuk ke rumah sakit.
Pesan dari Wan-ha masuk, dia mengajak Jong-dae untuk makan malam. Alamat restorannya akan dia kirim nanti. Sampai ketemu.
Dari raut wajah Jong-dae sebenarnya dia sangat malas.



Seung-hee memeriksakan kondisinya, berdasarkan hasil scan tulang Jong-dae mengalami keretakan. Jong-dae agak terkejut. Dokter bertanya apakah Jong-dae habis terbentur dadanya. Jong-dae mengingat ketika ahjussi gendut yang dia tangkap dari belakang dan ahjussi itu menyikut dada Jong-dae sampai terjatuh.
Dokter memperingatkan kalau Jong-dae lebih lemah dari apa yang dilihat.



Seung-hee, Jong-dae, Yeon-woo dan Wan-ha makan malam bersama. Wan-ha meminta maaf karena telah menggangu acara kencan mereka. Jong-dae membenarkan, mereka yang biasanya berjalan berdua jadi terganggu. Wan-ha minta maaf, basa-basi dia bertanya siapa yang menyatakannya terlebih dahulu. Seung-hee menimpali, sudah jelas lah.
Yeon-woo yang lugu mengaku kalau dialah yang menyatakan perasaanya. Disaat dia tertekan karena PHK disaat itulah Jong-dae membantunya dan membuat semuanya jadi lebih baik. Seung-hee sinis mengatakan kalau berati Jong-dae lah yang mendekatinya lagipula wanita yang sedang terkena masalah pasti mudah didekati.Jong-dae dan Seung-hee perang dingin.
“Bukankah kita juga begitu?” tanya Wan-ha mencoba membuat suasana lebih santai. Seung-hee tersenyum membenarkan. Jong-dae berniat memotong dagingnya, tapi rasa nyeri di rusuknya terasa. Seung-hee langsung menyadari, apa kau sakit?



Semua orang jadi menatapnya, Jong-dae mengelak lalu menyuruh Seung-hee untuk jangan memancing pertengkaran dan fokus pada makanannya. Seung-hee kesal. Sebuah panggilan masuk, Jong-dae permisi kebelakang.
Seung-hee merasa ada yang aneh, jadi dia mengikuti Jong-dae ke toilet. Disana Jong-dae tengah menelfon dengan penagih hutang yang meminta bunganya terlalu tinggi dan Jong-dae harus membayarnya bulan depan. Jong-dae mengerti, diapun mengakhiri panggilan itu.



Seung-hee menemui Jong-dae lalu bertanya apakah Jong-dae melakukan hutang. Jong-dae menyuruhnya untuk jangan perduli mereka dalam keadaan yang tak harus saling mengerti. Seung-hee mengatakan kalau dia ingin minta maaf tentang kemarin, dia mencoba membantu tapi malah membuat Jong-dae marah. Jong-dae tak masalah.
Seung-hee bertanya apakah Jong-dae sakit, Jong-dae masih mengelak. Tapi gerak Jong-dae aneh. Seung-hee mencoba melihatnya tapi tak boleh sampai akhirnya baju Jong-dae sobek. Seung-hee melihat perban terpasang didadanya.





Seung-hee mengecek nya. Dan tepat saat itulah Wan-ha datang. Seung-hee terkejut langsung mengangkat tangan. Hahaha.
***

2 Responses to "Sinopsis Unemployed Romance Episode 8-2"

  1. woah.. gak nyangka part 2 nya beneran muncul(?) :O

    ditunggu kelanjutannya ^^
    fighting!!

    ReplyDelete
  2. Sepertinya ada yang CLBK alias cinta lama belum kelar...He.he.he... Ditunngu episode berikutnya...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^