Sinopsis Unemployed Romance Episode 10-End



Seung Hee menatap Jong-dae yang tertidur pulas tanpa mengenakan baju. Apakah mereka bermalam bersama? Bagaimana dengan Wan Ha. Dengan berat hati Seung Hee meninggalkan Jong Dae sebelum ia terbangun.


Dalam bus, Seung Hee menatap cincin pemberian Wan Ha yang sudah tersemat di jarinya.
“Maafkan aku.” Ucapnya seraya melepas cincin tersebut.


Jong Dae terbangun dari tidur pulasnya. Dia terkejut melihat Seung Hee sudah tak ada di sampingnya lagi. ada sebuah note tertempel di sisi ranjang.
Aku pergi. Kita bicara nanti.


Jong Dae kembali ke rumah, Hyo Sang dan Gwang Pal juga baru bangun tidur. Gwang Pal memuji Jong Dae yang telah dewasa sekarang karena sudah menginap di rumah wanita, dia pasti Yeon Woo. Jong Dae masih diam seribu bahasa.
“Hei, itu bukan Yeon Woo? Lalu siapa? Tak mungkin Seung Hee, kan? Apa itu Seung Hee? Apa kau gila?”
Jong Dae masih diam.


Hyo Sang akan pura pura tak mendengarnya. Jangan sampai Wan Ha mengetahui. Gwang Pal menyuruhnya untuk mengatakan kalau dia benar-benar tak sadarkan diri dan melakukan hal itu.
“Aku memikirkan itu, Aku harus berkencan dengan Seung Hee lagi.” ucap Jong Dae serius.
Gwang Pal dan Hyo Sang makin tak habis pikir dengan Jong Dae. Gwang Pal kesal kalau sampai Wan Ha tahu maka Jong Dae akan mati. Tapi Jong Dae mengatakan kalau seberapapun ia berfikir hanya Seung Hee lah yang ia cintai.


Sama halnya dengan Jong Dae, Seung-hee pun mendapatkan omelan dari Kyung Hee. Dia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang Seung-hee lakukan pada Wan-ha. Dia sangat kesal dengan Jong Dae
Seung-hee membela Jong Dae karena mereka putus juga salah paham. Okeeh. Kyung Hee menerima hal itu tapi bagaimana dengan keduanya yang tak memiliki pekerjaan yang layak. Mereka tak mungkin melakukan hal tersebut dengan pekerjaan tersebut.
Seung-hee merasa Kyung Hee keterlaluan yang memandang hubungan hanya dari materi. Kyung Hee tahu kalau jaman sekarang banyak pasangan putus karena hal pekerjaan.

Seung Hee tertunduk bimbang, dia masih mencintai Jong Dae.
Kyung Hee semakin marah. Seung Hee tak memiliki usia yang muda lagi. Kyung Hee sendiri yang sudah menikah dengan suaminya sekarang tak memiliki uang. Kemana sekarang cintanya? Mereka selalu berdebat. Jadi Jong Dae tak pantas untuk Seung Hee.


Seon Joo menemui Jong Dae untuk meminta maaf. Dia sama sekali tak tahu, karenanya Jong Dae dan Seung-hee jadi putus. Seung Hee selalu menunggu Jong Dae waktu itu.
“Kenapa kau melakukan ini?”
Seon Joo hanya bisa meminta maaf.
“Apa Seung Hee tahu?”
Seon Joo mengangguk. Itulah sebabnya Seung Hee pergi setelah pertengkaran semalam.


Jong Dae dalam perjalanan, dia kembali teringat ucapan Seon Joo yang mengatakan kalau Seung-hee sepertinya masih menyukai Jong Dae. dia menyadarinya saat pertengkaran semalam. Semuanya hancur karenanya. Dia memohon agar Jong Dae menerima perasaan Seung-hee kembali.



Jong Dae mengunjungi ibunya dan bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi. Tiba-tiba Yeon Woo keluar dari kedai dan mengagetkan Jong Dae. Ibu memuji kecantikan Yeon Woo sehingga dia bisa mendapatkan banyak pelanggan. Ibu merasa kalau dia membutuhkan make up besok-besok.
Yeon Woo terlihat terus menggaruk tubuhnya. Jong Dae tanya apakah Yeon Woo sakit. Yeon Woo menyuruh Jong Dae jangan berisik karena dia makan kue beras padahal dia alergi. Dia tak tahu betapa enaknya kue beras.


Wan Ha mencoba menghubungi Seung Hee tapi tak aktiv. Dia galau sekarang, apalagi mengingat ketika Seung-hee mengecek dada Jong Dae yang sakit beberapa waktu lalu. Wan Ha memutuskan untuk menghubungi Jong Dae.


Wan Ha memukuli Jong Dae, dia amat marah padanya. Jong Dae hanyalah mengembalikan luka Seung-hee. Jong Dae sadar akan hal itu.
“Kalau begitu mundurlah! Jika kau menyadari itu, mundur sekarang! Jangan membuatnya bingung! Kau tak pernah membuat Seung Hee bahagia. Buatmu melakukan itu sekarang hanya sebagai lelucon ke Seung Hee. Apa yang kurasakan pada Seung Hee belum lah berubah. Mundurlah. Aku akan membuat Seung Hee bahagia sekarang.”
Wan Ha meninggalkan Jong Dae yang terus terdiam. Dia menyadari kalau ucapan Wan Ha memang ada benarnya.


Ibu beres-beres rumah. Dia menemukan bungkusan obat yang isinya begitu banyak. Dia melihat labelnya bernama Kim Geo Boo. Itu ayah. Ibu pun menghubungi apotek.


Seung Hee serius mengerjakan cerita dramanya. Ponselnya bergetar. Panggilan dari Jong Dae yang mengajaknya untuk bertemu. Seung Hee menolak, jangan sekarang karena dia ada di rumah kakaknya.
“Apa rumahnya masih di daejeon?”
Seung Hee membenarkan. Jong Dae akan segera kesana.


Wanita yang kasmaran. Tak biasanya, Seung-hee segera menata rambut dan berdandan. Tergambar jelas bagaimana Seung-hee masih menyayangi Jong Dae. memilih dan memilah baju yang akan ia kenakan.



Mereka berdua pun bertemu. Seung Hee bertanya apa yang Jong Dae akan katakan sehingga datang ketempatnya. Jong Dae ingin mengucapkan maaf karena apa yang mereka lakukan semalam adalah sebuah kesalahan.
Kesalahan? Bagi Seung-hee itu bukanlah kesalahan. Seberapapun ia berfikir, itu bukan lah kesalahan dan ia masih mencintai Jong Dae. tapi bagi Jong Dae tetaplah kesalahan. Dia kembali meminta maaf. Wan Ha adalah pria yang baik. Jangan lepaskan dia. Dia lebih pantas untuk Seung Hee.

Jong Dae berjalan pergi.
“Ada apa dengan kita? Kita tidak memiliki apapun ketika kita pertama kali bertemu. Tak ada yang berubah dari waktu itu. Jadi kenapa kita tidak bisa bersama sekarang?”
Jong Dae tak menggubris, menetapkan hati untuk meninggalkan Seung-hee.

Bukanlah hal yang mudah juga untuk Jong Dae. dia menangis. Dia rela melakukan hal apapun yang bisa membuat Seung Hee lebih baik. Tapi apakah meninggalkan Seung Hee akan membuatnya lebih bahagia?


Ayah pulang ke kedai, belum terlalu malam tapi toko sudah tutup. Ia bertanya pada ibu yang duduk termenung. Apa ada yang terjadi? Apa pemilik sewa meminta harga yang lebih tinggi?
“Jika aku memanggang setiap daging tanpamu Akankah aku bahagia? Jika kau tidak dioperasi dan menghemat uang. Apa aku akan bahagia dengan itu?”
Ayah meminta maaf menyadari akan ibu yang sudah mengetahui keadaanya. Ibu meminta ayah untuk hidup lebih lama. dia belum memberikan apapun untuknya. Jadi setidaknya hiduplah lebih lama. Dan kalaupun ia belum memberikan apapun untuk Jong Dae hiduplah lebih lama.

Ayah kembali meminta maaf dan memeluk ibu. Mereka sama-sama menangis, meskipun sering bertengkar dalam hati mereka tetaplah saling menyayangi dan mengasihi. Ibu menyuruh ayah untuk ke rumah sakit dan melakukan operasi.


Seon Joo duduk dengan tanpa semangat, rasa kehilangan akan Seung Hee pastinya. Walaupun dia kadang iri dengan Seung Hee bukan berarti dia benci kan?
Seung-hee kembali. Seon Joo segera bertanya kenapa dia tak menjawab panggilannya. Apa Seung Hee sengaja. Seung Hee dengan dingin mengatakan kalau dia akan pindah. Dia yakin Seok Joo akan nyaman kalau menggunakan kamarnya sendirian.

“Baiklah. Pergi! Apa kau pernah menganggapku sebagai teman?”
Seung hee tahu tapi dia sama sekali tak pernah mengabaikan Seon Joo apalagi menjelekkannya. Seon Joo menyadari kesalahannya pada Seung-hee. Dia hanya iri. Maafkan aku.
“Apa?” Seung Hee tak mengerti maksud iri Seon Joo.
“Jika kau punya pikiran, kau harusnya sadar. Aku yang pertama menyukai Jong Dae. Aku tidak sengaja melakukannya, tapi entah bagaimana aku tidak bisa mengatakan padanya. Dan aku tidak tahu itu kan berakhir seperti ini.”


Disaat Seon Joo sukses pun tak ada orang yang berbagi akan keberhasilannya. Kencan, tak pernah berjalan baik untuknya. Ini benar-benar membuat Seon Joo frustasi.
Seon Joo menumpahkan segala bebannya dan menangis di hadapan Seung Hee. Dia bukanlah wanita kejam yang kita bayangkan. Hanya gadis yang kurang kasih sayang. Kesuksesan tiadalah ber-arti ketika tak ada tempat berbagi.


Seung Hee meminta maaf pada Wan Ha karena tak menghubunginya. Bagi Wan Ha tak masalah sama sekali. Kalau saja tahu Seung Hee ada di Dae Jeon pasti dia sudah kesana. Seung Hee canggung, dia mengeluarkan cincin dari kantongnya. Wan Ha melihat hal itu langsung bertanya apakah Seung hee akan memula hubungan lagi dengan Jong Dae.
“Tidak.”
“Apa Kau membenciku?”
“Tidak juga.”
Bagi Wan Ha itu sudah cukup. Dia yang mulai menyukai Seung Hee jadi dia yang merasakan lebih dari pada Seung Hee. Maka dia akan berusaha lebih baik agar Seung Hee menyukainya. Dan juga, jangan Seung Hee mengembalikan hatinya pula. Wan Ha pun kembali memasangkan cincinnya untuk Seung Hee.

Ibu menyuruh Ayah jangan takut, dia dan Jong Dae yang akan mengurus semuanya. Ayah merasa bersalah membuat ibu dalam masalah yang sulit. Ibu tak masalah.
“Aku menyayangimu. Ja Ok.” Kakek tua aja masih tahu cinta. Hehehe.


“Ini salah.”
Ibu dan ayah kebingungan. Ternyata dokter salah dalam mendiagnosa. Itu bukanlah kanker tapi hanya tumor yang jinak. Ibu dan Ayah langsung kegirangan tapi sepersekian detik dia kembali ke watak asalnya. Ibu menyuruh ayah terjun pun dia tak akan masalah. Hahaha. Tadi aja nangis-nangis.
Ibu marah pada dokter yang selalu menakut-nakuti pasien dengan kematian. Dokter minta maaf, tapi tetap saja Ayah harus mengeceknya secara rutin.



Jong Dae senang menerima kabar dari ayahnya. Ayah mengatakan kalau ibu tertawa sangat lama tapi kembali mengomel padanya. Dia senang mendengar omelan ibu, dia merasa tak akan terjadi apapun.
Seon Tae datang lalu bertanya pada Jong Dae bagaimana kabar wanita yang di rekam marah-marah pada Jong Dae. sudah sangat lama tak nampak disana. Jong Dae tertunduk diam.


Jong Dae menghubungi Seung Hee karena tak lama datang ke pusat ketenagakerjaan. Seung Hee mengatakan kalau dia sudah mempunyai pekerjaan. Keduanya sama-sama dalam kecanggungan. Jong Dae menyuruh Seung Hee untuk datang mengambil hadiah karena telah mendapatkan pekerjaan. Seung Hee menolak.
“Kau tak bekerja serabutakan, kan?”
“Apa ada hubungannya denganmu?” tanya Seung Hee.
“Kau merasa seakan kau mencintai dirimu sendiri dan melalui masa sulit karena impianmu. Tapi aku suka melihatmu yang tidak lelah karena impianmu itu. Aku tidak tahu kenapa kau terlalu cepat mencari pekerjaan, Tapi jangan mudah menyerah untuk impianmu.”
Seung Hee menyuruh Jong Dae jangan pura-pura mengkhawatirkannya. Dia ingin mereka fokus pada kehidupan masing-masing. Seung Hee mengakhiri panggilannya.

Lain omongan lain hati. Keduanya sama-sama merasa sakit dengan perpisahan tersebut.


Jong Dae bertemu dengan Yeon Woo, keduanya masih terdiam. Yeon Woo mengajak Jong Dae untuk belajar keluar negeri. Ayahnya menolak ketika ingin pergi kesana untuk belajar fashion tapi kalau bersama Jong Dae ayah percaya. Ayahnya percaya pada Jong Dae karena hanya Jong Dae yang percaya diri menghadapinya.
“Yeon Woo. Kenapa kau menyukaiku?”
Yeon Woo sendiri tak mengerti kenapa bisa. Jong Dae bimbang.


Hyo Sang, Gwang pal dan Seon Joo mengunjungi tempat usaha ayah Gwang Pal. Seon Joo dan Gwang pal berdiskusi tentang usaha ayahnya tersebut. Seon Joo melihat sebuah bunga yang menarik, dia pergi meninggalkan Gwang Pal dan Hyo sang.
Hyo Sang kesal kenapa Gwang Pal tak mengatakan padanya kalau Jin Joo tak ikut. Gwang Pal hanya merasa kalau dia bersama dengan Hyo Sang ia jadi tampak lebih baik. Tapi dia berjanji bertanggung jawab penuh dengan hubungan Hyo Sang dan Jin Joo.



Hyo Sang, Gwang Pal, Jin Joo dan Seon Joo minum bersama. Mereka melakukan permainan dan Gwang Pal terus-terusan menangkap Jin Joo sebagai yang kalah.
Semuanya mabuk parah. Gwang Pal dan Seon Joo duduk bersender satu sama lain. Seon Joo tersadar segera pergi meninggalkan Gwang Pal. Jin Joo segera menggantikan posisi Seon Joo.

Jin Joo tersadar ketika Gwang Pal bertanya jam berapa sekarang. Jin Joo pun mengajak Gwang pal untuk pergi. Gwang Pal mengira kalau dia adalah Seon Joo dan menawarkan kalau dia yang akan menggendongnya.
“Seon Joo gundulmu.” Ucap Jin Joo. Hahaha. Gak sadar juga dia.


Wan Ha bertanya apakah Seung Hee ada acara akhir pekan. Dia akan mengajak Seung Hee ke Jeonju. Seung Hee tak memiliki acara tapi untuk apa ke Jeon Joo.
Ibunya ulang tahun, dia ingin mengajak Seung Hee menemuinya. Ibunya penasaran dengan Seung Hee karena Wan Ha mengatakan kalau dia memiliki seseorang yang ia cintai. Seung Hee terdiam. Sebenarnya dia tak begitu nyaman dengan hal tersebut.

Yeon Woo konsultasi untuk mengetahui sekolah fashion yang dekat dengan syracuse. Ada itu bernama FIT. Jong Dae ikut juga, lain halnya dengan Yeon Woo yang bersemangat. Jong Dae hanya meng-iya-kan saja apa yang Yeon Woo katakan.


Seung Hee kembali melanjutkan ceritanya Romansa Pemeriksaan Pengangguran. Dalam hatinya Seung Hee bertekad untuk memulainya kembali dari awal.
Musim semi berganti musim dingin. Seung Hee masih terus berkutat dengan pekerjaanya.


Kyung Hee mencatat segala keperluan untuk penikahan Seung Hee. Benar benar semangat, tetapi sayang sang calon pengantin hanya duduk diam melihat semua itu. Kyung Hee memuji Wan Ha yang baik dan mertua Seung Hee juga. Kyung Hee sadar juga dengan Seung Hee yang terus diam. Dia khawatir kalau Seung akan menikah dengan Jong Dae kalau seperti itu.
“tidak akan.”
Bagaimana mungkin, sedangkan dari wajahnya saja sudah kelihatan kalau Seung hee memikirkan hal lain. Seung Hee meyakinkan kakaknya kalau dia tak akan memikirkan Jong Dae dan akan melakukan yang terbaik nantinya.



Trio kita melakukan pesta keberhasilan Jong Dae yang akan pergi ke luar negeri segera. Gwang pal juga ingin punya istri seperti Yeon Woo. Ting....ting.... Ponsel Hyo Sang dan Gwang Pal berdering bersamaan. Hyo Sang heran kenapa undangan pernikahan sekarang menggunakan pesan.
“siapa” tanya Jong Dae. Gwang Pal menyikuti Hyo Sang agar jangan memberitahu Jong dae.
“Wan Ha.” Ucap Hyo Sang tak menggubris Gwang Pal.

Gwang Pal mengumpat Hyo Sang yang omongannya seperti kentut saja, tidak di jaga. Hyo Sang mengatakan kalau bisa saja Seung Hee dan Wan Ha bercerai jadi bisa dengan Jong Dae. Gwang Pal mencekik Hyo Sang, di dunia ini banyak wanita kenapa harus dengan Seung Hee lagi pula Jong Dae sudah dengan Yeon Woo.
Hyo Sang balas mencekik, tapi mereka saling mencintai. Keributan terhenti ketika bel rumah berbunyi.
“Siapa?”



Jin Joo menemui Gwang Pal untuk memberitahukan kalau dia hamil. Gwang Pal tak percaya hal itu. Jin Joo menunjukknya. Hyo Sang tak terima di khianati. Mereka pun saling kesal, sedang Jin Joo terus membela Gwang Pal.

Diluar, Jong Dae termenung sendiri. Dia memikirkan ucapan Gwang Pal yang mengatakan kalau Seung Hee akan hidup bahagia dengan Wan Ha dan Jong Dae dengan Yeon Woo. Tapi ia juga memikirkan ketika pengakuan Seung Hee mengenai perasaannya pada Jong Dae. ini sebuah hal yang sulit.




Tak ubahnya Jong Dae, Seung Hee pun dalam keadaan yang sama. Memikirkan ketika Jong Dae menangis di kedai dan menciumnya dan juga ketika Wan Ha meyakinkan untuk membuat Seung Hee bahagia.
Seung Hee menatap undangan pernikahannya yang sudah siap.



Jong Dae sudah bersiap berangkat ke syracuse. Seung Hee mengiriminya pesan kalau dia akan menikah. Wan Han mengundang Hyo Sang dan Gwang Pal jadi dia akan mengirimi Jong Dae pesan undangan.
Jong Dae berusaha tak mengacuhkan tapi bagaimanapun dia masih menyukai Seung Hee. Kilatan kenangan manis mereka kembali terngiang jelas dalam ingatan Jong Dae apalagi ketika Seung Hee mengungkapkan rasa cintanya pada Jong Dae masih ada sampai sekarang.
“Yeon Woo. Maafkan aku.” Ucap Jong Dae seraya meninggalkan Yeon Woo. Yeon Woo memanggil Jong Dae tapi itu tak mengubah keputusan Jong Dae menemui Seung Hee.




Seung Hee menerima sebuah panggilan. Dari Jong Dae yang menanyakan keberadaan Seung Hee. Dia akan menemui Seung Hee. Dia tak bisa pergi kemanapun tanpa Seung Hee.
Wan Ha melihat calon pengantinnya, dia tersipu malu melihat Seung Hee yang cantik berbalut gaun pengantin. Namun raut wajahnya segera berubah ketika menatap wajah gamang Seung Hee.




Jong Dae berlari menuju ke tempat penikahan Seung Hee.
The End

Wah sampai disini sajakah perjalanan drama ini? Benarkah? Seriusan? Ngambang banget. Aku juga awalnya ketipu loh. Ternyata itu ending dari drama Seung Hee. Bukan akhir dari ceritanya.







Itu hanyalah akhir dari cerita dalam drama Seung Hee. Semua memberi applause dengan akhir yang menakjubkan dari drama Seung Hee. Seung Hee mengatakan kalau semua itu berkat bantuan produser. President Kim mengajak Seung Hee untuk minum bersama. Tapi Seung Hee menolak. Suaminya pulang hari ini jadi dia akan menjemputnya ke bandara. Seung Hee meminta maaf tapi mungkin lain kali.




Seung Hee bergegas menuju bandara. Dia menunggu di suaminya di kerumunan. Dia tersenyum ketika melihat seorang pria membawa koper berjalan menuju kearahnya. Siapa suami Seung Hee?
Tak lain dan tak bukan adalah Jong Dae. mereka berdua saling berpandangan, melepas kerinduan mungkin setelah waktu yang lama.
“Menjadi miskin bukan tidak enak, itu sangat tidak enak. Masa depan tidak jelas, dan berkabut.” Batin Seung Hee.
Tapi tidak apa karena cinta kami akan menyinarinya.” Batin Jong Dae.

THE END
Meskipun sudah berakhir ada sedikit bonus dari penulis.


“Jika tidak apa-apa denganmu, bolehkah aku menghubungimu ketika aku ada masalah?” tanya Yeon Woo pada Wan Ha. Wan Ha memperbolehkan.
“Wan Ha oppa... Bisakah aku memanggilmu dengan panggilan itu?” tanyanya.
Wan Ha belum sempat menjawab, ada pesan yang memberitahukan kalau orang tersebut butuh bantuan Pengacara Song Wan Ha. Ini dari wanita, entah siapa dan Wan Ha tersenyum menerima pesannya.

Seon Joo duduk sendiri dirumahnya.


Gwang Pal mengajak anaknya jalan-jalan tapi anak itu terus menangis. Gwang Pal kesal dimana ibunya.
Jin Joo yaaa~


Jin Joo sendiri tengah bertemu dengan Hyo Sang, Jin Joo menyuruh Hyo Sang jangan menghubunginya lagi. dia takut kalau Gwang Pal tahu. Hyo Sang menyuruh Jin Joo untuk menceraikan Gwang Pal, dia akan merawat Joo Ah (anak Jin joo & Gwang Pal) dengan baik.
Jin Joo benar-benar bingung.

Toko ayah dan ibu Jong Dae sangat ramai sekarang. Inilah yang disebut dengan happy ending.

Komentar :
Puaskah dengan endingnya? Bagaimana? Setuju Seung Hee dengan Jong Dae?
Jujur awalnya aku tertipu dengan ending yang Jong Dae lagi lari untuk menemui Seung hee. Pikiranku langsung, endingnya gantung deh. Eh ternyata masih ada lanjutannya. Okedeh.
Meskipun dalam bayangan aku ending dalam drama Seung Hee, Seung Hee bersama dengan Jong Dae. jadi dalam fikiranku udah fix, suami Seung Hee di kehidupan nyata pasti Wan Ha. Wan Ha. Wan Ha.
Gak tahunya aku salah tebak lagi. suka dengan ending yang di buat menduga-duga. Kalo aku sih suka ending ini. Nggak gantung, tapi ya tergantung juga sih. Ada drama yang emang lebih cocok di buat nggantung dan kalao romance komedi sih cocoknya kek gini.

8 Responses to " Sinopsis Unemployed Romance Episode 10-End "

  1. hhh...ko gitu sih endingnya,emang g gantung sich, tp kyk ad yg kurang gitu. Makasih y dah diselesein sinopsisnya,wlpun g bgitu puas dgn endingnya tp q cukup puas dg penulisan sinopsisnya ,gomawo

    ReplyDelete
  2. Menjadi miskin bukan tidak enak, itu sangat tidak enak. Masa depan tidak jelas, dan berkabut.” Batin Seung Hee.
    “Tapi tidak apa karena cinta kami akan menyinarinya.” Batin Jong Dae.
    Makasih banyak uda mau buat sinopsis drama ini...

    ReplyDelete
  3. ah,terlalu menusuk2 endingnya. harusnya ma wa han.

    ReplyDelete
  4. Waaah....cerita yg mengesankan dan ending yang mengesankan pula. :)

    ReplyDelete
  5. Iya kirain real lifenya ma wan ha,, eh taunya jong dae,, spertinya korea sering bgt gagal move on dri cinta pertama,,, hahaa,,, gumawo writer nim!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^