Sinopsis A New Leaf Episode 7-2




Lee Ji Yoon tertunduk sedih menyadari masalahnya jadi semakin rumit. Meskipun begitu, Ji Yoon akan terus mendukung Seok Joo. Sang Tae datang dengan kesal. Dia heran kenapa harus Seok Joo yang melakukannya sedangkan masih ada jaksa dan pengacara lain. Sang Tae menyuruh Seok Joo untuk mencari kan pengacara baru saja dan membantunya. Kurasa itu cukup.
Tidak, ucap Ji Yoon. Kim Seok Joo menyadari sesuatu, dia merasa grup Sunghwa terlalu berlebihan dalam menganggap kasus ini. Sang Tae setuju. Seperti ada sesuatu yang ditutupi sehingga mereka bisa saja meminta pemercepatan kasus. Bagi perusahaan SungHwa, setelah mereka yakin siapa pelaku sebenarnya, mereka bisa membalas dendam tanpa mengandalkan sistem hukum. Lalu mereka tak akan berbuat apa-apa lagi.
“Sebagai rekan kerja, aku ingin membunuhmu, namun sebagai teman aku harus memahamimu. Brengsek berdarah dingin. aku harus menerima bahwa itu sifatmu.”




Sekarang Sang Tae berada dipihak Seok Joo. Karena Seok Joo telah melangkah sejauh ini maka cara satu-satunya untuk meredakan adalah dengan memenangkan kasusnya. Sang Tae ngeloyor pergi tapi Seok Joo memanggilnya. Entah apa maksud Seok Joo, dia memegangi lengan Sang Tae dan mengotak-atiknya seolah mainan.
“Hey Apa akhir-akhir ini kau kesepian? Rasanya cabul.”
Lol. Seok Joo mengernyit lalu segera melepaskan pegangannya pada Sang Tae. Sedang Ji Yoon yang memperhatikan hanya tersenyum.



Seok Joo memperhatikan bagan analisi kronologi pembunuhan Dong Hyeon yang sedang disusun oleh Ji Yoon.
Mulai dari Jung Hye Ryeong yang memasuki TKP lalu saksi yang sedang menelfon lewat. Hye Ryeong keluar dan Yoon Tae Young memasuki TKP.



Seok Joo sekarang mendengarkan rekaman telefon yang di berikan oleh tetangga Dong Hyeon. Di tengah-tengah pembicaraan tetangga Dong Hyeon dengan temannya terdengar suara seorang wanita yang berteriak-teriak meminta agar dia dilepaskan. Ji Yoon yakin itu suara yang dimaksud. Hasil pemeriksaan waktu dan suaranya cocok.
Seok Joo tahu. Mungkin suara tersebut menunjukkan mereka ada ditempat yang sama tapi belum tentu Hye Ryeong lah yang membunuhnya.



Ji Yoon menunjukkan kalau pengantar barang sampai 6 menit setelah terdengar suara wanita berteriak. Ji Yoon telah mencoba menganalisa dengan berlari sekencang mungkin kepersimpangan jalan paling tidak membutuhkan waktu 4 menit. Tapi dalam rekaman CCTV, Hye Ryeong hanya butuh waktu 2 menit. Itu menunjukkan ketidak cocokan waktu. Ji Yoon sendiri juga sudah memeriksa ketepatan jam CCTV dengan ponselnya.
Ditengah pembahasan mereka, Young Ah menelfon Seok Joo.




Seok Joo dan Young Ah pun bertemu dicafe. Sedangkan Ji Yoon memperhatikan mereka berdua. Young Ah merasa kalau Dong Hyeon adalah orang yang lemah. Apa bagusnya menjadi konglomerat kalau mati dalam situasi seperti ini. Seok Joo tanya apakah keadaan Young Ah baik-baik saja setelah melakukan operasi aborsi? Boleh kutanya anak siapa?
Young Ah berdecak ngeri dengan kongomerat, ke rumah teman saja bisa tahu. Pacarnya ingin mempertahankan kandungan Young Ah dan ingin hidup bersama. Tapi itu seperti sebuah harapan semu. Manager Kim datang lalu menawarkan uang. Dia meminta 10 juta dan langsung mendapatkannya. Mereka tak melakukan tes DNA jadi tak tahu ayah siapa anak dalam kandungannya. Semua orang menganggap kalau konglomerat menghabiskan uang untuk gila-gilaan tapi pada kenyataanya mereka tak akan mengeluarkan uang kalau tak ada alasan yang bagus. Young Ah mendengar kalau Hye Ryeong mendapatkan uang yang banyak dalam kasusnya, tapi dalam kasus Young Ah tubuhnya telah rusak karena aborsi. Dia tak bisa bekerja dan rugi.



“Kau belum mendapat kabar darinya?”
Young Ah sudah seminggu tak berhubungan dengannya. Seok Joo meminta Young Ah untuk hadir ke persidangan menjadi saksi karena pacarnya terekam dalam CCTV disaat kematian Dong Hyeong. Young Ah jelas marah, mana mungkin dia bersaksi untuk mengatakan kalau pacarnya adalah tersangka. Dia pun segera berbenah untuk pergi karena menganggap hanya membuang-buang waktu. Seok Joo mengeluarkan alat perekam yang ia nyalakan sedari tadi.
Young Ah semakin kesal merasa dikelabui oleh Seok Joo. Ji Yoon yang memperhatikan tak suka dengan cara Seok Joo lalu meminta maaf pada Young Ah. Seok Joo bersikeras, kalaupun Young Ah tidak hadir untuk menjadi saksi tapi bukti kehamilannya akan di munculkan. Kau akan menerima panggilan secara tertulis.
Young Ah pun pergi.



Ji Yoon kesal dengan sikap Seok Joo.  Young Ah telah menghubungi Seok Joo dengan maksud baik tapi kenapa dia membalasnya dengan hal semacam itu. Bagi Seok Joo, itu bukanlah masalah karena tak melanggar hukum. Ji Yoon tahu itu tapi bukan masalah melanggar hukum atau tidak, ini masalah harga diri. Siapa yang suka direkam? Aku juga tidak akan mau bersaksi!
“Benar. Kau hanya intern. Maksudmu, kau akan mempercayakan nasib seseorang pada perasaan orang lain?”
Ji Yoon menegaskan lagi kalau semua ini masalah perasaan. Ji Yoon pergi karena Seok Joo memanglah selalu begitu.



Hakim Jeon Ji Won ikut dalam persidangan kali ini, kehadirannya sedikit membuat Ji Yoon terkejut.
Ada pergantian susunan hakim maka mereka akan memperbaharui penyataanya. Saksi dipanggil. Hanya ada Hak Tae dan tetangga Dong Hyeon (An Joon Suk) tanpa adanya kehadiran Yoon Tae Young. Para saksi pun mulai melakukan sumpah untuk mengatakan hal yang sebenar-benarnya.




“Pada hari kejadian, sekitar pukul 4 sore, anda ke tempat kejadian, Kyungin House. Benar?”
Hye Ryeong membenarkan tapi ketika ditanya apakah Hye Ryeong bercekcok dengan suara yang keras, Hye Ryeong menolaknya. Woo Gyeong menunjukkan hasil pemeriksaan kecocokan suara Hye Ryeong dengan suara yang terekam di ponsel An Joon Suk memiliki kemiripan 98%.
“Anda berkelahi secara fisik dengan Park Dong Hyeon, benar?”
Hye Ryeong menolak. Woo Gyeong pun menunjukkan bukti foto luka bekas kuku pada tangan Hye Ryeong dan juga hasil DNA yang ada di kuku Dong Hyeon.



“Anda mendengar Park Dong Hyeon dan mencoba menerobos keluar rumah, benar?” tanya Seok Joo. Hye Ryeong membenarkan.
“Dan Park Dong Hyeon menarik paksa tangan anda dari belakang, benar?”
Hye Ryeong kembali membenarkan. Seok Joo pun akan mendemonstrasikannya dengan Ji Yoon.




Seok Joo memperagakannya dengan menggunakan tinta agar bekasnya telihat jelas. Kalau semisal Hye Ryeong berniat membunuh Dong Hyeon lalu mengancamnya maka Dong Hyeon mencoba membela diri dengan memegang kedua belah tangan Hye Ryeong. Jadi akan tertinggal bekas luka di bagian dalam lengan Hye Ryeong. Namun di foto luka hanya terdapat di lengan kanan Hye Ryeong saja.
Dibanding dengan pengakuan Hye Ryeong yang mengaku berusaha kabur lalu berniat menuju pintu dan Dong Hyeon menariknya secara paksa maka akan sangat wajar lukanya terdapat di lengan kanan. Memang bukan tidak mungkin, tapi kecil kemungkinannya.
“Park Dong Hyeon mungkin menggunakan tangan kirinya.” Sela Woo Gyeong.
Seok Joo kemudian menunjukkan hasil pemeriksaan kalau DNA hanya terdapat di tangan sebelah kanan. Semua orang sekarang mulai berfikir dengan penjelasan Seok Joo yang benar-benar masuk akal.




Seok Joo sekarang mengarahkan pertanyaanya untuk Hak Tae tentang pacar Yoon Tae Young (Seorang yang tertangkap rekaman CCTV).  dia yang mengetahui kehamilan Young Ah (Pacar Yoon Tae Young) dan memberikan uang 30 juta lalu menyuruh untuk aborsi. Hak Tae terdiam sampai hakim menyuruhnya untuk menjawab. Hak Tae pun membenarkan. Hakim Jeon Ji Won meminta izin untuk mengajukan pertanyaan.
“Kenapa anda memintanya menggugurkan anak orang lain dan memberinya uang sebanyak itu?”
Hak Tae beralasan kalau mereka memberikan uang 30 juta untuk Young Ah yang tak bisa bekerja karena operasi, bukan untuk menggugurkan kandungannya.
“Kenapa anda perlu membantu biaya hidupnya karena tidak bisa bekerja dan menggugurkan anak Yoon Tae Young?”
Hak Tae menganggap kalau hal seperti itu seolah biasa untuk seorang direktur seperti Dong Hyeon. Bahkan untuk Hye Ryeong, Dong Hyeon mengeluarkan uang sebanyak 10 juta perbulan.



“Anda adalah Kepala Sekretaris Park Dong Hyeon dan menangani kehidupan pribadinya, benar? Jika ada masalah dan ada wanita yang mengaku mengandung anak Park Dong Hyeon, anak tersebut akan memililki hak waris, dan itu sebabnya anda harus memastikan hal seperti itu tidak terjadi. Benar?”
Hak Tae panik dan masih terdiam. Hakim meminta Hak Tae untuk menjawabnya. Dia pun meng-iyakan. Seok Joo membuatkan kesimpulan kalau sampai Hak Tae tak bisa mengatasi masalah wanita Dong Hyeon maka dia harus mengundurkan diri atau di pecat. Ini cukuplah beralasan untuk Hak Tae berpura-pura tak mengenal Yoon Tae Young yang terekam dalam kamera CCTV.





“Menurut pernyataan Yoon Tae Young pada Jaksa, dia bekerja pada perusahaan tersebut selama sebulan, dan perusahaan menyerahkan dokumen untuk memastikannya, namun dia mulai bekerja di lingkungan rumah Park Dong Hyeon 3 hari sebelum kejadian. Dan dia berhenti setelah kejadian.” Ungkap Ji Won.
Seok Joo membenarkan. Semua kemera CCTV perusahaan jasa pengiriman rusak tapi kamera di jalan perusahaan tidak dan menunjukkan kalau Tae Young tidaklah bekerja selama itu. Hakim memutuskan untuk memanggil saksi Yoon Tae Young. Woo Gyeong menolak karena dia bukanlah saksi langsung.
“Dia bukan saksi secara langsung, tapi saksi bisa membantu untuk mengetahui motif pembunuh atau situasi keuangannya. Mohon panggil saksinya.” Pinta Seok Joo.


Ji Yoon membangga-banggakan Hakim Jun Ji Won yang memiliki pertanyaan yang cerdas. Hehe. Seok Joo tahu tapi tak semua hakim terlibat dalam kasusnya. Ji Yoon bertanya bagaimana dengan Suh Young Ah, bagaimana kalau dia menghilang?
“Kupikir intern akan membujuknya dengan hati yang sungguh-sungguh.” Sindir Seok Joo.
Ji Yoon tak yakin setelah Seok Joo memperlakukan Young Ah dengan tak sopan. Seok Joo melengos pergi seraya tersenyum, toh Young Ah bukanlah saksi yang penting.





Seseorang tengah memata-matai Hak Tae yang menjemput Suh Young Ah lalu melaporkannya pada Seok Joo.
Seok Joo segera menghubungi Hak Tae, dia menyidirnya dengan mengatakan kalau begitu aneh ketika mengetahui seorang saksi jaksa menemui saksi dari terdakwa. Hak Tae langsung celingukan mencari mata-mata Seok Joo. Dia beralasan kalau Young Ah khawatir dengan pacarnya yang tak menghubungi, jadi dia menemui Young Ah. Aku mohon kau mengerti.



Ji Yoon dan Seok Joo tengah mencari bukti lagi di rumah Dong Hyeon. Ji Yoon yang kelelahan duduk di sofa namun tak sengaja menduduki remote tv. TV menyala dengan suara yang keras dan mengejutkannya. Seok Joo menyadari sesuatu, dia menyuruh Ji Yoon untuk masuk ke kamar lalu mengunci pintunya.
Seok Joo pun menyalakan lagi TV tersebut. Ji Yoon belum mendengar suaranya. Seok Joo menaikkan lagi volume TV dan Ji Yoon akhirnya mendengar suara TV tersebut. Seok Joo segera memerintahkan Ji Yoon untuk menghubungi saluran televisi seluruhnya dan menanyakan semua jadwal penayangan.


Young Ah bertanya pada Hak Tae mengenai keberadaan Tae Young. Dia mendengar kalau Hak Tae bisa menghubunginya. Hak Tae mengatakan kalau dia tak bisa menghubungi karena kalau sampai Tae Young menyalakan ponsel maka polisi akan mengetahui posisinya. Dia akan disalahkan. Apa tidak apa-apa?



Ji Yoon mulai menghubungi semua saluran televisi untuk menanyakan acara yang tayang antara pukul jam 3 sampai 4 sore.
Seok Joo kembali mengira-ira, acara yang tayang pukul 15:58 sampai dengan 16:07, saat dimana pelaku terekam CCTV.


Seok Joo kembali menemui Young Ah yang sekarang merasa risih karena terus diawasi. Seok Joo tahu kalau Young Ah belumlah bisa mendapatkan informasi mengenai Tae Young. Meski Jung Hye Ryeong masuk penjara, apa kau pikir kau akan bebas dari kecurigaan? Kau tahu ada kemungkinan Yoon Tae Young tidak akan kembali dalam keadaan hidup. Sekarang, kau mungkin berpikir tidak mengatakan kebenaran lebih baik bagimu. Namun, seiring waktu berlalu, akan ada saat kau sadar kau seharusnya tidak melakukan ini.
Kau tahu apa?!


Seok Joo terdiam. Dia mengatakan kalau dia sudah pernah mengalaminya. Dia menganggap telah menghindari neraka kecil tapi malah membuat neraka yang lebih besar. Young Ah mungkin bisa datang ke persidangan, tapi apa Seok Joo berfikir kalau dia akan bersaksi. Seok Joo mengingatkan kalau Young Ah menjadi saksi maka dia akan aman. Ketika Young Ah memegang apa yang mereka inginkan maka Young Ah akan melindunginya.
Seok Joo pun pergi.




Dengan tangan yang berisi parsel, Seok Joo menjenguk ayahnya namun ia tengah tertidur. Seok Joo memutuskan untuk membaca berkas-berkasnya. Ayah terbangun mendengar suara bising karena gesekan kertas Seok Joo. Seok Joo menyadari kalau Ayah sudah terbangun, dia mengatakan kalau dia membawakan makanan yang tak terlalu manis sekarang. Ayah menyuruh Seok Joo jangan datang kalau sedang sibuk. Seok Joo mengaku kalau dia tengah tak sibuk.
“Kenapa kau tiba-tiba tak sibuk?”
“Aku mengurangi pekerjaanku.”
Ayah mengatakan kalau dia ingin kembali istirahat. Seok Joo mengerti, dia pun pamit pergi dan menyuruh ayahnya istirahat. Kalau sampai ingin makan sesuatu, maka hubungi dia saja.




Kepersidangan kembali, Seok Joo menunjukkan kalau suara Jung Hye Ryeong yang terdengar dalam rekaman suara tetangga Dong Hyeon berasal dari drama yang tayang pada saat kejadian. Jadi dapat dipastikan suara tersebut akan cocok dengan suara yang terdapat dalam rekaman. Seok Joo pun menunjukkan jadwal penayangan TV sebagai bukti.
“Meski demikian, pada saat suara terdengar, satu-satunya orang di TKP adalah terdakwa.”
Tapi menurut Jaksa waktu tersebut adalah waktu dimana terdakwa kembali kerumah. Tapi ternyata waktu di CCTV tidak sesuai dengan waktu seharusnya. Dalam kasus kamera CCTV pribadi, sering terjadi perbedaan waktu karena kurangnya pemeliharaan. Karena adanya hari libur, CCTV tersebut baru diperbaiki beberapa hari yang lalu. dan ditemukan perbedaan waktu selama 8 menit.


Cha Young Woo hadir juga kesana menyaksikan persidangan Seok Joo.
“Apakah Jaksa tidak memeriksa masalah ini selama penyelidikan?” tanya Jun Ji Won.
Woo Gyeong tak memeriksa karena bukti mengarah pada Hye Ryeong sudah sangat kuat. Seok Joo pun membetulkan catatan waktu yang seharusnya dan menyatakan kalau orang yang berada di tempat Dong Hyeon saat drama tersebut diputar sebenarnya bukanlah Hye Ryeong melainkan saksi jaksa, Yoon Tae Young.
“Yoon Tae Young tidak hadir hari ini. Karena dia saksi penting, periksa lagi alamatnya dan cari dimana dia. Apa saksi terdakwa hadir?” tanya Hakim. Seok Joo hampir mengatakan ketidak hadiran Young Ah tapi tiba-tiba dia muncul di balik pintu.




Hak Tae mulai panik melihat kedatangan Suh Young Ah, namun keadaan itu berbanding terbalik dengan Seok Joo yang tampak tersenyum.


“Kepala Sekretaris Kim Hak Tae mengetahui mengenai kehamilanmu dan menyarankan menggugurkan, benar?  Yoon Tae Young meminta uang lagi, benar?”
Young Ah membenarkan. Yoon Tae Young merasa begitu marah karena meskipun Dong Hyeon anak konglomerat tapi tidak punya hak meminta menggunggurkan anak orang. Tae Young mengancam akan mengungkapkannya ke publik. Tapi sebelumnya ia bertemu dengan Hak Tae.
“Apakah dia menerima uangnya?”
Tidak. Padahal Tae Young sudah menandatangani kontrak real estate dengan mengandalkan uang yang dijanjikan oleh Hak Tae. Namun uangnya tak ada, maka diapun kehilangan semuanya.
“Apakah Yoon Tae Young bertemu lagi dengan Kepala Sekretaris setelah itu?”
Ya. Tapi dia begitu marah karena merasa tak ditanggapi. Hingga Yoon Tae Young berniat menemui Park Dong Hyeon.


Hakim memutuskan kalau bukti tidakah lagi terlalu kuat untuk membuat Hye Ryeong membuktikan. Ada tersangka baru yang ditemukan di TKP dan memiliki motif yang lebih kuat. Hakim meminta Jaksa untuk menyelidiki kasus dengan lebih mendalam.
Sidang selesai.



Semua orang mulai silih berganti meninggalkan ruang sidang. Ada Hye Ryeong, Jaksa Lee, Seok Joo dan Ji Yoon yang tampak senang dengan keputusan sidang kali ini. Hye Ryeong tampak meneteskan air mata, dia sepertinya begitu lega sekarang karena situasi tak lagi memojokkannya.




Jaksa Lee menemui Seok Joo selepas sidang, dia mengucapkan rasa terimakasihnya dan menanyakan motif Seok Joo membantu Hye Ryeong. Seok Joo bertanya, bukankah sudah cukup dengan menang?
Jaksa Lee memang tidak seharusnya menanyakan itu, tapi dia merasa senang ketika dia dengan sepenuh hati ingin membantu tapi tak bisa. Namun Seok Joo bisa membantunya. Jaksa Lee mengulurkan tangan untuk menjabatnya, Seok Joo pun membalas uluran tersebut.
“Selamat telah menjadi manusia.”



Ji Yoon yang keluar dari sidang juga mengucapkan selamat atas kemenangan kasus Seok Joo. Dia akan menemui Jaksa Lee sebentar. Seok Joo mengijinkannya bahkan membiarkannya libur hari ini. Ji Yoon pun berjanji untuk membelikan ayam.
***



Seorang wanita berjalan menuju keruangan Seok Joo. Dia melihat Seok Joo yang keluar dari ruangannya. Wanita tersebut cucu presdir Gwon, Yoo Jung Sun menatap Seok Joo dengan intens. Seok Joo yang tak tahu hanya berlalu meninggalkannya. CEO Cha menempel pada Seok Joo untuk membisikkan kalau dia adalah tunangan Seok Joo.





Seok Joo menatap Jung Seon dengan bingung. CEO Cha bertanya apa yang membawa Jung Sun kemari. Jung Sun mengatakan kalau dia telah menelfon Seok Joo berulang kali tapi tak ada jawaban. Dia pikir terjadi sesuatu pada Seok Joo. CEO Cha mencoba menjelaskan kalau Seok Joo sekarang tengah banyak menerima telfon dari wartawan. Seok Joo tergagap mengecek ponselnya.
Seok Joo yang kebingungan memutuskan untuk permisi ke toilet. CEO Cha yang akan menemani Jung Sun dulu.

KOMENTAR :
Haduh.. lucu sama scene terakhir. Berasa gimana gitu. Penasaran gila sama hubungan mereka, pasti banya alasan yang terselubung deh.. Masa udah gak ketemu berbulan-bulan kek gitu Jung Sun juga gak manja-manja. Panggil manja kek, oppa~~~


Eeh dingin aja. Haduh sekarang jatuh hati sama Jung Sun deh aku. Padahal gak tahu kenapa. Berasa selalu suka sama second lead terus, dari jaman Who Are You sukanya sama Hyung Joon. Unemployed Romance sama Wan Ha. Gap Dong sama Tae Oh. Nah sekarang sama Jung Sun + Ji Won. Haaweeuh, gue emang suka kasian sama orang-orang yang teraniaya sih. Kekekeke...
Huuuh, di tengah sedikit bosan menanti ANL, aku lupa karena terselingi oleh Gap Dong. Ternyata ada asiknya juga yah bikin sinop ganda, kalo lagi bosen ini buat yang itu. Gonta-ganti jadi lebih asieek..

5 Responses to "Sinopsis A New Leaf Episode 7-2 "

  1. Wah, Puji lembur ternyata... hhii
    Setelah baca sinopsisnya, yang membuatku geli justru komentar dari penulisnya.. hhii

    Terima kasih Puji..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya nih mba, udah telat pake banget. takut mba udah bosen nunggu buat posting ANL epi 8 ^^

      Delete
  2. Jd semakin menarik klo diselipin komentar2 pribadi...

    ReplyDelete
  3. Semangat ya nulis y n makash sin0psis y,tp k0 knp sin0p ep.8 dkunci?:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini karena blog mba NanaNina pindah. kamu ke indeks sinopsis di blog ini aja. nanti link segera aku perbaiki.

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^