Sinopsis A New Leaf Episode 1-2





CEO Cha, Ketua Tim Kang dan dua staff lainnya tengah berkumpul, mereka sedang menelfon seseorang. Ketua Tim Kang heran bagaimana bisa orang itu memberikan surat penahan padahal mereka saling kenal dan diapun tak mungkin lari. Si penelfon mengatakan dia akan mendapatkan buktinya dalam 2 hari.
Panggilan telah diakhiri, CEO Cha merasa kalau orang tersebut seperti menyatakan perang. Ketua Tim Kang kesal karena masalah itu bukanlah masalah pembunuhan. CEO Cha menyuruh agar melakukan segala sesuatu dengan bukti, temukan. CEO Cha bertanya siapa yang bertanggung jawab dalam mengatasi surat penahanan.




Salah satu staff mengajukan diri. Lalu staff tadi sigap menunjukkan profil seseorang, dia adalah Shim Myung Chol. CEO Cha bertanya apakah ada yang dekat dengan Shim Myung Chol. Staff menjawab kalau itu adalah Kim Ji Woo, mantan koleganya. CEO Cha memerintahkan untuk mengirim Ji Woo.
Ketua Tim Kang mengatakan kalau Myung Chol pernah bekerja disana dan mendapat pemecatan. Ketua Tim Kang tak menyangka kalau dia akan memberikan surat penangkapan atas dasar balas dendam. Mereka tahu dimana dia tinggal jadi dia tak mungkin menghilangkan buktinya.



CEO Cha menghubungi Park Ki Cheol untuk meminta maaf, sepertinya CEO Cha berniat menolak kasus Ki Cheol. Ki Cheol akan menuju ke kantor CEO Cha dan mengajaknya makan malam. CEO Cha menolak, dia tak bisa. Tapi Ki Cheol tak memperdulikan itu, dia tetap akan kesana.



CEO Cha bersama seseorang menemui Ki Cheol untuk makan malam, CEO Cha meminta maaf karena surat perintah penangkapan akan turun dalam 2 hari. Ki Cheol tak mempermasalahkan, karena Jaksa yang baik akan membuat Korea Kuat. Ki Chul memperkenalkan diri pada pengacara Kang. Ki Cheol menyuruhnya jangan terlalu rendah hati, karena dia akan segera menjadi menteri. CEO Cha memberitahu kalau candidat Kim juga kuat.
“Semua orang memiliki kerukaran. Itulah kenapa aku menemui kalian.” Ki Cheol memanggil seseorang, dia membawakan sebuah map lalu menyodorannya pada CEO Cha.



Ji Yoon sedang berjalan dikantor, dia terkejut mendengar suara seseorang yang dia rasa mengenalnya. Ji Yoon mengintip, benar saja dia adalah orang yang di temuinya di pesta Mi Ri. Seok Joo. Ji Yoon terkejut dan berpegangan pada dinding kaca. Tak sengaja, dompet yang di pegangnya terjatuh. Seon Tae mendengar suara jatuhnya dompet Ji Yoon, haloo. Ji Yoon segera memungut dompetnya seraya memalingk wajah.
“Ya saya dengar. Saya akan bekerja keras. Terimakasih.”
Seok Joo melihat punggung Ji Yoon sekilas, tak mengenali. Ia pun pergi bersama Seon Tae.


“Oh My God.”
Ji Yoon masih terkejut, ternyata dia sekantor Seok Joo. Ji Yoon langsung pergi.




Ji Yoon segera bertanya pada Mi Ri, siapa sebenarnya orang yang datang ke pernikahan Mi Ri. Mi Ri tak menyebutkan namanya, hanya saja dia orang yang teliti dan tanpa ampun. Ji Yoon tanya bagaimana mereka bisa memiliki hubungan. Ji Yoon tak menjawabnya, hanya mengirimi Ji Yoon emoticon sedih.
Ji Yoon menghela nafas lalu meyakinkan diri, dia sudah bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaanya.
“Fighting.”
***




Kembali ke makan malam CEO Cha, isi map yang diberikan oleh Ki Cheol berisi foto-foto pengacara Kim bersama dengan anak haramnya. Ki Cheol yakin dengan adanya foto-foto tersebut maka akan menyelesaikan masalahnya. Ki Cheol mengakui dengan malu kalau dia melakukan semuanya karena bagaimanapun Park Dong Hyeon adalah putranya.
CEO Cha mengatakan kalau Jaksa bisa di rubah ketika Kang menjadi Menteri Kehakiman.
“Jaksa bisa di ubah ketika Pengacara Kang menjadi menteri Kehakiman.



Ki Cheol meminta kalau kasus Dong Hyeon tersebut untuk di tangani Kim Seok Joo. CEO Cha menyarankan pada Ki Cheol untuk memilih dari pihak penuntu saja pasti akan lebih berguna karena Seok Joo tidak ahli dalam kasus semacam ini. Ki Cheol tetap memintanya karena bagaimanapun Dong Hyeon yang meminta Seok Joo yang menangani. Ki Cheol kembali mengajak minum.
CEO Cha dalam diamnya, tampak memikirkan sesuatu.
***



Ji Yoon menatap layar komputernya, sepetinya dia tengah memikirkan pertanyaan yang di ajukan Seon Tae tadi pagi. Ji Yoon belum mendapatkan jawaban dari soal tersebut.



Ji Yoon menunggu lift terbuka, suara Seok Joo mengejutkan Ji Yoon. Ji Yoon menyadari kehadiran Seok Joo segera masuk kedalam lift sebelum dia mendekat lalu menekan tombol lift’nya. Pintu lift akan tertutup, Karyawan Seok Joo yang memakai kacamata mencoba menghentikan pintu tertutup tapi terlambat, pintu lift tertutup. Ji Yoon langsung menghembuskan nafas lega.
Karyawan Seok Joo mengatakan kalau rumor sudah menyebar, tentang satu lift bersama Seok Joo. Apabila memang tak memiliki keyakinan maka mereka jangan sampai satu lift dengan Seok Joo. Atau ketika mereka salah dalam berbicara maka akan di pindah tugaskan.
Seok Joo sama sekali tak ambil pusing sepertinya.


Ji Yoon membeli minuman di sebuah toko, ketika dia telah membayar. Ji Yoon bertanya pada penjaga toko, apakah anda sibuk?


Ji Yoon menunjukkan contoh kontrak yang tak adil, dia bertanya apakah kontrak seperti itu memang berlaku di sekitar toko. Penjaga Toko membenarkan karena bisnis berjalan begitu lambat, maka mereka harus tetap membuka tokonya sampai malam hari tanpa pergantian. Ji Yoon tanya apakah Penjaga tersebut berjaga siang malam. Penjaga tak melakukan al tersebut, karena dia melakukan pergantian dengan istrinya. Dia akan tidur di malam hari ketika istrinya menggantikan.



Penjaga Toko mimisan, Ji Yoon segera mengambilkan tisu untuknya. Penjaga Toko bertanya apakah Ji Yoon akan mewawancarai setiap pekerja di sekitar sini. Ji Yoon membenarkan karena itu akan sedikit membuat peningkatan apabila mendengarkan setiap permasalahan mereka. Penjaga Toko merasa itu hal yang baik tapi pasti akan sulit.
Ji Yoon akan tetap bekerja keras, semangat!
***




Seok Joo tengah membaca catatan di tabletnya, dia bertanya siapa yang menemukan bukti itu. Seon Tae mengatakan kalau itu dari karyawan magang. Seon Tae meminta pendapat Seok Joo.
Bawahan Seok Joo merasa tak terlalu yakin, karena yang ditulis oleh karyawan itu tak mengandung bukti. Menurut Seok Joo semua ini karena Kontrak yang tak masuk akal sehingga tidak peduli kalau tak ada bukti kematian tapi semua itu adalah masalah. Seok Joo akan membuat harganya turun. Dia lalu memerintahkan Seon Tae untuk membawa karyawan magang tersebut menemui Seok Joo.
***


Ji Yoon sedang dalam perjalanan, dia menerima sebuah panggilan yang langsung membuatnya terkejut. Dia disuruh untuk menemui pengacar Kim Seok Joo di kantornya. Ji Yoon meng-iya-kan dengan takut. Dia bingung akan apa yang harus ia lakukan.
***



Seok Joo menunggu kedatangan karyawan magangnya, tapi belum kunjung datang. Seon Tae mondar mandir, di bingung kenapa karyawan itu belum berangkat. Seorang karyawan masuk keruangan Seok Joo, meeting sudah akan dilakukan.
Seok Joo memerintahkan agar memberitahukan pada Karyawan magang tersebut untuk menambahkan bagian tentang toko dan datang keruang meeting.



Seok Joo berpapasan deng CEO Cha yang mengajak untuk berbicara diruangannya.
CEO Cha menyuruh Seok Joo untuk mengambil kasus Dong Hyeon. Seok Joo menolak dengan alasan dia belum berpengalaman lagipula bukannya Departemen Kementrian Kang yang akan mengambil alih. CEO Cha memberitahu kalau pihak Park Ki Cheol tetap bersikeras. Seok Joo merasa akan sulit karena Surat penahanan akan segera turun besok.
“Dimana Tn. Park Ki Cheol?”
CEO Cha mengatakan kalau dia akan bergabung dengan mereka setelah meeting. Dia akan memberikan sebuat tim untuk Seok Joo, dan Seok Joo yang akan mengontrolnya. Mereka akan melakukan pertemuan setelah Meeting.



Ji Yoon sampai di depan ruangan Seok Joo dengan was-was tapi langsung heran saat tahu kalau Seok Joo sudah tak ada di sana. Karyawan Seok Joo menegur Ji Yoon dan menyampaikan pesan Seok Joo yang menyuruh Ji Yoon untuk mengambil bagian dalam masalah toko dan datang ke ruang meeting.
Ji Yoon tersenyum, dia senang karena masih bisa menghindar dari Seok Joo.



“Kita akan menyesuaikan harganya. Itu akan di jumlah dalam won bukan dollar.” Jelas Seok Joo.
Seorang pengusaha asing menolak dengan alasan nilai tukar won tidaklah stabil.
“Itulah kenapa mereka tak melakukan deposit sekarang. Ada waktu satu minggu untuk melakukan deposit. Pekerja Toko China melakukan pergiliran kerja. Selama itulah mereka keadaan akan berubah, nilai tukar juga akan berubah. Jadi akan lebih dari 6 juta.”
Seok Joo menunjukkan hasil mengenai potensi resikonya. Pengusaha Asing meminta mereka menerangkan lebih detail. Seok Joo memerintahkan untuk menelfon karyawan magangnya, yang tak lain adalah Ji Yoon.



Seok Joo menghubungi Ji Yoon, dia bertanya apakah materinya sudah siap. Ji Yoon hanya menerjemahkannya, perlukah dia membawa keruang rapat. Seok Joo menyuruh untuk melakukan lewat telfon saja dan gunakan bahasa inggris. Ji Yoon agak ragu, tapi melakukan saja perintah tersebut.
“Menurut perjanjian waralaba, hak monopoli tidak di izinkan menghentikan kontrak lebih awal dalam keadaan apapun. Mereka benar-benar di wajibkan untuk menjalankan bisnisnya sampai akhir sewa meskipun itu menguntungkan ataupun tidak. Kerugian menumpuk sampai-sampai mereka tidak mampu untuk membayar gaji.  Tidak ada pilihan lain selain bekerja siang malam selama 24 jam dalam seminggu.”
Seok Joo merasa sudah cukup dan menghentikan Ji Yoon. Seon Tae memuji pengucapan bahasa inggris nya yang bagus.




Ji Yoon mengatakan sesuatu pada Seok Joo dengan pelan tapi di dalam ruang rapat suara Ji Yoon masih tersengar dengan begitu jelas. Ji Yoon ingin mengatakan sesuatu.
“Apa itu?”
“Aku akan mengembalikan jam’mu yang tertinggal di rumahku.”
“Jam apa?”
“Jam Yang kau tinggalkan ketika malam pernikahan Mi Ri.” Jelas Ji Yoon. Seok Joo mengingatnya, ketika dia pergi ke toilet Ji Yoon dia mencuci jas hingga ia harus melepas jam tangannya.



Seok Joo memutuskan panggilannya dengan kasar, semua yang ada di ruang rapat memperhatikan Seok Joo. Ada beberapa yang heran dan ada juga yang menahan tawanya.
Ketua Tim Kang meminta maaf, mencoba mengalihkan perhatian. Dia rasa kalau karyawan magang tersebut tak mengetahui mereka ada dalam rapat.
“Urus wanitamu seperti kau mengurus para klien.” Saran Ketua Tim Kang pada Seok Joo.



Seok Joo bergegas keluar ruang rapat menemui para karyawan magang. Dia bertanya dengan marah, siapa yang mengangkat telfonnya. Tak ada yang melakukannya disana.
“Dimana Lee Ji Yoon?”
Ji Yoon keluar dari balik rak buku lalu menjawab lirih, aku. Seok Joo menatapnya dengan geram.



“Pak...”
Seok Joo segera memotong, dia tak butuh permintaan maaf. Ji Yoon menjelaskan kalau dia sama sekali tak menyangka akan bertemu dengan Seok Joo selama masa magang di Firma Hukum besar seperti ini. Ji Yoon berfikir kalau Seok Joo pasti akan malu.  Ji Yoon tak ingin di pecat, sangat sulit baginya untuk masuk ke perusahaan. Dia tertangkap mata oleh Seok Joo karena dia pekerja yang teliti. Ji Yoon terus menunduk.
“Berhenti menyanjung diri sendiri.”
Seok Joo menyuruh Ji Yoon jangan sampai mereka bertemu lagi. Ji Yoon mengerti.



Seok Joo berniat pergi tapi kemudian kembali lagi untuk mengambil kata-katanya kembali, dia ingin Ji Yoon masuk dalam tim’nya. Ji Yoon cukup berguna untuk mencari informasi. Dia tak akan memecat seorang karyawan magang bahkan kalau gila sekalipun.
Seok Joo pergi, Ji Yoon mencoba bertanya apakah mereka bisa mengatasi masalah para pekerja toko.
Terlambat, Seok Joo tak mendengarnya lagi hingga tak menjawab.



Dong Hyeon dan sekretarisnya menemui Seok Joo. Seok Joo dengan sangat menyesal menyuruh sekretaris Dong Hyeon untuk keluar karena dia pasti akan diminta kesaksian, jadi tak terlindungi kerahasiaanya. Dong Hyeon menyuruhnya keluar.



Seok Joo menyuruh Dong Hyeon menceritakan apa yang terjadi. Alasan utamanya adalah ketika Dong Hyeon mabuk, dia melihat pacarnya bersama dengan pria lain di club.
“kalian sudah putus?”
Dong Hyeon membenarkan tapi baginya adalah hal biasa karena mereka putus ribuan kali. Tapi masalahnya serius kali ini.



[FLASHBACK]
Pacar Dong Hyeon, Jung Hye Ryeong
Aku lelah dengannya, dia mempunyai kekasih dalam mobil yang aku belikan untuknya. Aku mengirimi dia pesan. Lalu dia datang kekamarku.”


Dong Hyeon menyuruh Hye ryeong duduk ketika dia sampai ke kamar hotelnya. Hye Ryeong menolak kalau memang tak ada yang dibicarakan maka dia akan pergi. Dong Hyeon tersulut emosinya dan menarik Hye Ryeong kekamar. Dia menyuruhnya melepaskan bajunya.
“Ada apa?” tanya Hye Ryeong.
“Jika kau ingin bertingkah sebagai wanita yang baik, kenapa kau membawa pria ke dalam mobil yang aku belikan padamu. Lepaskan bajumu!”
Dong Hyeon mendorong Hye Ryeong ke kasurnya dengan kasar.
[FLASHBACK END]



Seok Joo menyuruh Dong Hyeon mengatakan yang sebenarnya. Dong Hyeon lupa apa yang ia lakukan karena dalam keadaan mabuk.
Seok Joo sepertinya mengalami kebuntuan, ini bukanlah keahliannya. Seok Joo tak akan bisa membantu apa-apa kalau Dong Hyeon tak mengatakan yang sebenarnya karena jaksa tak akan mau kalau Dong Hyeon melakukan ketidakkonsitenan.
“Ini tak akan sampai pada pengadilan, kan? Bukankah menteri telah di calonkan?”
Seok Joo mengatakan kalau dia akan mengajukan surat penangkapan lagi. Dong Hyeon akan diselidiki dan masuk penjara kalau tidak konsisten.



[FLASHBACK]
Dong Hyeon merebahkan Hye Ryeong dan mencoba melepas paksa bajunya tapi Hye Ryeong menolak. Hye Ryeong memohon agar Dong Hyeon tak melakukannya. Dong Hyeon mengingatkan kembali tentang masa kontrak eksklusif mereka yang belum usai.
“Aku akan melakukan promosi. Jika kau mau aku duduk, aku akan duduk. Kau bilang berdiri, aku akan berdiri. Asal jangan melakukan hal ini.”
“Baiklah, lakukan promosimu hingga kau bisa membayar kontraknya. Kau pikir kau bisa membayarkan uang sebanyak itu?”



Dong Hyeon mulai melepas jasnya, Hye Ryeong mencoba kabur tapi Dong Hyeon menahannya lalu kembali menjatuhkannya ke kasur lalu menamparnya. Dong Hyeon membanting telefon yang ada disana, mencabut salurannya.
“Seorang pelacur harus bertidak seperti pelacur.”
[FLASHBACK END]




“Pelayan mengatakan kalau banyak barang yang berantakan. Beberapa benda diganti. Aku yakin sudah ada laporan medis juga.”
“Ada darah. Aku menamparnya sekali dan darah sedikit terciprat ke selimut.” Tambah Dong Hyeon.
Seok Joo semakin bingung sekarang, sekretaris Seok Joo masuk untuk memberitahukan kalau CEO Cha ingin bertemu dengan Seok Joo.



CEO Cha tengah menyaksikan acara berita mengenai pemiliha menteri Kehakiman. Seok Joo sampai keruangannya, dia segera mematikan televisinya. CEO Cha bertanya apakah Seok Joo bisa mengatasinya?
“Jika Jaksa tidak dirubah bahkan jika mereka tak puas, bisakah kau memenangkannya?”
“Apa maksud anda?” tanya Seok Joo.
“Mereka akan mulai menyelidiki rekening asing. Begitu mereka mulai penyelidikan kita akan membutuhkan penjelasan. Kemudian penjelasan akan menyebabkan kesalahpahaman.”
Seok Joo terdiam, CEO Cha memanggil Pengacara Kang. CEO Cha menyuruh Seok Joo untuk melanjutkan pada sidang tanpa mengganti jaksa.


Seok Joo dan Pengacara Kang berpapasan, mereka saling sapa tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sepertinya hubungan mereka kurang begitu baik.



Pengacara Kang meyakinkan kalau dia akan mengatasi masalahnya dan mengatakan kalau uangnya adalah komisi pribadi. CEO Cha tahu kalau mereka semua tak akan percaya dengan alasan seperti itu.
“Silahkan mengundurkan diri.” Perintah CEO Cha.


Seok Joo melakukan rapat untuk kasus Dong Hyeon.
“Sidang tak akan bisa ter-elak-kan. Ambil rekaman kamera keamanan. Lihat semua orangnya, cek pesannya. Hubungi Tuan Park Dong Hyeon untuk mengetahui berapa banyak ia mendukungnya. Dan periksa kontrak sewa gadis itu juga.”


Sedangkan berita mengenai Dong Hyeon yang menerima surat penangkapan untuk kasus pemerkosaan terhadap aktris Jung Hye Ryeong telah menyebar.



Ketua Tim Kang mengeluh karena siara pers juga sudah ada. Seok Joo meminta Ketua Tim untuk menyiapkan investigasi karena sekarang pers lebih sensitif dibandingkan dengan hakim.
“Dia akan ditangkap. Cari saksi yang bekerja di bar. Kita membutuhkan mereka untuk menjadi saksi. Cari tahu tentang hubungannya dengan pria lain, terutama pacarnya. Ambil catatan medisnya juga.”
Salah seorang mengatakan kalau untuk mendapatkan catatan medih mereka membutuhkan izin.
“Kita dapat menemukan segala sesuatu yang kita inginkan. Dapatkan semua informasi yang Anda dapat. Pengacara Lee Sun Hee menyukai bau darah. Kita bisa memberi mereka.” Jelas Seok Joo.



CEO Cha memperhatikan jalannya rapat, ini akan menjadi pertarungan yang kotor.
CEO Cha memberikan kepercayaanya pada Seok Joo.

***
NOTE :
Uyeeeeeeeee, akhirnya kelar juga.
Oiya, aku bakalah memberikan kabar gembira teman, hehehe. Setelah aku duet dengan mba ayu ternyata ada juga yang ngajakin trio. Dia Mba Chusnianti, oke deh kalo gitu. hehehe.. semoga kalian gak bingung deh gimana nyarinya lihat di sini
kalo mau baca episode 2 yang udah di posting sama Mba Chusnianti bisa di lihat 2-1 | 2-2.
Sampai jumpa buat episode 4. Nongkrongin blog aku, okeeey.


7 Responses to "Sinopsis A New Leaf Episode 1-2"

  1. ketua kang : "urus wanitamu seperti kau mengurus klien"
    hahahha dikira sedang kencan ...
    nie ji yoon g tw kali ya kalo druang rapat tlp di dspeaker...jd berpikir aneh2 kan...hehehehe


    Kim Ofie

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Saya stju koment yg ke 2...hahahaaaa...lannjuuuutt

    ReplyDelete
  4. Drama ini cukup bagus buat aku....
    Tpi kenapa aku g' bisa masuk/liat yg episode ke 2??

    ReplyDelete
  5. kok aku gk bisa baca episode ke 2????????

    ReplyDelete
    Replies
    1. http://drama-favorite.blogspot.com/p/indeks-sinopsis-semoga-ini-dapat.html kesini aja, udah aku benerin link-nya

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^