Sinopsis A New Leaf Episode 1-1




Hujan begitu deras disaat para penuntut melakukan demonya di depan Pengadilan Tinggi Seoul. Mereka tengah menuntut tentang keadilan pada mereka yang menjalani kerja paksa selama penjajahan Jepang. Di sidang pertama, para buruh  yang menuntut mengalami kekalahan. Dan hari ini adalah Sidang Ke-dua akan dilaksanakan.



Pengacara yang sudah di tunggu kehadirannya datang dengan asisten yang segera memayunginya. Para reporter segera memotret pengacara tersebut, mereka begitu penasaran siapa yang akan memenangkan kasus ini.






Sang Pengacara dari Pabrik Baja Yamada, Kim Seok Joo (Kim Myung Min) menolak gugatan tersebut dengan alasan kalau itu bukanlah kerja paksa. Pengacara dari pihak pengguggat membeberkan bukti kalau Departemen Pabrik Baja Yamada telah mengiming-imingi para buruh agar kembali ke jepang dengan menjanjikan kehidupan yang nyaman. Namun pada kenyataanya mereka malah di pekerjakan di tambang batu bara dan pekerjaan kasar lainnya. Mereka mendapatkan luka berat dan kelelahan untuk mendapatkan uang, sedangkan akun bank mereka dikuasai oleh ketua asrama. Apabila mereka tertangkap ketika kabur maka akan mendapat hukuman pukulan selama 5 hari. Pada Juni 1945, para pekerja dipindahkan ke Pabrik Baja Cheongjin dan mereka tak mendapatkan bayaran. Itulah alasan kenapa mereka meminta terdakwa memberikan mereka kompensasi sebesar $100000.
Para buruh mulai was-was dengan keputusan hakim nantinya, diantara mereka banyak yang mendapatkan banyak bekas luka fisik.



Seok Joo memberikan pembelaan bahwa para pekerja paksa di bawa oleh Jepang, bukan Perusahaan Baja Jeil. Pabrik Baja Yamada ikut serta dalam perang negara, jadi itu bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab mereka.
Pengacara Para Buruh tetap meminta kompensasi karena Yamada dan Perusahaan Jeil sudah melakukan penggabungan. Jaksa bertanya apa dari pihak Jeil setuju. Seok Joo segera menolak dan mendapatkan respon kekesalan dari para buruh.





Pihak buruh kembali menegaskan Yamada dan Jeil adalah sama, mengubah nama bukanlah berarti mengubah siapa sebenarnya mereka.
“Jeil dan kediaman penggunggat tetaplah di Jepang. Setiap perubahan pendaftaran Yamada dapat dianggap Jepang juga. Sejak Jeil tak mengambil alih kewajiban dari Pabrik Baja Yamada menurut hukum jepang maka penggungat tidak bisa meminta kompensasi dari mereka”
Para Buruh kembali gaduh karena jawaban Seok Joo yang sama sekali tak berperasaan itu. Sedangkan dari pihak Jeil mengangguk setuju dengan alasan itu.




Disebuah Firma hukum, seseorang tengah melakukan wawancara atas kesuksesannya meraih penghargaan ketiga kalinya sebagai Wajib Pajak teladan. Orang yang tengah diwawancarai itu adalah CEO Cha Young Woo (Kim Sang Joong), reporter mengatakan kalau menjaga konsistensi bukanlah hal yang mudah. Firma Hukum CEO Cha adalah Firma Hukum yang terbaik dan banyak perkerjanya menjadi pegawai pemerintahan elit.
“Di tahun 80’an teknologi dan pendapatan perkapita di Korea mengalami perkembangan. Hak Paten Kapital luar negeri dan juga bank menjadi bagian dalam bisnis mereka. Bank membawa pekerjaan baru dan membutuhkan pera pekerja elit. Mereka bekerja keras dan menjadi ahli dalam bidangnya. Itulah bagaimana mereka menjadi kompeten.” Jelas CEO Cha.






Kembali Keruang Sidang, Seok Joo memberikan pembelaan kalau 3 penggugat yaitu Hong Coon Song, Prof. Lee dan Yoong Joon Chul sekarang tinggal di Jepang berarti hukum Korea tidaklah digunakan. Penggunggat Lee Yeon Taek dan Kim Chun Soo kehilangan kasusnya di Jepang, maka mereka harus menyelesaikan kasus tersebut segera.
Salah Seorang penggugat yang sudah tua, berusia 91 tahun marah. Karena dari 48 orang buruh hanya 17 yang selamat dan apakah mereka akan menunggu mereka untuk mati dulu. Keributan terjadi, Jaksa menyuruh penjaga untuk menyeret orang tersebut keluar agar sidang lebih terkondisi. Pihak buruh sudah kehilangan harapan, mereka mulai menangis.
“Bedasarkan persetujuan Jepang-Korea, penggugatan kompensasi tidaklah sah.” Tegas Seok Joo.



Pihak Jeil mengucapkan rasa terimakasihnya pada Seok Joo yang telah membuat para buruh menghentikan gugatan akan kompensasi, itu merupakan hal yang penting untuk mereka. Seok Joo mengatakan kalau mereka memang tak bisa menghindar dari perkara hukum tapi mereka bisa mengalahkan mereka. Jeil mengucapkan terimakasihnya kembali atas bantuan Seok joo.


[A New Leaf]
Seok Joo menaiki lift bersama dengan para bawahannya, salah seorang diantara mereka mengatakan kalau perusahaan mengambil alih Shinseong dengan harga tak benar, mereka ingin melakukannya dengan harga satu juta dolar lebih rendah. Seok Joo meng-iya-kan, kemudian bawahannya tadi melanjutkan kalau mereka akan mendapatkan komisi 25%.
“Bagaimana kau bisa menurunkan harga?” Seok Joo dingin.
Bawahannya mencoba menjelaskan tapi Seok Joo langsung memotong tanpa mendengarkan. Bawahannya yang lain mencoba memberitahukan, kalau sampai mereka tidak menyepakati harga maka kesepakatan tak akan berjalan.



Seok Joo bertanya berapa upah yang di peroleh bawahannya tadi. Dia mengatakan kalau upahnya $150000 pertahun. Seok Joo kembali bertanya apa dia tahu upah’nya per jam. Bawahannya tak yakin.
“Kau mengumpulkan $ 10.050 setiap bulan. Kau membuang-buang $ 350 upah harianmu  dan membuang-buang waktu juga.”
Bawahannya tadi langsung minta maaf mendengar ucapan Seok Joo.




Seok Joo memerintahkan kepada anak buahnya untuk memeriksa email Shinseong untuk 5 bulan terakhir terutama bagian akutansi. Seok Joo menyuruh agar memeriksanya dengan lengkap, dia yakin kalau mereka bisa mendapatkan potongan sampai dengan 40%.
Ketua Tim Kang yang sedang duduk mendengarnya, apa mungkin sampai 40%. Seok Joo sendiri malah yakin bisa sampai 50%.


File email Shinseong untuk 5 bulan terakhir telah di print dan hasilnya menggunung di meja meeting. Salah seorang pegawai merasa kalau mereka akan butuh waktu dua hari tanpa mengerjakan apapun untuk memeriksa file tersebut. Padahal kontrak akan datang besok.
“Bukankah magang datang besok?” tanya Seok Joo.
“Untuk Fair Trade Commission.” Sahut salah seorang bawahan Seok Joo. Ketua Tim Kang izin untuk menge-cek ke dalam.



CEO Cha sedang menghubungi Park Ki Cheol, CEO Cha menolak kasus yang di ajukan Ki Cheol karena mereka tak pernah mengambil kasus seperti itu sebagai gantinya dia akan memperkenalkan pada pengacara independent. Ki Cheol mengatai CEO Cha yang mata duitan, apa perlu dia memohon lagipula kalau CEO Cha tetap bersikap seperti itu maka dia akan kehilangan klien.


“Apa kau tau seberapa jauh kasus ini berjalan?” tanya CEO Cha.
Ki Cheol tahu kalau penyelidikan dari polisi sudah usai dan akan berlanjut ke tahap penuntutan. CEO Cha yakin semua ada jalan, dia akan menemukan jaksa yang baik tapi Ki Cheol juga harus mengontrol pers karena kalau sampai bocor maka dia tak akan menjamin.
“Apa kau akan memeriksa kasus ini?”
CEO Cha tak menjawab secara jelas, hanya mengatakan kalau dia akan melakukan yang terbaik.



Ketua Tim Kang ternyata ikut mendengarkan pembicaraan antara CEO Cha dan Ki Cheol. Ketua Tim Kang menyarankan agar CEO Cha tak mengambil kasus ini kecuali Ki Cheol tak bersalah. Akan sulit jika harus mengontrol pers. Meskipun ingin membantu seharusnya menyerahkan pada perusahaan independent saja. Lagian kasusnya sangat memalukan, kekerasan seksual.
“ Menjadi tidak bersalah bukan berarti tak salah. Dia tak ingin didakwa.” Ucap Young Woo lalu bertanya siapa yang akan dikirim ke kantor polisi.



Ketua Tim Kang mengatakan kalau depertemen hukum mereka ada di dalamnya. Mantan polisi dan mantan Jaksa Pengacara Park telah berada disana. Dia akan mengambil alih kasusnya, dan itu sudah dikirim ke kantor. CEO Cha merasa kalau itu terlalu cepat.
~~~


Sebuah pesta pernikahan tengah di gelar, suasananya begitu ramai dengan tamu undangan yang mulai berdatang. Seorang gadis mencari-cari meja dimana terdapat namanya, Lee Ji Yoon. Dia pun segera duduk di meja tersebut. Dalam hatinya Ji Yoon bertanya-tanya kenapa dia duduk disana, apakah dia malu karena aku.
Ji Yoon melihat siapa yang akan duduk disampingnya, Jeon Ji Won.




Sebuah pesan masuk, Ji Yoon mencoba mengambil ponselnya yang berada di tas tapi karena saking cerobohnya. Buku-buku yang tersimpan didalam jatuh berserakan. Seseorang membereskan buku itu, lalu memberikannya pada Ji Yoon. Saat Ji Yoon melihat pria tersebut, dia sadar kalau orang yang membantunya bergitu tampan. Daebak.
Ji Yoon melihat pesan yang di terimanya dari Lee Mi Ri, kau suka kursi yang kupersiapkan untukmu kan?
Pria tersebut duduk di kursi yang bertuliskan Jeon Ji Won, dia mengatakan kalau sebuah hubungan telah terjalin sekarang. Ji Yoon meng-iya-kan.
“Apa yang harus kulakukan? Kau mencuri hatiku.” Tambahnya. Ji Yoon tersenyum malu karena merasa hal itu terlalu cepat.





Tapi setelah Ji Won melihat buku yang ada di pangkuan Ji Yoon, barulah ia sadar kalau Ji Won tengah mengutip ucapannya dari buku tersebut. Mereka saling basa-basi tentang isi ceritanya.
“Jeon Ji Won” kenalnya.
“Lee Ji Yoon.” Balas Ji Yoon. Sebuah pesan kembali masuk, Ji Yoon mengeceknya. Itu dari teman yang sudah berdiri di belakang Ji Yoon. Ji Yoon harus rela untuk pergi meninggalkan Ji Won, setelah berbalik Ji Yoon langsung senyum kegirangan.



Seok Joo ternyata juga datang ke pesta pernikahan yang sama dengan Ji Yoon. Sebuah panggilan masuk dari Park Dong Hyeon. Tanpa basa-basi Seok Joo langsung menyuruh Dong Hyeon jangan menghubunginya karena membuatnya sakit kepala dengan serikat dagangnya. Seok Joo menyuruh  Dong Hyeon jangan membicarakan masalah wanita karena baterai ponselnya sudah sekarat.
Dong Hyeon memohon karena kasusnya telah sampai pada tahap penuntut. Seok Joo tetap menolak, dia tak berkeinginan untuk mengambil kasus kriminal. Kalau memang mau maka Dong Hyeon harus menambah nol lagi pada bayarannya,dia rasa itu akan lebih baik dari pengacara mahal lain yang tak kompeten. Dong Hyeon menyuruh Seok Joo untuk percaya padanya karena dia adalah anak konglomerat. Seok Joo menyuruh Dong Hyeon mengikuti saja apa yang ahli pidana kriminal katakan. Maka dia akan tahu apa yang harus di lakukan.



Seok Joo menyelesaikan panggilannya, tepat saat ia menoleh dia melihat sang pengantin wanita tengah mengambil gambar bersama dengan teman-temannya. Dia melihat sekilas lalu kembali masuk. Sedangkan si pengantin, Lee Mi Ri ketakukan. Dia menyuruh semua temannya keluar karena dia ingin sendiri.




Hanya tinggal Ji Yoon disana, Mi Ri kebingungan berjalan kesana kemari dengan gelisah. Mi Ri menyuruh Ji Yoon untuk mengintip Seok Joo. Ji Yoon langsung melakukannya, dia memberitahu pada Mi Ri kalau Seok Joo sedang melihat foto Mi Ri dan calon suaminya dan sekarang menuju ke calon suami Mi Ri. Mi Ri tanya apakah dia membawa foto, Ji Yoon bingung maksudnya. Dia bertanya apakah pria itu adalah mantan Mi Ri.
Mi Ri memohon pada Ji Yoon agar membuatnya keluar atau dia tak akan bisa menikah. Ji Yoon jelas kebingungan, apa yang harus dia lakukan. Mi Ri terus memohon.



Ji Yoon menghela nafas dalam-dalam, dia mencoba berjalan dengan anggun untuk mendekati Seok Joo. Tapi ketika dia melihat Ji Won, dia langsung lesu. Bukan Seok Joo yang ingin dia dekati, waktu untuk mendekati Ji Won pun gagal tapi bagaimanapun itu untuk sahabatnya.




Ji Yoon mencoba duduk dengan anggun di sebelah Seok Joo dan mencoba menarik perhatiannya. Tapi gagal total, Seok Joo terus menatap kedepan bahkan melirik pun ngga. Ji Yoon meminta Seok Joo untuk mengambilkan wine, Seok Joon memberikannya tanpa menatap sama sekali. Ji Yoon menuangkan wine itu sengaja pada gelas Seok Joo lalu meminta maaf.
Seok Joo menyodorkan gelas tersebut pada Ji Yoon, tapi Ji Yoon kembali memberikannya pada Seok Joo agar meminumnya barang seteguk. Seok Joo menolak, dia tak mau. Seok Joo pun hendak pergi, Ji Yoon langsung reflek menumpahkan wine tersebut ke celana Seok Joo.



Mi Ri dari kejauhan memantau mereka, dia meminta kepada salah seorang pelayan segelas wine. Lalu dia menaruhnya sebuah obat. Mi Ri menyuruh pelayan itu untuk memberikannya pada Ji Yoon.





Ji Yoon terus mengelap celana Seok Joo yang basah meskipun Seok Joo terus mengatakan tak apa. Pelayan mengantarkan minumannya pada Ji Yoon, Ji Yoon menerima minuman itu dan langsung menenggaknya sendiri. Mi Ri mengumpat kesal, bodohnya!
Obat bereaksi dan Ji Yoon langsung lemas seperti orang mabuk, tapi dia tetap berusaha menahan Seok Joo yang berniat pergi lalu mendudukkannya. Ji Won dari kejauhan menatap dengan heran karena dari jauh Ji Yoon seolah tengah memeluki Seok Joo.


Ji Yoon yang setengah mabuk itu menyeret Seok Joo pergi meninggalkan pesta dengan alasan Ji Yoon akan mencucikan baju Seok Joo.
***




CEO Cha dan Ketua Tim Kang sedang melihat salah foto salah satu Jaksa Ahli kasus seksual, Lee Sun Hee. Ketua Tim Kang mengatakan kalau Sun Hee adalah jaksa yang kuat dan memiliki rencana yang matang. Karena pihak mereka mengenal beberapa jaksa maka mereka harus menangani kasus ini dengan mereka. Tapi Ketua Tim Kang sendiri tak yakin kalau mereka memiliki kontak Sun Hee.
CEO Cha merasa semua berjalan begitu cepat, kalau mereka melakukan kencan maka akan sulit membuktikan kalau itu kasus pemerkosaan. Ketua Tim Memberitahu kalau mereka sudah putus. Semua menjadi sekarang sekarang karena Direktur Jaksa yang gila kerja, maka Direktur Jaksa tak bisa membantu.
***



Ji Yoon sudah tertidur dirumahnya, Mi Ri mengirimi Ji Yoon sebuah pesan terimakasih karena dia telah menyelamatkan hidupnya. Tak lupa Mi Ri juga menyertakan fotonya bersama sang suami.
“Itulah gunanya teman.” Gumam Ji Yoon Kembali tidur.




Suara gaduh terdengar di luar kamarnya, Ji Yoon kembali sadar lalu mengendap-endap takut sesuatu terjadi. Seorang pria sedang mengelap celananya yang basah, Ji Yoon terkejut siapa orang tadi. Ternyata Seok Joo, Seok Joo meminta maaf karena telah mengambil air tanpa izin untuk meminum obatnya. Ji Yoon yang hanya memakai pakaian tipis langsung mengenakan sweaternya.
Ji Yoon ketakutan, dia khawatir sesuatu telah terjadi. Dia bertanya pada Seok Joo tapi tak di respon. Seok Joo masuk kekamar mandi, Ji Yoon kesal apa yang dilakukan Seok Joo dirumahnya.
“Bukankah aku diundang?” ucap Seok Joo.




Ji Yoon berniat membantah, tapi tiba tiba Seon Joo teringat ketika dia mabuk dan jatuh ke pelukan Seok Joo dan menyeretnya pergi. Ji Yoon mengulangi pertanyaanya, kalau tak terjadi apapun kan?
“Kau menginginkanku dan aku tak menolaknya.”
Ji Yoon kesal dengan perkataan Seok Joo yang kasar sebagai seorang pria, dia tau dia mabuk tapi.....



Ji Yoon kembali mengingat ketika dia menggandeng tangan Seok Joo sambil mengatakan kalau mereka bertemu karena jodoh.
Ji Yoon langsung menutup mulutnya terkejut, heran kenapa mulutnya bisa mengatakan hal tersebut. Ji Yoon menjelaskan kalau dia tak menyukai Seok Joo dan dia juga bukan tipenya.
“Kau mengatakan itu semua pada seseorang yang tak kau suka?” tanya Seok Joo.




Ingatan Ji Yoon membawanya kembali ketika dia memaksa Seok Joo untuk ikut dengannya menggunakan taxi kerumah. Ji Yoon menawarkan untuk melepas semua baju mereka dan melakukan apapun yang mereka bisa.
Ji Yoon menutup wajahnya sekarang, mau di taruh kemana harga dirinya sekarang. Ji Yoon menjelaskan sebenarnya kalau dia melakukan itu karena temannya Mi Ri. Seok Joo sendiri sudah mengira karena pengantin wanita membeku ketika melihatnya jadi sudah jelas kalau dia akan mengirimkan orang untuk menendangnya. Tapi yang disayangkan Seok Joo adalah perempuan yang di kirim tak cukup cantik untuk memikatnya.



Ji Yoon membalas ucapan Seok Jae dengan membacakan isi pasal 297, pemerkosaan pada setiap negara akan mendapatkan hukuman. Pasal 299 bagi seseorang yang melakukan serangan pada orang lain yang tengah tak sadar bisa dikatakan pemerkosaan. Dan semuanya mendapatkan hukuman, Ji Yoon akan mengeceknya di CCTV.
Seok Joo tak perduli ancaman itu, sama sekali.
“Ada pertanyaan lain?”
Ji Yoon meminta nama dan nomor ponsel Seok Joo. Ji Yoon mengatakan kalau dia orang yang berkemauan keras, jadi tunggu saja.



Ji Yoon benar-benar mengecek CCTV di keamanan dan dia sudah berdiri semalaman. Mi Ri tanya apakah Seok Joo lucu. Ji Yoon merasa sama sekali tak lucu, dia hanya pecundang yang arogan.
Rekaman sudah ketemu saat dimana Ji Yoon dan Seok Joo sampai ke komplek apartemen.
Ji Yoon memperhatikannya dan tampak tak yakin sendiri dengan rekaman tersebut karena Seok Joo sama sekali tak menyentuhnya. Hanya Ji Yoon yang terus merangkul dan menarik Seok Joo masuk.
***


Di kantor sudah sepi, hanya beberapa orang saja yang masih bekerja membersihkan kantor. Seok Joo masih di sana, dia merebahkan tubuhnya dan mencoba tidur dengan memejamkan mata.
***


Kesibukan di pagi sudah tampak, salah seorang diantara Ji Yoon yang menuju ke kantonya. Ji Yoon tampaknya begitu senang hari ini.



Ternyata, Ji Yoon begitu senang hari ini karena dia bisa magang di sebuah perusahaan.
Park Sang Tae memberikan arahan kepada seluruh karyawan magang. Mereka di rekrut di sana karena memiliki prestasi yang bagus di universitas mereka. Sang Tae menyarankan agar mereka selalu percaya diri dan memberikan jawabnnya. Semua mendengarkan arahan dengan malas, membalas ucapan Sang Tae saja terasa begitu berat.
Sang Tae memberitahukan kalau jawaban harus terkumpul jam 9 AM. Tak disarankan untuk melakukan diskusi, kalau mereka berhasil dengan baik maka akan di rekrut setelahnya.


Wajah gembira Ji Yoon berubah lemas ketika melihat tugas yang harus ia kerjakan.
***



Seok Joo pergi ke Cafe menemui orang yang di sebutnya sebagai noona, Seok Joo memberitahukan kalau dia telah mengecek tentang mantan suami noona’nya yang telah ditinggalkan. Seok Joo menyuruh Noona untuk hidup bahagia sekarang. Noona berterimakasih karena telah menyelamatkannya dari depresi. Noona meminta pendapat Seok Joo kalau sendainya dia pergi dengan mantan suaminya ke Amerika karena dia telah mengatakan kalau dia akan berubah.
Seok Joo menyerahkan pilihannya pada Noona tapi biasanya seseorang tak akan mudah mengubah sifatnya.


Noona menanyakan keadaan Ayah Seok Joo, raut wajahnya langsung berubah tak suka. Noona tanya apakah Seok Joo tak pernah menjenguknya di rumah sakit. Seok Joo tahu keadaan ayahnya baik dari Noona juga jadi dia tak menemuinya. Lagipula dia tak akan mengatakan hal yang tak mau dikatakannya. Seok Joo izin pergi karena ada meeting.
Noona mengingatkan Seok Joo mengenai hari kematian ibu Seok Joo. Dia ingat, akhir pekan besok. Seok Joo pun pergi.
***


CEO Cha membaca surat kabar yang memberitakan seseorang, bawahannya melaporkan kalau Jaksa Kim membuat berita utama dan dia bertanya bagaimana dengan sidangnya. CEO Cha akan melakukannya.
“Dilaporkan bahwa $9870 untuk 2009 sampai 2011 di bayar pada tahun 2013. Jika mereka meminta rincian....”
CEO Cha memotong, dia mengatakan kalau uangnya digunakan untuk membantu perusahaan cabang asing. Ini karena masalah ketidak hati-hatian. CEO Cha akan mengusahakan permintaan maaf.


Seok Joo dan bawahannya tengah mengecek file yang begitu banyak. Seok Joo memanggil Seon Tae untuk membawa karyawan magang karena dia butuh mata mereka. Seon Tae sepertinya tak terlalu suka dengan Seok Joo.
“Apa yang sedang kau cari?” tanya Seon Tae melihat gunungan kertas yang ada di depannya.


Meskipun tak terlalu suka tapi akhirnya tetap saja Seon Tae membawa seluruh karyawan magang untuk melakukan apa yang diperintahkan Seok Joo. Dan tepat saat rombongan Seon Tae menuju ruangan tempat file, Seok Joo dan Ji Yoon saling berselisih arah tapi mereka sama-sama tak menyadarinya.



Seon Tae menjelaskan pada karyawan magang untuk mencari semua hal yang aneh dari file tersebut. Khususnya file seperti biaya negosiasi dan investigasi. Semuanya harus dipilah-pilah berdasarkan kategori. Seon Tae mengingatkan agar menyelesaikan pekerjaan tersebut sebelum malam.
***
KOMENTAR :
Susahnya menghafal semua pemain yang sangat banyak ini, apalagi rata-rata udah pada tua. Huuuu. Kalo semisal masih muda kan langsung suka terus hafal wajahnya. Ini kan udah tua, susah banget afalnya.
Tunggu kelanjutannya, okeee.


14 Responses to "Sinopsis A New Leaf Episode 1-1"

  1. uwahhhh kerennn ini ...
    yg duduk sebelahnya ji yoon cakep banget dah jeon jin woo...
    tp saya udah kepincut ama Ahjusi Kim ...
    akting dia di KOD keren makanya nonton ANL bakalan sekeren KOD g ya...


    _Kim Ofie_

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang di sebelah Ji Yoon katanya yang jadi Tal Tal di empress Ki. tapi aku juga gak tau karena ngga ngikutin EK.
      Semoga aja begitu mba, cuma di konsel sana ratingnya agak rendah. tapi menurut aku sih ceritanya sejauh ini bagus. cuma entahlah,

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. @Puji: aq g ngikutin EK jadi g tw siapa pemainny hehehehe lumayan buat cuci mata....

    _Kim Ofie_

    ReplyDelete
  3. gag sabar pgen baca yg ep 1 part 2 ma eps 2..ayoo lanjutin donk sinop.nya..heee..fighting!!!!

    ReplyDelete
  4. Mbak puji jgn lama² part 2 nya ya...hehehee
    Aq suka karakter Seok Jo smart tp jutek hahahaa penuh tantangan....gomawo author puji,..

    ReplyDelete
  5. Semangat my partner...aku ga donlut ep 1 dan milih baca aja di blog kamuuh..:*

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke mba, aku juga mungkingak download yang 2 & 3 dulu. baca aja. hehe

      Delete
  6. Salam kenal Mbak Puji.. Sebenarnya bacanya sudah sejak lama, maaf baru komentar sekarang...
    Semoga Trio kita berjalan lancar...

    ReplyDelete
  7. Walaupun lead mannya gk cake2 amat,tp ceritanya keren deh kayaknya !!!
    Smangat nulisnya ya dongsaeng
    fighting !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. jujur banget mba, aku aduin Myung Min yah.
      okeeh, selalu tunggu kelanjutannya :) part 2 udah ada loh.

      Delete
  8. suka banget ma drama in ditunggu kelanjutanny

    ReplyDelete
  9. Suka banget ama Park Min Young....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^