Sinopsis The Huntresses Part 3



Kim Ja Hun murka karena ada seorang penyusup yang masuk kekediamannya. Dia memerintahkan pengawal untuk menangkap Jin Ok namun Jin Ok sendiri masih diam terpaku ketakutan. Ga Bi dan Hong Dan datang tepat waktu dan menghalau mereka. Hong Dan heran dengan sikap Jin Ok. Ga Bi memutuskan untuk membangunkan Jin Ok dan berusaha kabur.




Mereka membawa Jin Ok untuk bersembunyi. Hong Dan kebingungan bagaimana melawan prajurit yang banyak banget. Ga Bi gak banyak babibu langsung pergi menghadang pengawal-pengawal tersebut. Hong Dan merasa kalau Ga Bi tak akan mampu melawannya sendiri. Dia berniat menghampirinya.
“Maafkan aku” ucap Jin Ok.
Hong Dan sama sekali tak mempermasalahkan dan menyuruh Jin Ok untuk kabur dengan hati-hati.



Jin Ok kabur kesebuah tempat yang penuh dengan bebambuan. Dibelakangnya Sa Hyun mengikuti. Jin Ok bersembunyi menyadari kehadirannya tapi Sa Hyun juga tahu kalau Jin Ok bersembunyi dibalik pohon bambu tersebut. Sa Hyun pun menebaskan pedang pada bambu itu namun Jin Ok sudah berhasil berpindah dan sekarang dia berada di belakang Sa Hyun dengan pedang yang mengancamnya.

Jin Ok meminta penjelasan mengenai kematian Gong Goo yang pasti merupakan perintah Kim Ja Hun tapi Sa Hyun mengelak. Kematian Gong Goo karena dia tak ada sangkut paut dengan tuannya.
“Sejak kapan dia menjadi tuanmu, Sa Hyun?”
“Kau kenal aku?”
Sa Hyun berbalik, Jin Ok menyuruhnya untuk jangan bergerak. Jin Ok mengatakan kalau dia tak menyalahkan Sa Hyun karena membunuh ayahnya untuk menyelamatkannya. Ingatan 10 tahun lampau itu masih terpatri dalam kepalanya.




Sa Hyun perlahan menurunkan tangan Jin Ok yang sudah terbawa perasaan. Dia merasa bersyukur karena Jin Ok telah memaafkannya. Tapi....
“aku tidak tahu kesalahan apa yang telah kuperbuat.”
Sa Hyun telah menusukkan pedangnya ke perut Jin Ok. Jin Ok terkejut mencoba kabur namun apa daya tubuhnya lemah.


Jin Ok terseok-seok. Sa Hyun mendekati lalu mengambil bungkusan yang berisi Sibjagyeong dengan mudahnya. Sa Hyun pun pergi.
Jin Ok tak sadarkan diri.


Prajurit Song menggendong Jin Ok yang tak sadarkan diri kerumah. Ga Bi dan Hong Dan sangat khawatir melihat keadaannya.
Hong Dan memeriksa lukanya yang ternyata begitu parah. Ga Bi yang panik segera memerintahkan prajurit Song untuk mencarikan bahan ramuan.


Hong Dan tak tahan lagi melihat keadaan sahabatnya itu. Dia menangis karena Jin Ok belum jua sadar. Ga Bi mencoba memenangkannya.
Mereka lembur menjaga Jin Ok sampai malam dan tidur disampingnya. Tanpa mereka sadari Jin Ok yang belum sadar mengeluarkan air mata. Dia teringat dengan kenangan masa kecilnya bersama Sa Hyun.


Jin Ok kecil begitu ceria menyulam kain namun sulamannya rusak karena terlalu kasar saat menusuk kainnya. Jin Ok kesal sendiri. Namun kekesalan segera luntur melihat Sa Hyun yang datang, dia menyapanya dengan senyum manis.
Semakin dilihat, semakin sempurna. Mengagumkan.” Batin Jin Ok.
Kecerian Jin Ok kembali pudar selepas Sa Hyun pergi karena mengingat sulamannya yang gagal. Aiissh, desisnya kesal.



“Bersumpah di bawah langit biru yang dipenuhi dengan awan putih.. Kekagumanku pada dirimu, tidak akan luntur oleh waktu. Awan yang menghilang, batu yang hancur. Janji itu... sumpah itu... tidak akan terlupakan.”
Jin Ok melafalkan puisi sedangkan Sa Hyun yang menuliskannya diatas kertas. Jin Ok kemudian mendekati lalu memberikan sebuah pisau kembang yang dimintanya dari sang ayah. Jin Ok meminta Sa Hyun untuk melindunginya yang cantik dengan pisau yang indah itu. Sa Hyun terdiam, canggung karena jaraknya dengan Jin Ok begitu dekat.
“Kenapa? Tidak mau?” tanya Jin Ok karena Sa Hyun tak menjawab permintaanya.




Namun mimpi indahnya berubah buruk ketika Kim Ja Hun mengancam Ayahnya untuk mengaku Di mana daftar nama utusan-utusan rahasia yang akan dikirim ke China. Ja Hun mengancam memotong tangan Jin Ok. Sa Hyun yang ketakutan dan panik berlari menusuk perut Ayah Jin Ok dengan pisaunya.
Ja Hun marah lalu berniat menebas Jin Ok. Sa Hyun segera mehalaunya dengan pisau kembang pemberian Jin Ok.


Tapi Sa Hyun belumlah begitu kuat untuk menahan Ja Hun. Akhirnya dia terluka terkena pedang Ja Hun. Jin Ok memeluk Sa Hyun sambil terus menangis.

Jin Ok telah sadar, dia menceritakan kronologi kematian ayahnya pada Ga Bi dan Hong Dan. Dia membulatkan tekad akan balas dendam ketika bertemu dengan Kim Ja Hun namun saat hal itu benar-benar terjadi dia menjadi sangat ketakutan bahkan pedang pun tak bisa digenggamnya dengan benar.



Ga Bi marah mendengar cerita Jin Ok dan mengajak untuk membalas dendam tapi Hong Dan menolak. Kalau mau lakukan sendiri. Hari sudah gelap.
Jin Ok terdiam. Seolah dia tengah meyakinkan diri dan kembali membulatkan tekad untuk membalas dendam pada Kim Ja Hun.


Paginya Hong Dan terbangun dari tidurnya, dia melihat Ga Bi yang masih tertidur pulas. Hong Dan merasa bersalah dengan Ga Bi. Dia paling muda di antara mereka, mencoba mencari tempat bergantung tetapi tak ada karena kedua eonni’nya sangat kekanakkan.
“Ga Bi, aku minta maaf.”
Hong Dan mengelus Hong Dan yang tertutup selimut, namun dia melihat kaki Ga Bi. Ia sangat terkejut saat melihat kaki Ga Bi.
“Omo, Ga Bi bagaimana ini! Betapa menderitanya dirimu. Kulit kakimu sampai menebal seperti ini.”


Ga Bi menegur Hong Dan yang dikiranya tengah bicara sendiri. Hong Dan heran kalau Ga Bi tidak tidur berarti siapa yang ada di balik selimut. Siapa lagi kalau bukan prajurit Song. Hong Dan kesal bukan kepalang, dia menampar Prajurit Song namun Ga Bi segera menahannya. Dia tak kalah kesal dan menyuruh Hong Dan untuk kembali tidur saja.




Ga Bi mengelus wajah prajurit Song dengan khawatir, takut kalau terjadi apa-apa. Sedangkan Hong Dan mendesis melihat Ga Bi melakukan hal itu. Dia kembali tidur namun belum berapa lama dia kembali terbangun karena teringat dengan sang suami yang akan melakukan ujian. Jin Ok segera pergi dan menyuruh Ga Bi untuk mengatakan pada Jin Ok kalau dia pulang.


Prajurit Song mengomentari sikap Hong Dan yang aneh. Ga Bi menatapnya tajam, bagaimana denganku. Prajurit Song tersenyum malu. Kau? Ya cantik.
Ga Bi tipe yang tak banyak omong tapi langsung action yah. Dia pun mencium Prajurit Song.
“Pertama kali? Yang benar saja, sudah berapa umurku sekarang?” tanya Prajurit Song.
“Iya, pertama kali. Kalau begitu... sekali lagi!” hahaha.


“Kalau begitu, siapa pembunuh Gong Goo?” tanya Kepala Polisi.
Jin Ok menjelaskan kalau orang yang membunuh Gong Goo dan para utusan yang membawa Sibjagyeong adalah Kim Ja Hun. Kepala Polisi tak yakin, karena itu hanyalah spekulasi belum ada bukti. Jin Ok mengatakan kalau Sibjagyeong yang ada ditangan mereka, apakah itu bisa dijadikan bukti?
“Barang itu sudah kau temukan? Barang itu bukanlah sembarang barang. Segera serahkan!”
“Sudah pasti saya akan mengembalikan sibjagyeong tersebut kepada Anda. Tapi dengan satu syarat.”



“Tua bangka itu ingin mempraktekkan ilmu mengambang di udara ya? Tiap hari duduk bersila seperti itu.” Ucap Prajuri Song.
Moo Myeong masih menutup mata sambil bersila. Dia pura-pura seolah sedang berdoa dan mengadu kalau dia pasti sebentar lagi akan dipancung. Pajurit Song menyuruh Moo Myeong untuk keluar, diapun membuka pintunya. Namun Moo Myeong menolak karena hampir jam makan. Prajurit Song akhirnya masuk ke bilik penjara Moo Myeong untuk memaksa keluar. Tapi Moo Myeong segera keluar dulu dan memenjarakan Prajurit Song. Dia mengatakan kalau dia benar-benar tidak membunuh Gong Goo dan anak-anak pasti akan datang untuk segera mengeluarkannya.

Prajurit Song menjelaskan pada Moo Myeong yang ketakutan kalau sampai dia dihukum pancung. Prajurit Song menjelaskan kalau sudah ada perintah dari istana untuk pembebasan Moo Myeong. Moo Myeong tak yakin, Perintah dari istana? Benarkah itu adalah Titah dari Baginda?
“Yang namanya perintah dari istana jika bukan dari Raja, masa dari tukang ikan?” hahaha



“Pertempuran kali ini tidak akan mudah. Bubuk mesiu, senjata, semuanya harus dibawa.” Perintah Jin Ok.
Mereka bersiap memilih senjata. Ga Bi memperlihat sebuah benda hitam bulat empuk, dia bertanya tanya benda apa itu seraya menciumi baunya. Hong Dan ikut penasaran dan memencet-mencetnya. Hanya Jin Ok yang melotot ketakutan. Hhhhaaaa!!!!



Mereka bertiga berebut untuk keluar dari rumah.
Hahaha. Rumah mereka pun meledak karena benda yang dipegang Ga Bi itu bom. Hahahaha.

Mereka bertiga melakukan perjalanan ke Pyeonglando.
 “Satu-satunya pusat perdagangan di Joseon, Pyeonglando Orang-orang dari China dan negara Barat berkumpul di sini. melakukan perdagangan internasional di tempat ini. Ini adalah satu-satunya tempat yang tidak dapat beradaptasi dengan kedaulatan Joseon.”


Seorang utusan China sampai juga di Pyeonglando.
Sedang Jin Ok dkk sedang menyelam agar bisa menyusup tanpa seorang pun yang tahu kehadirannya.


Moo Myeong juga sampai di Pyeonglando bersama dengan Prajurit Song. Moo Myeng terihat waspada tapi Prajurit Song tampak begitu tak suka harus bersama dengan Moo Myeong. Moo Myeong menunjukkan sketsa Jin Ok dkk yang terpampang di papan pengumuman. Waah, mereka begitu terkenal. (buronan tapi)


Prajurit menghadarang Moo Myeong dan menanyakan alasan kenapa mereka akan masuk kekota. Moo Myeong gelagapan tapi kemudian dia mengatakan kalau dia membawa petarung. Moo Myeong memberi kode pada Prajurit Song. Tapi prajurit tadi sudah curiga.
Prajurit Song meyakinkan kalau dia adalah petarung Taekyeon. *Ilmu beladiri jaman joseon.


Utusan China telah sampai sedangkan Kim Ja Hun bersiap untuk menyambut kedatangan mereka.




Seorang pejabat sampai ke Pyeonglando.
“Namanya adalah Pejabat Uhm. Perancang kamar rahasia milik Kim Ja Heon. Pertama-tama, kita harus memastikan apakah orang itu membawa rancangan denahnya.”
Jin Ok telah menyamar, dia dengan sengaja menabrak Pejabat Uhm hingga gulungan kertasnya berjatuhan. Jin Ok memeriksa untuk memastikan rancangan denahnya dibawa oleh pejabat Uhm atau tidak. OK. Ada.

 Ga Bi bertugas mengalihkan perhatian pejabat Uhm dengan menabrakkan gerobak. Berhasil!



Giliran Hong Dan lah yang akan berusaha mengambil gulungan denah tersebut. Dia menyamar menjadi wanita china yang tengah pusing. Niat hati menabrak Penjabat Uhm namun karena pejabat Uhm yang berbalik, Hong Dan yang pura-pura terpeleset pun akhirnya malah jatuh ke sungai. Hahaha.
Tak ada yang memperhatikannya hanya kedua teman Hong Dan lah yang tertunduk karena rencana mereka gagal.


Trio kita akhirnya menyamar menjadi penari seksi, tapi siapa sangka dibalik keperkasaan mereka. Mereka menari dengan bagus. Pejabat Uhm jelas tergoda ketika disuguhi oleh penampilan seksi mereka apalagi ketika ditarik untuk ikut menari. Tak menolak sama sekali.



Ketika pengawasan lemah, Moo Myeong mendekati tas tempat gulungan denahnya. Dia berhasil mengambil lalu memberi kode pada Jin Ok. Moo Myeong segera pergi membawa gulungan tersebut namun di tengah keramaian, dia bertemu dengan orang-orang berkulit hitam. Mereka mengira kalau Moo Myeong salah satu dari kaum mereka karena Moo Myeong menyamar menjadi orang kulit hitam. Moo Myeong yang tak mengerti apa yang mereka katakan  akhirnya jadi sok kenal dan memeluk mereka satu satu. Hahaha.

Sedang Jin Ok, Ga Bi dan Hong Dan mengakhiri penampilannya karena gulungan sudah ada ditangan mereka.
***
Tinggal durasi 40 menitan. Kalau gak jadi 1 part lagi ya kemungkinan 2 part. Tunggu yah kelanjutannya^^

4 Responses to " Sinopsis The Huntresses Part 3 "

  1. Pujiiii lanjutan a new leaf blom ada yaaaa?

    ReplyDelete
  2. mbak lanjutannya .tulung.

    ReplyDelete
  3. mbak, link film ini dimana? saya nyari gak ketemu? keburu penesaran

    ReplyDelete
  4. Mianhae, linknya aku lupa karena udah download 2 bulan yang lalu. tapi kalo mau baca part terakhir udah aku posting. ke beranda blog aja... ^^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^